cover
Contact Name
Vinus Zai
Contact Email
vinuszai281085@gmail.com
Phone
+6282245339767
Journal Mail Official
vinuszai281085@gmail.com
Editorial Address
Bukit Trawas II Kavling C-108, Ketapanrame, Kec. Trawas, Kab. Mojokerto, Jawa Timur 61375
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
GENEVA: Jurnal Teologi dan Misi
ISSN : 20888368     EISSN : 30900905     DOI : https://doi.org/10.71361/geneva.v6i2
Fokus dan Lingkup di dalam Jurnal ini adalah: Teologi Biblikal, Teologi Sistematika, Teologi Praktika, Teologi Misi, dengan bercorak tradisi Reformasi atau Reformed.
Articles 65 Documents
PERDAMAIAN DAN REKONSILIASI: SEBUAH EKSPLANASI KEKERASAN BERBASIS AGAMA DAN UPAYA MELAMPAUINYA Alexander, Michael
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 9 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v9i2.16

Abstract

Peace is not just a condition of the absence of direct violence. Peace includes conditions for each group of people to obtain equal rights and opportunities. Religions have an ambivalent role. On the one hand intolerance and discrimination based on religion is a fact in a pluralistic society. On the other hand, religions have the power to promote equality, justice, peace and mutual welfare. This paper will describe both sides: First, by arguing that religious violence is not solely rooted in religious practice. There is a reciprocal relationship between religious practices and the social context. The first is insufficient to bring the contradiction into direct violence. Whereas the second is a necessary prerequisite. However, religion is not merely instrumented by interests. Religion has an inherent potential to actualize violence. At the second part of this paper will be present two correlational approaches of religions oriented towards global ethics and liberation praxis. Both of these orientations are proposed as a way out of the impasse of the relations of religions based on epistemological truth or soteriological criteria. Finally, the reconciliation of religions will be achieved when the dialogue of works that struggled for the welfare of humanity and the earth becomes the common goals and responsibility of religions. Key Words: Peace, religions, ambivalence, violence, common walfare, reconciliation
PENGARUH KEMAMPUAN DOSEN PRODI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK) DALAM MENGOLAH PROSES BELAJAR MENGAJAR TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PARA PESERTA DIDIK SEMESTER 7 PAK Hura, Rosnila
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 9 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v9i2.17

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan dosen Prodi Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam mengolah proses belajar mengajar terhadap kepuasan para peserta didik setelah mengikuti perkuliahan selama satu semester. Diharapkan kemampuan dosen dapat memberikan kepuasan  kepada para peserta didik semester 7 PAK Di Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah. Penilitian ini memusatkan pembahasan dalam dua hal, yakni: Tingkat kepuasan ditinjau dalam dua aspek, yaitu aspek nilai akademik dan aspek respons atau tindakan mahasiswa selama mengikuti proses perkuliahan bahkan sesudah mengikuti proses perkuliahan. Kesimpulannya adalah kemampuan yang dimiliki dosen dalam mengolah proses belajar-mengajar, diharapkan dapat memengaruhi tingkat kepuasan para peserta didik. Kata kunci: kemampuan dosen PAK; mahasiswa semester 7; STTIAA;  
PERANAN ROH KUDUS DAN RELEVANSINYA PADA KEHIDUPAN PELAYANAN RASUL PETRUS Liman, Vincentius
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 10 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v10i1.24

Abstract

                                          AbstracThe purpose of this writing is to prove that the Holy Spirit who is a person of the Triune God plays an active role and works in the Apostles, especially in the life of the Apostle Peter. However, it should not be understood that the Holy Spirit only worked on the Apostle Peter. The doctrine of the Holy Spirit as the Person of God is very important of the Apostle Peter's ministry call to the end of his life, with the aim of knowing and identifying the role of the Holy Spirit in the life of the Apostle Peter to understand where all God's Work is fulfilled through the Holy Spirit, in other words the Holy Spirit is the executor of all God's work. Especially after the ascension of Christ Jesus to Heaven, the Holy Spirit was poured out and played an active role in the life of the Apostle Peter. The role of the Holy Spirit is so clearly seen in the life of the Apostle Peter, the Holy Spirit accompanied the Apostle Peter in his ministry, not only accompanying Him but even transforming the life of the Apostle Peter. What a tremendous change occurred in the life of the Apostle Peter. The author describes how the early life.Keyword : Holy Spirit, Ministry Life, Transformation, Apostle Peter.Abstrak - Tujuan Penulisan ini adalah membuktikan bahwa Roh Kudus yang adalah satu pribadi dari Allah Tritunggal berperan Aktif dan berkarya dalam diri para Rasul, khususnya dalam kehidupan pelayanan Rasul Petrus. Namun hal ini tidak boleh dipahami bahwa Roh Kudus hanya berkarya pada Rasul Petrus saja. Doktrin mengenai Roh Kudus sebagai Pribadi Allah sangatlah penting untuk dipahami dimana semua Pekerjaan Allah tergenapi melalui Roh Kudus, dengan kata lain Roh Kudus adalah pelaksana dari semua pekerjaan Allah. Khususnya setalah kenaikan Kristus Yesus ke Sorga, Roh Kudus dicurahkan dan berperan aktif pada kehidupan pelayanan Rasul Petrus. Peranan Roh Kudus itu begitu jelas terlihat dalam kehidupan Rasul Petrus, Roh Kudus menyertai Rasul Petrus dalam Pelayanannya, tidak hanya menyertai Dia bahkan mentransformasi Kehidupan Rasul Petrus. Sungguh sebuah perubahan yang sangat luar biasa terjadi dalam kehidupan Rasul Petrus. Penulis memaparkan bagaimana awal kehidupan panggilan pelayanan Rasul Petrus hingga akhir hidupnya, dengan tujuan mengetahui dan mengidentifikasikan adanya peran Roh Kudus dalam kehidupan Rasul Petrus.Kata Kunci : Roh Kudus, Kehidupan Pelayanan, Transformasi, Rasul Petrus.
EFEKTIVITAS KELOMPOK GALI BACA ALKITAB DAN IMPLEMENTASINYA TERHADAP PERILAKU JEMAAT DI GEREJA KEBANGUNAN KALAM ALLAH INDONESIA CABANG TENGGILIS MEJOYO SURABAYA Tejalaksana, Sandy
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 10 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v10i1.25

Abstract

ABSTRAKFirman Tuhan adalah pelita bagi kaki dan terang bagi jalan kita. Firman Tuhan bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Yakobus 1:22 menyatakan bahwa hendaknya kita menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja, sebab jika tidak melakukan Firman Tuhan maka kita hanya menipu diri sendiri. Penulis meneliti dan mengamati kelompok Gali Baca Alkitab (GBA) yang ada di Gereja Kebangunan Kalam Allah Indonesia cabang Tenggilis Mejoyo Surabaya yang telah menyelesaikan pembacaan Alkitab selama periode tahun 2018-2019. Penelitian ini menunjukkan bahwa Alkitab sanggup mengingatkan, menegur dan mengubahkan perilaku jika kita sungguh-sungguh merenungkannya. Sebagai orang percaya, kita juga dituntut untuk terus setia dan tidak meninggalkan kebiasaan baik membaca, merenungkan dan melakukan Firman Tuhan setiap hari.Kata kunci; Geneva, STTIAA, Alkitab, Merenungkan, PerilakuABSTRACTGod’s Word is a lamp to our feet and a light for our path. God’s Word is profitable for teaching, for reproof, for correction, and for training in righteousness. James 1:22 states that we must be doers of the Word and not hearers only because if we do not do the Word of God then we are only deceiving ourselves. The author made a survey to examine and observe one group of Reading and Meditating on Bible at Gereja Kebangunan Kalam Allah Indonesia, the Tenggilis Mejoyo branch in Surabaya. This group has finished the 2018-2019 Bible Reading Group program (which is called GBA: Gali Baca Alkitab). The survey shows that the Bible is able to remind, to rebuke, and to change our behavior when we really meditate on it. As believers, we are being asked to continue to be faithful and not to quit from the good habit of reading, meditating and practicing on God’s Word every day.Keywords; Geneva, STTIAA, Bible, Meditate, Behaviour
“TRUTH CLAIM” PETRUS, STEFANUS DAN PAULUS DALAM KISAH PARA RASUL Limpele, Stefanus Maurits
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 10 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v10i1.26

Abstract

Kebenaran itu absolut dan tidak dapat digantikan oleh apapun. Ketika kekristenan membicarakan tentang Yesus Kristus dan semua kebenaran Alkitab, itu memberi petunjuk bahwa tidak ada kebenaran lain di luar Kristus.
PERSEPSI JEMAAT TERHADAP KHOTBAH DAN DOA SYAFAAT DALAM IBADAH MINGGU DI GEREJA PERSEKUTUAN KRISTEN (GEPEKRIS) TRETES – PASURUAN Yosua, Imanuel
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 10 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v10i1.27

Abstract

ABSTRAK Agar ibadah mampu menjadi sarana bagi pertumbuhan iman jemaat, maka perlu untuk diperhatikan penataan ibadahdalam kegiatan ibadah, secaara khusus ibadah minggu. Melalui penataan ini, diharapkan jemaat yang hadir memiliki “pengalaman rohani”, sehingga pengalaman tersebut dapat menjadi kekuatan menghadapi tantangan kehidupan. Penataan yang dilakukan fokus terhadap tata ibadah dan elemen ibadah yang ada. Khotbah dan doa syafaat merupakan elemen ibadah yang sangat penting. Sebagai elemen integral dari ibadah, khotbah dan doa syafaat diharapkan mampu memenuhi kebutuhan jemaat. GeEPEKRIS adalah salah satu gereja yang melakukan upaya dalam rangka optimalisasik kedua elemen ibadah minggu ini. Upaya tersebut diantaranya dilakukan oleh gereja dan jajaran hamba Tuhan di GEPEKRIS Tretes.  Apa yang dilakukan oleh gembala jemaat dan jajarannya di GEPEKRIS Tretes ini menjadi langkah positif bagi upaya gereja melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Namun, harus disadari, bahwa keberhasilan yang diharapkan dapat terwujud ketika gereja dan jemaat dapat bekerja sama dengan baik. Salah satu faktor penting dalam membangun kerjasama ini adalah persepsi jemaat terhadap khotbah dan doa syafaat. Hal ini dikarenakan, persepsi yang dimiliki jemaat memiliki pengaruh yang kuat bagi sikap. Kata kunci; persepsi jemaat;khotbah dan doa syafaat; Gereja Persekutuan Kristen.  ABSTRACT In order for worship to be a means for the growth of congregational faith, it is necessary to pay attention to the arrangement of worship in worship activities, in particular Sunday worship. Through this arrangement, it is hoped that the congregation who is present will have "spiritual experiences", so that these experiences can be a strength in facing life's challenges. The arrangement that was carried out was focused on the existing worship procedures and elements of worship. The sermon and intercession are very important elements of worship. As an integral element of worship, preaching and intercession are expected to be able to meet the needs of the congregation. GeEPEKRIS is one of the churches making efforts to optimize the two elements of worship this week. Among these efforts were carried out by the church and the ranks of God's servants at GEPEKRIS Tretes. What has been done by the pastor of the congregation and his staff at GEPEKRIS Tretes is a positive step for the church's efforts to carry out its duties and responsibilities. However, it must be realized, that the expected success can be realized when the church and the congregation can work together well. One of the important factors in building this collaboration is the congregation's perception of sermons and intercession. This is because the perception that the congregation has a strong influence on attitudesKeywords; perceptions of the congregation; sermons and intercession; GEPEKRIS
PENTINGNYA PENDIDIKAN BAGI ORANG DEWASA SERTA MEWUJUDKANNYA DALAM KEHIDUPAN DI JEMAAT GEREJA GBI KERAJAAN ALLAH SURABAYA Lestariningsih, Dwi
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 10 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v10i1.28

Abstract

Abtraksi             Pendidikan tidaklah mengenal akan usia bagi yang ingin tetap terus belajar, namun kadang kurang tempat atau kesempatan bagi mereka yang telah dikatakan sebagai orang dewasa. Tidak menutup kemungkinan bagi para orang dewasa untuk tetap bisa terus mengembangkan kemampuannya lewt belajar.               Ada beberapa wadah yang bisa untuk terus belajar salah satunya di dalam Gereja, yang harus tanggap terhadap kebutuhan jemaatnya tidak hanya pndidikan dalam pembelajaran kerohanian namun juga dapat memberi kesempatan kepada jemaatnya yang sudah dewasa untuk terus belajar guna memperlengkapi kemampuan dan ketrampilannya.               Bukti keantusiasan di jemaat GBI kerajaan Allah untuk mau mendatangi acara-acara pembelajaran baik untuk kerohanian atupun pembelajaran ketrampilan.              Kata Kunci : Pendidikan, Orang Dewasa, di Gereja Abstract           Education does not recognize the age that wants to keep learning, but sometimes lacking of place or opportunity for those who have been said as adults.  It does not close the possibilities for adults to continue to develop their skills through learning. There are several platfroms that can be used to continue the learning system, Church  can be one of them; that must be aware of the needs of the church members not only in spiritual learning,  but can also providde opportunity for the adult members to keep learning in order to equip their abilities and skills.             Evidence of enthusiasm of the members of GBI Church Kingdom of God to be able to atten education events for both  spiritualy and skills learning.             Key Word : Education, Adult, Church
KAJIAN TEOLOGIS PERTUMBUHAN ROHANI DAN KEPEMIMPINAN YANG MENGHAMBA Endang, Susana
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 10 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v10i2.31

Abstract

Mencermati judul di atas maka kita tahu bahwa pada saat ini dibutuhkan kepemimpinan yang menghamba. Sebab dewasa ini baik dalam masyarakat umum, lembaga-lembaga kristen maupun sekolah teologia banyak pemimpin tetapi pemimpin yang menghamba sangat kurang. Banyak pemimpin yang kurang mempunyai sifat positif, konstruktif dan kreatif, banyak pemimpin yang orientasi hidupnya tidak memenuhi syarat untuk berkenan kepada Tuhan yaitu pemimpin yang menghamba.Paulus sebagai tokoh dan pemimpin dalam Alkitab yang dinamis, dia melihat banyak pemimpin pada zamannya kurang berhasil. Kesuksesan seorang pemimpin terletak  pada keseriusannya, kerja kerasnya yang disertai dengan iman yang murni serta kerendahan hati, yaitu seorang pemimpin adalah seorang yang dapat melayani dengan hati yaitu pemimpin yang menghamba. Iman seorang pemimpin harus nyata dan percaya bahwa Tuhan pasti buka jalan, yaitu dapat melihat celah-celah hidup jalan Allah yang disediakan secara wajar atau melalui mujizat, seorang pemimpin tahu sasaran yang pasti dan tidak takut akan adanya tantangan dan rintangan, semua dihadapi dengan hikmat dan kebijaksaan dari Allah.Karena itu dibutuhkan pemimpin yang penuh dedikasi dan dapat dipercaya serta hati yang murni penuh dengan pengabdian serta hati yang menghamba.
PENGEMBANGAN JIWA KEWIRAUSAHAAN DALAM PROGRAM GEREJA MITRA DI GEREJA KRISTEN ABDIEL KASIH KARUNIA CENGKONG, TUBAN, JAWA TIMUR Barlian, Rei Rubin; Kristiani, Ana Budi
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 10 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v10i2.32

Abstract

Program Gereja Mitra adalah proyek penyehatan gereja, di mana gereja yang dinilai tidak sehat dipasangkan dengan gereja yang sehat dengan tujuan dapat menyehatkan gereja yang dinilai bermasalah. Komponen penting gereja yang sehat adalah: leadership, manajemen, keuangan dan kerohanian yang baik. Salah satu kontribusi yang diharapkan dari program gereja mitra adalah menyehatkan perekonomian gereja atau jemaat. Pendekatan yang dilakukan melalui pengembangan jiwa kewirausahaan jemaat yang berdampak pada kesehatan keuangan gereja. Tujuan penelitian ini menolong GKA Kasih Karunia Cengkong yang mengalami masalah keuangan melalui Program Gereja Mitra, dengan menunjuk GKA Gracia Surabaya sebagai gereja penolong. Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk membandingkan hasil pelatihan pengembangan jiwa kewirausahaan kepada jemaat GKA Gracia Surabaya usia produktif, yang dilakukan sebanyak tiga kali. Data diambil dua kali setelah pelatihan II dan III untuk mengetahui peningkatan jiwa kewirausahaan jemaat yang menjadi pendorong melakukan kewirausahaan dan berdampak bagi penyehatan ekonomi jemaat dan gereja. Kata kunci; gereja mitra; penyehatan; pengembangan; kewirausahaan.
MISI KRISTEN TENTANG OKULTISME DAN SIGNIFIKANSINYA BAGI PEMUDA-PEMUDI KRISTIANI Handoko, Handoko
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 10 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v10i2.35

Abstract

Abad 21 akan terus berjalan tanpa mengenal kata ‘berhenti’ sedikitpun,  dan oleh karena pergeseran ini akan semakin jauh apabila tak mengikutnya, khususnya bagi umat Kristiani di Indonesia yang harus semakin tanggap, serta merespon dengan sigap kebutuhan yang vital untuk memperlengkapi para hamba Tuhan. Khususnya dalam hal-hal yang berhubungan dengan okultisme (kepercayaan kepada kekuatan gaib yang dapat dikuasai manusia atau kajian tentang kekuatan gaib-KBBI),  sebenarnya setiap umat-Nya telah memahami dengan sangat jelas bahwa di Indonesia memiliki banyak suku dan budaya sehingga tak lepas begitu saja, serta beberapa dari wilayah di Nusantara berkaitan erat dengan okultisme, bahkan ironinya mereka menyadari bahwa itu perbuatan ‘dosa’, namun mereka tetap melakukannya oleh karena terkungkung kebudayaannya masing-masing. Demikian pula bagi umat Kristiani yang tersebar di seluruh pelosok di Indonesia, dan dalam hal ini bahwa Misi Kristen harus menambah wawasan dalam berjemaat yang sangat majemuk, sehingga wajar untuk memahami pengetahuan tentang okultisme sangat diperlukan, dan sepatutnya dimiliki setiap gereja yang ada di seluruh pelosok  negeri ini. Sehingga Misi Kristen yang menyangkut okultisme dibutuhkan untuk menambah pemahaman yang lebih dalam, dan tentunya hal ini bersifat dinamis dikarenakan dalam melayani bidang okultisme juga memantau dampak-dampak akibatnya.Meskipun tidak terlalu banyak penjelasan secara terperinci dalam Alkitab, namun prinsip-prinsip dalam menangani untuk pelayanan doa pelepasan para hamba Tuhan menyebutnya dan dipimpin oleh Roh Kudus. Kemudian dalam menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan okultisme ini (pelayanan doa pelepasan) sangat membutuhkan hikmat-Nya dalam mengerjakan pelayanan ini, seperti: urut-urutan, tindakan, pencegahan; bahkan untuk persiapan dalam melayani dan juga yang dilayaninya. Seharusnya memantau bagi mereka yang telah dilayani secara bertahap agar sesudah dilayani bersedia dipantau  (sepakat dengan perjanjian sebelum melayani), serta akan memperoleh hasil yang lebih maksimal. Akhirnya dalam Misi Kristen ini akan membuat orang-orang beriman semakin kuat dan militan serta kesatuan umat Kristiani yang ada di Indonesia makin kokoh. Dalam hal ini terutama bagi generasi muda, dan pasti berdampak positif untuk memperkaya atau memperlengkapi wawasan bagi seluruh gereja yang ada di Indonesia, secara para hamba Tuhan.