cover
Contact Name
Maryadi
Contact Email
geosaintek.geofisika@its.ac.id
Phone
+6281315187857
Journal Mail Official
geosaintek.geofisika@its.ac.id
Editorial Address
Gedung Departemen Teknik Geofisika Lantai 2, Jl. Raya ITS, Kampus ITS, Sukolilo, Surabaya 60111, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : https://doi.org/10.12962/j25023659
Core Subject : Science,
Jurnal Geosaintek mempublikasikan dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian
Articles 211 Documents
Travel Time Tomography Menggunakan Data Seismik Interferometri Untuk Menggambarkan Model Kecepatan Gelombang Pada Lapangan 'X' Taufik, Radifan; Syaifuddin, Firman; Mariyanto, Mariyanto
Jurnal Geosaintek Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan data seismik interferometri mulai dikembangkan untuk menggambarkan kondisi bawah permukaan bumi. Metode ini dapat mengekstrak informasi kecepatan gelombang dari suatu noise sehingga menyajikan informasi-informasi kecepatan gelombang yang tidak bisa didapatkan menggunakan metode seismik konvensional. Selain itu metode ini merupakan metode yang ramah lingkungan serta biaya yang dikeluarkan tidak banyak. Terdapat beberapa metode untuk menggambarkan hasil perhitungan seisimik interferometri, salah satunya ialah traveltime tomography. Oleh karena itu dilakukan penelitian ini untuk menggambarkan kecepatan gelombang pada lapangan ‘X’ untuk menyajikan data kecepatan gelombang menggunakan metode traveltime tomografi. Stasiun yang digunakan berjumlah 68 dan tersebar secara merata. Data raw yang digunakan berupa data travel time dan lokasi pada setiap virtual source ke setiap stasiun. Tahapan pengolahan diawali dengan pembuatan model sintetik sebagai media pengujian resolusi berupa checkerboard model. Model tersebut sangat baik dalam menentukan inversi tomografi yang optimal. Setelah itu dilakukan inversi tomografi menggunakan metode pseudo inverse. Hasil inversi tomografi memperlihatkan adanya perubahan kecepatan mulai dari model homogen pada iterasi ke 1 hingga terdapat kontras kecepatan gelombang berkisar 40 – 200m/s pada iterasi 12.
Identifikasi Dan Penentuan Volume Endapan Nikel Laterit Berdasarkan Data Geolistrik Metode Sounding Studi Kasus Blok Selatan Daerah Pomalaa, Sulawesi Tenggara Suryawan, Eka Harris; Hilyah, Anik; Fajar, M. Haris Miftakhul; Pajrin, Agus
Jurnal Geosaintek Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nikel di Indonesia dijumpai dalam bentuk nikel laterit hasil pelapukan batuan ultramafik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah rata-rata ekspor nikel dari tahun 2002 hingga 2014 mencapai angka 17.103.785 ton/tahun. Hal itu menunjukkan eksplorasi nikel yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan industri terkait. Salah satu tahapan dalam kegiatan eksplorasi nikel adalah penentuan volume endapan. Pada penelitian ini dilakukan pengolahan terhadap data eksplorasi metode geolistrik sounding yang bertujuan untuk menentukan volume endapan nikel laterit di blok selatan daerah Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Penentuan volume tersebut didasarkan pada model endapan yang dibuat dari hasil pengolahan metode geolistrik sounding. Metode geolistrik sounding mampu membedakan kontras resistivitas antara batuan dasar dan endapan nikel laterit. Pada penelitian kali ini digunakan data sekunder resistivitas metode sounding sebanyak 4 lintasan yang berarah barat-timur dan data pemboran sebanyak 2 titik. Hasil penelitian ini menunjukkan endapan nikel laterit Pomalaa dapat dibagi menjadi 3 zona berdasarkan nilai resistivitasnya, zona lateritic soil dengan nilai resistivitas 5–55 Ohm.m, zona peridotite boulder dengan nilai resistivitas 56–170 Ohm.m, dan zona bedrock yang merupakan zona terbawah dengan nilai resistivitas 171–3000 Ohm.m. Ketebalan endapan nikel laterit rata-rata berdasarkan data resistivitas didapati sebesar 11,4 meter. Berdasarkan data resistivitas tersebut maka dibuat model 3D dengan volume total endapan sebesar 1.158.000 m3. Diharapkan volume endapan berdasarkan hasil eksplorasi geofisika metode sounding tersebut mampu memberikan gambaran awal yang akurat mengenai endapan nikel laterit dan menjadi rujukan dalam kegiatan pertambangan selanjutnya.
Analisis Amplifikasi Dan Indeks Kerentanan Seismik Di Kawasan Fmipa Ugm Menggunakan Metode HVSR Tanjung, Nia Annisa Ferani; Yuniarto, Hakim Prima; Widyawarman, Danang
Jurnal Geosaintek Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain Filter 1D Lowpass Interpolated Finite Impulse Response (IFIR) Untuk Spectral Decomposition Pada Pemodelan 3D Data Gravitasi Bawah Permukaan Falah, Hanif Fajrul; Syaifuddin, Firman; Utama, Widya
Jurnal Geosaintek Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Operator lowpass filter Interpolated Finite Impulse Response (IFIR) yang memiliki karakteristik cutoff frequency akurat digunakan untuk pemisahan spektrum pada Spectral Decomposition. Penelitian ini bertujuan melakukan desain filter 1D untuk Spectral Decomposition pada pemodelan 3D struktur bawah permukaan dari data gravitasi. Kandungan bilangan gelombang profil anomali dipisahkan dari profil digitasi peta kontur Anomali Gravitasi Bouguer menggunakan Algoritma Fast Fourier Transform (FFT). Nilai bilangan gelombang dipakai sebagai nilai cutoff frequency untuk mendesain filter pada satu iterasi. Kemudian dilakukan konvolusi filter IFIR 1D terhadap profil gravitasi, sehingga didapatkan spektrum pada kedalaman tertentu yang ditentukan dari nilai bilangan gelombangnya. Spektrum divalidasi dengan lokasi hiposenter gempa sebagai indikator struktur bawah permukaan, kemudian diinterpolasi secara geostatistik untuk membuat model peta kontur 2D geometri bawah permukaan, dan dilakukan gridding untuk mendapat model 3D. Pemodelan Anomali Bouguer menggunakan filter ini mampu memberikan petunjuk struktur geologi pada kedalaman tertentu berdasarkan bentuk spektrum. Pengaruh filter IFIR adalah mengatenuasi bilangan gelombang tinggi, memberikan karakteristik regional pada model kedalaman dangkal akibat konten bilangan gelombang yang lebih sedikit.
Kestabilan Lereng Tambang Andesitberdasarkan Karakteristik Massa Batuan Di Daerah Soreang Dan Sekitarnya, Kabupaten Bandung Jawa Barat Sukur, Aditya; Candra, Adi
Jurnal Geosaintek Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kestabilan suatu lereng pada kegiatan tambang terbuka dipengaruhi oleh kondisi geologi, bentuk keseluruhan lereng, kondisi air tanah, faktor luar seperti getaran akibat peledakan ataupun alat mekanis yang beroperasi. Metode kuantitatif digunakan untuk melakukan karakterisasi massa batuan, yaitu dengan metode Rock Mass Rating dan Slope Mass Rating, dilanjutkan analisis probabilitas keruntuhan dengan metode Analisis Kinematika, dan Optimalisasi Ekskavasi. Pada pengamatan lapangan didapatkan jenis litologi untuk semua lokasi adalah andesit. Pengujian sifat indeks menghasilkan rata-rata nilai Schmidt Hammer Rebound Value (SHRV) 29 - 34.88. Karakterisasi massa batuan dengan klasifikasi RMR menunjukkan seluruh lokasi memiliki nilai RMR dengan kategori “baik”. Analisis probabilitas keruntuhan pada seluruh lokasi menunjukkan keruntuhan baji sebagai keruntuhan utama untuk lokasi AS-1 dan AS-3, lokasi AS-2 keruntuhan Plannar Tanpa Batas, dan AS-4 keruntuhan jungkiran langsung. Klasifikasi SMR menunjukkan lereng dalam kategori “stabil” pada lokasi AS-1 dan AS-2, lokasi AS-3 dan AS-4 “normal”. Optimalisasi pada besar sudut ekskavasi maksimal menghasilkan sudut sebesar 65° pada seluruh lokasi. Arah ekskavasi paling optimal di masing- masing lokasi antara lain U2900T pada lokasi AS-1, U260°T pada lokasi AS-2, U350°T pada lokasi AS-3, dan U310°T pada lokasi AS-4. Optimalisasi jenis ekskavasi pada semua lokasi adalah “blast to loosen”, kecuali lokasi AS-4 “blast to fracture”.
Integrasi Data Resistivitas 2D Dengan Parameter Fisis Dan Mekanis Tanah Untuk Evaluasi Daya Dukung Tanah (Studi Kasus : Ruas Jalan Kawasan Jiipe, Manyar, Gresik) Yuspancana, Billy Dovan; Utami, Widya; Purwanto, Moh. Singgih; Bahri, Ayi Syaeful
Jurnal Geosaintek Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa Matematis pada Koreksi Bouguer dan Koreksi Medan Data Gravitasi Satelit TOPEX serta Penerapannya dalam Geohazard: Studi Kasus Sesar Palu-Koro, Sulawesi Tengah Maulana, Aji Darma; Prasetyo, Danang Aji
Jurnal Geosaintek Vol. 5 No. 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahapan pengolahan geofisika merupakan tahapan krusial pada suatu penelitian. Ketepatan serta pemahan sifat koreksi nilai gravitasi sangat diperlukan agar hasil pengukuran geofisika mencerminkan keadaan bumi sebagaimana mestinya. Penelitian ini menggunakan data gravitasi hasil observasi Satelit TOPEX dengan luas area pengukuran 37.530 km2 dan data yang didapat berupa Free air Anomaly. Penelitian ini menerapkan analisa matematis pada koreksi Bouguer dan koreksi medan untuk menghasilkan representasi data yang memiliki kesesuaian antara data geofisika dengan kondisi geologi sebenarnya. Analisa dilakukan dengan cara membandingkan empat variasi pengolahan koreksi Bouguer dan koreksi medan pada nilai Free Air Anomaly. Pengolahan tersebut dilakukan dengan cara memperkecil perbedaan nilai koreksi Bouguer dan/atau koreksi medan yang terlalu besar sebagai akibat dari perbedaan elevasi yang terlalu signifikan. Dari keempat pengolahan tersebut menghasilkan empat peta anomaly Bouguer lengkap dengan pola ekspresi yang berbeda. Didapatkan anomaly Bouguer lengkap yang merepresentasikan keadaan geologi sebenarnya pada peta yang telah diperkecil perbedaan nilai pada koreksi Bouguer dan koreksi medan. Terlihat kemenerusan anomaly gravitasi dengan orientasi relative Utara- Selatan yang diinterpretasikan sebagai sesar mendatar. Serta beberapa kemenerusan dengan orientasi relative Baratlaut-Tenggara yang diinterpretasikan sebagai sesar penyerta. Anomaly tersebut berada pada kirasan nilai 7.1 – 39 mGal pada peta anomaly Bouguer lengkap serta pada area sudut rendah peta tilt derivative dengan nilai -1.5 – 0.5 derajat. Keberadaan dan persebaran densitas yang mencerminkan litologi maupun sesar daerah penelitian telah tervalidasi oleh peta geologi dan ekpresi topografi data SRTM berdasarkan analisa anomaly gravitasi.
Determination of Mercury Anomaly Zone Using Ordinary Kriging Method in Pamancalan Geothermal Field Meifano, Alfaridzi; Aji, Bondan Novanis Punto
Jurnal Geosaintek Vol. 5 No. 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah panas bumi Pamancalan memiliki potensi untuk pengembangan bidang panas bumi dengan implikasi mata air panas sebagai manifestasi permukaan panas bumi dan posisi daerah Pamancalan dalam tatanan tektoniknya termasuk dalam jalur magmatik Jawa bagian selatan dengan lingkungan vulkanik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengestimasi nilai merkuri (Hg) dan menentukan zona anomali Hg menggunakan metode ordinary kriging. Analisis dilakukan dengan menggunakan data Hg yang diperoleh dari laporan panas bumi Pamancalan yang dibuat oleh Pusat Sumber Daya Geologi, Badan Geologi, Kementrian ESDM RI. Penelitian ini dilakukan pada 136 data Hg yang dianalisis menggunakan Exploratory Data Analysis (EDA), Exploratory Spatial Data Analysis (ESDA), semivariogram, dan ordinary kriging. EDA dan ESDA dilakukan secara bersamaan sebelum dilanjutkan ke semivariogram dan kriging. EDA dilakukan untuk mengetahui karakterisitik data Hg. Hasil EDA menunjukkan bahwa data awal Hg tidak terdistribusi normal dan tidak stasioner serta terdapat banyak outlier sehingga dilakukan transformasi logaritma pada data awal. Setelah ditransformasi, data menunjukkan distribusi yang relatif normal dan stasioner. ESDA bertujuan untuk menentukan hubungan dan distribusi spasial dari nilai Hg dan menentukan treatment terhadap outlier. Hasil ESDA menunjukkan bahwa sampel diambil secara acak dan terdiri dari satu populasi. Sebelum dilakukan estimasi dengan ordinary kriging, semivariogram dibuat untuk menentukan jarak maksimum data yang masih berhubungan secara spasial. Pembuatan semivariogram dilakukan dengan beberapa percobaan sehingga diperoleh model semivariogram yang paling ideal. Estimasi oleh ordinary kriging menunjukkan bahwa zona anomali Hg berasosiasi dengan sesar yang berorientasi NW-SE di barat dan timur dan di selatan yang berorientasi NE-SW.
Pemetaan Kerawanan Bencana Gempa Bumi dengan Metode PSHA Periode Ulang 2.500 Tahun: Studi Kasus Pulau Lombok – Nusa Tenggara Barat Kurniawan, Sugeng; Warnana, Dwa Desa; Rochman, Juan Pandu Gya Nur
Jurnal Geosaintek Vol. 5 No. 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Lombok terletak pada sistem trench Jawa-Sumba yang meliputi sistem trench Sunda selatan Sumba, Sumbawa, Lombok, Bali dan Jawa. Pulau ini memiliki bahaya kerentanan seismik yang cukup tinggi dengan adanya 2 sumber gempa utama yaitu Flores Back-arc Thrust dan Subduksi Lempeng Indo – Australia. Karena perlu dibuat peta kerentanan seismik untuk Pulau Lombok dengan metode PSHA berupa nilai PGA dan mngetahui seberapa jauh efek sumber gempa tersebut terhadap Pulau Lombok. Penelitian dimulai dengan melakukan Analisa sumber gempa pada daerah penelitian dan pengumpulan data katalog gempa. Data katalog gempa kemudian dilakukan konversi magnitude ke Mw (magnitude moment), lalu dilakukan De-clustering untuk mendapatkan gempa utama. Lalu mencari nilai a & b value untuk sumber gempa background. Hasil dari analisis sumber gempa adalah digitasi titik atau lokasi dari sumber gempa (patahan & subduksi) yang berupa koordinat, kemudian dilakukan pemilihan fungsi atenuasi sesuai karakteristik sumber gempa yang merujuk pada buku PUSGEN 2017. Data a & b value untuk setiap sumber, fungsi atenuasi, dan data koordinat sumber gempa dibawa ke tahapan PSHA yang hasilnya adalah nilai percepatan spectral untuk setiap grid yang telah ditentukan pada periode ulang tahun tertentu. Dari hasil pengolahan didapatkan nilai PGA T=0s adalah 0.35 – 0.605g, untuk nilai PGA T=0.2s adalah 0.85 – 1.5g dan untuk nilai PGA T=1s adalah 0.425 – 0.68g. Efek PGA terbesar dipengaruhi oleh efek subduksi lalu patahan dan terakhir akibat gempa background.
Kontrol Struktur Geologi pada Kemunculan Mata Air Panas Bumi di Daerah Subang, Jawa Barat Iswahyudi, Sachrul; Pamungkas, Muhamad Afirudin; Sunan, Huzaely Latief
Jurnal Geosaintek Vol. 5 No. 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata air panas Ciniru dan Subang terletak dibagian tenggara Gunung Ciremai, tepatnya terletak di Desa Subang, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Terdapat 3 manifestasi panas bumi berupa mata air panas di Daerah Subang, yaitu 2 mata air panas di Daerah Ciniru dan 1 mata air panas Daerah Subang. Mata air panas Ciniru 1 keluar dari litologi batulempung, terdapat beberapa keluaran pada satu lokasi yang saling berdekatan, memiliki sinter travertin, rasa asin dan warna air berwarna coklat. Mata air panas Ciniru 2 keluar dari rekahan batuan yang terdapat di bawah tebing dengan litologi batupasir. Sedangkan mata air panas Subang keluar dari rekahan batupasir. Penelitian ini menggunakan metode pemetaan geologi, analisis anomali gaya berat, dan geokimia air mata air panas. Ketiga mata air panas terletak pada suatu kelurusan struktur geologi yang berarah relatif utara-selatan. Kehadiran stuktur geologi mengontrol kemunculan mata air panas di daerah penelitian. Beberapa struktur yang ditemukan adalah sesar mendatar kiri, sesar naik, dan lipatan sinklin dan antiklin. Berdasarkan analisis anomali residual dan geologi menunjukan perbedaan anomali yang signifikan yang kemudian diinterpretasikan sebagai daerah dengan litologi kompak batuan beku dengan densitas 2.8 - 3.1 gr/cm3; dan zona permeabel struktur geologi dengan densitas 1.97 - 2.6 gr/cm3. Ketiga manifestasi masuk dalam tipe air klorida, memiliki satu reservoir yang sama, memiliki temperature dari 136°C-159°C, dan tergolong sebagai sistem panas bumi temperatur sedang.

Page 11 of 22 | Total Record : 211