cover
Contact Name
Fihros
Contact Email
yusrulhana33@gmail.com
Phone
+6282223184794
Journal Mail Official
jurnalfihros@gmail.com
Editorial Address
Gg. Tempel, Karang Mulyo, Trimulyo, Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah 59171
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Sejarah dan Budaya
ISSN : -     EISSN : 29628156     DOI : -
FIHROS, Jurnal Sejarah dan Budaya is a scientific publication media to enrich the growing discourse in the study of history and culture. Published twice a year in February and August. This journal is published by the Islamic History and Culture Study Program, College of Islamic Studies (STAI) Syekh Jangkung Pati and becomes a medium of communication for observers of history and culture from various perspectives.
Articles 65 Documents
Upaya Meningkatkan Pengelolaan Lingkungan Belajar menggunakan sentra Di TK-Paud Al-Azhar Rogomulyo Farah Rizkita, Putri; Nanik, Istika Wati; Wafiq, Nurul Huda
FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 5 No 1 (2021): FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63915/fihros.v5i1.43

Abstract

Memahami pengelolaan lingkungan belajar sangat penting dan untuk menjadi bermakna, yang pertama perlu rumus untuk digabungkan adalah konsep lingkungan belajar. Manajemen PAUD menjadi sangat penting diperhatikan Ketika melihat kenyataan bahwa daya imajinasi, kreativitas, inovatif, dan pro aktif lulusannya. Artikel ini menggunakan research development dimana peneliti melakukan sebuag desain penataan lingkungan. Pre design sebelum nya menggunakan metode kelompok dan post design menggunakan metode sentra. Metode sentra mengharuskan Objek memilih beberapa sentra yang dapat diimplementasikan dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi pembelajaran. Sehingga diharapkan dari perbedaan design pre dan post dapat meningkatkan kualitas lingkungan belajar di KB TK Al Azhar Rogomulyo.
KEDUDUKAN PEREMPUAN DALAM ISLAM Yusrul Hana, Muhamad
FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 6 No 1 (2022): FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63915/fihros.v6i1.44

Abstract

This paper describes the condition of women in Islam. The condition of women in the jahiliyyah period is very worrying. The position of women is greatly despised by men in every clan. They are considered weak humans who can bring disgrace to the family if a clan loses a war. Some clans even kill baby girls to avoid this misfortune. After Islam was brought by the Prophet Muhammad SAW came, the position of women began to be equalized with men. Although men should lead women because of their physical and psychological advantages. In this position, women are textually under the protection of men. However, in their careers and social activities, women have found their freedom since Islam came. The discussion that will be studied in this study includes several important things. First, is the condition of women during the jahiliyyah period. Second, the condition of women after the arrival of Islam brought by the Prophet Muhammad. The method used in this study is a historical research method including heuristics, criticism, interpretation, and historiography.
Upaya Kiai Khadlrowi Pati Dalam Usaha Pemurnian Ajaran Islam Di Desa Tlogoharum Jannah, Kholisatul
FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 7 No 1 Agustus (2023): FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63915/fihros.v7i1 Agustus.58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang peran Kiai Khadlrowi dalam mengembangkan ajaran agama Islam dan upaya Kiai Khadlrowi Pati dalam usaha pemurnian ajaran Islam di Desa Tlogoharum Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah sejarah hidup dan perjuangan seorang tokoh masyarakat. Dalam penelitian sejarah ini menerapakan prosedur ilmiah melalui tahapan-tahapan meliputi langkah: Heuristik, Verifikasi, Interpretasi, Historiografi, interview dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, penulis menggunakanpendekatan historis. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) Peran Kiai Khadlrowi dalam mengembangkan ajaran agama Islam di Desa Tlogoharum Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati, bentuknya meliputi: merintis majlis taklim sebagai upaya untuk membentuk pola pikir Islami, mendirikan lembaga pendidikan untuk mendidik kepada generasi penerus, mengampu pengajian tarekat untuk melatih pola istiqamah dalam berdzikir, bersikap arif dan bijaksana, bersikap murah hati, dan bersikap dermawan. 2) Upaya Kiai Khadlrowi dalam usaha pemurnian ajaran Islam di Desa Tlogoharum Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati, meliputi: edukasi tentang Sesajen yang diganti dengan pola sedekah, memasukkan wirid-wirid dan doa-doa dalam tradisi-tradisi masyarakat, Memunculkan tradisi baru berupa peringan tahun baru hijriah satu Muharram, sebagai upaya untuk sedikit-demi sedikit menghilangkan tradisi barongan satu sura.
Transformasi Orang Samin (Sedulur Sikep) Menjadi Islam Di Desa Baturejo Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati Eti Afia Maftuhah, Lien
FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 7 No 1 Agustus (2023): FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63915/fihros.v7i1 Agustus.59

Abstract

Tradisi Kirab Luwur Nyai Ageng Ngerang adalah salah satu bentuk upacara perayaan haul Nyai Ageng Ngerang di Tambakromo Pati. Nyai Ageng Ngerang merupakan tokoh ulama’ wanita yang semasa dengan walisanga yang menyebarkan agama Islam di lereng Pegunungan Kendeng Selatan. Peneliti menggunakan teori dari Talcott Parsons. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pertama, Budaya Kirab Luwur Nyai Ageng Ngerang memberi pengaruh besar terhadap nilai-nilai religius, sosial, gotong royong dan seni dalam kehidupan masyarakat Dukuh Ngerang Tambakromo. Kedua, Dampak dilaksanakan tradisi kirab luwur diantaranya a) aspek keagamaan; meningkatkan solidaritas dan meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT. b) aspek budaya; Tradisi Kirab Luwur Nyai Ageng Ngerang sebagai identitas masyarakat Dukuh Ngerang dan sebagai salah satu objek wisata. c) aspek ekonomi; menjadi peluang bagi masyarakat Dukuh Ngerang maupun masyarakat luar dalam meningkatkan perekonomian.
Fenomena Langgar Gandeng Di desa Pasuruhan Kecamatan Kayen Kabupaten Pati Tahun 1993-2020 Fatimah, Nurul; Muzayyanah, Siti
FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 7 No 1 Agustus (2023): FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63915/fihros.v7i1 Agustus.60

Abstract

Penelitian ini terfokus pada fenomena langgar gandeng yang ada di Desa Pasuruhan Kecamatan Kayen Kabupaten Pati pada tahun 1993 yang memiliki peran besar terhadap pendidikan agama islam, yang didirikan oleh KH. Mahfud yaitu langgar Al-Mukarromah dan KH. Mustahal yaitu langgar Raudlatul Jinan As-Syakur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap sejarah berdirinya langgar gandeng di desa Pasuruhan dan respon masyarakat terhadap keberadaan langgar gandeng. Analisis dalam penelitian ini menggunakan   toeri konflik yang dicetuskan oleh Karl Marx yang memandang teori konflik sebagai suatu bentuk pertentangan kelas. Teori Karl Marx melihat masyarakat sebagai arena ketimpangan (inequality) yang dapat memicu konflik dan perubahan sosial. Marx menilai konflik di masyarakat berkaitan dengan adanya kelompok yang berkuasa dan dikuasai. Teori konflik kelas dipicu oleh pertentangan kepentingan ekonomi, karena kelas didefinisikan sebagai sesuatu yang berpotensi menimbulkan konflik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasannya KH. Mahfud dengan KH. Mustahal saling konflik, yaitu awalnya langgar yang satu di bagi menjadi dua kemudian terjadilah fenomena langgar gandeng di Desa Pasuruhan Kecamatan Kayen Kabupaten Pati.Langgar yang dipimpin oleh KH. Mahfud atau dikenal dengan langgar Al-Mukarromah pada akhirnya difungsikan masyarakat untuk tempat pembelajaran santri-santri putri sedangkan Langgar yang dipimpin oleh KH. Mustahal atau langgar Raudlatul Jinan As-Syakur difungsikan untuk pembelajaran bagi santri-santri putra. Pembagian tersebut diusulkan oleh masyarakat setempat atau wali santriwan dan santriwati yang belajar di langgar Al-Mukarromah dan langgar Raudlatul Jinan As-Syakur, dengan alasan supaya kedua langgar tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya langgar pada umumnya yang difungsikan sebagai tempat belajar dan beribadah oleh masyarakat di desa Pasuruhan.
LDII Kabupaten Pati: Sejarah, Perkembangan dan Tokohnya edy, edy supratno; Surasiyanto
FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 8 No 1 Februari (2024): Fihros: Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63915/fihros.v8i1 Februari.63

Abstract

This article discusses the history of the Pati Regency Indonesian Islamic Da'wah Institute (LDII) since this organization was named Islam Djamaah in 1970. Using historical methods, this article explores and presents facts about the history of its establishment, the model of da'wah and the challenges faced by KH. Muslih, a figure who pioneered the LDII Pati organization. After having experienced various obstacles and obstacles in the field, the successors of KH. Muslih, like KH. Anwar Muhammadin, SH., Drs. Djuwadi, Drs. Agus Priyono, KH. Nasrallah, and Drs. Sundoro succeeded in convincing the public that this organization was not a threat to society or the state. With a strategy of embracing other parties, LDII Pati held several national seminars that presented officials. Until 2023, LDII Pati already has a management structure of 16 branch heads (PC) and 39 sub branch heads (PAC).
Pemerintahan Sunan Prawoto pada Masa Kesultanan Demak Tahun 1546-1549 M. Fatimah, Nurul; Agus Widiyatmoko
FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 8 No 1 Februari (2024): Fihros: Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63915/fihros.v8i1 Februari.71

Abstract

Abstract The aim of this study is to analyze how Sunan Prawoto's government was during the Demak Sultanate in 1546-1549 AD. This study uses historical research methods by borrowing the cycle theory analysis tool in Ibn Khaldun's book Muqoddimah. The results of this study show that Sunan Prawoto was the fourth sultan of the Demak Sultanate. Sunan Prawoto ascended the throne amidst chaotic government conditions that were not balanced, there were threats from internal and external Demak Sultanate. To minimize bad conditions, Sunan Prawoto moved the center of government to Prawoto Hill. Sunan Prawoto has the determination to unite the island of Java under his central government with his dream of becoming the second Turkish Sultan. Keywords: Government, Sunan Prawoto, Demak Sultanate
Konflik Dinasti Turki Utsmani-Shafawiyah-Mamluk ahmad syafi'i mufadzilah riyadi; Muhammad Habib Adi Putra
FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 8 No 1 Februari (2024): Fihros: Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63915/fihros.v8i1 Februari.75

Abstract

Konflik antara Dinasti Ottoman, Dinasti Safawi, dan Kesultanan Mamluk merupakan peristiwa penting dalam sejarah Timur Tengah pada abad ke-16 dan ke-17. Persaingan antara negara-negara ini berasal dari perbedaan agama, ambisi teritorial, dan aspirasi politik. Dinasti Ottoman yang didominasi Sunni dan Dinasti Safawi yang sebagian besar Syiah bersaing ketat untuk menguasai wilayah strategis di Timur Tengah. Kesultanan Mamluk yang berbasis di Mesir juga memberikan tantangan serius bagi Kesultanan Utsmaniyah. Pada tahun 1516-1517 M, Ottoman berhasil mengalahkan Mamluk dan menaklukkan wilayah Suriah dan Mesir. Meski berhasil menundukkan Mamluk, sisa-sisa pasukan Mamluk terus memberontak sehingga menyulitkan Kesultanan Utsmaniyah untuk sepenuhnya menguasai wilayah tersebut. This research employs qualitative research methodology with a historical approach. The historical approach is used to examine the background of the conflict among these three powers and analyze the impact of the conflict. The study applies the dialectical conflict theory by Ralf Dahrendorf. The findings of this research reveal the causes and consequences of the conflict among these three Islamic governments at that time. In 1555, the Treaty of Amasya established clear borders between the Ottoman Dynasty and the Safavid Dynasty. The conflict between the Ottoman Dynasty and the Mamluk Sultanate weakened the Mamluk power. These impacts had long-term implications in the history of the Middle East, shaping territorial borders, political authority, and religious dynamics in the region. Although the competition ended with treaties and conquests, the legacy of this conflict continues to influence the political and religious history of the Middle East up to the present day.
Konflik Kelompok Puritanis dan Tradisionalis dalam NII (Negara Islam Indonesia) di Indonesia 1971-1992 M M. Aziz Mukti; Irfan Zakariah
FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 8 No 1 Februari (2024): Fihros: Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63915/fihros.v8i1 Februari.77

Abstract

This research discusses the conflict that occurred between puritanical and traditionalist Islam in the Indonesian Islamic State (NII) from 1971 to 1992. In this research, it is clear that religious issues became a problem when salafiism entered the NII. There were two things that marked the entry of salafi ideology in NII. First, the formulation of the RMU tawhid designed by Aceng Kurnia. This tawhid took many opinions from Middle Eastern puritan figures such as Abu Ala Maududi and Sayyid Qutb. Second, the entry of Abdullah Sungkar and Abu Bakar Baasyir into the NII in 1972. Both had puritanical understandings and managed to gather followers into the NII. The conflict began when Abdullah Sungkar criticized NII Imam Ajengan Masduki for practicing TBC (Superstition, Bid'ah, and Khurafat) because of his religious understanding and following tarekat. The personal conflict between the two turned into a group conflict within NII. The incident caused a split between Ajengan Masduki's group and Abdullah Sungkar's group. Abdullah Sungkar and his followers declared their exit from NII in 1993. This research shows that there are conflicts that occur due to different understandings in the history of Indonesian Islamic radicalism.
PERAN K.H. DIMYATI DALAM PENYEBARAN ISLAM DI BARAN DESA PLOSO KECAMATAN SELOPURO KABUPATEN BLITAR 1950-1989 qoidah, ulfatul; Rizal Zamzami
FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 8 No 2 Agustus (2024): Fihros: Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63915/fihros.v8i2 Agustus.94

Abstract

This research discusses the role of K.H. Dimyati in the spread of Islam in 1950-1989 in Baran, Ploso village, Selopuro subdistrict, Blitar district. K.H. Dimyati is a ulama figure who has influenced the pace of increasing understanding of Islam in the Baran community. This research aims to explain the biography and role of K.H. Dimyati in the spread of Islam in Baran, Ploso Village, Selopuro District, Blitar Regency. This research uses a historical research method which consists of four stages, namely heuristics, verification, interpretation and historiography by utilizing oral data sources through interviews and library sources. The results of this research are K.H. Dimyati, as a cleric who is descended from kiai, has a role in spreading Islam and attracting the religious awareness of the Baran people, especially with his high level of humanity, holding Al-Qur'an sorogans, teaching the yellow book, holding regular recitations specifically for the elderly and teaching kanuragan science. The influence of K.H. Dimyati can be seen from the people who still use the grave of K.H. Dimyati as a pilgrimage destination and sacred.