cover
Contact Name
nurullia febriati
Contact Email
nurullia.febriati@fp.unila.ac.id
Phone
+6281804904477
Journal Mail Official
tanto.utomo@fp.unila.ac.id
Editorial Address
Department of Agroindustrial Technology Faculty of Agriculture, Lampung University Jl. Prof. Soemantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan
Published by Universitas Lampung
ISSN : 28288513     EISSN : 28288513     DOI : http://dx.doi.org/10.23960/jab.v3i2.9401
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan merupakan terbitan berkala ilmiah yang menerbitkan hasil-hasil peneliatian ataupun review artikel yang berfokus pada bidang agroindustri dan teknologi hasil pertanian, baik itu dari segi teknologi proses, manajemen, ataupun lingkungan
Articles 217 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG TEMPE TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORI PADA KERUPUK IKAN LELE (Clarias gariepinus) Ayu, Yunda Apriska; Herdiana, Novita; Sartika, Dewi; Hidayati, Sri; Rarmawati, Suci Hardina
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v1i2.6384

Abstract

Kerupuk merupakan makanan yang digemari namum masih rendah nutrisi. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penambahan tepung tempe terhadap sifat fisikokimia dan sensori pada kerupuk ikan lele (Clarias gariepinus) serta mendapatkan konsentrasi tepung tempe terbaik terhadap sifat fisikokimia dan sensori pada kerupuk ikan lele (Clarias gariepinus) yang sesuai mutu SNI 01-2713-2009. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) non faktorial dengan 7 taraf perlakuan dan 4 kali ulangan. Formulasi penambahan tepung tempe sebesar 0% (P0), 5% (P1), 10% (P2), 15% (P3), 20% (P4), 25% (P5) dan 30% (P6) (b/b). Data diuji kesamaan ragamnya dengan uji Bartlett dan kemenambahan data diuji dengan Uji Tuckey. Analisis Sidik Ragam digunakan untuk mengetahui pengaruh perlakuan, selanjutnya perbeedaan antar perlakuan dianalisis menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerupuk ikan lele terbaik adalah perlakuan P2 (penambahan tepung tempe 10%) yang menghasilkan volume pengembangan sebesar 346,02%, kadar air sebesar 7,88%, kadar protein sebesar 9,78%, kadar abu sebesar 3,72% dan aktivitas antioksidan 178,80%. Uji sensori pada produk menghasilkan tekstur dengan skor 3,60 (renyah), rasa dengan skor 3,41 (rasa agak khas tepung tempe), warna dengan skor 3,70 (kuning) dan aroma dengan skor 3,21 (aroma agak khas tepung tempe).
KARAKTERISTIK SENSORI DAN KIMIA TORTILLA CHIPS DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG CANGKANG RAJUNGAN ( Portunus Pelagicus) Nafsiah, Ibdatin; Rizal, Samsul; Koesoemawardani, Dyah; Susilawati, Susilawati
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v1i2.6387

Abstract

Tortilla chips merupakan makanan ringan berbahan dasar jagung yang memiliki kandungan kalsium rendah sehingga perlu dilakukan penambahan tepung cangkang rajungan untuk meningkatkan kandungan kalsium pada Tortilla chips. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh formulasi penambahan tepung cangkang rajungan terhadap karakteristik sensori dan kimia Tortilla chips dan untuk mengetahui formulasi terbaik penambahan tepung cangkang rajungan pada pembuatan Tortilla chips. Metode yang digunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan faktor tunggal menggunakan 6 taraf penambahan tepung cangkang rajungan yaitu P0 (tepung cangkang rajungan 0%), P1 (tepung  cangkang rajungan 2,5%), P2 (tepung cangkang rajungan 5%), P3 (tepung cangkang rajungan 7,5%), P4 (tepung cangkang rajungan 10%), dan P5 (tepung cangkang rajungan 12,5%). Penelitian ini terdiri atas proses pembuatan tepung cangkang rajungan, pembuatan Tortilla chips, pengujian sensori, pengujian kimia untuk mendapatkan perlakuan terbaik. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji Barlett dan Tukey lalu dilanjutkan dengan uji ANOVA dan uji BNJ pada taraf 5 %. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung cangkang rajungan terbaik adalah perlakuan P4 (tepung cangkang rajungan 10%) dengan kriteria warna kuning kecoklatan (2,97), tekstur sangat renyah (3,74), rasa sangat suka (3,71), aroma suka (3,10), penerimaan keseluruhan sangat suka (3,71), kadar air 2,59 %, kadar abu 7,07 %, kadar protein 5,94%, kadar lemak 29,17%, dan kadar kalsium 91,78 mg/100g.
EFEK COATING DENGAN KITOSAN DAN WAKTU PENCELUPAN PADA COOKING LOSS DAN SENSORI UDANG VANAME (Litopenaeus Vannamei) SELAMA PENYIMPANAN DINGIN Cahyani, Atika Dwi; Kustyawati, Maria Erna; Rizal, Samsul; Murhadi, Murhadi
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v1i2.6397

Abstract

Kerusakan yang cepat pada udang segar (Litopenaeus vanname) perlu diminimalisir karena mempengaruhi kualitas. Pengembangan metode yang dapat menunda penurunan kualitas udang adalah pelapisan kitosan dengan penambahan ekstrak jahe dan penyimpanan dingin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi kitosan dan lama perendaman terhadap susut masak dan preferensi panelis terhadap udang. Penelitian ini disusun menggunakan RAK faktorial dengan 2 faktor yaitu konsentrasi kitosan (0, 1, dan 2%) dengan penambahan ekstrak jahe 0,75% (b/v) dan lama perendaman (1, 2 dan 3 menit). Data susut masak dan uji sensoris yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan (DMRT) dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat kombinasi perlakuan konsentrasi kitosan dan waktu pencelupan yang tepat terhadap cooking loss udang. Kombinasi perlakuan konsentrasi kitosan dan waktu pencelupan yang tepat terhadap sensori udang yang disukai panelis pada kenampakan udang coating yaitu perlakuan konsentrasi 1% dengan waktu pencelupan 3 menit sebesar 6,79, pada bau udang coating yaitu perlakuan konsentrasi 1% dengan waktu pencelupan 2 menit sebesar 6,52 dan pada tekstur udang coating yaitu perlakuan konsentrasi 1% dengan waktu pencelupan 3 menit sebesar 6,49. Tidak terdapat kombinasi perlakuan konsentrasi kitosan dan waktu pencelupan yang tepat terhadap sensori udang yang disukai panelis pada penerimaan keseluruhan udang coating.
PENGARUH PERBANDINGAN BUBUR KULIT ARI PISANG KEPOK DAN COCOA POWDER TERHADAP KARAKTERISTIK DAN SENSORI SELAI KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) Arrasyid, Rosita; Zuidar, Ahmad Sapta; Yuliandari, Puspita
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan bubur kulit ari pisang kepok dan cocoa powder terhadap karakteristik dan sensori selai kulit pisang, serta untuk menentukan perlakuan terbaik pada perbandingan bubur kulit pisang dan cocoa powder terhadap karakteristik dan sensori selai kulit pisang. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali pengulangan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan faktor tunggal dengan perlakuan taraf perbandingan konsentrasi bubur kulit pisang kepok kuning (Musa paradisiaca L.) dan cocoa powder sebesar 20:80 (P1) 40:80 (P2), 60:40 (P3), 80:20 (P4). Data yang diperoleh akan diuji kesamaan ragamnya dengan menggunakan uji Barlet dan kemenambahan data diuji dengan menggunakan uji Tuckey. Data dianalisis dengan sidik ragam untuk mendapatkan penduga ragam galat. Analisis data dilanjutkan dengan menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan bubur kulit ari pisang kepok dan cocoa powder dalam rasio 40:60 merupakan perlakuan terbaik yang menghasilkan skor warna sebesar 1,85 (coklat), aroma dengan skor 3,52 (suka), rasa dengan skor 3,53 (suka), tekstur dengan skor 3,48 (agak suka), kadar air 51,39%, total padatan terlarut 11,33ºBrix, serta kadar abu sebesar 2,23%.
PENGARUH PENAMBAHAN METANOL DAN METIL ESTER TERHADAP AKTIVITAS EKSTRAK KASAR ENZIM LIPASE DARI BUAH SAWIT LEWAT MATANG Sugiharto, Ribut; Adiningrum, Safitri; Achmad, Novall C.; Yuliandari, Puspita; Fadhallah, Esa G.; Subeki, Subeki
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah sawit lewat matang merupakan sumber ekstrak kasar enzim lipase yang potensial sebagai biokatalis produksi biodiesel. Aktivitas enzim lipase dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah pelarut organik, seperti metil ester dan metanol. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan metanol dan metil ester dalam penghambatan aktivitas enzim lipase kasar yang berasal dari buah sawit lewat matang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang disusun secara faktorial dalam 3 ulangan. Penelitian disusun dalam 2 faktor; faktor pertama adalan konsentrasi metil ester (E) yang terdiri dari 4 taraf (0%, 2%, 4%, dan 6%) dan faktor kedua adalah konsentrasi metanol (M) yang terdiri dari 4 taraf (0%, 2%, 4%, dan 6%). Pengamatan yang dilakukan adalah aktivitas ekstrak kasar enzim lipase. Data yang dihasilkan dianalisis dengan analisis sidik ragam untuk memperoleh penduga ragam galat dan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antar perlakuan. Kemudian, diuji lebih lanjut dengan analisis Ortogonal Polinomial untuk mengetahui pola hubungan perlakuan dengan hasil pengamatan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa penambahan metil ester dan metanol ke dalam substrat sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekstrak kasar enzim lipase dari buah sawit lewat matang (over ripe). Peningkatan konsentrasi metil ester dan metanol masing masing menurunkan aktivitas enzim lipase secara linier. Kombinasi metil ester dan metanol dalam substrat mempunyai daya hambat aktivitas ekstrak kasar enzim lipase lebih besar dibandingkan dengan bila metil ester dan metanol ditambahkan secara terpisah.
ANALISIS PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICE (GMP) PADA UMKM PEMPEK XYZ DI KOTA BANDAR LAMPUNG Ayelia Sheptia Ahmadila; Otik Nawansih; Wisnu Satyajaya; Esa Ghanim Fadhallah; Sussi Astuti
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol. 5 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v5i1.10884

Abstract

Good Manufacturing Practice (GMP) merupakan standar dasar yang harus diterapkan dalam industri pangan untuk menjamin mutu dan keamanan produk yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerapan GMP pada UMKM Pempek XYZ di Kota Bandar Lampung berdasarkan 18 aspek yang diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 75 Tahun 2010.  UMKM Pempek XYZ memiliki izin edar dari BPOM, LPPOM MUI dan NIB. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode Gap Analysis untuk menilai tingkat kesesuaian dan Fishbone Diagram untuk mengidentifikasi penyebab ketidaksesuaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan GMP pada UMKM Pempek XYZ mencapai 71,92%, yang berarti masih memerlukan perbaikan agar memenuhi standar. Penelitian ini menghasilkan 33 rekomendasi perbaikan yang diharapkan dapat menjadi acuan dalam meningkatkan penerapan GMP di UMKM Pempek XYZ secara berkelanjutan, sehingga dapat membantu UMKM dalam meningkatkan kualitas produk serta menjadi acuan bagi pelaku usaha sejenis yang ingin menerapkan GMP secara optimal.  Kata Kunci: Fishbone Diagram, GAP Analysis, Good Manufacturing Practice,                       Keamanan Pangan, Pempek, UMKM
PENENTUAN UMUR SIMPAN COOKIES DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG DAUN SINGKONG METODE ACCELERATED SHEL LIFE TESTING (ASLT) DENGAN MODEL ARRHENIUS ginesti; Samsul Rizal; Fibra Nurainy; Sri Hidayati
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol. 5 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v5i1.11292

Abstract

Cookies merupakan jenis kue kering yang berukuran kecil, berbentuk datar, dan memiliki cita rasa manis karena diolah dengan cara dipanggang. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan umur simpan cookies yang diformulasikan dengan penambahan tepung daun singkong, menggunakan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) berdasarkan model Arrhenius. Cookies dibuat dengan formulasi 94% tepung mocaf dan 6% tepung daun singkong, kemudian dikemas menggunakan plastik OPP dan aluminium foil. Produk disimpan pada suhu 25°C, 35°C, dan 45°C selama 30 hari. Pengamatan dilakukan terhadap perubahan kadar air, warna, dan asam lemak bebas. Parameter kritis yang digunakan dalam penentuan umur simpan adalah asam lemak bebas, karena berkaitan langsung dengan tingkat ketengikan produk. Hasil menunjukkan bahwa cookies mengalami peningkatan asam lemak bebas selama penyimpanan, dengan pola kinetika reaksi mengikuti orde nol. Umur simpan cookies pada suhu 25°C berdasarkan parameter asam lemak bebas adalah 154 hari untuk kemasan alumunium foil dan 141 hari untuk kemasan kemasan OPP. Hasil ini menunjukkan bahwa aluminium foil lebih efektif dalam mempertahankan kestabilan mutu produk selama penyimpanan. Oleh karena itu, pemilihan jenis kemasan dan suhu penyimpanan berperan penting dalam menjaga kualitas dan memperpanjang umur simpan cookies berbasis tepung daun singkong.
THE EFFECT OF CALCIUM CHLORIDE (CaCl₂) CONCENTRATION AND SOAKING DURATION ON THE CHARACTERISTICS OF CANDIED CRYSTAL GUAVA (Psidium guajava) Devi Paramita; Murhadi; Samsul Rizal; Sri Hidayati
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol. 5 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v5i1.11497

Abstract

Crystal guava is a fruit that can be processed into candied fruit. Calcium chloride (CaCl₂) is a food additive that functions as a firming agent and may affect the final quality of the candied guava. This study aimed to determine the effect of CaCl₂ concentration, soaking duration, and their interaction on the characteristics of candied crystal guava. A Completely Randomized Block Design (CRBD) was used with two factors and three replications. The first factor was CaCl₂ concentration: K1 (1%), K2 (3%), K3 (5%). The second factor was soaking duration: L1 (1 hours), L2 (2 hours), L3 (3 hours). The parameters observed included texture, moisture content, pH, sensory properties (texture, taste, and overall acceptance), and calcium content. Data were analyzed using Bartlett‟s and Tukey‟s tests, followed by ANOVA and HSD (Honestly Significant Difference) at a 5% significance level. The results showed that CaCl₂ concentration significantly affected pH and had a highly significant effect on moisture, texture, and sensory characteristics. Soaking duration had a highly significant effect on moisture, texture, and sensory properties, but not on pH. The interaction between both factors had a highly significant effect on sensory properties, but no significant effect on pH, moisture, or texture. The best treatment was 5% CaCl₂ with 3 hours of soaking (K3L3), resulting in a texture of 783.917 gf, moisture content of 79.83%, pH 4.21, texture score of 4.4 (crunchy), taste score of 4.12 (liked), overall acceptance of 4.46 (liked), and calcium content of 339.2 mg/kg.
CHARACTERISTIZATION OF WATER KEFIR MADE OF MESOCARP MELON (Cucumis melo L.) AND ITS PRODUCTION COST Maria Erna Kustyawati; Sonia Ramsi Fitrotush Shoumi; Diki Danar Tri Winanti
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol. 5 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v5i1.12020

Abstract

The study aimed to characterize the effect of the concentration of water-kefir and sugar types on the melon mesocarp water-kefir and to analyze the production cost. This research used a factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with 2 different treatments and 6 replications. The parameter included total soluble solids, total acid, total lactic acid bacteria, and organoleptic. The treatment factors used were starter concentration (5% and 1%) and sugar types (sucrose and xylitol). Data from the test results of total soluble solids, total acid, and total lactic acid bacteria were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at a significance level of 5% and continued with Duncan's Multiple Range Test (DMRT) if a significant effect. Data from the organoleptic test results were analyzed using Kruskal-Wallis and continued with Mann-Whitney U Test if a significant effect. The results showed that the concentration of water-kefir starter significantly affected total soluble solids, total acid, and total lactic acid bacteria, while the type of sugar significantly affected total soluble solids and total acid. In addition, the results of the hedonic sensory test showed that different starter concentrations and sugar types significantly affected the taste, color, soda sensation, and overall taste. The most preferred melon mesocarp water-kefir by the panelists was obtained with 5% starter concentration and xylitol. The cost of production obtained is IDR 11.430,33.
PENAMBAHAN PATI KENTANG (Solanum tuberosum L.) UNTUK MENGHASILKAN BIODEGRADABLE FILM TERBAIK (STUDI KASUS CV. PANDA ALAMI) Triya Mulya Asih; Erdi Suroso; Sussi Astuti; Muhammad Nur
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol. 5 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v5i1.12368

Abstract

Biodegradable films based on starch could be made from various types of plants that contined starch or waste that contained starch. Potato starch waste from the potato stick chips industry could be utilized as basic material for biodegradable films. CV. Panda Alami produced 4 kg of potato starch waste per day, which had not been optimally utilized. This study aimed to determine the effect of adding potato starch waste on the characteristics of biodegradable films, including tensile strength, elongation, and water vapor transmission rate (WVTR). The amount of potato starch waste used in this study were P1 (1 g), P2 (4 g), P3 (7 g), P4 (10 g), P5 (13 g), P6 (16 g) and P7 (19 g). The results showed that the higher the addition of potato starch waste, the higher the tensile strength value of biodegradable films. However, the elongation percentage and water vapor transmission rate decreased. The addition of 13 gr of potato starch waste gave the best effect on the characteristics of biodegradable films. Biodegradable films with the addition of 13 gr of potato starch waste had a tensile strength value of 12,29 MPa, an elongation percentage of 0,95%, and a water vapor transmission rate of 5,17 g/m2/hour. The tensile strength and water vapor transmission rate values met the Japanese Industril Standard, with a minimum tensile strength of 0,392 MPa and maximum water vapor transmission rate of 7 g/m2/hour. However, the elongation percentage in this study did not meet the Japanese Industrial Standard minimum value of 70%.