cover
Contact Name
-
Contact Email
bikkm@uii.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bikkm@uii.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia Jl. Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29886791     DOI : https://doi.org/10.20885/bikkm
Core Subject : Health,
We focus on publishing ethically and methodologically rigorous scientific research, including original research, literature reviews, and case reports in the medicine and public health field.
Articles 72 Documents
Pemberian Antitrombotik pada Pasien Acute Limb Ischaemia dengan Cerebral Arteriovenous Malformation (CAM) : Sebuah Laporan Kasus faiza, yaumi; Hawa, Putrya
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol2.iss1.art6

Abstract

Acute Limb Ischaemia (ALI) adalah penurunan mendadak perfusi arteri ekstremitas bawah. Pada pemeriksaan fisik bisa dijumpai hilangnya denyut nadi bagian distal oklusi, kulit dingin dan pucat, penurunan respon sensorik dan kekuatan otot. Cerebral arteriovenous malformation (AVM) merupakan suatu kelainan pada pembuluh darah otak. Keadaan dinding pembuluh darah otak yang terbentuk tidak sebaik dengan pembuluh darah normal sehingga mudah pecah dan menimbulkan masalah intraserebral. Seorang wanita umur 38 tahun datang ke IGD dengan nekrosis setinggi betis kiri dan kelima jari kaki kiri yang dialami sejak 1 minggu sebelum masuk RS. Pasien ini telah dilakukan PTA tanpa stent pada A. Iliaka sinistra (total oklusi), dan pemberian antitrombotik, dan direncanakan amputasi. Pasien menolak untuk amputasi dan menyatakan pulang paksa.
Fraktur Kompleks Zygomaticomaxillary Pada Kecelakaan Kerja: Sebuah Laporan Kasus Yusanti, Leni; Sunaryo; Estiko, Reza
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur kompleks Zygomaticomaxillary (ZMC) merupakan jenis fraktur wajah yang paling umum dan paling banyak kedua setelah fraktur hidung. Manifestasi ZMC dapat mengganggu fungsi tubuh dan estetika. Melakukan diagnosis dengan anamnesis yang komprehensif, pemeriksaan fisik yang lengkap, dan pemeriksaan penunjang seperti computed tomography (CT) scan sangat penting. Tujuan studi ini adalah untuk menyajikan kasus fraktur ZMC dari seorang tukang kayu berusia 51 tahun, laki-laki yang wajahnya terkena kayu berukuran 4x6 meter dengan tenaga gergaji mesin diesel. Khususnya, studi ini mengkaji penggunaan foto polos kepala untuk evaluasi pasca operasi. Berdasarkan pemeriksaan klinis, pasien didiagnosis mengalami fraktur ZMC. Sisipan dilakukan untuk prosedur reduksi terbuka dengan fiksasi internal menggunakan L-shaped mini plate and screws.
Gambaran Klinis dan Penanda Objektif Komplikasi Trombosis Arteri Pulmonalis pada Pasien COVID-19 : Sebuah Tinjauan Pustaka Darmasaputra, Tommy; Khowanto, Suwandi
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol2.iss2.art14

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Trombosis arteri pulmonal atau emboli paru adalah komplikasi COVID-19 yang semakin banyak diidentifikasi. Karakteristik klinis dan penanda obyektif sangat bervariasi dalam penelitian yang dipublikasikan. Tujuan : Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi gejala atau karakteristik yang signifikan secara klinis dan penanda objektif komplikasi trombosis atau emboli paru pada pasien COVID-19. Metode: Pencarian literatur dilakukan dengan mengumpulkan studi dari database PubMed, Ebscohost , ScienceDirect, dan ProQuest. Hasil:  Tinjauan ini mencakup 14 penelitian, 12 diantaranya bersifat retrospektif dan 2 bersifat prospektif. Insiden trombosis/emboli paru berkisar antara 6,4% hingga 61,5%. Hipoksia refrakter, SpO2 90%, dan penurunan rasio PaO2:FiO2 merupakan ciri klinis yang signifikan. Peningkatan kadar D-dimer dan CRP merupakan penanda objektif yang penting pada pasien dengan trombosis paru/emboli paru. Simpulan: Pasien dengan COVID-19 yang parah memerlukan perawatan khusus karena beragamnya kejadian komplikasi trombosis/emboli paru. Ciri-ciri klinis yang ditemukan dalam penyelidikan ini termasuk hipoksia refrakter, penurunan SpO2, penurunan rasio PaO2:FiO2, dan peningkatan D-dimer dan CRP Kata Kunci: D-dimer, COVID-19, emboli paru, trombosis paru, komplikasi thrombosis arteri pulmonalis 
Status Gizi dan Kebiasaan Hidup Berperan dalam Pengendalian Kualitas Reproduksi Remaja Wanita Lisnawati, Lilis; Danefi , Tupriliany
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol2.iss2.art4

Abstract

Latar Belakang: Banyak permasalahan kesehatan remaja yang menurunkan derajat kesehatannya termasuk dalam optimalisasi fungsi reproduksi, antara lain: anemia, gizi buruk dan obesitas. Masalah kesehatan sangat tinggi pada gangguan malnutrisi kronis kelompok yang lebih berpeluang menghasilkan generasi stunting. Tujuan: mengetahui derajat hubungan status gizi dan gaya hidup terhadap kualitas reproduksi melalui pendekatan kondisi pra menstruasi , menstruasi, dan pasca menstruasi. Metode: menggunakan metode survei analitik dengan desain studi cross sectional . Populasinya masih muda wanita usia 16-24 tahun yang berjumlah 80 orang. Data tidak berdistribusi normal dan tidak homogen, pendekatan non parametrik dengan uji korelasi spearman α = 0,05. Hasil: Uji Chi square menghasilkan nilai Sig 0,292 > 0,05 dan hasil Tanda Tombak. Uji korelasi peringkat . (2 tailed) sebesar 0,152 atau nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,152>0,05. Simpulan: Kualitas reproduksi remaja ditentukan secara multifaktorial. Status gizi dan gaya hidup remaja hanya merupakan sebagian indikator faktor penentu yang berpengaruh terhadap optimalisasi fungsi reproduksi. Kata Kunci : Gizi buruk, Menstruasi, Remaja, Stunting
Perbandingan Citra Nefrokalsinosis Pada Modalitas Ultrasonografi Dan Foto Polos: Sebuah Tinjauan Singkat Dewanto, Prasetyo; Estiko, Reza
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Nefrokalsinosis (NK) mengacu pada pengendapan deposisi kristal seperti kalsium oksalat (CaOx) atau kalsium fosfat (CaPi) di dalam korteks ginjal atau medula dan berhubungan dengan batu saluran kandung kemih (BSK). Modalitas pencitraan ditentukan oleh kondisi klinis dan kecurigaan adanya batu ureter atau ginjal. Kajian mengenai perbandingan evaluasi antar modalitas pada NK masih sangat minim, terutama ultrasonografi (USG) dengan foto polos. Tujuan: untuk mengulas perbandingan gambaran modalitas USG dan foto polos abdomen pada NK karena kedua modalitas ini cukup terjangkau sehingga sering digunakan. Metode:  Metode telaah konvensional kami meliputi: (1) Menelusuri kata kunci; (2) Melakukan seleksi 7 artikel; dan (3) Membaca 4 artikel inti secara mendalam Hasil: Pada USG, karakteristik NK ditandai dengan kalsifikasi pada piramida ginjal, tepi piramida hyperechoic, dan bagian tengah yang lebih lusen. Sedangkan pada foto polos hanya memperlihatkan acoustic shadow posterior, yang setara dengan piramida hyperechoic pada USG. Meski demikian, foto polos abdomen dapat mengidentifikasi jenis batu, menilai ukuran batu, dan dapat digunakan untuk memantau perjalanan ukuran batu. Simpulan: Kedua modalitas ini dapat saling melengkapi untuk pasien dengan NK, dimulai dengan USG dan foto polos abdomen untuk konfirmasi diagnosis dan kemudian foto polos abdomen untuk evaluasi perjalanan kondisi NK dari waktu ke waktu.
Meningkatkan Efisiensi Dan Kinerja Rumah Sakit Dalam Melayani Peserta BPJS Kesehatan Menggunakan Quality Function Deployment (QFD) : Sebuah Tinjauan Pustaka Joegijantoro, Rudy
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol2.iss2.art12

Abstract

Latar Belakang : Meningkatnya jumlah peserta BPJS Kesehatan menyebabkan beban kerja semakin meningkat bagi rumah sakit, sehingga kinerja dan efisiensi rumah sakit tidak optimal. rumah sakit yang kurang optimal kinerja dan efisiensi dalam melayani peserta BPJS Kesehatan dapat menyebabkan penurunan pelayanan kesehatan kualitas, sehingga menimbulkan ketidakpuasan di antara pasien dan masyarakat. Oleh karena itu, ada kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja rumah sakit dalam melayani peserta BPJS Kesehatan. Tujuan : Tujuannya adalah untuk memanfaatkan metodologi QFD untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja rumah sakit dalam melayani peserta BPJS Kesehatan. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor kritis yang mempengaruhi efisiensi dan kinerja rumah sakit dari perspektif pasien BPJS Kesehatan, rumah sakit, pemerintah, dan penyedia BPJS Kesehatan, mengembangkan model QFD untuk meningkatkan kinerja rumah sakit, dan mengevaluasi efektivitas model dalam meningkatkan kinerja rumah sakit.Metode : Metodologi penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, pengumpulan data melalui survei dan wawancara dengan pasien BPJS Kesehatan, staf rumah sakit, pejabat pemerintah, dan BPJS Perwakilan provider kesehatan, dan analisis data menggunakan teknik statistik dan QFD metodologi. Model QFD dikembangkan untuk meningkatkan kinerja rumah sakit dengan mengatasi faktor kritis yang mempengaruhi efisiensi dan kinerja rumah sakit dalam melayani BPJS Kesehatan peserta. Keefektifan model QFD dievaluasi untuk menilai peningkatan dalam kinerja dan efisiensi rumah sakit.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kinerja rumah sakit dan efisiensi dalam melayani Peserta BPJS Kesehatan melalui model QFD. Simpulan : Metodologi QFD dapat meningkatkan kinerja rumah sakit, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memuaskan peserta BPJS Kesehatan.Kata kunci: efisiensi rumah sakit, kinerja, BPJS Kesehatan, Quality Function Deployment, kualitas pelayanan kesehatan.
Efektivitas Seminar Untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang Kewaspadaan Kanker Nasofaring Bagi Tenaga Kesehatan Di Kabupaten Gunungkidul Rosmawati, Ima Dewi; Indrasari, SR; Herdini, Camelia; Fles, Renske; Tan, I. Bing; Fidianingsih, Ika
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia, kanker nasofaring (NPC) menempati urutan 4 tumor ganas di seluruh tubuh. Pada daerah kepala dan leher, NPC menempati urutan pertama kanker di daerah kepala dan leher. Kurangnya pengetahuan tenaga kesehatan yang ada di puskesmas dan juga masyarakat tentang NPC menjadi salah satu faktor yang menyebabkan diagnosa dini penyakit ini menjadi terlambat. Perlu adanya upaya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap NPC oleh tenaga kesehatan dalam rangka penegakan diagnosis NPC secara dini. Tujuan: Untuk menjelaskan efektivitas seminar untuk meningkatkan pengetahuan tentang kewaspadaan kanker nasofaring pada tenaga kesehatan di Kabupaten Gunungkidul Metode: Jenis penelitian adalah quasi experimental dengan rancangan pre dan post test only group design. Penelitian ini dilakukan pada 109 tenaga kesehatan yang diambil secara klaster dari seluruh instansi kesehatan di wilayah kabupaten Gunungkidul. Perlakuan yang diberikan pada responden meliputi seminar tentang kewaspadaan NPC. Kuesioner Awareness Program Questionnaire (APQ) digunakan sebagai alat ukur penelitian ini. Data pre dan post-test dari responden dianalisis dengan menggunakan uji paired sample t-test. Data dinyatakan bermakna jika p>0.05 dengan koefisien internal (CI) sebesar 95%  Hasil: Tingkat pengetahuan responden tentang kewaspadaan NPC setelah mengikuti seminar meningkat sebesar 32,3%. Pemahaman tenaga kesehatan sebelum seminar adalah 6,60 ± 2,07 naik menjadi 9,51±2,243 setelah seminar (p<0,01). Simpulan: Metode seminar efektif meningkatkan pengetahuan tentang kewaspadaan NPC pada tenaga kesehatan di Kabupaten Gunung kidul.
Insidensi Hernia Inguinal Lateralis Dan Faktor Risiko Terkait Pada Pasien Pria Di Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari Aji Pangki Asmaya; Hendarta, Dimas Satya; Khotimah, Mulyani Khusnul
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol2.iss1.art5

Abstract

Latar Belakang: Menurut World Health Organization (WHO), didapatkan data dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2010 penderita hernia mencapai 19.173.279 (12,7%). Sebagian besar penderita tersebar di negara berkembang seperti negara di Afrika, Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sejak Januari 2010 hingga Februari 2011 terdapat 1.243 orang yang menderita hernia. Penelitian lebih lanjut mengenai faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hernia inguinal lateralis di suatu daerah perlu dilakukan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan pasien hernia inguinalis. Metode: Desain studi potong lintang digunakan untuk mengevaluasi rekam medis pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari antara Januari hingga Desember 2019. Hasil: Data rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 66 orang. Terdapat 54 pasien (81,8%) yang memiliki faktor risiko pekerjaan berat, 6 orang (9,1%) memiliki riwayat konstipasi, dan 6 orang (9,1%) memiliki riwayat batuk berkepanjangan. Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara riwayat pekerjaan berat dengan kejadian hernia inguinal lateralis pada pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari periode 1 Januari - 31 Desember 2019.  
Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Computer Vision Syndrome Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Ariasti, Nia; Rachmawati, Anisa; Devita, Ninda
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan gawai semakin meningkat selama pandemi. Penggunaan gawai dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan efek samping berupa Computer Vision Syndrom (CVS). Penerapan pembelajaran daring di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia dapat meningkatkan risiko kejadian CVS pada mahasiswa. Tujuan: Mengetahui  faktor yang berhubungan dengan kejadian CVS pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian cross-sectional.  Subjek penelitian adalah mahasiswa FK UII angkatan 2017 – 2021 yang aktif di tahun 2021 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diambil melalui kuesioner yang dibagikan melalui google form. Data yang dikumpulkan berupa data diri, data penyakit tertentu, keluhan terkait CVS, faktor resiko internal dan faktor resiko eksternal. Data kemudian dianalisis dengan uji Chi square untuk mengetahui hubungan faktor risiko dengan CVS. Hasil: Peneliti menemukan dari 191 responden terdapat 34,6% subjek mengalami CVS. Sebagian besar subjek yang didiagnosis CVS memiliki faktor resiko jarak tidak optimal ke layar (62,12%), sudut pandang ke layar tidak ideal (87,9%), tidak menggunakan anti silau (81,8%), dan sebanyak 68,2% subjek menatap layar tanpa jeda setelah 1 jam menggunakan gawai. Analisis Chi Square menunjukkan faktor-faktor resiko di atas berhubungan signifikan dengan kejadian CVS (p<0,05). Simpulan: Jenis kelamin, jarak pandang ideal, sudut pandang ideal, lamanya istirahat selama penggunaan komputer/gawai, dan penggunaan anti silau memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian CVS pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. KATA KUNCI: CVS; faktor resiko; penggunaan gawai; mahasiswa kedokteran
Tingkat Kejadian Dan Faktor Yang Berhubungan Dengan Infeksi Luka Operasi Pasca Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari Rohmah, Anita; Rahmawati, Isna Arifah
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol1.iss2.art4

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Luka Operasi (ILO) merupakan salah satu bentuk infeksi yang paling sering ditemukan pasca section caesarea (SC). Dengan semakin meningkatnya tren SC di seluruh dunia, kejadian ILO diperkirakan ikut meningkat. Hal ini perlu perhatian khusus karena ILO dapat meningkatkan risiko mortalitas dan morbiditas pasien serta meningkatkan beban biaya layanan kesehatan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi tingkat kejadian ILO dan menganalisis faktor yang berkaitan dengan kejadian ILO pasca SC di RSUD Wonosari. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analisis dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian adalah seluruh ibu hamil yang menjalani prosedur SC di RSUD Wonosari pada bulan November 2021-Februari 2022. Hasil: Penelitian ini melibatkan 55 wanita yang melahirkan secara cesar di RSUD Wonosari dengan berbagai indikasi. Angka kejadian ILO pasca SC didapatkan sebesar 5,5%. Analisis yang dilakukan terhadap usia, tingkat pendidikan, indeks masa tubuh (IMT), riwayat penyakit kronis berupa diabetes mellitus dan hipertensi, usia kehamilan (UK), paritas, riwayat SC sebelumnya, status membran, komplikasi kehamilan berupa anemia dan preeklamsia/preeklamsia berat, tipe SC serta profilaksis sebelum prosedur pembedahan dengan kejadian ILO pasca SC, seluruhnya memberikan hasil nilai p> 0.005. Simpulan: Dari penelitian ini tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara berbagai faktor risiko yang diteliti dengan kejadian ILO pasca SC di RSUD Wonosari. Studi lanjutan perlu dilakukan dengan jangka waktu yang lebih lama dan jumlah subjek yang lebih besar sehingga dapat memberikan gambaran faktor risiko dengan lebih baik.   KATA KUNCI: surgical site infection, faktor risiko, section caesarea