cover
Contact Name
Atika Candra Yulia
Contact Email
atikacandra.yulia@lecture.utp.ac.id
Phone
+6281329274850
Journal Mail Official
jacts@utp.ac.id
Editorial Address
Jl. Walanda Maramis No.31, Nusukan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57135
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
JACTS
ISSN : -     EISSN : 29874246     DOI : https://doi.org/10.36728/jacts.v2i2
JACTS berfokus kepada bidang arsitektur, kebudayaan, dan pariwisata. Arsitektur sebagai wadah manusia dalam beraktivitas, menciptakan ruang (space and place) dalam pengelolaan dan penataan lingkungan binaan (environment) dipengaruhi oleh budaya (peradaban) manusia. Arsitektur juga sering menjadi salah satu alasan utama wisatawan mengunjungi suatu tempat—baik itu karena keindahan, sejarah, keunikan desain, atau perilaku masyarakat (manusia) yang membentuk pola ruang tersendiri yang khas yang menarik untuk dikunjungi dalam upaya manusia memenuhi kebutuhan psikologisnya (sightseeing). Arsitektur, budaya, dan pariwisata bisa menjadi bahan kajian yang sinergis dan holistik.
Articles 48 Documents
PUSAT PETERNAKAN SAPI PERAH TERPADU YANG INOVATIF DI BOYOLALI DENGAN PENDEKATAN GREEN ARCHITECTURE Putra, Wangsit Guntoro Atma; Rakhmanty, Febrione Putri
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 3 No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v3i1.4040

Abstract

Kabupaten Boyolali memproduksi 20% susu Indonesia dan 70% susu di Jawa Tengah. Namun pada tahun 2022 terjadi penurunan produksi sebesar 40% yang disebabkan oleh penurunan drastis populasi sapi akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Kurangnya minat generasi muda terhadap peternakan sapi perah juga menjadi salah satu kendala untuk mengembangkan kualitas peternakan di Boyolali. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat generasi muda dalam beternak di Boyolali melalui peternakan terpadu dengan fasilitas seperti kandang sapi, kandang isolasi, pengolahan pupuk dan biogas, serta penyediaan café dan ruang pameran seputar hasil ternak, dengan desain yang Inovatif menciptakan kreasi baru untuk meningkatkan kinerja dan memberikan inovasi teknologi bagi pengunjung, terutama generasi muda. Pendekatan Green Architecture digunakan, tujuannya adalah untuk mengembangkan desain peternakan sapi perah terpadu yang inovatif yang menggabungkan prinsip-prinsip Arsitektur Hijau. Temuan menunjukkan bahwa penerapan Arsitektur Hijau tidak hanya meminimalkan jejak lingkungan dari peternakan sapi perah tetapi juga meningkatkan efisiensi energi melalui penggunaan biogas dan panel surya.
PUSAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU BERBASIS 3R DI KECAMATAN SAMBI KABUPATEN BOYOLALI Setyaji, Danang; Prabowo, Wahyu
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 3 No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v3i1.4051

Abstract

Kabupaten Boyolali menempati 4,5 persen dari total wilayah Jawa Tengah. Kota susu ini tidak menyediakan lahan yang cukup untuk pembuangan sampah. Bahkan, luas tempat pembuangan sampah di Boyolali tergolong paling kecil dibandingkan dengan beberapa wilayah di Soloraya, yaitu 5 hektare di TPA Winong, Boyolali. Luas lahan TPA di Winong hanya mampu untuk menampung sampah warga Boyolali Kota, namun kenyataanya TPA Winong menampung sampah dari beberapa daerah di luar Boyolali Kota. Karena hal ini pemerintahan Boyolali secara ideal telah memiliki acuan dengan membuat pembungan sampah terpadu (TPST) sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Boyolali 2011. Implementasi rencana akan disesuaikan dengan sistem zona. Zona pertama mengelompokan TPST untuk Banyudono, Ngemplak, Sambi dan Sawit yang akan dibangun di Sambi. Konsep TPST meliputi proses 3R, reduce, reuse dan recycle atau daur ulang. TPST dengan pendekatan arsitektur ekologi ini diharapkan mampu mengatasi keterbatasan lahan pembuangan sampah yang ada di Kabupaten Boyolali dan menjadi tempat edukasi bagi masyarakat untuk mengolah sampah menjadi berguna, serta merubah presfektif buruk masyarakat tentang Tempat Pengolahan Sampah.
PENGEMBANGAN FASILITAS DESA WISATA KEPUHSARI DI WONOGIRI BERPENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Pamungkas, Dwi Yoga Awang; Prabowo, Wahyu
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 2 No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v2i2.4059

Abstract

Pembangunan fasilitas Desa Wisata Kepuhsari adalah upaya Kabupaten Wonogiri untuk memaksimalkan potensi pariwisata desa. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Wonogiri, Haryanto, menyatakan bahwa pariwisata harus mencakup tidak hanya keindahan alam dan olahraga petualangan, tetapi juga budaya, kuliner, dan ekonomi kreatif. Desa Wisata Paranggupito, misalnya, sukses dengan tawaran wisata seni budaya, pantai, dan edukasi pelestarian alam, meraih penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik Kedua di Jawa Tengah pada 2023. Desa Wisata Sendang dikenal dengan Waduk Gajah Mungkur, paralayang, dan Bukit Gantole, sementara Desa Wisata Conto terkenal dengan perkebunan dan kopi. Pembangunan Desa Wisata Kepuhsari mendukung tujuan Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian RI, yakni meningkatkan ekonomi, kesejahteraan, mengurangi kemiskinan, mengatasi pengangguran, melestarikan lingkungan, dan memajukan budaya. Penelitian ini menerapkan pendekatan Neo-Vernakular dalam perancangan fasilitas desa wisata, menggunakan metode kualitatif seperti observasi, wawancara dengan pemangku kepentingan lokal, dan analisis dokumen. Hasil penelitian diharapkan dapat membantu merancang fasilitas yang memenuhi kebutuhan wisatawan serta mendukung pelestarian budaya dan lingkungan lokal.
PENGEMBANGAN WISATA PANTAI WATU KARUNG BERBASIS BUDAYA LOKAL DAN POTENSI SELANCAR DI KABUPATEN PACITAN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Sahputro, Ridho Dwi; Hartanto, Tri
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 2 No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v2i2.4061

Abstract

Kabupaten Pacitan merupakan daerah pesisir pantai selatan yang memiliki ombak cukup besar dengan posisi terlindung dari palung dan Samudra hindia yang berpotensi untuk wisata selancar. Potensi selancar di Pantai Watu Karung sangat banyak diminati wisatawan terutama wisatawan dari beberapa negara, dikarenakan ombak di Pantai Watu Karung cukup dibilang tinggi sehingga cocok untuk dijadikan tempat untuk berselancar. Selain terkenal dengan wisata alam yang indah, Kabupaten Pacitan juga memiliki banyak kebudayaan lokal yang sampai saat ini masih terus di lestarikan yaitu kesenian Rontek Pacitan yang sering diadakan event festival disetiap tahun. Posisi strategis dan potensi Wisata Pantai Watu Karung menguatkan alasan untuk adanya kegiatan pariwisata berbasis budaya lokal dan potensi selancar, terkait banyaknya kebudayaan lokal di pacitan serta mendukungnya situasi untuk melakukan kegiatan olahraga selancar. Pengembangan Wisata Pantai Watu Karung Berbasis Budaya dan Potensi Selancar di Kabupaten Pacitan sangat di perlukan untuk meningkatkan potensi daya Tarik wisata Pantai Watu Karung yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyakat lokal maupun pengunjung dibidang sosial, ekonomi, khususnya di bidang kebudayaan, dan dibidang selancar.
PERENCANAAN CREATIVE HUB DI BANGUNAN EKS. PABRIK JAMU AIR MANCUR DI WONOGIRI DENGAN PENDEKATAN ADAPTIVE RE-USE Muryadi, Andiki Romy; Yulia, Atika Candra
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 3 No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v3i1.4066

Abstract

Pabrik Jamu Air Mancur merupakan bangunan pabrik bersejarah, karena berdiri sejak tahun 1963 yang masih digunakan sebagai sarana produksi jamu tradisioal sampai saat ini. Umur bangunan pabrik yang sampai saat ini 61 tahun maka perlu adanya untuk meningkatkan nilai fungsi untuk mengoptimalkan eksistensi bangunan Pabrik Jamu Air Mancur tersebut sebagai sarana produksi, edukasi, dan rekreasi Perencanaan Creative Hub di Bangunan Eks. Pabrik Jamu Air Mancur Wonogiri Dengan Pendekatan Adaptive Re-use ini bertujuan untuk meningkatkan potensi lokal yang memberi dampak di bidang ekonomi dan kearifan lokal di Kabupaten Wonogiri. Revitalisasi dengan penambahan bangunan museum seputar produk jamu, bahan jamu, jenis dan khasiat jamu. Nantinya juga disediakan tempat edukasi tentang cara penaman bahan tradisional jamu, cara pengolahan jamu, dan cara penyajian jamu yang benar.
KLATEN CONVENTION AND EXHIBITION CENTRE BERBASIS INDUSTRI MICE TOURISM Rizki, Wahyu Fajar; Yulia, Atika Candra
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 2 No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v2i2.4068

Abstract

Kabupaten Klaten yang terletak di antara Yogyakarta dan Surakarta memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai pusat wisata, ekonomi, dan jasa, terutama dengan adanya jalur lintas provinsi Jogja-Solo. Potensi wisata yang dimilikinya, termasuk wisata air, sejarah, dan alam, semakin memperkuat alasan untuk mengembangkan pariwisata berbasis MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) di daerah ini. Sejalan dengan perkembangan teknologi dan globalisasi, arsitektur futuristik dapat memberikan solusi tepat dan sesuai dengan kebutuhan zaman dalam desain bangunan MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition). Pemerintah telah menetapkan Yogyakarta sebagai salah satu dari 10 kota tujuan utama MICE di Indonesia, yang semakin memperkuat posisi Klaten sebagai daerah pendukung utama. Dengan jumlah pengunjung per tahun yang mencapai 4.816.082 orang, termasuk wisatawan mancanegara dan domestik, dengan pengunjung yang cukup masif Kabupaten Klaten membutuhkan fasilitas yang dapat mewadahi kegiatan industri MICE. Penelitian ini mengusulkan desain bangunan MICE yang terintegrasi dengan akses kota dan lingkungan alam yang asri, untuk mendukung perkembangan industri pariwisata di Kabupaten Klaten.
PERENCANAAN MASTERPLAN KAWASAN PERTANIAN TERINTEGRASI YANG BERBASIS TEKNOLOGI: Studi Kasus Di Desa Kebakalan, Karanggayam, Kebumen Preambudi, Akbar; Dheany, Annisa Oktareangga; Prabawa, Bayu Argadyanto; Masagala, Algazt Aryad
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 2 No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v2i2.4265

Abstract

Pertanian terintegrasi yang menggabungkan elemen tanaman, peternakan, dan perikanan bertujuan untuk menciptakan ekosistem agro yang berkelanjutan dan efisien. Sistem ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga melestarikan sumber daya alam. Sistem ini sangat penting untuk memenuhi permintaan pangan yang terus meningkat akibat populasi global. Perencanaan masterplan kawasan pertanian terintegrasi dirancang untuk memastikan interaksi optimal antara berbagai komponen pertanian. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi kemiskinan di kawasan pedesaan, khususnya di Indonesia yang menghadapi tantangan seperti terbatasnya lahan dan perubahan iklim. Selain itu, integrasi teknologi modern dalam perencanaan sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan tersebut, dengan melibatkan partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan. Desa Kebakalan memiliki potensi pertanian, peternakan, dan perikanan yang kuat. Penyusunan masterplan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pangan dan mendukung target pengurangan kemiskinan ekstrem. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi tersebut sebagai dasar pembuatan masterplan berbasis teknologi. Hasil analisis potensi menunjukkan tiga sektor unggulan di Desa Kebakalan yaitu Pertanian, Peternakan, dan Perikanan. Hasil pengukuran site menunjukkan bahwa site masterplan tidak masuk dalam garis sempadan sungai.
SEKOLAH ALAM DI KABUPATEN KARANGANYAR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS Amri, Farhan Saiful; Krisnawati, Eny
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 3 No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v3i1.4621

Abstract

Fenomena anak zaman sekarang yang kurang mengenal dan berinteraksi dengan alam sekitar membuat kepekaan sosial maupun terhadap diri sendiri kurang. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang cepat sehingga adaptasi terhadap teknologi membuat interaksi dengan lingkungan sekitarnya menjadi kurang. Interaksi di lingkungan sekolah pun juga kurang akibat dari perkembangan teknologi yang kita tidak siap dalam mengelolanya. Proses belajar mengajar pun juga dapat dilakukan di luar ruangan atau lingkungan sekitar, yang mana kita dapat mengambil pelajaran dan mengerti bagaimana alam bekerja karena kita merupakan bagian dari alam tersebut. Oleh karena itu, penting adanya sekolah yang secara formal maupun informal mengenalkan lingkungan sekitar bagi peserta didik agar dapat menjadi pribadi yang peka dan mengenal alam lingkungan sekitarnya. Sekolah alam merupakan alternatif untuk belajar dan mengenal lingkungan sekitar, sehingga peserta didik dapat menumbuhkan interaksi dengan lingkungan sekitar dan belajar dari lingkungan alam tersebut. Kabupaten Karanganyar cocok untuk dibangun sekolah alam karena mendukung lingkungan yang memadai sebagai sekolah alam yang menekankan konsep lansekap. Kabupaten Karanganyar juga memiliki iklim tropis sehingga menggunakan konsep arsitektur tropis untuk bangunan sekolah alam di Kabupaten Karanganyar.
REVITALISASI KAWASAN JALAN SUMUR BOR SEBAGAI SHOPPING STREET DI COLOMADU KARANGANYAR Hanjaya, Harry Cipta; Hartanto, Tri
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 3 No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v3i1.4625

Abstract

Pemerintah Kabupaten Karanganyar berencana merevitalisasi lahan eks rumah dinas Pabrik Gula Colomadu di sepanjang Jalan Sumur Bor menjadi kawasan bisnis baru guna meningkatkan sumber pendapatan daerah. Lahan ini memiliki nilai strategis karena masih berada dalam kompleks De Tjolomadoe Convention Hall, serta berdekatan dengan exit Tol Solo-Yogya dan Bandara Adi Soemarmo, yang menjadikannya area potensial untuk pengembangan ekonomi. Revitalisasi ini akan diwujudkan dalam bentuk Shopping Street, sebuah pusat perdagangan yang menggabungkan unsur pelestarian cagar budaya dengan konsep modern. Bangunan rumah dinas yang sebelumnya terbengkalai akan direnovasi dan dialihfungsikan menjadi area komersial yang dapat menampung berbagai merek ternama, tenant fesyen, gerai makanan dan minuman, serta UMKM. Proyek ini dirancang dengan memperhatikan aspek tata ruang yang baik, termasuk jalur kendaraan, trotoar, serta pengaturan bangunan agar menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pengunjung. Proyek ini akan dilaksanakan sesuai dengan regulasi tentang pelestarian cagar budaya, termasuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 serta peraturan daerah dan nasional terkait lainnya.
PUSAT WISATA KULINER TRADISIONAL SOLO YANG EDUKATIF DI SURAKARTA Putra, Pradipta Bayu
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 3 No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v3i1.4827

Abstract

Indonesia sangat terkenal akan kekayaan kuliner nusantaranya. Masing-masing daerah selalu memiliki ciri-ciri dan cita rasa yang khas akan kuliner tradisionalnya. Kuliner tradisional khas Solo sering kali menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Kota Surakarta. Sayangnya banyak kuliner tradisional, khususnya yang berasal dari Solo, yang saat ini sudah menjadi sesuatu yang langka. Melalui perencanaan dan perancangan desain Pusat Wisata Kuliner Tradisional Solo yang Edukatif di Surakarta diharapkan mampu menciptakan ekosistem pelestarian kuliner tradisional yang terdiri dari tempat penelitian, tempat pembelajaran dan pengembangan sumber daya manusia terkait, tempat perlindungan hak cipta dan sejarah, ruang pemanfaatan produk kebudayaan, dan tempat wisata sekaligus media promosi bagi kuliner tradisional Solo. Metode pembahasan yang digunakan dalam hal ini adalah deskriptif analitik sintetis, yaitu proses identifikasi (mendeskripsikan, menguraikan, atau menjelaskan) pada objek yang dipilih sebagai dasar proses analisis dalam penyusunan hasil (analitik) hasil pembahasannya akan dipadukan (sintetis) sebagai konsep perencanaan dan perancangan wadah kegiatan dimaksud. Ekosistem pelestarian diciptakan dengan menghadirkan kebutuhan ruang yang sesuai pada sebuah tapak dalam gubahan massa tunggal. Unsur edukatif sendiri ditampilkan pada pengolahan secondary skin untuk fasad bangunan. Simbolisasi aksara dipilih sebagai ekspresi edukatif pada penampilan bangunan.