cover
Contact Name
Agung Purnomo
Contact Email
lppm@unusida.ac.id
Phone
+6231-7970999
Journal Mail Official
ncdr@unusida.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. Rangkah Kidul, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61234. Telepon (031) 7970999
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Nusantara Computer and Design Review
ISSN : -     EISSN : 30320720     DOI : https://doi.org/10.55732/ncdr.v1i1
Core Subject : Science,
Nusantara Computer and Design Review (NCDR) merupakan jurnal ilmiah peer-review yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. Jurnal ini diterbitkan dalam versi online dengan akses terbuka dan unduhan gratis. NCDR menerbitkan artikel penelitian pada bidang ilmu komputer/ informatika, sistem informasi dan desain. Nusantara Computer and Design Review terbit dua kali setahun pada bulan Oktober dan April.
Articles 47 Documents
Evaluasi Kualitas Jaringan Internet Menggunakan Metode Quality of Service dengan Wireshark di Lingkungan Akademik N, Naufal Eurasia; Alamin, Mochammad Machlul; Putra, Dani Restu; Setyawan, M Huda Noor; Aminuddin, Haris Fahrurosyi
Nusantara Computer and Design Review Vol. 3 No. 1 (2025): Nusantara Computer and Design Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ncdr.v3i1.1632

Abstract

Kualitas jaringan internet di lingkungan akademik sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses belajar mengajar. Penelitian ini mengkaji kualitas jaringan internet di kampus 1 UNUSIDA dengan memanfaatkan Wireshark sebagai alat monitoring dan pendekatan Quality of Service (QoS). Parameter yang diukur meliputi throughput, delay, jitter, dan packet loss untuk menilai performa jaringan. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa area kampus mengalami gangguan koneksi yang disebabkan oleh tingginya latency dan jitter, terutama pada jam sibuk. Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan optimalisasi bandwidth dan peningkatan infrastruktur jaringan untuk memastikan kualitas layanan yang lebih baik bagi Kampus 1 UNUSIDA. The quality of the internet network in the academic environment greatly affects the smoothness of the teaching and learning process. This study examines the quality of the internet network on campus 1 UNUSIDA by utilizing Wireshark as a monitoring tool and a Quality of Service (QoS) approach. The parameters measured include throughput, delay, jitter, and packet loss to assess network performance. The results of the analysis show that several areas of the campus experience connection problems caused by high latency and jitter, especially during peak hours. Based on these findings, bandwidth optimisation and network infrastructure improvements are recommended to ensure better service quality for Campus 1 UNUSIDA.
Pengukuran Performa Jaringan Internet Menggunakan Quality of Service dengan Wireshark Alamin, Mochammad Machlul; Firmansyah, Ahcmad Ramadhani; Bittuqoh, Alaik; Adzimi, Choiral Bachri; Wahyudi, M Iqbal; AT, Mochammad Zulfikar
Nusantara Computer and Design Review Vol. 3 No. 1 (2025): Nusantara Computer and Design Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ncdr.v3i1.1633

Abstract

Penelitian ini menganalisis kualitas layanan Quality of Service (QoS). Jaringan internet di Balai Desa Pagerwojo untuk memahami seberapa baik koneksi yang tersedia. QoS digunakan untuk menilai performa jaringan berdasarkan beberapa aspek penting, seperti Jitter, delay, throughput dan packet loss. Pengukuran dilakukan menggunakan aplikasi Wireshark di gedung balai desa. Hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata nilai Delay dan Jitter berada dalam kategori "Sedang" dengan indeks 2, Packet loss masuk kategori "Bagus" dengan indeks 3, sedangkan throughput juga termasuk dalam kategori "Sedang" dengan indeks 2. Dari hasil keseluruhan, rata-rata indeks yang diperoleh adalah 2.25. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas jaringan di Balai Desa Pagerwojo tergolong cukup baik, meskipun masih perlu perbaikan agar lebih optimal. This study analyses the Quality of Service (QoS). The internet connection in Pagerwojo Village Hall is used to understand how good the available connection is. QoS is used to assess network performance based on several important aspects, such as Jitter, delay, throughput and packet loss. Measurements were made using the Wireshark application in the village hall building. The results show that the average value of Delay and Jitter is in the "Moderate" category with an index of 2, Packet loss is in the "Good" category with an index of 3, while throughput is also included in the "Moderate" category with an index of 2. From the overall results, the average index obtained is 2.25. This shows that the network quality in Pagerwojo Village Hall is quite good, although it still needs improvement to be more optimal.
Monitoring Quality of Service Jaringan Internet Berbasis Wireshark pada Jaringan WiFi Terdistribusi di Desa Alamin, Mochammad Machlul; Anam, M Syifa’ul; Alvianto, Dimas; Chusnan, Syahrul Alvin; Ramadhani, Mohammad Ersha
Nusantara Computer and Design Review Vol. 3 No. 1 (2025): Nusantara Computer and Design Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ncdr.v3i1.1634

Abstract

Akses internet di desa tetap menjadi tantangan besar dalam distribusi teknologi informasi. Metode ini bertujuan untuk membuat serta menganalisis kekuatan sinyal jaringan WiFi di Desa Sarirogo dengan memanfaatkan teknologi Wireless Distribution System (WDS) dan Wireless Mesh Network (WMN). Penelitian dilaksanakan di Desa Sarirogo. Penelitian dilakukan untuk kecepatan internet, latensi, dan jangkauan sinyal di berbagai lokasi di desa Sarirogo. penelitian mengungkapkan bahwa penggabungan WDS dan WMN dapat memperluas jangkauan jaringan sebanyak 85% dari keseluruhan area desa Sarirogo dengan kecepatan internet mencapai 15 Mbps. Internet access in villages remains a major challenge in the distribution of information technology. This method aims to create and analyze the signal strength of the WiFi network in Sarirogo village by utilizing Wireless Distribution System (WDS) and Wireless Mesh Network (WMN) technology. The study was conducted in Sarirogo Village. The study was conducted for internet speed, latency, and signal coverage in various locations in Sarirogo village. The study revealed that the combination of WDS and WMN can expand the network coverage by 85% of the entire area of Sarirogo village with internet speeds reaching 15 Mbps.
Penggunaan Wireshark untuk Menganalisis Kualitas Layanan Jaringan Internet pada Program Wi-Fi BUMDes Safara, Alfia Rohmah; Alamin, Mochammad Machlul; Antika, Dwi Ira Fuji; Khoiroh, Habibatul; Syaifudin, Nur
Nusantara Computer and Design Review Vol. 3 No. 1 (2025): Nusantara Computer and Design Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ncdr.v3i1.1636

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong pemanfaatan internet yang optimal, sehingga kualitas layanan yang tinggi menjadi kunci kenyamanan pengguna dan efisiensi organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas layanan jaringan internet dari program Wi-Fi BUMDes yang berada di Desa Plumbungan, Kecamatan Sukodono, dengan menggunakan perangkat lunak Wireshark. Parameter Quality of Service (QoS) yang dianalisis mencakup throughput, jitter, delay, dan packet loss. Melalui pengukuran dan analisis data yang diperoleh, penelitian ini menemukan bahwa kualitas jaringan bervariasi tergantung pada waktu penggunaan, dengan throughput tertinggi terjadi di malam hari dan jitter menunjukkan stabilitas jaringan yang baik. Selain itu, delay yang rendah dan tidak adanya packet loss sepanjang periode pengujian menunjukkan bahwa performa jaringan tersebut memadai. Temuan dari analisis ini diharapkan dapat dijadikan sebagai rujukan bagi instansi terkait untuk meningkatkan layanan jaringan internet, sehingga dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para penggunanya. The development of information and communication technology encourages optimal internet utilisation, so that high-quality of service (QoS) is the key to user comfort and organisational efficiency. This study aims to analyse the quality of internet network services from the BUMDes Wi-Fi program in Plumbungan Village, Sukodono District, using Wireshark software. The QoS parameters analysed include throughput, jitter, delay, and packet loss. Through measurement and analysis of the data obtained, this study found that network quality varies depending on the time of use, with the highest throughput occurring at night and jitter indicating good network stability. In addition, low delay and no packet loss throughout the test period indicate that the network performance is adequate. The findings of this analysis are expected to be used as a reference for related agencies to improve internet network services, so that they can provide a better experience for their users.
Kualitas Jaringan Internet di Dinas Perpustakaan Berdasarkan Pengukuran Quality of Service dengan Wireshark Alamin, Mochammad Machlul; Jantanu, Ferdie Arya; Ramadhan, Mohammad Raihan Zacky; Rahman, Nadhif Fathur; Arifin, Rochman Putra; Ismasuroj, Ahmad
Nusantara Computer and Design Review Vol. 3 No. 1 (2025): Nusantara Computer and Design Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ncdr.v3i1.1638

Abstract

Perkembangan teknologi informasi menuntut tersedianya layanan jaringan yang stabil dan berkualitas. Tujuan Penelitian ini untuk mengevaluasi kualitas jaringan di Perpustakaan Kabupaten Sidoarjo menggunakan metode Quality of Service (QoS) dengan parameter packet loss, throughput, jitter dan delay. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lokasi dengan bantuan perangkat lunak Wireshark selama dua menit. Hasil pengukuran menunjukkan nilai throughput sebesar 39.048 kbps, packet loss 0%, delay 0,2 ms, dan jitter 0,2 ms. Berdasarkan standar TIPHON, seluruh parameter berada pada kategori sangat baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa jaringan di Perpustakaan Sidoarjo telah mampu menyediakan layanan optimal bagi penggunanya. Disarankan agar pemantauan rutin tetap dilakukan untuk menjaga kestabilan performa jaringan di masa mendatang. Consistently high-quality network services are an absolute must for the IT industry to progress. This study aims to assess network quality at the Sidoarjo Regency Library utilizing the Quality of Service (QoS) methodology, focusing on packet loss, throughput, jitter, and delay characteristics. Information was gathered by keeping a close eye on the location for two minutes using the Wireshark program. The measurement results showed a throughput value of 39,048 kbps, 0% packet loss, 0.2 ms delay, and 0.2 ms jitter. Based on the TIPHON standard, all parameters are in a very good category. These findings indicate that the network at the Sidoarjo Library has been able to provide optimal service for its users. It is recommended that routine monitoring continues to be carried out to maintain the stability of network performance in the future.
Gaya Visual Retro-Futuristic dan Efeknya terhadap Kesadaran Merek Generasi Z: Studi Literatur Sistematis Fazli, Safina; Kartikasari, Nurul Nur
Nusantara Computer and Design Review Vol. 3 No. 1 (2025): Nusantara Computer and Design Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ncdr.v3i1.1651

Abstract

Perkembangan tren visual digital telah mendorong merek untuk mengadopsi gaya estetika yang mampu menarik perhatian Generasi Z, salah satunya adalah gaya retro-futuristic yang memadukan nuansa nostalgia dan inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis pengaruh gaya visual retro-futuristic terhadap kesadaran merek di kalangan Generasi Z. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada panduan PRISMA untuk mengidentifikasi dan menganalisis literatur terkait yang diterbitkan antara tahun 2000 hingga 2023. Hasil kajian menunjukkan bahwa elemen desain retro-futuristic berkontribusi positif terhadap persepsi merek, khususnya ketika dikombinasikan dengan media sosial dan dukungan influencer. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus eksplorasi gaya visual yang masih jarang dibahas dalam konteks komunikasi pemasaran generasi digital. Temuan ini memberikan implikasi strategis bagi desainer dan pemasar untuk menciptakan pengalaman visual yang emosional, autentik, dan relevan bagi Generasi Z. The development of digital visual trends has encouraged brands to adopt aesthetic styles that can attract Generation Z, one of which is the retro-futuristic style that combines nuances of nostalgia and innovation. This study aims to systematically examine the influence of retro-futuristic visual styles on brand awareness among Generation Z. The method used is the Systematic Literature Review (SLR) following the PRISMA guide to identify and analyse related literature published between 2000 and 2023. The results of the study show that retro-futuristic design elements contribute positively to brand perception, especially when combined with social media and influencer support. The novelty of this study lies in the focus on exploring visual styles that are still rarely discussed in the context of digital generation marketing communications. These findings provide strategic implications for designers and marketers to create emotional, authentic, and relevant visual experiences for Generation Z.
Transformasi Digital yang Adil: Peran Manajemen Risiko dalam Mengurangi Ketimpangan Digital Aurellia, Ailsa; Athifa, Charisa Najma; Amrozi, Yusuf
Nusantara Computer and Design Review Vol. 3 No. 1 (2025): Nusantara Computer and Design Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ncdr.v3i1.1654

Abstract

Transformasi digital yang inklusif memerlukan pendekatan manajemen risiko untuk mengurangi ketimpangan digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab ketimpangan digital, seperti akses teknologi yang tidak merata, literasi digital rendah, dan keterbatasan ekonomi, serta pentingnya kolaborasi multisektor dalam mengatasi masalah ini. Metodologi yang digunakan adalah studi literatur dengan data sekunder, yang mencakup analisis dari berbagai sumber yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen risiko yang efektif dapat mengurangi ketimpangan digital dan mendukung pemerataan manfaat teknologi. Penelitian ini juga menyarankan penelitian lebih lanjut dengan metodologi primer untuk analisis yang lebih mendalam di konteks lokal. Inclusive digital transformation requires a risk management approach to reduce digital inequality. This study aims to analyze the factors causing digital inequality, such as unequal access to technology, low digital literacy, and economic limitations, as well as the importance of multisector collaboration in addressing these issues. The methodology used is a literature review with secondary data, analyzing various relevant sources. The findings suggest that effective risk management can reduce digital inequality and ensure equitable distribution of technological benefits. The study also recommends further research using primary methodology for deeper analysis in local contexts.
Metaverse dan Desain Virtual Spaces: Tinjauan Sistematis terhadap Inovasi Teknologi dan Estetika Digital Indarta, Yusuf; Sulistiani, Hany; Jusuf, Heru; Suryana, Emil
Nusantara Computer and Design Review Vol. 2 No. 2 (2024): Nusantara Computer and Design Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ncdr.v3i1.1655

Abstract

Metaverse telah menjadi fenomena penting yang menawarkan peluang besar dalam pendidikan, pemasaran, pariwisata, dan pengembangan bisnis, namun juga menghadirkan berbagai tantangan teknis dan etis. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis inovasi teknologi dan estetika digital dalam desain ruang virtual berbasis Metaverse. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis terhadap literatur terkini yang relevan, dengan fokus pada analisis tema, tren, dan tantangan dalam pengembangan ruang virtual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi canggih dan desain estetis mampu meningkatkan pengalaman pengguna, keterlibatan pendidikan, efektivitas pemasaran, dan inovasi bisnis. Studi ini berkontribusi dengan menawarkan pemahaman komprehensif mengenai dinamika Metaverse serta membuka arah baru bagi pengembangan desain virtual spaces yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Metaverse has become a significant phenomenon that offers great opportunities in education, marketing, tourism, and business development, but also presents various technical and ethical challenges. This study aims to systematically review technological innovation and digital aesthetics in the design of Metaverse-based virtual spaces. The method used is a systematic review of the latest relevant literature, focusing on the analysis of themes, trends, and challenges in the development of virtual spaces. The results show that the integration of advanced technology and aesthetic design can improve user experience, educational engagement, marketing effectiveness, and business innovation. This study contributes by offering a comprehensive understanding of the dynamics of Metaverse and opening new directions for the development of more adaptive and sustainable virtual space designs.
Sustainable Architecture Education in Southeast Asia: The Role of Photovoltaics in Developing Creative and Ecological Thinking Pramono, Andi; Kammasorn, Prudsamon; Farchan, Muchammad
Nusantara Computer and Design Review Vol. 2 No. 2 (2024): Nusantara Computer and Design Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ncdr.v2i2.1667

Abstract

Pendidikan arsitektur di Asia Tenggara memiliki peran strategis dalam menanggapi krisis energi dan tantangan perubahan iklim. Namun, pendidikan ini memiliki keterbatasan dalam mengintegrasikan teknologi energi terbarukan seperti fotovoltaik (PV) ke dalam kurikulum dan praktik desain di iklim tropis. Penelitian ini mengusulkan model pendidikan arsitektur berkelanjutan berbasis PV yang dapat menumbuhkan pemikiran ekologis dan kreativitas pada siswa melalui pendekatan studio berbasis proyek. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus komparatif antara Universitas Bangkok di Thailand dan eksperimen prototipe independen di Indonesia. Data dikumpulkan melalui dokumentasi proyek, observasi langsung, dan tinjauan pustaka, kemudian dianalisis secara tematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Universitas Bangkok telah berhasil menerapkan sistem pembelajaran transdisipliner yang mengintegrasikan PV dalam desain arsitektur melalui kompetisi Solar Decathlon Eropa. Sementara itu, di Indonesia, prototipe awal stasiun pengisian daya ponsel pintar berbasis PV menunjukkan bahwa sistem energi mandiri skala mikro sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Pada penelitian ini, prototipe awalnya tidak memiliki struktur fisik permanen. Kedua penelitian menunjukkan bahwa PV dapat menjadi solusi teknis dan media pedagogis untuk meningkatkan kesadaran ekologis siswa. Studi ini menyimpulkan bahwa mengintegrasikan PV dalam pendidikan arsitektur dapat menjembatani kesenjangan antara eksplorasi kreatif dan eksperimen teknologi. Model ini memberikan kontribusi strategis bagi lembaga pendidikan tinggi di Asia Tenggara. Model pembelajaran ini dapat menghasilkan generasi desainer yang adaptif, kolaboratif, dan visioner menuju masa depan yang berkelanjutan. Architecture education in Southeast Asia has a strategic role in responding to the energy crisis and climate change challenges. However, this education has limitations in integrating renewable energy technologies such as photovoltaic (PV) into the curriculum and design practices in tropical climates. This study proposes a model of sustainable architecture education based on PV that can foster ecological thinking and creativity in students through a project-based studio approach. The research method used is a comparative case study between Bangkok University in Thailand and an independent prototype experiment in Indonesia. Data were collected through project documentation, direct observation, and literature review, and then analyzed thematically. The results show that Bangkok University has successfully implemented a transdisciplinary learning system that integrates PV in architectural design through the Solar Decathlon Europe competition. Meanwhile, in Indonesia, an early prototype of a smartphone PV-based charging station shows that a micro-scale self-sufficient energy system is very possible to develop. In this study, the prototype initially did not have a permanent physical structure. Both studies show that PV can be a technical solution and a pedagogical medium to increase students' ecological awareness. This study concludes that integrating PV in architectural education can bridge the gap between creative exploration and technological experimentation. This model provides a strategic contribution to higher education institutions in Southeast Asia. This learning model can produce a generation of adaptive, collaborative, and visionary designers towards a sustainable future.
Studi Quality of Service (QoS) Jaringan Internet Berbasis Wireshark di Lingkungan Ruang Terbuka Publik Ardiansyah, Fitto; Alamin, Mochammad Machlul; Muchibbin, Moch Rafli; Farros, M Faizal Zhafran; Hidayat, Rakmat; M, Baqik Al Zalzala; Kurniati, Neny
Nusantara Computer and Design Review Vol. 3 No. 2 (2025): Nusantara Computer and Design Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/tewbgs61

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas layanan (QoS) jaringan internet di Alun-Alun Sidoarjo dengan menggunakan wireshark. Internet publik semakin dibutuhkan untuk berbagai keperluan, seperti komunikasi, hiburan, dan pekerjaan. Namun, kualitas jaringan di area publik seperti Alun-Alun Sidoarjo masih sering mengalami masalah, seperti koneksi lambat, keterlambatan pengiriman data (latensi), perubahan waktu pengiriman yang tidak stabil (jitter), dan kehilangan data (packet loss). Pada penelitian ini, dilakukan pengukuran langsung terhadap beberapa parameter utama, yaitu throughput, latensi, jitter, dan packet loss pada tiga waktu yang berbeda yakni pagi, siang, dan sore. Hasil analisis menunjukkan bahwa koneksi internet pada siang hari memiliki kecepatan transfer data (throughput) tertinggi sebesar 72 kbps dengan latensi paling rendah (22,8 ms). Sementara itu, pada pagi hari ditemukan jitter negatif (-0,599 ms), yang bisa memengaruhi layanan yang membutuhkan koneksi stabil secara real-time. Pada sore hari, tingkat kehilangan data (packet loss) paling rendah sebesar 0,109%, menunjukkan jaringan yang lebih stabil dibandingkan waktu lainnya. Berdasarkan hasil penelitian ini, kualitas layanan internet di Alun-Alun Sidoarjo masih tergolong cukup baik menurut standar TIPHON, meskipun ada perubahan kualitas pada waktu-waktu tertentu. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan infrastruktur jaringan agar koneksi lebih stabil, terutama dalam mengatasi jitter negatif dan menjaga kestabilan kecepatan transfer data di semua waktu. The purpose of this study is to evaluate the quality of service (QoS) of the internet network in Sidoarjo's town square using Wireshark. Public internet is increasingly needed for various purposes, such as communication, entertainment, and work. However, network quality in public areas such as Sidoarjo's town square still often experiences problems, such as slow connections, delayed data transmission (latency), unstable transmission time changes (jitter), and data loss (packet loss). In this study, direct measurements were made of several key parameters, namely throughput, latency, jitter, and packet loss at three different times: morning, afternoon, and evening. The analysis results show that the internet connection during the day has the highest data transfer rate (throughput) of 72 kbps with the lowest latency (22.8 ms). Meanwhile, in the morning, negative jitter was found (-0.599 ms), which can affect services that require a stable connection in real-time. In the afternoon, the data loss rate (packet loss) was lowest at 0.109%, indicating a more stable network compared to other times. Based on the results of this study, the quality of internet service in Sidoarjo's town square is still considered quite good according to TIPHON standards, although there are occasional changes in quality. Therefore, network infrastructure improvements are needed to ensure more stable connections, particularly in addressing negative jitters and always maintaining stable data transfer speeds.