cover
Contact Name
Muhammad Yusuf Zulkifli
Contact Email
sepercenteraceh@gmail.com
Phone
+628116831920
Journal Mail Official
sepercenteraceh@gmal.com
Editorial Address
Lembaga Sepercenter Aceh Jln. Utama Rukoh, Kec. Syiah Kuala, 24415. Kota Banda Aceh, Provinsi: Aceh – Indonesia. E-mail:
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Ittishal : Jurnal Komunikasi dan Media
Published by Lembaga Sepercenter
ISSN : -     EISSN : 30466415     DOI : -
Ittishal (Jurnal Komunikasi dan Media) merupakan jurnal ilmiah bidang komunikasi dan Media yang memuat naskah di bidang Ilmu Komunikasi dan Media. Terbit Pertama Volume 1 Nomor 1 Bulan April Tahun 2024 . Ruang lingkup dari Jurnal ini berupa hasil penelitian dan kajian analisis -kritis dengan tujuan sebagai wadah yang kredibel bagi akademisi dan peneliti untuk menyebarluaskan karya, studi, makalah, dan bentuk penelitian lainnya. Pembentukannya bertujuan untuk menjadi jurnal ilmiah dengan reputasi nasional serta mempromosikan kemajuan ilmu komunikasi dan Media, termasik kajian dakwah Islam. Pemuatan artikel di jurnal ini dialamatkan ke website https://ittishal.org/ Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi mitra bestari (reviewer) atau editor. Ittishal Jurnal Komunikasi dan Media diterbitkan oleh Lembaga Seper Center Kota Banda Aceh, Indonesia. Jurnal ini diterbitkan dalam bentuk cetak dan online yang dapat di unduh secara gratis, yang mana akan diterbitkan secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun.
Articles 41 Documents
ANALISIS PERAN DAKWAH SEBAGAI ALAT TRANSFORMASI SOSIAL: TANTANGAN DAN STRATEGI KOMUNIKASI DALAM KONTEKS MASYARAKAT MODERN Muhsinah, Muhsinah
Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Komunikasi dan Media : Febuari - Agustus
Publisher : Lembaga Sepercenter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dakwah pada era modern ini merupakan sebagai alat transformasi sosial menghadapi sejumlah tantangan yang semakin kompleks. Meskipun dakwah memiliki potensi besar untuk membentuk perilaku, nilai-nilai, dan kesadaran sosial yang lebih baik, terdapat berbagai problematika yang harus dihadapi oleh para pendakwah dan masyarakat luas. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research). Sumber data dalam penelitian ini berasal dari literatur sekunder yang mencakup berbagai jenis dokumen. Data yang telah dikumpulkan dari berbagai sumber akan dianalisis menggunakan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa 1). Peran dakwah sebagai alat transformasi sosial dalam mengubah perilaku dan nilai-nilai masyarakat melalui pendekatan komunikasi yang efektif dilakukan dengan cara, yaitu: penyampaian nilai-nilai kebaikan, penggunaan media dan teknologi, pendekatan empati dan dialog, transformasi sosial berbasis nilai dan membangun kesadaran dan kepatuhan. 2). Tantangan dan strategi komunikasi yang dihadapi dalam upaya menggunakan dakwah sebagai sarana untuk mengatasi permasalahan sosial dan mendorong perubahan positif di masyarakat, yaitu: tantangannya terdiri dari keragaman sosial dan budaya, pengaruh globalisasi dan media massa, perubahan teknologi dan media digital, minimnya pemahaman konteks lokal, resistensi terhadap perubahan. Sedangkan strateginya dilakukan dengan cara pendekatan kontekstual, penggunaan media digital dan teknologi, komunikasi empatik dan inklusif, kolaborasi dengan pemimpin lokal dan tokoh masyarakat, pendidikan dan pemberdayaan dan konten dakwah yang relevan.
HADIH MAJA SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PENGUATAN KELUARGA: STUDI PADA GAMPONG LADA, KECAMATAN MUTIARA TIMUR syauqas rahmatillah
Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Komunikasi dan Media : Febuari- Agustus
Publisher : Lembaga Sepercenter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadih maja is a traditional Acehnese oral expression that encompasses moral and spiritual values, playing a significant role in family communication in Gampong Lada, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie. However, in recent decades, the use of hadih maja has significantly declined. This article aims to explore the role of hadih maja in family communication and identify strategies for its preservation. The research employs a qualitative approach with a case study methodology. Data were collected through in-depth interviews with family members in Gampong Lada and analyzed to identify patterns of hadih maja usage and the challenges faced. The findings indicate that although hadih maja is still used, its frequency has decreased, particularly among the younger generation. Therefore, it is recommended to implement revitalization efforts through cultural education and training for the youth to maintain the preservation of hadih maja as a valuable communication medium. These findings provide important insights into how to preserve traditional communication in the modern era and reinforce the role of local culture in everyday life.
Proses Produksi Program Televisi: Studi Kasus Kompas Pekalongan di Kompas TV Pekalongan Ilma ilmiatun nafiah, Ilma ilmiatun nafiah; Ibnu Salim, Ibnu Salim; Mukhammad Risqy, Mukhammad Risqy; Muhammad Afzalul Falah, Muhammad Afzalul Falah; Fithriyah, Diana
Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Komunikasi dan Media : Agustus - Febuari
Publisher : Lembaga Sepercenter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekalongan, sebagai salah satu Kota di Jawa Tengah, merupakan salah satu kota yang membutuhkan kehadiran televisi lokal yang kuat dan independen. Sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian di Kota tersebut. Oleh karena itu, kehadiran media lokal yang netral sangat dibutuhkan untuk menyampaikan informasi terkait perkembangan kota, baik dari segi ekonomi, sosial, politik, hingga budaya. Media lokal juga berperan dalam mengawasi kebijakan pemerintah kota, memastikan bahwa setiap program yang dilaksanakan benar-benar menguntungkan masyarakat. Amanat Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran adalah setiap media penyiaran diharuskan untuk diversity of content dan diversity of ownership, dengan memberlakukan kebijakan berupa sistem stasiun jaringan. Sebagai bentuk implementasi dari UU Penyiaran tersebut, dibentuklah Kompas TV Pekalongan yang merupakan televisi berjaringan dari salah satu anak jaringan dari Kompas TV di Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses prduksi siaran lokal televisi berjaringan Kompas TV Pekalongan.Metode pengumpulan data utama dalam penelitian ini adalah wawancara pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis proses produksi program di Kompas TV Pekalongan. Informasi utama, Faikar Mujajadid, editor dan penanggung jawab Kompas TV Pekalongan, memberikan pengetahuan mendalam tentang dinamika produksi program televisi. Peneliti dapat mendapatkan informasi langsung tentang praktik dan masalah produksi melalui wawancara yang dilakukan pada 27 September 2024.Informan utama dalam penelitian ini adalah Faikar Mujajadid, Editor sekaligus penanggung jawab di Kompas TV Pekalongan. Berdasarkan wawancara yang dilakukan pada 27 September 2024, Faikar menjelaskan bahwa Kompas TV Pekalongan adalah salah satu contoh implementasi sistem jaringan televisi, di mana Kompas TV mengikuti regulasi dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang mewajibkan televisi nasional bekerja sama dengan televisi lokal jika belum memiliki fasilitas siaran langsung di daerah. Namun, Kompas TV tidak sekadar ingin mengoperasikan transmisi di daerah, melainkan juga berkomitmen untuk mengangkat kearifan lokal. Oleh karena itu, Kompas TV menempatkan sumber daya manusia (SDM) di daerah untuk memproduksi konten lokal secara langsung, bukan hanya merelai siaran dari pusat.Proses produksi program televisi di Kompas TV Pekalongan menunjukkan bahwa dengan sumber daya manusia yang terbatas, tim produksi dapat menghasilkan konten berkualitas melalui perencanaan yang matang, fleksibilitas dalam pelaksanaan, dan penerapan prinsip dasar produksi yang efektif. Kompas TV Pekalongan berhasil memasukkan kearifan lokal ke dalam konten siarannya dan memanfaatkan media sosial dan teknologi untuk meningkatkan jumlah pemirsa. Namun, masalah seperti keterbatasan waktu dan kesulitan melakukan wawancara masih perlu ditangani agar pemberitaan lebih baik. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana konten lokal memengaruhi pemirsa dan bagaimana strategi pemasaran yang digunakan dapat menarik lebih banyak audiens. Mereka juga harus melihat penggunaan teknologi baru dalam produksi dan distribusi konten media, serta bagaimana kolaborasi dengan lembaga komunitas dapat dioptimalkan untuk meningkatkan posisi stasiun TV. Diharapkan temuan ini akan membantu perkembangan industri pertelevisian lokal di Indonesia.
Unsur 6 M Dalam Produksi Di Media Massa Dan Sistem Manajemen Berbisnis Pers Di Batik Tv Pekalongan Nur Fitriyani; Muhammad Ali Yafi, Muhammad Ali Yafi; Dimas Agus Saputra, Dimas Agus Saputra; Muamar Kadavi, Muamar Kadavi
Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Komunikasi dan Media : Agustus - Febuari
Publisher : Lembaga Sepercenter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era modern ini, manajemen menjadi bagian yang penting dari kegiatan sehari-hari. Salah satu kunci keberhasilan dalam produksi media massa adalah pengelolaan sumber daya yang efektif dan efisien. Konsep 6M, yang mencakup manusia, uang, material, mesin, metode, dan pasar, menjadi kerangka kerja yang relevan untuk menganalisis dan mengoptimalkan proses produksi. Batik Tv Pekalongan merupakan sebuah stasiun televisi lokal yang memiliki peran penting dalam menyajikan informasi dan hiburan bagi masyarakat Pekalongan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mengumpulkan data berupa informasi yang diobservasi secara mendalam. Fokus penelitian ini adalah penerapan 6M dan manajemen bisnis pers di Batik Tv Pekalongan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu dengan melakukan wawancara, observasi, serta dokumentasi. Penelitian ini dilakukan guna mendapatkan hasil yang diperoleh dengan akurat dan efisien. Hasil penelitian yang dilakukan di Batik Tv Pekalongan yaitu dalam menambahkan sumber daya manusia di perusahaannya, biasanya menggunakan metode dua unsur, yang pertama dengan open recruitment dan yang kedua mengambil dari beberapa orang yang sudah mempunyai skill (pencarian bakat). Terkadang sebuah perusahaan atau lembaga yang semakin besar, akan lebih mudah dalam meningkatkan mesin atau peralatan produksi. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengatasi permasalahan tersebut dengan cara mengadakan pelatihan khusus seperti seminar, workshop, dan program mentoring agar skill sumber daya manusia dapat terupdate. Dalam konteks bisnis pers, unsur 6M dan sistem manajemen yang baik merupakan kunci dari sebuah keberhasilan.
Struktur organisasi dan Jobdesk di Radar Pekalongan Nur Aeni, Fauzia; M. Rifki Hidayat, M. Rifki Hidayat
Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Komunikasi dan Media : Agustus - Febuari
Publisher : Lembaga Sepercenter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radar Pekalongan adalah media cetak yang fokus pada penyajian informasi dan berita terkini, khususnya di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah. Radar Pekalongan sebagian dari grup Jawa Pos, memiliki struktur organisasi khas dari perusahaan media cetak. Sebagai salah satu media lokal di Jawa Tengah yang fokus pada penyebaran berita dan informasi aktual, Radar Pekalongan membutuhkan sistem kerja yang terstruktur dengan baik. Struktur organisasi dan pembagian tugas (jobdesk) merupakan elemen penting dalam keberhasilan suatu perusahaan media, termasuk Radar Pekalongan. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis wacana. Subjek penelitian yang saya gunakan yaitu artikel atau tulisan dalam media cetak di Radar Pekalongan yang membahas struktur organisasi dan jobdesk di Radar Pekalongan yaitu seperti konten atau wacana yang terkandung dalam artikel tersebut. Teknik pengumpulan data saya menggunakan dokumentasi dari mengumpulkan artikel-artikel dari media cetak di Radar Pekalongan yang relevan.
Pemanfaatan Tiktok Sebagai Media Dakwah: Studi Kasus Akun Tiktok @Shuffah.Id Bahron Ansori, Bahron Ansori; Saiful Mukmin, Saiful Mukmin
Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Komunikasi dan Media : Agustus - Febuari
Publisher : Lembaga Sepercenter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi di era modern telah meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam berkomunikasi, terutama melalui internet dan beragam platform media sosial. Salah satu platform yang saat ini sangat populer adalah TikTok, yang dalam beberapa tahun terakhir telah dimanfaatkan oleh para dai sebagai media untuk berdakwah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis strategi dakwah yang diterapkan oleh akun TikTok @shuffah.id. Penelitian ini mengacu pada model strategi dakwah yang dikemukakan oleh Al-Bayanuni, yang mencakup tiga pendekatan utama: strategi emosional (al-manhaj al-‘athifi), strategi rasional (al-manhaj al-aqli), dan strategi indrawi (al-manhaj al-hissi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 video yang dianalisis, akun @shuffah.id mengadopsi ketiga strategi tersebut. Rinciannya, 8 video menggunakan strategi emosional, 57 video menerapkan strategi rasional, dan semua video memanfaatkan strategi indrawi. Dalam strategi emosional, fitur-fitur seperti musik, filter video, dan teks digunakan. Strategi rasional melibatkan fitur tanya jawab, musik, filter video, efek visual, serta stiker. Sementara dalam strategi indrawi, digunakan musik, teks, dan efek visual
Aceh Islamic Society And Communication: Beliefs In Animism And Dynamism Ridwan Muhammad Hasan, Ridwan Muhammad Hasan
Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Komunikasi dan Media : Agustus - Febuari
Publisher : Lembaga Sepercenter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Aceh community was the community that like that fanatical with the current and the traditional belief, the tradition and the Hindu teaching culture, They were also still gripping tight to the religious teaching that was left by the previous person, although that carried this teaching not came from the Islam religion, for this reason in a manner indirectly this belief, could form private in life every day that very much did not make an impression. In a community's Aceh part that lives in the countryside territory up to now, was still carrying out the tradition and the culture that were confused than the legacy of the Hindu teaching like, the good deeds heresy, superstition and superstition and has become a good deed in his days that were difficult to left. In a community's Aceh part that lives in the countryside territory up to now, was still carrying out the tradition and the culture that were confused than the legacy of the Hindu teaching like, the good deeds heresy, superstition and superstition and has become a good deed in his days that were difficult to left. In general, he, the Aceh traditional community still belief and trusted that the genie's kind in various forms like jen apui, the burong, geunteut, beunot and burong tujoh. They also still trusted that the person's soul who died in the situation was very frightening as being killed, died was bloody, died sank, died fell from the tree trunk etcetera, will change, into the ghost.
JURNALISME DIGITAL DAN ETIKA PERS DALAM MENGKAJI INFORMASI BUZZER POLITIK PADA KONTESTASI PEMILIHAN KEPALA DAERAH 2024 Ika Amiliya Nurhidayah, Ika Amiliya Nurhidayah
Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Komunikasi dan Media : Agustus - Febuari
Publisher : Lembaga Sepercenter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena buzzer politik menjadi ancaman yang berarti dalam dunia jurnalistik. Di tengah tekanan politik dan ekonomi, jurnalisme digital dihadapkan pada tantangan mempertahankan etika pers meliputi akurasi, keberimbangan, dan independensi. Keberadaan buzzer politik sering kali memperparah bias antara fakta dan opini, sehingga membuat masyarakat sulit membedakan apakah informasi yang beredar adalah fakta atau manipulatif. Hal ini sangat menantang integritas jurnalisme yang seharusnya berpegang teguh pada pedoman Kode Etik Jurnalistik. Penelitian ini akan mengetahui bagaimana implementasi jurnalisme digital di Radar Pekalongan dan Suara Merdeka Pantura dalam meliput kontestasi Pilkada 2024 dan strategi yang dilakukan dalam memverifikasi dan menyajikan informasi di tengah gempuran buzzer politik. Penelitian ini juga akan menganalisis seberapa jauh Radar Pekalongan dan Suara Merdeka Pantura menjaga prinsip etika jurnalistik di tengah tekanan aktor politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan jurnalisme digital serta etika pers yang oleh Radar Pekalongan dan Suara Merdeka Pantura dalam meliput kontestasi Pilkada Pekalongan di tengah paparan informasi buzzer politik. Hasil penelitian menunjukkan, Radar Pekalongan dan Suara Merdeka Pantura telah mengikuti perkembangan jurnalisme digital dengan mengkonvergensi media penyampaian sekaligus produk jurnalistiknya. Keduanya memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperluas jangkauan audiens, serta tetap mempertahankan eksistensi produk konvensional meskipun tidak menjadi perhatian utama. Keduanya memiliki komitmen kuat dalam menjaga etika pers dalam menghadapi fenomena buzzer politik melalui verifikasi yang ketat, peliputan yang berimbang, dan fokus pada kepentingan publik. Keberadaan buzzer politik menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Radar Pekalongan dan Suara Merdeka Pantura untuk membuktikan kredibilitas kepada publik sebagai sumber informasi yang akurat dan terpercaya.   
PERSPEKTIF ISLAM TERHADAP HOAKS DAN PENYEBARANNYA DI MEDIA SOSIAL Mhd Tafsir Tambunan, Mhd Tafsir Tambunan
Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Komunikasi dan Media : Agustus - Febuari
Publisher : Lembaga Sepercenter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hoaxes or fake news is a phenomenon that is increasingly prevalent in the digital era, especially on social media. In Islam, honesty and integrity of information are principles that must be upheld. This study aims to examine the Islamic view of hoaxes and its implications for Muslim society, especially in the context of social media. The research method used is a literature study with normative and sociological approaches. The results show that Islam strictly prohibits the spread of Hoaxes because it can cause slander, hostility, and social damage. Qur'anic verses such as QS. Al-Hujurat: 6, An-Nur 14-15 as well as the Prophet Muhammad's traditions are the main basis in prohibiting the spread of unverified information. In addition, this study also identifies factors that encourage the spread of Hoaxes on social media and provides recommendations for preventive measures based on Islamic values to overcome them.
KELOMPOK AKTIVIS PARTAI POLITIK ISLAM SEBAGAI KOMUNIKATOR: Kajian kritis terhadap keberfungsian aktivis dalam kancah perpolitikan Indonesia Yusri, Yusri
Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Komunikasi dan Media : Agustus - Febuari
Publisher : Lembaga Sepercenter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses Islamic political party activist groups as communicators. Because this discussion is related to Islamic political communication, political party activists are seen as communicators in Islamic communication. Because in Indonesia the majority of people are Muslims, as communicators of Islamic political parties, communicators should be oriented from an Islamic perspective. In reality, on the contrary, there are still Islamic political party communicators oriented towards other than Islamic communication. Therefore, this paper examines how prepared Islamic political party activists should be before communicating, while communicating and after communicating through the lens of Islamic communication. To answer all of this, this research uses a literature review with a qualitative approach. Researchers attempt to critically examine various literature related to the issue of political communicators and then describe it carefully. It can be described that Islamic political party activists as communicators still need to learn various things to perfect the competence of quality communicators in the eyes of their religion, state and party.