cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
ANALISIS NILAI TAMBAH USAHA PENGOLAHAN GULA AREN DI DESA SUKA MAJU KECAMATAN SIBOLANGIT KABUPATEN DELI SERDANG Wenny Wulandari Lubis; Luhut Sihombing, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.511 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk 1). menganalisis besar pendapatan yang diperoleh petani dari usaha pengolahan gula aren, 2). menganalisis besar nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan gula aren, dan 3). mengidentifikasi masalah yang dihadapi petani dalam usaha pengolahan gula aren. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Metode pengambilan sampel adalah dengan menggunakan metode sensus. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan, Metode Hayami, dan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa:                       1). Pendapatan yang diperoleh petani dari usaha pengolahan gula aren adalah sebesar Rp 11.613.712,40 per tahun per petani, 2). Nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan gula aren adalah sebesar Rp 77,53, dengan rasio nilai tambah sebesar 3,23%, dan 3). Masalah yang dihadapi petani dalam usaha pengolahan gula aren antara lain: 1. tangkai bunga aren tidak dapat mengeluarkan nira meskipun sudah disadap, 2. semakin sulitnya petani memperoleh kayu bakar, dan 3. kurangnya akses petani terhadap informasi pasar terutama tentang harga gula aren. Kata Kunci: Nilai Tambah, Usaha Pengolahan Gula Aren, dan Pendapatan
ANALISIS EFISIENSI PEMAKAIAN PUPUK BERSUBSIDI PADA PRODUKSI PADI SAWAH (Oriza sativa L.) (Studi Kasus: Desa Wonosari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang) Veralina Bintang Ayu; Diana Chalil; Mozart B. Darus
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.734 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar persentase kontribusi biaya pupuk bersubsidi terhadap total biaya produksi, bagaimana distribusi pupuk bersubsidi di daerah penelitian, menganalisis efisiensi input (harga) dan efisiensi teknik pemakaian pupuk bersubsidi,. Metode penentuan daerah penelitian ditentukan secara purposive yaitu desa Wonosari dengan kelompok tani terbanyak. Metode penentuan sampel ditentukan secara stratified random sampling dengan kriteria berlahan luas > 0,5 Ha dan berlahan sempit ≤ 0,5 Ha dengan jumlah masing-masing 30 sampel. Hasil penelitian ini adalah besar share biaya pupuk terhadap total biaya produksi adalah 13,42%. Distribusi pupuk bersubsidi mudah dalam hal proses, dapat diperoleh sesuai dengan waktu yang dibutuhkan. Jumlah yang dibutuhkan pada RDKK tidak sesuai dengan realisasi di lapangan. Ditinjau dari segi harga, urea, SP-36 dan NPK bersubsidi tidak sesuai HET, tetapi pupuk ZA dan Organik sudah sesuai HET. Pemakaian pupuk bersubsidi tidak efisien secara teknik maupun harga.   Kata Kunci : pupuk bersubsidi, efisiensi, produksi, distribusi pupuk
ANALISIS USAHATANI DAN PEMASARAN JAGUNG (Studi Kasus : Desa Pamah, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi) Claudya Rahmi; Thomson Sebayang, Iskandarini
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.796 KB)

Abstract

ABSTRAK Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu daerah produsen jagung. Dimana salah satu sentra produksinya adalah Kabupaten Dairi. Jagung yang diproduksi  digunakan untuk konsumsi industri pakan ternak dan industri makanan. Tujuan penelitian adalah : untuk menjelaskan produktivitas jagung dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas jagung, menjelaskan struktur biaya produksi usahatani jagung dan menjelaskan besarnya pendapatan usahatani jagung serta menganalisis tingkat efisiensi usahatani jagung, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani jagung, menjelaskan perkembangan harga jagung dan menjelaskan sistem pemasaran jagung serta tingkat efisiensi jagung di daerah penelitian. Metode penentuan daerah penelitian ditentukan secara purposive (sengaja). Metode analisis untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas  digunakan Fungsi Produksi model Coob-Douglas, untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani jagung digunakan Fungsi Pendapatan model Regresi Linier Berganda, untuk menjelaskan perkembangan harga jagung digunakan Analisis Regresi moden Tren Linier dengan bantuan alat analisis berupa SPSS. Hasil penelitian menunjukan: Produktivitas jagung di daerah penelitian tergolong tinggi, usahatani jagung di daerah penelitian tergolong efisien, struktur biaya usahatani didominasi oleh biaya sarana produksi tanaman (saprotan) yang terdiri dari biaya bibit, biaya pupuk dan biaya herbisida. Harga jagung di Kabupaten Dairi fluktuatif namun cenderung meningkat, dan sistem pemasaran jagung di daerah penelitian tergolong efisien. Kata Kunci : Produktivitas, struktur biaya, efisiensi, harga, pemasaran.  
ANALISIS FORECASTING KETERSEDIAAN PANGAN 2015 DALAM RANGKA PEMANTAPAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI SUMATERA UTARA Selfia Reni Parange Sinaga; Satia Negara Lubis, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.386 KB)

Abstract

ABSTRAK Penyusunan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana keadaan ketersediaan pangan dan konsumsi pangan pada tahun 2015 di Provinsi Sumatera Utara.  Penelitian ini menggunakan data sekunder ketersediaan dan konsumsi pangan Provinsi Sumatera Utara tahun 2000 – 2010.  Komoditas yang terdiri dari beras, jagung, ubi kayu, ubi jalar, daging sapi, dan telur ayam.  Metode analisis yang digunakan adalah analisis data kuantitatif untuk forecasting dengan menggunakan metode kuadrat terkecil sehingga dapat dilihat bagaimana trend ketersediaan dan konsumsi yang terjadi sampai tahun 2015. Hasil analisis forecasting menunjukkan bahwa ketersediaan jagung, ubi kayu, ubi jalar, dan daging sapi mengalami trend kenaikan sedangkan ketersediaan beras dan telur ayam mengalami trend penurunan dan konsumsi beras, jagung, ubi kayu, ubi jalar, daging sapi, dan telur ayam mengalami trend kenaikan.  Pada tahun 2015 hasil analisis forecasting menunjukkan rasio ketersediaan pangan yang lebih tinggi dari konsumsi pangan dan tersedianya jumlah pangan yang cukup untuk dikonsumsi. Kata Kunci : analisis forecasting, ketersediaan pangan, konsumsi pangan, trend
STRATEGI PENINGKATAN NILAI TUKAR PETANI PADI SAWAH ( Studi Kasus : Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal,Kabupaten Deli Serdang) Novi Susanti; Mozart B Darus, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.086 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi peningkatan nilai tukar petani padi sawah, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Diantaranya dengan  menghitung nilai tukar petani untuk mengetahui tingkat kesejahteraan petani dan menganalisis stratei peningkatan nilai tukar petani padi sawah. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari petani melalui wawancara langsung dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu. Petani responden diambil dengan menggunakan metode slovin sehingga ditentukan besar sampel petani padi sawah sebanyak 42 orang yang mengusahakan usahatani padi sawah. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis dengan rumus matematis NTP = IT/IB . 100, indikator NTP dengan kriteria ntp>100 mengalami surplus, ntp=100 mengalami impas , ntp<100 mengalami defisit dan metode analisis Swot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata Nilai Tukar Petani sebesar 91% (NTP<100) yang artinya petani ,mengalami defisit. Rata-rata tingkat kesejahteraan petani pada suatu priode mengalami penurunan dibanding tingkat kesejahteraan petani pada priode sebelumnya. Di dalam strategi peningkatan nilai tukar petani dengan metode Swot adalah strategi agresif ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Kata Kunci : Nilai Tukar Petani, SWOT, Padi Sawah
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI SAWAH (Studi Kasus: Desa Medang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara) Hasman Hasyim, Silvira; Lily Fauzia
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.829 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi sawah, mengetahui pendapatan petani dari usahatani padi sawah dan melihat hubungan karakteristik sosial ekonomi petani.Metode penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling dan penentuan petani sampel dilakukan dengan metode accidental sampling Dan kajian ini menggunakan  analisis Regresi Linier Berganda dan analisis Korelasi Rank Spearman.Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor produksi seperti bibit, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja secara serempak berpengaruh nyata terhadap produksi  padi sawah, tetapi secara parsial hanya pestisida yang berpengaruh terhadap produksi. Pendapatan usahatani padi sawah cukup tinggi yakni sebesar Rp. 17.254.440,58/ha. Karakteristik sosial ekonomi petani yang memiliki hubungan dengan  produksi padi sawah adalah luas lahan, sedangkan umur, tingkat pendidikan, lama bertani dan jumlah tanggungan tidak memiliki hubungan terhadap produksi.   Kata kunci :  bibit, pupuk, pestisida, tenaga kerja, pendapatan
ANALISIS KOMPARASI USAHATANI TERNAK AYAM POTONG RAKYAT DENGAN TERNAK AYAM POTONG KEMITRAAN (Studi Kasus: Kec.Dolok Batu Nanggar dan Kec.Bandar Huluan Kab.Simalungun) Aulia Wulandari; Tavi Supriana, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.672 KB)

Abstract

ABSTRAK Usaha peternakan ayam pada umumnya memiliki dua pola pemeliharaan, yaitu dengan bermitra pada pihak penyedia input produksi dan dengan menggunakan modal pribadi. Dari kedua pola tersebut, muncul persepsi dari pihak yang pernah melakukan usaha ternak yaitu “pendapatan peternak rakyat lebih tinggi dibandingkan dengan peternak kemitraan”. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui ketersediaan input produksi, menganalisis perbandingan biaya produksi serta penerimaan pada usaha ternak ayam potong rakyat dengan kemitraan, menganalisis perbandingan pendapatan bersih pada usaha ternak ayam potong rakyat dengan kemitraan di daerah penelitian, mengetahui perbandingan jumlah tenaga kerja pada usaha ternak ayam potong rakyat dengan kemitraan, serta mengetahui apakah usaha ternak ayam potong layak diusahakan secara finansial, dan mana yang lebih tinggi kelayakannya. Penelitian dilakukan pada bulan November 2012. Metode yang digunakan adalah analisis statistik uji beda rata-rata atau t-hitung (Independent Sampel T-Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan input produksi untuk masing-masing peternak tersedia dengan baik di daerah penelitian. Biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan peternak kemitraan lebih tinggi dari peternak rakyat. Jumlah tenaga kerja yang digunakan lebih besar pada peternak kemitraan. Kedua usaha ternak ayam potong sama-sama layak untuk diusahakan menurut kriteria kelayakan R/C Ratio dan BEP, dimana nilai R/C Ratio lebih tinggi pada peternak rakyat sedangkan BEP lebih tinggi pada peternak kemitraan. Kata kunci : ternak ayam potong, peternak rakyat, peternak kemitraan, biaya produksi, penerimaan, pendapatan bersih, tenaga kerja, kelayakan usaha
ANALISIS EFISIENSI DAN PENGARUH PENGGUNAAN BEBERAPA INPUT TERHADAP PRODUKSI KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) (Kasus: PT Socfindo Kebun Aek Loba Kec. Aek Kuasan, Kab. Asahan) Betharia W.M. Pangaribuan; Kellin Tarigan; Yusak Maryunianta
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.893 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan input produksi tenaga kerja dan biaya saprodi terhadap produksi kelapa sawit per hektar, menganalisis efisiensi biaya produksi total yang dicapai oleh kebun, menjelaskan besar kontribusi biaya tenaga kerja terhadap biaya produksi total. Penentuan daerah penelitian ditetapkan secara purposive (secara sengaja), teknik pengumpulan data adalah data sekunder yang bersifat time series. Analisis data yang digunakan adalah analisis Cobb Douglas, analisis efisiensi biaya, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa input produksi tenaga kerja dan biaya saprodi berpengaruh nyata terhadap produksi kelapa sawit per hektar dan hanya input tenaga kerja yang secara parsial berpengaruh nyata terhadap produksi kelapa sawit per hektar, efisiensi biaya yang dicapai oleh kebun secara rata-rata dalam lima tahun terakhir lebih besar dari tingkat bunga uang di bank sehingga kegiatan produksi kelapa sawit yang dilakukan kebun dapat dikatakan efisien, dan kontribusi biaya tenaga kerja terhadap biaya produksi total secara rata-rata dalam lima tahun terakhir adalah 21,40%. Kata Kunci : Pengaruh penggunaan beberapa input, efisiensi biaya, kontribusi biaya tenaga kerja.
KONSTRUKSI HARGA REFERENSI DAERAH KOMODITAS JAGUNG DI KABUPATEN DAIRI DAN KABUPATEN KARO (Studi Kasus: Desa Sarintonu, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi dan Desa Kuta Bangun, Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo) Dewi L. Nadapdap; Luhut Sihombing, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.962 KB)

Abstract

ABSTRAK   Harga Referensi komoditas jagung merupakan  harga ketetapan minimum yang  ditetapkan oleh pemerintah untuk melindungi produsen atau petani jagung agar tidak mengalami kerugian. Untuk mengetahui rekomendasi Harga Referensi Daerah komoditas jagung di kedua daerah penelitian maka dilakukan analisis terhadap total biaya produksi pada tingkat on-farm maupun off-farm untuk kemudian ditentukan besarnya keuntungan yang layak diterima oleh petani jagung. Dalam menentukan rekomendasi  Harga Referensi Daerah digunakan dua metode pendekatan yaitu, metode normal profit, dan metode fixed percentage margin. Selanjutnya dari kondisi eksisting pendapatan tersebut diukur tingkat kesejahteraan petani jagung dengan membandingkan pendapatan usahatani mereka dengan Upah Minimum Regional Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa petani jagung di daerah penelitian belum sejahtera karena pendapatan usahatani mereka berada di bawah Upah Minumum Regional Sumatera Utara.   Kata kunci: harga referensi daerah, upah minimum regional
PERANAN TENAGA KERJA WANITA DALAM INDUSTRI SAPU IJUK DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA (Kasus: Desa Medan Sinembah Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang) Ririn Marissa; Lily Fauzia; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.988 KB)

Abstract

ABSTRAK Industri sapu ijuk merupakan salah satu industri yang banyak menggunakan tenaga kerja wanita. Penelitian ini bertujuan menganalisis peranan tenaga kerja wanita dalam industri tersebut, persentase kontribusi tenaga kerja wanita terhadap pendapatan keluarga, pengaruh karakteristik (umur, tingkat pendidikan, pengalaman bekerja, jumlah produksi, harga sapu) terhadap pendapatan tenaga kerja wanita dengan menggunakan data dari 30 sampel. Hasil pada Tabel 4 menunjukkan bahwa peranan tenaga kerja wanita dalam kegiatan industri sapu ijuk adalah membersihkan ijuk, memasang segitiga atau kipas,mengikat ijuk terhadap tangkai, menjalin ijuk terhadap tangkai maupun segitiga, menyisir dan meratakan ijuk. Pekerjaan tersebut merupakan usaha sampingan bagi pendapatan keluarga. Hal tersebut dapat dilihat  dari  persentase kontribusi tenaga kerja wanita terhadap total pendapatan keluarga yang relatif kecil yaitu sebesar 37,33 %. Faktor yang mempengaruhi besarnya pendapatan tenaga kerja wanita adalah jumlah produksi dan harga sapu.   Kata kunci : Peranan Wanita, Kontribusi Pendapatan, Karakteristik Sosial Ekonomi

Page 8 of 85 | Total Record : 845


Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue