cover
Contact Name
Maryadi
Contact Email
geosaintek.geofisika@its.ac.id
Phone
+6281315187857
Journal Mail Official
geosaintek.geofisika@its.ac.id
Editorial Address
Gedung Departemen Teknik Geofisika Lantai 2, Jl. Raya ITS, Kampus ITS, Sukolilo, Surabaya 60111, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : https://doi.org/10.12962/j25023659
Core Subject : Science,
Jurnal Geosaintek mempublikasikan dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian
Articles 9 Documents
Search results for , issue "vol. 12 no. 3 (2026)" : 9 Documents clear
SUBSURFACE MODELING FOR IDENTIFYING SLIP SURFACE: USING THE 2D RESISTIVITY METHOD IN PESAWARAN REGENCY Sofiana Herman; Ikah Ning Prasetiowati Permanasari; Tia Anisa; Vico Luthfi Ipmawan
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i3.8108

Abstract

Way Ratai Road in Pesawaran Regency, Lampung Province, is characterized by hilly morphology with steep slopes, rendering the area susceptible to mass movement. To date, no geophysical studies have specifically identified the slip surface zone along this road corridor, making this research essential as a basis for landslide disaster mitigation. This study aims to identify the slip surface with criteria encompassing subsurface layer structure and weak zone depth estimation. Data acquisition was conducted using the dipole-dipole configuration resistivity geoelectrical method with a traverse length of 128 m, employing 33 electrodes at 4 m spacing. Resistivity data inversion modeling was performed using Res2Dinv software. The interpretation results indicate that the subsurface structure of the study area comprises five lithological units, namely clay, gravel, tuff, basite, and quartzite. The slip surface was identified at a depth of 6–21 m, located at the contact zone between the tuff and basalt units, which exhibits significant resistivity contrast. The estimated volume of potential landslide material reaches 34,560 m³. The findings of this research can serve as a reference for structural and non-structural mitigation planning to minimize landslide risk in the Way Ratai Road area.
ANALISIS GRANULOMETRI DAN KEMATANGAN BATUPASIR FORMASI KOTABAKTI DAN ANGGOTA PADANGTIJI SEBAGAI EVALUASI AWAL POTENSI RESERVOIR MINYAK DAN GAS BUMI Hidayat Syah Putra; Tika Hapsari; Intan Mutia Anindira Putri; Dina Gunarsih; Fahri Adrian
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i3.8936

Abstract

Formasi Kotabakti dan Anggota Padangtiji yang berkembang di Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, merupakan bagian dari Cekungan Sumatra Utara yang berpotensi sebagai batuan reservoir migas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis statistik granulometri dan tingkat kematangan batupasir serta implikasinya terhadap kualitas reservoir. Metode penelitian meliputi pemetaan geologi lapangan, analisis granulometri dengan metode ayakan terhadap enam sampel batupasir, serta analisis petrografi sayatan tipis pada empat sampel batuan. Analisis granulometri dilakukan untuk memperoleh parameter statistik ukuran butir berupa mean, sortasi, skewness, dan kurtosis, sedangkan analisis petrografi digunakan untuk menentukan komposisi mineralogi, kandungan matriks, serta klasifikasi batupasir berdasarkan (Pettijohn, 1975) dan (Dunham, 1962). Hasil penelitian menunjukkan bahwa batupasir didominasi oleh ukuran butir pasir sangat halus hingga pasir sedang dengan sortasi baik hingga sangat baik. Namun, beberapa sampel petrografi memiliki kandungan matriks yang tinggi (>15%) seperti lithic wacke sehingga diklasifikasikan pada tingkat kematangan tekstural yang rendah (immature). Batupasir lithic wacke menunjukkan kehadiran fragmen litik dalam jumlah signifikan yang mengindikasikan pengaruh lingkungan tektonik aktif pada saat sedimentasi (Dickinson and Suczek, 1979), namun implikasinya terhadap pembentukan porositas sekunder memerlukan analisis diagenesis yang lebih mendalam. Secara umum, hasil analisis granulometri batupasir pada STA 2, STA 10, dan STA 18 dikategorikan sebagai poor reservoir quality, sedangkan STA 28, STA 37, dan STA 57 memiliki moderate reservoir quality. Penelitian ini menegaskan bahwa tingkat kematangan batupasir berperan penting dalam mengontrol kualitas reservoir, namun evaluasi reservoir secara komprehensif memerlukan integrasi dengan data petrofisika.
KARAKTERISASI RESERVOIR BATUAN PASIR BERDASARKAN PARAMETER IMPEDANSI AKUSTIK, ATRIBUT, DAN STANDAR DEVIASI SPEKTRUM AMPLITUDO GELOMBANG SEISMIK Mokhammad Puput Erlangga; Kaswandhi Triyoso; Asido Saputra; Nugroho Prasetyo; Andri Yadi Paembonan
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i3.9052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan gas yang tersaturasi pada reservoir batuan pasir di luar interval formasi yang terdapat pada data sumur melalui analisis parameter impedansi akustik, atribut, dan standar deviasi spektrum amplitude gelombang seismik. Proses inversi data seismik post-stack untuk mendapatkan nilai impedansi akustik diterapkan untuk memperoleh model bawah permukaan yang merepresentasikan distribusi nilai impedansi secara vertikal dan lateral. Analisis atribut seismik yang meliputi atribut AVO (gradient dan intercept), amplitude envelope, sweetness, dan standar deviasi spektrum amplitudo gelombang seismik dilakukan untuk mendeteksi anomali gelombang seismik yang berkaitan dengan perubahan litologi dan keberadaan gas. Hasil analisa impedansi akustik menunjukkan adanya zona impedansi akustik rendah yang dapat diartikan sebagai batuan pasir yang memiliki porositas tinggi. Berdasarkan nilai atribut AVO yang diturunkan dari data seismik angle gather, pada zona tersebut memiliki nilai gradient dan intercept negatif, yang dapat diartikan bahwa pada zona tersebut merupakan jenis reservoir batuan pasir kelas III yang tersaturasi oleh gas. Pada zona tersebut juga menunjukkan respon amplitude envelope, sweetness, dan standar deviasi spektrum amplitudo gelombang seismik yang tinggi yang mengindikasikan adanya saturasi gas di dalam pori batuan pasir. Penelitian ini membuktikan bahwa kombinasi metode inversi impedansi akustik dan analisis atribut seismik mampu meningkatkan akurasi dalam mengidentifikasi dan memetakan keberadaan gas pada reservoir batuan pasir secara kuantitatif dan spasial.
IDENTIFIKASISTRUKTUR BAWAH PERMUKAANPOTENSI GALIAN CDI ALIRAN SUNGAI KIKIS DESA KERTAPATI KABUPATEN BENGKULU TENGAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER –SCHLUMBERGER Aulira Suryatidiningrum; Suhendra Suhendra; Budi Harlianto
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i3.9097

Abstract

Sungai dengan pola aliran meander terbentuk akibat interaksi dinamika aliran, proses erosi-sedimentasi serta kondisi geologi bawah permukaan. Endapan hasil proses tersebut sering dimanfaatkan sebagai bahan Galian C, seperti pasir dan kerikil yang memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai material konstruksi. Namun, informasi mengenai kondisi struktur bawah permukaan pada aliran Sungai Kikis masih terbatas, sehingga diperlukan kajian geofisika untuk mengidentifikasi lapisan bawah permukaan secara rinci. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan di aliran Sungai Kikis Desa Kertapati, Kabupaten Bengkulu Tengah, dengan metode geolistrik konfigurasi Wenner–Schlumberger. Pengolahan data resistivitas pada empat lintasan pengukuran sepanjang 388 m dengan jarak antar elektroda 8 m dan 6 m menghasilkan penampang resistivitas dua dimensi hingga kedalaman ±60 m. Nilai resistivitas yang teridentifikasi berada pada kisaran 2 Ω.m hingga >2000 Ω.m, menunjukkan adanya variasi karakteristik bawah permukaan di daerah penelitian. Zona dengan resistivitas rendah (<25 Ω.m) diinterpretasikan sebagai lapisan lempung, sedangkan nilai resistivitas menengah (30–700 Ω.m) berkaitan dengan pasir dan kerikil. Nilai resistivitas tinggi (>400 Ω.m) mengindikasikan keberadaan material berkerikil hingga batuan beku. Variasi resistivitas tersebut dipengaruhi oleh komposisi mineral, porositas, dan kandungan fluida. Lintasan pertama dan sebagian lintasan ketiga menunjukkan dominasi pasir dan kerikil yang berpotensi sebagai bahan Galian C, sedangkan lintasan kedua dan keempat didominasi lempung dengan potensi Galian C relatif rendah. Pola distribusi struktur bawah permukaan teridentifikasi memperlihatkan karakteristik khas sungai meander, di mana material berukuran kasar cenderung terakumulasi pada bagian luar meander akibat proses erosi, sedangkan material halus terendapkan pada bagian dalam meander.
PROVENANCE ANALYSIS OF SANDSTONE IN THE SEURELA FORMATION IN JEUMPA DISTRICT, BIREUN REGENCY, ACEH PROVINCE Dewi Sartika; Shafira Putri Rizani; Rifqan Rifqan; Akmal Muhni; Dina Gunarsih; Lia Fitria Rahmatillah; Fahri Adrian; Tika Hapsari
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i3.9194

Abstract

Based on geological conditions, the research location is in the Seurela Formation. The Seurela Formation has a lithology consisting of sublitoral calcareous sandstone and mudstone with a Pliocene age. Although the Seurela Formation has been extensively studied regarding its stratigraphy and sedimentology, information concerning sandstone provenance—specifically based on quantitative petrographic analysis and tectonic setting interpretation—remains limited. Consequently, the origin of the sedimentary material and its relationship to the region's tectonic evolution are not yet comprehensively understood. Provenance analysis was conducted on the sandstone using geological mapping and petrography methods. The geological mapping method was carried out by collecting data directly in the field through observations of rock lithology. Meanwhile, the petrography method was analyzed using JMicrovision to calculate the mineral composition in thin sections of the rock. This study was conducted to determine the geological conditions and provenance of the sandstone in the Seurela Formation at the research location. Based on the research that has been done, the results indicate that the Seurela Formation is found with alternating carbonate silt sandstone. Provenance analysis at the research location was conducted on four sandstone samples with codes OC52, OC57, OC25, and OC27. Provenance analysis was performed using a QFL diagram. Based on the origin analysis, the sandstone in the Seurela Formation indicates from a tectonic recycling orogen and an eroded arc environment.
KORELASI PARAMETER TAHANAN KONUS DAN NILAI NSPT TERHADAP RESISTIVITAS TANAH BERDASARKAN PEMODELAN STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN METODE GEOLISTRIK 3D DAN 2D Daru Jaka Sasangka; Pranu Arisanto; Abdurrahman Wafi
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i3.9370

Abstract

Pemodelan kondisi bawah permukaan tanah sangat membantu dalam pekerjaan infrastruktur. Informasi di bawah permukaan bisa didapatkan dengan pengujian geolistrik dan penyelidikan geoteknik di lokasi proyek. Tujuan dari pemodelan ini untuk mendapatkan korelasi resistivitas tanah dengan parameter geoteknik (tahanan konus dan NSPT) di Kampus I Politeknik Pekerjaan Umum, Tembalang, Semarang berdasarkan informasi kondisi bawah permukaan dari data geolistrik dan pengujian geoteknik. Pengukuran geolistrik menggunakan prinsip sifat kelistrikan material, menggunakan peralatan MAE X612-EM+ sebanyak 48 elektroda dengan konfigurasi 3D berbentuk kotak 50 m x 50 m. Lintasan geolistrik 2D dilakukan membujur di tengah lokasi survei geolistrik 3D. Pengujian bor geoteknik dan sondir dilakukan di lintasan geolistrik 2D.  Nilai resistivitas dari pengukuran geolistrik didapatkan nilai restivitas 1 – 50 Ωm dengan kedalaman sampai 7 meter. Hasil analisa geolistrik  kondisi bawah permukaan tanah di lokasi didominasi nilai resistivitas 1 - 25 Ωm yang merupakan tanah lempung. Pengujian data Standart Penetration Test (SPT) dilakukan di bagian utara lokasi penelitian dengan kedalaman 5 meter dengan nilai yang didapatkan NSPT 7 hingga NSPT 35. Analisis korelasi menyimpulkan bahwa resistivitas 1 - 25 Ωm berkorelasi dengan nilai 7 - 35 NSPT berasosiasi dengan tanah lempung dengan konsistensi sangat lunak hingga agak lunak. Sedangkan resistivitas 25 - 50 Ωm berkorelasi dengan nilai tahanan konus >250 kg/cm2 atau setara dengan >60 NSPT. Berdasarkan analisis bawah permukaan data resistivitas juga dapat menyempurnakan model geometri bawah permukaan yang sangat dibutuhkan dalam analisis geoteknik seperti stabilitas lereng dan perancangan fondasi di lokasi tersebut. 
DYNAMIC RESPONSE OF LOCAL SOIL USING MICROTREMOR ANALYSIS AFTER THE MAY 23, 2025 BENGKULU EARTHQUAKE Shyaira Marcelina; Muchammad Farid; Budi Harlianto; Bayu Saputra; Hana Raihana; Lita Putriani; Andre Rahmat Al Ansory
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i3.9490

Abstract

The Mw 6.0 earthquake that occurred on May 23, 2025, caused significant damage to the Rafflesia Asri Housing Complex in Bengkulu City. This study aims to examine the dynamic response of the soil and the seismic vulnerability level of the area using the microtremor method and the Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio (HVSR) approach. The parameters analyzed include soil dominant frequency (?0), amplification factor (?0), seismic vulnerability index (??), Peak Ground Acceleration (PGA) estimates, and shear wave velocity (??). Measurements were taken at 40 observation points. The analysis results show that ?0 values range from 1.56 to 6.73 Hz, ?0 ranges from 1.97 to 6.46, ?? ranges from 1.15 to 10.38, PGA ranges from 0.15 to 0.32 g, and ?? ranges from 143 to 400 m/s. Zones with low ?0, high ?0 and ??, and PGA followed by low ?? correlated with more significant building damage. These findings confirm that local soil dynamics play a dominant role in controlling seismic amplification and building damage patterns, underscoring the importance of microtremor-based seismic microzonation analysis for earthquake risk mitigation in Bengkulu City
ANALISIS PENGARUH VARIABILITAS SPASIAL TANAH TERHADAP RESPONS SEISMIK DI KECAMATAN RATU AGUNG, KOTA BENGKULU Surya Faadhilah; Lindung Zalbuin Mase; Hardiansyah Hardiansyah; Rena Misliniyati; Muharram Nur Fikri
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i3.9642

Abstract

Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu, merupakan wilayah perkotaan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi serta keberadaan fasilitas strategis yang memerlukan penilaian respons seismik berdasarkan kondisi tanah setempat. Tanah di Kecamatan Ratu Agung umumnya didominasi oleh kelas situs C dan D. Oleh karena itu, diperlukan kajian mendalam untuk mengidentifikasi distribusi parameter kegempaan secara spasial. Penelitian ini bertujuan menyusun peta distribusi Peak Ground Acceleration (PGA), faktor amplifikasi (AF), serta nilai percepatan spektral (SA) pada periode 0,2 s dan 1 s di Kecamatan Ratu Agung. Penelitian ini menggunakan 112 data sekunder untuk membangun model perlapisan tanah. Pendekatan nonlinier 1D (non-linear one-dimensional site response analysis) digunakan untuk menganalisis respons tanah menggunakan rekaman gelombang gempa Bengkulu-Mentawai 2007 (Mw 8,6) sebagai input gerakan pada batuan dasar. Parameter PGA, faktor amplifikasi, dan SA yang diperoleh kemudian dipetakan menggunakan metode interpolasi kriging untuk menghasilkan peta mikrozonasi. Nilai PGA permukaan yang didapat berdasarkan hasil analisis berkisar antara 0,18-0,32g dengan faktor amplifikasi 1,2-2,1. Nilai SA periode 0,2 s berada pada rentang 0,44-0,78g, sedangkan SA periode 1 s berkisar 0,20-0,31g. Variasi nilai yang didapat mencerminkan heterogenitas karakteristik dinamik tanah yang berpengaruh terhadap perbedaan tingkat respons struktur terhadap beban gempa. Peta mikrozonasi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan teknis dalam perencanaan bangunan dan upaya mitigasi risiko gempa di wilayah penelitian.
ANALISIS KESTABILAN LERENG TAMBANG EMAS DENGAN KATEGORI MATERIAL LAPISAN PENUTUP YANG LEMAH Alio Jasipto; Simon Heru Prassetyo; Divia Lestari; Tiorivaldi Tiorivaldi
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i3.10605

Abstract

Material lapisan penutup yang lemah merupakan tantangan utama dalam perancangan lereng tambang terbuka karena memiliki kuat geser yang relatif rendah dan kerentanan yang tinggi terhadap ketidakstabilan. Tambang emas yang menjadi lokasi penelitian, lapisan penutup didominasi oleh batuan mudstone sehingga analisis kestabilan lereng menjadi aspek yang sangat penting dalam perancangan tambang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan geometri lereng pit dan lereng timbunan yang memenuhi kriteria pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1827K/30/MEM/2018. Parameter geoteknik yang representatif diperoleh melalui pengujian laboratorium, meliputi nilai kuat tekan uniaksial hingga diperolah kekuatan massa batuan, hal ini untuk menggambarkan perilaku mekanik batuan lemah secara akurat. Analisis kestabilan lereng dilakukan menggunakan pemodelan perangkat lunak dengan kriteria keruntuhan Mohr–Coulomb pada kondisi pembebanan statis maupun pseudo-statis akibat gempa. Selain itu, analisis juga mempertimbangkan kondisi hidrogeologi yang paling kritis, yaitu muka air tanah tertinggi dan kondisi lereng jenuh air, sehingga menghasilkan evaluasi kestabilan yang bersifat konservatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa geometri lereng pit yang optimum memiliki tinggi lereng keseluruhan sebesar 62–68 m dengan sudut lereng keseluruhan sebesar 31–32°, sedangkan geometri lereng timbunan yang direkomendasikan memiliki tinggi maksimum 15 m dengan sudut lereng keseluruhan sebesar 30°. Kedua konfigurasi lereng tersebut memenuhi nilai faktor keamanan minimum dan probabilitas longsor yang dipersyaratkan dalam peraturan untuk kondisi pembebanan statis maupun dinamis. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi praktis untuk desain lereng tambang pada formasi mudstone yang lemah serta menunjukkan pentingnya mempertimbangkan pengaruh muka air tanah dan beban gempa dalam evaluasi kestabilan lereng guna menjamin keselamatan operasi penambangan.

Page 1 of 1 | Total Record : 9