cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Editorial Address
Jalan Mutiara Nomor 2 Bangkinang Kota Kabupaten Kampar Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PLENARY HEALTH : Jurnal Kesehatan Paripurna
ISSN : -     EISSN : 30323266     DOI : https://doi.org/10.37985/plenaryhealth.v2i1.1005
Core Subject : Health, Science,
Plenary Health: Plenary Health Journal Is a journal that publishes the results of health research that is integrated with the health sector. This journal is useful for health workers in health offices, health centers, hospitals, health students, health teaching staff. Plenary Health: Plenary Health Journal accepts manuscripts in the form of research results in both Indonesian and English. Manuscripts accepted are manuscripts that have never been published before. We hope that our article is useful for the world of health sciences.
Articles 92 Documents
Asuhan Keperawatan Ny. P dengan Perilaku Caring Terhadap Kecemasan pada Pasien Kanker Serviks di Ruang Tulip RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Apriyus, Rahma Dinda; Ningsih, Neneng Fitria; Kusumawati, Erma
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v2i2.811

Abstract

Kanker merupakan penyakit kronis karena menimbulkan dampak yang bertahan lama. Jika tidak segera mendapat pengobatan atau sudah stadium akhir, maka akan sulit sehingga prognosis penyakit ini akan semakin buruk dan bisa berakhir dengan kematian. Tujuan penelitian adalah Asuhan Keperawatan Pada Ny. P Dengan Terapi Perilaku Caring Terhadap Kecemasan Pada Pasien Kanker Serviks Di Ruang Tulip RS Arifin Achmad Pekanbaru. Asuhan keperawatan dilaksanakan selama tiga hari dimulai pengkajian dengan hasil skala kecemasan 3 dengan kategori sedang Hanmilton Anxiety Rating Scale (HARS). Diagnosa keperawatan yang diangkat adalah kecemasan. Intervensi keperawatan dalam memberikan terapi perilaku merawat kecemasan pada pasien kanker serviks. Hasil penerapan menunjukkan penurunan skala kecemasan selama tiga hari pengobatan dengan evaluasi selama 3 hari dapat teratasi dengan skala kecemasan awal 3 (kecemasan sedang) hingga 0 (kecemasan ringan). Kesimpulannya, terapi Caring Behavior berpengaruh dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien kanker serviks, ditandai dengan berkurangnya skala kecemasan kategori non-cemas, serta perubahan positif pada tanda-tanda vital dan reaksi pasien. Untuk itu diharapkan perawat memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif pada klien yang mengalami kecemasan akibat kanker serviks.
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN OVERWEIGHT PADA REMAJA DI SMA NEGERI 2 BANGKINANG KOTA KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2023 selpia, mega; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v2i2.1010

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan asupan energi dan aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada remaja di SMA Negeri 2 Bangkinang Kota Kabupaten Kampar Tahun 2023. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 30 Juli – 05 Agustus 2023 dengan jumlah sampel 75 remaja menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil analisa univariat diperoleh 37 remaja (48,7%) mengalami overweight, 55 remaja (72,4%) memiliki asupan energi lebih dan 46 remaja (60,5%) dengan aktivitas fisk cukup. Hasil uji Chi Square ada hubungan antara asupan energi (p value = 0,005) dan tidak ada hubungan aktivitas fisik (p value = 0,571) dengan kejadian overweight pada remaja SMA N 2 Bangkinang Kota tahun 2023. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi dengan kejadian overweight dan tidak ada hubungan aktivitas fisik dengan overweight pada remaja di SMA Negeri 2 Bangkinang Kota tahun 2023. Asupan yang baik dan melakukan aktivitas fisik yang tepat maka akan mengurangi kejadian overweight sedangkan jika asupan yang berlebih dan ditandai kurangnya beraktivitas maka akan mengakibatkan tumpukan lemak yang berakibatkan timbulnya kondisi overweight.
FORMULASI BISKUIT TINGGI ZAT BESI (FE) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG DAUN SINGKONG UNTUK IBU HAMIL ANEMIA agita, Zara putri; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri; Syahda, Syukrianti
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v2i2.1012

Abstract

Tepung daun singkong yang dikenal sebagai salah satu sumber zat besi. Tepung daun singkong dibuat dari daun singkong yang kaya akan zat gizi diantaranya zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi Biskuit Tinggi Zat Besi (Fe) dengan penambahan tepung daun singkong untuk ibu hamil anemia sebagai bahan makanan yaitu biskuit. Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 kontrol (F0) dan 3 perlakuan penambahan tepung daun singkong yaitu F1 (15 g), F2 (30 g) dan F3 (45 g). Analisis yang dilakukan yaitu analisis deskriptif, proksimat dan kalsium serta One Way ANOVA. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia Prikanan Fakultas Prikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau pada tanggal bulan juni 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biskuit pilihan terbaik yaitu perlakuan F1. Analisis Proksimat biskuit pilihan terbaik yaitu air sebesar 6,43%, Kadar abu sebesar 1,29%, protein sebesar 5,64%, lemak sebesar 10,96%, karbohidrat sebesar 32,32%, dan besi sebesar 3,16 mg. Uji statistik One Way ANOVA untuk hedonik dan mutu hedonik adanya terdapat perbedaan yang nyata antara biskuit formulasi tepung daun singkong dalam segi warna, rasa, aroma dan tekstur serta mutu keseluruhan. Kesimpulan penelitian ini biskuit perlakuan terbaik dapat diklaim sebagai makanan tambahan tinggi zat besi yaitu pada biskuit. Penelitian selanjutnya perlu dilakukan modifikasi dengan penambahan bahan tertentu agar biskuit lebih menarik.
ANALISIS KEBIJAKAN K3 RUMAH SAKIT TERHADAP PENERAPAN PROTOKOL KESELAMATAN DIRUANG INSTALASI BEDAH SENTRAL : STUDI KUALITATIF Nurmalia, Makhvira Ferli; Puspito, Heri; Rosidah, Istiqomah
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v2i2.1262

Abstract

Rumah sakit sebagai lembaga pelayanan kesehatan memiliki tantangan besar dalam menerapkan kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS). Protokol keselamatan yang efektif di ruang ini sangat penting untuk mengurangi risiko bahaya yang dapat membahayakan pasien maupun tenaga medis, mengingat tingginya risiko yang terkait dengan prosedur medis yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan terdiri dari tenaga medis dan petugas terkait di ruang IBS. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling untuk menggali informasi tentang penerapan kebijakan K3 dan efektivitas protokol keselamatan. Penelitian ini menemukan bahwa kebijakan K3 di rumah sakit sudah diterapkan sesuai regulasi yang berlaku. Namun, masih terdapat tantangan dalam implementasinya, termasuk kurangnya pemahaman mengenai protokol keselamatan dan ketidakkonsistenan dalam pengawasan. Beberapa insiden yang terjadi mengindikasikan perlunya pemeliharaan dan peningkatan pelatihan bagi tenaga medis. Meskipun kebijakan K3 telah diterapkan, evaluasi dan perbaikan yang lebih mendalam sangat diperlukan, khususnya dalam pemeliharaan alat medis dan pelatihan rutin bagi tenaga medis.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN SENAM LANSIA KEPADA KADER DAN MASYARAKAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA Vernanda, Verna; Fahri, Ana Mustafiyah; Asyhari, Atge Oktoreza; Kusuma, Yoni Rustiana
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v2i3.1498

Abstract

Hipertensi adalah masalah kesehatan utama yang sering dialami oleh lansia dan merupakan penyakit yang sering kali tidak disadari keberadaannya. Jika seseorang memiliki tekanan darah di atas 140/90 mmHg maka digolongkan mengalami hipertensi. Hipertensi merupakan  permasalahan  yang  di  hadapi  oleh  para  lansia di Desa Tohudan. Untuk  mengatasi  permasalahan  tersebut, pemberian  senam lansia merupakan  cara  yang  tepat. Senam lansia sangat penting dalam menjaga tubuh lanjut usia terutama untuk hidup yang aktif, produktif dan bermanfaat melalui peningkatan aktivitas metabolisme tubuh serta kebutuhan oksigen. Senam yang dilakukan secara rutin dapat membantu menghindari penyakit kronis, seperti hipertensi. Metode Pendekatan: Penyuluhan dan pelatihan pemberian senam lansia dalam penurunan tekanan darah lansia pada kader posyandu dan masyarakat Desa Tohudan. Tujuan: Memberikan edukasi kepada kader posyandu dan Masyarakat tentang senam lansia dalam penurunan tekanan darah pada lansia. Manfaat: Masyarakat paham dan mampu menangani permasalahan tekanan darah lansia menggunakan senam lansia sehingga dapat meningkatkan kemampuan fungsional dan produktifitas kesehariannya. Tempat dan Waktu: Di Desa Tohudan Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah pada bulan Juli s/d Agustus 2025. Target Luaran: Para Kader posyandu di Desa Tohudan diharapkan mampu memberikan senam lansia dalam penurunan tekanan darah lansia.
PENGARUH KURKUMIN TERHADAP MORFOLOGI DAN BIOMARKER UTERUS PADA FASE PROLIFERASI TIKUS BETINA: ANALISIS STUDI EKSPERIMENTAL 2023–2025 Bilqis, Khorina Fatin
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v2i3.1540

Abstract

Kurkumin, senyawa polifenolik utama dari Curcuma longa, telah banyak diteliti dalam satu dekade terakhir karena aktivitas biologisnya yang meliputi antiinflamasi, antioksidan, imunomodulator, serta modulasi jalur endokrin yang berperan dalam regenerasi jaringan. Bukti pra-klinis menunjukkan bahwa kurkumin menekan jalur proinflamasi seperti NF-κB dan mengaktifkan sistem antioksidan berbasis Nrf2, sehingga relevan untuk gangguan jaringan yang terkait stres oksidatif (Kunnumakkara et al., 2023; Zamanian et al., 2024). Dalam konteks reproduksi, kurkumin dilaporkan memengaruhi angiogenesis, apoptosis, dan proliferasi melalui modulasi jalur Wnt/β-catenin dan peningkatan marker proliferasi endometrium (Rezk, 2024; Song et al., 2024). Meskipun demikian, hasil antar studi menunjukkan variasi metodologis, sehingga diperlukan sintesis bukti yang lebih terintegrasi. Penelitian ini melakukan meta-analisis terhadap studi eksperimental in vivo (2023–2025) yang mengevaluasi pengaruh kurkumin pada morfologi uterus dan biomarker proliferasi tikus betina. Analisis menunjukkan bahwa kurkumin secara signifikan meningkatkan ketebalan endometrium (SMD 0,82; 95% CI 0,62–1,02) dan ekspresi Ki-67 (SMD 0,83; 95% CI 0,65–1,00), dengan heterogenitas yang minimal. Sehingga menghasilkan kesimpulan bahwa kurkumin meningkatkan proliferasi endometrium, ditunjukkan oleh peningkatan ketebalan jaringan dan ekspresi Ki-67, efek ini dipicu oleh modulasi jalur Nrf2, NF-κB, dan Wnt/β-catenin. Kurkumin berpotensi sebagai agen pendukung kesehatan endometrium, tetapi diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan dosis dan aplikasinya
DOSIS-RESPON STRES OKSIDATIF DAN ADAPTASI MITOKONDRIA: PERBANDINGAN HIGH-INTENSITY INTERVAL TRAINING DAN LATIHAN AEROBIK KONTINU Sudesty, Shellya Puti
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v2i3.1554

Abstract

Perbedaan dosis-respons antara High-Intensity Interval Training (HIIT) dan Moderate Intensity Continuous Training (MICT) terhadap stres oksidatif dan adaptasi mitokondria masih menjadi topik penting dalam fisiologi olahraga. Kajian ini bertujuan membandingkan efek kedua metode latihan terhadap biomarker redoks dan parameter fungsi mitokondria. Literatur review ini dilakukan terhadap jurnal terakreditasi dan terindeks Scopus dengan rentang waktu 2020-2025. Dua belas studi yang memenuhi kriteria inklusi, disintesis secara naratif berdasarkan jenis latihan, parameter redoks (MDA, SOD, GPx, CAT) dan indikator mitokondria (PGC-1α, kompleks enzim, fusion-fission). Hasil penelitian memaparkan bahwa HIIT konsisten menunjukkan penurunan MDA lebih besar serta peningkatan antioksidan endogen yang lebih kuat dibandingkan MICT. Selain itu, HIIT meningkatkan biogenesis, densitas, dan dinamika mitokondria secara lebih signifikan, serta memberikan peningkatan kebugaran aerobik dan sensitivitas metabolik yang lebih cepat. Bukti teerbaru mendukung bahwa HIIT memiliki keunggulan fisiologis dibandingkan MICT dalam mengoptimalkan homeostasis redoks dan remodeling mitokondria, mencerminkan repons dosis-intensitas yang lebih kuat. Temuan ini menegaskan HIIT sebagai strategi latihan yang efisien untuk kesehatan metabolik dan fungsi seluler.
PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, KEBIASAAN JAJAN DAN RISIKO GIZI LEBIH PADA BALITA USIA 6-24 BULAN Iqbal fadillah; Widawati, Widawati; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v2i1.1039

Abstract

Risiko gizi lebih merupakan  masalah gizi yang disebabkan oleh asupan makanan yang berlebih atau pengeluaran energi yang kurang. Kurangnya pemberian ASI eksklusif menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan gizi dan perkembangan balita. Selain itu, kebiasaan jajan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko gizi lebih pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan kebiasaan jajan dengan kejadian risiko gizi lebih pada balita usia 6-24 bulan di desa Salo wilayah kerja Puskesmas Salo. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 44 balita usia 6-24 bulan dengan teknik cluster random sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan pengukuran berat badan dan tinggi badan, kuesioner serta wawancara FFQ (Food Frequency Questionnaire). Analisis yang digunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian sebanyak 23 balita (52,3%) dengan tidak risiko gizi lebih, 24 balita (54,5%) tidak diberikan ASI eksklusif dan 25 balita (56,8%) memiliki kebiasaan jajan tidak baik. Kesimpulan terdapat hubungan pemberian ASI eksklusif  (P=0,000) dan kebiasaan jajan (P=0,0,58) dengan risiko gizi lebih pada balita. Disarankan untuk meningkatkan pemberian ASI eksklusif,  menerapkan kebiasaan jajan yang sehat pada balita dan memantau status gizi balita.
FAKTOR – FAKTOR PENGHAMBAT IMPLEMENTASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PEKERJA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI PT. TASMA PUJA KAMPAR Inaya, Nur; Luthfi, Amir; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v2i2.1053

Abstract

Implementasi K3 sangat penting untuk melindungi pekerja dari risiko dan bahaya yang mungkin muncul dari peralatan kerja atau lingkungan kerja. Tingkat persepsi, pengawasan dan pelatihan tentang K3 memiliki peranan dalam implementasi K3. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetauhi faktor-faktor penghambat implementasi K3 pada pekerja perkebunan kelapa sawit di PT. Tasma Puja Kampar. Jenis penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 192 responden dan 130 dijadikan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian didapatakan bahwa adanya hubungan faktor persepsi bahaya dengan nilai p value 0,000, pengawasan K3 dengan nilai p value 0,001, dan pelatihan K3 dengan nilai p value 0,000. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara persepsi bahaya, pengawasan K3, pelatihan K3 dengan implementasi K3 pada pekerja perkebunan kelapa sawit di PT. Tasma Puja Kampar Tahun 2024. Diharapkan kepada PT. Tasma Puja untuk meningkatkan pengawasan dan pelatihan tentang K3 bagi pekerja Perkebunan kelapa sawit, sehingga pekerja memperoleh pengetahuan lebih supaya dapat berperilaku aman dan patuh dalam penggunaan APD sehingga mencegah terjadinya kecelakaan kerja.
GAMBARAN TINGKAT KEPADATAN LALAT DAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA WILAYAH KERJA UPT. PUSKESMAS AIR TIRIS Darmawan, Dwiki; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri; R, Zurrahmi Z.; Yuristin, Devina
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v2i2.1087

Abstract

Penyakit diare merupakan penyakit yang paling sering terjadi pada anak balita dengan disertai muntah dan mencret, penyakit diare apabila tidak segera diberi pertolongan pada anak dapat mengakibatkan dehidrasi. Timbulnya penyakit diare dapat dipengaruhi oleh tingkat kepadatan lalat. Dampak diare adalah dehidrasi ringan hingga berat, sepsis, infeksi berat yang bisa menyebar ke organ lain dan malnutrisi terutama pada anak dengan usia kurang dari 5 tahun, yang dapat mengakibatkan menurunnya kekebalan tubuh anak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kepadatan lalat kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Air Tiris. Desain penelitian ini adalah menggunakan metode cross sectional. Kesimpulan terdapat 47 (54,0%) responden memiliki tingkat kepadatan lalat yang rendah dan 46 (52,9%) responden yang mengalami kejadian diare. Diharapkan kepada masyarakat agar dapat menciptakan lingkungan yang sehat bagi balita seperti agar terhindar dari vektor penyebab penyakit dan untuk mencegah terjadinya diare pada balita.

Page 9 of 10 | Total Record : 92