cover
Contact Name
Maryadi
Contact Email
geosaintek.geofisika@its.ac.id
Phone
+6281315187857
Journal Mail Official
geosaintek.geofisika@its.ac.id
Editorial Address
Gedung Departemen Teknik Geofisika Lantai 2, Jl. Raya ITS, Kampus ITS, Sukolilo, Surabaya 60111, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : https://doi.org/10.12962/j25023659
Core Subject : Science,
Jurnal Geosaintek mempublikasikan dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian
Articles 211 Documents
Determination Of Source Rock Potential Using Toc Model Log, Ngimbang Formation, North East Java Basin Fatahillah, Yosar; Utama, Widya; Hilyah, Anik; Suprayogi, Kukuh
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ngimbang Formation is known as one major source of hydrocarbon supply in the North Eastern Java Basin. Aged Mid-Eocene, Ngimbang is dominated by sedimentary clastic rocks mostly shale, sandstone, including thick layers of limestone (Mostly in Lower Ngimbang), with thin layers of coal. Although, laboratory analyses show the Ngimbang Formation to be a relatively rich source-rocks, such data are typically too limited to regionally quantify the distribution of organic matter. To adequately sample the formation both horizontally and vertically on a basin–wide scale, large number of costly and time consuming laboratory analyses would be required. Such analyses are prone to errors from a number of sources, and core data are frequently not available at key locations. In this paper, the authors established four TOC (Total Organic Carbon Content) logging calculation models; Passey (1990), Schmoker-Hester (1983), Meyer-Nederloff (1984), and Decker/ Density Cross plot Model (1993) by considering the geology of Ngimbang in North Eastern Java Basin. Three wells data along with its available core data was used to determine the most suitable model to be applied in the formation, as well as to compare the accuracy of these TOC model values. Cutoff value of 1.5 in deviation was applied to quantify the minimum amount of acceptable error. This cutoff value was applied based on the standardized TOC model to core deviation used for qualitative interpretation column to scaling ratio. Since, Meyer-Nederloff model couldn’t be used to determine the TOC value as other three models, this model was only used as standard comparison model.
Inversi 1-D Pada Data Magnetotellurik Di Lapangan X Menggunakan Metode Occam Dan Simulated Annealing Wijaya, R. Aldi Kurnia; Bahri, Ayi Syaeful; Warnana, Dwa Desa; Darmawan, Arif
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode magnetotellurik merupakan salah satu metode elektromagnetik pasif yang mengukur fluktuasi medan listrik (E) dan medan magnet (B) dengan tujuan untuk menentukan konduktivitas bawah permukaan. Proses inversi dilakukan untuk memodelkan kondisi bawah permukaan. Dalam penelitian ini proses inversi dilakukan dengan metode Occam dan Simulated Annealing. Metode Occam merupakan metode untuk menyelesaikan permasalahan non-linier menggunakan pendekatan linier sedangkan metode Simulated Annealing merupakan metode untuk menyelesaikan permasalahan non-linier menggunakan pendekatan global, berupa Guided Random Search. Untuk menyelesaikan permasalahan non-linier tersebut dibuat program berbasis Matlab yang dengan menggunakan algoritma Occam dan Simulated Annealing. Dalam penelitian ini digunakan data sintetik dan data hasil pengukuran di lapangan panas bumi X dengan menggunakan metode magnetotellurik. Tahapan dalam penelitian ini adalah pembuatan program, validasi menggunakan data sintetik, validasi dengan membandingkan hasil inversi program konvensional (WinGlink), dan analisa penampang 1-D. Hasil dari penelitian ini adalah analisa terhadap penampang cross section resistivitas 1-D hasil inversi sehingga diketahui sebaran konduktivitas di Lapangan X.
Inversi Bersama Gelombang Pp Dan Ps (Joint Pp And Ps Inversion) Untuk Menganalisa Litologi Reservoir Dezulfakar, Hafidz; Syaifuddin, Firman; Utama, Widya
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan gelombang P (PP wave) dalam eksplorasi seismik kurang mampu menggambarkanlitologi khususnya pada daerah yang tersaturasi fluida. Gelombang PS (converted wave) yang merupakanhasil pantulan gelombang P menjadi gelombang S telah digunakan untuk mengatasi permasalahantersebut dengan menggunakan proses inversi yang mengkombinasikan kedua data seismik PP dan PSsecara bersamaan (joint inversion). Hasil joint inversion berupa parameter impedansi akustik (impedansiP), impedansi shear (impedansi S), densitas serta parameter turunan yaitu rasio Vp/Vs yang lebih sensitifterhadap litologi dan fluida. Dilakukan dua alur penelitian, alur penelitian pertama menggunakan dataseismik PS stack PS time yang harus dilakukan proses konversi domain waktu dari domain PS timemenjadi domain PP time. Hasil pada alur penelitian pertama memiliki hasil yang kurang baik dikarenakanadanya keterbatasan pada proses konversi domain. Pada alur penelitian kedua digunakan data seismikPS stack PP time yang menjawab keterbatasan pada alur penelitian pertama. Sehingga didapat hasilinversi berupa parameter impedansi P, impedansi S, densitas, dan rasio Vp/Vs dengan nilai korelasiterhadap sumur secara berturut-turut adalah 0.955339, 0.936588, 0.923806 dan 0.781296. Didapatsebaran litologi sandstone dan shale dari crossplot parameter impedansi P dan impedansi S. Sedangkanlitologi reservoir sandstone tersaturasi hidrokarbon didapat dari crossplot antara parameter impedansi Pdan rasio Vp/Vs. Dengan demikian, reservoirsand stone tersaturasi hidrokarbon dapat diperkirakanterletak di antara kedalaman marker sumur beta1 dan MF4 yaitu pada kedalaman sekitar 1350 ms dan1400 ms.
Karakterisasi Parameter Fisik Batuan Vulkanik Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur Fajrina, Yulia Nur
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah kawasan yang memiliki aktivitas vulkanik, mempunyai potensi sumber daya yangdapat dimanfaatkan sebagai sumber energi panas bumi hingga cadangan hidrokarbon. Namuneksplorasi untuk lingkungan vulkanik masih menjadi tantangan terutama untuk metode seismik.Tujuandari penelitian ini ialah untuk mengkarakterisasi fisik dan analisa hubungan antara parameter densitas,kecepatan Vp, atenuasi, dan resistivitas pada batuan vulkanik studi kasus Gunung Arjuno-Welirang.Penelitian diawali dengan pengambilan sampel di lapangan dan pembuatan coring batuan sehinggadidapatkan 45 coring batuan, dari 16 sampel batuan, yang mewakili 6 satuan batuan. Kemudiandilakukan pengukuran parameter resistivitas dengan metode konfigurasi axial resistivity, pengukurandensitas dengan prinsip Archimedes, dan pengukuran kecepatan Vp serta atenuasi dengan transmisigelombang ultrasonik. Maka didapatkan hasil rentang parameter densitas batuan vulkanik ArjunoWelirang berkisar antar 2400 – 2900 kg/m3, sedangkan rentang resistivitas bervariasi dari 30-185kOhm.m. Kemudian rentang nilai kecepatan Vp bervariasi dari 5100-6700 m/s, dengan koefisienatenuasinya memiliki rentang 0.05–0.23x10-3dB/m, dimana nilai densitas akan berbanding lurus dengankecepatan Vp, dan nilai resistivitas akan berbanding terbalik dengan densitas-kecepatan Vp.Berdasarkan perbedaan trend dan sebaran data pada crossplot, maka batuan vulkanik sampel dapatdikelompokkan 3 kategori produk batuan vulkanik, yakni produk kategori lava, piroklastik, dan lavavesikular. Berdasarkan analisa petrolog, batuan vulkanik Arjuno-Welirang memiliki tipe intermediatemafik dengan nama batuan dominasi andesit-basaltik dan basalt. Diharapkan karakterisasi ini dapatmenjadi referensi untuk memodelkan bawah permukaan dan membantu metode eksplorasi geofisika dilingkungan vulkanik.
Karakterisasi Reservoir Gas Biogenik Pada Lapangan “TG” Dengan Menggunakan Atribut Inversi IA Dan Dekomposisi Spektral Putri, Natassa Adi; Warnana, Dwa Desa; Wijaya, Priatin Hadi
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gas Biogenik merupakan gas yang relatif dangkal terbentuk pada ekosistem lautan yangdangkal. Telah banyak ditemukan hidrokarbon dengan jenis gas biogenik di Indonesia, salah satunyaadalah di Lapangan “TG”. Oleh karena itu, dibutuhkan karakterisasi reservoir pada lapangan ini untukmemvalidasi keterdapatan hidrokarbon dan mengetahui reservoir dari lapangan tersebut. Metode yangdigunakan adalah metode inversi seismik model based dengan parameter hard constraint untukmengetahui properti fisik dari reservoir Lapangan “TG” dan dekomposisi spektral dengan metodeContinuous Wavelet Transform (CWT) untuk mengetahui akumulasi dari gas biogenik di reservoirtersebut. Inversi seismik kemudian dikorelasikan dengan porositas sehingga membentuk penampangporositas pada daerah yang menjadi ketertarikan studi (interest) dan memiliki indikasi keterdapatan gasbiogenik. Didapatkan bahwa Impedansi Akustik tinggi yang menjadi daerah interest merupakan reservoirkarbonat dengan IA bernilai 4800-5300 (m/s)*(g/cc) dan dominan frekuensi pada frekuensi 16 Hz.
Pemodelan Data Seismik Lingkungan Vulkanik Ghazalli, Muhammad; Widodo, Amien; Syaifuddin, Firman
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksplorasi hidrokarbon saat ini mengharuskan geosaintis untuk mencari area baru yangsebelumnya dianggap tidak menghasilkan hidrokarbon. Dengan ditemukannya rembesan minyak padadaerah vulkanik mengindikasikan adanya petroleum play aktif yang memiliki cadangan hidrokarbon.Ketidakmampuan gelombang seismik untuk menggambarkan bawah permukaan pada daerah vulkanikmenjadikan dibutuhkannya pemodelan seismik. Pemodelan seismik akan memodelkan ataumerekonstruksikan penjalaran gelombang seismik pada model geologi yang telah ditentukan, padakasus ini model geologi yang digunakan adalah model geologi pada lingkungan vulkanik. Penelitian inimenggunakan 2 model, yang pertama adalah model “Kue Lapis” dan yang kedua adalah model “Serayu”yang merupakan model kompleks dari cekungan North Serayu di Jawa tengah. Kedua model tersebutmemiliki lapisan basalt dengan tebal 200 m yang menutupi lapisan bawahnya yang menjadi targetkarena menyimpan cadangan hidrokarbon. Dari hasil pemodelan dapat dilihat fenomena gelombangketika merambat melalui lingkungan vulkanik. Data hasil pemodelan kemudian direkonstuksikan ulangdengan menggunakan pengolahan data seismik menggunakan alur pengolahan seismik konvensionalmulai dari geometri hingga migrasi. Hasil olahan tersebut akan dibandingkan dengan model yang telahdibuat dan dilakukan analisa. Dihasilkan bahwa dibutuhkan disain akuisisi yang khusus untuk lingkunganvulkanik karena keterbatasan gelombang untuk melakukan penetrasi pada lapisan tipis dan memilikikontras kecepatan yang besar lalu pengaruh koreksi statik yang sangat mempengaruhi data dikarenakanelevasi topografi dan kemudian ditemukan fenomena multiple ketika gelombang melewati lapisan basaltdan berkurangnya resolusi seismik ketika melewati lapisan basalt dikarenakan gelombang cenderungditeruskan mengikuti hukum Fermat.
Pengukuran Resistivitas Model Terowongan Dalam Rangka Evaluasi Desain Sistem Monitoring Menggunakan Metoda Resistivitas Syaifuddin, Firman
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi transportasi masal yang berkembang di indonesia khususnya didaerah perkotaan saat ini banyak terkendala oleh kurang tersedianya lahan, sehingga memaksapemerintah untuk membuat sarana transportasi masal dengan kebutuhan lahan minim, salah satualternatif solusi adalah sarana transportasi dengan sistem terowongan. Kondisi iklim Indonesia yangmemiliki tingkat kelembaban udara dan tingkat pelapukan yang tinggi mengakibatkan mudahberkurangnya kekuatan suatu bangunan khususnya terowongan yang dibangun di bawah permukaantanah. Hal ini sangat dipengaruhi oleh tingkat kejenuhan air pada lapisan tanah atau batuan penutupsuatu terowongan. Dengan memanfaatkan sifat resistivitas air yang rendah maka dapat dilakukanmonitoring kekuatan suatu bangunan terowongan dengan metoda resisitivitas. Metoda resistivitas adalahsalah satu metoda geofisika yang memanfaatkan sifat kelistrikan suatu meterial tertentu untukmengetahui kondisi suatu lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan. Pada penelitian ini, sebagaibagian dari evaluasi desain sistem monitoring kondisi bangunan terowongan dilakukan pembuatan modelfisik terowongan dengan skala tertentu. Model fisik dibuat dengan menggunakan beberapa material yangberbeda agar dapat merepresentasikan sifat batuan pada kondisi sebenarnya. Hasil pengukuranresistivitas secara jelas dapat menunjukan adanya terowongan yang memiliki nilai resistivitas tinggisedangkan lapisan yang tingkat kejenuhan airnya tinggi ditunjukan dengan nilai resistivitas yang rendah.
Penerapan Metode Very Low Frequency Electromagnetic (VLF-EM) Untuk Mendeteksi Rekahan Pada Daerah Tanggulangin, Sidoarjo Shofyan, Muhammad Shafran; Hilyah, Anik; Rochman, Juan Pandu Gya Nur
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengeboran sumur gas baru milik PT Lapindo Brantas yang berada di Tanggulangin, Sidoarjodinilai memiliki risiko yang tinggi. Hal ini berdasarkan kondisi geologi dan pergerakan lempeng tektonik,dimana daerah Sidoarjo sangat rentan terhadap terjadinya erupsi lumpur panas. Selain itu, peristiwameluapnya lumpur panas di Porong, Sidoarjo menyebabkan tanah di sekitar Sidoarjo memiliki banyakrekahan, yang berpotensi dapat memperluas daerah semburan lumpur panas. Oleh sebab itu, perludilakukan penelitian yang berjudul “Penerapan Metode Very Low Frequency Electromagnetic (VLF-EM)Untuk Mendeteksi Rekahan Pada Daerah Tanggulangin, Sidoarjo” yang bertujuan untuk mendeteksirekahan yang berada di daerah pengeboran sumur gas baru PT Lapindo di Tanggulangin, Sidoarjo.Metode VLF-EM digunakan karena metode ini efektif untuk melakukan pemetaan kondisi bawahpermukaan seperti rekahan dan patahan dengan penetrasi kedalaman sekitar 50 meter. Berdasarkanhasil penelitian yang sudah dilakukan, diketahui bahwa daerah pengeboran sumur gas baru milikLapindo terdapat banyak sekali rekahan-rekahan yang memiliki arah Barat Daya-Timur Laut. Denganbanyaknya rekahan ini, pengeboran sumur gas baru milik PT Lapindo sangat berisiko karena dapatmenyebabkan penurunan tanah di daerah sekitar dan dikhawatirkan dapat memperluas semburanlumpur panas pada daerah tersebut.
Karakterisasi Reservoir Karbonat Dengan Aplikasi Seismik Atribut Dan Inversi Seismik Impedansi Akustik Alifudin, Ridho Fahmi; Lestari, Wien; Syaifuddin, Firman; Haidar, M. Wahdanadi
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis reservoir sangat penting dalam dunia minyak dan gas pada suatu wilayah untuk mengetahui cadangan maupun karakter dari reservoir itu sendiri. Oleh karena itu adanya analisis seismik atribut dan aplikasi seismik inversi dapat membantu interpreter mempermudah dalam menganalisis reservoir. Dari data seismik, geologi dan data sumur, peneliti dapat menganalisis prospek keberadaaan hidrokarbon pada daerah penelitian. Metodologi pengerjaan penelitian ini meliputi tahap pengumpulan data, tahap pengolahan data log dan seismik, interpretasi horizon dan fault, pembuatan time & depth structure map, analisis atribut seismik dan inversi seismik. Reservoar Karbonat pada lapangan penelitian mempunyai nilai impedansi yang tinggi yaitu 35392 – 48482 ((ft/s)*(g/cc)), namun terdapat potensi hidrokarbon pada reservoar dengan nilai impedansi lebih rendah yaitu 30717 – 34645 ((ft/s)*(g/cc)).
Analisis Peta Struktur Domain Kedalaman dengan Interpretasi Seismik 3D dalam Studi Pengembangan Lapangan “Kaprasida”, Blok “Patala”, Energi Mega Persada Tbk Rahman, Fahmi Aulia; Bahri, Ayi Syaeful; Rochman, Juan Pandu Gya Nur
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan lapangan migas masih sangat digencarkan, khususnya pada Lapangan “Kaprasida”. Pada lapangan ini dilakukan studi pengembangan terhadap reservoar sekunder, yaitu pada Formasi Transisi, Upper Menggala, dan Lower Menggala. Reservoar sekunder masih menyimpan beberapa struktur jebakan hidrokarbon yang perlu analisis lebih dalam. Oleh karena itu, pada lapangan ini dilakukan proses reinterpretasi terhadap patahan dan lapisan tersebut, sehingga menghasilkan peta struktur domain waktu dan domain kedalaman. Maksud dari penelitian ini adalah untuk melakukan reinterpretasi yang menghasilkan peta struktur domain waktu dan kedalaman, sehingga dapat melakukan analisis pada peta struktur. Setelah dilakukan analisis pada peta struktur domain kedalaman ketiga lapisan, didapatkan beberapa zona target berupa beberapa struktur antiklin. Zonasi struktur antiklin terdapat pada wilayah barat TG2, selatan TG2, timur TG2, barat TG4, dan utara TG1. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan struktur jebakan hidrokarbon baru untuk kegiatan pengembangan Lapangan “Kaprasida”.

Page 4 of 22 | Total Record : 211