cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
HUBUNGAN SEKOLAH LAPANG PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (SLPTT) DENGAN PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH M. Bin Ayub; Hasman Hasyim; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.549 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah menganalisis tingkat keberhasilan program SLPTT yang di terapkan di daerah penelitian, menganalisis hubungan SLPTT dengan pendapatan petani padi sawah di daerah penelitian dan menganalisis hubungan karakteristik petani dengan pendapatan petani padi sawah di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive. Daerah yang mengikuti SLPTT, memiliki lahan sawah beririgasi, luas lahan dan produksi padi sawah terbesar. Untuk metode penentuan sampel digunakan metode simple random sampling sebanyak 30 sampel.Metode analisis data yang digunakan adalah skoring, analisis korelasi rank spearman dengan bantuan SPSS 17. Hasil penelitian adalah penerapan teknologi pengelolaan tanaman terpadu di daerah penelitian berhasil. Ada hubungan antara SLPTT dengan pendapatan petani padi sawah. Ada hubungan antara pendidikan dengan pendapatan petani padi sawah.Ada hubungan antara luas lahan dengan pendapatan petani padi sawah.   Kata kunci : SLPTT, Pendapatan, Karakteristik Petani
ANALISIS OPTIMASI PENGGUNAAN INPUT PRODUKSI PADA USAHATANI UBI KAYU Gibson F. Ginting; Hiras M.L. Tobing; Thomson Sebayang
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.549 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apa saja input produksi yang digunakan pada usahatani ubi kayu dan menganalisis pengaruh input produksi terhadap hasil produksi ubi kayu serta menganalisis tingkat optimasi penggunaannya. Daerah penelitian ditentukan secara purposive (sengaja). Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode analisis data menggunakan Regresi Linier Berganda. Hasil panelitian menunjukkan : Input produksi yang digunakan pada usahatani ubi kayu adalah : luas lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk  (urea, ZA, KCl, NPK, SP36) dan herbisida. Pengaruh penggunaan input produksi dalam usahatani ubi kayu didaerah penelitian adalah sebagai berikut,  Secara parsial, luas lahan pertanaman dan pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap produksi ubi kayu, sedangkan bibit, tenaga kerja, pupuk Urea, pupuk ZA, pupuk KCl, pupuk SP36 dan herbisida tidak berpengaruh nyata terhadap produksi ubi kayu di daerah penelitian. Sedangkan secara serempak penggunaan input produksi berpengaruh nyata terhadap produksi ubi kayu di daerah penelitian. Dimana, penggunaan input produksi di daerah penelitian belum optimal. Kata Kunci : Analisis, Input Produksi, Optimasi  
HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI PETANI DENGAN PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH SISTEM TANAM LEGOWO 4:1 (Studi Kasus : Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai) Amiruddin Panjaitan; Hasman Hasyim, Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.374 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan karakteristik sosial ekonomi petani dengan pendapatan usahatani padi sawah sistem tanam legowo 4:1, menganalisis pengaruh biaya-biaya produksi terhadap pendapatan usahatani padi sawah sistem tanam legowo 4:1, menganalisis sikap petani terhadap usahatani padi sawah sistem tanam legowo 4:1, mengetahui masalah-masalah apa saja yang dihadapi petani dalam menerapkan sistem tanam legowo 4:1, mengetahui upaya-upaya apa saja yang dilakukan petani untuk mengatasi masalah petani di daerah penelitian. Metode analisis data adalah Korelasi Rank Spearman, regresi linier berganda, teknik penskalaan likert dan deskriptif. Hasil penelitian: karakteristik sosial ekonomi petani yang memiliki hubungan positif dengan pendapatan usahatani padi sawah sistem tanam legowo 4:1 adalah umur, lamanya berusahatani, luas lahan dan jumlah tanggungan. Sedangkan pendidikan memiliki hubungan negatif dengan pendapatan usahatani padi sawah sistem tanam legowo 4:1. Pengaruh biaya-biaya produksi secara serempak memiliki pengaruh nyata terhadap pendapatan usahatani padi sawah sistem tanam legowo 4:1, tetapi secara parsial hanya biaya bibit, pupuk, pestisida dan penyusutan yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan usahatani padi sawah sistem tanam legowo 4:1. Petani sampel sebanyak 43.33% bersikap positif dan 56.67% bersikap negatif terhadap penerapan usahatani padi sawah dengan sistem tanam legowo 4:1. Kata kunci:    Sistem tanam legowo 4:1 dan pendapatan usahatani
USAHATANI DAN STRATERGI PENGEMBANGAN PERTANIAN ORGANIK VERTIKULTUR DI KECAMATAN MEDAN MARELAN (Studi Kasus : Kelurahan Terjun, Kec Medan Marelan, Kota Medan) Nur Meity Utary; Tavi Supriana; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.272 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya total penerimaan, biaya produksi, pendapatan bersih usahatani sayuran organik vertikultur, menganalisis  R/C ratio usahatani sayuran organik vertikultur serta strategi pengembangannya pertanian organik vertikultur. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari petani melalui wawancara langsung dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu. Petani responden diambil dengan menggunakan sensus sebanyak 25 orang yang mengusahakan usahatani secara organik vertikultur . Metode analisis data yang digunakan adalah analisis R/C ratio dan analisis SWOT (Strengts Weaknesses Opportunities Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai R/C ratio usahatani sayuran organik vertikultur ini sebesar 2,19 (nilai R/C>1), yang artinya usahatani tersebut layak untuk diusahakan. Analisis SWOT menghasilkan Strategi SO (1) memanfaatkan ketersediaan input produksi dan  status kepemilikan lahan untuk melakukan perluasan usahatani dan (2) mengoptimalkan keberadaan kelompok tani  dan intensitas monitoring pemerintah untuk mengelola input produksi yang selalu tersedia untuk menambah jumlah petani. Strategi WO (1) Meningkatkan hasil produksi untuk memenuhi permintaan sayuran organik dengan memperbanyak petani yang menerapkan pertanian organik vertikultur dan (2) Meningkatkan waktu untuk mengelola usahatani sayuran organik vertikultur ini sehingga dapat meningkatkan hasil produksi untuk memenuhi permintaan sayuran organik. Strategi ST (1) bekerjasama dalam kelompoktani untuk melakukan variasi penjualan sayuran organik agar konsumen tidak beralih ke sayuran non organik yang murah dan stategi WT (1) Mengadakan pelatihan dalam budidaya dan pencatatan usahatani untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam bertani sehingga dapat dilakukan budidaya yang efektif dan efisien agar sayuran organik dapat bersaing dipasaran. Kata Kunci : lahan sempit, vertikultur, SWOT, waktu, input produksi, kerja sama
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERSEDIAAN DAN KONSUMSI PANGAN STRATEGIS DI SUMATERA UTARA Lisa Lestari; Satia Negara Lubis; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.914 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketersediaan dan konsumsi pangan strategis (beras dan cabai) di Sumatera Utara. Daerah penelitian ditentukan secara purposive (sengaja). Metode penelitian yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan data tahunan periode 2001-2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan beras dipengaruhi oleh stok beras, produksi beras, impor beras dan ekspor beras di Sumatera Utara. Ketersediaan cabai dipengaruhi oleh stok cabai, produksi cabai, impor cabai dan ekspor cabai di Sumatera Utara. Konsumsi beras dipengaruhi oleh jumlah penduduk, harga beras dan PDRB di Sumatera Utara. Konsumsi cabai dipengaruhi oleh jumlah penduduk, harga cabai dan PDRB di Sumatera Utara. Kata Kunci : Ketersediaaan pangan (beras dan cabai), konsumsi pangan (beras dan cabai), dan pangan strategis.
ANALISIS PERBEDAAN HARGA PEMBELIAN DAN KELANGKAAN PUPUK BERSUBSIDI DI KABUPATEN KARO Rikki Andri Yanto; Luhut Sihombing; Sinar Indra Kusuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.108 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbandingan harga jual pupuk bersubsidi di tingkat pengecer, membandingkan harga jual pedagang pengecer dengan Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan pemerintah, mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kenaikan harga pupuk bersubsidi daerah penelitian dan mengetahui faktor-faktor penyebab kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Karo. Metode penentuan daerah secara purposive, yaitu secara sengaja berdasarkan pertimbangan dan tujuan tertentu. Metode pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan harga jual pupuk bersubsidi di tingkat antar pedagang pengecer. Harga jual pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi. Pada pupuk bersubsidi di tingkat pedagang pengecer, faktor yang mempengaruhi adalah biaya transportasi, biaya sewa gudang, biaya plastik dan goni, biaya pajak SIUD, penyusutan timbangan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Karo pedagang Pengecer: Masalah RDKK : pupuk yang sudah disalurkan oleh distributor tidak ditebus oleh petani, Adanya permintaan pupuk dari petani namun tidak melalui mekanisme (RDKK), Kesulitan penjualan untuk pupuk kemasan/bocor selama proses pengangkutan, Kendala penjadwalan alokasi kepada Kelompok Tani ,pupuk yang diperoleh dari distributor. Kelompok Tani: Kekurangan jumlah pupuk UREA karena musim tanam tiba, Prosedur RDKK yang tidak sesuai, Prosedur realokasi masih sangat kurang baik. Petani: Kendala kemampuan finansial dalam pembelian pupuk, Penyaluran pupuk masih belum tepat sasaran (belum sesuai RDKK). Kata Kunci: Perbandingan Harga, Pupuk, Faktor yang Mempengaruhi  kenaikan,dan kelangkaan.
ANALISIS SKALA USAHA MINIMUM UNTUK PERKEBUNAN SAWIT RAKYAT DI KABUPATEN LABUHAN BATU UTARA (Studi Kasus: Desa Meranti Omas, Kecamatan Na IX-X, Kabupaten Labuhan Batu Utara) Putri Handayani Sirait; Diana Chalil; Tavi Supriana
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.702 KB)

Abstract

ABSTRAK Sejak tahun 2010, usaha perkebunan sawit rakyat berkembang pesat hampir mencapai 40% dari total luas perkebunan sawit Indonesia.  Namun secara individu umumnya perkebunan rakyat masih banyak yang luasnya kurang dari 2 ha.Diduga luas tersebut belum mencapai skala minimum yang diperlukan dalam usaha perkebunan sawit.  Penelitian ini dilakukan untuk menguji dugaan tersebut. Data yang digunakan adalah data dari 43 petani sampel  yang ditetapkan dengan  metode Stratified Sampling dan diuji dengan metodeuji beda rata-rata Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat  perbedaan biaya rata-rata  pada berbagai strata skala usaha, dengan nilai terendah pada  skala usaha 2-4 ha.  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa luas perkebunan 2-4 ha adalah skala usaha minimum untuk perkebunan sawit rakyat di Labuhan Batu Utara. Kata Kunci:         perkebunan sawit rakyat, skala usaha minimum, biaya rata-rata.
PERBANDINGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN KELUARGA PETANI KELAPA SAWIT RAKYAT DENGAN PETANI PADI SAWAH (Studi Kasus : Desa Ujung Kubu, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara) Nessy Anali Utami; Thomson Sebayang; Diana Chalil
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.383 KB)

Abstract

ABSTRAK Distribusi pendapatan merupakan masalah perbedaan pendapatan antara individu yang kaya dengan yang miskin. Perbedaan pendapatan timbul karena kepemilikan faktor produksi atau jenis komoditas. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa distribusi pendapatan petani kelapa sawit relatif lebih merata dibandingkan petani padi sawah. Di Desa Ujung Kubu terdapat fenomena peningkatan luas lahan kelapa sawit dan penurunan luas lahan padi sawah. Data diperoleh dari 60 petani sampel dengan masing-masing komoditi sebanyak 30, dan dianalisis dengan Gini Ratio dan Kurva Lorenz. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani kelapa sawit rakyat tergolong ketimpangan sedang dengan kurva lorenz yang tidak menjauhi garis kemerataan sempurna, sedangkan pendapatan petani padi sawah tergolong ketimpangan rendah dengan kurva lorenz yang lebih mendekati garis kemerataan sempurna. Ketimpangan pendapatan keluarga petani kelapa sawit rakyat yang relatif tinggi disebabkan oleh tingginya variasi pendapatan yang berasal dari pekerjaan non-usahatani sedangkan keluarga petani padi sawah umumnya tidak punya cukup waktu untuk melakukan pekerjaan non-usahatani. Kata Kunci: Distribusi Pendapatan, Gini Ratio, Kurva Lorenz
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KETIDAKLANCARAN PENGEMBALIAN PINJAMAN DANA PUAP PADA PETANI PADI SAWAH (Kasus: Desa Paluh Manan Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang) Yemima Christin; Yusak Maryunianta; Sinar Indra Kusuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.281 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan dana PUAP di daerah penelitian; faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi ketidaklancaran pengembalian pinjaman dana PUAP pada petani padi sawah berdasarkan persentase dan waktu pengembalian pinjaman di daerah penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah            metode deskriptif dan metode regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan dana PUAP tidak berjalan dengan lancar; terdapat pengaruh dummy karakter petani sebesar 32,523 dengan nilai signifikansi 0,000 dan dummy musim tanam sebesar 61,417 dengan nilai signifikansi 0,000 terhadap persentase pengembalian dana PUAP (Y1); terdapat pengaruh pendapatan usaha tani sebesar -0,00000002332 dengan nilai signifikansi 0,036, dummy karakter petani sebesar 1,107 dengan nilai signifikansi 0,000 dan dummy musim tanam  sebesar 0,847 dengan nilai signifikansi 0,000 terhadap waktu pengembalian dana PUAP (Y2). Kata kunci : PUAP, Pembayaran Pinjaman, Faktor Sosial Ekonomi Petani
PROGNOSA KETERSEDIAAN PANGAN (BERAS, GULA PASIR, MINYAK GORENG, BAWANG MERAH, CABE MERAH, TELUR AYAM, DAGING AYAM, DAGING SAPI DAN KACANG TANAH) SAAT HBKN DI KOTA MEDAN Sukma Yulia Sirait; Lily Fauzia; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.613 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan, jumlah konsumsi, perubahan harga pangan pada hari besar keagamaan nasional di Kota Medan tahun 2010 dan prognosa ketersediaan pangan pada hari besar keagamaan nasional di Kota Medan tahun 2012. Penelitian dilakukan di Kota Medan. Kajian ini menggunakan data sekunder dengan analisis data secara deskriptif dan data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan ketersediaan pangan saat Puasa, Idul Fitri, Idul Adha dan Natal & Tahun Baru tahun 2010 di Kota Medan cukup tersedia. Konsumsi pangan pada hari besar keagamaan nasional tahun 2010 di Kota Medan meningkat. Harga pangan pada hari besar keagamaan nasional tahun 2010 di Kota Medan meningkat dan prognosa ketersediaan pangan saat hari besar keagamaan nasional di Kota Medan tahun 2012 cukup tersedia. Kata Kunci : Hari Besar Keagamaan Nasional, Kota Medan, Prognosa Ketersediaan Pangan

Page 6 of 85 | Total Record : 845


Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue