cover
Contact Name
Vinus Zai
Contact Email
vinuszai281085@gmail.com
Phone
+6282245339767
Journal Mail Official
vinuszai281085@gmail.com
Editorial Address
Bukit Trawas II Kavling C-108, Ketapanrame, Kec. Trawas, Kab. Mojokerto, Jawa Timur 61375
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
GENEVA: Jurnal Teologi dan Misi
ISSN : 20888368     EISSN : 30900905     DOI : https://doi.org/10.71361/geneva.v6i2
Fokus dan Lingkup di dalam Jurnal ini adalah: Teologi Biblikal, Teologi Sistematika, Teologi Praktika, Teologi Misi, dengan bercorak tradisi Reformasi atau Reformed.
Articles 65 Documents
TINJAUAN TEOLOGIS TERHADAP KEPEMIMPINAN TOKOH WANITA PERJANJIAN LAMA DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENAHBISAN PENDETA (STUDI KASUS DI GPT KRISTUS GEMBALA SURABAYA) Ley Nie Marthalia
GENEVA: Jurnal Teologi dan Misi Vol. 12 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dulu kepemimpinan masih didominasi oleh laki-laki, baik di bidang pemerintahan, kesehatan, pendidikan serta kerohanian. Laki-laki dianggap sudah sepantasnya dan sudah kodratnya menjadi seorang pemimpin. Namum seiring perkembangan zaman, pandangan ini sudah berubah. Saat ini sudah banyak ditemui wanita-wanita yang menjadi seorang pemimpin di segala bidang termasuk di bidang kerohanian, dalam hal ini di agama Kristen.Saat ini sudah banyak ditemui Gereja-gereja yang dipimpin dan digembalakan oleh seorang wanita. Namun tidak dapat dipungkiri kepemimpinan wanita di bidang kerohanian, di kalangan agama Kristen masih menimbulkan perdebatan antara yang pro dan kontra. Ada yang sependapat bahwa wanita dapat menjadi seorang pemimpin, tetapi ada yang tidak sependapat.Penelitian ini akan membahas tentang tinjauan teologis terhadap tokoh kepemimpinan wanita Perjanjian Lama dan implementasinya dalam penahbisan Pendeta, studi kasus di GPT Kristus Gembala Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket dan wawancara kepada Bapak Gembala, Penatua, dan pelayan Gereja yang lain.Implementasi dari tinjauan teologis mengenai penahbisan Pendeta menurut kepemimpinan tokoh wanita Perjanjian Lama adalah pertama, dengan membuat forum diskusi tentang kepemimpinan wanita, melalui pendalaman Alkitab juga melalui kelompok baca Alkitab, dan kedua, Pendeta wanita mendapat kesempatan untuk ditahbiskan. Kata kunci; Kepemimpinan, Tokoh Wanita Perjanjian Lama, Penahbisan dan Pendeta.
Pengaruh Dua Jenis Iman Menurut Petrus Dari Damaskus Bagi Orang Percaya Masa Kini Noniat Erti Gulo
GENEVA: Jurnal Teologi dan Misi Vol. 14 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iman merupakan esensial dari Allah yang bersifat abstrak sehingga hubungan ini hanya dapat diketahui secara vertikal. Namun demikian, iman menjadi tolak ukur pertumbuhan spiritual orang percaya. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menggali dua pokok penting. Pertama, iman diperoleh karena takut akan Allah; dan Kedua, iman bersumber dari pendengaran atau warisan dari orang tua. Kajian dalam artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif-analatis dengan mendasarkan pada pandangan Peter dalam bukunya  "The Philokalia The Complete Text Compilet By St Nikodimos  Of The Holy Mountain And St Makarios Of Corinth Volume Three." Dari kajian tersebut diperoleh hasil bahwa pengaruh iman menciptakan relasi dengan Allah, beroleh keselamatan serta menolong orang percaya untuk mendisplinkan diri dalam Spiritualitas yang menuntun pada kekudusan hidup dengan tujuan yang sama yaitu  mencapai Theosis dengan Allah.
KAJIAN TEOLOGIS ULANGAN 6:6-9 TENTANG PENDIDIKAN ANAK DALAM KELUARGA DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBENTUKAN SINERGISITAS PELAYANAN ANTARA GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DENGAN ORANGTUA DI SEKOLAH KRISTEN PELITA KASIH MULIA SURABAYA devi savitri helianthine
GENEVA: Jurnal Teologi dan Misi Vol. 14 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alkitab mencatat bahwa pendidikan adalah suatu aktifitas yang penting yang harus dilakukan oleh setiap pemimpin baik dalam keluarga ataupun dalam masyarakat. Pendidikan yang baik berasal dari keluarga, dari orangtua kepada anggota keluarga bahkan kepada anak-anak di dalam keluarga itu. Firman Tuhan di dalam Ulangan 6:6-9 mengatakan bahwa pendidikan di dalam keluarga harus diajarkan berulang-ulang, artinya secara konsisten diajarkan, dan keluarga harus secara sering membicarakan di saat anggota keluarga sedang beraktifitas apapun. Dengan demikian jelas di sini bahwa Tuhan meletakkan dasar atau fondasi pendidikan adalah di tengah-tengah keluarga.Guru Pendidikan Agama Kristen di sekolah adalah pendidik berikutnya yang dipercaya oleh Tuhan untuk membentuk dan mendidik anak-anak yang ada di sekolah. Sehingga tugas guru Pendidikan Agama Kristen sebagai pendidik adalah tugas yang penting. Seorang guru Pendidikan Agama Kristen adalah guru Pendidikan Agama Kristen yang sudah mengenal Tuhan Yesus dan memahami kebenaran Firman. Itu sebabnya seorang guru Pendidikan Agama Kristen tidak hanya dituntut untuk memahami materi pelajaran, akan tetapi juga mempunyai karakter yang baik dan positif.Itu sebabnya perlu adanya sinergisitas pelayanan pada anak, antara orangtua di rumah dan guru Pendidikan Agama Kristen di sekolah. Guru Pendidikan Agama Kristen perlu memahami dan mengetahui latar belakang anak dan orangtua. Sifat-sifat, karakter anak, perkembangan anak selama proses pembelajaran dan pertumbuhan. Kerjasama yang baik antara orangtua dan guru di sekolah, akan menghasilkan anak yang berkembang secara optimal.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendidikan anak dalam keluarga berdasarkan kajian secara teologis dari Ulangan 6:6-9 dan implementasinya dalam pembentukan sinergisitas pelayanan antara guru dan orangtua di sekolah Kristen Pelita Kasih Mulia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan study riset melalui eksegese. Variabel X dalam penelitian ini adalah kajian teologis Ulangan 6:6-9 tentang pendidikan anak dalam keluarga, sedang variable Y adalah pembentukan sinergisitas pelayanan antara guru Pendidikan Agama Kristen dengan orangtua.
MAKNA GARAM DAN TERANG DUNIA DALAM INJIL MATIUS 5:13-16 DAN IMPLIKASINYA BAGI MASYARAKAT NIAS Gulo, Syutriska Kardia
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 13 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v13i1.98

Abstract

Today's world is a world that is faced with endless polemics. Ever since man fell into sin, man has lived in rebellion against God. Because of the chaotic world, the Lord Jesus Himself wants believers to continue to carry out their responsibilities on this earth, namely to be His successors in doing His work in this world, namely to be salt and light for people who do not know God. Seeing the state and condition of the world today which is increasingly degenerating, salt and light should characterize believers, so that through their lives they produce and impact and influence displayed through a consistent attitude to life, integrity, character, and ethics which are the image of Jesus Christ. The purpose of this research is to find out the meaning of salt and light of the world according to the gospel of Matthew 5:13-16 and its implications for Nias society. The research method used in writing this article is literature review and exegesis. Through observations that have been traced, the results of research from the Gospel of Matthew 5: 13-16 show that salt and light have functions that can provide changes wherever they will be.
Pemenuhan Kebutuhan Penghargaan Diri Menurut Teori Maslow Dan Pengaruhnya Terhadap Kepercayaan Diri Orang Dewasa Awal Nggiku, Antonius Balla; Tangduil, Stefany Victoria; Sari, Nur Bella; Marbun, Erianti Br; Hura, Rosnila
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 13 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v13i1.103

Abstract

ABSTRAKSertiap orang pasti ingin dihargai. Tidak ada satupun orang di dunia ini yang tidak memiliki keinginan untuk dihargai. Hal ini dibuktikan ketika orang itu tidak dihargai maka orang tersebut marah, tersinggung bahkan mungkin diam. Bukan hanya ini saja tetapi juga membuat seseorang tidak memiliki kepercayaan diri untuk tampil di depan orang lain, tidak memiliki kepercayaan diri ketika berada dilingkungan orang lain dan malu bahkan takut ikut terlibat dalam kegiatan apapun, orang-orang yang tidak memiliki kepercayaan diri ada ketakutan untuk ditolak, sehingga kebanyakan mereka yang tidak memiliki kepercayaan diri lebih menyendiri dan memiliki menjadi penonton. Padahal setiap orang diberi talenta, kemampuan tetapi karena kebutuhan untuk dihargai ini tidak terpenuhi sehingga membuatnya kehilangan kepercayaan dirinya. Melalui tulisan ini penulis membahas tentang “Pemenuhan Kebutuhan Penghargaan Menurut Teori Maslow Dan Pengaruhnya Terhadap Kepercayaan Diri Orang Dewasa Awal”, dengan rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana kebutuhan penghargaan menurut Teori Maslow, bagaimana pemenuhan kebutuhan penghargaan menurut teori Maslow dan bagaimana pengaruhnya terhadap kepercayaan diri orang dewasa awal. Peneliti berasumsi bahwa ketika kebutuhan penghargaan orang dewasa awal terpenuhi maka dapat memberi kepercayaan diri bagi mereka. Dari penelitian yang diperoleh bahka dengan pemenuhan kebutuhan penghargaan menimbulkan kepercayaan diri bagi orang dewasa awal. Kata kunci: Pemenuhan Kebutuhan, Penghargaan Diri Menurut Teori Maslow, Kepercayaan Diri, Orang Dewasa Awal ABSTRACTEveryone wants to be appreciated. There is not a single person in this world who does not have the desire to be appreciated. This is evidenced when the person is not appreciated, the person is angry, offended, maybe even silent. Not only this but also makes a person not have the confidence to appear in front of other people, do not have confidence when in the environment of other people and are embarrassed and even afraid to be involved in any activities, people who do not have confidence are afraid of being rejected , so most of those who lack self-confidence are more aloof and have become spectators. Even though everyone is given talents, abilities, but because this need to be appreciated is not fulfilled, it makes him lose his confidence. Through this paper the author discusses "Fulfillment of Self-Esteem Needs According to Maslow's Theory and Its Influence on Early Adult Self-Confidence", with the formulation of the problem of this research is how are esteem needs according to Maslow's Theory, how are esteem needs fulfilled according to Maslow's theory and how does it affect trust early adult self. Researchers assume that when early adults' esteem needs are met, it can give them confidence. From the research it was found that even fulfilling the need for appreciation raises self-confidence for early adults. Keywords: Need Fulfillment, Self-Esteem According to Maslow's Theory, Self-Confidence, Early Adults
SIKAP ETIS UMAT KRISTEN DI TENGAH GLOBALISASI EKONOMI DAN PROBLEM KEMISKINAN Chandra, Arthur
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 13 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v13i1.104

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk menyajikan usulan sikap etis umat Kristen terhadap globalisasi ekonomi dan problem kemiskinan di tengah resesi global dunia. Usulan ini dipandang perlu karena umat Kristen seringkali melakukan privatisasi iman yang berorientasi pada keselamatan jiwa. Di sisi lain, gereja juga kerap mengandalkan suara profetis untuk melakukan protes terhadap pemerintah untuk mengatasi problem kemiskinan tetapi kurang memperhatikan peranan individu dan pemahaman analisa ekonomi yang tepat. Tulisan ini berupaya untuk menguak potensi kekuatan pasar kapitalisme dalam globalisasi ekonomi untuk mengatasi problem kemiskinan dunia dengan mengintegrasikan prinsip keadilan distributif yang dapat diaplikasikan umat Kristen secara individu dalam kehidupan pekerjaan mereka. Dalam upayanya, penulis menggunakan metode kualitatif studi pustaka dengan melihat dari sudut pandang ekonomi, tinjauan Alkitab dan sudut pandang etis umat Kristen sebagaimana diusulkan oleh pelbagai teolog dalam sejarah khususnya dalam tradisi reformed. Sebagai penutup, penulis mengajak umat Kristen untuk memiliki upaya transformatif dalam memerangi kemiskinan dunia dengan pelbagai sikap etis dengan pelibatan diri secara aktif dalam pasar ekonomi global yang diimbangi dengan pengaplikasian prinsip keadilan distributif.Kata Kunci: Globalisasi ekonomi, kemiskinan dunia, sikap etis, keadilan distributif 
ANALISIS TEKS MAZMUR 20 : RELASI ALLAH DAN RAJA ISRAEL Limpele, Stefanus Maurits
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 13 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v13i1.105

Abstract

Penulisan ini menganalisa teks Mazmur pasal 20 yang dikategorikan pada genre mazmur raja. Syair ini mengungkapkan tentang permohonan bagi raja Israel, keyakinan atas karya Tuhan bagi raja, perbandingan dan hasil serta seruan untuk kemenangan raja. Syair ini telah disajikan dengan berbagai karakteristik tertentu yang menunjukkan bahwa teks ini memiliki kualitas tersendiri sebagai teks syair.Ciri khas sebagai teks syair dalam pasal ini nampak pada kesejajaran atau perimbangan gagasan antar baris. Keindahan teks syair pada pasal ini dikategorikan sebagai mazmur raja nampak pada pemilihan kata-kata kunci yang berhubungan dengan raja Israel, misalnya: kesesakan dan membentengi (ayat 2), rancangan (ayat 5), memegahkan (ayat 8) dan kemenangan (ayat 5, 6 dan 9). Keindahan lainnya nampak pada ciri teks syair dalam bentuk paralelisme sintesis (ayat 3, 7) dan paralelisme antitesis (ayat 8 dan 9).Syair ini diakhiri dengan sentuhan keindahan penutup yakni pengulangan pokok penting yang menjadi kebutuhan raja Israel, yakni kemenangan. Penulis telah memberikan kesan mendalam melalui syair tentang setiap kebutuhan raja Israel sangat bergantung kepada campur tangan Allah.Kata kunci: membentengi, kemenangan.
MEMBANGUN STRATEGI MISI KONTEKSTUAL BAGI GENERASI MILENIAL MEMANFAATKAN METAVERSE Hutabarat, Samuel; Lie, Romi
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 13 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v13i1.106

Abstract

ABSTRACT:MetaVerse is a new technology in the virtual world that is developing rapidly and is believed to be (or has) become part of the new life of the world community (especially the millennial generation). This technology must be addressed carefully by the church. This article examines how to build a contextual mission strategy for the millennial generation by utilizing MetaVerse technology. This research was conducted through the method of reviewing books, journals, articles, information and data related to the topic. The analysis is carried out by examining how the church can conduct a mission in the MetaVerse, the importance of missionary service to the millennial generation, and whether worship in the MetaVerse will provide the same spiritual experience as worship in the real world. The result of the analysis is that MetaVerse is not a threat to the church but should be seen as a new field of evangelism where there is an opportunity to reach the millennial generation.Key Words: MetaVerse, millennial, mission, contextual, virtual.ABSTRAK: MetaVerse adalah teknologi baru dalam dunia virtual yang sedang berkembang dengan cepat dan dipercaya akan (atau sudah) menjadi bagian dari kehidupan baru masyarakat dunia (terlebih lagi generasi milenial). Teknologi ini harus disikapi dengan cermat oleh gereja. Artikel ini mengkaji bagaimana cara membangun strategi misi kontekstual bagi generasi milenial dengan memanfaatkan teknologi MetaVerse. Penelitian ini dilakukan melalui metode penelahaan atas buku, jurnal, artikel, informasi dan data yang berhubungan dengan topik. Analisis dilakukan dengan mengkaji bagaimana gereja bisa bermisi di MetaVerse, pentingnya pelayanan misi ke generasi milenial, dan apakah ibadah dalam MetaVerse akan memberi pengalaman rohani yang sama dengan ibadah dalam dunia nyata. Hasil analisa adalah MetaVerse bukanlah ancaman bagi gereja melainkan harus dilihat sebagai ladang penginjilan baru dimana ada kesempatan untuk menjangkau generasi milenial.Kata Kunci: MetaVerse, milenial, misi, kontekstual, virtual.ABSTRACT:MetaVerse is a new technology in the virtual world that is developing rapidly and is believed to be (or has) become part of the new life of the world community (especially the millennial generation). This technology must be addressed carefully by the church. This article examines how to build a contextual mission strategy for the millennial generation by utilizing MetaVerse technology. This research was conducted through the method of reviewing books, journals, articles, information and data related to the topic. The analysis is carried out by examining how the church can conduct a mission in the MetaVerse, the importance of missionary service to the millennial generation, and whether worship in the MetaVerse will provide the same spiritual experience as worship in the real world. The result of the analysis is that MetaVerse is not a threat to the church but should be seen as a new field of evangelism where there is an opportunity to reach the millennial generation.
KONSEP ANUGERAH ALLAH TERHADAP MANUSIA BERDOSA Waruwu, Dian Purmawati; Santosa, Yaudi Santos
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL GENEVA
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v14i2.109

Abstract

God gives humans a gift that is completely free. Before receiving God's grace, humanity had lost their glory as a result of sin. The distance between man and God increases as a result of this transgression. However, God chose to act by sending His only begotten Son into the world to atone for and set free the sins of people via Christ's suffering and death so that people could find salvation. Humans receive salvation as a gift from God via the suffering and death of Jesus Christ, not as a result of their own actions. Many individuals misunderstand salvation in this situation and believe that doing nice things will earn them salvation. The author's intention in creating this essay is to help believers understand that receiving salvation is not a result of our good acts, but rather a result of the grace that God has extended to us. However, believers must respond to this favor by believing and having faith in God. The author uses the literary approach to support this piece by gathering library data, precisely recording the findings of observations, and presenting the significant consequences of research into life experiences as a believer in writing. The author also engages with academic articles and additional sources.
BENTUK NYATA KASIH ALLAH MELALUI INKARNASI YESUS KRISTUS BERDASARKAN PANDANGAN ST. ATHANASIUS DARI ALEXANDRIA Zai, Gunawan Christianto; Wijaya, Hendi
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL GENEVA
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v14i2.110

Abstract

St. Athanasius of Alexandria was a Christian theologian and church father from the city of Alexandria. St. Athanasius stated that God manifested Himself in a human body through the incarnation so that His love and goodness could be a proof of salvation for mankind. St. Athanasius also said that the incarnation means that God took on fully human flesh and was present among mankind to show His power and save mankind from the power of sin. St. Athanasius also believed that Christ is the Son of God who came into the world by taking the body of an immaculate virgin, to reveal Himself to mankind. St. Athanasius' various statements make the author interested in answering that the incarnation of Jesus is one of God's actions to restore damaged human nature based on St. Athanasius' view. The method used in this research is a research method with a qualitative research approach and a literature study research type. The author collects and analyzes materials and sources in the form of books, journal articles, the Bible and other supporting sources related to the topic of this research. The author also presents the definition of God's love (saving man), the incarnation: making man return to God and Jesus Christ revealing Himself as the Son of God. The results of this study show that man's actions that violate God's commandments cause man to sin, separate from God and his nature becomes corrupted. Man could not save himself, so God, who is steadfast love, revealed and demonstrated His power by giving His only Son to incarnate and become like man to save all mankind from sin through His death and resurrection. Thus, the incarnation of Jesus was one of God's actions to restore the corrupted nature of mankind, in accordance with the view of St. Athanasius.