cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
ISSN : 2303386X     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian merupakan media untuk publikasi tulisan asli berkaitan dengan teknologi pangan dan keteknikan pertanian secara luas, yang diterbitkan atas kerjasama antara Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan dan Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian USU.
Arjuna Subject : -
Articles 593 Documents
RANCANG BANGUN ALAT PENCETAK KUE BAWANG (Design Construction of Onion Chips Molder) Robert Tio Hutagalung; Achwil Putra Munir; Saipul Bahri Daulay
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.563 KB)

Abstract

ABSTRACT Manual molding onion chips was considered not effective because the molding process have many steps. The purpose of this research was to design, build, test and analyze the economic value of onion chips molder. This research was conducted in October until December 2015 in the Laboratory of Agricultural Engineering, Faculty of Agriculture, University of North Sumatra, Medan, by literature study, equipment tests and parameters observation. The parameters observed were effective capacity, yield and economic analysis. Based on this research, it was summarized that the effective capacity of the equipment was 30,63 kg/hour and the yield was 97,83%. Economic analysis was as follows: basic costs for the first to the fifth year was Rp.340,09/kg, Rp.340,39/kg, Rp.340,59/kg, Rp.340,80/kg, Rp.341,02/kg respectively. Break even point (BEP) was at 85,36 kg/year of onion chips molded. Net present value (NPV)7,5% was Rp.202.802.837. Internal rate of return (IRR) was 48,5%. Keywords: onion chips, molder, manual ABSTRAK   Pencetakan kue bawang secara manual dinilai kurang efektif karena proses pencetakannya memerlukan banyak tahapan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat, menguji serta menganalisis nilai ekonomis alat pencetak kue bawang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober hingga Desember 2015 di Laboratorium Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan, dengan cara studi literatur, pengujian alat dan pengamatan parameter. Parameter yang diamati yaitu kapasitas efektif alat, rendemen dan analisis ekonomi. Dari hasil penelitian diperoleh kapasitas efektif alat sebesar 30,63 kg/jam dan rendemen sebesar 97,83%. Analisis ekonomi, biaya pokok untuk tahun pertama sampai tahun kelima berturut-turut yaitu Rp.340,09/kg, Rp.340,39/kg, Rp.340,59/kg, Rp.340,80/kg, Rp.341,02/kg. Alat ini akan mencapai nilai break even point (BEP) apabila telah mencetak adonan kue bawang sebanyak 85,36 kg/tahun. Net present value (NPV) 7,5% sebesar Rp.202.802.837. Internal rate of return (IRR) adalah sebesar 48,5%.   Kata kunci: kue bawang, alat pencetak, manual
RANCANG BANGUN ALAT PENCETAK PELET IKAN MANUAL (Design of Manual Fish Pellet Mold) Dwi Ary Ertanto; Saipul Bahri Daulay; Achwil Putra Munir
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.003 KB)

Abstract

ABSTRACT The fishing businesses needs a large amount of feed, and the solution of this problem is to design their own fish feed to reduce the cost. This study was aimed to design, build, test and analyze the economic value of manual fish pellet molde. The parameters observed were the effective capacity, the percentage of material left behind, yield, and economic analysis. The results showed that the capacity of the fish pellet molder was 33.77 kg / hour, percentage of material left was 27%, the yield was 72.66% cost for pellet was Rp.291.52 / kg in the first year, Rp.291.60 / kg in the second year, Rp.291.68 / kg in the third year, Rp.291.77 / kg in the fourth year, and Rp.291.87 / kg in the fifth year, the BEP was 24.10 kg / year, the IRR was 48.72%, the NPV at 7.5% interest rate was Rp.8.017.867.692 which means the business is feasible to run. Keywords: Manual Fish Pellet Mold, flour, fine bran, soy,  tapioca, vitamin mix. ABSTRAK   Usaha perikanan membutuhkan pakan ikan  yang cukup, dan  solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan membuat pakan ikan sendiri untuk menekan biaya usaha. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat, menguji serta menganalisis nilai ekonomis alat pembuat pelet ikan manual. Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat, persentase bahan tertinggal, rendemen, analisis ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kapasitas alat pencetak pelet ikan ini sebesar 33.77 kg/jam, Persentase bahan tertinggal di alat sebesar 27 %, Rendemen yang didapat pada alat ini adalah sebesar 72,66%, Biaya untuk mencetak pelet ikan sebesar Rp.291.52/kg pada tahun pertama, Rp.291.60/kg pada tahun kedua, Rp.291.68/kg pada tahun ketiga, Rp.291.77/kg pada tahun keempat, dan Rp.291.87/kg pada tahun kelima, BEP sebanyak 24,10 kg/tahun, IRR sebesar 48,72%, NPV alat ini dengan suku bunga 7.5% adalah Rp.8.017.867.692 yang berarti usaha ini layak untuk dijalankan.   Kata Kunci : Alat Pencetak Pelet Ikan Manual, tepung, dedak halus, kedelai, tapioka, vitamin mix
RANCANG BANGUN ALAT PENGUPAS PINANG TUA (Design and Construction of Ripe Areca Nut Peeler) Imade Silaban; Achwil Putra Munir; Lukman Adlin Harahap
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.073 KB)

Abstract

ABSTRACT Manual peeling of ripe areca nut risky, slow and must be focus. Ripe areca nut is used to hardeningteeth. This research was aimed to design, construction and examine ripe areca nut peeler. This research was conducted in February until March 2016 in the Laboratory of Agriculture Engineering, Faculty of Agriculture, University of North Sumatra by literature study and observations of areca nut peeler.The results showed that the effective capacity was 153,5713 kg/hour. Undone peeled percentage was 11,4%. Main cost in the first year was Rp. 196,60/kg, Rp. 196,80/kg for the second year, Rp. 197,02/kg for the third year, Rp. 197,25/kg for the fourth year and Rp. 197,50/kg for the fifth year. BEP in the areca nut peeler was 146,06 kg for the first year, 153,57 kg for the second year, 161,59 kg for the third year, 170,16 kg for the fourth year and 179,31 kg for the fifth year. NPV at 6,75% was Rp. 14.868.550.820,4/year and NPV trial at 8% was Rp. 14.380.121.216,25/year. Keyword : areca nut peeler, ripe areca nut, effective capacity. ABSTRAK   Pengupasan pinang tua secara tradisional memiliki banyak resiko kecelakaan kerja, lambat dan harus benar-benar fokus. Biji pinang tua berguna untuk menguatkan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain, membuat dan menguji alat pengupas pinang tua dengan menggunakan pinang tua sebagai bahan bakunya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga Maret 2016 di Laboratorium Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara dengan metode studi literatur dan melakukan pengamatan pada alat pengupas pinang tua.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas efektif alat sebesar 153,5713 kg/jam. Persentase pinang tua yang tidak terkupas sempurna sebesar 11,4 %. Biaya pokok operasional alat pengupas pinang tua sebesar Rp. 196,60/kg untuk tahun pertama, Rp. 196,80/kg untuk tahun kedua, Rp. 197,02/kg untuk tahun ketiga, Rp. 197,25/kg untuk tahun keempat dan Rp. 197,50/kg untuk tahun kelima. BEP pada alat pengupas pinang tua sebesar 146,06 kg pada tahun pertama, 153,57 kg pada tahun kedua, 161,59 kg pada tahun ketiga, 170,16 kg pada tahun keempat dan 179,31 kg pada tahun kelima. NPV alat pengupas pinang tua pada 6,75% sebesar Rp. 14.868.550.820,4/tahun dan NPV dengan suku bunga coba-coba 8% sebesar Rp. 14.380.121.216,25/tahun.   Kata kunci : alat pengupas pinang tua, pinang tua, kapasitas efektif.
KAJIAN POTENSI PRODUKSI PADI DAERAH IRIGASI BANDAR SIDORAS DI KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG (The Study of Rice Production Potential in Bandar Sidoras Irrigation Fields in Percut Sei Tuan District Deli Serdang Regency) Isti Mauladina; Sumono Sumono; Sulastri Panggabean
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.945 KB)

Abstract

ABSTRACT Percut Sei Tuan District as the largest centre of rice production in Deli Serdang Regency, must be studied its rice field irrigation system to hold out and increase rice production. The purpose of this research was to study the rice production potential in Bandar Sidoras irrigation fields in Percut Sei Tuan district Deli Serdang regency in achieving the maximum level of rice production based on sun  radiation level, time to grow rice, and rice variety. This research was also studied the ratio between irrigation field and crops field, and reliability of existing irrigation networks. In the period of 2009-2013, the results indicated that the irrigation network reliability was good enough. The average value of the actual productivity of rice was 5,63 ton/ha, the average ratio between irrigation field and crops field was 2,98 and the rice production target was 64,09%. Keyword: rice, production target, production potential, irrigation network. ABSTRAK Kecamatan Percut Sei Tuan sebagai daerah penghasil produksi padi terbesar di Kabupaten Deli Serdang, perlu dikaji jaringan irigasinya yang menjadi sumber air untuk meningkatkan produksi padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi produksi padi Daerah Irigasi Bandar Sidoras di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang  dalam aras pencapaian produksi padi yang maksimal, berdasarkan tingkat radiasi matahari, lama waktu pertumbuhan tanaman padi, serta varietas padi yang ditanam. Penelitian ini juga mengkaji nisbah luas lahan panen dengan luas lahan beririgasi, dan keandalan jaringan irigasi. Dalam kurun waktu 2009-2013 diperoleh hasil bahwa keandalan jaringan irigasi terpenuhi. Rata-rata nilai produktivitas aktual padi 5,63 ton/ha, rata-rata nilai nisbah luas panen dengan luas lahan beririgasi 2,98 dan rata-rata nilai aras pencapaian produksi padi 64,09%. Kata Kunci: padi, aras produksi, potensi produksi, jaringan irigasi.
MODIFIKASI ALAT PENCETAK BRIKET ARANG DENGAN SISTEM PRESS HIDROLIK MENGGUNAKAN BAHAN BAKU LIMBAH TEH (Modification of Charcoal Briquette Cast Using Hydraulic Press System From Tea Waste) Michael Samuel; Lukman Adlin Harahap; Achwil Putra Munir
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.096 KB)

Abstract

ABSTRACT Briquette is one of the alternative energy from biomass which is used as a simple and inexpensive energy source. Biomass used in this research is tea waste. The aim of this research was to modify the charcoal briquette cast to increase the effective capacity and quality of the briquette. Testing was conducted using a non-factorial completely randomized design with parameters of effective capacity, calorific value, firmness press, economic analysis, break even point, net present value and internal rate of return. The results of this research showed that the modification of the charcoal briquette cast using hydraulic press system had highly significant effect on effective capacity, calorific value, and firmness press. The best effective capacity in this research was 5,985 kg tool/hour. The best calorific value in this research was 6677,9583 cal/g that met Japanese, British and Indonesian standards. The best firmness press in this research was 10,56 kg/cm2that met the Indonesian standards. Main cost was Rp. 6.004,52/kg for the fifth year. Break even point was 1.291,38 kg/year for the fifth year. Net present value was Rp. 41.422.753,34. Internal rate of return was 38,83%, which mean that this equipment  was worthy to used. Keywords : modification, molding equipment, charcoal briquette, biomass, tea waste. ABSTRAK   Briket merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang berasal dari biomassa yang digunakan sebagai sumber energi sederhana dan murah.Biomassa yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah teh.Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi alat pencetak briket arang agar dapat diperoleh peningkatan kapasitas efektif alat dan peningkatan kualitas mutu briket yang dihasilkan.Pengujian yang dilakukan adalah dengan rancangan acak lengkap non faktorial dengan parameter kapasitas efektif alat, nilai kalor, keteguhan tekan, analisis ekonomi, break even point, net present value dan internal rate of return. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modifikasi alat pencetak briket arang dengan sistem press hidrolik ini memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap kapasitas efektif alat, nilai kalor dan keteguhan tekan. Kapasitas alat terbaik diperoleh pada penelitian ini sebesar 5,985 kg/jam. Nilai Kalor terbaik sebesar 6677,9583 kal/gr yang memenuhi standar briket buatan Jepang, Inggris dan Indonesia. Keteguhan Tekan terbaik dalam penelitian ini yaitu sebesar 10,56 kg/cm2yang memenuhi standar briket buatan Indonesia.  Biaya pokok pada tahun ke-5 sebesar Rp. 6.004,52/kg. Break even point pada tahun ke-5 sebesar 1.291,38 kg/tahun. Net present value diperoleh sebesar Rp. 41.422.753,34. Internal rate of return diperoleh sebesar 38,83%, artinya alat ini layak untuk diusahakan.   Kata kunci: Modifikasi, Alat Pencetak,  Briket Arang, Biomassa, limbah teh
PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI LIMBAH AMPAS KELAPA DENGAN KADAR AKTIVATOR HCL BERBEDA (Manufacture of Activated Carbon from Coconut Pulp Waste Using HCl as Activator with Different Concen Muchlis Raja Uhum; Saipul Bahri Daulay; Sulastri Panggabean
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.844 KB)

Abstract

ABSTRACT Activated carbon is a material that has a high carbon content that can be made from organic and inorganic materials, in condition that the materials have a porous structure. The research was aimed to determine the characteristic of moisture content, ash content and pore surface area of activated carbon from coconut pulp waste as well as to improve phsycal quality of the water.The results indicated that the best concentration carbon from coconut pulp waste was by using 15 % HCl activator which produced moisture content of 6,67 %, ash content of  0,52 % and pore surface area of  25,48 mm. The application of the activated carbon by using 15 % HCl activator in water indicated that the water turbidity was 14,33 NTU, colour of the water was very clear and the water had no smell. The result showed that the produced water did reached the water quality standard. Keywords: activated carbon, coconut pulp waste, physical quality of water   ABSTRAK Arang aktif merupakan material yang memiliki kadar karbon tinggi yang dapat dibuat dari bahan organik maupun anorganik, dengan syarat bahan tersebut mempunyai struktur pori. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kadar air, kadar abu, luas permukaan pori arang aktif ampas kelapa serta untuk meningkatkan kualitas fisik air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang aktif ampas kelapa terbaik dari aktivator HCl 15 % menghasilkan kadar air 6,67 %, kadar abu 0,52 % dan diameter permukaan pori 25,48 mm. Hasil pengaplikasian arang aktif dari aktivator HCl 15 % menghasilkan nilai kekeruhan air 14,33 NTU, warna air sangat jernih dan air tidak berbau. Hasil tersebut sudah memenuhi standar mutu air bersih.   Kata kunci: arang aktif, limbah ampas kelapa, kualitas fisik air
UJI DIAMETER PULI PADA ALAT PENGEMPA MINYAK KEMIRI ( Pulley Diameter Test Of Candlenut Oil Press ) Taufik Jamaluddin Sitepu; Ainun Rohanah; Achwil Putra Munir
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.603 KB)

Abstract

ABSTRACT In the oil press equipment (screw type) diameter of pulley must be considered. The diameter determines the outcome of the candlenut oil. This study was the effect of severed rotation of the screw type press oil on the yield and quality of candlenut oil. The study was conducted at the Laboratory of Agricultural Engineering and analysis was done at Analysis Laboratory of Food Chemistry, Faculty of Agriculture USU in December 2014 until march 2015 using a non factorial completely randomized design with three levels of pulley diameter ( 3 cm, 4cm, dan 5cm ). Parameters measured were effective equipment capacity water content, and yield. The results showed that the diameter had highly significant effect on the capacity of effective equipment moisture content and yield. The best treatment of this research was the treatment of P2 (0.290 1 / h) which produced water content of 0.95%, oil of 0.225 L / kg. Keywords: Pulley, oil press, candlenut. ABSTRAK   Pada ala toil press tipe ulir pengaturan diameter pengempaan perlu diperhatikan. Diameter tersebut menentukan putaran hasi minyak kemiri. Penelitian ini adalah pengujian berbagai tingkat putaran pada alat oil press tipe ulir terhadap rendemen dan mutu minyak kemiri.  Penelitiandilakukan di LaboratoriumKeteknikanPertaniandananalisis data di LaboratoriumAnalisis Kimia Bahan Pangan FakultasPertanian  USU pada bulan Desember  2014 hingga Maret 2015 dengan menggunakan model rancangan acak lengkap non faktorial yaitu pada taraf pengujian pada pulley 3 cm, 4 cm dan 5 cm. Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat kadar air, dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji diameter memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kapasitas efektif alat kadar air, dan rendemen. Perlakuan terbaik dari penelitian ini adalah perlakuan P2 (0,290 1/jam ) yang menghasilkan kadar air 0,95%, dan rendemen murni 0,225   L/kg.   Kata kunci: Pulley, alat pengempah minyak, kemiri
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA PERTANIAN HORTIKULTURA (Decision Support System to Determine Horticultural Farm Feasibility) Kerub Henpra Gokniel; Lukman Adlin Harahap; Sulastri Panggabean
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.549 KB)

Abstract

ABSTRACT When running farm business, farmers often do not know whether their farm will gain profit or not and how much the estimation of the profit that can be gained. Things like that happened because they are not doing business investation analysis previously or in this case farm business analysis to find out their farm feasibility. These things often are not done because farmers do not know how to do farm feasibility analysis or if they knew, it would take much time to do it manually. Decision Support System to Determine Horticultural Farm Feasibility was made so the farmers can do farm business feasibility analysis easily and quickly. Decision Support System to Determine Horticultural Farm Feasibility was made in android smartphone application. The farm analysis consisted of Break Even Point (BEP), Return Cost Ratio (R/C), Net Present Value (NPV) and Internal Rate of Return (IRR). Keywords: decision support system, business feasibility analysis, farm ABSTRAK   Ketika melakukan usaha tani, petani sering kali tidak mengetahui apakah usaha tani yang dilakukannya akan menghasilkan keuntungan atau tidak dan berapa perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh. Hal ini dikarenakan petani tidak lebih dahulu melakukan analisis investasi bisnis atau dalam hal ini analisis usaha tani untuk mengetahui kelayakan usaha taninya. Sering kali hal ini tidak dilakukan karena petani tidak mengetahui cara melakukan analisis kelayakan usaha tani tersebut atau jika petani tersebut mengetahui analisis kelayakan usaha tani, maka akan memakan waktu lama jika dilakukan penghitungan manual. Sistem Pendukung Keputusan untuk Menentukan Kelayakan Usaha Budidaya Pertanian Hortikultura dibuat agar petani dapat melakukan analisis kelayakan usaha taninya secara mudah dan cepat. Sistem Pendukung Keputusan untuk Menentukan Kelayakan Usaha Budidaya Pertanian Hortikultura dibuat dalam bentuk aplikasi smartphone android. Adapun analisis usaha tani yang dilakukan adalah Break Even Point (BEP), Return Cost Ratio (R/C), Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR).   Kata kunci: sistem pendukung keputusan, analisis kelayakan usaha, usaha tani
KAJIAN KONTAMINAN NITROGEN DAN FOSFOR DI SUB DAS SEI KALEMBA (DAS PADANG) AREAL PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PTP. NUSANTARA IV PABATU PADA MUSIM KEMARAU (Studies of Contaminant Nitrogen and Phosphorus in the Sub-Watershed Area Sei Kalemba (Watershed Padang) o Kiki Fadli; Sumono Sumono; Ainun Rohanah
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.242 KB)

Abstract

ABSTRACT The use of land within a Sub-Watershed Area that is intended for oil palm plantations is having fertilization treatment and the effect of rainfall can cause erosion of some elements of soil fertilization, such as nitrogen and phosphorus that flowing into water bodies causing contamination. Nitrogen and Phosphorus Contaminants in the water bodies of the river will depend on the rainfall. Therefore a study is needed on total nitrogen and total phosphorus to determine the extent of nitrogen and phosphorus that come flowing into rivers and rainfall relationship with total nitrogen and total phosphorus. The results showed the total amount of nitrogen in the Sub-Watershed Area Sei Kalemba (Watershed Padang) was 0 to 5.59 mg / litre and the total amount of phosphorus in the Sub-Watershed Area Sei Kalemba (Watershed Padang) was 1.82 to 36.73 mg / litre. Total Nitrogen (TN) in the Sub-Watershed Area Sei Kalemba (Wareshed Padang) showed no inclination relationship with rainfall.Total Phosphorus (TP) in the Sub-Watershed Area Sei Kalemba (Watershed Padang) showed a relationship with rainfall although the relationship was not linear. Keywords: Nitrogen Contaminants, Phosphorus, Watershed Area, Palm Oil, Dry Season. ABSTRAK Penggunaan lahan dalam suatu Sub DAS yang diperuntukan bagi lahan kelapa sawit yang mendapatkan perlakuan pemupukan dan pengaruh curah hujan dapat menyebabkan tergerusnya beberapa unsur kesuburan tanah, seperti unsur Nitrogen dan Fosfor yang mengalir masuk ke badan sungai menyebabkan terjadinya kontaminasi. Kontaminan Nitrogen dan Fosfor di badan air sungai akan bergantung kepada curah hujan. Untuk itu perlu dilakukan kajian mengenai total Nitrogen dan total Fosfor untuk mengetahui sejauh mana Nitrogen dan Fosfor yang ikut mengalir ke sungai dan hubungan curah hujan dengan total Nitrogen dan total Fosfor. Hasil penelitian menunjukkan kandungan total Nitrogen dalam Sub DAS Sei Kalemba (DAS Padang) didapat sebesar 0 - 5,59 mg/liter dan kandungan total Fosfor dalam Sub DAS Sei Kalemba (DAS Padang) didapat sebesar 1,82 – 36,73 mg/liter. Total Nitrogen (TN) pada Sub DAS Sei Kalemba (DAS Padang) tidak menunjukkan adanya kecenderungan hubungan dengan curah hujan. Total Fosfor (TP) pada Sub DAS Sei Kalemba (DAS Padang) menunjukkan adanya kecenderungan hubungan dengan curah hujan walaupun kecenderungan hubungannya tidak linear. Kata Kunci: Kontaminan Nitrogen, Fosfor, Daerah Aliran Sungai, Kelapa Sawit, Musim Kemarau.
UJI KARAKTERISTIK FISIK SERAT ALAMI TANAMAN LIDAH MERTUA (Sansevieria trifasciata P.) PADA PEMBUATAN BENANG PAKAN (Physical Characteristics Test of Sansevieria (Sansevieria trifasciata P.) Fiber to Made Yarn Feed) Nency Situmorang; Saipul Bahri Daulay; Sulastri Panggabean
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.403 KB)

Abstract

ABSTRACT Fiber of Sansevieria has characteristics of not easily fragile, shiny, long, and potentially used as a raw material in manufacture of textiles, especially yarn. This study was aimed to make determine the physical characteristics of mother in law tongue fiber with and without the addition of NaOH. This research was conducted in March until May 2016 in the Laboratory of Agricultural Engineering, brightness level test was conducted at Laboratory of food technology, Faculty of Agriculture University of North Sumatra, Medan. Tensile strength test and test the fineness (number of threads) was conducted at Laboratory Evaluation of Textiles, College of Engineering Indonesian Islamic University, Yogyakarta. Parameters measured were tensile strength test, test the fineness (number of threads) and brightness level test. Results of the research indicated that the Sansevieria fiber produce different physical characteristics in each treatment with and without solution of NaOH. The highest result of tensile strength value of Sansevieria fibre was on the without NaOH treatment that is 144 grams. The highest result of fineness value of Sansevieria fibre was on the treatmeant with addition NaOH (10%)  that is 3,8 tex. The highest result of the brightness value of Sansevieria fibre was on the treatmeant with addition NaOH (5%)that  is 75.29%. Key words: Sansevieria, natural fiber, tensile strength, yarn. ABSTRAK   Serat Sansevieria memiliki karakteristik yang tidak mudah rapuh, mengkilat, panjang dan berpotensi digunakan sebagai bahan baku tekstil khususnya pada pembuatan benang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji karakteristik fisik serat tanaman lidah mertua dengan dan tanpa penambahan larutan NaOH. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga Mei 2016 di Laboratorium Keteknikan Pertanian, Uji tingkat kecerahan dilakukan di Laboratorium Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan. Uji Kekuatan tarik dan kehalusan (nomor benang) dilakukan di Laboratorium Evaluasi Tekstil, Fakultas Teknik, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Parameter yang diamati adalah kekuatan tarik, kehalusan (nomor benang) dan tingkat kecerahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serat Sansevieria menghasilkan karakteristik fisik yang berbeda pada masing-masing perlakuan dengan dan tanpa penambahan larutan NaOH. Nilai kekuatan tarik terbesar pada serat Sansevieria terdapat pada perlakuan tanpa NaOH (0%) yaitu 144 gram. Nilai kehalusan terbesar pada serat Sansevieria terdapat pada perlakuan penambahan NaOH (10%) yaitu 3,8 tex. Nilai tingkat kecerahan terbesar pada serat Sansevieria terdapat pada perlakuan NaOH (5%) yaitu 75,29%. Kata kunci : Sansevieria, serat alami, kekuatan tarik, benang

Filter by Year

2013 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 1, No 4 (2013): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian More Issue