cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN TEKNOLOGI PERTANIAN SEMI ORGANIK PADA KOMODITI PADI SAWAH Kasus: Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat Wulan Ramadhani; Hasman Hasyim, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.732 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi petani terhadap teknologi pertanian semi organik padi sawah di daerah penelitian dan untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi yang mempengaruhi penerapan teknologi pertanian semi organik pada komoditi padi sawah di daerah penelitian. Metode penilitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda menggunakan model persamaan Cobb Douglas dengan alat bantu SPSS 15. Pengambilan sampel dilakukan secara proporsional pada kondisi populasi heterogen dan berstrata dengan jumlah sampel sebanyak 30 petani. Data yang digunakan adalah data primer dan data skunder.Hasil penelitian tingkat adopsi petani terhadap pertanian semi organik padi sawah di daerah penelitian adalah sedang dengan skor rata-rata 25.27. Karakteristik sosial ekonomi yang berpengaruh nyata terhadap tingkat adopsi adalah pendidikan dan tingkat partisipasi petani, sementara umur, lama berusahatani, tingkat kosmopolitan, jumlah tanggungan, luas lahan dan total pendapatan tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat adopsi teknologi pertanian semi organik pada komoditi padi sawah di daerah penelitian.   Kata kunci : Tingkat Adopsi, Pertanian Semi Organik, Padi Sawah.
SIKAP PETANI TERHADAP PILOT PROJECT PERTANIAN TERPADU (Studi kasus : Desa Tangga Batu II, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir) Rizki Rahmatullah Harahap, Salmiah, Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.792 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian dilakukan untuk mengetahui sikap petani terhadap pilot project pertanian terpadu, mengetahui hubungan karakteristik sosial ekonomi petani dengan sikap petani terhadap pilot project pertanian terpadu, mengetahui apa saja masalah-masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan pilot project pertanian terpadu, mengetahui apa saja upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah dalam pelaksanaan pilot project pertanian terpadu. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara secara purposive dan metode pengambilan sampel adalah stratified random sampling atas dasar luas lahan yang diusahakan pada lahan sawah sebanyak 30 KK. Data dianalisis dengan menggunakan uji beda rata-rata dengan alat bantu perangkat lunak SPSS dan dengan metode penskalaan Likert. Hasil penelitian pertama menunjukkan dimana 20 orang (66.7%) memiliki sikap positif terhadap pilot project pertanian terpadu dan 10 orang (33.3%) menyatakan sikap negatif terhadap pilot project pertanian terpadu, kedua tidak ada hubungan antara karakteristik sosial ekonomi petani terhadap pilot project pertanian terpadu, ketiga masalah-masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan pilot project pertanian terpadu yaitu : Kurang atau tidak adanya modal untuk memulai usaha tersebut, kurangnya pengetahuan petani dalam budi daya integrasi padi sawah  dan  bebek, ketersediaan  air yang  kurang  terjamin, dan keempat adalah Upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi  dalam  pelaksanaan  pilot  project pertanian  terpadu  adalah :  Beberapa  petani sangat kreatif untuk mencari  sumber  pendanaan  dengan melakukan  pinjaman kepada kerabat atau koperasi  pertanian  untuk  memulai  usaha  tersebut, sebagian  petani sudah  lebih aktif untuk mencari informasi dari media cetak maupun media elektronik serta  pelatihan tentang budidaya padi sawah dan bebek, bekerja sama dan bergotong-royong dan ikut masuk dalam kelompok petani pengguna air (P3A) serta membuat tali air atau kolam untuk mengairi sawah dan ternak bebek.   Kata Kunci : Sikap, pilot project pertanian terpadu.
ANALISIS USAHATANI DAN PEMASARAN UBI KAYU DAN UBI JALAR DI SIMALUNGUN (Studi Kasus: Desa Pematang Kerasaan Rejo Kecamatan Bandar dan Kelurahan Tiga Runggu Kecamatan Purba) Dear P Siburian; Thomson Sebayang; Luhut Sihombing
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.16 KB)

Abstract

ABSTRAK Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive, simple random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis data deskriptif, fungsi produksi regresi berganda, uji beda rata-rata serta analisis BEP. Hasil penelitian menyimpulkan produktivitas ubi jalar di daerah penelitian lebih rendah dari produktivitas ubi jalar di Kabupaten Karo namun lebih tinggi dari produktivitas ubi jalar hasil penelitian BPTP Sumut. Produktivitas ubi kayu di daerah penelitian lebih tinggi dari produktivitas ubi kayu di Kabupaten Simalungun namun lebih rendah dari produktivitas ubi kayu hasil penelitian BPTP Sumut; Faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi ubi jalar adalah penggunaan bibit dan herbisida sedangkan pada usahatani ubi kayu, faktor produksi yang berpengaruh nyata adalah penggunaan bibit, herbisida dan TK; Tidak terdapat perbedaan rata-rata pendapatan usahatani ubi jalar dengan pendapatan usahatani ubi kayu dalam satu musim tanam; Jumlah produksi dan harga jual berpengaruh terhadap pendapatan usahatani baik pada usahatani ubi jalar maupun usahatani ubi kayu; dan pemasaran ubi jalar di daerah penelitian belum efisien dan pemasaran ubi kayu di daerah penelitian belum efisien. Kata Kunci:  usahatani, pendapatan, pemasaran  
ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN PUPUK BERSUBSIDI PADA TANAMAN PADI SAWAH (Studi Kasus: Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai) Joan Octrani Siallagan; Diana Chalil; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.284 KB)

Abstract

ABSTRAK Upaya pemberian pupuk bersubsidi oleh pemerintah dinilai sangat membantu petani, selain untuk meningkatkan jumlah produksi dan produktivitas juga menekan biaya produksi. Tujuan penelitian adalah menganalisis rata-rata penggunaan pupuk bersubsidi dan efisiensi penggunaan pupuk tersebut. Data yang digunakan berasal dari data produksi 60 petani sampel yang ditentukan secara stratified clustered sampling berdasarkan status kepemilikan dan luas lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata dosis penggunaan pupuk bersubsidi (Urea, SP 36, ZA, NPK Phonska) jauh lebih tinggi daripada dosis yang dianjurkan, serta tingkat efisiensi penggunaan pupuk bersubsidi dari segi teknis dan harga tidak efisien, baik untuk petani pemilik penggarap maupun petani penggarap. Kata Kunci:  pupuk bersubsidi, efisiensi, status kepemilikan lahan
BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAGING KUDA (Kasus: Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan) Winda L. Hotabilatdur; Tavi Supriana, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.559 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber pasokan daging kuda ke daerah penelitian dantingkat konsumsi masyarakat terhadap daging kuda. Selanjutnya kajian ini juga bertujuan melihatpengaruh harga daging kuda, total pendapatan keluarga, harga barang substitusi (daging babi) terhadap permintaan daging kuda dan menganalisishubungan karakteristik masyarakat (umur, tingkat pendidikan dan jumlah anggota keluarga) terhadap permintaan daging kuda. Metode penentuan subjek penelitian ditentukan secara aksidental dengan jumlah subjek sebanyak 60 KK.Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif,  regresi linier berganda dan analisis korelasi pearson.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber pasokan ternak kuda ke daerah penelitian juga berasal dari berbagai dearah di Indonesia seperti Lampung, Banda Aceh, Padang, Padang Sidempuan, Bandung dan Berastagi. Konsumsi daging kuda di daerah penelitian meningkat setiap tahunnya. Harga daging kuda, total pendapatan keluarga dan harga daging babi secara serempak berpengaruh nyata terhadap permintaan daging kuda, secara parsial  total pendapatan keluarga dan harga daging babi berpengaruh nyata terhadap permintaan daging kuda. Terdapat hubungan yang nyata antara tingkat pendidikan dan jumlah anggota keluarga dengan permintaan daging kuda tetapi tidak terdapat hubungan yang nyata antara umur dengan permintaan daging kuda. Kata Kunci: daging kuda, harga, total pendapatan keluarga, karakteristik masyarakat
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGGILINGAN PADI DI KECAMATAN LUBUK PAKAM KABUPATEN DELI SERDANG Anggun Nurul Mauliddar; Mozart B Darus; Lily Fauzia
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.639 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi kinerja mesin penggiling padi, untuk mengetahui biaya produksinya, untuk mengetahui besar pendapatan, serta untuk melihat kelayakan dari usaha penggilingan padi tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah R/C yang digunakan untuk melihat kelayakan usaha, serta formula-formula sederhana yang sesuai untuk menghitung efisiensi kinerja mesin, biaya produksi, dan pendapatan usaha. Hasil penelitian terhadap 5 (lima) sampel didapatkan bahwa efisiensi kinerja mesin masih rendah, yaitu di bawah 80%. Rata-rata efisiensi untuk kapasitas 500 kg/jam sebesar 54,25% sedangkan untuk kapasitas 2000 kg/jam sebesar 55%. Biaya produksi  rata-rata   tahun   2012   untuk  kapasitas 500 kg/jam  adalah  sebesar Rp. 1.940.475.289 sedangkan  untuk  kapasitas 2000  kg/jam   adalah   sebesar  Rp. 3.066.506.000. Pendapatan rata-rata tahun 2012 untuk kapasitas 500 kg/jam adalah sebesar Rp. 112.138.152 sedangkan untuk kapasitas 2000 kg/jam adalah sebesar Rp. 386.944.000. Hasil penelitian terhadap studi kelayakan menunjukkan bahwa usaha penggilingan padi layak untuk dikembangkan. Kata kunci: analisis kelayakan, efisiensi mesin, usaha penggilingan padi
ANALISIS USAHA TERNAK ITIK PETELUR Studi Kasus Kec. Bandar Khalifah Kab. Serdang Bedagai Riwan Sinaga; Satia Negara Lubis; Hasudungan Butar-Butar
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.396 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sistem cara beternak itik, jumlah pendapatan usaha ternak itik, apakah usaha ternak itik layak atau tidak untuk dikembangkan secara ekonomis, masalah-masalah yang dihadapi dalam beternak itik dan upaya-upaya yang dilakukan untuk menghadapi masalah-masalah dalam beternak itik. Metode penentuan daerah penelitian ditentukan secara purposive (sengaja). Analisis yang digunakan untuk menganalisis kelayakan ekonomi yaitu R/C Rasio (Return Cost Ratio), Produktivitas Tenaga Kerja dan BEP (Break Even Point). Hasil penelitian menunjukkan:  Sistem pemeliharaan usaha ternak itik di daerah penelitian masih tergolong sederhana atau tradisional (semi ekstensif), rataan pendapatan bersih usaha ternak itik adalah sebesar Rp. 34.243.000 per peternak /periode (± 1,2 tahun), usaha ternak itik di daerah penelitian layak dikembangkan secara ekonomis. Dengan nilai R/C Rasio = 4,31, BEP Produksi = 8.932 Butir, BEP Harga = Rp. 289,4 / Butir.   kata kunci : analisis, usaha ternak itik, sistem tradisional
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA INDUSTRI PENGOLAHAN ROTAN (Calamus, Sp) MENJADI FURNITUR DI KOTA MEDAN Sri Ardianti Pratiwi Siregar; AT Hutajulu, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.827 KB)

Abstract

ABSTRAK Rotan merupakan komoditu hasil hutan non-kayu yang sangat penting bagi Indonesia sebab Indonesia merupakan negara penghasil rotan terbesar di dunia (80% dari perdagangan rotan dunia). Dengan kondisi tersebut Indonesia mempunyai peluang besar dalam industri pengolahan rotan yang dapat menghasilkan nilai tambah lebih dari sekedar rotan mentah. Karena rotan sendiri telah di kenal dengan segala kelebihan dan keunikannya yang menjadikan rotan sebagai bahan baku furnitur yang populer. Di Sumatera Utara sendiri, sentra pengolahan rotan menjadi furnitur terdapat di kota Medan dimana usaha tersebut memiliki peluang besar untuk terus di kembangkan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis nilai tambah dengan metode nilai tambah Hayami dan analisis SWOT. Populasi dalam penelitian adalah pengrajin rotan di Kota Medan. Metode pengambilan sampel dilakukan secara Purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 16 sampel yang ditentukan dengan metode sensus (complete enumeration). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah yang diperoleh dari industri pengolahan rotan menjadi furnitur di Kota Medan rata-rata sebesar Rp1.992.701,81. Dan strategi yang digunakan untuk pengembangan industri pengolahan rotan di Kota Medan adalah dengan strategi Turn-around, dimana memanfaatkan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada. Kata Kunci : Rotan, Nilai Tambah Hayami, Analisis SWOT
ANALISIS PEMASARAN ANDALIMAN (Zanthoxylum acanthopodium DC) DI PASAR KOTA MEDAN Ramli V. Sibarani; Asmi T. Hutajulu; Sinar Indra Kusuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.11 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana saluran pemasaran andaliman, mengetahui fungsi-fungsi pemasaran apa saja yang dilakukan oleh lembaga pemasaran, mengetahui besaran marketing margin, price spread, share margin, dan share profit lembaga pemasaran, serta untuk mengetahui tingkat efisiensi lembaga pemasaran pada setiap saluran pemasaran andaliman di daerah penelitian. Metode penentuan daerah penelitian ditentukan secara purposive yaitu Pasar Kota Medan sebagai pasar yang turut andil dalam proses perdagangan andaliman. Metode penentuan sampel dengan metode nonprobabilitas yaitu: metode snowball sampling, dan accidental sampling dengan total 50 sampel. Hasil penelitian ini adalah terdapat 10 jenis saluran pemasaran andaliman yang melibatkan lembaga-lembaga pemasaran. Setiap lembaga pemasaran melakukan fungsi pemasaran yang berbeda-beda, semakin banyak fungsi pemasaran semakin besar biaya pemasaran. Terdapat persamaan marketing margin, price spread, share margin and share profit dengan demikian ada pembagian yang adil antara keuntungan dan biaya untuk setiap lembaga pemasaran. Lembaga pemasaran andaliman sudah efisien, efisiensi lembaga pemasaran tertinggi adalah pedagang pengecer I(A) sebesar 1,02% pada saluran VI.   Kata Kunci : pedagang andaliman, marketing margin, efisiensi.
DINAMIKA ORGANISASI KOPERASI SERBA USAHA Studi Kasus : Koperasi Serba Usaha Palano Jaya, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan Novika Dora Dyana; Meneth Ginting, Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.067 KB)

Abstract

ABSTRAK Novika Dora Dyana (080309042), dengan judul Skripsi “Dinamika Organisasi Koperasi Serba Usaha. Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Prof. Dr. Ir. H. Meneth Ginting, MADE dan Ibu Emalisa, SP, M.Si. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui dinamika organisasi koperasi serba usaha. Penelitian dilakukan pada tahun 2012-2013 di Koperasi Serba Usaha Palano Jaya Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode analisis dekriptif, skoring, analisis korelasi Rank Spearman, uji-t, dan analisis Regresi Linier Berganda dengan alat bantu SPSS 15. Pengambilan sampel dilakukan dengan aksidental sebanyak 30 orang. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat perkembangan organisasi koperasi di daerah penelitian tahun 2008-2011. Karakteristik anggota koperasi di daerah penelitian beragam. Dinamika organisasi koperasi di daerah penelitian tinggi. Tidak terdapat hubungan yang nyata antara umur, masa keanggotaan dan jumlah tanggungan keluarga dengan dinamika organisasi koperasi di daerah penelitian. Terdapat hubungan yang nyata antara tingkat pendidikan anggota koperasi dengan dinamika organisasi koperasi di daerah penelitian. Secara serempak, tidak terdapat pengaruh karakteristik sosial ekonomi anggota koperasi terhadap dinamika organisasi koperasi. Secara parsial, tingkat pendidikan berpengaruh nyata terhadap dinamika organisasi koperasi di daerah penelitian, sedangkan umur, masa keanggotaan dan jumlah tanggungan keluarga tidak berpengaruh nyata terhadap dinamika organisasi koperasi di daerah penelitian. Kata kunci: anggota, dinamika organisasi, koperasi

Page 7 of 85 | Total Record : 845


Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue