cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
+62313893933
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2009)" : 10 Documents clear
Pengaruh Waktu Simpan Terhadap Kualitas Soyghurt Dengan Penambahan Gula dan Stabiliser Natalia Layadi; Prawasmita Sedyandini; . Aylianawati; Felycia Edi Soetaredjo
Widya Teknik Vol. 8 No. 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v8i1.1277

Abstract

Kedelai merupakan salah satu contoh kacang-kacangan yang dapat diambil sarinya. Sari kedelai atau biasa disebut dengan susu kedelai, kaya akan protein dan rendah lemak, sehingga cocok dikonsumsi oleh penderita lactose intolerance dan vegetarian. Salah satu contoh produk olahan susu dari kacang-kacangan adalah soyghurt. Soyghurt merupakan susu kedelai yang telah difermentasikan dengan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh waktu simpan dan jenis stabiliser terhadap kualitas soyghurt. Metode yang digunakan untuk pengolahan susu kedelai adalah metode fermentasi. Susu kedelai disterilkan terlebih dahulu pada suhu 70oC selama 15 menit, lalu didinginkan sampai suhu sekitar 43oC, kemudian difermentasi dengan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus selama 14 jam, dan kemudian disimpan dalam lemari es sampai 288 jam. Setiap selang waktu 24 jam, terhadap soyghurt tersebut dilakukan uji kualitas. Dari penelitian disimpulkan bahwa usia bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus adalah 18 jam, dengan waktu fermentasi soyghurt selama 14 jam. Soyghurt dengan penambahan gelatin diperoleh bahwa waktu simpan terbaik 7 hari, sedangkan soyghurt dengan penambahan CMC diperoleh bahwa waktu simpan terbaik 9 hari. Dengan semakin bertambahnya waktu penyimpanan, maka jumlah koloni bakteri akan semakin banyak, harga pH akan semakin rendah, titratable acidity (TA) akan semakin tinggi.
Bleaching Vacuum Minyak Biji Kapuk David Rio; Hengkie Dwiputra; Yohanes Sudaryanto; Nani Indraswati
Widya Teknik Vol. 8 No. 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v8i1.1283

Abstract

Minyak biji kapuk sebelum digunakan sebagai minyak pangan perlu dibleaching terlebih dahulu. Bleaching dilakukan dengan menggunakan campuran adsorben activated carbon (AC) dan activated bentonit (AB) dalam kondisi vacuum atau bebas udara. Hal ini dikarenakan dalam kondisi vacuum dapat diminimalisasi terbentuknya peroksida yang berasal dari reaksi antara oksigen dengan asam lemak tak jenuh. Sebelum dilakukan proses bleaching, terhadap minyak dilakukan proses degumming terlebih dahulu menggunakan asam fosfat (H3PO4) 60% sebanyak 0,2% berat minyak dan diaduk selama 30 menit pada suhu konstan 90oC. Proses bleaching dilakukan dengan memanaskan minyak hasil degumming pada suhu tertentu (50, 60, 70, 80, 90oC). Setelah itu, adsorben dengan variasi rasio massa antara activated carbon (AC) dan activated bentonite (AB) sebesar 0% AC(100% AB), 5%AC, 10%AC, 15%AC, 20%AC, dan 100% AC) dimasukkan ke dalam minyak sambil dipanaskan dan diaduk selama 30 menit. Proses bleaching dilakukan dengan kondisi vacuum. Setelah penyaringan, dilakukan analisa warna, FFA dan PV. Dari penelitian didapatkan kondisi proses terbaik, yaitu suhu dan rasio massa karbon aktif-bentonit yang menghasilkan minyak dengan kualitas terbaik, yaitu suhu 70oC dan rasio adsorben 0%AC (100%AB). Pada kondisi ini minyak memiliki grade warna Y=10, grade warna R=2,4 , kadar FFA= 8,153 % dan PV= 7 meq/kg minyak.
Alat Pemilah Uang Kertas Berdasarkan Nilai Pecahan Dengan Menggunakan Sensor Warna TCS230 Brilliant Renadi Samalo; Hendro Gunawan; Antonius Wibowo
Widya Teknik Vol. 8 No. 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v8i1.1284

Abstract

Dengan semakin berkembangnya teknologi dan untuk mengakomodasi kebutuhan akan pemilah uang berdasarkan nilai pecahan pada Koperasi Serba Usaha(KSU), Lembaga Keuangan Mikro(LKM), bank atau di tempat lain, maka dibuatlah “Alat Pemilah Uang Kertas Berdasarkan Nilai Pecahan Dengan Menggunakan Sensor Warna TCS230”. Tujuan dari pembuatan alat ini agar mempermudah pengguna yang akan memilah uang mulai dari pecahan sepuluh ribu hingga seratus ribu. Alat ini ditujukan untuk digunakan oleh kasir pada KSU, LKM ataupun bank. Aplikasi alat ini pada dunia bisnis adalah membantu KSU, LKM ataupun bank untuk dalam meningkatkan efesiensi penggunaan waktu pelayanan kepada pelanggan. Cara kerja piranti ini adalah dengan membedakan warna dari mata uang tersebut dari masing-masing nilai pecahan. Selanjutnya, alat ini mampu memisahkan dan menunjukkan kepada pengguna tentang jumlah masing-masing pecahan dengan tampilan berupa 7-segment. Alat ini terdiri dari tiga bagian utama, yaitu bagian penggulung, bagian pemilah dan kotak uang.
Perancangan Sistem Keamanan Mobil Dengan Feedback Posisi dan Pemantauan Suara Dalam Mobil Melalui Perantara Handphone Alvian Tourizando; Andrew Joewono
Widya Teknik Vol. 8 No. 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v8i1.1285

Abstract

Perkembangan teknologi telekomunikasi dewasa ini sangat pesat. Salah satunya adalah handphone yang dirancang untuk individu dengan mobilitas tinggi. Pemanfaatan handphone pada bidang otomotif adalah untuk sistem keamanan mobil yang dapat mengurangi bahaya pencurian mobil dengan cara memberitahu pemilik lewat Short Massage Service (SMS) segera setelah kunci kontak aktif, kemudian mematikan mesin mobil, dan membunyikan klakson dari jarak jauh. Selain itu, dengan sistem keamanan mobil ini pemilik mobil dapat mendengarkan pembicaraan yang ada di dalam mobil, dan mengetahui letak posisi mobil berdasarkan Base Transceiver Station (BTS) yang terdekat dengan mobil tersebut. Sistem keamanan mobil ini menggunakan mikrokontroler AT89S51 untuk mengendalikan handphone, driver relay mesin, sirine, dan kunci kontak. Dalam perancangan alat ini diterapkan bahasa At-Command yang mendukung kinerja handphone tersebut. Pada pengujian Location Based Service (LBS), didapatkan informasi lokasi yang mendekati lokasi sebenarnya. Pada pengukuran driver relay, diketahui bahwa tegangan yang dibutuhkan untuk mengaktifkan sebuah driver relay adalah 3,04 Volt. Dari 20 kali pengujian terhadap alat sistem keamanan mobil ini terdapat satu kali kegagalan yang dikarenakan jaringan operator yang sedang bermasalah. Alat ini membutuhkan tegangan 5 dan 12 Volt. Dari pengujian kinerja alat disimpulkan bahwa alat bekerja dengan baik dalam arti alat dapat melakukan pemantauan suara, dapat mengontrol mesin, dan sirine.
Robot Beroda Pencari Boneka Adisa Memor; Ferry A.V. Toar; Antonius F.L. Tobing
Widya Teknik Vol. 8 No. 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v8i1.1286

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu bencana yang paling menakutkan bagi manusia, karena selain mengancam nyawa orang yang terjebak di dalamnya, tetapi juga membahayakan nyawa sang penyelamat. Atas dasar itulah, maka dikembangkan suatu teknologi robot pencari boneka yang diharapkan dapat menjadi awal bagi pengembangan aplikasi penyelamatan manusia di masa yang akan datang. ”Robot Beroda Pencari Boneka” merupakan sebuah robot yang digerakkan dengan menggunakan 2 buah motor servo dan dilengkapi dengan sensor jarak ultrasonik, sensor jarak infra merah, dan sensor kompas supaya robot mampu bernavigasi menyusuri lorong-lorong dan mencari boneka. Robot tersebut memiliki kemampuan untuk mencari boneka yang diletakkan di dalam salah satu ruangan dari 4 ruangan yang ada pada lapangan. Konstruksi mekanik robot dibuat dari bahan aluminium dan akrilik. Sistem elektronika yang dipasang pada robot dikontrol dengan menggunakan sebuah mikrokontroler AVR ATmega32. Sensor-sensor yang dipasang pada robot adalah sensor jarak ultrasonik dan sensor jarak infra merah, untuk mengukur jarak obyekobyek di sekitar robot, sensor kompas berfungsi untuk mengetahui arah orientasi robot di lapangan, sensor garis putih yang digunakan untuk mendeteksi garis putih yang ditempel di lapangan, dan sensor suhu Thermopile Array (TPA) untuk mendeteksi ada atau tidaknya boneka di ruangan. Robot mampu menemukan boneka pada keempat ruangan dan kembali lagi ke HOME.
Perancangan dan Pembuatan Alat Pengatur Perioda Penyemprotan Pada Room Deodorizer Dispenser Berbasis Mikrokontroler Dody Nugroho; Lanny Agustine; Albert Gunadhi
Widya Teknik Vol. 8 No. 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v8i1.1287

Abstract

Aroma/bau yang tidak sedap selain dapat mengganggu kenyamanan dalam beraktivitas juga dapat mengganggu kesehatan. Untuk itu artikel dengan judul “Perancangan dan Pembuatan Pengatur Perioda Penyemprotan Pada Room Deodorizer Dispenser Berbasis Mikrokontroler” ini, diharapkan mampu menanggulangi masalah bau di dalam ruangan dengan pengaturan pengharum yang disesuaikan denganpemakaian. Pengoperasian alat penyemprotan pengharum mudah dilakukan karena menggunakan mikrokontroler yang dirangkai dengan komponen elektronika seperti IC Real Time Clock (RTC) sebagai acuan waktu dari sistem perangkat, sehingga pemakai cukup sekali saja mengaktifkan serta memasukkan data waktu dan interval dari perioda penyemprotan yang diinginkan, yang ditampilkan melalui Liquid Crystal Display (LCD). Selanjutnya perangkat akan bekerja sesuai data waktu yang telah dimasukkan. Disamping itu, perangkat ini juga dilengkapi dengan sensor cahaya Light Dependent Resistor (LDR) untuk mendeteksi penerangan lampu di dalam ruangan. Apabila lampu dipadamkan, maka mikrokontroler akan mengontrol agar pengharum tidak disemprotkan. Selain LDR, pada perangkat juga dipasang sensor Infra Red untuk mendeteksi isi dari kaleng pengharum berdasarkan hasil semprotan, sehingga pemakai dapat langsung mengganti kaleng pengharum ketika isi pengharum telah habis. Dari hasil pengujian alat yang telah dilakukan, diketahui bahwa perangkat ini berhasil menyemprotkan pengharum sesuai dengan pengaturan waktu dan interval waktu penyemprotan yang sama dengan acuan waktu dari RTC.
Perbaikan Service Quality Berdasarkan Harapan Pelanggan Salon Adi . Yuddy; Anastasia Lydia Maukar; . Suhartono
Widya Teknik Vol. 8 No. 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v8i1.1288

Abstract

Salon Adi merupakan salah satu Salon yang sedang berkembang saat ini. Salon ini ikut meramaikan bisnis Salon kecantikan di daerah Ngagel dan sekitarnya, seperti Salon Alex, Salon David, Salon Jhony Andrean dan lain sebagainya. Salon Adi sebagai Salon kecantikan untuk kalangan kelas menengah dan berorientasi untuk kalangan dewasa, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk menerima semua kalangan. Layanan jasa yang ditawarkan Salon Adi sangat beragam dan terbilang lengkap untuk kelas menengah. Dengan adanya persaingan yang terbilang cukup ketat, maka penting bagi Salon Adi untuk lebih meningkatkan kualitas dan mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Dengan melihat adanya kekurangan dan kelebihan yang terdapat pada Salon Adi, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui dan mengevaluasi tingkat kepentingan, tingkat kepuasan, dan tingkat loyalitas pelanggan. Langkah pertama adalah melihat dari analisis tabulasi silang untuk melihat adanya pengaruh profil pelanggan dengan tingkat loyalitas. Selanjutnya dilakukan analisis GAP yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kepentingan dengan tingkat kepuasan. Analisis ini dimaksudkan untuk menjelaskan faktor-faktor yang terjadi pada pelanggan Salon Adi. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan oleh Salon Adi meliputi: merekrut karyawan yang bekerja dalam jangka waktu lama, menjaga penampilan karyawan, harga yang ditawarkan berdaya saing, peningkatkan kebersihan ruangan, dan penyediaan bacaan.
Perancangan Kereta Belanja Pada Supermarket Hadi Handrian; Dini Endah Setyo Rahaju; Martinus Edy Sianto
Widya Teknik Vol. 8 No. 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v8i1.1289

Abstract

Supermarket Carrefour merupakan supermarket yang memiliki fasilitas kemudahan berupa trolley belanja. Trolley yang digunakan oleh supermarket Carrefour merupakan trolley buatan industri manufaktur yang bernama PT. Dharma Polimetal. Erat kaitannya dengan rancangan produk trolley tersebut, trolley ini dalam penggunaannya sering dikeluhkan oleh pengguna. Dengan keluhan tersebut, maka rancangan ulang terhadap produk trolley ini perlu dilakukan. Kebutuhan konsumen yang diinginkan pada sebuah trolley adalah seperti kemudahan pengoperasian, beratnya ringan, kelancaran roda, adanya pemisah barang agar barang tidak tercampur, ukuran trolley sesuai, memiliki tempat untuk sarana iklan, hemat tempat dalam penyimpanan, body trolley kuat dan kemudahan perawatan. Kebutuhan konsumen ini berasal dari dua golongan yaitu pengguna utama trolley dan pihak pengelola supermarket Carrefour. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk merancang ulang ukuran trolley yang telah ada adalah dengan menggunakan pendekatan ergonomi. Pada penelitian ini dilakukan perancangan ulang trolley dengan menggunakan house of quality. Berdasarkan seleksi konsep, konsep produk yang dipilih adalah trolley yang menggunakan chasis model umum dengan dua keranjang, dua pintu dan satu sekat tempat. Dalam perancangan ulang ini jenis roda dan jenis bahan baku trolley tetap. Hasil desain trolley yang telah diuji dalam perancangan ulang trolley ini dapat disimpulkan telah sesuai dengan kebutuhan suara konsumen dan telah memenuhi tujuan awal.
Penjadwalan Preventive Maintenance di PT. Wahana Lentera Raya Octa Wendy Tanurahardja; Dian Retno Sari Dewi; Anastasia Lidya Maukar
Widya Teknik Vol. 8 No. 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v8i1.1290

Abstract

PT. Wahana Lentera Raya didirikan pada tahun 2002 dan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Furniture. PT. Wahana Lentera Raya mengalami kesulitan dengan sering terjadinya kerusakan yang tidak terduga pada mesin, sehingga mengakibatkan mesin harus berhenti untuk berproduksi. Oleh karena itu PT. Wahana Lentera Raya meminta dilakukan penelitian untuk penjadwalan preventive maintenance. Dari 18 jenis mesin yang dimiliki oleh PT. Wahana Lentera Raya, yang dapat dilakukan penjadwalan maintenance-nya hanya 3 jenis mesin karena data yang dimiliki perusahaan masih kurang. Ketiga jenis mesin tersebut, yaitu BST, HPL dan BHC. Dari 3 jenis mesin ini dicari yang termasuk mesin kritis, dengan melihat tingkat utilitas mesin. Kemudian dari waktu antar kerusakan dicari distribusi data waktu antar kerusakannya agar dapat dilakukan perhitungan untuk menemukan nilai mean time of failure (MTTF), tingkat keandalan mesin, dan nilai ekspektasi kerusakan dari masing-masing mesin. Perhitungan nilai MTTF, tingkat keandalan mesin dan nilai ekspektasi kerusakan mesin ini nantinya digunakan dalam menentukan penjadwalan preventive maintenance. Penjadwalan preventive maintenance dilakukan dalam 3 skenario yang berbeda. Dari ketiga skenario penjadwalan maintenance ini, yang disarankan untuk perusahaan adalah skenario ketiga, karena effisiensi biaya yang cukup tinggi dan tingkat keandalan mesin yang di atas 80%.
Penetapan Jadwal Perawatan Mesin Speed Master CD di PT. Dharma Anugerah Indah (DAI) Julius Mulyono; Dini Endah Setyo Rahaju; Yulius Saolo Siagian
Widya Teknik Vol. 8 No. 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v8i1.1291

Abstract

PT. Dharma Anugerah Indah merupakan perusahaan yang bergerak di bidang percetakan dan kemasan. Sistem penjadwalan perawatan mesin sangatlah penting bagi perusahaan untuk menekan biaya yang harus dikeluarkan. Penjadwalan perawatan akan dilakukan pada plate, blanket dan lampu pemanas UV yang merupakan komponen dari mesin speed master cd di departemen Offset Printing. Dari data komponen kritis, kemudian dilakukan fitting distribusi untuk mengetahui distribusi yang paling cocok beserta parameternya. Melalui parameter-parameter distribusi dapat dilakukan penghitungan Mean Time To Failure (MTTF), kemudian dilakukan analisis kuantitatif untuk menentukan interval perawatan yang paling ekonomis berdasar metode C(tp). Model perawatan yang digunakan akan memperhitungkan komponenkomponen biaya yang meliputi biaya tenaga kerja, biaya kehilangan produksi dan harga komponen. Model ini bertujuan untuk menentukan interval waktu perawatan dengan mengoptimalkan biaya. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa interval perawatan plate, blanket dan lampu pemanas UV yang paling ekonomis pada mesin 1 berturut-turut adalah 183 jam, 432 jam dan 906 jam. Sedangkan interval perawatan pada mesin 2 berturutturut adalah 185 jam, 421 jam dan 741 jam.

Page 1 of 1 | Total Record : 10