cover
Contact Name
-
Contact Email
bikkm@uii.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bikkm@uii.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia Jl. Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29886791     DOI : https://doi.org/10.20885/bikkm
Core Subject : Health,
We focus on publishing ethically and methodologically rigorous scientific research, including original research, literature reviews, and case reports in the medicine and public health field.
Articles 72 Documents
Model Hewan Coba untuk Studi Praklinik Diabetes Mellitus dan Komplikasi pada Ginjal serta Luka Diabetik : Sebuah Tinjauan Pustaka Sulistyoningrum, Evy
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol2.iss2.art9

Abstract

Prevalensi global diabetes melitus yang semakin meningkat memunculkan masalah kesehatan, sosial dan finansial. Kondisi hiperglikemia pada diabetes akan memicu serangkaian proses yang akan menyebabkan timbulnya komplikasi. Karena isu etik pada penelitian dengan subyek manusia, model hewan coba untuk studi penyembuhan luka diabetik menjadi perangkat penelitian yang sangat bermanfaat. Telaah literatur ini dilakukan untuk membahas mengenai model hewan coba diabetes serta komplikasi diabetes pada ginjal dan kulit. Tinjauan pustaka dilakukan dari beberapa jurnal yang terbit mulai tahun 2014-2024. Pencarian dilakukan dengan kata kunci: “animal model”, “diabetes mellitus”, diabetic nephropathy”, “wound healing” dan “diabetic complication”. Sumber dari penelitian kepustakaan ini terdiri dari artikel dengan kriteria inklusi: naskah dalam Bahasa Inggris, memiliki Digital Object Identifier (DOI), merupakan studi mengenai diabetes dan komplikasinya. Literatur dieksklusi apabila tidak dalam bentuk naskah lengkap, dan merupakan tulisan pra-cetak. Kondisi diabetik dapat diserupakan dengan melakukan modifikasi genetik, pembedahan dan induksi kemikalia ataupun biologis. Kondisi nefropati diabetik dapat diserupakan dengan menambahkan teknik pengangkatan ginjal unilateral atau mempertahankan kondisi hiperglikemia selama beberapa waktu hingga muncul penurunan fungsi ginjal. Luka diabetik dapat diinduksi dengan bermacam teknik seperti metode insisi dan eksisi. Yang menjadi simpulan dari tinjauan pustaka ini adalah terdapat beraneka banyak ragam metode untuk menyerupakan kondisi diabetes melitus pada model hewan coba. Baik diabetes tipe 1 dan 2 dapat diserupakan dengan baik pada hewan model maupun komplikasi jangka panjang berupa nefropati diabetik dan gangguan penyembuhan luka Kata kunci model hewan coba; diabetes melitus; komplikasi; nefropati diabetik; luka diabetik
Perkawinan Anak di Masa Krisis: Pelajaran dari Pandemi COVID-19 dan Implikasi Kebijakan : Sebuah Tinjauan Pustaka Hanifa, Intan Noor
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol2.iss2.art11

Abstract

Latar belakang: Pandemi COVID-19 telah menyebabkan peningkatan angka pernikahan anak tertinggi dalam dua dekade terakhir dan mengancam kemajuan Sustainable Development Goal (SDG) 5 tentang kesetaraan gender. Tujuan: Untuk lebih memahami faktor-faktor penentu pernikahan anak selama pandemi, makalah tinjauan ini menyajikan gambaran yang komprehensif tentang kondisi tersebut dan memberikan strategi untuk mencegahnya. Metode: Kami melakukan pencarian literatur pada Maret 2023 di PubMed dan Cochrane Library untuk mengumpulkan studi tentang masalah ini. UNICEF memperkirakan adanya tambahan 10 juta remaja perempuan yang menghadapi risiko pernikahan anak akibat pandemi. Namun, prevalensi nasional tingkat pernikahan anak selama pandemi COVID-19 masih terbatas. Hasil: Studi ini menemukan bahwa angka pernikahan anak tertinggi secara global terjadi di Afrika Sub-Sahara (35%) dan Asia Selatan (29%), serta India dengan jumlah absolut pengantin anak perempuan tertinggi (15,6 juta). Bukti-bukti tersebut mendukung beberapa faktor yang berkontribusi terhadap pernikahan anak: alasan ekonomi, penutupan sekolah, pengaruh sosial budaya, dan kurangnya kesadaran akan konsekuensinya. Simpulan: Perkawinan anak merupakan pelanggaran hak asasi manusia, mempertaruhkan kesehatan dan kesejahteraan remaja perempuan, merampas masa kecil dan kesempatan anak untuk mengenyam pendidikan, sehingga melemahkan dua generasi. Oleh karena itu, penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi multidisiplin antara pemerintah, sekolah, masyarakat, dan sektor swasta sangat penting untuk mengurangi risiko pernikahan anak dalam keluarga yang rentan di masa krisis. Kata Kunci: Perkawinan anak, COVID-19, krisis sosial-ekonomi
Hubungan Dukungan Suami pada Keberhasilan Ibu Memberikan Asi Eksklusif di Desa Anjungan Kabupaten Mempawah Laras, Nindy; Adiningsih, Berthy Sri Utami; Righo, Argitya
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss1.art1

Abstract

Latar Belakang:ASI eksklusif merupakan salah satu strategi global yang bertujuan untuk mencegah kematian serta mendukung kesehatan optimal baik pada anak maupun ibu. Dukungan sosial dari orang terdekat, seperti suami, orang tua, mertua, sahabat, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan, memiliki peran penting dalam keberhasilan pemberian ASI. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang melibatkan wawancara singkat pada 34 ibu menyusui di wilayah Desa Anjungan, Kabupaten Mempawah, ditemukan bahwa 22 ibu di antaranya mengaku tidak menerima dukungan dari suami untuk dapat memberikan ASI eksklusif. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami terhadap keberhasilan ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Metode:Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi kasus kontrol, melibatkan 41 responden yang diberikan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil:Berdasarkan data yang diperoleh dari 41 responden, mayoritas responden berusia antara 20 hingga 35 tahun (73,2%), diikuti oleh 14,6% responden berusia lebih dari 35 tahun dan 12,2% berusia kurang dari 20 tahun. Pekerjaan ibu mayoritas adalah sebagai Ibu Rumah Tangga (46,3%), sedangkan pekerjaan ayah sebagian besar adalah Pegawai Swasta (51,2%). Dukungan suami terhadap ibu terbagi, dengan 24,4% ibu sangat didukung, 53,7% cukup didukung, dan 22% merasa kurang mendapat dukungan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan suami dan keberhasilan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p sebesar 0,000. Kesimpulan:Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Kata kunci: Dukungan Suami, Keberhasilan ASI Eksklusif, Kesehatan Ibu, Kesehatan Anak, Faktor Sosial.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Siswa Sekolah Menengah Atas di Pontianak Tentang Protokol Kesehatan COVID–19 Farhan, M Rizki; Fradiato, Ikbal; Mita; Sukarni; Herman
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss1.art2

Abstract

Latar Belakang:Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan terkait penerapan pembelajaran secara langsung di seluruh sekolah di Pontianak dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Penggunaan masker, cuci tangan, dan menjaga jarak menjadi hal yang wajib dilakukan untuk memproteksi diri. Pemahaman tentang protokol kesehatan sangat penting, mengingat masih sering terjadi kelalaian yang dapat menyebabkan penularan COVID-19. Pengetahuan yang baik mengenai protokol kesehatan diharapkan mampu memutus rantai penularan dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan siswa SMAN di Pontianak tentang protokol kesehatan COVID-19. Metode:Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 384 responden siswa SMA di Pontianak. Responden dipilih secara acak dengan mempertimbangkan distribusi gender, usia, dan tingkat pengetahuan tentang protokol kesehatan. Data yang diperoleh dianalisis untuk menggambarkan tingkat pengetahuan responden terhadap protokol kesehatan COVID-19. Hasil:Dari 384 responden, sebanyak 215 orang memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, 145 orang memiliki tingkat pengetahuan yang baik, dan 24 orang memiliki tingkat pengetahuan yang rendah. Responden terdiri dari 194 perempuan dan 190 laki-laki. Berdasarkan usia, mayoritas responden berusia 17 tahun (156 orang), sedangkan jumlah responden terendah berusia 18 tahun (37 orang). Simpulan:Sebagian besar siswa SMAN di Pontianak memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang protokol kesehatan COVID-19, dengan total 215 responden. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk mengevaluasi kebutuhan peningkatan pengetahuan siswa mengenai protokol kesehatan demi mencegah penularan COVID-19 di lingkungan sekolah. Kata Kunci:Protokol Kesehatan COVID-19, Pengetahuan Siswa, Pembelajaran Langsung, Pencegahan COVID-19, Pontianak.
Pengukuran Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadri Pontianak Menggunakan Instrumen Diabetic Quality Of Life Clinical Trial Questionnare (DQLCTQ) Sutanto, Ghea Egikania; Yuswar, Akib; Rizkifani, Shoma
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss1.art3

Abstract

Latar Belakang:Diabetes Melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis yang ditandai oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi atau menggunakan insulin secara efektif, menyebabkan resistensi insulin. Jika komplikasi tidak ditangani dengan baik, DMT2 dapat memperpendek harapan hidup seseorang dan secara signifikan menurunkan kualitas hidup pasien. Kualitas hidup pasien DMT2 mencakup delapan domain utama, yaitu keterbatasan peran karena kesehatan fisik, kemampuan fisik, kesehatan umum, kepuasan pengobatan, frekuensi gejala, masalah keuangan, kesehatan psikologis, dan kepuasan diet. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas hidup pasien DMT2 di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional deskriptif. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Diabetes Quality of Life Clinical Trial Questionnaire (DQLCTQ) yang didukung oleh data rekam medis pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling, melibatkan 62 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner, serta analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi kualitas hidup pasien DMT2. Hasil:Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas hidup yang baik, yaitu sebesar 54,8%, sementara sisanya memiliki kualitas hidup yang tergolong buruk. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun DMT2 adalah penyakit kronis, penanganan yang tepat dapat mendukung kualitas hidup pasien. Kesimpulan:Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas hidup penderita DMT2 di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak secara umum tergolong baik. Data ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan intervensi yang lebih terfokus guna meningkatkan aspek-aspek tertentu dari kualitas hidup pasien. Kata Kunci:Kualitas hidup, Diabetes Melitus tipe 2, instrument DQLCTQ, resistensi insulin, Pontianak.
Efek Kombinasi Kurkumin dan Simvastatin Terhadap Kolesterol Total pada Tikus Wistar yang Diinduksi Kuning Telur Puyuh Permana, I Gede Surya; Hendrawati, Asri; Rosita, Linda
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss1.art4

Abstract

Latar Belakang:Hiperlipidemia disebabkan oleh konsumsi tinggi lemak dan merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Statin merupakan obat pilihan dalam menurunkan kadar kolesterol tinggi, namun menimbulkan beberapa efek samping. Oleh karena itu diperlukan suatu senyawa yang dapat menurunkan kadar kolesterol total tanpa memberikan efek samping. Kurkumin memiliki efek antioksidan sekaligus penghambat peroksidasi lipid. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian kombinasi kurkumin dan simvastatin terhadap kadar kolesterol total pada tikus yang diinduksi kuning telur puyuh. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain post-test only control group design. Dua puluh  ekor tikus dibagi menjadi 4 kelompok, terdiri atas: K1 yaitu tikus hiperlipidemia yang diberi plasebo, K2 yaitu tikus hiperlipidemia yang diberi simvastatin dosis 0,18 mg/200gBB/hari, K3 yaitu tikus hiperlipidemia yang diberi kurkumin dosis 80 mg/kggBB/hari, K4 yaitu tikus hiperlipidemia yang diberi simvastatin 0,18 mg/200gBB/hari dengan kurkumin dosis 80 mg/kgBB/hari. Perlakuan diberikan selama 4 minggu. Pengukuran kadar kolesterol total menggunakan metode CHOD-PAP (Cholesterol Oxidase Method). Data kolesterol total dianalisis menggunakan one way ANOVA. Hasil: Penelitian ini menunjukkan rata-rata kadar kolesterol total pada kelompok kelompok K1 sebesar 75,00 ± 3,26 mg/dL, K2 sebesar 71,40 ± 14,467 mg/dL, K3 sebesar 73,80 ± 31,14 mg/dL dan K4 sebesar 77,80 ± 39,21 mg/dL. Tidak ada perbedaan yang signifikan antar kelompok K1-K4 (p=0,953). Simpulan:Pemberian kombinasi kurkumin dan simvastatin tidak memiliki efek terhadap kadar kolesterol total pada tikus hiperlipidemia. Kata Kunci: Kurcumin; simvastatin; hiperlipidemia; kolesterol total; kombinasi
Strategi Intervensi Peningkatan Ketaatan Minum Obat Antihipertensi: Sebuah Tinjauan Pustaka: Strategi Intervensi Peningkatan Ketaatan Pengobatan Hipertensi Rahmawati, Riana
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss1.art13

Abstract

Latar Belakang: Ketaatan pengobatan hipertensi merupakan prediktor penting dalam keberhasilan terapi hipertensi. Namun, data menunjukkan rendahnya ketaatan minum obat pada pasien, yang berdampak pada peningkatan risiko komplikasi (misal, stroke) dan menurunkan kualitas hidup Tujuan: menggambarkan hasil publikasi terkini mengenai metode intervensi peningkatan ketaatan minum obat antihipertensi di Indonesia. Metode: Penelusuran artikel dilakukan dengan pendekatan untuk Scoping Review dengan pencarian kata kunci di Garuda (“kepatuhan hipertensi”, “ketaatan hipertensi” dan PubMed ((adherence OR compliance) AND (hypertension OR blood pressure) AND Indonesia), untuk artikel terpublikasi di tahun 2017 sampai Juli 2023. Hasil: Terdapat 39 artikel yang memenuhi kriteria, 2 diantaranya dipublikasikan di jurnal internasional. Proporsi artikel yang dipublikasi di jurnal nasional terakreditasi adalah 75,7% (28 dari 37 jurnal nasional). Sebagian besar penelitian dilakukan pada pasien puskesmas baik yang termasuk di program pelayanan penyakit kronis (prolanis), rawat jalan maupun rawat inap. Selain di puskesmas, rumah sakit/klinik, penelitian dilakukan pada pasien di apotek. Program posyandu dan posbindu menjadi wahana penelitian intervensi ketaatan pengobatan di masyarakat. Intervensi edukasi melalui berbagai pendekatan dan media merupakan metode yang paling banyak dilaporkan; berupa edukasi saja atau kombinasi dengan metode lain. Pemberian edukasi terutama dilakukan oleh apoteker. Layanan kunjungan rumah (pharmacy home care) dilaporkan efektif meningkatkan ketaatan pengobatan. Selain media edukasi konvensional (poster, leaflet), dilaporkan juga penggunaan video dan media interaktif lain berbasis digital. Sistem pengingat minum obat diberikan antara lain melalui self-reminder card, kotak obat harian, kalender fungsional serta pengingat melalui layanan pesan singkat di gawai. Pendekatan intervensi yang disesuaikan dengan faktor penghambat ketaatan (targeted and tailored intervention) dilaporkan efektif untuk meningkatkan ketaatan pengobatan. Selain ketaatan pengobatan, beberapa penelitian melaporkan juga luaran lain seperti penurunan tekanan darah atau peningkatan pengetahuan pasien. Terdapat 2 artikel yang melaporkan tidak efektifnya intervensi edukasi saja untuk meningkatkan ketaatan minum obat. Simpulan: Hasil review ini menunjukkan intervensi peningkatan ketaatan minum obat terutama dilakukan melalui metode edukasi, dengan apoteker memegang peran utama. Pemanfaatan teknologi dan kombinasi metode intervensi yang sesuai dengan pasien perlu dikembangkan di penelitian selanjutnya.
Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Kesehatan pada Masa Pandemi COVID-19 di Puskesmas Mlati I Hartaya, Azka Pramudya; Sunarto
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss1.art5

Abstract

Latar Belakang: COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Penyakit tersebut telah dinyatakan sebagai pandemi pada 11 Maret 2020 oleh WHO. Dampak yang terasa pada bidang kesehatan, terutama terkait dengan SPM kesehatan, yaitu perubahan seluruh prosedur pelayanan kesehatan sehingga akan terjadi penurunan jumlah pasien yang berkunjung maka akan berimbas ke ketercapaian target SPM kesehatan. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pencapaian standar pelayanan minimal bidang kesehatan pada masa pandemi COVID-19 di Puskesmas Mlati I, Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus. Pengambilan data dilakukan dengan pendekatan wawancara dan dokumentasi. Pada penelitian ini terdapat sembilan narasumber, yaitu kepala puskesmas, kepala sub bagian tata usaha, dan tujuh penanggungjawab program SPM kesehatan. Pemilihan kesembilan narasumber dilakukan dengan metode purposive sampling. Setelah pengambilan data selesai akan dilaksanakan analisis data secara tematik. Hasil: Perbedaan pencapaian SPM kesehatan terbagi menjadi 3 topik, yaitu pelaksanaan, faktor pendukung, dan faktor kendala. Puskesmas melakukan beberapa penyesuaian selama pandemi, salah satunya terkait komunikasi antar jejaring hanya dengan daring. Kesimpulan: Puskesmas dalam peranannnya terdapat beberapa perbedaan, yaitu anggaran yang direlokasi ke penanganan COVID, jam operasional tidak menentu, dan perubahan alur pelayanan di dalam maupun di luar gedung, serta tiga poin kendala, yaitu pembatasan interaksi, edukasi, dan kesadaran masih rendah di masyarakat, dan kekhawatiran resiko penularan COVID yang itu semua didapatkan pada saat pandemi berbanding terbalik dengan saat sebelum pandemi terjadi. Kata Kunci:COVID-19, Standar Pelayanan Minimal, pelaksanaan, pendukung, kendala.
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muntilan Ridho, Muhammad; Sunarto
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss1.art6

Abstract

Latar Belakang:Pada Profil RSUD Muntilan Tahun 2019, didapatkan bahwa beberapa pelayanan masih belum mencapai kepuasan pelanggan sesuai dengan standar Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes). Hal ini menunjukkan bahwa evaluasi terhadap pelayanan menjadi penting untuk meningkatkan kualitas dan kepuasan pasien. Faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pasien perlu diidentifikasi untuk memberikan solusi yang lebih tepat sasaran. Peningkatan kualitas pelayanan menjadi kunci dalam mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan. Tujuan Penelitian:Untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan di RSUD Muntilan. Metode Penelitian:Penelitian ini adalah studi observasional deskriptif dengan desain cross-sectional menggunakan teknik non-probability accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur kepuasan pasien berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2022. Hasil:Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan di RSUD Muntilan secara umum telah sesuai dengan harapan pasien, karena mayoritas responden merasa puas. Kepuasan ini didasarkan pada lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang memerlukan peningkatan untuk mempertahankan tingkat kepuasan pasien. Kesimpulan:Pasien merasa puas dengan pelayanan di RSUD Muntilan berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan. Peningkatan berkelanjutan dalam aspek yang masih lemah diperlukan untuk memastikan kepuasan yang merata di seluruh dimensi pelayanan. Kata Kunci:Kepuasan pasien, kualitas pelayanan, lima dimensi kualitas, RSUD Muntilan, evaluasi pelayanan.
Burnout Dan Strategi Koping Pada Mahasiswa Kedokteran : Sebuah Tinjauan Pustaka Wahdini, Ade Indah
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss1.art14

Abstract

Latar Belakang: Burnout Akademik merupakan masalah yang semakin sering dialami oleh mahasiswa, yang dapat berdampak negatif terhadap konsentrasi, prestasi akademik, dan kesejahteraan psikologis mereka. Faktor-faktor seperti dukungan sosial dan demografi dapat memainkan peran penting dalam mengurangi burnout akademik. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan fenomena ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan burnout pada mahasiswa, dengan fokus pada peran dukungan sosial dan faktor demografi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka atau tinjauan literatur. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis konten. Artikel-artikel yang digunakan diperoleh dari database Google Scholar, PubMed, dan Science Direct, dengan kata kunci "dukungan sosial dan burnout akademik," "dukungan keluarga dan burnout akademik," serta "faktor demografi dan burnout mahasiswa." Hasil: Dari analisis terhadap delapan artikel yang dipilih, hasil penelitian menunjukkan bahwa dua faktor utama yang mempengaruhi burnout akademik adalah dukungan sosial dan faktor demografi. Dukungan sosial memiliki peran penting dalam mengurangi tingkat burnout akademik, sementara faktor demografi, seperti jenis kelamin, usia, dan status keuangan, juga menunjukkan hubungan signifikan dengan risiko burnout pada mahasiswa. Simpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan sosial dan faktor demografi berperan dalam mengurangi tingkat burnout akademik pada mahasiswa. Dukungan sosial yang baik dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa, sementara faktor-faktor demografi perlu dipertimbangkan dalam pencegahan burnout akademik. Kata Kunci: Burnout akademik, dukungan sosial, faktor demografi, stres mahasiswa, kesejahteraan psikologis