cover
Contact Name
Norbertus Marcell Prayogi
Contact Email
editor.jimki.bapin@gmail.com
Phone
+6281372545321
Journal Mail Official
editor@jimki.bapin.or.id
Editorial Address
Jl. Dr. G.S.S.Y. Ratulangi No. 29, Menteng, Jakarta Pusat 10350
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
ISSN : 23026391     EISSN : 27211924     DOI : https://doi.org/10.53366/jimki
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia (JIMKI) adalah jurnal yang dikelola oleh Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPIN). JIMKI berfokus menjadi wadah untuk publikasi penelitian mahasiswa kedokteran.
Articles 326 Documents
EFEK DIURETIK NIGELLA SATIVA SEBAGAI TERAPI HIPERTENSI Fadila Rahayu
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 7 No 1 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.1 Edisi Januari - A
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v7i1.381

Abstract

Hipertensi adalah kondisi paling banyak terjadi pada manusia saat ini. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada organ, seperti penyakit kardiovaskular, ginjal dan serebrovaskular. Untuk mengobati dan mencegah kerusakan lebih lanjut ini dibutuhkan sesuatu yang dapat mengatasi kondisi ini dengan efek samping terendah. Saat ini, jamu sangat populer karena mengandung antioksidan dan lain-lain yang dapat menjadi pilihan lain untuk mengobati penyakit. Salah satunya adalah Nigella sativa dengan kandungan utama yaitu thymoquinone dan polyphenol. Nigella sativa memiliki efek diuretik untuk membuat diuresis sehingga ini dapat menurunkan tekanan darah dalam kondisi hipertensi. Selain itu, Nigella sativa memiliki mekanisme lain untuk membuat tekanan darah lebih rendah dalam kondisi hipertensi.Kata Kunci: Hipertensi, Nigella sativa, Diuretik
GANGGUAN OBSESIF KOMPULSIF PEDIATRIK Tarrinni Inastyarikusuma
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 7 No 1 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.1 Edisi Januari - A
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v7i1.382

Abstract

Pendahuluan: Obsessive-compulsive disorder (OCD) merupakan gangguan neuropsikiatri yang menyulitkan, menyita waktu, atau mengganggu secara substantial. OCD pediatrik terjadi pada 1-2% anak-anak dan remaja. Hal tersebut ditandai dengan adanya obsesi dan kompulsi berulang yang menimbulkan bahaya dan mengganggu kehidupan sehari-hari. OCD pediatrik dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan psikiatri lainnya di masa dewasa. Pada OCD onset anak, anak laki-laki lebih sering terkena OCD dibanding anak perempuan (rasio laki-laki:perempuan, 2:1 hingga 3:1), sedangkan rasio jenis kelamin bergeser hingga masa setelah pubertas dengan perbandingan laki- laki:perempuan 1: 1,4. Pembahasan: Terdapat beberapa teori yang dinyatakan sebagai penyebab OCD, yaitu disfungsi ganglia basalis, kelainan neurotransmitter, dan disfungsi neuroimun. Penilaian gejala OCD dapat dilakukan menggunakan berbagai alat, tetapi alat yang lebih sering digunakan adalah SOCS dan untuk diagnosis tetap berpedoman pada ICD-10 dan DSM- 5. Kesimpulan: Menurut terapi berbasis bukti, pengobatan pada OCD pediatrik yang terbaik adalah dengan cognitive behavioral therapy (CBT) dan SRI/SSRI. Kata Kunci: cognitive behavioral therapy, obsessive-compulsive disorder, pediatrik, remaja
Penurunan Rasio Neutrofil terhadap Limfosit pada Pasien Tuberkulosis Sesudah Terapi Intensif Caroline Ciptasari; Mario Steffanus; Stefanus Lembar
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 6 No 1 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.1 Edisi April - Sep
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Tuberculosis is a health problem with a high incidence rate in Indonesia. This disease caused by bacterial infection of Mycobacterium tuberculosis, Bacterial infection will activate the body's immune response that will induce inflammatory process. Inflammation caused by bacterial infection is characterized by an increase in the number of neutrophils (neutrophilia) and a decrease in the number of lymphocytes (lymphocytopenia). Therapy is done to reduce the incidence of TB. TB therapy is divided into 2 phases, an intensive and continuous phase. This therapy was use to killing bacteria and suppressing the inflammatory response that occurs as a result of the bacterial infection. Objective: The purpose of this study was to determine the improvement of the body's immune response through the neutrophil to lymphocytes ratio (NLR) before and after intensive therapy in patients with tuberculosis. Method: The study was conducted at Atma Jaya Hospital, taking data was held from January 2017 to May 2017 with a total of 44 patients as samples. Data were collected secondary through medical record. The results were obtained using the wilcoxcon test.Result: The results of this study was NLR decrease after therapy and this result are parallel with the decrease in the number of neutrophils and the increase in the number of lymphocytes after intensive therapy. Conclusion: There is an improvement in the condition of the patient after undergoing intensive TB therapy
Perbedaan Durasi Pneumonia pada Tipe-Tipe Penyakit Jantung Bawaan Asianotik Pirau Kiri ke Kanan Masyithoh Wahyu Diani; Taufiq Hidayat; Rosi Amrilla Fagi
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 6 No 1 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.1 Edisi April - Sep
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Acyanotic congenital heart disease with left to right shunt can increase blood flow to the lungs. It may cause respiratory tract infection. Acute respiratory tract infection, especially pneumonia, is the most common cause of mortality in children. Objective: To analyze the difference in duration of pneumonia in each types of acyanotic congenital heart disease with left-to-right shunts. Methods: This study was designed in cross-sectional. Subjects were children with acyanotic congenital heart disease, with left to right shunt, and pneumonia in the age of 1 month–5 years, who hospitalized in RSUD Dr. Soetomo, in the year of 2016. Results: Total subjects were 37 patients and 20 of them were boys. This case was mostly common in the patient under 12 months old (23 patients), had normal birthweight (15 patients), and had good nutrition (18 patients. Atrial Septal Defect (ASD) was the most common type lesion with pneumonia (35.14%). Duration of dyspnea was the longest (mean=7.43 days), while fever was the shortest (mean=2.27 days). Duration of cough was 7.06 days, while ronchi was 6.19 days. Patent Ductus Arteriosus (PDA) type lesion had the longest duration of pneumonia (mean=10.2 days). These findings suggest that there was no difference in duration of pneumonia in each types of acyanotic congenital heart disease with left-to-right shunts (p=0.371; p>?=0.05). Conclusion: There is no difference in duration of pneumonia in each types of acyanotic congenital heart disease with left-to-right shunts.
PENATALAKSANAAN PENYAKIT KUSTA DENGAN KECACATAN DERAJAT II PADA LAKI LAKI USIA 42 TAHUN MELALUI PENDEKATAN DOKTER KELUARGA Rizky Arif Prasetyo; Fitria Saftarina
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 7 No 1 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.1 Edisi Januari - A
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v7i1.385

Abstract

Introduction: Leprosy is a chronic infectious disease caused by obligate intracellular Mycobacterium leprae bacteria. Bacteria attack peripheral nerves as the first affinity. This leprosy causes a very complex problem, not only from a medical point of view, but extendsto social, economic and cultural problems. This is because if leprosy is not diagnosed and treated comprehensively, it can result in permanent disability in the sufferer. Case Illustration: A 42-year-old man with a major complaint of red spots accompanied by numbness in the hands and feet, fingers of the left hand is difficult to move, body weight drops dramatically, and the entire body feels painful.Physical examination: The left antebrachii region and the left pedis region are obtained from the erythomatous macula to hypopigmentation, multiple, firm borders, placard size, squamous (+), atrophy (+), anesthesia (+). Feeling sensibility, pain, temperature in the lesion area is reduced. Peripheral nerve palpation is painful and thick in the left ulnar nerve,N. left lateral Proneus and N. left posterior tibialis. Chewy consistency in all nerves with palpation examination.Supporting Examination: Ziehl Nielsen staining is found AFB (+) Solid (+) Fragmental (+) Globi (+) Granule (-)Management: Education and counseling regarding supervisors taking medication, explaining the diseases experienced by patients as well as introducing, preventing and interfering with disability. Interventions that are carried out are divided into patient centers (non-medical and psychiatric), family focus and community oriented.Discussion: There have been three cardinal signs of leprosy in patients as a basis for diagnosing leprosy. Patient are classified as second degree disability based on WHO disability rates.
PEREMPUAN BERUSIA 50 TAHUN DENGAN PEMFIGUS FOLIASEUS: SUATU STUDI KASUS DI RSAM PROVINSI LAMPUNG Faridah Alatas
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 7 No 1 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.1 Edisi Januari - A
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v7i1.386

Abstract

Pemphigus foliaseus is a chronic autoimmune disease characterized by the presence of loose and easily broken bullae resulting in erosional lesions, scaling and crusting. The incidence of pemphigus foliaseus around the world is very few 2-10 cases per one million population making it a rare disease, generally occurring in adults between the ages of 40-60 years. In this journal, we report the case of a 50-year-old woman who came with complaints of a ruptured thin blister with partial scaly and redness on almost the entire body an hour 10 days before treatment. Complaints are accompanied by heat accompanied by mild itching on the skin with lesions. Patients say complaints that have naturally disappeared 16 years ago. From dermatological examination on almost the entire body, well-demarcated erythematous macules, vesicles to multiple bullae, round to irregular shape, lenticular to nummular size, discrete to confluent distribution were found. There is also a soft to medium squash, layer, multiple, white to brown with irregular shapes. The patient is then treated in general and in particular.
EFEK KARDIOTOKSIK OBAT KEMOTERAPI DOXORUBICIN Abed Nego Okthara Sebayang
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 7 No 1 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.1 Edisi Januari - A
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v7i1.387

Abstract

Introduction: Doxorubicin is an anthracycline class antibiotic that is widely used for the treatment of various types of cancers such as acute leukemia, breast cancer, bone and ovarian cancer. This compound was isolated from streptomyces peucetius var caesius and was used extensively in the treatment of cancer. But doxorubicin has a fairly dangerous cardiotoxic effect. Myocardial dysfunction by the use of doxorubicin can occur due to the formation of free radicals that are harmful to the heart.Discussion: Doxorubicin is the most widely used anthracycline drug in cancer treatment. Side effects that often arise from the use of doxorubicin are cardiotoxic. Myocardial dysfunction caused by doxorubicin may be caused by free radicals formed, impaired adrenergic function, formation of lipid peroxides, impaired transport of Ca in the sarcollemma, release of TNF? and interleukin-2 and cytokines free of tumor tissue. The mechanism of oxidative stress is the mechanism that most often results in damage to the heart.Conclusion: Doxorubicin is an anthracycline drug that is widely used in cancer treatment. Doxorubicin has quite dangerous side effects, namely cardiotoxic. Cardiotoxics can cause heart failure. For this reason, a clinical approach must be taken in using doxorubicin to monitor the toxic effects.
EFEK KOMBINASI KURKUMIN DAN KUERSETIN TERHADAP KADAR KOLESTEROL DAN TRIGLISERIDA PADA TIKUS WISTAR JANTAN DENGAN DIET TINGGI LEMAK Nyoman Odiyana Prayoga Griadhi; Deby Aulia Rahmi; Made Harumi Padmaswari; Gita Trisna; Arta Farmawati; Nur Arfiyan; Prasetyastuti -
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 6 No 1 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.1 Edisi April - Sep
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kejadian penyakit kardiovaskular terus meningkat seiring dengan berubahnya gaya hidup dan pola diet masyarakat. Upaya pencegahan penting dilakukan, salah satunya dengan mengonsumsi makanan kaya antioksidan seperti kurkumin dan kuersetin. Pengaruh kombinasi dari keduanya terhadap kadar kolesterol dan trigliserida belum pernah diteliti sebelumnya. Tujuan Penelitian: Mengetahui efek kombinasi kurkumin-kuersetin dosis 45 mg/kgBB dan 90 mg/kgBB terhadap kadar kolesterol dan trigliserida pada tikus Wistar jantan dengan diet tinggi lemak. Metode Penelitian: Tikus Wistar (Rattus novergicus L.) jantan, usia 8 minggu, berat badan 150-200 gram dibagi secara acak menjadi 4 kelompok (n=5). Tikus kelompok A merupakan kontrol negatif dan B merupakan kontrol positif. Tikus kelompok B, C, dan D diberi pakan tinggi lemak. Selanjutnya, tikus kelompok C dan D diberikan larutan kurkumin-kuersetin dengan konsentrasi 45 mg/kgBB dan 90 mg/kgBB dalam Na-CMC 0,5%. Kadar kolesterol dan trigliserida diukur sebelum dan setelah pemberian kombinasi larutan kurkumin-kuersetin. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik One Way Anova dan Paired T-test. Hasil: Kadar kolesterol dan trigliserida pada tikus kelompok C dan D berbeda bermakna bila dibandingkan dengan kelompok B (p<0,05). Tikus kelompok C dan D mengalami peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida yang lebih rendah dibandingkan dengan tikus kelompok B. Kelompok C dan D memiliki kemampuan yang setara dalam mencegah peningkatan kolesterol (p>0,05), namun kelompok D menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mencegah peningkatan kadar trigliserida dibandingkan dengan kelompok C (p<0,05). Kesimpulan: Kombinasi kurkumin-kuersetin konsentrasi 45 mg/kgBB dan 90 mg/kgBB mencegah peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida pada tikus Wistar jantan dengan diet tinggi lemak
ADIPOSE STEM CELL: TERAPI REGENERATIF UNTUK MENINGKATKAN MASSA SEL BETA PANKREAS DAN SENSITIVITAS INSULIN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Hera Afidjati
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 6 No 1 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.1 Edisi April - Sep
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
PENGUNAAN KONSEP METABOLOMICS DENGAN 1H NMR SPEKTROSKOPI SEBAGAI BIOMARKER TERBARU DALAM SKRINING DISPEPSIA FUNGSIONAL Gilbert Sterling Octavius; Timotius Ivan Hariyanto; Prio Wibisono; Theo Audi Yanto
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 6 No 1 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.1 Edisi April - Sep
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Dispepsia fungsional merupakan sebuah penyakit gastrointestinal yang tidak hanya menganggu kualitas hidup dari pasien tetapi juga secara finansial; Penyakit ini hanya dapat ditegakkan melalui diagnosis eksklusi dan memenuhi kriteria Roma III. Metabolomics merupakan sebuah komponen yang penting dalam bidang biologi sintetis untuk memahami hasil-hasil metabolisme. Salah satu teknik yang menggunakan konsep metabolomics adalah 1H NMR spektroskopi yang dapat dimanfaatkan untuk menemukan biomarker tertentu yang tidak dapat dideteksi melalui uji laboratorium biasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui biomarker yang dapat digunakan untuk mendeteksi pasien dispepsia fungsional dengan menggunakan 1H NMR dengan cara melakukan tinjauan pustaka dari beberapa jurnal. Pembahasan: Dari hasil tinjauan kami, 1H NMR spektroskopi menunjukkan perubahan yang signifikan dari hasil plasma pasien untuk gula darah, HDL, LDL, VLDL dan metabolit lainnya. Dibandingkan dengan kontrol, pasien dispepsia fungsional menunjukkan penurunan yang signifikan dari kadar kadar asam laktat, Leu/Ile, asam lemak tidak jenuh, glutamine dan ? -glukosa. Sebaliknya, kadar PtdCho, HDL, acetoacetate, proline, ?– glukosa dan LDL/VLDL menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pasien dispepsia fungsional dibandingkan dengan pasien kontrol. Leu/Ile dan Ptdcho terpilih menjadi biomarker potensial setelah melalui berbagai uji validasi dan kuantifikasi Kesimpulan: 1H NMR spektroskopi dapat digunakan sebagai biomarker untuk mendeteksi pasien dispepsia fungsional. Akan tetapi, diperlukan penelitian lebih lanjut terhadap Leu/Ile dan Ptdcho sebagai biomarker potensial yang dapat digunakan untuk skrining pasien dispepsia fungsional secara klinis.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i Vol 11 No 3 (2025): Vol. 11 No. 3 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 1 Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025) Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025) Vol 11 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.2 (2025) Book of Abstrack RCIMS 2025 Vol 11 No 1 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.1 (2024) Vol 10 No 3 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 10.3 2024 Vol 10 No 2 (2024): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 2 Periode O Vol 10 No 1 (2023): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 1 Periode M Vol 9 No 3 (2022): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.3 Edisi Desember 202 Vol 8 No 3 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.3 Edisi September 20 Vol 9 No 2 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.2 Edisi Agustus - No Vol 9 No 1 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.1 Edisi Maret - Juli Vol 8 No 1 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.1 Edisi November 201 Vol 8 No 2 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.2 Edisi Maret - Agus Vol 7 No 2 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.2 Edisi Mei - Oktob Vol 7 No 1 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.1 Edisi Januari - A Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D Vol 6 No 1 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.1 Edisi April - Sep Vol 2 No 2 (2014): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 1 (2013): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 2 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 1 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia More Issue