cover
Contact Name
Vinus Zai
Contact Email
vinuszai281085@gmail.com
Phone
+6282245339767
Journal Mail Official
vinuszai281085@gmail.com
Editorial Address
Bukit Trawas II Kavling C-108, Ketapanrame, Kec. Trawas, Kab. Mojokerto, Jawa Timur 61375
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
GENEVA: Jurnal Teologi dan Misi
ISSN : 20888368     EISSN : 30900905     DOI : https://doi.org/10.71361/geneva.v6i2
Fokus dan Lingkup di dalam Jurnal ini adalah: Teologi Biblikal, Teologi Sistematika, Teologi Praktika, Teologi Misi, dengan bercorak tradisi Reformasi atau Reformed.
Articles 65 Documents
IMMANUEL "ALLAH BESERTA KITA" EKSEGESIS YESAYA 7:14 Waruwu, Erliwati
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 11 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v11i2.63

Abstract

AbstractIn the Old Testament there is a prophecy about God Himself giving a sign, a virgin gave birth and a son she would name Immanuel. Women in general, give birth and give birth to a child, both male and female due to sexual relations or feuds and desires of both parties. However, a remarkable result occurred to a young and virgin woman named Mary who gave birth to a child, namely the baby Jesus, who was called "Immanuel". The birth of the baby Jesus through Mary was a divine creation because without having sex with any man, her fiancé, Joseph, was a carpenter. Mary's pregnancy did not go through a process where there was sexual intercourse, but it happened because of the power of the Holy Spirit. The Holy Spirit does not mean having sexual relations with Mary but imagines Mary is a miraculous and creative work of God's power beyond all human reason. So that the child who is born is not fully human but He is also only fully God because He comes from God and takes the form of an ordinary human. Keywords: God, Prophecy, a sign, a virgin, Immanuel Abstrak                                                                                                                           Dalam perjanjian lama terdapat nubuat tentang Allah sendiri memberikan suatu tanda, seorang perawan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dia  akan menamakan Dia Immanuel. Wanita pada umunya, mengandung dan melahirkan seorang anak, baik lelaki maupun perempuan disebabkan oleh hubungan seksualitas atau perseteruan dan keinginan kedua belah pihak. Akan tetapi sebuah keajaiban yang luar biasa terjadi terhadap seorang perempuan muda dan masih perawan bernama Maria yang mengandung dan melahirkan seorang anak yaitu bayi Yesus yang disebut “Immanuel”. Kelahiran bayi Yesus melalui Maria adalah sebuah keajaiban Ilahi karena tanpa bersetubuh dengan laki-laki mana pun apa lagi terhadap seorang tunanganya bernama Yusuf seorang tukang kayu. Kehamilan Maria tidak melalui sebuah proses alami dimana adanya hubungan seksual, namun hal itu terjadi karena kuasa Roh Kudus. Roh Kudus bukan berarti melakukan hubungan seksual terhadap Maria melainkan kehamilan Maria adalah suatu karya kuasa Allah yang ajaib dan kreatif melampaui segala akal manusia. Sehingga anak yang lahir itu bukan hanya manusia sepenuhnya namun Dia juga Allah sepenuhnya sebab Dia berasal dari Allah dan mengambil rupa seperti manusia biasa.Kata kunci: Allah, Nubuat, suatu tanda, seorang perawan, Immanuel
GAMBARAN KEPEMIMPINAN YOSUA DAN IMPLIKASINYA BAGI GEREJA ONKP JEMAAT IMANUEL BEKASI Agustinus, Agustinus
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 12 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v12i1.64

Abstract

AbstractLeadership is an important role that is able to influence others who become followers. A leader seeks to improve performance at both the individual and group levels or other organizations. Just like Joshua's leadership, it is leadership that gives a picture or success for the Church, especially for the Orahua Niha Keriso Protestant Church (ONKP) of the Immanuel Congregation in Bekasi. Related to Joshua's successful leadership, efforts to bring Israel to the place that God has set, when what made Joshua successful as a leader in the midst of the Israelites was not only because of his ability as a human being, but with humility and a good relationship with God, Joshua blessed and also his leadership made successful by God. Thus, the efforts of the Orahua Niha Keriso Protestant Church (ONKP) of the Imanuel Congregation of Bekasi, realizing the success that is the goal for it, so that Joshua's leadership will become the basis for leading and pursuing the success of the ONKP Church of the Imanuel Bekasi Congregation, is growing and even blessed, both in quantity and quality. faith.Keywords: Leadership, influence, church ONKP, success AbstrakKepemimpinan merupakan suatu peranan penting yang mampu memberikan pengaruh terhadap orang lain yang menjadi pengikut. Seorang pemimpin berupaya meningkatkan prestasi kinerja baik tingkat indifidual maupun kelompok atau oraganisasi lainnya. Seperti halnya kepeminpinan Yosua, adalah kepemimpinan yang memberi gambaran atau keberhasilan bagi Gereja terutama bagi Gereja Orahua Niha Keriso Protestan (ONKP) Jemaat Imanuel Bekasi. Terkait dengan kepemimpinan Yosua yang berhasil, upaya membawa  Israel di tempat yang Tuhan tetapkan, tatkala yang membuat Yosua berhasil sebagai sang pemimpin di tengah-tengah umat Israel bukan saja karena kemampuannya sebagai manusia, akan tetapi dengan kerendahan hati dan relasi yang baik dengan Tuhan sehingga Yosua diberkati dan juga kepemimpinannya dibuat berhasil oleh Tuhan. Dengan demikian, Upaya Gereja Orahua Niha Keriso Protestan (ONKP) Jemaat Imanuel Bekasi, mewujudkan keberhasilan yang menjadi tujuan terhadapnya, sehingga kepemimpin Yosua akan menjadi landasan untuk memimpin dan mengupayakan keberhasilan Gereja ONKP Jemaat Imanuel Bekasi semakin berkembang bahkan diberkati, baik secara kuantitas maupun secara kualitas iman.Kata kunci: Kepemimpinan, pengaruh, gereja ONKP, keberhasilan
PARADOKS: NAHUM 1:3, “TUHAN ITU PANJANG SABAR DAN BESAR KUASA, TETAPI IA TIDAK SEKALI-KALI MEMBEBASKAN DARI HUKUMAN ORANG YANG BERSALAH.” Hadiwidjoyo, Satrya U.
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 12 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v12i1.65

Abstract

Seringkali orang berpikir akan adanya kontradiksi di dalam Firman Tuhan, dimana kontradiksi ini berkaitan dengan karakter Allah. Contoh karakter Allah seperti Kasih dan Keadilan sering diperdebatkan di kalangan orang percaya. Bagaimana menyelesaikan masalah kontradiksi ini? Salah satu cara melihat kontradiksi ini adalah melalui sudut pandang Paradoks. Ada metode yang dapat digunakan di dalam melihat paradoks ini dengan menggunakan RAPT (rational affirmation of paradoxical theology) adalah model yang dipakai oleh Dr. James Anderson untuk menegaskan sebuah doktrin paradoks. Hasil yang diharapkan adalah paradoks dapat digunakan untuk melihat hal-hal yang berkontradiksi tentang Allah di dalam penyataanNya dan pernyataanNya.   Kata kunci; Paradoks; Kontradiksi; Kasih; Keadilan; Kebenaran   
RUMAH SEBAGAI PUSAT PENDIDIKAN DAN RUANG IBADAH HOME AS A CENTER OF EDUCATION AND WORSHIP Diana, Resiska Eka; Hura, Rosnila
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 12 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v12i1.67

Abstract

Abstract: The pandemic period has changed everything in terms of economic, social and even what we can see most prominently, namely education and worship. At the beginning of the spread of the corona virus in December 2019 the government issued a decision that activities or activities were carried out at home until now. This of course hinders every community activity where people who work in companies, factories, teachers, and other workers are carried out at home, besides that many people even lose their jobs. but in this case the important focus is education and worship is done at home, so that the house becomes the center. Of course this will be a problem and a big change for children, parents and also for every congregation. Because of that, the obstacles it faces will appear, such as the media that is less accommodating, time and also the understanding of people's thoughts. For this reason, the purpose of writing this article is to provide an understanding to every reader, namely the importance of the house as a center of education and worship during the pandemic to increase knowledge and maintain the faith that is held. The research method used by the author is a study of literature or literature. Key Words: House, Education Center, Worship Room Abstrak: Masa pandemi membuat segala sesuatu berubah dari segi ekonomi, sosial dan bahkan dapat di lihat hal yang paling menonjol yaitu pendidikan dan juga peribadahan. Pada awal adanya penyebaran virus corona pada Desember 2019 pemerintah mengeluarkan keputusan bahwa aktivitas atau kegiatan dilakukan di rumah hingga saat ini. Hal ini tentunya menghambat setiap kegiatan masyarakat yang dimana orang yang bekerja di perusahan, pabrik, guru, dan pekerja lainnya dilakukan di rumah, selain itu bahkan masyarakat banyak yang kehilangan pekerjaan. akan tetapi dalam hal ini yang menjadi sorotan penting yaitu pendidikan dan peribadahan di lakukan di rumah, sehingga rumah menjadi pusat. Tentunya ini akan menjadi permasalahan dan perubahan yang besar bagi anak, orang tua dan juga bagi setiap jemaat. Karena itu akan muncul penghambat-penghambat yang dihadapinya seperti media yang kurang mewadahi, waktu dan juga pemahaman pemikiran dari masyarakat. Untuk itu tujuan penulisan artikel ini yaitu untuk memberikan pemahaman kepada setiap pembaca yaitu pentingnya rumah sebagai pusat pendidikan dan peribadahan dimasa pandemi untuk meningkatkatkan pengetahuan dan mempertahankan iman yang di pegang. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah study pustaka atau literatur. Kata Kunci: Rumah, Pusat Pendidikan, Ruang Ibadah 
Makna Karya Penebusan Kristus: Penebusan Dosa dan Sinergi djubale, sarni hasang
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 12 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v12i2.69

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk mengambarkan bagimana manusia memperoleh keselamatan yang seutuhnya. Maka dari itu doktrin penebusan Kristus bukan hanya untuk menebus dosa kita tetapi juga ada ajakan Tuhan untuk bersinergi dengannya melalui karya penebusan tersebut. Selain itu karya penebusan Kristus merupakan dokrin yang sangat dalam karena melalui pendapat dari bapa-bapa gereja terutama dari St. Cyril. Peran penting penebusan Kristus dalam upaya mengimplementasikan kehendak Bapa dalam diri manusia yang merindukan kemenangan dan juga keselematan yang seutuhnya. Itu sebabnya artikel ini ditulis supaya kita dapat berakar, bertumbuh, dan berbuah di dalam Kristus. Penebebusan terjadi karena adanya inkarnasi. Tujuan Allah berinkarnsi menjadi daging hanya untuk menyucikan kodrat kita yang telah rusak akibat dosa. Dosa telah membuat kita kehilangan kemulian Allah. Namun karena kasih Allah kita diberikan keselamatan dan keselamatan itu harus direspons dengan bersinergi dengan Allah. Untuk meneliti topik tersebut penulis menggunakan studi pustaka dari beberapa sumber untuk membahas topik ini. Topik ini memberikan dampak kepada kita bagimana cara mengerjakan keselamatan yang seutuhnya.
MAKNA KEKUATAN INJIL MENURUT ROMA 1:16-17 DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBINAAN MISI DI INDONESIAN CARE CENTER (ICC) HONG KONG PADA MASA PANDEMI COVID-19 Muliawati Kho
GENEVA: Jurnal Teologi dan Misi Vol. 12 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penginjilan adalah jantung dari perkembangan kekristenan, juga merupakan Amanat Agung yang diberikan oleh Tuhan Yesus sebelum kenaikanNya ke surga. Tugas ini diterima dan diteruskan oleh para rasul Tuhan Yesus dengan semangat yang tinggi sehingga kekristenan berkembang pesat pada masa itu. Semangat penginjilan seperti ini sangat perlu dijaga dan dikembangkan oleh orang-orang Kristen pada masa ini,  masa di mana semua orang menghadapi pandemi covid-19. Keputusasaan dalam menantikan berakhirnya pandemi, pembatasan pertemuan fisik dan berita-berita duka banyak terjadi, merupakan tantangan besar bagi semua orang, termasuk bagi anak-anak Tuhan baik dalam kehidupannya sendiri mau pun dalam mengemban Amanat Agung dari Tuhan Yesus. Sekali pun demikian, Penulis percaya bahwa kekuatan Injil itu tetap berlaku di masa ini. Ini sebabnya, Penulis merasa perlu untuk menyelidiki makna yang terkandung dalam pernyataan rasul Paulus dalam Roma 1:16-17 dengan fokus kepada frasa “Injil adalah kekuatan Allah”, dengan harapan bisa menemukan prinsip-prinsip yang berguna untuk membangun semangat penjangkauan di Indonesian Care Center (ICC), yang anggotanya adalah para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong. Penulis percaya bahwa kuasa Injil yang telah mereka alami, akan terus berkarya di dalam dan melalui mereka, dalam situasi apa pun termasuk masa pandemi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan Injil dapat dialami dengan tidak malu terhadap Injil, yakin terhadap kuasa penyelamatan Allah, mampu melihat jangkauan Injil yang luas dan hidup berdasarkan iman. Keempat prinsip ini membentuk keyakinan yang kokoh yang sangat penting dimiliki dalam menunaikan Amanat Agung dengan penuh semangat dan kuasa.
MELIHAT DAN MENGHARGAI ALAM DARI PERSPEKTIF TRINITAS Nassa, Grace Son
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 12 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v12i1.71

Abstract

Tujuan artikel ini adalah menawarkan sebuah cara untuk melihat dan menghargai alam dari perspektif Trinitas. Berbasis pada studi literatur, metode yang digunakan adalah analisis konten. Buku, jurnal, dan sumber luring ataupun daring lainnya yang berbicara mengenai Trinitas dan alam sebagai ciptaan ditelaah untuk menarik butir-butir penting mengenai cara melihat dan menghargai alam dari perspektif Trinitas, yang kemudian diolah dalam bentuk deskriptif. Perspektif Trinitas dapat memberi sumbangsih positif bagi orang Kristen dalam cara melihat dan menghargai alam sebagai ciptaan. Hal ini signifikan bagi komunitas Kristen dalam konteks krisis ekologis yang terjadi saat ini. Melalui perspektif Trinitas, cara melihat dan menghargai alam berpatokan pada keyakinan iman bahwa alam adalah ciptaan Trinitas, dan relasi positif dengan alam didasarkan pada relasi Trinitas yang saling mengasihi dan menghormati.
PERANAN Ilmu Komunikasi dan Penerapannya dalam Pelaksanaan Pekabaran Injil di Ladang Frida Larencia
GENEVA: Jurnal Teologi dan Misi Vol. 12 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keindahan dan keagungan Injil yang tiada taranya seringkali tidak diimbangi dengan cara penyampaian yang selayaknya dan sepantasnya. Para penginjil terkesan menghindari, bahkan membuang ilmu komunikasi yang semestinya bermanfaat, bahkan dapat meningkatkan efektifitas pekabaran Injil di ladang. Pokok pemikiran inilah yang mendasari penulisan artikel ini, di mana masih banyak misionaris yang mengabaikan ilmu komunikasi dalam penginjilan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penulis tertarik untuk meneliti tentang peranan ilmu komunikasi dalam penginjilan, dan bagaimana penerapannya dalam meningkatkan efektifitas pekabaran Injil di ladang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan metode penelitian kepustakaan. Dari hasil penelitian, diperoleh 6 (enam) peranan ilmu komunikasi dalam penginjilan, beserta cara penerapannya dengan menggunakan model komunikasi Lasswell. Sebagai penutup, peneliti memberikan kesimpulan yang diharapkan dapat memberikan pengertian, pemahaman dan membuka wawasan bagi para pendidik teologi di seminari dan sekolah tinggi teologi secara khusus, serta para misionaris yang sedang melakukan penginjilan di ladang secara umum. 
RINGKASAN KEKUDUSAN MENURUT SURAT 1 PETRUS 1:13-16 DAN IMPLIKASINYA BAGI UMAT KRISTEN MASA KINI olitos, wahyudi pin
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 12 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v12i2.83

Abstract

Artikel ini adalah sebuah ringkasan mengenai kekudusan menurut 1 Petrus 1:13-16 dalam hubungan dan penerapannya dengan umat kristen zaman sekarang. Berawal dari rasul Petrus sebagai orang Yahudi yang menganut pemahaman Taurat namun pada akhirnya dipilih oleh Tuhan Yesus sebagai murid, tentu tidak mudah menerima pengalaman penglihatan Illahi tentang kekudusan. Terbukti masih melekat pemahaman kekudusan seperti dalam penjelasan kitab Imamat sehingga tidak mengherankan bila rasul Petrus menolak keras pemberian makanan yang terlarang dalam kitab Imamat sekalipun Tuhan sendiri yang memerintahkan untuk di makan (Kisah Para Rasul 10:11-16). Mengusahakan kekudusan harus tampak bukan untuk membangun citra diri sebagai orang Kristen justru tanggungjawab sebagaimana kewajiban orang Kristen memang sudah seharunya hidup kudus.ABSTRACT This article is a summary of holiness according to 1 Peter 1:13-16 in its relationship and application to Christians today. Starting from the apostle Peter as a Jew who adhered to the understanding of the Torah but in the end was chosen by the Lord Jesus as a disciple, of course it was not easy to accept the experience of God's vision of holiness. It is proven that there is still an understanding of holiness as in the explanation of the book of Leviticus, so it is not surprising that the apostle Peter balked at giving food that was forbidden in the book of Leviticus even though God himself commanded to eat (Acts 10:11-16). Striving for holiness must appear not to build a self-image as a Christian, but rather a responsibility as a Christian's obligation to live a holy life.
HIDUP DIPIMPIN OLEH ROH KUDUS MENURUT SURAT GALATIA 5:16-18 Waruwu , Yasni
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL GENEVA
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v14i2.87

Abstract

 A life led by the Holy Spirit is a life filled with the Holy Spirit in the sense that believers continue to walk in the Spirit. Paul commands us through Galatians 5:16-18 that we must give ourselves to be led by the Holy Spirit. Because for Paul to live being led by the Holy Spirit means living in accordance with God's will and being able to do the truth that has been revealed through his only begotten son, Christ. Life led by the Holy Spirit is defined by three theories. First, according to John Bevere and Addison Bevere who say that a life led by the Holy Spirit means that the Holy Spirit will reveal all the truth of God to us. That is why it is important for us to invite the Holy Spirit to be present within us. Second, according to Elmer L. Towns, who said that a life led by the Holy Spirit means that the Holy Spirit will make us holy before God and in perfect condition before God. Third, according to J. Wesley Brill who said that a life led by the Holy Spirit means that the Holy Spirit invites and leads us in holiness.