cover
Contact Name
ahwan
Contact Email
ahone.far02@gmail.com
Phone
+62895383190022
Journal Mail Official
jfstjurnalkes@gmail.com
Editorial Address
Instalasi Farmasi RSUD Karanganyar Jl. Laksda Yos Sudarso, Bejen, Kab. Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, 57716
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
ISSN : -     EISSN : 30316022     DOI : -
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi (JFST) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Karanganyar. Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi (JFST) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel asli hasil penelitian di bidang ilmu farmasi, manajemen kefarmasian, dan praktik kefarmasian. Artikel yang dikirimkan di JFST adalah tinjauan sejawat double-blind, kami menerima artikel ulasan dan artikel penelitian. Kami terbuka untuk naskah dalam berbagai bidang farmasi baik dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia dengan abstrak bilingual (Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia). JFKS terbit dua kali setahun (April dan November).
Articles 25 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di Wilayah Kerja Klinik Siamputri , Indri; Septiyana, Ria; Damayanti , Ferina
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 02 (2025): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/1d79n557

Abstract

Anemia is one of the common health problems in Indonesia; regardless of age and gender, anemia can be suffered by anyone without realizing it. This study is quantitative. The study was conducted from March to May 2025, and the sampling technique used was the total sampling method. The results of the study showed that, based on age, the majority of respondents have an age range of 13-17 years, with the highest percentage of 43.6%. The level of education can be seen that respondents with the highest level of education, high school, have the highest percentage of 54.4%. The level of knowledge is sufficient for as many as 37 respondents (67.3%).
Artikel Review Fitokimia: Efektivitas Infusa sebagai Metode Ekstraksi cha, charles06; Nisful lailatun nadiroh
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 02 (2025): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/kt3vn985

Abstract

Extraction is a fundamental process in isolating bioactive compounds from natural materials that is crucial for the development of pharmaceutical, food, and cosmetic products. Infusion as one of the conventional extraction methods uses water solvent at approximately 90°C for 15 minutes which is widely used due to its simplicity, does not require complex equipment, is economical, and is capable of extracting polar compounds effectively. This review aims to comprehensively examine the working principles of the infusion method based on the diffusion process of bioactive compounds, factors affecting extraction effectiveness, advantages and disadvantages of the method, applications on various groups of phytochemical compounds, and recent innovations in method modification. The review method was conducted through literature searches from Google Scholar, Garuda, and PubMed using keywords "infusion", "extraction method", "infusion effectiveness", "diffusion process", and "hot method" in publications from 2015-2025. The review results show that extraction yields vary between 2.92% to 38.65% with good standards of 10-15%, influenced by phytochemical characteristics of plants, anatomical structure, thermal stability of compounds, extraction time, and sample-solvent ratio. The infusion method is effective for extracting polar compounds such as tannins, phenolics, flavonoid glycosides, and heat-stable alkaloids, but requires modification for semipolar terpenoids. Although modern methods such as UAE and MAE produce higher yields, infusion remains relevant in Indonesia's herbal industry with more than 15,000 herbal products registered with BPOM due to short extraction time, preventing degradation of thermolabile compounds, and producing products easily accepted by the community, despite having limitations in extract stability with shelf life of less than 24 hours. Future prospects for infusion method development lie in integration with ultrasonic technology, use of Natural Deep Eutectic Solvent (NADES) as green solvent, and optimization of Response Surface Methodology (RSM) to improve efficiency while maintaining principles of simplicity and sustainability supporting standardization of standardized herbal medicines and phytopharmaceuticals according to BPOM regulations.
Review Artikel: Efektivitas dan Proses Sterilisasi Alat dengan Metode Panas Kering Ayu, Adelia
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 02 (2025): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/67s54843

Abstract

Sterilisasi merupakan langkah penting dalam pencegahan infeksi silang dengan tujuan membunuh seluruh mikroorganisme termasuk spora pada alat medis. Metode sterilisasi panas kering dikenal sebagai salah satu teknik yang efektif, efisien, dan ekonomis untuk alat tahan panas. Berdasarkan hasil review beberapa penelitian, sterilisasi panas kering pada suhu 130°C terbukti paling efektif dengan angka kuman 0 koloni/cm, menunjukkan kemampuan eliminasi total terhadap mikroorganisme. Kombinasi panas kering dengan teknologi tambahan seperti ozon dan inframerah meningkatkan daya sterilisasi serta mempercepat waktu proses melalui mekanisme penetrasi panas dan denaturasi protein spora. Dibandingkan dengan teknik rebus (boiling), metode panas kering memaparkan adanya siginifikansi yang besar secara hitungan (p<0,001) pada penurunan jumlah koloni Escherichia coli dan memperpanjang waktu bebas bakteri. Pada instrumen kedokteran gigi, panas kering menghasilkan zona hambat bakteri yang lebih luas (24,1 mm) dibanding teknik boiling (7,9 mm). Namun, penerapan panas kering pada masker respirator N95 perlu diperhatikan karena pemanasan berulang dapat menurunkan kesesuaian bentuk masker. Secara keseluruhan, metode sterilisasi panas kering dinilai efektif untuk alat medis tahan panas, sedangkan inovasi dengan ozon dan inframerah dapat menjadi solusi peningkatan efisiensi tanpa mengurangi efektivitas sterilisasi.
Hubungan Pengetahuan Relawan tentang Obat terhadap Pemilihan Analgetik sebagai Pereda Nyeri Wulandari, Tri
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 02 (2025): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/57ghea36

Abstract

Nyeri merupakan keluhan kesehatan yang sering dialami masyarakat dan menjadi alasan utama penggunaan obat analgetik melalui praktik swamedikasi. Penggunaan analgetik yang tidak rasional berpotensi menimbulkan efek samping, sehingga pengetahuan tentang obat dianggap penting dalam pemilihan analgetik yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang obat dengan pemilihan analgetik sebagai pereda nyeri pada relawan organisasi sosial kemanusiaan di Kabupaten Karanganyar. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada Juli–Desember 2023. Sampel berjumlah 108 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner karakteristik responden, pengetahuan obat, dan pemilihan analgetik yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 17–25 tahun 75,9%, berjenis kelamin laki-laki 75,9%, dan berpendidikan SMA/sederajat 61,1%. Tingkat pengetahuan responden berada pada kategori cukup 50,9% dan baik 43,5%. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang obat dengan pemilihan analgetik p = 0,320. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan tidak selalu berbanding lurus dengan praktik pemilihan analgetik yang rasional. Faktor usia muda, dominasi responden laki-laki, pengalaman pribadi, kebiasaan, serta kemudahan akses obat diduga berperan dalam pengambilan keputusan swamedikasi. Oleh karena itu, peningkatan literasi obat perlu disertai dengan intervensi perilaku yang terstruktur agar dapat mendorong penggunaan analgetik yang lebih rasional di masyarakat.
Artikel Review : Uji Stabilitas Sediaan Parenteral Volume Besar Sintya
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 02 (2025): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/fccndr69

Abstract

Large-volume parenteral preparations are sterile preparations for intravenous use that must meet strict quality requirements, especially regarding stability, sterility, and clarity. This review article aims to examine stability testing and quality evaluation of parenteral preparations based on formulation aspects, manufacturing technology, and aseptic practices. The method used was a literature study of scientific articles published in the last 10 years. The results of the review show that formulation technologies such as the use of cosolvents, lyophilization, and cyclodextrin inclusion complexes can improve the stability and quality of parenteral preparations. However, process inconsistencies and suboptimal aseptic practices can reduce the quality of preparations even though some physicochemical parameters meet the standards. Therefore, process control and consistent application of aseptic practices are important factors in ensuring the safety and efficacy of large-volume parenteral preparations.    

Page 3 of 3 | Total Record : 25