cover
Contact Name
Jumaita Nopriani Lubis
Contact Email
jumaita@um-tapsel.ac.id
Phone
+628216590879
Journal Mail Official
jurnal.al-kuttub@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Jl. Stn Mhd Arief No 32 , Kota Padangsidimpuan.
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Thiflun : Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : 30320771     EISSN : 30320763     DOI : https://doi.org/10.31604/al-kuttub
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Thiflun adalah jurnal peer review yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan. Semua artikel akan dikirim langsung oleh penulis melalui OJS, kemudian artikel akan direview dan diseleksi untuk diterbitkan. Jurnal Thiflun didedikasikan untuk bertukar hasil penelitian berkualitas dalam semua aspek pendidikan Dasar. Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal adalah kajian dan analisis penelitian memiliki cakupan yang membahas tentang kajian Model Pembelajaran, Media Pembelajaran, Bahan Ajar, Manajemen Sekolah, dan hal yang bersentuhan dengan SD/MI dan sederajat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 55 Documents
KONSEP DASAR PENGELOLAAN KELAS Sari Batubara, Delila; Hafifah Simanjuntak, Mardiyah; Sa’adah Nasution, Siti; Sormin, Darliana; Nopriani Lubis, Jumaita
Thiflun : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 2 (2025): Thiflun: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpd.v3i2.22072

Abstract

Pengelolaan kelas merupakan komponen fundamental dalam pendidikan yang secara signifikan memengaruhi efektivitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar pengelolaan kelas dengan menganalisis pengertian, tujuan, prinsip, komponen, serta ruang lingkupnya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur mendalam, observasi langsung di kelas, dan wawancara semi-terstruktur dengan guru serta siswa. Teknik analisis data yang diterapkan adalah analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama dari data yang terkumpul, serta analisis deskriptif untuk mendeskripsikan kondisi dan strategi pengelolaan kelas secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kelas yang efektif bukan hanya terbatas pada penciptaan kondisi fisik yang kondusif, tetapi juga mencakup pengelolaan aspek sosio-emosional dan perilaku siswa. Prinsip-prinsip seperti kehangatan, variasi, keluwesan, penekanan pada hal positif, dan penanaman disiplin diri menjadi kunci dalam mencegah gangguan serta memaksimalkan keterlibatan belajar. Tantangan kontemporer seperti keberagaman latar belakang siswa dan integrasi teknologi juga menuntut keterampilan manajerial guru yang adaptif. Disimpulkan bahwa pemahaman mendalam terhadap konsep pengelolaan kelas dapat membantu guru dalam merancang lingkungan belajar yang lebih inklusif, dinamis, dan mendukung pencapaian hasil belajar yang optimal, sekaligus mengembangkan keterampilan sosial-emosional peserta didik.Kata kunci: Konsep dasar pengelolaan, Pengelolaan kelas, Kelas
MENUJU FILOSOFI PENDIDIKAN ISLAM YANG BERORIENTASI MAQASID UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Harahap, Asriana; Pulungan, Samsusddin; Arif, Mahmud
Thiflun : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 2 (2025): Thiflun: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpd.v3i2.22295

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi filosofi pendidikan Islam yang berorientasi pada Maqasid al-Shariah untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi literatur, wawancara mendalam dengan ahli dan praktisi pendidikan, studi kasus di beberapa lembaga pendidikan Islam, observasi, dan analisis dokumen kurikulum. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama terkait integrasi dan implementasi maqasid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kelima prinsip maqasid perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta ke dalam kurikulum berpotensi besar membentuk generasi yang tidak hanya cerdas intelektual tetapi juga berkarakter, serta peduli terhadap keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Namun, implementasinya menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan pemahaman konsep maqasid di kalangan pendidik dan kurangnya dukungan sumber daya. Simpulan penelitian menekankan bahwa untuk mengoptimalkan peran pendidikan Islam berbasis maqasid, diperlukan peningkatan kapasitas pendidik dan penguatan infrastruktur pendidikan agar dapat berkontribusi efektif dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutanKata kunci: Filosofi Pendidikan; Maqasid; Pembangunan Berkelanjutan
EKSPLORASI KREATIVITAS GURU DALAM PEMBELAJARAN IPAS DI MIN 1 PADANGSIDIMPUAN Saleh Hasibuan, Ahmadi; Sormin, Darliana; siregar, Ihsan; Nopriani Lubis, Jumaita; Kholijah Siregar, Adek
Thiflun : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 2 (2025): Thiflun: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpd.v3i2.22549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk kreativitas guru dalam pelaksanaan pembelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di kelas IV MIN 1 Padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian berada di MIN 1 Padangsidimpuan dengan subjek penelitian meliputi guru kelas IV, siswa, dan kepala madrasah. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas IV di MIN 1 Padangsidimpuan menunjukkan kreativitas tinggi dalam pembelajaran IPAS dengan menerapkan berbagai metode dan media pembelajaran yang menarik dan kontekstual. Guru menggunakan alat peraga sederhana dari bahan bekas seperti botol, balon, dan karet, serta memanfaatkan media visual berupa gambar dan video daring untuk menjelaskan konsep secara konkret. Pembelajaran dilakukan secara aktif melalui metode bermain sambil belajar, eksperimen, diskusi kelompok, demonstrasi, dan proyek seperti membuat model paru-paru, percobaan perubahan wujud, atau mobil balon. Pendekatan ini membuat siswa lebih antusias, partisipatif, dan mudah memahami materi yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Faktor pendukung meliputi motivasi guru, dukungan kepala madrasah, dan respons positif siswa. Sementara itu, hambatan yang dihadapi adalah keterbatasan waktu, kurangnya penguasaan teknologi, karakteristik siswa yang beragam, dan beban administratif. Implikasinya, diperlukan dukungan berkelanjutan dari sekolah untuk mengoptimalkan penerapan kreativitas guru.Kata kunci: Eksplorasi, Kreativitas Guru, Pembelajaran IPAS
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DI SEKOLAH DASAR Arisky, Yuni; Siregar, rosmaimunah; Nopriani Lubis, Jumaita; Sormin, Darliana; Agustini, Rini
Thiflun : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 2 (2025): Thiflun: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpd.v3i2.22550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa Sekolah Dasar melalui penerapan model pembelajaran Make a Match. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran matematika serta kurangnya variasi dalam model pembelajaran yang digunakan guru. Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IVB dengan jumlah siswa sebanyak 24 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Make a Match dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Pada kondisi awal, ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 40%. Setelah tindakan pada siklus I, ketuntasan meningkat menjadi 55%, dan pada siklus II mencapai 85%. Selain itu, aktivitas siswa dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan dari siklus ke siklus. Dengan demikian, model pembelajaran Make a Match terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa Sekolah Dasar, karena dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, aktif, dan kolaboratif.Kata kunci: Hasil Belajar, Matematika, Make a Match 
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA (KONSEP PENJUMLAHAN) MELALUI MEDIA KARTU ANGKA DI SD NEGERI 100409 HUTAPADANG KABUPATEN TAPANULI SELATAN Rinaldi, Dedi; Nopriani Lubis, Jumaita; Agustini, Rini; Siregar, Rosmaimuna; Rahmayanti Sormin, Mira
Thiflun : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 2 (2025): Thiflun: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpd.v3i2.22934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa dengan materi konsep penjumlahan melalui penggunaan media kartu angka di kelas II SD Negeri 100409 Hutapadang, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar matematika siswa khususnya dalam materi penjumlahan bilangan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang di laksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas II yang berjumlah 18 orang terdiri dari 8 orang siswa laki-laki dan 8 orang siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media kartu angka dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada pra siklus, persentase ketuntasan belajar hanya mencapai 33%. Setelah pelaksanaan silus I, persentase  meningkat menjadi 50%, dan pada siklus II meningkat secara signifikan menjadi 88%. Selain itu, terjadi peningkatan aktivitas dan antusiasme siswa selama pembelajaran berlagsung. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media kartu angka efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika konsep penjumlahan siswa kelas SD Negeri 100409 Hutapadang.Kata kunci: Hasil Belajar, Konsep Penjumlahan, Media Kartu Angka