cover
Contact Name
Maryadi
Contact Email
geosaintek.geofisika@its.ac.id
Phone
+6281315187857
Journal Mail Official
geosaintek.geofisika@its.ac.id
Editorial Address
Gedung Departemen Teknik Geofisika Lantai 2, Jl. Raya ITS, Kampus ITS, Sukolilo, Surabaya 60111, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : https://doi.org/10.12962/j25023659
Core Subject : Science,
Jurnal Geosaintek mempublikasikan dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 3 (2025)" : 15 Documents clear
MONITORING GAG ISLAND DEFORESTATION USING MULTI-TEMPORAL LANDSAT 8 IMAGERY ON GOOGLE EARTH ENGINE Aningsih, Sri; Mauluda, Alfikri Dwi
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i3.6534

Abstract

Gag Island, located in Southwest Papua Province, is a conservation area with exceptional terrestrial and marine biodiversity and rich mineral resource potential, particularly nickel. Since commercial nickel mining began in 2018, mining operations have caused significant deforestation due to land clearing for access roads, open-pit mining, and support facilities. The objective of this study is to monitor land cover changes and deforestation rates on Gag Island due to nickel mining activities, using multitemporal Landsat 8 satellite images and Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) on Google Earth Engine (GEE) from 2017-2024. The study method includes collecting and preprocessing Landsat 8 Level 2, Collection 2, Tier 1 images in GEE, calculating NDVI, land cover classification based on NDVI values, and calculating deforested areas using QGIS. The study results demonstrate significant changes in land cover, including an increase in non-vegetation areas and a decrease in areas with dense vegetation since 2018. Despite the increase in deforestation, data for 2023-2024 indicate reclamation processes in some areas. Monitoring deforestation and forest cover changes is critical to developing mitigation measures and maintaining ecological balance in the Gag Island mining area. The study results highlight the need to implement sustainable mining practices and active environmental management.
ANALISIS KERENTANAN AIRTANAH MENGGUNAKAN METODE GOD BERDASARKAN DATA HIDROGEOLOGI DI KECAMATAN BABAHROT, PROVINSI ACEH Sartika, Dewi Sartika; Gunarsih, Dina; Muhni, Akmal; Rahmatillah, Lia Fitria; Hapsari, Tika; Oktarini, Yoessi; Rifqan; Akbar, Muhammad Arief
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i3.8294

Abstract

Kecamatan Babahrot mempunyai tata gunalahan yang diperuntukkan sebagai area perkebunan sawit dan pemukiman penduduk. Potensi akan terjadinya pencemaran airtanah sangat memungkinkan dikarenakan penggunaan pupuk pada area perkebunan sawit dilakukan secara terus menerus. Kualitas dan kuantitas airtanah menjadi penting untuk diperhatikan, mengingat airtanah merupakan sumber utama kehidupan makhluk hidup. Studi kerentanan airtanah menggunakan metode GOD (Groundwater Occurrence, Overlaying Lithology and Depth Of Groundwater) berdasarkan data resistivitas dan hidrogeologi memiliki peran yang sangat penting dalam studi pencemaran airtanah. Metode GOD dalam studi kerentanan intrinsik airtanah dilakukan pada 3 jenis parameter meliputi tipe akuifer, tipe akuitar, dan kedalaman muka airtanah. Penggunaan metode GOD dilakukan dengan tujuan untuk dapat memetakan zonasi potensi kerentanan airtanah terhadap pencemaran di lokasi penelitian. Berdasarkan pengamatan dilapangan diperoleh hasil kondisi hidrogeologi di Kecamatan Babahrot memiliki kedalaman muka airtanah sebesar 0,42 hingga 1,58 meter, sedangkan jenis akuifer tergolong kedalam jenis akuifer bebas dan akuifer tertekan dengan litologi terdiri dari pasir, pasir dan kerikil jenuh. Untuk jenis akuitar dilokasi penelitian berdasarkan data resistivitas diperoleh hasil yaitu lempung pasiran, lempung, dan kerikil sedang. Berdasarkan metode GOD yang telah dilakukan, menunjukkan hasil tingkat kerentanan airtanah di lokasi penelitian termasuk kedalam kategori rendah, tinggi, dan sangat tinggi. Dari hasil pengujian geokimia airtanah dilokasi penelitian menunjukkan nilai konsentrasi biochemical oxygen demand (BOD) pada 3 titik sampel airtanah di lokasi penelitian melewati batas ambang dengan batas maksimum sebesar 2 mg/l yaitu pada sumur S-01 sebesar 2,032 mg/l; sumur S-02 sebanyak 2,490 mg/l, dan sumur S-05 sebanyak 2,1951 mg/l.
PERHITUNGAN GAYABERAT LAUT RESOLUSI TINGGI DI PERAIRAN SUMATERA DARI SATELIT ALTIMETRI Nadzir, Zulfikar Adlan; Alif, Satrio Muhammad; Jayanti, Anita Eka
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gayaberat dan anomalinya, sebagai parameter penting dari gaya di permukaan Bumi, merupakan hal yang erat kaitannya dengan Geoid. Geoid itu sendiri merupakan sebuah pilar dalam ilmu Geodesi dan fungsi utamanya adalah sebagai referensi vertikal di sebuah wilayah. Pengukuran gayaberat itu sendiri, khususnya di lautan, merupakan sebuah proses yang seringkali membutuhkan biaya yang tidak sedikit, juga memiliki ketelitian yang tidak cukup baik. Di sisi lain, sejak tahun 1990 sebuah teknologi bernama altimetri berkembang dengan cukup pesat dan mampu menjadi salah satu sarana untuk mendapatkan nilai gayaberat di laut lepas. Salah satu dari satelit altimetri adalah Cryosat-2 yang memiliki beberapa jenis misi, salah satunya adalah misi geodetik yang mellintasi Bumi dengan resolusi yang sangat baik dibanding dengan misi lainnya. Indonesia sendiri sudah mengembangkan model gayaberat regional bernama INAGEOID2020 dengan 2 versi: v1.0 dan yang terbaru, v2.0. Model gayaberat ini masih bisa diperbaiki dan ditingkatkan sebagai bagian dari usaha untuk memenuhi syarat dari Kebijakan Satu Peta sesuai amanat undang-undang. Salah satu lokasi penting dari Indonesia adalah pulau Sumatera, yang menjadi lokasi dari penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan estimasi anomali gayaberat dari satelit Cryosat-2 dan memvalidasinya dengan data pembanding. Penelitian ini menggunakan data tinggi muka air laut (SSH) Cryosat-2 dengan pendekatan remove-compute-restore (RCR) untuk mendapatkan nilai anomali gayaberat, yang lalu dibandingkan dengan model global Sandwell v.31.1 dan beberapa data survey shipborne. Proses RCR ini mempermudah perhitungan secara inversi menuju enomali gayaberat, dengan hasil yang ada di rentang ± 200 mgal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil estimasi gayaberat dari Cryosat-2 di perairan Pulau Sumatera memiliki nilai RMSE ~11 mgal dibandingkan dengan model gayaberat global dan shipborne. Hal tersebut menunjukkan bahwa potensi untuk menggunakan data altimetri misi geodetik sebagai tambahan data masukan untuk pengembangan model geoid regional sebuah negara memiliki peluang yang baik. Selain itu, hasil anomali gayaberat dapat mengidentifikasi keberadaan sesar yang kemungkinan berpotensi menimbulkan gempa di perairan Sumatera.
INTEGRASI ANALISIS ELEKTROFASIES DAN SEKUEN STRATIGRAFI DALAM PENENTUAN KUALITAS RESERVOIR LAPANGAN PTR, CEKUNGAN KUTAI, KALIMANTAN TIMUR Ryka, Hamriani; Nur Aprilya, Putri; Candra Agusti, Efrina; ., Jamaluddin; Payung Battu, Desianto
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i3.5687

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada integrasi analisis elektrofasies dan sekuen stratigrafi untuk menentukan kualitas reservoir di Lapangan PTR, Cekungan Kutai, Kalimantan Timur. Penelitian ini dilakukan terhadap 3 sumur yaitu P-1, P-2, dan P-3 melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang mengintegrasikan data wireline log dan data cutting. Berdasarkan analisis elektrofasies teridentifikasi tiga pola utama elektrofasies yaitu (1) cylindrical/blocky yang menunjukkan asosiasi fasies distributary channel; (2) pola funnel menunjukkan asosiasi fasies crevasse splay dan mouth bar; dan (3) pola bell menunjukkan asosiasi fasies levee dan tidal channel. Pola-pola tersebut menunjukkan bahwa lingkungan pengendapan di lokasi penelitian berupa Lower Delta Plain – Delta Front dengan pengaruh fluvio-deltaik dan pasang surut. Analisis sekuen stratigrafi mengindikasikan keberadaan empat sikuen pengendapan utama (Sikuen 1 hingga Sikuen 4) yang dibatasi oleh lima zona ketidakselarasan (Z1–Z5), serta terdiri atas beberapa unit sistem pengendapan, yaitu Lowstand System Tract (LST), Transgressive System Tract (TST), dan Highstand System Tract (HST). Reservoir utama diidentifikasi sebagai sand channel dengan rata-rata porositas efektif sebesar 0,182 v/v dan permeabilitas 26,467 mD (kategori baik), serta sand bar dengan porositas efektif 0,177 v/v dan permeabilitas 9,645 mD (kategori cukup). Dengan demikian, reservoir sand channel diidentifikasi sebagai target utama pengembangan hidrokarbon karena memiliki karakteristik penyimpanan dan kemampuan alir yang lebih baik dibandingkan sand bar.
CALCULATION OF AQUIFER DISCHARGE IN ACEH INDUSTRIAL ESTATE AREA BASED ON VERTICAL ELECTRICAL SOUNDING DATA Yurda Marvita; Zul Fadhli; Khaira Khirnica; Ridho Destawan; T. Putri Melza Chamela; Layna Miska; Dina Gunarsih
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i3.7835

Abstract

PERHITUNGAN GAYABERAT LAUT RESOLUSI TINGGI DI PERAIRAN SUMATERA DARI SATELIT ALTIMETRI Zulfikar Adlan Nadzir; Satrio Muhammad Alif; Anita Eka Jayanti
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i3.8834

Abstract

Gayaberat dan anomalinya, sebagai parameter penting dari gaya di permukaan Bumi, merupakan hal yang erat kaitannya dengan Geoid. Geoid itu sendiri merupakan sebuah pilar dalam ilmu Geodesi dan fungsi utamanya adalah sebagai referensi vertikal di sebuah wilayah. Pengukuran gayaberat, khususnya di lautan, merupakan sebuah proses yang seringkali membutuhkan biaya yang tidak sedikit, selain itumemiliki ketelitian yang tidak cukup baikdibandingkan dengan pengukuran gayaberat di daratan. Di sisi lain, sejak tahun 1990 sebuah teknologi satelit yang disebutaltimetri berkembang dengan cukup pesat dan mampu menjadi salah satu sarana untuk mendapatkan nilai gayaberat di laut lepas. Salah satu dari satelit altimetri adalah Cryosat-2 yang memiliki beberapa jenis pengamatan (misi), salah satunya adalah misi geodetik yang melintasi Bumi dengan resolusi yang lebihbaik dibanding dengan misi lainnya. Indonesia sendiri sudah mengembangkan model gayaberat regional bernama INAGEOID2020 dengan 2 versi: v1.0 dan yang terbaru, v2.0. Model gayaberat ini masih bisa diperbaiki dan ditingkatkan sebagai bagian dari usaha untuk memenuhi syarat dari Kebijakan Satu Peta(KSP)sesuai amanat undang-undang. Salah satu lokasi penting dari Indonesia adalah pulau Sumatera, yang menjadi lokasi dari penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan estimasi anomali gayaberat dari satelit Cryosat-2 dan memvalidasinya dengan data pembanding. Penelitian ini menggunakan data tinggi muka air laut (sea surface height–SSH) Cryosat-2 dengan pendekatan remove-compute-restore (RCR) untuk mendapatkan nilai anomali gayaberat, yang lalu dibandingkan dengan model global Sandwell v.31.1 dan beberapa data survey shipborne. Proses RCR ini mempermudah perhitungan secara inversi menuju anomali gayaberat, dengan hasil yang ada di rentang ± 200 mgal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil estimasi gayaberat dari Cryosat-2 di perairan Pulau Sumatera memiliki nilai Root Mean Square Error(RMSE)~11 mgal dibandingkan dengan model gayaberat global dan shipborne.Hal tersebut menunjukkan bahwa potensi untuk menggunakan data altimetri misi geodetik sebagai tambahan data masukan untuk pengembangan model geoid regional sebuah negara memiliki peluang yang baik. Selain itu, hasil anomali gayaberat dapat mengidentifikasi keberadaan sesar yang kemungkinan berpotensi menimbulkan gempa di perairan Sumatera.
POLA RESISTIVITAS TANAH EKSPANSIF PADA MUSIM HUJAN DAN MUSIM KEMARAU PADA LOKASI JALAN GADING PLAYEN KABUPATEN GUNUNG KIDULSEBAGAI UPAYA MITIGASI KERUSAKAN BADAN JALAN Daru Jaka Sasangka; Pranu Arisant; Suhardi; Bhima Dhanardono; Abdurahman Wafi
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i3.8840

Abstract

Tanah Ekspansif pada subgrade jalan seringkali menimbulkan masalah dikarenakan sifat kembang susutnya yang tinggi. Sifat kembang susut tersebut terjadi karena perubahan kadar air pada tanah di musim kemarau dan musim hujan. Sifat ekpansifitas dari suatu tanah dapat dilihat diantaranya dengan memperhatikan nilai plastisitas indek (PI) tanah dan tingkat aktifitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola resistivitas dari tanah ekspansif pada pada dua musim berbeda yaitu pada puncak musim hujan dan puncak musim kemarau. Pola resistivitas ini diharapkan nantinya dapat membantu memetakan sebaran tanah ekspansif berdasarkan nilai resistivitasnyasebagai upaya mitigasi bencana pada area penelitian. Penelitian dilaksanakan di lokasi Ruas Jalan Gading –Playen Kabupaten Gunung Kidul. Pengukuran di lapangan menggunakan alat geolistrik multichanneldengan konfigurasi Wenner-Schlumbergerdilakukan pengukuran pada tiga lokasi. Pengujian properties tanah dilakukan untuk melihat jenis dan karakter ekspansifitas tanah dengan melakukan uji diantaranya liquid limit, Plastic Limitdan Uji Ukuran Butir. Jenis tanah ekpansif pada lokasi penelitian termasuk tanah lempung dan tanah lanau. Terdapat perbedaan signifikan resistivitas tanah ekpansif pada subgrade jalan pada musim kemarau dan musim penghujan. Nilai resistivitas diatas 247 Ωm pada musim kemarau. Namun pada musim penghujan menjadi sangat turun hingga hampir semua mencapai nilai dibawah 30 Ωm Berbeda dengan tanah yang kemampuan ekspansifitasnya rendah memiliki nilai yang konsisten dibawah 40 Ωmbaik di musim kemarau maupun musim hujan.Dari hasil penelitian yang didapatkan dapat memberikan masukan untuk penyelenggara jalan dalam memetakan lokasi mana saja yang membutuhkan perhatian untuk dilakukan perancangan tanah dasar berdasarkan potensi kembang susutnya.
PEMODELAN TSUNAMI BANYUWANGI DENGAN SOFTWARE COMCOT Hendrik Setyobudi; Danar Guruh Pratomo; Khomsin
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i3.8866

Abstract

Tsunami di wilayah selatan Jawa, khususnya Banyuwangi, merupakan ancaman signifikan akibat aktivitas megathrust di Zona Subduksi Sunda. Penelitian ini mengevaluasi kinerja software COMCOT versi 1.7 dalam memodelkan skenario tsunami berdasarkan kejadian historis tahun 1994 di Banyuwangi. Pendekatan nested gridditerapkan dengan data bathimetri dari GEBCO untuk layer 1 (resolusi kasar) dan BATNAS/DEMNAS untuk layer 2 (resolusi halus), untuk mensimulasikan empat skenario sumber gempa seperti bujur, lintang, panjangbidang patahan, lebarbidang patahan, kedalaman patahan, strike, dip, slip dan dislokasi. Hasil simulasi menunjukkan ketinggian gelombang maksimum hingga 12.11m di wilayah Bandialit sementara di daerah rajekwesi ketinggiannya 10.64 m. Skenario ke-4 memiliki parameter sumber lintang 11 LS, bujur 113.7 BT, panjang bidang patahan 160 km, lebar bidang 40 km, kedalaman patahan 0 km, strike 2800, dip 120, slip 900dan dislokasi 18 m.Ketinggian tsunami terhadap data model untuk skenario ke-4 menghasilkan akurasi terbaikdengan nilai RMSE sebesar 1.44088 m dan koefisien korelasi 0.828282, hal ini menandakan kesesuaian yang baik antara modeldan observasi. Temuan ini mengonfirmasi reliabilitas COMCOT dalam memprediksi inundasi tsunami dan menyediakan rekomendasi teknis untuk pengembangan sistem peringatan dini, pemetaan zona rawan, serta rencana evakuasi di pesisir selatan Jawa.
EVALUATION AND OPTIMIZATION OF NEW GAS WELL DEVELOPMENT TO ENHANCE PRODUCTION PERFORMANCE IN THE ANGGANA FIELD, PERTAMINA HULU INDONESIA ZONE 9, EAST KALIMANTAN Rahmady Rusdiantje; Boni Swadesi; Nur Suhascaryo
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i3.8970

Abstract

The Anggana Field, located in Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan, is part of Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Zone 9, which manages several mature oil and gas fields in the Mahakam region. The discovery of new gas reserves in Anggana presents an opportunity to enhance production, but the existing surface facilities were primarily designed for oil handling and are limited in gas capacity. This study focuses on the technical optimization of gas transportation from Anggana by using PIPESIM software to simulate network performance and flow assurance under different pipeline configurations. Simulation scenarios were designed to evaluate two configurations: (1) a tie-in to the existing Sanga-Sanga gas network and (2) a dedicated pipeline from Anggana to the Lempake Booster Station. The simulation assesses pressure drop, temperature profile, and flow stability across both systems. Results show that the tie-in configuration increases upstream backpressure and reduces throughput, while the dedicated pipeline provides stable pressure distribution and maintains flow assurance without exceeding design limits. This technical analysis demonstrates that PIPESIM is a reliable tool for evaluating production network performance and supports decision-making in brownfield gas developments.
HYDRAULIC FRACTURING DESIGN AND GROSS SPLIT ECONOMIC ANALYSIS USING FRACCADE FOR TIGHT OIL RESERVOIR: 10-YEAR PRODUCTION WELL FORECAST SIMULATION Riki Darma; Doni Swadesi; Herianto Herianto; Suranto Suranto
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i3.8971

Abstract

This study evaluates the technical and economic feasibility of hydraulic fracturing in a tight oil reservoir using FracCADE simulation. A comparative analysis between fractured and unfractured wells was conducted, followed by a 10-year production forecast using decline curve analysis and an economic evaluation under Indonesia’s gross split contract scheme. The results demonstrate that optimized hydraulic fracturing significantly enhances well productivity and project economics, although financial performance remains sensitive to oil price and total production. The optimized HF design achieved a 237 ft fracture half-length and 1,064.5 mD·ft conductivity, with 98% slurry efficiency, anticipating a significantly reduced skin factor. The 10-year forecast projects an initial 300 BOPD for fractured wells, showing a productive decline, while unfractured wells are deemed economically unviable. Economically, the project demonstrates strong feasibility under gross split, with a contractor NPV of 18,563,527.11 USD (at 10% discount rate), an IRR of 28%, a PI of 1.52, and a POT of just 1.64 years. These findings highlight how optimal HF not only significantly boosts production but also ensures robust financial returns, despite sensitivity to production volume and oil price fluctuations.

Page 1 of 2 | Total Record : 15