Musnad : Jurnal Ilmu Hadis
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis, publishes articles in hadis science and ulumul hadis, especially hadith and ulumul hadis studies, living hadith, hadith manuscripts, hadith in the Indonesian context, classical and contemporary hadith thinking, hadith hermeneutic thinking, hadith study research methodology, hadith and information technology, hadith and the media. The journal can be accessed publicly, which means that all content is provided freely accessible without charge to either the user or the institution. Users are allowed to read, download, copy, distribute, print, search, or cite to the full text of the article did not have to ask permission from the publisher or author. Musnad : Jurnal Ilmu Hadis published twice a year (Juli and Desember) by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura. Musnad : Jurnal Ilmu Hadis accommodates critical thinking and is open to all circles (academics, religious leaders, intellectuals and students) with the specifications of studies and research in the field of hadis science and ulumul hadis, especially hadith and ulumul hadis studies, living hadith, hadith manuscripts, hadith in the Indonesian context, classical and contemporary hadith thinking, hadith hermeneutic thinking, hadith study research methodology, hadith and information technology, hadith and the media. The Journal serving as a medium for exploring critical thinking on field of hadis science and ulumul hadis, especially hadith and ulumul hadis studies, living hadith, hadith manuscripts, hadith in the Indonesian context, classical and contemporary hadith thinking, hadith hermeneutic thinking, hadith study research methodology, hadith and information technology, hadith and the media.
Articles
6 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2 No 1 (2024): Juli"
:
6 Documents
clear
RESEPSI HADIS PADA PLATFORM MEDIA SOSIAL: STUDI KRITIS TENTANG PENYEBARAN DAN INTERPRETASI HADIS DI ERA DIGITAL
Raegil Albert Setiawan
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 2 No 1 (2024): Juli
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56594/musnad.v2i1.316
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi hadis di media sosial, menyoroti dinamika penyebaran dan interpretasi teks keagamaan di era digital. Metode yang digunakan ialah kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif dan analisis konten yangmemungkinkan pemahaman tentang bagaimana pengguna media sosial berinteraksi dengan konten hadis. Teknik pengumpulan data melibatkan analisis terhadap berbagai platform media sosial untuk mengidentifikasi penyebaran, pemahaman, dan interpretasi teks di ruang digital. Penelitian ini mengadopsi pendekatan fenomenologi untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif pengguna dalam menerima dan menafsirkan hadis yang tersebar di berbagai platform digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah menciptakan ruang baru untuk resepsi hadis, di mana karakteristik interaktivitas dan kecepatan penyebaran informasi mempengaruhi pemaknaan keagamaan. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan akan pentingnya literasi hadis dan pemahaman kontekstual dalam penggunaan media sosial. Meskipun media sosial menawarkan akses yang lebih luas, namun tantangan terkait otentisitas dan akurasi tetap ada.
MENGURAI HIKMAH: KEHALALAN DAN KEHARAMAN DALAM HADIS TERKAIT OLAHAN HEWAN LARON
Mukhammad Alfani;
Farichatul Fauziyah
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 2 No 1 (2024): Juli
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56594/musnad.v2i1.235
Artikel penelitian ini membahas tentang pandangan Islam terhadap konsumsi laron hewan, serta memahami perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai kehalalan atau keharaman hewan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode penelitian kepustakaan (penelitian perpustakaan), maka keseluruhan datanya penulis peroleh dan kumpulkan dengan menelaah literatur yang tersedia di Pustaka. Penelitian Pustaka diartikan sebagai penelitian yang berfokus pada objek penelitian berupa buku-buku, dokumen, catatan, dan beragam dokumen tulisan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Islam, konsep makanan halal dan haram yang diatur oleh prinsip-prinsip syariah, dengan beberapa dalil yang menekankan pentingnya memilih makanan yang halal. Pandangan Islam terhadap hewan juga menekankan perlakuan yang adil terhadapnya dengan cara pemeliharaan, penyembelihan yang sesuai, dan larangan kekejaman terhadap hewan. Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai status halal atau haram laron, dengan beberapa ulama menyatakan bahwa laron dapat direkomendasikan sebagai halal untuk dikonsumsi, sedangkan ulama yang lain dianggap haram karena dianggap menjijikkan. Makanan yang diharamkan Allah tentu memiliki dampak buruk bagi kesehatan, sehingga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang baik dan halal sesuai dengan tutunan Islam. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pandangan Islam terhadap konsumsi hewan laron, serta menyoroti pentingnya memperhatikan kesehatan dan tutunan agama dalam memilih makanan.
TIPOLOGI KRITIKUS PERIWAYAT HADIS
Takwallo Takwallo;
Mohammad Lutfianto
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 2 No 1 (2024): Juli
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56594/musnad.v2i1.236
Penelitian ini dilatar belakangi adanya keberagaman hadis Nabi baik dari segi kuantiatas ataupun dari segi kualitas, yang mana hal tersebut di sebabkan oleh faktor eksternal dan internal dari hadis Nabi, (kritikus hadis, sanad dan matan hadis), namun pada pembahasan ini terfokus pada faktor eksternal hadis atau dalam hal ini ulama kritikus hadis, sebab dari pendapat mereka dapat diketahui kualitas dan kuantitas hadis. Hasil dari penelitian ini yaitu: pertama, Kritikus periwayat hadis artinya orang yang mengritik atau orang yang melakukan penelitian pada riwayat hadis, kedua, Hal-hal yang diteliti dari seorang periwayat hadis adalah terkait dengan keadilan dan ke-dabit-an. Keadilah disini adalah berkaitan dengan kualiatas pribadi seorang perawi, sedangkan ke-dabit-an kemampuan dan kecakapan dalam menguasai hadis Nabi. Ketiga, Pada umumnya para kritikus periwayat hadis dikelompokkan kedalam tiga katagori, yaitu: 1. Mutashaddidun (kritikus periwayat yang sangat ketat), 2. Mutawassitu>n (kritikus yang besikap sedang), dan 3. Mutas>h}lu>n (kritikus yang bersikap longgar). Keempat, Terdapat beberapa syarat yang harus dimiliki seorang kritikus, yaitu: 1. Adil(muslim, baligh, berakal, tidak fasik, terjaga dari muruah), 2. Terkenal d}abit(kemampuan intelaktual), 3. Mengetahui sebab-sebab kecacatannya, 4. Menjelaskan sebab jarh-nya, 5. Jarh tidak pada orang yang terkenal akan keadilannya.
RESEPSI HADIS DALAM ANIMASI “MELAWAN BEGAL” DI CHANNEL YOUTUBE CULAPCULIP
syafiuddin syafiuddin syafiuddin;
Syaiful Rizal;
Yunus Yunus;
Moh. Holil;
Hoiruddin Hoiruddin;
Fatichatus Sadiyah
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 2 No 1 (2024): Juli
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56594/musnad.v2i1.278
Teknologi di era sekarang telah mengalami perkembangan yang pesat dan menyentuh berbagai aspek kehidupan manusia. Perkembangan teknologi ini didorong oleh keinginan manusia untuk mencari alternatif dan mengembangkan alat untuk memudahkan segala aktivitas. Mempelajari agama yang dulunya harus membaca, menghadiri majlis ilmu dan lain sebagainya, sekarang dapat diakses dengan internet melalui media sosial seperti Tiktok, Youtube Instagram, dan Facebook. Masyarakat muslim sekarang lebih banyak menggali ajaran-ajaran agama melalui media sosial, terutama Youtube. CulapCulip adalah salah satu film animasi youtube yang banyak digandrungi oleh masyarakat dengan subscriber-nya mencapai 1,62 juta. Jenis penelitian ini menggunakan jenis kepustakaan (Library reseach). Tulisan ini akan mengulas tentang resepsi hadis dalam film animasi “Melawan Begal” di channel youtube CulapCulip. Film tersebut adalah film animasi pendek bernuansa Islami yang berdurasi sekitar 2-3 menit yang dalam beberapa adegannya menunjukkan resepsi dari hadis Nabi SAW terutama tentang Menjaga harta dari orang jahat atau begal. Untuk mengetahui ragam resepsi atas hadis Nabi dalam film animasi “Melawan Begal” tersebut, penulis menggunakan teori resepsi yang diusung oleh Saifuddin Zuhri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa resepsi hadis dalam film animasi tersebut terbagi menjadi tiga bentuk; resepsi eksegesis yakni beberapa animasi banyak menampilkan hadis-hadis yang dikutip dengan mengunakan bahasa Indonesia pada akhir vidionya, resepsi estetis yakni hampir dalam animasi ini banyak pengaplikasian yang berbentu adengan, dan resepsi fungsional di mana dalam animasi ini juga banyak pesan informatif yang diterima oleh penonton.
METODE PARSIAL DAN SIMULTAN DALAM ANALISIS HADIS TENTANG NABI MUSA MENAMPAR MALAIKAT MAUT
Moh Imron Imron;
Ahmad Bahrudin
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 2 No 1 (2024): Juli
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56594/musnad.v2i1.314
Hadis yang menceritakan tentag Nabi Musa menampar malaikat Jibril merupakan salah satu hadis yang diperselisihkan kebenarannya. Karena, kandungan hadis tersebut bertentangan dengan akal, tidak rasional. Perselisihan ini yang kemudian menuntut agar dilakukan penelitian untuk memastikan Bagaimana kualitas dan pemahamannya?. Metode parsial dan simultan dalam penelitian hadis adalah metode yang akan digunakan dalam penelitian ini untuk menjawab persoalan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian library researchengan pendekatan parsial dan simultan dalam penelitian. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa, setelah dilakukan penelitian hadis secara parsial dan simultan maka, hadis yang menceritkan tentang “Nabi Musa menampar malaikat maut sehingga bercak matanya” secara sanad, sahih. Secara matan hadis ini juga sahih. Karena tidak shad dan tidak ada ‘illat, hadis ini berkaitan dengan hal-hal yang sifatnya ghaib. suatu hadis jika kandungannya berkaitan dengan hal-hal yang ghaib seperti peristiwa malaikat Jibril dengan Nabi musa maka, tidak bisa dilogikakan namun hal ini merupakan ranah iman.
NEUROSAINS MENGKAJI HADIS: PERSPEKTIF BARU DALAM MEMAHAMI PERAN GENDER DAN RELASI PASANGAN
Nur Hidayah
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 2 No 1 (2024): Juli
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56594/musnad.v2i1.222
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hadis-hadis Nabi yang memungkinkan untuk dikaji menggunakan perspektif neurosains, serta menganalisis bagaimana neurosains dapat digunakan untuk memahami hadis-hadis Nabi yang berkaitan dengan relasi suami-istri. Fokus penelitian akan diberikan pada analisis hadis dari segi sanad dan matan, serta menggambarkan bagaimana neurosains dapat dijadikan sebagai metode dalam memahami hadis Nabi dan bagaimana kita dapat berinteraksi dengan topik-topik ilmu neurosains dalam hadis Nabi. Metode library research akan digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data terkait analisis tersebut.Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang hadis-hadis relasi suami-istri, serta bagaimana neurosains dapat digunakan sebagai alat analisis untuk memahami dan menghilangkan kemusykilan dalam pemahaman hadis-hadis relasi suami-istri. Dengan demikian, penelitian ini akan menghadirkan perspektif baru dalam memahami ajaran Nabi melalui integrasi antara ilmu neurosains dan kajian hadis