cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN RHEOMAC® SF 100 PADA KUALITAS BETON YANG DIRENDAM DENGAN AIR LAUT DAN AIR SULFAT Effendi Effendi
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 2 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO 2 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.059 KB)

Abstract

ABSTRAK Dalam proses pengecoran bangunan pada daerah lepas pantai, kontak langsung antara beton dengan air laut tidak dapat dihindari. Air laut sendiri mengandung berbagai zat yang dapat mempengaruhi dan cenderung melemahkan kekuatan dari beton salah satunya yaitu sulfat. Oleh sebab itu perlu dilakukan pencegahan terhadap pengurangan kekuatan tersebut. Pada penelitian ini akan dibahas tentang pengaruh penggunaan Rheomac® SF100 sebanyak 10% dari berat semen terhadap kuat tekan, tarik belah dan absorpsi pada beton pada masa perendaman selama 28 hari dan 90 hari yang direndam pada 4 jenis air yaitu air normal, air laut, air sulfat ±1000 ppm,dan air sulfat ±6000 ppm. Air laut sendiri diambil dari daerah pantai cermin dan dianalisa di laboratorium untuk memperoleh kadar zat yang terkandung di dalam air laut. Dari hasil penelitian tentang kandungan kimia, diperoleh air laut mengandung klorida ±30000 ppm dan sulfat ±2600 ppm. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa air laut, maka akan semakin menurunkan kualitas dari beton dari mutu yang direncanakan. Pada percobaan ini dihasilkan bahwa semakin lama beton direndam maka akan mempengaruhi kekuatan beton tersebut. Penggunaan Rheomac® SF100 berhasil mengurangi kerusakan akibat zat- zat yang terkandung di dalam air perendaman. Kata Kunci : Rheomac® SF100, air laut, air sulfat, kuat tekan, absorpsi
STUDI KEKUATAN BALOK MONORAIL PROFIL I Jaya Pratama
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 2 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO 2 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.717 KB)

Abstract

ABSTRAK Alternatif membuat gelagar keran adalah dengan sistem monorail dangan beban tidak terlalu besar dan biasanya yang efektif menahan beban adalah flens bawah. Pada pembahasan tugas akhir ini, akan dilakukan analisa perilaku profil I bila roda keran diletakkan pada posisi di flens atas dan flens bawah, dengan tujuan untuk menentukan kemampuan balok monorail dengan menetapkan perilakunya terhadap beban serta menentukan flens mana yang lebih stabil menahan beban. Metode yang digunakan dalam tugas akhir ini untuk menganalisa pembebanan di flens atas dan flens bawah adalah metode energi Trahair dan sebagai pembanding menggunakan metode Chen-Lui. Profil yang digunakan sebagai balok monorail adalah profil I–254x146x43, profil I–457x191x98; dan profil I–610x229x140.Dari hasil analisa perhitungan diperoleh posisi pembebanan di flens atas, pusat geser, dan flens bawah bila dibebani, maka pada posisi flens bawah akan lebih stabil bila dibandingkan dengan posisi yang lain. Nilai Mcr pada flens bawah lebih besar bila dibandingkan di pusat geser dan flens atas (Mcr bottom > Mcr Shear centre > Mcr Top). Kata kunci: keran, monorail, metode energi, profil I
ANALISIS KAPASITAS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALITIS DAN ELEMEN HINGGA Evi Dogma Sari Napitupulu
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 2 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO 2 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.838 KB)

Abstract

ABSTRAK Pondasi tiang berfungsi untuk memikul dan menahan beban yang bekerja. Setiap pondasi harus mampu mendukung beban sampai batas keamanan yang telah ditentukan, termasuk mendukung beban maksimum yang mungkin. Tujuan dari studi ini adalah untuk menghitung dan membandingkan kapasitas daya dukung aksial tiang pancang dari data sondir dengan memakai metode Mayerhof, data SPT memakai metode Mayerhof, data manometer hydraulic jack dan menghitung daya dukung dengan metode numerik dengan bantuan program. Sedangkan untuk perhitungan daya dukung lateral menggunakan metode Broms. Berdasarkan hasil perhitungan tiang tunggal untuk sondir titik pertama, diperoleh kapasitas daya dukung ultimit (Qu) = 460, 18 ton, titik kedua sebesar 337,24 ton. Berdasarkan data SPT, titik pertama sebesar 272,20 ton, titik kedua sebesar 161,82 ton. Dari bacaan manometer hydraulic jack titik pertama dan titik kedua sebesar 231,20 ton, dan berdasarkan metode numerik diperoleh daya dukung ultimit (Qu) = 290,00 ton dengan phi/c reduction sebesar 1,0656 dan untuk titik kedua, (Qu) = 222,68 ton dengan phi/c reduction sebesar 1,3761. Sedangkan perhitungan daya dukung lateral tiang (Hu) tunggal pada titik pertama sebesar 16,32 ton dan pada titik kedua sebesar 17,74 ton. Kata kunci : pondasi tiang, axial, lateral, phi/c reduction
KAJIAN KEKAKUAN ELASTIS DAN TEGANGAN PADA METALLIC DAMPER Adrian Yossiarta Sitepu
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 2 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO 2 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.249 KB)

Abstract

ABSTRAK Metallic damper seperti Added Damping and Stifness (ADAS) dan Triangular Added Damping and Stiffness (TADAS) merupakan alat pendissipasi energi yang telah digunakan dalam desain dari bangunan tahan gempa. Damper ini meningkatkan kekakuan dan damping dari struktur dan juga meningkatkan kapasitas energi dissipasi. Bentuk geometri dari metallic damper ini disesuaikan dengan diagram bidang momen karena bentuk ini yang paling optimum dimana menghasilkan pelelehan material merata disepanjang pelat. Pada tulisan ini, dibahas tentang kekakuan elastis yang merupakan salah satu karakteristik yang penting dari metallic damper dan distribusi tegangannya. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode energi regangan. Hasil dari studi parametrik dengan mengambil beberapa variasi perbandingan antara tinggi dari ujung - ujung pelat (alpha) menunjukkan bahwa nilai alpha yang semakin besar akan memberikan konstribusi terhadap nilai kekakuan yang semakin besar juga, sebaliknya akan berdampak terhadap semakin kecilnya deformasi yang akan terjadi. Sebagai tambahan, pengaruh geser ternyata tidak menunjukkan nilai yang signifikan terhadap lendutan (kekakuan) sehingga dapat diabaikan. Selanjutnya, analisa tegangan yang diperoleh melalui kajian terhadap beban statis diperoleh bahwa semakin besar alpha, maka rasio tegangannya juga semakin besar, namun untuk tegangan maksimum tidak selalu terjadi pada ujung pelat, melainkan tergantung pada rasio alpha. Kata kunci: metallic damper,kekakuan,lendutan,tegangan.
ANALISIS PENGARUH LAJU KOROSI TERHADAP KAPASITAS BUCKLING PADA KONDISI ELASTIC PADA BAJA PROFIL I BEAM Redokson Situmorang
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 2 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO 2 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.016 KB)

Abstract

ABSTRAK Efek utama korosi yaitu rusak atau hilangnya lapisan permukaan pada material baja. Rusaknya material akibat korosi yang seragam pada setiap sisi profil mengakibatkan berkurangnya properties penampang seperti, luas area, momen inersia, jari-jari girasi dan lain-lain. Penetrasi rata=rata korosi dapat dimodelkan dengan suatu pendekatan fungsi (Kayser 1988) yang dapat dihitung dengan menggunakan rumus empiric berdasarkan jurnal (Reza Rahgozar , Yasser Mohsen Sharifi* and Malekinejad). Tujuan utama dari tulisan ini adalah untuk memperhitungkan efek korosi dengan pengembangan suatu model dimana laju korosi sebagai fungsi dari waktu. Analisis tersebut dilakukan untuk menghitung kapasitas lentur penampang sesuai dengan umur layan yang direncanakan. Berkurangnya properties penampang mengakibatkan penurunan kapasitas lentur, geser, dan axial. Besarnya kapasitas buckling suatu profil sangat dipengaruhi oleh section modulus dan rasio kelangsingan. Semakin tinggi laju korosi maka lendutan dan penetrasi korosi yang terjadi pada tampang tersebut semakin besar, tetapi berbanding terbalik dengan kapasitas lentur tampang yang semakin kecil nilainya. Dari hasil analisis yang diperoleh, hubungan antara umur layan terhadap lendutan, panjang balok tanpa kekangna lateral, momen nominal dan penetrasi korosi menunjukkan hubungan yang tidak linear. Lebih lanjut, nilai-nilai parameter diatas telah disajikan dalam tabel dan hubungan antara parameter-parameter diatas dapat dilihat dalam bentuk grafik. kata kunci : korosi, loss material, properties penampang, buckling
EVALUASI PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR METODE BINA MARGA Pt T-01-2002-B DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM KENPAVE Khairi fadhlan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 2 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO 2 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.774 KB)

Abstract

ABSTRAK Metode perencanaan tebal perkerasan lentur yang digunakan di Indonesia adalah metode empiris yaitu metode yang dikembangkan dari hasil percobaan atau pengalaman. Sekarang ini mulai dikembangkan metode mekanistik yang didasarkan pada kaidah teoritis dan karakteristik material perkerasan. Pada Penelitian ini dilakukan evaluasi perencanaan tebal perkerasan lentur metode Bina Marga Pt T-01-2002-B dengan menggunakan metode mekanistik dengan program KENPAVE. Tebal perkerasan direncanakan dengan struktur perkerasan empat lapis dan struktur dua lapis (full depth), nilai CBR tanah dasar dalam perencanaan tebal perkerasan divariasikan sebesar 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%. Beban lalu lintas rencana juga divariasikan sebesar 0.5×106 ESAL, 25×106 ESAL, dan 200×106 ESAL. Dari hasil evaluasi tebal perkerasan yang direncanakan dengan struktur empat lapis semua variasi menghasilkan jumlah repetisi beban yang lebih kecil dari jumlah repetisi beban yang direncanakan, sedangkan tebal perkerasan struktur dua lapis pada beberapa variasi menghasilkan repetisi beban yang lebih besar dari repetisi beban rencana. Kata Kunci: Perkerasan Lentur, Bina Marga Pt T-01-2002-B, KENPAVE
RELEVANSI METODE RITTER DAN METODE ELEMEN HINGGA DENGAN PROGRAM MATLAB PADA RANGKA BATANG David Parulian Sitorus
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 2 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO 2 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.04 KB)

Abstract

ABSTRAK Perkembangan struktur rangka yang sangat cepat, mendapat perhatian para ahli untuk merencanakan struktur rangka yang lebih akurat. Umumnya, rangka batang dihitung dengan metode ritter yang menganggap luas penampang tiap elemen sama. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengontrolan kembali terhadap metode ritter dengan menggunakan metode elemen hingga dengan luas penampang tiap elemen berbeda-beda, sehingga dapat diketahui relevan atau tidaknya metode ritter tersebut terhadap metode elemen hingga. Kemudian, struktur rangka dibandingkan kembali dengan program SAP2000. Hasil perhitungan pada struktur rangka bidang I, diperoleh perbedaan persentase gaya rata-rata antara metode ritter, metode elemen hingga dan program SAP2000 1,000 %. Pada struktur rangka bidang II, diperoleh perbedaan persentase gaya rata-rata antara metode ritter, metode elemen hingga dan program SAP2000 2,503 %. Dengan demikian, perhitungan metode ritter dan metode elemen hingga dapat dinyatakan relevan. Kata kunci: rangka batang, metode ritter, metode elemen hingga
KAJIAN PENGARUH KARAKTERISTIK MEKANIK DAMPER LELEH BAJA TERHADAP RESPON BANGUNAN AKIBAT GAYA GEMPA DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS RIWAYAT WAKTU Eka Desy Pratiwi
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 2 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO 2 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.786 KB)

Abstract

ABSTRACT The earthquake force that shake the building cause damage to the structure. This damage occurs as a result of energy dissipation processes in building elements. The amount of damage on conventional building is generally influenced by two factors: the earthquake characteristics (acceleration), and building characteristics (time vibration, stiffness, ductility building materials, etc). In contrary the unconventional building which has been specifically modified using the damper will be influenced by additional factors such as the damper characteristics (stiffness, yield displacement, yield force). In this paper the model of two-dimensional structure (three-bay, six-story) of steel moment resisting frame with and without damper are investigated under imperial parachute earthquake ground motion. The response parameters such as displacement, acceleration and base shear are given and compared in the table and graph. Finally the result obtained that placing damper in the building can reduce response parameters. Keywords: Metallic yielding damper, ADAS
INVESTIGASI INDEKS KERUSAKAN PADA STRUKTUR BAJA 4 TINGKAT DENGAN MENGGUNAKAN ANALISA RIWAYAT WAKTU Ratih Dewanti
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 2 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO 2 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.691 KB)

Abstract

ABSTRAK Drift maupun drift antar lantai telah banyak digunakan sebagai kriteria untuk evaluasi kinerja struktur dibawah pengaruh gempa. Namun, beberapa peneliti percaya bahwa komulatif siklik deformasi plastis lebih berpengaruh daripada drift yang digunakan untuk mendapatkan tingkat kerusakan struktur. Pada penulisan ini, pengukuran kinerja seismik struktur berdasarkan konsep energi dan indeks kerusakan disajikan. Indeks kerusakan Park- Ang digunakan untuk mengukur kinerja seismik struktur. Nilai Dpa sama dengan nol berarti tidak terjadi kerusakan, Dpa≥1 menandakan keruntuhan total atau kerusakan total, dan 0<Dpa<1 menunjukkan tingkat kerusakan. Metode analisis dilakukan pada empat lantai, tiga bentang pada bangunan rangka baja. Analisa riwayat waktu non-linier dinamis dilakukan pada 4 rekaman percepatan tanah, yang disesuaikan dengan desain respon spektrum gempa Padang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa yang akan dilakukan selanjutnya pada bangunan sehingga dapat diperbaiki atau diruntuhkan. Hasilnya, kinerja seismik bangunan dari indeks kerusakan akan disajikan dalam tabel dan grafik. Kata kunci :, deformasi plastis, respon spektrum, indeks kerusakan Park-Ang
PERILAKU BALOK KOMPOSIT KAYU PANGGOH – BETON DENGAN DIISI KAYU PANGGOH DI DALAM BALOK BETON Vivi Angraini
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 2 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO 2 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.839 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengenai komposit balok kayu – beton, dimana kayu digunakan sebagai penambah kekuatan tarik didalam beton. Kayu yang digunakan adalah kayu panggoh karena sifatnya yang keras dan memiliki kuat tekan, tarik dan elastisitas yang tinggi. Perencanaan balok komposit didesain dengan metode kuat batas (ultimate strength design). Kayu panggoh berukuran 5 cm x 5 cm, mutu beton K225, dimensi balok 18 cm x 30 cm dan menggunakan paku beton 4 inci sebagai penghubung geser. Panjang bentang balok adalah 3 m dan dibuat 2 sampel, sebagai komposit dan sebagai balok beton bertulang. Dari hasil pengujian diperoleh beban runtuh balok komposit adalah 14 Ton dan beban runtuh balok beton bertulangan minimum adalah 6 Ton. Secara teoritis beban runtuh balok komposit adalah 14,5 Ton. Perbedaan kekuatan antara balok komposit kayu panggoh – beton bertulangan baja minimum dengan balok bertulangan baja minimum tanpa kayu adalah sebesar 8 Ton. Dari hasil penelitian ini diharapkan kayu panggoh dapat digunakan sebagai penambah kuat tarik balok beton. Kata kunci: Komposit Kayu Panggoh – Beton, Kayu sebagai Kuat Tarik.

Page 8 of 58 | Total Record : 574