cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
admin@wolgitj.science.web.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
World Health Digital Journal (wolgitj)
ISSN : -     EISSN : 30900743     DOI : 10.31004/wolgitj
Core Subject : Health,
World Health Digital Journal adalah akses terbuka gratis yang ditinjau sejawat tiga Bulanan, Institute of Advanced Knowledge and Science. Jurnal ini diterbitkan tiga bulanan (Januari, April, Juli, Oktober). Jurnal profesional ini menyediakan wadah publikasi penelitian yang relevan dengan hasil penelitian bidang Ilmu Kesehatan yang terintegrasi dengan bidang Ilmu kesehatan Masyarakat, ilmu kedokteran, ilmu keperawatan, ilmu kebidanan, farmasi, nutrisi dan teknologi pangan, pengobatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, kesehatan dan keselamatan kerja (K3), fisioterapi, radiologi, kedokteran hewan, oleh para spesialis dan peneliti di berbagai disiplin ilmu bidang lain yang relevan. World Health Digital Journal menerbitkan artikel asli kuantitatif dan kualitatif, artikel ulasan, komunikasi singkat, laporan kasus dan surat kepada editor dalam berbagai topik klinis dan interdisipliner. Kami berharap artikel-artikel yang dipublish bermanfaat bagi dunia Kesehatan. World Health Digital Journal Menggunakan Turnitin plagiarism checks, Mendeley untuk managemen referensi dan supported by Crossref (DOI)
Articles 63 Documents
Penerapan Terapi Range of Motion (ROM) dan Exercise Bola Karet untuk Meningkatkan Kekuatan Otot pada Pasien Stroke Non Hemoragik dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Putri, Chamisyah; Nurman, Muhammad; Safitri, Yenny
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.58

Abstract

Stroke non hemoragik adalah stroke yang terjadi karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak terhenti sebagian atau seluruhnya. Stroke non hemoragik merupakan jenis stroke yang paling umum terjadi, mencakup hampir 80% dari seluruh stroke. Gejala utama stroke non-hemoragik adalah timbulnya deficit neurologis secara tiba-tiba, didahului dengan gejala prodromal, terjadi saat istirahat atau saat bangun tidur. Tujuan dari karya ilmiah ini untuk memberikan Penerapan terapi range of motion dan exercise bola karet untuk meningkatkan kekuatan otot pada Tn. S di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Pada saat pengkajian Tn. S mengeluh lemah anggota gerak sebelah kiri yang dirasakan pada lengan dan tungkai, pasien tidak bisa mengangkat lengan dan jari tangan kiri dan tungkai kiri, dan pasien juga mengalami kejang. Tanda-tanda vital Tn. S saat pengkajian tekanan darah 141/76 mmhg, Nadi: 76x/menit, RR: 23x/menit, Suhu: 36,5◦c, pasien terpasang infus Nacl 0,9%. Diruangan Krisan perawat memang sudah memberikan obat Phenytoin diazepam kapsul 100mg 3x1 untuk menenangkan syaraf ditubuh pada pasien. Dari analisa kasus pada pasien didapatkan adanya peningkatan kekuatan otot setelah diberikan terapi range of motion dan exercise bola karet. Diharapkan bagi Tn. S dapat melakukan terapi range of motion dan exercise bola karet untuk melatih peningkatan otot pasien stroke non hemoragik.
Hubungan Pengetahuan Mahasiswa/i di Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Tentang Diabetes Melitus (DM) dengan  Motivasi untuk Melakukan Deteksi Dini Penyakit DM Yunita, Resti; Kusumawati, Nila; Erlinawati, Erlinawati
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.59

Abstract

Peningkatan Prevalensi DM meningkat di seluruh dunia, sekitar 50% dari seluruh individu penderita DM tidak menyadari kondisi mereka, dikarenakan minimnya pengetahuan tentang DM dan kurangnya motivasi untuk melakukan deteksi dini penyakit DM. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan mahasiswa/i di UPTT tentang DM dengan motivasi untuk melakukan deteksi dini penyakit DM. Desain penelitian ini adalah kuantitatif cross sectional. Penelitian ini dilakukan di UPTT dengan jumlah sampel 360 orang. Hasil penelitian menunjukkan 193 subjek penelitian (53,6%) memiliki pengetahuan yang tinggi tentang DM dan 211 subjek penelitian (58,6%) memiliki motivasi yang rendah melakukan deteksi dini DM. Penelitian ini menyimpulkan ada hubungan antara pengetahuan mahasiswa/i di UPTT tentang DM dengan motivasi untuk melakukan deteksi dini penyakit DM. Hasil penelitian uji statistik nilai p value (0.000) < α (0.05). Diharapkan kepada institusi Pendidikan agar dapat melaksanakan program kesehatan salah satunya pendidikan kesehatan tentang DM untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa/i tentang DM dan untuk meningkatkan motivasi mahasiswa/i untuk melakukan deteksi dini penyakit DM sedari dini.
Penerapan Terapi Range of Motion (ROM) dan Exercise Bola Karet untuk Meningkatkan Kekuatan Otot pada Pasien Stroke Non Hemoragik dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Putri, Chamisyah; Nurman, Muhammad; Safitri, Yenny
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.60

Abstract

stroke yang paling umum terjadi, mencakup hampir 80% dari seluruh stroke. Gejala utama stroke non-hemoragik adalah timbulnya deficit neurologis secara tiba-tiba, didahului dengan gejala prodromal, terjadi saat istirahat atau saat bangun tidur.  Tujuan dari karya ilmiah ini untuk memberikan Penerapan terapi range of motion dan exercise bola karet untuk meningkatkan kekuatan otot pada Tn.S di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Pada saat pengkajian Tn.S mengeluh lemah anggota gerak sebelah kiri yang dirasakan pada lengan dan tungkai, pasien tidak bisa mengangkat lengan dan jari tangan kiri dan tungkai kiri, dan pasien juga mengalami kejang. Tanda-tanda vital Tn.S saat pengkajian tekanan darah 141/76 mmhg, Nadi: 76x/menit, RR: 23x/menit , Suhu: 36,5◦c, pasien terpasang infus Nacl 0,9%. Diruangan Krisan perawat memang sudah memberikan obat Phenytoin diazepam kapsul 100mg 3x1 untuk menenangkan syaraf ditubuh pada pasien. Dari analisa kasus pada pasien didapatkan adanya peningkatan kekuatan otot setelah diberikan terapi range of motion dan exercise bola karet. Diharapkan bagi Tn.S dapat melakukan terapi range of motion dan exercise bola karet untuk melatih peningkatan otot pasien stroke non hemoragik.
Penerapan Pemberian Massage Effleurage untuk Mengurangi Risiko Decubitus pada Pasien Ny. T dengan Stroke Infark di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Silpia, Dina; Nurman, Muhammad; Eka Sudiarti, Putri
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.61

Abstract

Angka kasus stroke masih menjadi permasalahan kesehatan utama baik di negara maju maupun di Negara berkembang. Menurut World Health Organization (2022) secara global, lebih dari 12,2 juta. Pasien dengan stroke infark menyebabkan penderitanya mengalami keterbatasan mobilisasi dalam waktu yang cukup lama sehingga akan menyebabkan risiko terjadinya dekubitus meningkat. Salah satu tindakan yang dapat diberikan untuk mencegah hal tersebut adalah dengan penerapan massage effleurage dengan olive oil. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan penerapan pemberian massage effleurage untuk mengurangi risiko decubitus melalui asuhan keperawatan pada Ny. T dengan stroke infark di RSUD Arifin Achmad pekanbaru. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 16 Juni-18 Juni tahun 2025. Pada saat pengkajian kelemahan anggota gerak sebelah kiri sejak 6 jam sebelum masuk rumah sakit, klien kulit kering, tampak kemerahan, kulit tegang atau kaku bagian punggung. Intervensi keperawatan yang diberikan yaitu memberikan massage efflurage selama 3 hari. Dari analisa kasus pada pasien didapatkan kulit lebih elastis dan kemerahan berkurang, aliran darah, menjadi lancar, punggung lebih rileks. Diharapkan kepada keluarga dapat meneruskan teknik massage effleurage dengan olive oil untuk mencegah decubitus pada pasien stroke hemoragik sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi-komplikasi terutama penyakit stroke.
Pengetahuan Lansia dalam Mengatasi Kekambuhan Rematik di Desa Kampa Wilayah Kerja Puskesmas Kampa Tahun 2022 Artanti, Lisa; Harahap , Dewi Anggriani; Safitri, Yenny
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.62

Abstract

Usia lanjut (lansia) dapat dikatakan sebagai tahap akhir dari perkembangan hidup manusia. Penuaan adalah proses yang terus menerus mengalami perubahan pada manusia yang secara alamiah dan tidak mungkin akan kembali. Rematik adalah suatu bentuk kekakuan, pembengkakan, nyeri dan kemerahan pada persendian dan jaringan di sekitarnya. Kekambuhan merupakan peristiwa berulang kali yang dialami pasien, yang berulang dan seringkali tidak menyenangkan. Faktor resiko rematik adalah infeksi, pekerjaan,  gangguan imunitas, kelenjar dan hormon, genetik, psikologis lingkungan,dan pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan lansia dalam mengatasi kekambuhan rematik di Desa Kampa Wilayah Kerja Puskesmas Kampa. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia umur 60 tahun keatas yang menderita rematik di Desa Kampa sebanyak 35 orang dengan jumlah sampel adalah 35 orang, adapun teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total  sampling. Hasil dari penelitian ini sebagian besar  responden yang mengalami rematik adalah perempuan sebanyak 19 orang (54,3), sebagian besar responden berpendidikan SD sebanyak 12 orang (34,3),sebagian besar responden tidak bekerja sebanyak 19 orang (54,3),tingkat pengetahuan lansia sebagian besar kurang sebanyak 15 orang (42,8).
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Melakukan Kontrol Rutin pada Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang Kota Amelia, Amelia; Kusumawati, Nila; Afiah, Afiah
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.63

Abstract

Penderita diabetes mellitus (DM) memerlukan kontrol rutin untuk memantau kondisi kesehatannya dan mencegah komplikasi. Kepatuhan terhadap kontrol ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya dukungan keluarga. Dukungan keluarga berperan penting dalam memberikan motivasi, pengawasan, serta dorongan emosional, sehingga penderita lebih teratur dalam menjalani kontrol kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol rutin pada penderita DM di wilayah kerja UPT Puskesmas Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 7-8 September 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional , sampel terdiri dari 82 responden yang dipilih menggunakan Purposive Sampling dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 51 responden (62,2%) memiliki dukungan keluarga yang baik, sementara 51 responden (62,2%) tercatat tidak patuh dalam melakukan kontrol rutin. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol rutin p-value = 0,048; Prevalence Odds Ratio (POR) = 3,048. Hal ini berarti responden dengan dukungan keluarga yang buruk memiliki risiko 3,0 kali lebih besar untuk tidak patuh melakukan kontrol rutin dibandingkan dengan responden yang memperoleh dukungan keluarga yang baik. Kesimpulan penelitian ini adalah dukungan keluarga berperan signifikan dalam meningkatkan kepatuhan penderita menjalani kontrol rutin. Diharapkan penderita DM dapat rutin melakukan kontrol kesehatan, sementara keluarga diharapkan terus memberi dukungan, baik secara emosional, informasi, maupun bantuan nyata, agar komplikasi dapat dicegah.
Pemberian Kompres Parutan Bawang Merah dan Minyak Telon Terhadap Penurunan  Suhu Anak dengan Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) Yunita , Resti; Sudiarti, Putri Eka; Kusumayanti, Erma
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.64

Abstract

Demam menjadi salah satu tanda dan gejala yang sering muncul pada anak acute lympoblastic leukimia  (ALL), Suhu tubuh dikategorikan demam jika >37,5℃. Pada An. A keluhan utama pasien mengatakan demam, keluarga mengatakan anaknya demam sejak 2 hari yang lalu, demam naik turun, demam dirasakan berat pada saat malam hari, pasien tampak menggigil, S : 39,0℃. dari keluhan yang dirasakan oleh pasien intervensi yang tepat untuk menurunkan suhu pada An. A adalah kompres parutan bawang merah dan minyak telon. Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung dalam mengkaji, menganalisis data, mendiagnosa, pasien mengalami demam dengan satu responden, dilakukan diruangan Anggrek RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Tujuan karya ilmiah ners ini adalah untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan dengan kompres parutan bawang merah dan minyak telon. Hasil asuhan keperawatan ini didapatkan adanya penurunan suhu. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian kompres parutan bawang merah dan minyak telon dapat menurunkan suhu tubuh pada anak. Diharapkan pasien dan keluarga mengaplikasikan kompres parutan bawang merah dan minyak telon secara rutin dengan harapan suhu tubuh menjadi normal.
Hubungan Stres Kerja dan Beban Kerja dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Bangkinang Kota Tahun 2025 Septiani, Suci; Hamidi , M.Nizar Syarif; Syafriani, Syafriani
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.65

Abstract

Gejala kelelahan kerja ditandai dengan menurunnya kesiagaan dan gejalah subyektif berupa perasaan lelah. Perawat yang bekerja di rumah sakit berpotensi memiliki risiko bahaya kelelahan kerja. Menurut International Nursing Review tahun 2025, mengungkapkan bahwa perawat di seluruh dunia mengalami tingkat kelelahan kerja yang tinggi yaitu 33% perawat di seluruh dunia mengalami kelelahan kerja. Berdasarkan survei  Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) tahun 2024, menunjukkan bahwa 50,9% perawat di Indonesia mengalami kelelahan kerja.Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh perawat rawat inap di RSUD Bangkinang kota. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 165 responden yang diambil menggunakan metode simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kelelahan kerja perawat rawat inap di RSUD Bangkinang kota, dengan p value 0,003. Ada hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada perawat rawat inap RSUD Bangkinang kota, dengan p value 0,020.
Penerapan Edukasi Perkembangan Motorik Kasar untuk Ny D yang Mempunyai Anak Usia 4-6 Tahun di Ruangan Poli Anak Ramadhani, Revany Nur; Sudiarti , Putri Eka; Kasumayanti, Erma
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.66

Abstract

Edukasi merupakan proses pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan potensi diri atau kualitas dari pola pikir dan pengetahuan dari suatu individu atau kelompok. Ibu adalah sebutan umum kepada seorang wanita atau perempuan yang sudah menikah dan mempunyai anak. Motorik kasar merupakan gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri  (Oramas, 2016). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan edukasi perkembangan motorik kasar untuk ibu yang mempunyai anak usia dini 4-6 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan studi kasus pretest dan posttest. Hasil penelitian diketahui sebelum dilakukan penerapan edukasi responden memiliki pengetahuan rendah dan setelah dilakukan meningkat tinggi, responden  hanya bisa menjawab 1 pertanyaan dan mendapat skor 20 di pretest, dan bisa menjawab 4 soal  mendapat skor 80 di posttest. Kesimpulan penelitian ini yaitu edukasi perkembangan motorik kasar untuk ibu yang mempunyai anak usia dini 4-5 tahun untuk meningkatkan pengetahuan ibu. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh penerapan edukasi perkembangan motorik kasar untuk ibu yang mempunyai anak usia dini 4-6 tahun untuk meningkatkan pengetahuan ibu.
Gambaran Pengetahuan Pekerja Pandai Besi Tentang Penyakit Akibat Kerja di CV Taman Langit Desa Teratak Nabila, Fahra; Febria , Dassyka; Syahda, Syukrianti
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.67

Abstract

Penyakit akibat kerja (PAK) masih menjadi masalah penting di sektor informal, terutama pada pekerjaan pandai besi yang memiliki risiko tinggi terhadap paparan panas, asap logam, kebisingan, dan postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan penyakit akibat kerja pada pekerja pandai besi di CV Taman Langit tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja pandai besi di CV Taman Langit Desa Teratak yang berjumlah 35 orang, menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan rendah tentang penyakit akibat kerja yaitu sebanyak 24 responden (68,6%), sedangkan yang berpengetahuan tinggi sebanyak 11 responden (31,4%). Selain itu, sebanyak 29 responden (82,9%) mengalami gejala terkait penyakit akibat kerja. Hasil ini menunjukkan bahwa rendahnya tingkat pengetahuan berpengaruh terhadap tingginya kejadian PAK pada pekerja pandai besi. Diperlukan upaya peningkatan edukasi dan penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui pelatihan rutin serta penyediaan alat pelindung diri (APD) untuk mencegah penyakit akibat kerja di lingkungan kerja pandai besi.