cover
Contact Name
ahwan
Contact Email
ahone.far02@gmail.com
Phone
+62895383190022
Journal Mail Official
jfstjurnalkes@gmail.com
Editorial Address
Instalasi Farmasi RSUD Karanganyar Jl. Laksda Yos Sudarso, Bejen, Kab. Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, 57716
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
ISSN : -     EISSN : 30316022     DOI : -
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi (JFST) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Karanganyar. Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi (JFST) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel asli hasil penelitian di bidang ilmu farmasi, manajemen kefarmasian, dan praktik kefarmasian. Artikel yang dikirimkan di JFST adalah tinjauan sejawat double-blind, kami menerima artikel ulasan dan artikel penelitian. Kami terbuka untuk naskah dalam berbagai bidang farmasi baik dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia dengan abstrak bilingual (Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia). JFKS terbit dua kali setahun (April dan November).
Articles 25 Documents
Uji Sun Protecting Factor (SPF) Formulasi Ekstrak Air, Etanol Dan Kloroform Daun Teh Hijau (Camellia sinensis L.) Sebagai Krim Tabir surya Fitriyatun NurKhotimah; ahwan, ahwan; Qonitah, Fadilah
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 01 (2024): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/t3e82z54

Abstract

Tabir surya adalah suatu sediaan yang mengandung senyawa kimia yang dapat menyerap, menghamburkan atau memantulkan sinar UV yang mengenai kulit sehingga dapat digunakan untuk melindungi kulit manusia dari kerusakan akibat sinar UV. Daun teh hijau memiliki senyawa plifenol dan flavonoid yang mempunyai potensi sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sediaan krim ekstrak air, etanol dan kloroform daun teh hijau (Camellia sinensis L.)  mempunyai aktivitas sebagai tabir surya berdasarkan nilai SPF. Sediaan krim dibuat 4 formula yaitu formula 0 (basis krim), formula 1 (ekstrak air), formula 2 (ekstrak etanol) dan formula 3 (ekstrak kloroform) dengan konsentrasi 10%. Penentuan aktivitas sediaan krim tabir surya terhadap sinar UV dilakukan menggunakan spektrofotometer UV- Vis. Data nilai SPF dianalisis menggunakan SPSS One Way Anova. Hasil rata-rata nilai SPF sediaan krim pada formula 0 0,37±0,011 (tidak ada), formula 1 36,14±1,849 (proteksi ultra), formula 2 40,57±0,700 (proteksi ultra) dan formula 3 34,96±0,980 (proteksi ultra). Sediaan krim pada formula 1, 2, dan 3 mempunyai aktivitas tabir surya dengan nilai SPF tertinggi pada formula 2 yaitu sebesar F2 40,57±0,700 (proteksi ultra). Hasil uji mutu fisik sediaan krim meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat dan viskositas didapat hasil pada formula 0, 1, 2, dan 3 memenuhi semua persyaratan uji sebagai sediaan krim yang baik. Berdasarkan hasil uji One Way Anova diperoleh nilai p-value <0,05 yang berarti terdapat perbedaan aktivitas tabir surya yang signifikan pada tiap formula.
Aktivitas Antibakteri Formulasi Sediaan Lotion Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Dg. Majid, Viranty; ahwan, ahwan; Qonitah, Fadilah
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/7x8s9g35

Abstract

Penyebab dari jerawat yang dialami oleh 85% remaja perempuan Indonesia yaitu salah satunya bakteri Propionibacterium acnes. Tanaman daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) diketahui memiliki zat aktif alkaloid, saponin, flavonoid dan tanin yang bersifat antibakteri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui formulasi lotion ekstrak etanol daun salam memenuhi persyaratan uji sifat fisik sediaan yang baik dan untuk mengetahui sediaan lotion ekstrak etanol daun salam memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Pengujian sifat fisik meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar dan uji viskositas. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode Kirby Bauer. Sediaan lotion ekstrak etanol daun salam dibuat dengan konsentrasi 1,5%, 3%, 4,5%, kontrol negatif (Basis lotion) dan kontrol positif (Acnol lotion). Data hasil uji sifat fisik dan aktivitas antibakteri dianalisis statistik dengan uji One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan lotion ekstrak etanol daun salam memenuhi persyaratan uji sifat fisik sediaan yang baik. Sediaan lotion ekstrak etanol daun salam juga memiliki daya hambat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan rata-rata nilai diameter zona hambat kontrol negatif (0%) (0±0,00) tidak ada, F1 (4,5%) (5,30±0,52 mm) daya hambat sedang, F2 (3%) (7,96±0,61 mm) daya hambat sedang, F3 (4,5%) (10,56±0,61 mm) daya hambat kuat dan kontrol positif (12,70±0,87 mm) daya hambat kuat. Hasil analisis data One Way Anova dan uji Post Hoc menunjukkan nilai p-value <0,05 yang berarti ada perbedaan antar formula. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sediaan lotion ekstrak etanol daun salam mempunyai kualitas fisik yang baik dan mempunyai aktivitas antibakteri
Review artikel: Efektivitas Sterilisasi dengan Oven (Panas Kering) dalam Pengendalian Mikroorganisme pada Alat Medis Rahmawati, Dewi
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/db6zaz47

Abstract

Sterilisasi merupakan metode penting dalam dunia kesehatan untuk mencegah infeksi silang dan penyakit menular. Salah satu metode yang banyak digunakan adalah sterilisasi dengan oven atau pemanasan kering, yang menggunakan suhu tinggi untuk membunuh mikroorganisme pada alat-alat medis. Artikel ini mengulas berbagai penelitian terkait sterilisasi dengan oven, termasuk efektivitasnya dibandingkan metode lain seperti teknik rebus atau autoklaf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sterilisasi oven lebih efektif dalam membunuh mikroorganisme seperti E. coli dan spora Bacillus anthracis. Namun, metode ini membutuhkan suhu tinggi dan durasi yang lama, sehingga hanya cocok untuk alat berbahan tahan panas. Pemilihan metode sterilisasi harus mempertimbangkan jenis bahan alat, mikroorganisme target, serta kebutuhan klinis untuk hasil yang optimal.
Gambaran Penggunaan Antibiotik Pada Anak Dengan Diagnosis Pneumonia Di Rawat Inap RSUI Banyubening Peiode Januari-Desember 2022 Khusna, Khotimatul; Kurniasari, Anisa; Pambudi, Risma Sakti
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/nc8caw71

Abstract

Pneumonia adalah infeksi akut yang menyerang paru-paru (alveoli) yang dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Pneumonia termasuk salah satu penyakit yang membahayakan terutama pada balita karena termasuk dalam golongan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) sehingga mudah menyebar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik pada penyakit pneumonia anak di rawat inap RSUI Banyubening Boyolali. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Teknik sampling yang digunakan adalah Non probability sampling dengan jumlah sampel 181 pasien pneumonia anak-anak. Hasil penelitian menunjukan paling banyak pasien dengan jenis kelamin laki-laki (53%), usia < 5 tahun (81%), lama waktu perawatan 1-7 hari (94%), penyakit penyerta flu perut (16%), sediaan injeksi (99%), antibiotik yang digunakan adalah amoxicillin (4%), ampicillin (5%), ampicillin sulbactam (1%), cefotaxime (35%), ceftriaxone (46%), cefixime (1%), gentamicin (1%), ampicillin dan gentamicin (4%), cefotaxime dan gentamicin (2%), ceftriaxone dan gentamicin (1%). Gambaran penggunaan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah golongan sefalosporin (82%)
Perbandingan Efektivitas Analgesik Dua Sediaan Tablet Paracetamol Generik Dan Tablet Asam Mefenamat Generik Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus Musculus) dengan Menggunakan Metode Geliat ahwan, ahwan; Qonitah, Fadilah
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/7jdq3w09

Abstract

Paracetamol dan asam mefenamat merupakan obat analgesik-antipiretik paling banyak dikonsumsi masyarakat dan digunakan dalam swamedikasi nyeri. Paracetamol dan asam mefenamat bentuk sediaan tablet berjenis generik dan bermerek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas analgesik pada sediaan tablet paracetamol generik, asam mefenamat generik, dan kombinasi paracetamol dan asam mefenamat generik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas analgesik antara tablet paracetamol generik, asam mefenamat generik, dan kombinasi paracetamol dan asam mefenamat generik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode geliat, sebanyak 20 mencit putih jantan (Mus musculus) dilakukan dalam penelitian ini dan dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok I kontrol negatif, kelompok II (paracetamol generik), kelompok III (asam mefenamat generik), dan kelompok IV (kombinasi paracetamol dan asam mefenamat generik). Setelah 15 menit pemberian perlakuan, mencit diinduksi dengan larutan asam asetat 1% secara intraperitonial. Data yang digunakan adalah jumlah geliat komulatif mencit setiap 5 menit selama 1 jam, kemudian digunakan untuk menghitung presentase daya analgesik. Daya analgesik paracetamol generik (46,29%), asam mefenamat generik (55,13%), dan kombinasi paracetamol dan asam mefenamat generik (53,98%). Hasil tersebut menunjukan bahwa daya analgesik terbesar adalah asam mefenamat (55,13%). Berdasarkan dari hasil uji SPPS Kruskal Wallis menunjukkan terdapat perbedaan bermakna dari efektivitas analgesik paracetamol generik, asam mefenamat generik, dan kombinasi paracetamol dan asam mefenamat generik (p<0,05).
RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH PADA ANAK DI RSUD DR. H. SOEWONDO KENDAL PERIODE JANUARI – JUNI 2023 Septiyana, Ria; Masruriati, Eni
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 01 (2025): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/4p2ypf92

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi bakteri tersering pada anak, dengan risiko lebih tinggi pada perempuan karena faktor anatomi. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat memicu resistensi, sehingga perlu evaluasi ketat. Penelitian ini bertujuan menilai rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien anak ISK di RSUD dr. H. Soewondo Kendal periode Januari–Juni 2023. Metode penelitian deskriptif retrospektif dengan sampel 30 rekam medis pasien anak (1–15 tahun) yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis berdasarkan parameter tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat pasien, dan tepat durasi, serta dievaluasi menggunakan metode Gyssens.Hasil menunjukkan cefotaxime (56,7%) sebagai antibiotik paling banyak digunakan, diikuti ceftriaxone (26,7%) dan cefixime (16,6%). Evaluasi rasionalitas menunjukkan 100% kepatuhan pada semua parameter (kategori 0 Gyssens), dengan dosis, durasi, dan pemilihan obat sesuai pedoman. Mayoritas pasien adalah perempuan (76,7%) dan kelompok usia 1–6 tahun (43,4%), sesuai dengan faktor risiko ISK. Penggunaan antibiotik pada pasien ISK anak di rumah sakit ini 100% rasional, didominasi sefalosporin generasi ketiga. Temuan ini mendukung pentingnya pemantauan berkelanjutan untuk mencegah resistensi antibiotik.
Review Artikel: Pengaruh Penggunaan Disintegran Terhadap Waktu Hancur Tabet Ayu, Adelia
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 01 (2025): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/vj4fnk14

Abstract

Tablets are solid preparations containing medicinal ingredients with or without fillers. Disintegrants are important additional ingredients in tablet formulations that play a role in accelerating the process of tablet disintegration into small particles, thus supporting the release and absorption of active substances in the body. The mechanism of action of disintegrants is opposite to binders and works optimally through water absorption and swelling. Various studies have shown that the type, concentration, and mixing method of disintegrants (intragranular, extragranular, or combination) greatly affect the physical properties of tablets, especially disintegration time. Superdisintegrants such as crospovidone, Primogel, and Amprotab have been shown to significantly accelerate disintegration time. In addition, local natural ingredients such as breadfruit starch, mango seeds, kepok bananas, and ganyong also show potential as alternative disintegrants. The results of the study generally showed that increasing the concentration of disintegrants accelerates the disintegration time of tablets, as long as it does not cause a decrease in physical quality such as hardness and brittleness. Thus, the selection and optimization of disintegrants are crucial aspects in the development of tablets that are effective and meet pharmaceutical quality standards
Review Formulasi Emulsi Dalam Pengembangan Sediaan Farmasi Hariyansyah, Marsela febrianti
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 01 (2025): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/p79xw382

Abstract

Emulsions are thermodynamically unstable biphasic systems that require appropriate formulation strategies to maintain their stability. Synthetic surfactants are commonly used as stabilizers, but concerns regarding their toxicity and environmental impact have prompted the search for safer alternatives. One promising innovation is the use of solid particles in Pickering emulsions, which offer improved stability and enhanced safety. This article uses a literature review method, analyzing national and international journals published between 2015 and 2025, focusing on the formulation and physical evaluation of emulsions. The review findings indicate that the success of emulsion formulation depends on the type of active ingredient, choice of emulsifier, preparation method, and storage conditions. Various studies emphasize the importance of physical evaluations—such as organoleptic properties, pH, homogeneity, spreadability, adhesiveness, and viscosity—in determining emulsion quality. The use of natural ingredients and alternative emulsifiers has shown potential in enhancing the stability and safety of topical emulsions. In conclusion, the development of stable and effective emulsions requires a comprehensive understanding of the physical characteristics of components and a thorough evaluation of the formulations. Pickering emulsions present an innovative approach that deserves further exploration in pharmaceutical preparations.
PROFIL PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL PADA MASYARAKAT RT 04 RW 07 DESA KOPEN KECAMATAN KARTASURA Khusna, Khotimatul; Lana, Bima Perkasa Putra; Pambudi, Risma sakti
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 01 (2025): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/8qka5t35

Abstract

Penggunaan obat tradisional di Indonesia masih menjadi pilihan masyarakat mengobati penyakit ringan. Studi ini dirancang untuk mengidentifikasi gambaran penggunaan obat herbal di kalangan penduduk Desa Kopen, terutama di kalangan warga RT 04 RW 07 Kecamatan Kartasura. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Metode pengambilan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling dengan total responden sebanyak 85 orang yang merupakan warga RT 04 RW 07 di Desa Kopen, Kecamatan Kartasura. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan tujuan untuk mengukur persentase penggunaan obat tradisional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa jenis obat tradisional yang paling umum digunakan adalah jamu, mencapai 60%, dengan bentuk sediaan yang paling banyak adalah cairan sebanyak 37%. Sebagian besar responden menggunakan obat tradisional untuk menyembuhkan penyakit ringan, sebesar 52%, dan mereka memperoleh obat tersebut dari apotek serta toko jamu, sekitar 31%. Rata-rata durasi penggunaan obat tradisional adalah satu hari, yang tercatat 34%, dan alasan utama penggunaan obat tradisional adalah karena bahan yang digunakan berasal dari alam, yaitu 49%. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa mayoritas warga RT 04 RW 07 Desa Kopen, Kecamatan Kartasura memilih jamu sebagai obat tradisional mereka, didorong oleh fakta bahwa jamu terbuat dari bahan alami dan untuk mengatasi penyakit yang dianggap ringan.
FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI SEDIAAN SABUN CAIR EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L) DENGAN BASIS MINYAK KELAPA TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus tohir, fauzha muftia; ahwan, ahwan; Qonitah, Fadilah
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 01 (2025): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/x33p6m60

Abstract

The use of extracts from medicinal plants in the community is used to prevent diseases, maintain body freshness and treat diseases. Guava leaves (Psidium guajava L) contain active compounds such as tannins, triterpenoids, flavonoids, saponins, alkaloids, and essential oils that have antibacterial effects. This study aims to determine the antibacterial activity of liquid soap ethanol extract of guava leaves against Staphylococcus aureus bacteria. The liquid soap formula of guava leaf extract (Psidium guajava L) is made into 4 formulas F0 (0%), F1(5%), F2(10%), and F3(15%). Antibacterial activity is seen from the antibacterial activity test using the diffusion method. Physical testing of guava leaf ethanol extract liquid soap includes organoleptic, pH, foam height, homogeneity, and viscosity. The results of the study showed that the entire formula qualified for good physical properties and could inhibit the growth of Staphylococcus aureus. The results of the antibacterial activity test showed that guava leaf extract soap (Psidium guajava L) had an inhibition in the formula F0 of 0.00±0.00 mm (no antibacterial activity), F1 of 4.60±0.46 mm (weak antibacterial activity), F2 of 5.27±0.06 mm (moderate antibacterial activity), F3 of 5.93±0.32 mm of moderate antibacterial activity) and a positive control of 11.77±1.46 mm (strong antibacterial activity). Based on the results of the study, it was concluded that the liquid soap formula of guava leaf extract (Psidium guajava L) has good physical properties and shows antibacterial activity against Staphylococcus aureus, and does not differ significantly (p<0.05). 

Page 2 of 3 | Total Record : 25