cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN BUDIDAYA MAWAR ( Studi Kasus : Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang) Fivi Suhertitha J; Kelin Tarigan, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.963 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan budidaya mawar di Desa Bangun Sari,          Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Diantaranya dengan  menganalisis pengelolaan budidaya mawar di daerah penelitian, menganalisis pendapatan budidaya, menganalisis regresi linear berganda dengan metode OLS (Ordinary Least Square), menganalisis kelayakan budidaya dengan metode                     R/C ratio. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari petani melalui wawancara langsung dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu. Petani responden diambil dengan menggunakan metode slovin sehingga ditentukan besar sampel petani mawar sebanyak 32 orang yang mengusahakan budidaya mawar. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis pengelolaan budidaya mawar, pendapatan OLS (Ordinary Least Square), dan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pengelolaan budidaya mawar sudah terlaksana dengan baik sesuai teknik budidaya. Pendapatan bersih yang diperoleh dengan menggunakan perhitungan tenaga kerja luar keluarga sebesar Rp. 1.994.847,406 dan pendapatan bersih yang diperoleh dengan perhitungan tenaga kerja dalam keluarga dan tenaga kerja luar keluarga sebesar Rp. 1.620.003. Hasil regresi dari metode OLS (Ordinary Least Square) diperoleh persamaan Y = -531879,936 + 1458,429 X1 + 1,312 X2 – 65414,719 X3 – 20378,571 X4   Kata Kunci : Biaya Produksi, Penerimaan, Pendapatan, Kelayakan.
INTEGRASI PASAR TANDAN BUAH SEGAR KELAPA SAWIT PERDESAAN ASAHAN DENGAN PASAR NASIONAL Martin ML Pasaribu; Luhut Sihombing; Thomson Sebayang
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.587 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan elastisitas transmisi harga tandan buah segar (TBS) Kelapa Sawit di perdesaan kabupaten Asahan khususnya kecamatan Bandar Pasir Mandoge dengan harga nasional dan menjelaskan integrasi pasar tandan buah segar (TBS) Kelapa Sawit antara perdesaan kabupaten Asahan dengan pasar nasional. Metode penentuan subjek penelitian ditentukan secara insidental sampling dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 24 KK yang terdapat di lima desa yaitu desa B.P Mandoge, desa Huta Padang, desa Gotting Sidodadi, desa Silau Jawa, desa Suka Makmur. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis elastisitas transmisi harga dan integrasi pasar. Hasil penelitian menjelaskan bahwa dari  lima desa yang diteliti,  hanya desa Bandar Pasir Mandoge saja  yang elastisitas transmisi harganya >1. Artinya produsen (petani) mendapat keuntungan yang lebih besar dari perubahan harga. Di lain pihak  yaitu Desa Gotting Sidodadi, Desa Huta Padang, Desa Silau Jawa dan Desa Suka Makmur  elastisitas trasmisi harga < 1. Artinya kurang mendapat keuntungan dari perubahan harga. Integrasi pasar vertikal tandan buah segar kelapa sawit relatif sudah kuat di seluruh pasar Kecamatan Bandar Pasir Mandoge. Untuk Integrasi pasar dalam jangka pendek terjadi hanya di beberapa desa. Hal ini ditunjukkan dari index of market connection (IMC) > 1 yang menjelaskan bahwa pasar nasional tidak terintegrasi jangka pendek secara keseluruhan dengan pasar lokal. Untuk integrasi jangka panjang setiap desa dengan pasar nasional memiliki integrasi. Kata Kunci  :Integrasi Pasar,Elastisitas Harga, Kelapa Sawit
ANALISIS DAMPAK CAFTA (CHINA ASEAN FREE TRADE AREA) TERHADAP PERDAGANGAN JERUK SUMATERA UTARA Maria Gultom; Tavi Supriana, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.535 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis neraca perdagangan jeruk, volume impor jeruk, harga jeruk impor, volume ekspor jeruk, harga jeruk ekspor, harga jeruk domestik Sumatera Utara sebelum dan sesudah CAFTA (China ASEAN Free Trade Area). Data yang diolah adalah data sekunder dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2011. Hasil penelitian menunjukkan neraca perdagangan jeruk Sumatera Utara sebelum dan sesudah CAFTA mengalami defisit. Nilai impor lebih tinggi dibandingkan dengan nilai ekspor. Terdapat perbedaan nyata antara  volume impor jeruk, harga jeruk impor, volume ekspor jeruk, harga jeruk domestik sebelum dan sesudah CAFTA (China ASEAN Free Trade Area). Tidak terdapat perbedaan nyata  harga jeruk ekspor sebelum dan sesudah CAFTA (China ASEAN Free Trade Area). Volume impor jeruk sesudah CAFTA lebih tinggi dibandingkan sebelum CAFTA. Volume ekspor jeruk sesudah CAFTA lebih rendah dibandingkan dengan sebelum CAFTA. Harga jeruk impor, harga jeruk ekspor, harga jeruk domestik Sumatera Utara lebih mahal sesudah CAFTA dibandingkan dengan sesudah CAFTA. Kata kunci: China ASEAN Free Trade Area (CAFTA), ekspor, impor, volume,                           harga
ANALISIS EFISIENSI TEKNIS PRODUKSI USAHATANI CABAI (Kasus Kelurahan Tiga Runggu Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun) Monika M.S. Hutagalung; Luhut Sihombing; Thomson Sebayang
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.448 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh input produksi (bibit, tenaga kerja, mulsa plastik, pupuk, dan pestisida) terhadap produktivitas cabai dan efisiensi teknis produksi usahatani cabai di daerah penelitian. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah random sampling, dimana populasi petani cabai sebanyak 192 orang dengan jumlah sampel petani cabai sebanyak 66 orang. Analisis data yang digunakan adalah metode Cobb Douglass , analisis koefisien beta dan metode perbandingan produksi aktual dan potensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan input produksi (bibit, tenaga kerja, mulsa plastik, pupuk dan pestisida)  berpengaruh nyata secara serempak terhadap produktivitas cabai. Secara parsial penggunaan input produksi bibit dan mulsa plastik berpengaruh nyata dan tenaga kerja, pupuk dan pestisida tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas cabai. Bibit merupakan input produksi yang paling besar pengaruhnya terhadap produktivitas. Efisiensi teknis cabai di Kelurahan Tiga Runggu sebesar 0,57 dan tergolong tidak efisien karena ET<1. Kata Kunci      : efisiensi teknis, produktivitas, cabai
ANALISIS USAHATANI DAN PEMASARAN BIBIT KARET RAKYAT (Hevea brasilliensis Muell Arg.) ( Studi Kasus : Desa Naga Jaya I, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun) Delianne Savitri; Rahmantha Ginting, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.891 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis usahatani dan pemasaran bibit karet rakyat di Desa Naga Jaya I, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun. Diantaranya dengan  menganalisis R/ C ratio usahatani bibit karet rakyat dan analisis Break Event Point ( BEP), menganalisis konsentrasi ratio untuk mengetahui struktur pasar bibit karet rakyat, menganalisis bagaimana rantai pemasaran bibit karet rakyat, dan menganalisis price spread dan share margin yang terjadi pada petani dan pedagang bibit karet rakyat. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari petani melalui wawancara langsung dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu. Petani responden diambil dengan menggunakan metode slovin sehingga ditentukan besar sampel petani bibit karet rakyat sebanyak 34 orang yang mengusahakan usahatani bibit karet rakyat . Metode analisis data yang digunakan adalah analisis R/C ratio, Break Event Point ( BEP), Konsentrasi Ratio, Rantai Pemasaran, Marketing Margin; Price Spread dan Share Margin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai R/C ratio usahatani bibit karet rakyat ini sebesar 4,37 (nilai R/C>1), yang artinya usahatani tersebut layak untuk diusahakan. Nilai Break Event Point ( BEP) usahatani bibit karet rakyat pada BEP volume produksi dan BEP harga produksi  berada pada titik impas. Dalam Rantai Pemasaran bibit karet rakyat terdapat 3 lembaga yang terlibat yaitu petani, pedagang, konsumen. Konsentrasi Ratio menghasilkan struktur pasar usahatani bibit karet rakyat adalah oligopsoni konsentrasi sedang. Marketing Margin, Price Spread dan Share Margin dalam usahatani bibit karet rakyat menunjukkan adanya perbedaan masing- masing harga yang diterima oleh petani maupun pedagang bibit karet. Kata Kunci : Kelayakan Usahatani, Pemasaran, Struktur Pasar, Rantai Pemasaran
DAMPAK PERTAMBAHAN PENDUDUK, AKSES PANGAN DAN USAHA PENGENTASAN KEMISKINAN TERHADAP JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI SUMATERA UTARA Wiwied Hartanti; Satia Negara Lubis; Hasudungan Butar-Butar
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.408 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui tingkat pertumbuhan penduduk di Sumatera Utara, untuk mengetahui akses  pangan di Sumatera Utara, untuk mengetahui pengaruh jumlah penduduk, akses pangan, dan usaha pengentasan kemiskinan terhadap  jumlah penduduk miskin di Sumatera Utara. Penelitian dilakukan pada tahun 2012 di Sumatera Utara. Metode analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis indeks komposit akses pangan dan analisis regresi linier berganda. Data yang digunakan adalah data sekunder. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil pengkategorian, akses pangan Sumatera Utara selama enam tahun yakni mulai tahun 2005 sampai 2010 berada pada kategori baik dan berdasarkan hasil regresi linier berganda, jumlah penduduk, indeks komposit akses pangan, dan usaha pengentasan kemiskinan secara bersama- sama berpengaruh nyata terhadap jumlah penduduk miskin. Akan tetapi secara parsial variabel indeks komposit akses pangan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah penduduk miskin di Sumatera Utara. Kata Kunci : Jumlah penduduk, akses pangan, pengentasan kemiskinan, penduduk miskin
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN PETANI SALAK (Salacca Edulis) YANG MENJUAL HASIL PANEN KE PABRIK DAN LUAR PABRIK DI KABUPATEN TAPANULI SELATAN Lolisa Efa Matovani; Kelin Tarigan; Sinar Indra Kesuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.94 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan petani salak diberbagai tingkat sakala usaha, untuk menganalisis perbedaan pendapatan petani yang menjual hasil panen ke pabrik dan luar pabrik, dan untuk menganalisis tingkat kelayakan usaha tani salak didaerah penelitian. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive (sengaja), dengan pertimbangan bahwa Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan sentra produksi salak di Sumatera Utara dan terdapat pabrik pengolahan salak. Metode pengambilan sampel ditetapkan secara Proportional stratified Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Dari hasil penelitian pendapatan petani diberbagai tingkat skala usaha adalah semakin besar skala usaha atau semakin luas lahan petani maka pendapatan petani semakin meningkat. Jika ditinjau dari penjualan hasil panen maka berdasarkan uji beda rata-rata bahwa hasil t-hitungnya 4.437 lebih besar daripada t-tabel 2.021 menunjukkan pendapatan petani salak yang menjual hasil panen ke pabrik lebih besar dari pada pendapatan petani salak yang menjual hasil panen ke luar pabrik. Tingkat kelayakan usahatani salak diderah penelitian layak diusahakan dengan R/C petani yang menjual hasil panen ke pabrik adalah 5.59 dan R/C petani salak yang menjual hasil panen ke luar pabrik adalah 4.47. Kata Kunci: Salak, Skala Usaha, Pendapatan Petani salak.
ANALISIS PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI KACANG TANAH DI KABUPATEN TAPANULI UTARA (Studi Kasus: Desa Banuaji IV, Kecamatan Adiankoting) Liska Simamora; Thomson Sebayang; Asmi Tiurland Hutajulu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.6 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem usahatani kacang tanah, tingkat produksi kacang tanah, faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat produksi dan pendapatan usahatani kacang tanah, serta layak atau tidaknya usahatani kacang tanah dikembangkan di Desa Banuaji IV, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling dengan jumlah sampel 30 KK berasal dari 255 KK. Metode penelitian yang digunakan adalah: skoring; analisis data deskriptif; Fungsi produksi Cobb-Douglass dan regresi linear berganda ; Analisis Usahatani rasio R/C.  Hasil penelitian menunjukkan sistem usahatani kacang tanah belum sesuai dengan sistem usahatani anjuran, tingkat produksi kacang tanah tergolong rendah, faktor-faktor produksi yang mempengaruhi tingkat produksi kacang tanah adalah pupuk Phonska, TSP dan jumlah tenaga kerja, sementara faktor biaya produksi yang berpengarh nyata terhadap pendapatan usahatani kacang tanah adalah biaya penyusutan peralatan, usahatani kacang tanah layak dikembangkan di lokasi penelitian. Kata Kunci: Kacang Tanah, Produksi, Pendapatan, Usahatani
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM MEMBELI BERAS ORGANIK (Studi Kasus : JaPPSA, Brastagi Supermarket dan Carrefour Plaza Medan Fair) Nurul Ildrakasih; Diana Chalil; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.425 KB)

Abstract

ABSTRAK Beras organik adalah salah satu hasil dari produk pertanian organik. Semakin tingginya kesadaran konsumen akan pentingnya kesehatan dan pelestarian lingkungan sehingga diperkirakan permintaan beras organik akan meningkat namun produksi yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat. Hal ini disebabkan masih sedikitnya petani yang melakukan pertanian organik. Tingginya kualitas beras organik menyebabkan tingginya harga beras tersebut dibanding dengan harga beras biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan konsumen akan beras organik berfluktasi tiap bulannya. Hasil estimasi regresi logistik menunjukkan bahwa pendapatan dan persepsi berpengaruh nyata terhadap keputusan konsumen dalam membeli beras organik. Sedangkan tingkat pendidikan, komposisi keluarga, rasio harga dan gaya hidup tidak berpengaruh nyata terhadap keputusan konsumen dalam membeli beras organik. Kata Kunci: Beras Organik, Keputusan Konsumen, Logit
KAJIAN FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT TERHADAP KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DI MEDAN Ruth Josephine Robina Sinaga; Satia Negara Lubis; Mozart B. Darus
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.85 KB)

Abstract

ABSTRAK Ketahanan pangan rumahtangga adalah kemampuan rumahtangga untuk memenuhi kecukupan pangan anggotanya dari waktu ke waktu agar dapat hidup sehat dan mampu melakukan kegiatan sehari-hari. Secara garis besar kebutuhan rumah tangga dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori besar, yaitu kebutuhan akan pangan dan bukan pangan. Dengan demikian pada tingkat pendapatan tertentu, rumah tangga akan mengalokasikan pendapatannya untuk memenuhi kedua kebutuhan tersebut. Semakin tinggi pangsa pengeluaran pangan (>60%), berarti semakin kurang sejahtera rumah tangga yang bersangkutan. Sebaliknya semakin kecil pangsa pengeluaran pangan (<60%) maka rumah tangga tersebut semakin sejahtera. Faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi ketahanan pangan rumah tangga dengan indikatornya pengeluaran pangan yang mempengaruhi pangsa pengeluaran pangan ialah pendapatan rumah tangga, pendidikan ibu rumah tangga, jumlah anggota keluarga, dan bantuan sosial terhadap pangan. Hasil menunjukkan bahwa secara serempak faktor-faktor tersebut berpengaruh nyata terhadap pengeluaran untuk konsumsi pangan rumah tangga di Kota Medan. Sebanyak 88% dari rumah tangga di Kota Medan dikategorikan sebagai rumah tangga yang tahan pangan, dimana total pengeluaran untuk konsumsi pangan jauh lebih kecil dibandingkan dengan total konsumsi non pangan. (Kata Kunci : Ketahanan Pangan Rumahtangga, Faktor Sosial Ekonomi, Medan, Pangsa Pengeluaran Pangan, Pendapatan Rumahtangga)

Page 9 of 85 | Total Record : 845


Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue