cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
+62313893933
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Articles 272 Documents
Sistem Pemadam Kebakaran Otomatis Berkonsep Smarthouse Mikhael Gunawan; Rasional Sitepu; Albert Gunadhi
Widya Teknik Vol. 21 No. 1 (2022): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v21i1.3892

Abstract

Home fire disasters are still common around us. This problem is a challenge in order to be able to find a solution. One solution to secure a home from a potential fire is to apply smarthome technology. Based on this problem, the idea arose to make an automatic fire extinguisher that can spray water with a water pump when it detects smoke (CO) due to a fire and circulates air in the room with an exhaust fan when an LPG gas cylinder leak is detected in the house so as to prevent a house fire. This tool is planned to be connected to the GSM module so that wherever we are we can find out if there is a fire in our home. This tool is made by utilizing the Smoke Gas Sensor (MQ 2), Temperature Sensor (LM35), Arduino Uno, GSM SIM 900 Module, Relay, Buzer, Exhaust Fan and Water Pump as its main components. Arduino Uno is used as the controller of this machine. The GSM SIM 900 Shield module  is used for connection via SMS as a remote notification notification, LM35 as a temperature detector, and MQ 2 as a butane gas detector when there is a leak of LPG gas cylinders and fire smoke (CO) when a fire occurs.  This tool  can extinguish fires using a water pump from the detection of smoke (CO) and temperatures when more than 500 ppm and 40oC and circulate air using an exhaust fan with additional safety features when there is an LPG gas leak when gas is detected 500 ppm and send it with notification notification via SMS using the GSM SIM 900 module  Shield.  The measured voltage of the MQ2 sensor when clean air reaches 189.3 mV and the percent error of the LM35 reaches 0.88423%.
Rancang Bangun Mesin Pencuci Berbagai Jenis Umbi, Rimpang dan Kacang Tanah Dengan Sinergi Rotary Rubber Brush Hadi Santosa Laurentinus; Yuliati Yuliati
Widya Teknik Vol. 21 No. 1 (2022): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v21i1.3903

Abstract

Salah satu warisan leluhur dan representasi kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang di masyarakat adalah  minuman tradisional /herbal/  jamu berbahan baku rimpang empon empon. Saat ini semakin bertumbuhnya UMKM/UKM jamu/minuman tradisional/ herbal berbahan baku rimpang empon-empon yang saat ini menjadi popular dan banyak disukai  oleh khalayak masyarakat. Selain rimpang,  umbi-umbian dan kacang tanah juga  merupakan  sumber pangan yang banyak tumbuh subur di Indonesia dan industry pengolahannya pun sedang berkembang.  Proses pencucian bahan baku  merupakan bagian yang tidak boleh diabaikan, karena kebersihan bahan baku serta alat-alat yang digunakan berpengaruh pada kualitas pengolahan dan hasil produk olahan selanjutnya. Proses pencucian masih dilakukan secara manual / peralatan tradisional seperti kalo (anyaman dari bambu) , sikat untuk menghilangkan dan membersihkan kotoran , tanah liat yang melekat pada bahan serta di bawah  air mengalir. Hal ini tentunya memerlukan air yang banyak, waktu yang lama dan seringkali hasil cucian kurang bersih dan sepenuhnya masih mengandalkan tenaga manusia. Tujuan penelitian ini adalah rancang bangun serta analisa elemen elemen mesin pencuci berbagai jenis umbi, rimpang dan kacang tanah. Metode penelitian yang digunakan  adalah penelitian rekayasa teknologi atau rancang bangun teknologi. Adapun hasil penelitian ini adalah alat ini mampu meningkatkan kecepatan proses pencucian bahan baku dengan kapasitas mesin 200 km / jam. Pada sekali pencucian mampu mencuci 10 kg/ sekali pencucian dengan waktu 3-5 menit/ sekali cuci. Alat ini berpenggerak motor listrik memanfaatkan sinergi antara bagian rotary washer dan rotary rubber brush yang bergerak secara simultan sehingga dapat melakukan proses pencucian dan penyikatan sekaligus dalam melepaskan kotoran kotoran yang melekat pada bahan yang dicuci.
Degradasi Fenol Dalam Limbah Cair Secara Fotooksidasi Adriana Anteng Anggorowati; Aning Ayucitra
Widya Teknik Vol. 21 No. 1 (2022): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v21i1.3905

Abstract

Pengolahan limbah cair telah dikembangkan dengan suatu teknologi yang disebut dengan Advance Oxidation Processes (AOPs). Dalam proses ini digunakan radikal hidroksil (●OH) sebagai pengoksidnya. Radikal hidroksil ini memiliki kemampuan oksidasi yang besar yaitu 2,8 V. Dalam penelitian ini dilakukan degradasi polutan fenol dengan membandingkan dua proses yaitu oksidasi dengan dan tanpa fotofenton, dan fotooksidasi dengan ozon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan persentase penurunan konsentrasi fenol akibat oksidasi dan fotooksidasi. Sampel larutan fenol dioksidasi dengan reagen Fenton yaitu campuran oksidator H2O2 dan FeSO4 kemudian diradiasi dengan UV. Ozonisasi dilakukan dengan cara sampel larutan fenol dialiri ozon. Hasil dari penelitian ini adalah radiasi UV saja tanpa tambahan oksidator-kimia hanya mampu menurunkan kadar fenol hingga 20,34 % pada menit ke 50. Sedangkan jika menggunakan oksidator H2O2 dan radiasi UV, persentase penurunan konsentrasi fenol mencapai hingga 60,59 %. Pada proses oksidasi menggunakan reagen Fenton yang tanpa radiasi UV dan reagen Fenton yang dengan radiasi UV (Fotofenton) masing-masing dapat mendegradasi fenol hingga persentase penurunan konsentrasinya 74,26 % dan 79,99 %. Sedangkan pada proses ozonisasi fenol, tanpa dan dengan radiasi UV masing-masing dapat mendegradasi fenol hingga persentase penurunan konsentrasi fenolnya mencapai 88,61 % dan 92,48 %. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa radiasi UV sangat berpengaruh positif dalam mendegradasi fenol dalam limbah cair secara oksidasi.
Tinjauan Ketersediaan Konsentrasi Senyawa Kimia Utama dalam Semen Curah Lobang, Yafia; Botahala, Loth; Mautuka, Zakarias Adrianto
Widya Teknik Vol. 22 No. 1 (2023): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v22i1.4126

Abstract

Semen menjadi salah satu kebutuhan utama manusia sebagai bahan konstruksi dalam pembangunan, baik di bidang perumahan, perhubungan, dan lain-lain. Namun semen dengan kualitas rendah akan berdampak pada kualitas pembangunan fisik suatu bangunan. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi 4 senyawa utama dalam semen terhadap 4 merk semen di kabupaten Alor yang dikodekan dengan c1, c2, c3, dan c4, dengan menggunakan X-RF dan dilanjutkan dengan analisis menggunakan stoikiometri Bogue. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi komponen kimia A (Al2O3) tidak ditemukan dalam semen dengan kode semen c1, c2, dan c3, serta konsentrasi komponen kimia  (SO3) tidak ditemukan dalam semen dengan kode semen c1, c2, dan c4. Hasil analisis terhadap sampel c3 dan c4 menunjukkan tidak ditemukannya konsentrasi 2 senyawa utama  dalam sampel semen yakni C2Sdan C3A. Hal ini dapat diduga bahwa semen kehilangan sebagaian senyawa akibat waktu dan jarak distribusi semen dari produsen ke distributor serta akibat situasi dan kondisi dalam lingkungan distributor.
Studi Analisis Kualitas Air Lau Borus (Outlet Danau Lau Kawar), Pasca Erupsi Gunung Sinabung Di Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara Said Muzambiq; Meutia Nurfahasdi; Sarah Fatalosa Manalu Tavi Ni Amida
Widya Teknik Vol. 21 No. 1 (2022): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v21i1.4203

Abstract

Lau borus is an outlet located on Lau Kawar Lake. The location of lau borus is located at the foot of mount sinabung where this mountain has experienced quite high eruptive activity for several years. Determination of the status of water quality in these waters using the Pollution Index Method following the Regulation of the Minister of the Environment number 115 of 2003 and the Regulation of the Minister of Health Number 32 of 2017. The parameters that will be tested in this study are TDS, pH, Fe, SO4, COD, BOD, Cu, Cl, Pb, NH3, Total Coliform. The study was conducted at 3 sample points taken by purposive sampling. The average results of the calculation of the Lau Borus Waters Pollution Index method Outlet Lau Kawar Lightly Polluted Lake (scores from 1.86 to 2.19). While the results of Permenkes number 32 of 2017 the total coliform results show that this value has exceeded the average value. These results indicate that the quality status is influenced by pollutants from Iron (Fe) and Total Coliform which are above the quality standard. The relationship between the eruption activity of Mount Sinabung and the quality of Lau Borus during sampling did not cause a significant pollution impact from volcanic ash pollutants. The cause of Lau Borus pollution is from the wind direction. The percentage results from the eruption wind direction towards Lake Lau Kawar. the direction of the lake with the opposite direction is 1: 8. The eruption towards the Lau Borus Outlet, Lake Lau Kawar, is relatively small compared to the opposite direction.
ALat Pendeteksi, Penghisap dan Penyaring Asap Rokok Marvin Otista Hananta; Diana Lestariningsih Antonia; Yuliati Yuliati; Lanny Agustine
Widya Teknik Vol. 21 No. 1 (2022): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v21i1.4204

Abstract

Asap Rokok menghasilkan banyak efek negatif saat terhirup masuk kedalam tubuh yang dapat terjadi pada perokok aktif maupun perokok pasif. Pemerintah telah berusaha mengadakan ruangan atau area khusus untuk merokok di area publik tetapi kurang efektif dalam mengurangi masalah asap rokok karena tidak ada kesadaran kedisiplinan perokok aktif saat merokok. Hal ini sangat merugikan bagi perokok pasif yang terpapar asap yang dihasilkan oleh perokok aktif. Oleh karena hal tersebut, dirancang alat yang mampu mendeteksi gas Carbon Monoxide (CO) yang terdapat didalam asap rokok. Alat menggunakan sensor  MQ7 yang mampu mendeteksi gas Carbon Monoxide (CO). Gas CO yang terdeteksi oleh sensor, dalam bentuk data diolah Arduino Nano kedalam satuan ppm untuk mengaktifkan sistem penghisap dan penyaring. Alat melakukan 3 tahap penyaringan yaitu ESP filter, HEPA filter dan Carbon Aktif filter. LED indikator warna hijau menandakan udara bersih dengan nilai < 20 ppm dan LED indikator warna merah menandakan udara kotor dengan nilai >= 20 ppm. Alat dapat berfungsi dengan baik, mampu untuk mendeteksi, menghisap, dan menyaring gas CO asap rokok, dengan nilai gas CO sebelum penyaringan ≥ 20 ppm dan nilai gas CO setelah penyaringan 3,1 ppm.
Optimasi Ekstraksi Minyak Kulit Biji Mete Dengan Metode Microwave Assisted Extraction (MAE) Cristiany Gunu Lengari; Stevanie Aurelia Lifindra; Martinus Edy Sianto; Suratno Lourentius
Widya Teknik Vol. 21 No. 2 (2022): November
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v21i2.4205

Abstract

In the processing of cashew nuts (Anacardium Occidentale L.) cashew seeds will be produced and the by-product is cashew nut shell. Cashew nut shells contain oil or cashew nut shell liquid (CNSL). Cashew nut shell oil is used in the pharmaceutical industry as an anti-cancer agent and also in the industrial sector as a raw material for car brake oil. The purpose of this study was to study the optimum conditions for extracting cashew nut shell oil using microwave assisted extraction (MAE). Optimization is determined by the Response Surface Methodology (RSM) method to see the relationship between the influential variables, namely temperature (50, 63, 75oC) and time (2, 6, 10 minutes). Anarchic acid contained in cashew seed oil at optimum conditions was analyzed using Gas Chromatography – Mass Spectroscopy (GC – MS). From the optimization of the yield of cashew seed shell oil extraction, it was found that the optimum conditions were at extraction time of 31.7 minutes and temperature of 68.50C with cashew seed oil yield of 41.27%. Analysis of cashew seed oil at optimum yield using GC-MS found that the anarchic acid content was 30.11%.
Upaya Peningkatan Daya Saing Ukm Tahu “Mulyo” Dengan Metode Blue Ocean Strategy Rony Roesdianto; Lenny Herawati; Priska Wulan Ndari
Widya Teknik Vol. 21 No. 2 (2022): November
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v21i2.4223

Abstract

Kota Kediri merupakan daerah yang memiliki UKM tahu yang cukup banyak, salah satunya di wilayah Desa Bawang Kota Kediri. Namun saat ini jumlah penjualan UKM tahu di Desa Bawang mengalami penurunan sebesar 50% salah satunya UKM tahu sehingga hal tersebut menyebabkan penurunan omzet penjualan. Masalah ini disebabkan oleh persaingan yang semakin ketat dimana munculnya UKM tahu di tempat lain tetapi berada di wilayah Kota Kediri, jaringan bisnis yang lemah, keuntungan yang sangat kecil. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan saran dalam mengembangkan dan meningkatkan daya saing UKM tahu. Metodologi desain atau pendekatan yang digunakan adalah Blue Ocean Strategy untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung strategi penjualan. Temuan yang diperoleh menunjukkan adanya faktor internal dan eksternal sebagai strategi penjualan. Dengan strategi Blue Ocean, menunjukkan stok bahan baku dengan melibatkan perbankan UKM, mereka bisa menimbun bahan baku. Kurangi, dengan menurunkan harga jual sedikit, mengubah ukuran tahu sedikit lebih kecil. Meningkat, UKM bersedia menerima bantuan pinjaman modal dalam bentuk KUR, mengikuti pelatihan. Buat, pasarkan produk tahu di supermarket, beri label pada kemasan. Keterbatasan atau implikasi dari keadaan penelitian saat ini memiliki beberapa kendala yaitu persaingan yang semakin ketat, semakin banyaknya produk sejenis, perkembangan teknologi, dan semakin banyaknya usaha sejenis. Hal ini sangat mempengaruhi bisnis yang dijalankan secara konvensional maupun UKM. 
Perancangan dan Analisa Elemen Mesin Alat Slicer Elektrik Rimpang dan Umbi Hadi Santosa; Yuliati Yuliati
Widya Teknik Vol. 21 No. 2 (2022): November
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v21i2.4403

Abstract

Minuman atau jamu tradisional pada saat ini banyak digunakan karena menurut beberapa penelitian tanpa menyebabkan efek samping, karena masih bisa dicerna oleh tubuh. Bahan bakunya  antara lain akar, rimpang, batang, buah, daun dan bunga. Cara pengolahannya juga mempengaruhi cita rasa minuman tradisional ini. Tahapan prosesnya dapat dilakukan dengan pencucian, perajangan,  penggilingan, penumbukan, maupun ekstraksi. Khusus minuman tradisional berbahan dasar dari rimpang, proses perajangan merupakan bagian yang tidak bisa diabaikan. Namun, di kalangan pengrajin jamu proses peranjangannya masih dilakukan dengan cara tradisional yaitu menggunakan pisau manual.  Hal ini tentunya mempunyai beberapa kelemahan antara lain waktu lama, ketebalan tidak sama, cepat lelah, dan volume yang dihasilkan tidak maksimal. Berpijak dari hal ini, maka muncul ide untuk merancang bangun mesin perajang (slicer) empon-empon.  Alat slicer elektrik perajang empon-empon ini juga dapat digunakan untuk merajang umbi seperti singkong, ketela dan sejenisya. Alat ini didesain dengan menggunakan plate slicer sistem rotary sehingga mempermudah perajangan bahan baku  dengan ketebalan irisan merata 1-2 mm. Dengan posisi rimpang empon-empno/ umbi yang acak, memudahkan operator untuk merajang tanpa perlu memegang rimpang empon-empon.  Alat ini dirancang untuk skala UMKM atau industri kecil dengan kemampuan merajang 10 kg/jamnya, berpenggerak motor listrik dengan daya 2 HP serta putaran plate slicer direduksi 700 rpm.
Perancangan Tensimeter Digital dan Pengiriman Data Ke Monitoring Pusat Austin Yulius Darmawan; Diana Lestariningsih Antonia; Peter R. Angka; Lanny Agustine; Yuliati Yuliati
Widya Teknik Vol. 21 No. 2 (2022): November
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v21i2.4477

Abstract

Penggunaan tensimeter di Rumah Sakit minimal 2 kali sehari. Data hasil pengukuran dicatat secara manual oleh perawat secara manual dan harus direkap di kantor pusat perawatan. Hal ini terkadang terjadi kesalahan dalam pengerjaannya dikarenakan faktor manusia.  Untuk membantu perawat dalam pengukuran dan mengurangi kesalahan pencatatan maka dirancang tensimeter digital yang mudah dalam penggunaannya dan hasil pengukuran dikirim secara wireless di kantor pusat perawatan.Perancangan hardware terdiri dari 2 bagian yaitu tensimeter digital dan monitoring pusat. Tensimeter digital diletakkan dipergelangan tangan pasien. Rancangan tensimeter digital  terdiri dari sensor MPX5050DP, motor DC, solenoid valve, Arduino Nano, LCD dan module NRF24L01. Rancangan monitoring pusat terdiri dari module NRF24L01, Arduino Mega 2560 dan LCD. Data hasil pengukuran terdiri dari besar tekanan darah dan detak jantung pasien. Selanjutnya data dikirimkan secara wireless ke kantor pusat perawatan. Monitoring pusat akan menampilkan besar tekanan darah, detak jantung dan nomer urut pasien.Hasil pengukuran dari rancangan tensimeter digital dibandingkan dengan tensimeter digital merk GOSH. Keakuratan tensimeter digital hasil perancangan adalah 92,77% tekanan systole, 91,18% tekanan diastole, dan 96,93% untuk heart rate. Pengiriman data hasil pengukuran secara wireless ke monitoring pusat dapat dilakukan sampai dengan 15 meter pada lantai yang sama dan ˂ 5 meter pada lantai yang berbeda.