cover
Contact Name
Fera Yuli Setiyaningsih
Contact Email
fera.yuli@gmail.com
Phone
+6285733666400
Journal Mail Official
jurnalkebidanan204@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kemuning No 57 A Candimulyo Jombang
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL KEBIDANAN
ISSN : 20882505     EISSN : 25804774     DOI : https://doi.org/10.35874/jib.v15i1
Core Subject : Health,
Jurnal kebidanan memuat karya ilmiah tentang kebidanan yaitu tentang kehamilan, asuhan kehamilan, bayi baru lahir, neonatus, anak prasekolah, premenopause, kesehatan reproduksi dan lain lain
Articles 233 Documents
Gambaran Pengetahuan Ibu Dalam Pemberian Makanan Pendamping ASI Bayi Usia 6-24 Bulan Ria Fajar Nurhastuti; Risye Endri Purwiyanti
Jurnal Kebidanan Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Kebidanan Maret 2023
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v13i1.1171

Abstract

Ketika bayi menginjak usia 6 bulan selain diberikan ASI Eksklusif, bayi sudah dapat diberikan makanan tambahan berupa makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan kandungan gizi yang lebih lengkap sebagai pendukung tumbuh kembang bayi. Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) harus tepat dan benar baik dari segi bahan makanan, bentuk atau tekstur, rasa dan waktu pemberian. Bayi mulai diberikan MP-ASI sejak umur 6 bulan karena pada umur kurang dari 6 bulan bayi hanya diberikan ASI saja tanpa bahan makanan yang lain atau dikenal dengan istilah ASI Eksklusif. Apabila pemberian MP-ASI kurang tepat maka dapat berakibat berbagai macam gangguan diantaranya adalah alergi, diare, gangguan ginjal, dan gangguan tumbuh kembang pada bayi. Pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI adalah faktor utama dalam ketepatan pemberian MP-ASI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor pengetahuan seorang ibu dalam pemberian makanan pendamping ASI pada bayi usia 6-24 bulan. Tempat penelitian di Desa Sawuh Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif kualitatif dengan jumlah populasi 25 orang, teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling. Dalam penelitian ini terdapat satu variable yaitu Pengetahuan Ibu dalam Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), Instrument yang digunakan adalah kuisioner dan wawancara. Hasil penelitian yang didapatkan adalah pengetahuan ibu (responden) dalam pemberian makanan pendamping ASI termasuk pada kategori kurang yaitu sebesar 46%. Faktor yang paling berpengaruh adalah faktor Pengetahuan. Para kader posyandu dan tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kegiatan sosialisasi pemberian MP-ASI kepada ibu.
Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Ibu Pada Masa Kehamilan Dhewi nurahmawati; Mulazimah Mulazimah; Susi Erna Wati
Jurnal Kebidanan Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Kebidanan Maret 2023
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v13i1.1173

Abstract

ABSTRAK Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan di suatu negara. Menurut World Health Organization (WHO), persentase tertinggi penyebab kematian ibu adalah perdarahan (28%) dan infeksi, yang dapat disebabkan anemia dan kekurangan energi kronis (KEK) sebesar 17,3% dan anemia sebesar 48,9%. Status gizi merupakan ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk ibu hamil. Masalah gizi berhubungan erat dengan proses pertumbuhan janin dan pertumbuhan berbagai organ tubuhnya sebagai pendukung proses kehamilannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi status gizi ibu selama kehamilan di wilayah kerja Puskemas Pembatu Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Metode yang digunakan adalah corelation desain dengan pendekatan Cross Sectional. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang berjumlah 48 orang ibu hamil. Dari 36 sampel yang diteliti terdapat 11 orang yang mengalami status gizi tidak normal atau lingkar lengan kurang dari 23,5 cm. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik purpose sampling. Analisis penelitian menggunakan uji regresi logistik berganda dengan tingkat kemaknaan p< 0.05. Hasil analisis Regresi Logistik (Multivariat Regretion) pada penelitian ini menunjukkan bahwa variabel umur p= 0,017 (b = 3,11, OR = 6,87), variabel pendidikan menunjukkan p= 0,008 (b = 1,976, OR = 8,83), variabel pekerjaan menunjukkan p= 0,011 (b = 0,936, OR = 2,70) dan veriabel penghasilan keluarga menunjukkan p= 0,012 (b = 1,306, OR = 3,69). Berdasarkan hasil analitik membuktikan bahwa terdapat pengaruh umur, Pendidikan, pekerjaan dan penghasilan keluarga ibu hamil terhadap status gizi ibu pada masa kehamilan.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny “l” GII P1A0 36 Minggu Kehamilan Normal di PMB Lilis Suryawati.,S,ST.,M.Kes Sambong Dukuh Jombang Fera Yuli Setiyaningsih; Adistavirda Lovado Ramadhani Hidayat; Nining Mustika Ningrum
Jurnal Kebidanan Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Kebidanan Maret 2023
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v13i1.1186

Abstract

Kehamilan merupakan suatu proses fisiologis yang terjadi pada perempuan namun selama kehamilan tidak selalu berjalan normal. Ibu hamil sering mengalami ketidaknyamanan pada Trimester III yaitu gangguan nyeri punggung yang disebabkan karena perubahan kelengkungan tulang belakang yang mengalami peningkatan tekanan dan bertambahnya volume uterus. Tujuan untuk melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny L sejak masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus dan kontrasepsi. Metode yang digunakan adalah pendekatan studi kasus kepada Ny L dilakukan observasi dari kehamilan sampai dengan keluarga berencana. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Pengumpulan data dibantu dengan format asuhan kebidanan SOAP. Hasil asuhan kebidanan Ny L pada masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonates dan kontrasepsi berlangsung normal tanpa penyulit dan dilaksanakan sesuai dengan standart asuhan kebidanan. Kesimpulan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny L dilaksanakan sesuai dengan asuhan kebidanan dengan hasil normal tanpa penyulit apapun.
Pengaruh Pengetahuan Remaja Putri tentang Perilaku Pubertas Pada Usia 13-15 tahun Eko Sri Wulaningtyas; Entin Srihadi Yanti; Ardina Rezky Noeraini; Santia Santia
Jurnal Kebidanan Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Kebidanan Maret 2023
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v13i1.1189

Abstract

Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang periode remaja merupakan transisi dari masa anak ke masa dewasa yang ditandai dengan percepatan perkembangan fisik mental emosional dan social. Bagian terpenting dari masa remaja adalah pubertas yang sering diistilahkan sebagai fase negatif karena terdapat sikap dan sifat negatif perubahan perilaku yang tampak ditunjukkan dalam sikap, perasaan dan keinginan serta perbuatan. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan remaja tentang pubertas yang mempengaruhi perilakunya pada pada pubertas. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan populasi siswa SMP yang memasuki masa pubertas sampelnya sebanyak 165 responden dengan teknik preposisi sampling teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner analisa statistik yang digunakan adalah menggunakan uji koefisien korelasi rho spearman rank kemudian dilanjutkan dengan uji t untuk signifikasinya dengan derajat kemaknaan 0,05. Dari hasil koefisien korelasi Uji T didapatkan t hitung sama dengan 7,674 dan P tabel 1,960 maka t hitung lebih dari t tabel berarti H0 ditolak dan H1 diterima berarti terdapat pengaruh antara pengetahuan remaja tentang kertas terhadap perilakunya pada usia 13 sampai 15 tahun. Dengan pengetahuan yang cukup maka maka remaja akan mampu mengontrol perilakunya sehingga terwujud perilaku yang bertanggung jawab dalam mengambil keputusan terutama dalam menghadapi masalahnya pada masa pubertas.
Pengaruh Konsumsi Makanan Tinggi Serat Terhadap Kejadian Konstipasi Pada Ibu Nifas Ruliati Ruliati; Hyndiyah Ike S; Erma Tri Lestari
Jurnal Kebidanan Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Kebidanan Edisi September 2023
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v13i2.1237

Abstract

Masa nifas ini terjadi beberapa masalah diantaranya ibu nifas mengeluh mengalami kesulitan buang air besar karena feses menjadi lebih padat sulit untuk dikeluarkan yang disebut konstipasi. Masalah penelitian ini masih ada ibu nifas yang mengalami konstipasi. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh konsumsi makanan tinggi serat dengan kejadian konstipasi pada ibu nifas.Desain penelitian ini menggunakan metode analitik. Pendekatan yang digunakan cross sectional. Populasi sebanyak 31 ibu nifas, sampling yang digunakan adalah total sampling sehingga jumlah populasi digunakan sebagai sample yaitu sebanyak 31 ibu nifas. Variabel independen konsumsi makanan tinggi serat dan variabel dependen konstipasi. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner tertutup dan indepth interview (wawancara), kemudian ditabulasi dan dianalisis dengan uji koefisien kontingensi, tingkat signifikan α = 0,05 (p<α).Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mengkonsumsi makanan tinggi serat kurang seluruhnya terjadi konstipasi yaitu sebanyak 9 orang (100,0%), responden yang mengkonsumsi makanan tinggi serat cukup, hampir seluruh responden tidak terjadi konstipasi yaitu sebanyak 13 orang (92,9%), Hasil uji koefisien kontingensi didapatkan nilai P Value 0,000 dimana p value < 0,05. Sehingga H1 diterima, yang berarti ada hubungan pemenuhan kebutuhan nutrisi tinggi serat dengan kejadian konstipasi ibu nifas. Berdasarkan hasil penelitian ini diperlukan pemberian healht education yang efektif dan pemberian menu nutrisi tinggi serat saat memberikan asuhan kebidanan kunjungan nifas yang pertama untuk meminimalkan kejadian konstipasi pada ibu nifas.
Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Alat Permainan Edukatif untuk Perkembangan Anak Usia Pra Sekolah (3-5 Tahun) nurul abidah
Jurnal Kebidanan Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Kebidanan Edisi September 2023
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v13i2.1276

Abstract

Perkembangan otak anak tidak hanya tergantung pada faktor genetik, tapi juga peran orang tua dalam mengoptimalkannya. Salah satunya melalui bermain dan permainan yang tepat dan bermanfaat. Bermain sambil belajar, belajar sambil bermain, memang ungkapan yang tepat untuk menggambarkan ciri aktivitas fisik dan mental anak seusia ini. Dan hasilnya pun tampak nyata (Seri Ayah Bunda, 2007). Dari survey awal yang dilakukan dari 10 orang ibu yang mempunyai anak usia 3-5 tahun yang bersekolah di TK AZ-ZAHRA Perum Kahuripan Nirwana Village C Sidoarjo. yaitu 2 responden (20%) berpengetahuan baik, 1 responden (10%) berpengetahuan cukup, 7 responden (70%) berpengetahuan kurang. Tujuan penelitian mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu tentang alat permainan edukatif untuk perkembangana nakusia prasekolah (3-5 tahun) diTK AZ-ZAHRA Perum Kahuripan Nirwana Village C Sidoarjo. Jenis penelitian adalah observasional, karena penelitihanya mengamati tidak memberikan perlakuan khusus terhadap obyek penelitian. Ditinjau dari segi pengolahan data penelitian ini digolongkan penelitian deskriptif. dengan sampel 27 responden yang diambil secara total sampling, dengan teknik “cross sectional” yang diproses dari lembar kuesioner. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 27 responden sebagian besar berpengetahuan kurang sebesar 37% (10 responden), berusia > 30 tahun sebagian besar berpengetahuan baik sebesar 75% (3 responden), berpendidikan tinggi sebagian besar berpengetahuan baik sebesar 100 % (2 responden), paritas multiapra sebagian besar berpengetahuan baik sebesar 80% (8 responden) dan yang bekerja sebagian besars berpengetahuan baik sebesar 57.1% (8 responden). Diharapkan ibu untuk selalu menggali informasi tentang alat permainan edukatif untuk perkembangan anak usia pra sekolah 3-5 tahun dengan cara membaca buku atau bertanya pada guru pendidik.
Hubungan Peran Orang Tua dengan Prestasi Belajar Anak Usia 5-6 Tahun mustalia mustalia
Jurnal Kebidanan Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Kebidanan Edisi September 2023
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v13i2.1277

Abstract

Peran orang tua adalah suatu bentuk tingkah laku yang ditunjukkan orang tua untuk mengembangkan kepribadian anak. Pengertian prestasi dan belajar tersebut diatas dapat didefinisikan, prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa pengetahuan, ilmu, sikap dan ketrampilan oleh seorang siswa yang diperoleh melalui latihan dan pengalamanmembaca dan berhitung masih sangat rendah di Indonesia. Dalam hal ini menduduki peringkat ketiga dari bawah untuk kebiasaan membaca dan berhitung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan prestasi belajar anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Sidoarjo. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua siswa usia 5-6 tahun beserta ibu di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Sidoarjo yang nenasuki kriteria inklusi sebanyak 44 siswa, kemudian diambil secara simple random sampling menjadi 40 siswa. Variabel independen pada penelitian ini adalah peran orang tua dan variabel dependen prestasi belajar anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan uji statistik Rank Spearman untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan prestasi belajar anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Sidoarjo. Hasil uji Rank Spearman p = 0,681 didapatkan < 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterimadan H1 ditolak, yang artinya tidak ada hubungan peran orang tua dengan prestasi belajar anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Sidoarjo. Dalam hal ini sebaiknya para orang tua diberikan penyuluhan atau seminar mengenai gaya pengasuhan (parenting) di sekolah, karena peran orang penting untuk meningkatkan prestasi dan motivasi belajar anak terutama untuk anak usia prasekolah yang masih perlu bimbingan.
Faktor Yang Mempengaruhi Tindakan Pemilihan Kontrasepsi Mantap Wanita (MOW) Nunuk - Nurhayati
Jurnal Kebidanan Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Kebidanan Edisi September 2023
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v13i2.1279

Abstract

Kontrasepsi Mantap pada wanita atau di kenal dengan istilah MOW adalah salah satu jenis motedo kontrasepsi jangka panjang modern dengan tingkat keefektifan yang tinggi dan tingkat kegagalan yang rendah. MOW (Metode Operasi Wanita) adalah proses sterilisasi dengan cara mengikat atau memotong salah satu bagian rahim yaitu saluran telur (tuba falopii) sehingga bekas operasi yang akan menghalangi perjalanan saluran untuk membuahi sel telur. Dari hasil survey awal yang dilakukan pada 5 ibu terdapat 4 mengatakan keikutsertaannya menjadi akseptor MOW dikarenakan usia mereka sudah lebih dari 35 tahun, 1 ibu mengaku karena sudah merasa cukup memiliki tiga orang anak bahkan lebih,. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor (pengetahuan, umur, paritas, pendidikan) yang mempengaruhi tindakan pemilihan kontrasepsi MOW. Jenis penelitian yang digunakan observasional gan rancang bangun Cross Sectional. Variabelnya adalah pengetahuan, umur, paritas, pendidikan dan tindakan. Dengan sampel sebanyak 36 orang yang menggunakan teknik pengambilan sampel secara Total Sampling. Instrument pengumpulan data menggunakan kusioner. Penelitin ini dilakukan di peserta KB MOW wilayah kecamatan Puri, Kab Mojokerto. Hasil analisis dengan uji regresi logistik ada pengaruh pengetahuan dengan tindakan pemilihan kontrasepsi MOW dengan p=0,01 p<α maka H1 diterima, ada pengaruh umur dengan tindakan pemilihan kontrasepsi MOW dengan p=0,04 p<α maka H1 diterima, ada pengaruh paritas dengan tindakan pemilihan kontrasepsi MOW dengan p=0,01 p<α maka H1 diterima, ada pengaruh pendidikan dengan tindakan pemilihan kontrasepsi MOW dengan p=0,01 p<α maka H1 diterima.
Pengaruh Pemberian Sari Kacang Merah (Phaseolus Vulgaris L) Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin (Hb) Remaja Putri Nining Mustika Ningrum; Evi Rosita; Dewi Suci Sangdiah Pitaloka
Jurnal Kebidanan Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Kebidanan Edisi September 2023
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v13i2.1283

Abstract

Anemia paling sering terjadi pada remaja yang mengakibatkan mudah letih, lesu, lemah, lelah, lunglai, dan mata berkunang-kunang. Anemia defisiensi besi dapat dicegah dengan cara mengkonsumsi sari kacang merah sebagai alternatif herbal pengganti. Penelitian ini betujuan untuk menganalisa Pengaruh pemberian sari kacang merah terhadap peningkatan kadar Hb remaja putri usia 15-17 tahun. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan rancangan one group pretest dan post test, populasinya adalah remaja putri di Pondok Pesantren Tanah Merah Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Bangkalan sebanyak 70 orang. Sampelnya sebanyak 59 responden yang diperoleh dari remaja putri yang terdapat kekurangan Hb. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi, serta dianalisis dengan menggunakan analisis statistik T-Test Paired Samples dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian dari 59 responden menunjukkan bahwa sebelum pemberian sari kacang merah (Phaseolus vulgaris L) sebagian besar kadar Hb nya rendah yaitu sebanyak 48 responden (81,4%), setelah pemberian sari kacang merah (Phaseolus vulgaris L) sebagian besar Hb nya menjadi normal yaitu sebanyak 43 responden (72,9%) dan ada pengaruh pemberian sari kacang merah terhadap peningkatan kadar Hb remaja putri usia 15-17 dengan p-value 0,000. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian sari kacang merah (Phaseolus vulgaris L) berpengaruh terhadap peningkatan kadar Hb remaja putri usia 15-17 tahun.
Hubungan Dukungan Suami Dengan Upaya Ibu Hamil Dalam Pencegahan Stunting Pada Masa Kehamilan Elies Meilinawati SB
Jurnal Kebidanan Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Kebidanan Edisi September 2023
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v13i2.1285

Abstract

Status gizi dan kesehatan ibu dan anak sebagai penentu kualitas sumber daya manusia, hal ini dibuktikan dengan adanya status gizi dan kesehatan ibu pada masa pra hamil, saat kehamilannya dan saat menyusui merupakan periode yang sangat kritis. Pemerintah mencanangkan intervensi stunting meliputi ibu hamil mendapatkan tablet tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan, pemberian makanan tambahan pada ibu hamil, pemenuhan gizi, persalinan dengan dokter atau bidan ahli, IMD (Inisiasi Menyusu Dini), ASI Eksklusif selama 6 bulan, pemberian MP ASI mulai anak usia 6 bulan sampai dengan 2 tahun, berikan imunisasi dasar lengkap dan vitamin A, pantau pertumbuhan balita di posyandu, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan dukungan suami dengan upaya ibu hamil dalam pencegahan stunting pada masa kehamilan di Klinik Akbar Medika Kabupaten Mojokerto. Desain dalam penelitian ini adalah cross sectional. Populasinya adalah semua ibu hamil trimester III di di Klinik Akbar Medika Kabupaten Mojokerto dengan teknik sampling non probability sampling jenis accidental sampling sebanyak 28 orang. Data dianalisis dengan menggunakan uji Kendall’s Tau menggunakan program SPSS dan didapatkan hasil ρ-value = 0,000 (ρ-value <0,05) sehinga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan suami dengan upaya ibu hamil dalam pencegahan stunting pada masa kehamilan. Dukungan suami sangat penting terhadap pemenuhan nutrisi dan pemilihan nutrisi serta berat badan ibu hamil, dengan adanya dukungan suami yang baik akan membuat upaya pencegahan stunting pada ibu hamil baik juga.