cover
Contact Name
Alfian Rokhmansya
Contact Email
dohgisinunmul@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dohgisinunmul@gmail.com
Editorial Address
Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak, Universitas Mulawarman, Gedung LP2M Universitas Mulawarman, Jl. Krayan, Gunung Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, 75242
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Doh Gisin
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 30902614     DOI : https://doi.org/10.30872/dohgisin
Core Subject : Humanities, Social,
Doh Gisin originates from the Dayak language and signifies a woman who is strong and resilient, both in thought and action, in facing various struggles and challenges in life. Doh Gisin is an open-access scientific journal published by Mulawarman University and managed by the Pusat Penelitian Kesaraan Gender dan Perlindungan Anak (P2KGPA) Universitas Mulawarman. Doh Gisin was first published in 2024 and is published every six months in June and December. Doh Gisin contains articles from gender, women, and children studies and multidisciplinary fields (sociology, psychology, law, science and technology, medicine, education, language and literature, culture, and other fields of science).
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2025)" : 5 Documents clear
Pertimbangan Anak sebagai Saksi Mahkota (Kroongetuige) dalam Tindak Pidana Narkotika Syarifuddin, La; Fauzi, M.; Musthafa, Musthafa
Doh Gisin Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/dohgisin.3038

Abstract

Anak sebagai saksi dalam perkara pidana telah diakui secara sah dalam KUHAP. Namun, menurut pembentuk Undang-Undang, keterangan mereka tidak dapat dipertanggungjawabkan secara sempurna dalam hukum pidana. Oleh karena itu, mereka tidak dapat diambil sumpah atau janji dalam memberikan keterangan; keterangan mereka hanya dipakai sebagai petunjuk atau tambahan alat bukti sah lainnya, atau untuk menambah keyakinan hakim. Kemudian, kehadiran anak sebagai saksi mahkota dalam perkara pidana narkotika wajib mendapat perlindungan yang tidak dapat dilepaskan dari konteks hukum perlindungan terhadap anak. Hukum, yang merupakan kaidah tertinggi, harus diikuti oleh masyarakat dalam melakukan interaksi sosial, serta oleh penguasa negara sebagai penyelenggara kehidupan bernegara dan bermasyarakat.
Digital Consent Anak di Bawah Umur: Batas Etis dan Hukum dalam Persetujuan terhadap Monetisasi Konten Nugroho, Sulung; Suryaningsih, Suryaningsih; Damanik, Amsari
Doh Gisin Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/dohgisin.3050

Abstract

Fenomena anak di bawah umur sebagai konten kreator di media sosial memunculkan tantangan baru dalam dunia hukum, khususnya terkait persetujuan digital (digital consent) atas publikasi dan monetisasi konten yang melibatkan anak sebagai subjek utama. Dalam banyak kasus, persetujuan diberikan oleh orang tua atau wali, tanpa keterlibatan langsung dari anak, yang secara hukum belum cakap untuk menyatakan kehendaknya sendiri. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif/doktrinal, yaitu dengan menelaah prinsip, asas, dan norma hukum positif yang berlaku, terutama dalam Undang-Undang Perlindungan Anak, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Penelitian ini juga mengkaji konsep the best interest of the child dalam perspektif hukum sebagai pijakan utama dalam pembentukan kebijakan perlindungan anak di ranah digital. Temuan penelitian menunjukkan belum adanya pengaturan hukum yang spesifik dan komprehensif mengenai validitas persetujuan digital anak dalam aktivitas ekonomi berbasis media sosial. Oleh karena itu, dibutuhkan perumusan norma hukum baru yang menjamin perlindungan anak dari potensi eksploitasi digital, serta mekanisme partisipasi anak dalam pemberian persetujuan atas konten yang menyangkut hak dan kepentingannya di dunia maya.
Perubahan Iklim dan Ketidakadilan Ekologis: Studi Ketahanan Perempuan Banjir Samarinda Kalimantan Timur Effendi, Safaranita Nur; Nurmiyati, Niken; Nirwana, Gusti Puspita
Doh Gisin Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/dohgisin.3085

Abstract

Perubahan Iklim telah meningkatkan intensitas dalam menanggulangi banjir di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Kondisi ini memperparah kerentanan sosial-ekologis, terutama bagi kelompok perempuan yang terpinggirkan dalam proses perencanaan kota dan kebijakan lingkungan. Studi ini bertujuan untuk mengkaji bentuk ketahanan perempuan dalam menghadapi dampak banjir akibat perubahan iklim, serta menelaah manifestasi ketidakadilan ekologis yang terjadi di wilayah perkotaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggabungkan metode pengumpulan data melalui kajian literatur, diskusi kelompok (FGD) dan seminar yang dilaksanakan oleh NGO Center for Climate and Urban Resilience (CeCUR) di Kota Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memegang peran sentral dalam menjaga keberlangsungan rumah tangga dan komunitas saat banjir, tetapi menghadapi keterbatasan akses informasi, ruang aman, dan pengambilan keputusan, yang mencerminkan ketidakadilan ekologis dan sosial yang terstruktur. Studi ini merekomendasikan penerapan pendekatan perencanaan kota yang inklusif, partisipatif, dan responsif gender, guna mewujudkan keadilan ekologis dan sosial yang berlandaskan prinsip-prinsip ekofeminisme di Kota Samarinda.
Akses Perempuan terhadap Layanan Kesehatan Terkait Dampak Lingkungan Oktapia, Indri; Ramadhani, Risky; Suryaningsi, Suryaningsi
Doh Gisin Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/dohgisin.4347

Abstract

Penelitian kuantitatif ini bertujuan menganalisis pengaruh simultan faktor lingkungan (kualitas air bersih dan polusi udara ambien) dan faktor sosial-struktural (kontrol keputusan rumah tangga dan edukasi kesehatan lingkungan) terhadap akses layanan kesehatan perempuan (n=30) di Samarinda. Menggunakan metode Regresi Linier Berganda, hasil Uji F menunjukkan model signifikan secara statistik (Sig. F = 0.000) dengan kontribusi keseluruhan sebesar 45.5% (R-Square). Hasil uji t (parsial) menemukan bahwa kualitas air bersih (B = -0.350, p=0.000) dan kontrol keputusan rumah tangga (B = -0.220, p=0.032) berpengaruh negatif signifikan, mencerminkan bahwa degradasi lingkungan memicu biaya penyakit dan norma patriarki menghambat ketepatan waktu layanan. Sementara itu, polusi udara ambien (B = 0.410, p=0.000) dan edukasi lingkungan (B = 0.510, p=0.000) berpengaruh positif signifikan, menunjukkan bahwa polusi meningkatkan permintaan layanan dan edukasi meningkatkan kesadaran risiko. Akses perempuan ditentukan oleh interseksi kerusakan lingkungan yang memicu morbiditas dan kesenjangan gender yang membatasi otonomi. Direkomendasikan pergeseran paradigma kuratif ke preventif oleh Puskesmas, serta kebijakan yang mengatasi hambatan biaya tidak langsung dan inklusif terhadap perempuan penyandang disabilitas.
Kurangnya Pelibatan Perempuan dalam Edukasi dan Kampanye Kesadaran Lingkungan Mahasin, Muhammad Fayyadh; Putri, Reiyna Kumala; Suryaningsi, Suryaningsi
Doh Gisin Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/dohgisin.4375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rendahnya pelibatan perempuan dalam edukasi dan kampanye kesadaran lingkungan di masyarakat. Perempuan memiliki peran strategis dalam upaya menjaga dan melestarikan lingkungan, namun partisipasinya masih sering terpinggirkan karena minimnya akses terhadap pendidikan lingkungan dan kegiatan sosial berbasis ekologis Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengkaji berbagai hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas perempuan melalui pendidikan dan pelatihan lingkungan dapat memperkuat kesadaran ekologis serta mendorong keterlibatan aktif dalam program kampanye lingkungan yang berkelanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5