cover
Contact Name
Maryadi
Contact Email
geosaintek.geofisika@its.ac.id
Phone
+6281315187857
Journal Mail Official
geosaintek.geofisika@its.ac.id
Editorial Address
Gedung Departemen Teknik Geofisika Lantai 2, Jl. Raya ITS, Kampus ITS, Sukolilo, Surabaya 60111, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : https://doi.org/10.12962/j25023659
Core Subject : Science,
Jurnal Geosaintek mempublikasikan dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian
Articles 211 Documents
Aplikasi Metode Join Inversi Seismic Gravity untuk Imaging Bawah Permukaan Daerah Geologi Kompleks Surya, Triswan Mardani Ade; Utama, Widya; Syaifuddin, Firman; Novitasari, Lita
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi geologi kompleks dekat permukaan terjadi ketika body batuan dengan kecepata tinggi terbawa dekat ke permukaan. Batuan tersebut dapat berupa batuan beku ataupun karbonat. Keberadaan batuan tersebut dapat menyebabkan meningkatnya kontras kecepatan dekat permukaan. Tingginya kontras kecepatan menyebabkan kesulitan untuk mendapatkan gambaran bawah permukaan dengan metode konvensional seperti travel time tomography. Join inversi dari dua data geofisika merupakan salah satu teknik untuk mendapatkan gambaran bawah permukaan. Pada studi ini metode yang digunakan adalah metode join inversi seismik dan gravity. Pada studi ini data yang digunakan adalah data seismik sintetik yang merupakan hasil dari forward modelling model kecepatan. Nilai kecepatan pada model memiliki rentang 1000 m/s hingga 5800 m/s. Metode yang digunakan untuk forward modelling data seismik dan gravity adalah metode finite difference sedangkan metode talwani. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa model kecepatan hasil join inversi tomografi travel time dan gravity lebih baik dibandingkan dengan metode travel time tomografi sendiri. Perbedaan yang signifikan ditunjukkan oleh bentuk dari bentuk body kecepatan tinggi dan munculnya lapisan dengan kecepatan rendah. Selain itu metode join inversi juga menunjukkan peningkatan gambaran struktur geologi, dan nilai kecepatan.
Efek Patahan Watukosek Pada Geomorfologi Kali Porong dengan Metode Tahanan Jenis 2-D Arwananda, Alif Prabawa; Lestari, Wien; Rochman, Juan Pandu Gya Nur; Husein, Alwi
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab munculnya semburan lumpur Sidoarjo yang masih diperdebatkan hingga saat ini yaitu mengenai reaktivasi patahan watukosek. Studi yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan adanya manifestasi di permukaan akibat patahan Watukosek, contohnya pembelokan geomorfologi Kali Porong. Penelitian dengan menggunakan metode tahanan jenis 2-D dilakukan untuk memetakan patahan yang berada di daerah Kali Porong. Lintasan yang digunakan memiliki bentangan 400m hingga 1100m dengan arah Barat – Timur. Total panjang bentangan mencapai ±3,210m dari 4 lintasan dan kedalaman maksimum hingga ±200m. Data pengukuran di inversi menggunakan RES2DINV dan dipetakan dengan menggunakan ZondRes2D.
Eksplorasi Geomagnetik untuk Penentuan Keberadaan Pipa Air di Bawah Permukaan Bumi Utama, Widya; Warnana, Dwa Desa; Hilyah, Anik; Bahri, Ayi Syaeful; Syaifuddin, Firman; Rismayanti, Hasibatul Farida
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penerapannya, metode geomagnetik dipakai untuk memetakan struktur perlapisan di bawah permukaan atau deposit mineral logam yang bersifat feromagnetik. Metode ini tergolong pasif karena menggunakan medan magnet bumi sebagai sumbernya. Dalam penelitian ini, telah dilakukan pengukuran medan magnetik bumi untuk mengetahui keberadaan pipa air (hidrant) yang tertanam di bawah permukaan tanah, di taman BAAK kampus ITS. Pengukuran medan magnetik bumi dilakukan dalam bentuk jejaring titik ukur dengan lintasan sejumlah 10 dan jarak antar titik ukur adalah 5 m. Pada saat dilakukan pengukuran, terdapat lalu lalang beberapa kendaraan bermotor yang tidak bisa dihindari. Pengukuran medan magnetik dilakukan dengan menggunakan proton magnetometer. Sebagai titik referensi, dipilih sebuah titik Base Station (BS) yang bebas dari pengaruh benda logam. Data medan magnet terukur harus dikoreksi untuk memperoleh nilai anomali medan magnetik. Nilai anomali tersebut berasosiasi dengan keberadaan benda target eksplorasi geomagnetik. Koreksi yang dilakukan adalah koreksi diurnal (yang mengacu ke titik BS) dan koreksi standar IGRF (sebagai acuan, yaitu nilai medan magnet bumi normal). Peta kontur medan magnetik anomali diperoleh dengan software Surfer. Filtering dengan low pass filter dilakukan untuk menihilkan pengaruh magnetik yang ditimbulkan oleh lalu lintas kendaraan bermotor yang lewat selama masa pengukuran. Peta kontur tersebut diolah lebih lanjut dengan software Magpick dan Mag2DC untuk mempertegas keberadaan benda penyebab anomali magnetik. Berdasarkan hasil perhitungan model anomali, dapat diperoleh distribusi nilai suseptibilitas magnetik. Dengan demikian, dapat ditentukan secara kualitatif keberadaan benda anomali berdasarkan perbedaan nilai suseptibilitas di bawah permukaan tanah. Untuk pembangunan infrastruktur, metode geomagnetik dipakai sebagai langkah awal untuk memahami kondisi dan struktur pelapisan bawah tanah, serta dapat memberi arti efisiensi dalam perencanaan pekerjaan pembangunan infrastruktur.
Estimasi Karakteristik Durasi Rupture Pada Gempa Pembangkit Tsunami Studi Kasus: Gempa Bumi Nias, 28 Maret 2005 Khoiridah, Sayyidatul; Utama, Widya
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang estimasi durasi rupture pada gempa bumi Nias, 28 Maret 2005 dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik dari gempa bumi pembangkit tsunami. Lokasi Nias dipilih pada penelitian ini karena dampak yang diakibatkan oleh gempa bumi Nias sangat dan dapat berpotensi terjadi tsunami. Data yang digunakan adalah wave form dengan komponen vertikal yang memiliki coverage yang baik dan noise-nya kecil. Hasil dari estimasi durasi rupture pada gempa Nias di masing-masing stasiun yaitu FURI 129,28 detik, KMI 51,93 detik, WRAB 90,25 detik, DGAR 151,15 detik, dan GUMO 105,30 detik. Hasil estimasi durasi rupture tersebut berpotensi kuat terjadi tsunami karena lebih dari 50 detik.
Estimasi Tinggi Gelombang Laut Menggunakan Citra Satelit Alos-Palsar, Studi Kasus Perairan Pulau Poteran, Sumenep Nadzir, Zulfikar Adlan; Jaelani, Lalu Muhamad; Sulaiman, Albertus
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi gelombang air laut adalah salah satu jenis ocean renewable energy (ORE) yang menjadi salah satu potensi kemaritiman dari Indonesia. Energi tersebut mempunyai beberapa keunggulan bila dibandingkan dengan energi fosil (minyak dan gas bumi) dan menjadi salah satu jenis energi terbarukan yang banyak diteliti dan dikembangkan oleh peneliti dari seluruh dunia. Salah satu upaya memetakan potensi energi gelombang laut adalah dengan menghitung tinggi gelombang air laut tersebut menggunakan berbagai metode pengamatan, salah satunya adalah Synthetic Aperture Radar (SAR). SAR adalah salah satu jenis sensor penginderaan jauh yang sedang berkembang dimana dapat memonitor dan memetakan tinggi gelombang air laut secara cepat dan efektif. Dalam penelitian ini, sebuah citra SAR diolah untuk mendapatkan tinggi gelombang di perairan Pulau Poteran, Madura. Pengolahan data citra SAR dilakukan dengan menggunakan metode Fast Fourier Transform (FFT) dan Band-Pass Filetring setelah mengalami proses pengolahan awal dengan perangkat lunak Matlab. Data SAR yang digunakan adalah citra satelit ALOS-PALSAR bertanggal 12 Mei 2009 dan diakuisisi dalam mode Full-Polarimetry. Hasil pengolahan menunjukkan bahwa di perairan sekitar Pulau Poteran, Madura mempunyai panjang gelombang dominan sebesar 559,0170 dan 883,8835 m dan periode sebesar 56,579 dan 89,3609 sekon yang memenuhi syarat menjadi sebuah swell. Tinggi gelombang signifikan (H1/3) yang dihasilkan mencapai 3,713 meter dengan rerata dari semua indeks matriks (H1/2) sebesar 2,986 meter.
Identifikasi Letak dan Kedalaman Cracks pada Bidang Longsor Menggunakan Metode Resistivitas 2D Konfigurasi Wenner-Schlumberger Studi Kasus Kecamatan Selorejo, Blitar Agustin, Arin Dwi; Utama, Widya; Rochman, Juan Pandu Gya Nur
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inventarisasi Potensi Kawasan Karst Pamekasan, Madura Utara Utama, Widya; Wijaya, Krishna; Aldi, Radem; Rismayanti, Hasibatul Farida; Budi; Suto
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan karst memiliki peran penting dalam ekosistem, seperti menyediakan air bersih, material alam berbasis kapur, dan pengendali perubahan iklim. Meskipun sangat berperan dalam ekosistem, kawasan karst rentan terhadap gangguan dinamika sosial ekonomi masyarakat yang tidak terarah. Salah satu kawasan karst yang terancam keberadaannya adalah di Kabupaten Pamekasan akibat adanya kegiatan pertambangan di kawasan tersebut. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian di kawasan karst guna mendukung penyusunan kebijakan mengenai perlindungan dan pemanfaatan kawasan karst. Penelitian ini bermaksud memetakan potensi kawasan karst dan membuat zonasi kawasan yang mengarah kepada pemanfaatan ekonomi namun mendukung upaya pelestarian kawasan karst di wilayah Pamekasan Utara. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data sekunder dan primer, pembuatan data base, analisis data, dan pembuatan peta zonasi dan potensi kawasan karst. Hasil survei menunjukkan bahwa kawasan karst berada di daerah sekitar Antiklin Tempajung dan Sinklin Eden di atas formasi Tmtn (Formasi Ngrayong). Karst yang ditemukan memiliki morfologi yang beraneka ragam, misalnya kerucut karst (lokasi: Tengah Kabupaten Pamekasan), gua (lokasi: Gunung Waru, Bongagung, dan Paseset), dan sungai bawah tanah. Selain itu, kawasan karst juga memiliki banyak potensi, di antaranya flora, fauna, sumber daya air, dan pariwisata. Melihat potensi kawasan karst maka akan lebih bermanfaat jika kawasan karst dilestarikan dari pada dijadikan daerah tambang. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kawasan karst di Pamekasan Utara tergolong ke dalam merokarst, potensi kawasan karst di wilayah tersebut terbagi menjadi dua yaitu potensi sebagai sumber daya alam dan potensi pariwisata, serta penataan ruang kawasan karst dikelompokkan menjadi kawasan lindung dan kawasan budidaya.
Karakterisasi Reservoar pada Litologi Karbonat Menggunakan Analisa Inversi Simultan Di Lapangan “MAF” Afianto, M. Afif; Lestari, Wien; Syaifuddin, Firman; Marianto, Farid Dasa
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia interpretasi geofisika, metode inversi masih menjadi metode efektif untuk mengetahui karakterisasi dari reservoar yang diteliti. Dari berbagai macam metode inversi, dikenal salah satunya adalah Inversi Acoustic Impedance (AI), yang telah dikenal dan digunakan untuk karakterisasi reservoar, baik dalam membedakan litologi maupun fluida. Namun, keterbatasan dari inversi AI adalah ketika membedakan litologi maupun fluida pada tipe batuan yang kompleks, yaitu karbonat. Karbonat memiliki karakteristik yang sulit untuk diprediksi dimana sering kali dijumpai memiliki nilai Impedansi dengan ambiguitas tinggi. Inversi Simultan menggunakan data seismik berupa angle yang terbagi kedalam near, mid dan far angle. Kemudian dilakukan inversi secara bersamaan menggunakan data angle gather dan wavelet hasil estimasi dari tiap range angle stack. Hasil yang didapatkan dari inversi ini adalah parameter Impedansi P, Impedansi S, Densitas dan rasio Vp/Vs, yang didapatkan melalui data gelombang P dan gelombang S. Pada penelitian ini dilakukan karakterisasi reservoar dengan menggunakan inversi simultan pada litologi karbonat di Formasi Ngimbang menggunakan dua sumur, AF2 dan AF3. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini, diketahui bahwa zona target memiliki nilai Impedansi P antara 33208 – 43341 (ft/s)*(gr/cc), Impedansi S antara 16088 – 25790 (ft/s)*(gr/cc), dengan persebarannya berada pada barat laut dari sumur AF2.
Survei Sub Bottom Profile (SBP) untuk Mengidentifikasi Lapisan Sedimen pada Muara Sungai Bengawan Solo Menggunakan Stratabox Marine Geophysical Instrument Putri, Innanda Rizqiani; Warnana, Dwa Desa; Syaifuddin, Firman
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendapan sedimen pada muara Sungai Bengawan Solo cukup besar, hal ini dikarenakan Sungai Bengawan Solo merupakan sungai yang terpanjang di Pulau Jawa. Sungai ini membawa banyak material sedimen sehingga akan terakumulasi pada muara sungai, yaitu pada muara Sungai Bengawan Solo di Pangkah - Gresik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisa ketebalan sedimen pada muara Sungai Bengawan Solo dan juga mengidentifikasi kedalaman muara sungai. Ketebalan sedimen dan kedalaman muara dapat diidentifikasi dengan melakukan survei Sub Bottom Profile (SBP). Survei SBP ini memanfaatkan gelombang akustik yang ditembakkan ke bawah permukaan air. Bedasarkan data SBP yang telah dilakukan analisa, maka dapat diperoleh kedalaman sungai berkisar 0.5 - 6 meter, kedalaman muara sungai berkisar 0.3 - 0.8 meter, dan kedalaman muara sungai menuju ke laut berkisar 5 - 7 meter. Berdasarkan peta kontur ketebalan sedimen, dapat dianalisa bahwa ketebalan sedimen sekitar 1 meter.
Identifikasi Intrusi Air Laut Pada Air Tanah Menggunakan Metode Induced Polarization Studi Kasus Daerah Surabaya Timur Aryaseta, Bagas; Warnana, Dwa Desa; Widodo, Amien
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar air tanah di wilayah kota Surabaya sudah mengalami intrusi air laut dan memiliki kadar garam yang tidak sesuai standar air minum. Permasalahan akifer air tanah yang sudah terintrusi air laut diidentifikasi menggunakan metode Induced Polarization dilengkapi dengan data sumur dan data resistivity sebagai data pelengkap. Pengukuran data sumur dilakukan di beberapa lima belas titik di Surabaya Timur yang hasilnya menunjukkan parameter-parameter air seperti salinitas, TDS, konduktivitas, dan pH. Pengukuran Induced Polarization dan Resistivity metode Wener-Schlumberger dilakukan di tiga lintasan di Surabaya Timur yang tersebar di daerah air asin, air payau rendah, dan air tawar. Penampang Chargeability dan Resistivity memiliki penetrasi kedalaman 9 m menunjukkan hasil yang cukup baik dalam mengidentifikasi akifer air tanah. Akifer dengan nilai resistivitas rendah (6.81 ohm.m) dan chargeabilitas rendah (<0.302 msec) besar kemungkinan merupakan air asin.

Page 5 of 22 | Total Record : 211