cover
Contact Name
Kiki Yulianto
Contact Email
kikiyulianto@ae.unand.ac.id
Phone
+62811389994
Journal Mail Official
kikiyulianto@ae.unand.ac.id
Editorial Address
Limau Manis, Kec. Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat 25175 - Indonesia
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
GreenTech
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 30640989     DOI : https://doi.org/10.25077/greentech.v1i1.1
reenTech is an Open Access, Peer-Review Journal published by the Department of Agro-Industrial Technology, Universitas Andalas. The journal aims to provide a platform for researchers and practitioners in the field of agro-industrial engineering to disseminate their research findings and knowledge related to sustainable agriculture practices. The journal focuses on the latest technological innovations and advancements in agro-industrial engineering that aim to promote sustainability and efficiency in agricultural production. GreenTech covers topics related to the development and implementation of sustainable agro-industrial engineering practices, green technologies, and strategies that can contribute to sustainable agriculture. GreenTech welcomes original research papers, reviews, case studies, and perspectives from researchers and practitioners working in the field of agro-industrial engineering. The journal promotes rigorous peer-review processes to ensure the quality and relevance of published articles. The journal is published biannually in June and December and only accepts manuscripts in Bahasa or English.
Articles 44 Documents
Karakteristik Permen Keras (Hard Candy) dan Permen Lunak (Soft Candy) dengan Penambahan Ekstrak Buah Bit, Ekstrak Bunga Telang dan Ekstrak Kulit Secang Sari, Dini Novita; Rozalia, Rozalia; Kirana, Kayla Sasi; Andriani, Gina
GreenTech Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i2.61

Abstract

Permen merupakan produk pangan yang dibuat dari gula atau pemanis dengan atau tanpa tambahan bahan lain, serta dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu permen keras dan permen lunak. Permen keras memiliki tekstur padat dan tidak melunak saat dikunyah, sementara permen lunak memiliki tekstur elastis dan lebih mudah dikunyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik permen keras (hard candy) dan permen lunak (soft candy) dengan penambahan ekstrak buah bit, ekstrak bunga telang dan ekstrak kulit secang. Hard candy dibuat dengan pemanasan larutan sukrosa dan glukosa hingga suhu tinggi, sedangkan soft candy melibatkan penambahan gelatin untuk menghasilkan tekstur yang kenyal. Pengamatan yang dilakukan yaitu kadar air, kadar abu, kadar sukrosa, kekerasan dan Uji Organoleptik. Hasil analis terhadap permen yaitu pada hasil pengujian kadar air menunjukkan perbedaan signifikan antara permen keras dan lunak. Pada permen keras, memiliki hasil antara 2,105% - 6,095%. Sebaliknya, permen lunak memiliki kadar air yang bervariasi, dengan hasil analisis kadar air pada K3 menunjukkan kadar air rendah antara 0,505% dan K4 yaitu 24,815% dan K5 yaitu 12,875%, kadar abu pada permen keras dan lunak telah memenuhi standar yang berlaku. Pada permen keras, kadar abu berada di bawah batas SNI yaitu 2,0%, sedangkan pada permen lunak telah memenuhi batas maksimal yaitu kurang dari 3%. Pada pengujian kadar gula, permen keras memiliki nilai 14°Brix, sedangkan permen lunak memiliki nilai 2°Brix dan 7°Brix. Pada analisis kekerasan, permen keras memiliki nilai 8,5 gforce, sedangkan permen lunak menunjukkan nilai yang bervariasi, dengan K5 memiliki kekerasan tertinggi 793,0 gforce, K3 207,5 gforce, dan K4 22,5 gforce. Pada uji organoleptik permen keras dan permen lunak menunjukkan perbedaan warna, aroma, rasa, dan tekstur. Permen keras memiliki warna merah muda dan merah pekat, aroma manis, rasa dominan manis, dan tekstur padat. Permen lunak memiliki warna biru, coklat, dan merah, aroma smoky dengan bau gelatin, rasa pahit, asam, dan gosong, serta tekstur kenyal dan lengket.
Aplikasi Internet of Things (IoT) untuk Pengontrolan Suhu dan Kelembaban Relatif Udara Lingkungan Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) pada Mini Greenhouse Santosa, Santosa; Hasan, Ashadi; Pebrianto, Saddam; Pratama, M. Dixy Rahmadika
GreenTech Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i2.62

Abstract

Cabai Merah merupakan salah satu tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi, akan tetapi sensitif akan keadaan lingkungan yang jika suhu terlalu rendah akan mengganggu pertumbuhan nya begitu pula jika suhu dan kelembaban terlalu tinggi oleh karena itu untuk mencapai suhu dan kelembaban optimum untuk lingkungan tumbuh tanaman cabai merah di dalam greenhouse atau mini greenhouse  dibutuhkan greenhouse atau mini greenhouse yang dilengkapi sistem kontrol suhu dan kelembaban otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk membuat greenhouse atau mini greenhouse dengan sistem kontrol suhu dan kelembaban otomatis untuk budidaya cabai merah dengan sistem hidroponik NFT. Sistem kontrol yang digunakan NodeMCU ESP8266, sensor DHT22,relay dan Arduino nano. Tanaman pada penelitian ini ditanam pada system hidroponik pipa 2,5 inci berjumlah 4 batang pipa dengan panjang 180 cm dan memiliki lobang tanam sebanyak 24 lubang. Misting membantu menyesuaikan suhu dan kelembaban dan akan bekerja jika suhu terbaca oleh sistem  saat suhu >28 ℃ dan mati saat suhu <28℃ . Hasil R² yang diperoleh sensor suhu dan kelembaban yaitu 0,9841 dan 0,9815. Kinerja sistem dalam penelitian masih belum sepenuhnya dapat mengontrol suhu dan kelembaban sesuai dengan syarat tumbuh optimum cabai merah dimana selama 28 hari pengamatan suhu rata-rata di dalam greenhouse 24 ℃ - 34 ℃ dan kelembaban rata-rata di dalam greenhouse 79 % - 91 %. Kelembaban di dalam greenhouse masih lebih tinggi 11 % dari syarat tumbuh optimum cabai merah. Perbedaan tinggi tanaman, lebar daun, dan jumlah daun rata-rata tanaman pada minggu ke-4 di dalam greenhouse yaitu 6 cm, 2,2 cm,dan 6,2 helai.
Pendekatan Flow Cytometry dalam Kuantifikasi Mikroorganisme Pangan: Analisis Sistematis Literatur Istiqomah, Almaidah; Murtius, Wenny Surya
GreenTech Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i2.63

Abstract

Kuantifikasi mikroorganisme menjadi aspek penting untuk menjamin keamanan dan mutu produk pangan. Metode kultur tradisional yang umum digunakan memerlukan waktu lama dan kurang sensitif dalam mendeteksi mikroba viabel. Flow cytometry (FCM) berkembang sebagai teknik analisis mikroba yang cepat, akurat, dan multiparameter dengan kemampuan mendeteksi sel individual berdasarkan karakteristik fisik dan kimia, termasuk viabilitas sel. Studi ini menggunakan pendekatan systematic literature review dengan protokol PRISMA untuk menyintesis hasil penelitian terkini (2020-2025) terkait aplikasi FCM dalam kuantifikasi dan evaluasi viabilitas mikroorganisme pada produk pangan. Dari 450 artikel awal, terpilih 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan FCM unggul dibanding kultur tradisional dalam kecepatan, serta tingkat sensitivitasnya pada sel viable but non-culturable (VBNC), dan kemampuan multiparameter, walaupun terdapat variabilitas hasil akibat perbedaan protokol pewarnaan dan kompleksitas produk pangan. Standarisasi prosedur dan validasi antar-laboratorium menjadi kunci keberhasilan implementasi FCM. Aplikasi inovatif seperti integrasi Flow-FISH dan Imaging Flow Cytometry memperluas kemampuan analisis mikroba pangan. Keseluruhan, FCM memberikan potensi besar sebagai metode cepat dan sensitif untuk monitoring mikroba pangan dalam penelitian dan industri.
Potensi Cangkang Kemiri (Aleurites moluccana (L.) Willd) sebagai Prekursor Karbon Aktif dengan Variasi Aktivator: Review Rozalia, Rozalia; Sara, Ayulian
GreenTech Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i2.74

Abstract

Karbon aktif merupakan salah satu adsorben yang banyak dimanfaatkan dalam pengolahan air karena memiliki luas permukaan tinggi dan struktur pori yang berkembang. Produksi karbon aktif masih bergantung pada bahan baku tak terbarukan dan berbiaya tinggi. Oleh karena itu, pemanfaatan limbah biomassa sebagai prekursor karbon aktif menjadi pendekatan yang semakin relevan dalam kerangka ekonomi sirkular. Salah satu biomassa yang berpotensi dikembangkan menjadi karbon aktif yaitu cangkang kemiri (Aleurites moluccana (L.) Willd). Artikel review ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif potensi cangkang kemiri sebagai bahan baku karbon aktif dengan fokus pada pengaruh variasi aktivator terhadap karakteristik dan kinerja absorpsi karbon aktif yang dihasilkan. Kajian dilakukan melalui analisis kritis literatur terkait potensi tempurung kemiri sebagai bahan baku, proses produksi karbon aktif, jenis aktivator dan pengaruhnya terhadap arang aktif serta analisis kritis mengenai karbon aktif cangkang kemiri. Hasil kajian menunjukkan bahwa jenis aktivator (asam maupun basa) berperan signifikan dalam menentukan struktur pori, luas permukaan dan kapasitas adsorpsi karbon aktif. Aktivator asam cenderung menghasilkan karbon aktif dengan gugus fungsi permukaan yang kaya, sedangkan aktivator basa efektif dalam pembentukan mikropori. Cangkang kemiri memiliki potensi besar sebagai prekursor karbon aktif. Namun, tantangan mengenai keberlanjutan proses, konsumsi energi dan limbah kimia masih perlu diatasi. Review ini diharapkan menjadi dasar pengembangan riset lebih lanjut dan penerapan teknologi karbon aktif yang efisien, ramah lingkungan dan berkelanjutan.