cover
Contact Name
Ardhita Listya Fitriani
Contact Email
kespera@unkaha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kespera@unkaha.ac.id
Editorial Address
Jl. Kompol R.Soekanto No.46 Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50276
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
KESPERA
ISSN : 28094710     EISSN : 28094710     DOI : https://doi.org/10.34310/e9s6cs44
Core Subject : Health,
Kespera: Journal of Community Service, published by the Karya Husada Semarang University Journal Unit with registered number P-ISSN 2809-5375 (Print) and E-ISSN 2809-4710 (Online). This is a biannual refereed journal concerned with community engagement practices and processes. Focus and Scope It provides a forum for academics, practitioners and community representatives to explore innovative efforts; critically examine emerging issues, trends, challenges and opportunities; and report impact studies in the areas of public service, outreach, engagement, extension, engaged research, community-based research, community-based participatory research, action research, public scholarship, service learning, and community service. This journal is a peer-reviewed online journal that dedicated to high-quality research publications focused on research and its implementation This journal will be published in one year, starting with Volume 1 Number 1 in 2021, it will be published twice, namely in April and October.
Articles 17 Documents
DETEKSI DINI STUNTING PADA BAYI DAN BALITA DI PUSKESMAS TLOGOWUNGU Ulin Nafiah; Yeni Rusyani; Erlangga Mandala Sakti; Florianus H.M Mawo
Kelompok Studi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : University of Karya Husada of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/kespera.v3i2.42

Abstract

Abstrak Masalah gizi jika tidak ditangani akan menimbulkan masalah lebih besar, bangsa Indonesia dapat mengalami lost generation. Indonesia merupakan negara dengan urutan ke–17 dari 117 negara yang memiliki masalah gizi kompleks stunting, wasting dan overweight. Kejadian  stunting merupakan masalah gizi utama yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG) selama tiga tahun terakhir mengalami peningkatan dari tahun 2016 yaitu 27,5% menjadi 29,6% tahun 2017 dan 30,8% pada tahun 2018. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu bayi dan balita mengenai deteksi dini stunting pada bayi dan balita,. kegiatan dilakukan pada tanggal 18 April 2024 dengan tiga agenda, pemeriksaan antopometri, penimbangan berat badan, pembagian doorprise, dan pemberian penyuluhan dan evaluasi. Pendidikan kesehatan dilaksanakan di wilayah Puskesmas Tlogowungu, Kecamatan Tlogowungu, kabupaten Pati. Sasaran kegiatan adalah ibu yang memiliki bayi dan balita. Metode yang digunakan pada kegiatan ini berupa pemeriksaan antopometri menggunakan tikar stunting dan stutur meter, timbangan berat badan dan pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet dan lembar balik. hasil: kegiatan pendampingan telah dilaksanakan dan mendapat respon yang baik dari ibu dan balita. Terjadi peningkatan pengetahuan ibu bayi dan balita setelah dilakukan penyuluhan tentang deteksi dini stunting pada bayi dan balita..   Kata kunci : gizi, deteksi dini, balita, stunting, lost generation   Abstract If nutritional problems are not addressed, they will cause bigger problems, the Indonesian nation could experience a lost generation. Indonesia is the 17th country out of 117 countries that has complex nutritional problems of stunting, wasting and overweight. Stunting is a major nutritional problem facing Indonesia. Based on Nutritional Status Monitoring (PSG) data over the last three years, it has increased from 2016, namely 27.5% to 29.6% in 2017 and 30.8% in 2018. The aim of this community service is to increase the knowledge of mothers of babies and toddlers regarding early detection of stunting in babies and toddlers. The activity was carried out on April 18 2024 with three agendas, anthropometric examination, body weight weighing, door prize distribution, and providing counseling and evaluation. Health education is carried out in the Tlogowungu Community Health Center area, Tlogowungu District, Pati Regency. The target of the activity is mothers who have babies and toddlers. The methods used in this activity are anthropometric examinations using stunting mats and stucture meters, weight scales and health education using leaflets and flip sheets. results: mentoring activities have been implemented and received a good response from mothers and toddlers. There was an increase in the knowledge of mothers of babies and toddlers after providing outreach about early detection of stunting in babies and toddlers.   Keywords: nutrition, early detection, toddlers, stunting, lost generation
PERAN ORANG TUA DALAM MELATIH STIMULASI PERKEMBANGAN ANAK PRA SEKOLAH DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BERMAIN SEDERHANA Riffiky Pinandia; Puji Lestari; Suharti; Wiwik Muhidayati
Kelompok Studi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 No 2 : Oktober 2024
Publisher : University of Karya Husada of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/kespera.v4i1.117

Abstract

Abstrak   Stimulasi perkembangan anak dapat dilakukan dengan meggunakan media bermain untuk melakukan interaksi agar tidak adanya gangguan dalam perkembangan. Prevalensi gangguan perkembangan bicara pada anak 46,8% dan gangguan gerak 3,9%. resiko ini meningkat dikarenakan adanya anak bermain dengan gadget.kegiatan ini dilkukan di Desa Banjarejo Kabupaten Bojoneoro dengan sasaran orang tua yang memiliki anak usia pra sekolah. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini adaah meningkatkan pengetahuan orang tua tentang media bermain sederhana yang bermanfaat untuk proses perkembangan anak. Peran orang tua dalam kegiatan ini agar mengtahui pengetahuan tentang stimulasi perkebangan anak dan media bermain sederhana. Kegiatan terdiri dari 3 tahap yaitu perijinan (koordinasi dengan bidan desa dan kepala desa), pelakasanaan (melakukan penyuluhan) dan evaluasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan yaitu penyuluhan. Hasil dari kegiatan ini yaitu terdapat peningkatan pengetahuan orang tua tentang media bermain sederhana yaitu sebesar 90% dan stimulasi perkembangan anak 80%.   Kata Kunci: Media bermain sederhana, stimulasi perkembangan, peran orang tua     Abstract Stimulation of children's development can be done by using play media to interact so that there is no disruption in development. The prevalence of speech development disorders in children is 46.8% and movement disorders 3.9%. This risk increases due to children playing with gadgets. This activity was carried out in Banjarejo Village, Bojoneoro Regency, targeting parents who have pre-school age children. The aim of this community service is to increase parents' knowledge about simple play media which is beneficial for the child's development process. The role of parents in this activity is to gain knowledge about stimulating children's development and simple play media. The activity consists of 3 stages, namely licensing (coordination with the village midwife and village head), implementation (conducting counseling) and evaluation. The method used in the activity is counseling. The result of this activity is that there is an increase in parents' knowledge about simple play media, namely by 90% and stimulation of children's development by 80%.   Keywords: Simple play media, developmental stimulation, role of parents
EDUKASI PENCEGAHAN DEPRESI PADA POST PARTUM DI DESA TAPELAN KAPAS BOJONEGORO Wiwik Muhidayati; Nur Azizah; Suci Arsita Sari; Ihsanti Indri Fajriya; Titik Nuryanti
Kelompok Studi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 No 2 : Oktober 2024
Publisher : University of Karya Husada of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/kespera.v4i1.118

Abstract

Abstrak   Masa nifas (Post Partum) adalah masa di mulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat kandungan kembali semula seperti sebelum hamil, yang berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari. Selama masa pemulihan tersebut berlangsung, ibu akan mengalami banyak perubahan fisik yang bersifat fisiologis dan banyak memberikan ketidak nyamanan pada awal postpartum, yang tidak menutup kemungkinan untuk menjadi patologis bila tidak diikuti dengan perawatan yang baik. Metode yang digunakan secara sistematik adalah 1.Memberikan informasi tentang Upaya-upaya pencegahan depresi postpartum. Apa itu depresi postpartum penyebab atau faktor risiko gejala depresi post partum dampak cara pencegahan dan pentingnya peran keluarga. Apa itu baby blues dan depresi pasca melahirkan. Kesehatan mental Ibu pasca melahirkan.Terapi dan pengobatan depresi post partum serta pencegahan dan juga pentingnya deteksi dini depresi pasca melahirkan Kegiatan dilakukan selama selama 60 menit, dan evaluasi selama 15 menit. Evaluasi dilakukan dengan pertanyaan dan memastikan ibu memahami tentang cara pencegahan depresi post portum. Hasil dari edukasi yang dilakukan Sebagian besar ibu bisa tentang pencegahan depresi Post partum   Kata Kunci: Edukasi. Depresi Post Partum   Abstract   The postpartum period (Post Partum) is the period that begins after the birth of the placenta and ends when the uterus returns to its normal state before pregnancy, which lasts for 6 weeks or 42 days. During the recovery period, the mother will experience many physical changes that are physiological in nature and cause a lot of discomfort in the early postpartum period, which does not rule out the possibility of becoming pathological if not followed by good care. The method used systematically is 1. Providing information about efforts to prevent postpartum depression. What is postpartum depression, causes or risk factors for postpartum depression symptoms, the impact of prevention methods and the importance of the role of the family. What are baby blues and postpartum depression. Postpartum maternal mental health. Therapy and treatment of postpartum depression as well as prevention and also the importance of early detection of postpartum depression. Activities are carried out for 60 minutes, and evaluation for 15 minutes. Evaluation is carried out by asking questions and ensuring the mother understands how to prevent post-portal depression. The results of the education carried out by most mothers are about preventing post partum depression   Keywords: Education. Post Partum Depression
EDUKASI PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMK N 1 TEMANGGUNG JAWA TENGAH Eva; Suharti; Waqidil Hidayah; Prita Yuliana Irnawati; miftah; Puji Lestari
Kelompok Studi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 No 2 : Oktober 2024
Publisher : University of Karya Husada of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/kespera.v4i1.119

Abstract

Abstrak   Remaja putri sangat rentan mengalami anemia. Anemia pada remaja putri membawa dampak buruk bagi performa keseharian bahkan bagi masa depan generasi bangsa. Ketika nantinya remaja putri hamil, anemia ini akan menyebabkan tidak optimalnya pertumbuhan dan perkembangan janin, komplikasi pada masa persalinan, hingga dapat menyebabkan kematian ibu dan anak. Sehingga, pencegahan anemia melalui edukasi pemberian tamblet tambah darah    untuk  meningkatkan  pengetahuan  remaja  putri. Tujuan kegiatan  yaitu  sebagai  langkah  dalam  meningkatkan  pengetahuan  dan  kepatuhan  remaja  dalam pemberian tablet tambah darah dalam upaya pencegahan anemia. Metode  dengan  pemberian  edukasi  berkaitan  dengan anemia, pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah.   Kata Kunci: Edukasi; Anemia; Remaja; Tablet Tambah Darah   Abstract   Adolescent girls are very susceptible to anemia. Anemia in adolescent girls has a negative impact on daily performance and even on the future of the nation's generation. When adolescent girls become pregnant, this anemia will cause suboptimal growth and development of the fetus, complications during childbirth, and can even cause maternal and child death. Thus, prevention of anemia through education on the provision of iron tablets to increase the knowledge of adolescent girls. The purpose of the activity is as a step in increasing the knowledge and compliance of adolescents in the provision of iron tablets in an effort to prevent anemia. The method of providing education related to anemia, the importance of consuming iron tablets.   Keywords: Education; Anemia; Teenagers; Iron Tablets
IMPLEMENTASI KANGAROO MOTHER CARE (KMC) UNTUK MENINGKATKAN BERAT BADAN PADA BAYI PREMATUR DI RUANG PERINA RSD KRMT WONGSONEGORO SEMARANG Indah Wulaningsih; Ardhita Listya Fitriani; Anita Indra A; Septi Suprobowati
Kelompok Studi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 No 2 : Oktober 2024
Publisher : University of Karya Husada of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/kespera.v4i1.120

Abstract

Abstrak   Bayi prematur merupakan bayi yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. merupakan masalah utama pada kesehatan bayi karena menimbulkan komplikasi. Komplikasi prematuritas adalah penyebab kematian utama pada balita (18%), melebihi pneumonia (16%) dan diare (9%). Sebagian besar dari kematian dini (16%) terjadi pada periode neonatal (first four weeks of life), sekitar dua pertiga terjadi kematian neonatal dini pada minggu pertama kehidupan. Pada minggu pertama, sebagian besar kematian terjadi selama 48 jam pertama kehidupan. Kangaroo mother Care (KMC) mencakup kontak kulit ke kulit dan menyusui yang menyediakan bayi dengan semua nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan, tentu juga dibutuhkan kekuatan yang luar biasa dari cinta orang tua, perawatan dan pelukan lembut. KMC merupakan fondasi pengelolaan bayi prematur untuk meningkatkan berat badan.   Kata Kunci: Bayi premature, Kangaroo mother care, peningkatan berat badan     Abstract Premature babies are those born before the gestational age reaches 37 weeks. They are a major health issue for infants because they cause complications.. Prematurity complications are the leading cause of death in infants (18%), surpassing pneumonia (16%) and diarrhea (9%). Most early deaths (16%) occur during the neonatal period (first four weeks of life), with about two-thirds of early neonatal deaths happening in the first week of life. In the first week, most deaths occur during the first 48 hours of life. Kangaroo Mother Care (KMC) includes skin-to-skin contact and breastfeeding, which provide the baby with all the necessary nutrients for growth, development, and health. Of course, it also requires the extraordinary strength of parental love, care, and gentle hugs. KMC is the foundation for managing premature babies to increase their weight.   Keywords: low birth weight, Kangaroo mother care, weight gain
Simulasi Makanan Per Hari Tinggi Zat Besi Remaja Putri Peduli Stunting Kelurahan Sendangmulyo Fauziah Winda; Rose Nurhudhariani; Maftuchah; Dwi Sulistyowati; Vita Triani Adi Puteri
Kelompok Studi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 No 2 : Oktober 2024
Publisher : University of Karya Husada of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/kespera.v4i1.121

Abstract

Abstrak Stunting pada remaja terjadi karena masalah gizi saat balita atau pra -sekolah. Pada saat balita sudah mengalami malnutrisi yang mengindikasikan stunting, maka akan berakibat pada pertumbuhan dan perkembangan remaja terhambat. Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa 25,7% remaja usia 13-15 tahun mengalami stunting dan 26,9% remaja stunting berusia 16-18 tahun dengan prevalensi anemia 32% dimana 3-4 dari 10 remaja mengalami anemia. Pada masa remaja dibutuhkan zat gizi termasuk zat besi yang cukup untuk mengimbangi peningkatan kebutuhan zat gizi di akibatkan oleh growth spurt. Zat besi berpengaruh pada kadar Hb remaja putri yang sedang dalam pertumbuhan, karena peningkatan kebutuhan zat besi pada remaja putri diakibatkan oleh menstruasi.Tujuan dilakukan kegiatan ini adalah remaja memiliki  gambaran yang jelas makanan tinggi zat besi. Melalui kegiatan posyandu remaja yang sudah terlaksana dilakukan inovasi kegiatan bersama dosen tim komunitas, KB dan kesehatan reproduksi. Hasil kegiatan ini meningkatkan pengetahuan remaja tentang makanan tinggi zat besi sebesar 90%.    Kata Kunci: remaja, anemia, zat besi, stunting   Abstract Stunting in adolescents occurs due to nutritional problems when they are toddlers or pre-school. When toddlers experience malnutrition which indicates stunting, this will result in stunted growth and development of teenagers. 2018 Riskesdas data shows that 25.7% of adolescents aged 13-15 years are stunted and 26.9% of adolescents aged 16-18 years are stunted with an anemia prevalence of 32% where 3-4 out of 10 adolescents experience anemia. During adolescence, sufficient nutrients, including iron, are needed to balance the increase in nutritional needs caused by the growth spurt. Iron affects the Hb levels of growing teenage girls, because the increased need for iron in teenage girls is caused by menstruation. The aim of this activity is for teenagers to have a clear picture of foods high in iron. Through the youth posyandu activities that have been implemented, innovative activities have been carried out with community, family planning and reproductive health team lecturers. The results of this activity increased teenagers' knowledge about foods high in iron by 90%.   Keywords: teenagers, anemia, iron, stunting
Upaya Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi pada Lansia Di Duku Persen Fhandy Aldy Mandaty; Achmad Syaifudin; Sumarno; Dian Nur Kumalasari; Ayu Dita Handayaningtyas; Komsiyah
Kelompok Studi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Edisi April 2025
Publisher : University of Karya Husada of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/kespera.v5i1.122

Abstract

Abstrak Hipertensi ialah suatu penyakit yang paling banyak diderita oleh lansia. Hipertensi tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang dapat memperburuk kesehatan lansia. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan lansia hipertensi dalam mengontrol atau mengendalaikan tekanan darahnya. Salah satunya adalah tingkat pengetahuan lansia. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk membantu lansia dalam mencegah dan mengedalikan hipertensi. Pelaksanaan kegiatan berupa pemberian edukasi kesehatan tentang hipertensi dan pengecekan tekanan darah pada lansia.  Kegiatan ini dilakukan di Dukuh Persen Kelurahan Sekaran Kota Semarang pada tanggal 24 november 2024. Peserta kegiatan yaitu 35 lansia. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa 80% lansia di Dukuh Persen Kelurahan Sekaran menderita hipertensi. Lansia terleihat antusia ketika menerima edukasi kesehatan tentang hipertensi. Pemberian edukasi kesehatan membantu lansia memahami status kesehatan maupun penyakit yang mereka derita.Kata Kunci: Edukasi, hipertensi, lansia Abstract  Hypertension is a disease that is most commonly suffered by the elderly. Hypertension if not treated properly can cause various complications that can worsen the health of the elderly. Many factors can affect the compliance of the elderly with hypertension in controlling or controlling their blood pressure. One of them is the level of knowledge of the elderly. The purpose of this community service activity is to help the elderly in preventing and controlling hypertension. The implementation of the activity is in the form of providing health education about hypertension and checking blood pressure in the elderly. This activity was carried out in Dukuh Persen, Sekaran Village, Semarang City on November 24, 2024. The participants in the activity were 35 elderly people. The results of the community service activity showed that 80% of the elderly in Dukuh Persen, Sekaran Village suffered from hypertension. The elderly looked enthusiastic when receiving health education about hypertension. Providing health education helps the elderly understand their health status and the diseases they suffer from.Keywords: Education, elderly, hypertension 

Page 2 of 2 | Total Record : 17