cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
admin@wolgitj.science.web.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
World Health Digital Journal (wolgitj)
ISSN : -     EISSN : 30900743     DOI : 10.31004/wolgitj
Core Subject : Health,
World Health Digital Journal adalah akses terbuka gratis yang ditinjau sejawat tiga Bulanan, Institute of Advanced Knowledge and Science. Jurnal ini diterbitkan tiga bulanan (Januari, April, Juli, Oktober). Jurnal profesional ini menyediakan wadah publikasi penelitian yang relevan dengan hasil penelitian bidang Ilmu Kesehatan yang terintegrasi dengan bidang Ilmu kesehatan Masyarakat, ilmu kedokteran, ilmu keperawatan, ilmu kebidanan, farmasi, nutrisi dan teknologi pangan, pengobatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, kesehatan dan keselamatan kerja (K3), fisioterapi, radiologi, kedokteran hewan, oleh para spesialis dan peneliti di berbagai disiplin ilmu bidang lain yang relevan. World Health Digital Journal menerbitkan artikel asli kuantitatif dan kualitatif, artikel ulasan, komunikasi singkat, laporan kasus dan surat kepada editor dalam berbagai topik klinis dan interdisipliner. Kami berharap artikel-artikel yang dipublish bermanfaat bagi dunia Kesehatan. World Health Digital Journal Menggunakan Turnitin plagiarism checks, Mendeley untuk managemen referensi dan supported by Crossref (DOI)
Articles 63 Documents
Gambaran Pengetahuan Penderita Gastritis tentang Gastritis Di Desa Koto Perambahan Wilayah Kerja Puskesmas Kampa Anum, Nurul Latifa; Harahap, Dewi Anggriani; Indrawati, Indrawati
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i2.68

Abstract

Gastritis is a non-communicable disease with a high incidence in Indonesia, including in Kampar Regency. Public knowledge about gastritis is an important factor in preventing and managing this disease. This study aims to determine the knowledge of gastritis patients in Koto Perambahan Village, the working area of ​​the Puskesmas Kampa in 2024. This study used a quantitative descriptive design with a sample of 55 gastritis patients selected using a simple random sampling technique. The instrument used was a questionnaire. The data were analyzed univariately and presented in the form of frequency distributions and percentages. The results showed that 22 respondents (40%) had good knowledge, while 33 respondents (60%) had poor knowledge about gastritis. It is recommended to provide regular health education to the public, especially gastritis sufferers, to increase knowledge and encourage preventive behaviors to prevent complications
Penerapan Terapi Healing Touch pada Pasien Nyeri Ca Serviks di Ruangan Tulip RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Artianti, Lisa; Safitri, Yenny; Riani, Riani
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i2.69

Abstract

Usia lanjut (lansia) dapat dikatakan sebagai tahap akhir dari perkembangan hidup manusia. Penuaan adalah proses yang terus menerus mengalami perubahan pada manusia yang secara alamiah dan tidak mungkin akan kembali. Rematik adalah suatu bentuk kekakuan, pembengkakan, nyeri dan kemerahan pada persendian dan jaringan di sekitarnya. Kekambuhan merupakan peristiwa berulang kali yang dialami pasien, yang berulang dan seringkali tidak menyenangkan. Faktor resiko rematik adalah infeksi, pekerjaan,  gangguan imunitas, kelenjar dan hormon, genetik, psikologis lingkungan,dan pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan lansia dalam mengatasi kekambuhan rematik di Desa Kampa Wilayah Kerja Puskesmas Kampa. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia umur 60 tahun keatas yang menderita rematik di Desa Kampa sebanyak 35 orang dengan jumlah sampel adalah 35 orang, adapun teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total  sampling. Hasil dari penelitian ini sebagian besar  responden yang mengalami rematik adalah perempuan sebanyak 19 orang (54,3), sebagian besar responden berpendidikan SD sebanyak 12 orang (34,3),sebagian besar responden tidak bekerja sebanyak 19 orang (54,3),tingkat pengetahuan lansia sebagian besar kurang sebanyak 15 orang (42,8).
Gambaran Karakteristik Penderita Rheumatoid Arthritis pada Lansia di Desa Pulau Rambai Wilayah Kerja Puskesmas Kampa Tahun 2025 Nuryani, Indah Sri; Hidayat, Ridha; Nislawaty, Nislawaty
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i2.70

Abstract

Rheumatoid Arthritis (RA) merupakan penyakit autoimun kronis yang menyerang sendi dan dapat menurunkan kualitas hidup, terutama pada kelompok lanjut usia. Faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, lama menderita, dan penyakit penyerta menjadi aspek penting dalam menentukan kondisi klinis penderita RA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik penderita RA pada lansia di Desa Pulau Rambai Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kampa, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Penelitian ini dilaksanakan pada 1–3 Oktober 2025 dengan desain deskriptif analitik. Sampel penelitian terdiri dari 51 responden yang dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden berusia 60–64 tahun (100%) dengan proporsi perempuan sebesar 80,4%, berpendidikan terakhir SD (43,1%), dan tidak bekerja (72,5%). Berdasarkan lama menderita, sebagian responden telah menderita RA selama 1–5 tahun (56,9%) dan memiliki penyakit penyerta (66,7%). Kesimpulan penelitian ini adalah penderita RA lansia di Desa Pulau Rambai Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kampa didominasi oleh kelompok usia lanjut awal dengan tingkat pendidikan rendah, sebagian besar tidak bekerja, telah menderita RA dalam jangka waktu menengah, dan memiliki penyakit penyerta. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk meningkatkan program deteksi dini RA pada lansia, memperkuat edukasi mengenai pengelolaan nyeri serta pencegahan komplikasi, dan mendorong keterlibatan keluarga dalam mendukung perawatan sehari-hari.