cover
Contact Name
Fera Yuli Setiyaningsih
Contact Email
fera.yuli@gmail.com
Phone
+6285733666400
Journal Mail Official
jurnalkebidanan204@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kemuning No 57 A Candimulyo Jombang
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL KEBIDANAN
ISSN : 20882505     EISSN : 25804774     DOI : https://doi.org/10.35874/jib.v15i1
Core Subject : Health,
Jurnal kebidanan memuat karya ilmiah tentang kebidanan yaitu tentang kehamilan, asuhan kehamilan, bayi baru lahir, neonatus, anak prasekolah, premenopause, kesehatan reproduksi dan lain lain
Articles 233 Documents
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny “K” G2 P1A0 31 Minggu dengan Nyeri Punggung di PMB Ariya Sari Dewi, Amd.Keb Desa Sidopulo Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang Serfiani, Asma'ul Khusnah; Ningrum, Nining Mustika; Setiyaningsih, Fera Yuli
Jurnal Kebidanan Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Kebidanan Maret 2024
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v14i1.1347

Abstract

Latar belakang: Kehamilan yaitu kondisi yang alami pada wanita dimana setiap bulannya janin akan bertumbuh besar sehingga timbul ketidaknyamanan yang sering kali menjadi keluhan ibu hamil seperti mual muntah, pusing, jantung, berdebar-debar, sulit tidur, gusi berdarah, karies gigi, kulit gatal dan menghitam, sering kencing, sembelit, nyeri punggung dan pinggul, kram kaki, pegal dan linu, varises pada lengan dan kaki, serta kontraksi palsu selama kehamilan. Tujuan: memberikan asuhan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, BBL, neonatus, dan KB pada ibu dengan keluhan nyeri punggung. Metode: yang digunakan adalah pendekatan studi kasus continue of care kepada Ny K dilakukan observasi dari kehamilan sampai dengan keluarga berencana. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Pengumpulan data dibantu dengan format asuhan kebidanan SOAP. Hasil: Asuhan kebidanan Ny K pada masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan kontrasepsi berlangsung normal tanpa penyulit dan dilaksanakan sesuai dengan standart asuhan kebidanan. Kesimpulan: Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny K dilaksanakan asuhan secara mandiri dan kolaborasi dengan penanganan secara dini. Tidak ditemukan adanya penyulit mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, BBL, neonatus, dan KB. Disarankan kepada bidan untuk menerapkan massage effleurage kepada pasien dengan keluhan nyeri punggung.
Efektifitas Baby Swim dalam Perkembangan Motorik Kasar Bayi Usia 9 Bulan mildiana, yana eka; Sulistyawati, Henny
Jurnal Kebidanan Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Kebidanan Maret 2024
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v14i1.1351

Abstract

Masa bayi merupakan tahapan dimana pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat dan penting dimulai dari bayi lahir hingga berusia 1 tahun. Perkembangan membutuhkan stimulasi, karena perkembangan merupakan kemampuan dari fungsi dan struktur tubuh. Baby swim adalah salah satu kegiatan yang dapat digunakan untuk menstimulus pertumbuhan dan perkembangan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas baby swim dalam peningkatan perkembangan motorik kasar bayi usia 9 bulan sampai 9 bulan 15 hari di Griya Sehat Mombykids Sambong Jombang. Jenis Penelitian ini adalah Quasi eksperimen dengan pendekatan non randomized pre and post test with control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah bayi yang berusia 9 bulan sampai 9 bulan 15 hari sejumlah 18 bayi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan KPSP perkembangan bayi. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan univariat dan bivariat dengan uji chi square untuk mendapatkan nilai odds ratio. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh baby swim terhadap perkembangan motorik kasar bayi dihitung dengan menggunakan rumus nilai odds ratio dengan hasil 9 kali lebih besar untuk meningkatkan kemampuan berdiri menyangga berat badannya saat diangkat ketiaknya, 12 kali lebih besar untuk meningkatkan kemampuan duduk tanpa sandaran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan pemberian baby swim dalam meningkatkan motorik kasar bayi yaitu meningkatkan 12 kali dalam kemampuan duduk tanpa sandaran dan 9 kali dalam meningkatkan kemampuan berdiri menyangga berat badannya saat diangkat ketiaknya. Ibu diharapkan bisa melakukan stimulasi ketika sedang melakukan perawatan sehari-hari serta bidan sebaiknya memberikan penyuluhan tentang manfaat stimulasi baby swim pada bayi.
Gambaran Tingkat Kecemasan terjadinya Kehamilan yang Tidak Diinginkan/KTD pada Pasangan Usia Subur Unmeet Permatasari, Ratna Dewi; Isro'aini, Any
Jurnal Kebidanan Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Kebidanan Maret 2024
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v14i1.1353

Abstract

Penyebab terjadinya ledakan penduduk, unwanted prengnancies (kehamilan yang tidak diinginkan) pada wanita usia subur salah satunya yaitu pasangan usia subur yang unmet need, dimana pasangan usia subur dan aktif secara seksual namun tidak menggunakan metode kontrasepsi, sedangkan mereka menyatakan tidak ingin punya anak lagi atau ingin menunda anak berikutnya sehingga ini dapat menjadi salah satu yang memicu terjadinya aborsi tidak aman serta terjadinya gangguan fisik akibat tindakan abortus yang tidak aman. Penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan terjadinya kehamilan tidak diinginkan terhadap pasangan usia subur yang unmet need di PMB Ratna Kandangan Kediri Tahun 2023. Populasi penelitian ini adalah PUS yang tidak menggunakan metode KB tetapi tidak ingin memiliki anak dan sampelnya berjumlah 30 PUS yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden PUS unmet need dengan usia >35 tahun (53,3%), tidak ingin menggunakan alat kontrasepsi karena tidak ada dukungan suami (33,3%) dan sebagian besar PUS mengalami tingkat kecemasan tentang kehamilan yang tidak diinginkan dengan kategori sedang sebanyak 11 responden (36.6%), oleh karena itu perlu untuk dilakukan penelitian lebih lanjut terkait penyebab tingginya umneet need dari segi kebijakan yang diambil oleh Pemerintah yang terintegrasi dengan program KB yang sudah berjalan dan adanya peningkatan kesadaran masayarakat untuk ber KB.
Akseptor KB Suntik Depo Medroksiprogesteron Asetat ( Depoprovera ) Dengan Spotting Winarti, Sri; Azizah, Nurul
Jurnal Kebidanan Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Kebidanan Edisi September 2024
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v14i2.1364

Abstract

Spotting/perdarahan bercak merupakan satu dari beberapa efek samping KB suntik 3 bulanan yang banyak dikeluhkan. Kontrasepsi yang berisi Depoprovera ( Depo Medroksiprogesteron Asetat) yang berisi 150 mg DMPA. Yang merupakan efek samping paling umum dari KB 3 bulan adalah adanya gangguan menstruasi, gangguan terrsebut yakni darah haid yang hanya berupa bercak. Hal itu di sebabkan karena terjadi pelebaran pembuluh darah kecil pada endometrium yang mana pembuluh darah itu berakhir rapuh sehingga menyebabkan perdarahan. jika progestagen kurang, keseimbangan stroma berkurang, maka akan terjadi perdarahan. Study kasus ini menerangkan bahwa Ny. I usia 37 tahun mengalami keluarnya darah / bercak darah dr vagina selama 2 minggu hal itu disebabkan oleh efek samping KB 3 bulan. Dari hasil analisa serta penanganan kasus tersebut pasien atau ibu sudah tidak mengalami spotting dan ibu masih tetap menjadi aseptor KB Depoprovera.
Hubungan Supportive Environment dengan Peran Kader Posyandu dalam Pelayanan Kesehatan Masyarakat Sholikhah, Laila Aminatus; Wardhani, Viera; Fransiska, Ratna Diana; Wardani, Diadjeng Setya
Jurnal Kebidanan Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Kebidanan Edisi September 2024
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v14i2.1375

Abstract

P Posyandu diukur melalui cakupan SKDN, dengan salah satu indikator jumlah balita yang ditimbang dibagi jumlah sasaran balita (D/S). Pencapaian target SKDN di Kelurahan Pagentan tahun 2022 untuk balita yang memiliki KMS (K/S) adalah 41,9% dan balita yang datang dan ditimbang (D/S) adalah 41,9%, serta pencapaian target balita yang naik berat badannya dari seluruh balita (N/S) adalah 32% dari target 75%. Kader berperan penting dalam meningkatkan keberhasilan posyandu. Oleh karena itu, keberhasilan tersebut dipengaruhi oleh peran kader itu sendiri. Tujuan penelitian ini, yaitu mengetahui hubungan supportive environment dengan peran kader posyandu dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional dengan menggunakan sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 69 kader. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis menggunakan rank spearman. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan positif yang signifikan antara komponen supportive environment, yaitu reward and punishment (p-value 0,044), dukungan keluarga (p-value 0,000), dukungan tokoh masyarakat (p-value 0,027), dan dukungan masyarakat (p-value 0,005) dengan peran kader posyandu dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan demikian, strategi yang tepat dibutuhkan untuk meningkatkan dukungan, seperti penyuluhan yang berkaitan dengan pentingnya peran kader posyandu
Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Ibu tentang Perawatan Tali Pusat pada Bayi Usia 3 -7 Hari Di PMB Hermin Aeng Panas Sumenep Abidah, Nurul
Jurnal Kebidanan Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Kebidanan Edisi September 2024
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v14i2.1392

Abstract

Perawatan tali pusat merupakan tindakan keperawatan yang bertujuan merawat tali pusat pada bayi baru lahir agar tetap kering dan mencegah terjadinya infeksi. Tujuan perawatan tali pusat adalah untuk mencegah terjadinya penyakit tetanus pada bayi baru lahir. Penyakit ini disebabkan karena masuknya spora kuman tetanus kedalam tubuh melalui tali pusat, baik dari alat yang tidak steril, pemakaian obat-obatan, bubuk atau daun-daunan yang ditaburkan ke tali pusat sehingga mungkin sekali dapat mengakibatkan infeksi. Tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku ibu tentang perawatan tali pusat pada bayi usia 3-7 hari di BPS Hermin Aeng Panas Sumenep. Jenis penelitian ini adalah observasional yakni penelitian hanya mengamati tanpa melakukan intervensi pada subjek penelitian. Berdasarkan waktunya penelitian ini dikelompokkan dalam penelitian cross sectional. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Dari hasil penelitian Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Perawatan Tali Pusat Pada Bayi Usia 3-7 di BPS Hermin Aeng Panas Sumenep pada tahun 2020 sebagian besar pada ibu yang berpengetahuan kurang sebanyak 23 ibu (47,9%). Bersikap positif sebanyak 27 ibu (56,3%) dan berperilaku positif sebanyak 32 ibu (66,7%). Tabulasi Silang Tingkat Pengetahuan. Berdasarkan Umur sebagian besar berpengetahuan kurang sebanyak 5 ibu (62,5%) pada ibu berumur <20 tahun. Berdasarkan Pendidikan sebagian besar berpengetahuan kurang sebanyak 14 ibu (60,9%) pada ibu yang berpendidikan menengah (SMP/SMA/SMK). besar berpengetahuan kurang sebanyak 15 ibu (50%) pada ibu yang bekerja (petani, swasta, wiraswasta, PNS). Berdasarkan Paritas sebagian besar berpengetahuan kurang sebanyak 4 ibu (57,1%) pada ibu grandemultipara (>5 anak). Dari uraian di atas di simpulkan bahwa berpengetahuan kurang, bersikap positif dan berperilaku positif.
Pengaruh Pemberian Jus Nanas dan Madu Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Nifas Rini, Maulia Fajar; Shofiyah, Siti; Kusumawardani, Emi
Jurnal Kebidanan Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Kebidanan Edisi September 2024
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v14i2.1393

Abstract

Luka perineum merupakan perlukaan yang terjadi pada saat persalinan di bagian perineum karena adanya tekanan dari kepala bayi saat lahir. Ibu yang mengalami luka perineum harus dilakukan perawatan luka perineum untuk mengurangi rasa ketidaknyamanan dan infeksi. Studi pendahuluan pada 22 ibu nifas yang mengalami luka perineum ada 8 ibu yang penyembuhan lukanya lebih dari tujuh hari. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian jus nanas dan madu terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di PMB Istikomah. S.Tr. Keb kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan two group posttest design. Populasi penelitian ini adalah ibu nifas yang mengalami luka perineum dengan teknik purposive sampling sejumlah 20 orang. Variabel dependentnya adalah luka perineum. Variabel independentnya adalah pemberian jus nanas dan madu. Pengolahan data menggunakan editing, coding, scoring dan tabulating. Analisa bivariat menggunakan uji independent T-test. Hasil penelitian didapatkan pada kelompok kontrol yang tidak diberikan jus nanas dan madu sebagian besar (60%) dengan penyembuhan luka perineum baik, pada kelompok perlakuan yang diberikan jus nanas dan madu seluruhnya (100%) dengan penyembuhan luka baik. Hasil analisa didapatkan p-value 0,025 < 0,05 maka H1 diterima. Kesimpulannya ada pengaruh pemberian jus nanas dan madu terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di PMB Istikomah.S.Tr.Keb kota Samarinda.
Tingkat Pengetahuan Ibu Pada Bayi Usia 0 – 12 Bulan Yang Mengalami Ruam Popok dengan Pampres Mustalia, Mustalia
Jurnal Kebidanan Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Kebidanan Edisi September 2024
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v14i2.1394

Abstract

r Bayi memiliki kulit yang sangat peka dalam bulan-bulan pertama terutama di daerah yang berhubungan langsung dengan popok yaitu daerah paha, pangkal paha bagian dalam pantat, dubur dan sekitar kemaluan. Salah satu penyebab dari timbulnya ruam adalah terlalu lama tidak mengganti popok sekali pakai. Lebih dari separuh bayi di usia antara 0 bulan sampai 12 bulan terjadi ruam popok sedikitnya 1 kali dalam waktu 3 bulan. Penelitian ini adalah menganalisis pengetahuan ibu terhadap bayi usia 0-12 bulan yang mengalami ruam popok, diharapkan dengan mempelajari hal-hal tersebut diatas dapat dijadikan masukan bagi pengembangan pelayanan kesehatan. Jenis penelitian ini adalah observasional, menurut analisis datanya merupakan penelitian deskriptif dan menurut waktunya cross sectional. Besar sample 30 responden yang diambil secara total sampling. Pengambilan data dilakukan pada bulan Januari-Maret 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang berpengetahuan kurang berdasarkan pendidikan mayoritas berpendidikan SMA (56,3%). Berdasarkan pekerjaan mayoritas adalah responden yang tidak bekerja berpengetahuan kurang (43,8%), sedangkan berdasarkan umur mayoritas 20-35 tahun berpengetahuan kurang (68,8%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu sebagian besar mempunyai pengetahuan kurang tentang ruam popok. Untuk itu tenaga kesehatan khususnya bidan diharapkan memberi penyuluhan tentang ruam popok yang umumnya di alami bayi usia 0-12 bulan.
Pengaruh Praktik Pemberian Makanan Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Usia 1-2 Tahun Arfan, Nurul Azmi; Sandi, Devi Fitria; Nuzula, Rizka Firdausi
Jurnal Kebidanan Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Kebidanan Edisi September 2024
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v14i2.1396

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan global yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dalam periode awal kehidupan. Praktik pemberian makan dan pemberian ASI eksklusif merupakan faktor penting yang berkontribusi terhadap status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara praktik pemberian makan dan kejadian stunting pada anak usia 1-2 tahun. Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif analitik dengan sampel sebanyak 38 anak usia 1-2 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara kepada ibu atau pengasuh mengenai praktik pemberian makan, pemberian ASI eksklusif, dan riwayat gizi anak. Analisis data menggunakan uji chi-square untuk menentukan hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 39,5% anak mengalami stunting. Anak-anak yang tidak menerima ASI eksklusif dan memiliki frekuensi makan yang rendah lebih berisiko mengalami stunting dibandingkan dengan yang menerima ASI eksklusif dan memiliki frekuensi makan yang cukup (p<0,05). Praktik pemberian makan yang buruk, termasuk tidak adanya ASI eksklusif, serta kualitas dan frekuensi makanan yang rendah, berhubungan signifikan dengan kejadian stunting. Peningkatan edukasi orang tua dan akses terhadap sumber makanan bergizi menjadi prioritas untuk menurunkan prevalensi stunting. .
Kejadian Anemia Defisiensi Besi Pada Ibu hamil Trimester III dengan Berat Bayi Lahir Nurhayati, Nunuk
Jurnal Kebidanan Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Kebidanan Edisi September 2024
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v14i2.1400

Abstract

Prevalensi ibu hamil yang mengalami anemia defisiensi besi sekitar (35-75%), semakin meningkat seiring pertambahan usia kehamilan. Setiap ibu hamil mempunyai alur pemikiran tersendiri seperti dalam hal minum tablet Fe selalu dianggap tidak mempunyai dampak terlalu serius dalam kehamilannya. Jenis penelitian adalah penelitian observasional dan Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh Ibu hamil TM III di wilayah kerja klinik Akbar Medika sebanyak 51 ibu. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari ibu hamil TM III sebanyak 45 ibu. Analisis data yang digunakan adalah uji mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar yang mengalami anemia ringan (HB 8 gr% - < 11 gr%) sebanyak 48,9% (22 ibu) dan sebagian besar BBL normal 2.500 - 4.000 gram sebanyak 77,8% (35 bayi). Berdasarkan Hasil Uji Mann-whitney diketahui jika dilakukan penelitian dengan hasil kesimpulan ρ = 0,003 yang berarti ρ < α = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan anemia defisiensi besi pada ibu hamil TM III dengan berat bayi lahir di wilayah kerja klinik akbar medika. Kebutuhan zat besi pada saat kehamilan meningkat. Bahkan kebutuhan zat besi meningkat dua kali lipat dari kebutuhan sebelum hamil. Hal ini terjadi karena selama hamil, volume darah meningkat 50%, sehingga perlu lebih banyak zat besi untuk membentuk hemoglobin. Selain itu, pertumbuhan janin dan plasenta yang sangat pesat juga memerlukan banyak zat besi. Diharapkan ibu hamil dapat memenuhi menu makanan sehat dan seimbang dan minum tablet besi, rutin memeriksakan kehamilannya untuk mengetahui resiko tinggi serta mengetahui perkembangan janinnya di Pelayanan Kesehatan.