cover
Contact Name
Atika Candra Yulia
Contact Email
atikacandra.yulia@lecture.utp.ac.id
Phone
+6281329274850
Journal Mail Official
jacts@utp.ac.id
Editorial Address
Jl. Walanda Maramis No.31, Nusukan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57135
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
JACTS
ISSN : -     EISSN : 29874246     DOI : https://doi.org/10.36728/jacts.v2i2
JACTS berfokus kepada bidang arsitektur, kebudayaan, dan pariwisata. Arsitektur sebagai wadah manusia dalam beraktivitas, menciptakan ruang (space and place) dalam pengelolaan dan penataan lingkungan binaan (environment) dipengaruhi oleh budaya (peradaban) manusia. Arsitektur juga sering menjadi salah satu alasan utama wisatawan mengunjungi suatu tempat—baik itu karena keindahan, sejarah, keunikan desain, atau perilaku masyarakat (manusia) yang membentuk pola ruang tersendiri yang khas yang menarik untuk dikunjungi dalam upaya manusia memenuhi kebutuhan psikologisnya (sightseeing). Arsitektur, budaya, dan pariwisata bisa menjadi bahan kajian yang sinergis dan holistik.
Articles 48 Documents
EDUWISATA AKUAPONIK DI SURAKARTA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOKLIMATIK
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 1 No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v1i2.2723

Abstract

Kota Surakarta merupakan salah satu kota di wilayah Jawa Tengah yang lahan pertaniannya semakin menyusut akibat pertumbuhan penduduk yang menyebabkan peningkatan pembangunan di pusat dan pinggiran kota. Kegiatan pertanian perkotaan dengan sistem akuaponik merupakan solusi dari permasalahan kurangnya lahan pertanian di Surakarta dengan memanfaatkan ruang terbuka yang tidak efisien di lahan terbuka hijau. Pertanian perkotaan di Surakarta didukung penuh oleh Kementerian Pertanian dan Wali Kota Surakarta untuk mengembangkan kualitas pangan lokal. Untuk itu, diperlukannya pembangunan Eduwisata Akuaponik di Surakarta. Permasalahan adalah desain seperti apa yang sesuai untuk fungsi bangunan sebagai area edukasi wisata dan budidaya dengan sistem akuaponik. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkan perencanaan dan perancangan desain bangunan eduwisata akuaponik yang dapat mewadahi kegiatan edukasi wisata dan budidaya dengan sistem akuaponik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif analisis-sintesis. Hasil dari penelitian didapatkan konsep perencanaan dan perancangan arsitektur bangunan Eduwisata Akuaponik di Surakarta dengan Pendekatan Arsitektur Bioklimatik.
VERTICAL HOUSING DENGAN KONSEP ONE STOP LIVING DI SURAKARTA BERPENDEKATAN ARSITEKTUR BIOPHILIC
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 2 No 1 (2024): JULI 2024
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v2i1.2758

Abstract

Kepadatan kota Surakarta mencapai 11.361 jiwa per kilometer persegi. Pertumbuhan ekonomi terutama di kota Surakarta membuat permintaan penggunaan ruang terutama di kota Surakarta semakin banyak. Banyaknya permintaan lahan tersebut dan terbatasnya ruang yang tersedia menjadi masalah yang serius terutama di kota Surakarta. Setiap individu yang hidup memiliki kebutuhan guna mewujudkan kehidupan yang berkelanjutan, salah satu kebutuhan tersebut adalah perumahan dan permukiman. Dengan permintaan properti yang semakin meningkat khususnya di perkotaan menjadikan harga properti semakin mahal. Dengan permasalahan ini didapatkan bangunan vertical housing. Penggunaan konsep one stop living memberikan kios retail yang terintegrasi dengan hunian. Penggunaan pendekatan arsitektur biophilic membawakan nuansa alam ke dalam bangunan. Dengan pendekatan ini manusia akan mencapai kemampuan yang maksimal pada saat berada di lingkungan alami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bangunan arsitektur biophilic vertical housing dengan konsep one stop living di Surakarta.
BOTANICAL GARDEN SEBAGAI PENGEMBANGAN PRODUK JAMU TRADISIONAL DI NGUTER KABUPATEN SUKOHARJO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOPHILIC
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 1 No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v1i2.2759

Abstract

Pencanangan kabupaten jamu tahun 2015 dan destinasi wisata jamu tahun 2019 menjadikan Kabupaten Sukoharjo dijuluki Kabupaten Jamu. Pusat industri jamu berada di Desa Nguter. Sektor industri berkontribusi terhadap PAD pada tahun 2016 sebesar 39,20%. Produk jamu menjadi Program Pembangunan Kabupaten Sukoharjo dengan terwujudnya produk jamu sebagai gaya hidup masyarakat. Di tengah maraknya produk jamu dan menjadi produk unggulan hingga menembus pasar luar daerah, banyak generasi muda yang belum mengenal jenis tanaman yang diolah menjadi produk jamu serta stigma negatif generasi muda terhadap produk jamu. Daerah sub-urban seperti Nguter memiliki keunggulan pertanian, pariwisata dan alam yang masih asri, akan tetapi menurut Jawa Pos Radar Solo, Kecamatan Nguter mengalami krisis ruang publik. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana merencanakan dan merancang botanical garden di Nguter Kabupaten Sukoharjo dengan pendekatan arsitektur biophilic. Tujuannya ialah mendapatkan konsep perencanaan dan perancangan botanical garden di Nguter Kabupaten Sukoharjo dengan pendekatan arsitektur biophilic. Metode yang digunakan adalah kualitatif desktiptif. Dengan hasil berupa konsep perencanaan dan perancangan botanical garden sebagai pengembangan produk jamu tradisional di Nguter Kabupaten Sukoharjo dengan pendekatan arsitektur biophilic.
HOTEL, EXHIBITION, AND CONVENTION CENTER DI SURAKARTA BERPENDEKATAN ARSITEKTUR FUTURISTIK
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 2 No 1 (2024): JULI 2024
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v2i1.2760

Abstract

Kota Surakarta sebagai kota wisata yang memiliki berbagai event wisata budaya dan destinasi wisata budaya. Banyak event dan kegiatan rutin yang diselengarakan di kota Surakarta, antara lain: Grebek Sudiro, Pertunjukan Wayang Orang, dan Kethoprak Balekambang. Kota Surakarta juga memiliki destinasi wisata budaya yang sudah terkenal antara lain, keraton Kasunanan Surakarta, Pura Mangkunegaran Surakarta, Kampung Batik Laweyan, dan Kampung Batik Kauman. Saat ini, Surakarta sedang dikembangkan sebagai destinasi MICE membuat Surakarta memerlukan sebuah wadah untuk kegiatan MICE, yaitu exsibisi dan konvensi yang dilengkapi dengan akomodasi penginapan berupa hotel. Arsitektur yang digunakan untuk bangunan Hotel, Exhibition,and Convention Center adalah arsitektur futuristik, meskipun menggunakan arsitektur futuristik namun tetap memasukan unsur filosofi dan budaya. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kombinasi analisis kualitatif dan kuantitatif. Pada jurnal ini akan dibahas mengenai tapak terpilih, pengolahan potensi tapak, program ruang, gubahan massa, dan sistem struktur utilitas untuk bangunan Hotel, Exhibition,and Convention Center. Dan hasil pembahasan digunakan untuk dasar perancangan desain Hotel, Exhibition,and Convention Center.
OCEANARIUM SEBAGAI SARANA EDUKASI DAN REKREASI DI PACITAN BERPENDEKATAN ARSITEKTUR BIOFILIK
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 1 No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v1i2.2762

Abstract

Potensi kekayaan biota laut Indonesia yang sangat melimpah. Salah satu kekayaan biota laut di Indonesia berada di laut Pacitan. Laut yang ada di Pacitan saat ini memiliki keanekaragaman biota laut yang dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakyat. Dengan seiring pemanfaatan keanekaragaman biota laut yang cukup meningkat sehingga cenderung lebih rentan menghadapi ancaman kepunahan, kehilangan dan kerusakan yang diakibatkan oleh pemanfaatan keanekaragaman biota laut yang tidak terkontrol. Untuk itu perlunya fasilitas dalam perlindungan dan penyelamatan biota laut dengan diadakannya perencanaan Oceanarium. Adanya Oceanarium sebagai wadah pelestarian, melindungi dan memberikan pengetahuan mengenai keanekaragaman biota laut bagi masyarakat maupun pemerintah. Perencanaan Oceanarium terdapat beberapa permasalahan dalam desain, yaitu desain Oceanarium seperti apa yang cocok dengan penerapan sarana edukasi dan rekreasi bagi masyarakat maupun pemerintah Pacitan. Tujuan penelitian Oceanarium ini yaitu untuk mendapatkan perencanaan dan perancangan Oceanarium yang edukasi dan rekreasi yang mampu mewadahi kegiatan pada pemanfaatan keanekaragaman biota laut serta mampu membantu mengembangkan sektor pariwisata di Pacitan. Dalam penelitian Oceanarium di Pacitan ini, metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif analisis-sintesis, dengan langkah-langkah pengumpulan data mengenai data site kemudian dianalisis menjadi hasil yang digunakan sebagai konsep perencanaan. Hasil dari penelitian ini adalah konsep desain Oceanarium sebagai sarana edukasi dan rekreasi di Pacitan.
KUDUS ISLAMIC CENTER DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR REGIONALISME
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 2 No 1 (2024): JULI 2024
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v2i1.2775

Abstract

Indonesia adalah negara yang mempunyai masyarakat yang beranekaragam, baik keragamaan organisasi, sejarah, budaya, adat istiadat dan sebagainya. Dukcapil Kementrian Dalam Negeri mencatat, terdapat 238,09 juta jiwa atau 86,93% penduduk Indonesia yang tercatat beragama Islam pada tahun 2021. Kudus merupakan salah satu pusat perkembangan Islam di Pulau Jawa dan sebagian besar penduduk Kabupaten Kudus menganut ajaran Islam. Kudus dikenal sebagai Kota Wali. Dibuktikan dengan adanya banggunan sejarah peninggalan Wali yaitu Masjid Menara Kudus, dan terdapat dua makam Wali yaitu makam Sunan Kudus dan Sunan Muria yang sering dikunjungi umat Islam di Jawa. Berdasarkan Badan Pusat Statistik Pertumbuhan penduduk beragama Islam di Kudus sangat berkembang pesat. Berdasarkan kondisi tersebut Perencanaan dan Perancangan Kudus Islamic Center dengan pendekatan Arsitektur Regionalisme sangat mendukung dalam menopang perkembangan pariwisata di kabupaten Kudus dan dapat memberikan wadah bagi Masyarakat dalam mengembangkan dan mengkaji keagamaan, serta dapat bersosialisasi, dan mengenal budaya atau sejarah perkembangan Islam khususnya Kabupaten Kudus. Tujuan dari perencanaan dan perancangan Kudus Islamic Center yaitu sebagai wadah perkembangan Islam dan penopang perkembangan pariwisata religi di kabupaten Kudus. Metode penelitian yang digunakan dalam perencanaan dan perancangan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian telah mendapatkan suatu konsep perencanaan dan perancangan Kudus Islamic Center dengan Pendekatan Arsitektur Regionalisme.
BIOPHILIC HEALING CENTER DI KARANGANYAR DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 2 No 1 (2024): JULI 2024
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v2i1.2776

Abstract

Rendahnya kesadaran masyarakat Indonesia dalam menjaga kesehatan mental masih menjadi permasalahan yang memerlukan perhatian khusus. Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), 1 dari 5 orang atau sekitar 20% penduduk Indonesia memiliki masalah kesehatan mental. Dapat dilihat juga melalui Survei swa periksa yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) selama pandemi menyatakan bahwa 75% dari 14.988 responden mengalami masalah psikologis (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia, 2022). Kondisi tersebut menunjukkan masalah kesehatan di Indonesia belum dilakukan secara tepat dan masif. Berdasarkan kondisi tersebut Perencanaan Dan Perancangan Biophilic Healing Center di Karanganyar Dengan Pendekatan Healing Environment diharapkan dapat menjadi solusi dan wadah baru untuk mengurangi stress dan gangguan kesehatan mental dengan menghadirkan fasilitas yang ramah, terbuka, dan alami sehingga dapat membangun persepsi positif masyarakat tentang kesehatan mental. Perancangan Healing Center ini menggunakan arsitektur biophilic dengan membawa unsur alam kedalam bangunan serta pendekatan Healing Environment yang memiliki tiga unsur perancangan yaitu alam, panca indra, dan psikologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskripstif kualitatif dan deskripstif kuantitatif. Hasil penelitian adalah mendapatkan suatu konsep perencanaan dan perancangan Biophilic Healing Center di Karanganyar dengan Pendekatan Healing Environment.
MALL YANG AKSESIBEL UNTUK DISABILITAS DI KABUPATEN KUDUS
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 1 No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v1i2.2779

Abstract

Dalam upaya memulihkan perekonomian, Pemerintah Kabupaten Kudus berencana untuk menawarkan kepada investor pembangunan kembali pusat perbelanjaan modern di lokasi bangunan Matahari Plaza Kudus yang terbakar. Langkah ini menjadi penting karena pusat perbelanjaan tersebut berperan dalam menyediakan lapangan kerja dan sebagai pusat aktivitas ekonomi di pusat kota. Di sisi lain, perlindungan dan pemberdayaan penyandang disabilitas juga menjadi fokus dalam rangka menciptakan masyarakat yang inklusif. Berdasarkan data yang diterima Dinas Dukcapil Kudus hingga akhir 2022, penduduk disabilitas di Kudus mencapai angka 950 penduduk. Meningkat hampir 290% dari semester ke dua 2021, yaitu berjumlah 330 orang. Data tersebut meliputi 115 orang disabilitas fisik, 20 orang disabilitas fisik dan mental, 99 orang disabilitas netra. Kemudian 497 orang disabilitas mental, dan 143 orang disabilitas rungu, serta 76 orang disabilitas lainnya. Permasalahan desain utama yang diselesaikan adalah mall yang aksesibel untuk disabilitas. Tujuan penelitian adalah menyusun dan mendapatkan konsep perencanaan dan perancangan mall yang aksesibel untuk disabilitas di kabupaten Kudus. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Hasil penelitian telah mendapatkan suatu konsep perencanaan dan perancangan mall yang aksesibel untuk disabilitas di kabupaten Kudus.
SURAKARTA CONVENTION & EXPO CENTER DENGAN BERPENDEKATAN ARSITEKTUR POSTMODERN ; Yuuwono, Abito Bamban
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 2 No 1 (2024): JULI 2024
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v2i1.2790

Abstract

Surakarta adalah sebuah kota yang berada di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki banyak potensi lokal yang sangat berpotensi untuk dikembangkan. Perkembangan pariwisata di Surakarta dan sekitarnya ditandai dengan adanya banyak diadakan event budaya sebagai sarana pendukung pariwisata di dalam maupun luar negeri. Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, pada tahun 2022 ini ingin memajukan Surakarta dan sudah sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Pembangunan Surakarta International Convention & Expo Center ini merupakan upaya pewadahan bagi event besar nasional maupun internasional yang akan terselenggara di Surakarta dan hasil kreativitas bernilai seni budaya, sosial dan ekonomi bagi masyarakat Surakarta. Serta mendukung strategi pemerintah yang tertuang dalam visi pembangunan jangka menengah Surakarta yang memang perlu difasilitasi, produk, dan kegiatan yang bersangkutan dengan pemasaran, penjualan, event, dan lain-lain. Upaya menyeleraskan kota Surakarta sebagai kota budaya dengan daya tarik bangunan Surakarta International Convention & Expo Center ditampilkan melalui arsitektur Postmodern. Surakarta Convention & Expo Center ini akan mengangkat konsep Arsitektur Postmodern yang mana akan menitikberatkan pada bentuk tatanan massa bangunan dan sirkulasi ruang yang modern namun juga berkesan mampu menonjolkan sisi dari kebudayaan kota Surakarta (Jawa) sehingga bisa menjadi bangunan fungsional umum dan juga bangunan ikonik dari kota Surakarta.
MALL YANG REKREATIF DI KLATEN
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 2 No 1 (2024): JULI 2024
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v2i1.2798

Abstract

Gagasan pemerintah kabupaten Klaten berencana membangun mall di Klaten untuk meningkatkan perekonomian dan mengikuti tren modern. Pertumbuhan fungsi komersial dan perubahan gaya hidup telah mempengaruhi fungsi utama dari pusat perbelanjaan. Hanya dari tempat untuk belanja sudah menjadi tempat untuk bersenang-senang, untuk bersosialisasi, hingga untuk hiburan atau rekreasi. Suasana yang menyenangkan. Dengan situasi kompetitif saat ini, dari setiap mall akan berusaha menarik konsumen, hal itu dapat dilihat dari temanya, suasananya, juga dari elemen arsitektur dan desain interior. Permasalahan desain utama yang di elesaikan adalah mall yang rekreatif. Tujuan penelitian adalah menyusun dan mendapatkan konsep perencanaan dan perancangan mall yang rekreatif di Klaten. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif dan deskripsi kuantitatif. Hasil penelitian adalah suatu konsep perencanaan dan perancangan arsitektur bangunan Mall Yang Rekreatif Di Klaten.