cover
Contact Name
nurullia febriati
Contact Email
nurullia.febriati@fp.unila.ac.id
Phone
+6281804904477
Journal Mail Official
tanto.utomo@fp.unila.ac.id
Editorial Address
Department of Agroindustrial Technology Faculty of Agriculture, Lampung University Jl. Prof. Soemantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan
Published by Universitas Lampung
ISSN : 28288513     EISSN : 28288513     DOI : http://dx.doi.org/10.23960/jab.v3i2.9401
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan merupakan terbitan berkala ilmiah yang menerbitkan hasil-hasil peneliatian ataupun review artikel yang berfokus pada bidang agroindustri dan teknologi hasil pertanian, baik itu dari segi teknologi proses, manajemen, ataupun lingkungan
Articles 203 Documents
KARAKTERISTIK SENSORI TEH CELUP MENIRAN (Phyllanthus niruri) DENGAN PENAMBAHAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) DAN DAUN MINT (Mentha piperita L.) SENSORY CHARACTERISTICS OF MENIRAN (Phyllanthus niruri) HERBAL TEA WITH THE ADDITION OF STEVIA LEAVES (Stevia rebaudiana) AND MINT LEAVES (Mentha piperita L.) Cahyaningtyas, Fransiska Dyah Ayu; Murhadi, Murhadi; Zuidar, Ahmad Sapta; Hidayati, Sri
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v4i1.10830

Abstract

Phyllanthus niruri (commonly known as meniran) is a medicinal plant that can be processed into herbal tea. However, it is limited by its less desirable sensory qualities, particularly in terms of taste, aroma, and color. This study aimed to investigate the effects of stevia and mint leaf additions, as well as their interaction, on the sensory characteristics of meniran herbal tea. A Completely Randomized Block Design (CRBD) was applied, consisting of two factors. The first factor was stevia leaf addition at three levels: S0 (0%), S1 (15%), and S2 (30%). The second factor was mint leaf addition at five levels: M0 (0%), M1 (15%), M2 (30%), M3 (45%), and M4 (60%). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), followed by further analysis using orthogonal polynomial and orthogonal contrast tests at a 5% significance level. The results showed that both stevia and mint leaf additions had a highly significant effect on the sensory attributes of the tea. The interaction between these two factors significantly affected the color and overall acceptance, but not the taste and aroma. The best formulation was M4S2, which consisted of 60% mint and 30% stevia. This treatment produced a taste score of 4.25 (not bitter), an aroma score of 4.29 (not characteristically meniran), a color score of 1.29 (yellowish green), and an overall acceptance score of 3.34 (somewhat liked).
KARAKTERISTIK KEMASAN BIOPLASTIK BERBASIS DAUN PANDAN (Pandanus amaryllifolius Roxb.) DENGAN PENAMBAHAN TAPIOKA DAN MINYAK SAWIT Julieta, Kensa; Zulferiyenni, Zulferiyenni; Nurainy, Fibra; Hidayati, Sri
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v4i1.10840

Abstract

Daun pandan wangi memiliki potensi tinggi untuk digunakan dalam pembuatan bioplastik. Daun pandan mengandung komponen selulosa 30-40% dan lignin 18-22% serta mudah terdegradasi oleh mikroorganisme di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi tapioka dan minyak sawit terhadap karakteristik bioplastik berbasis daun pandan serta mengetahui pengaruh interaksi antara tapioka dan minyak sawit terhadap karakteristik bioplastik berbasis daun pandan wangi. Penelitian ini disusun secara faktorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi tapioka dengan kode (T) yang terdiri dari tiga konsentrasi (1%, 1,5%, dan 2%) (b/v). Faktor kedua adalah konsentrasi minyak sawit dengan kode (M) yang terdiri dari tiga konsentrasi (0%, 0,3% dan 0,6%) (b/v). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang berbeda terhadap karakteristik bioplastik berbasis daun pandan. Semua karakteristik, kecuali nilai persen pemanjangan dari bioplastik yang dihasilkan sudah memenuhi standar JIS 1975, dapat terdegradasi selama 7 hari dan memiliki ketahanan suhu ruang selama 2 minggu.
Strategi Pemasaran Kopi Bubuk Anjosia (Studi Kasus di Anjosia Coffee, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung) Wijaya, Emerson Suta; Al Rasyid, Harun; Satyajaya, Wisnu; Utomo, Tanto Pratondo; Nur, Muhammad
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v4i1.10850

Abstract

Anjosia Coffee merupakan UMKM yang bergerak di industri pengolahan kopi, yang berlokasi di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung. Anjosia Coffee pada saat ini menghadapi tantangan yaitu harga bahan baku biji kopi yang sangat tinggi serta tantangan pemasaran seperti penjualan yang tidak stabil dan promosi yang belum optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal, serta merumuskan strategi pemasaran kopi bubuk Anjosia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan analisis IFAS, EFAS, SWOT, Grand Strategy, dan QSPM. Berdasarkan hasil analisis IFAS dan EFAS, masing masing analisis medapatkan nilai yaitu 1,56 dan 1,65 sehingga dapat diketahui posisi dalam analisis berada pada kuadran I. Strategi yang harus diterapkan dalam posisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (growth oriented strategy) dan menghasilkan 6 alternatif strategi pemasaran. Hasil Analisis QSPM didapatkan prioritas strategi pemasaran kopi bubuk Anjosia yaitu membuat website untuk memungkinkan pelanggan memesan produk dan mendapatkan informasi produk secara mudah dengan nilai TAS sebesar 14,30.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL MELON INTHANON (STUDI KASUS DI GREENHOUSE PONDOK PESANTREN AL-HIDAYAT GERNING PESAWARAN) Pratama, Muhammad Rafy Wahyu; Nurainy, Fibra; Indraningtyas, Lathifa; Utomo, Tanto Pratondo
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v4i1.10855

Abstract

Produksi melon inthanon secara hidroponik di Greenhouse Pesantren Al-Hidayat Gerning, Pesawaran terdiri dari 3 grade yaitu grade A, B, dan C. Permasalahan yang terjadi yaitu pada kebutuhan modal yang besar dan fluktuasi biaya produksi sehingga diperlukan analisis kelayakan finansial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial dan sensitivitas usaha produksi melon inthanon dengan pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan. Metode penelitian dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan berdasarkan perhitungan indikator kelayakan finansial seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (B/C Ratio), Break Even Point (BEP), Payback Period (PBP), dan analisis sensitivitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha ini layak secara finansial dengan NPV sebesar Rp 257.294.556, IRR 21,79%, B/C Ratio 2,07, BEP produksi 1.295 kg, BEP rupiah Rp 45.308.936 dan Payback Period selama 5 tahun 0 bulan 22 hari. Analisis sensitivitas menunjukkan usaha tetap layak dijalankan meskipun terjadi penurunan harga jual dan kenaikan biaya produksi sebesar 3%. Berdasarkan hasil yang diperoleh, budidaya melon inthanon di greenhouse ini memiliki prospek yang baik sebagai sumber pendapatan dan dapat mendukung kemandirian ekonomi pesantren.
PENGARUH PENAMBAHAN KARAGENAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN SENSORI MI BASAH SUBSTITUSI TEPUNG KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) -, Naomi Azzahra; Koesoemawardani, Dyah; Danar Tri Winanti, Diki; Nurainy, Fibra
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v4i1.10867

Abstract

Food diversification using soy flour in made wet noodles has been carried out in Indonesia. However, the absence of gluten in soybeans can reduce the physical characteristics of the resulting wet noodles. Natural additives in the form of carrageenan are known to form thermoreversible elastic gels. This study aims to determine the effect of adding carrageenan on the characteristics of wet noodles substituted with soy flour and to determine the addition of carrageenan with the characteristics of the best wet noodles substituted with soy flour according to SNI 2987-2015. The study used a Completely Randomized Block Design (RAKL) with one factor with four replications. The factors used were carrageenan and glucomannan formulations with 6 treatment levels, namely P1 (0%), P2 (4%), P3 (8%), P4 (12%), P5 (16%), P6 (20%). Data were analyzed using the Barlett and Tukey test, followed by the ANOVA test and the honest significant difference (BNJ) test at the 5% level. The results showed that the addition of carrageenan affected the physical and sensory properties of wet noodles substituted with soy flour. The best wet noodle treatment was treatment P4 (12% carrageenan) with a water content of 70.08%, cooking loss of 1.53%, elongation of 17.50%, texture score (between chewy and slightly chewy), colour score (between light brown and light brown), and protein content of 23.1%.
Production Forecasting Analysis of Nila Tilapia the Industrial Sector in Bandarlampung Febriati, Nurullia -; Febriati, Nurullia
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v4i1.10922

Abstract

 Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang bernilai ekonomis tinggi, dengan permintaan pasar yang terus meningkat baik secara lokal maupun nasional. Bandar Lampung merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi budidaya ikan nila yang cukup besar, didukung oleh kondisi geografis yang strategis, sumber daya air yang melimpah, serta program pemerintah daerah di sektor perikanan. Potensi tersebut harus diimbangi dengan perencanaan produksi yang akurat dan berkelanjutan untuk menjamin pengelolaan industri perikanan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode peramalan yang paling tepat untuk memprediksi produksi ikan nila di Bandar Lampung. Peramalan yang akurat sangat penting untuk mendukung manajemen rantai pasokan, perencanaan kapasitas, dan pengambilan keputusan strategis dalam perusahaan. Metode peramalan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Moving Average, Single Exponential Smoothing, dan Linear Regression. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode Regresi Linier memberikan kinerja peramalan yang paling akurat, ditunjukkan dengan nilai kesalahan terendah: Mean Absolute Deviation (MAD) sebesar 1,81, Mean Squared Error (MSE) sebesar 4,58, dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 12%. Berdasarkan model regresi linier, proyeksi produksi ikan nila di Bandarlampung diperkirakan sebesar 21.587 ton pada tahun 2020, 23.378 ton pada tahun 2021, 25.169 ton pada tahun 2022, 26.960 ton pada tahun 2023, 28.751 ton pada tahun 2024, 30.541 ton pada tahun 2025, dan 32.332 ton pada tahun 2026. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi perusahaan dalam merumuskan strategi produksi, pengendalian persediaan, dan perencanaan distribusi secara lebih efisien dan terukur.  Kata Kunci: peramalan, regresi linier, MAD, MAPE , MSE, ikan nila, perencanaan produksi,
CHEMICAL, PHYSICAL AND SENSORY CHARACTERISTICS OF SIAM CATFISH MEATBALL (Pangasius hypophthalmus) SUBSTITUTED BY BETUNG BAMBOO SHOOTS (Dendrocalamus asper) Astuti, Sussi
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v4i1.10964

Abstract

Betung bamboo shoots are a high-fiber food ingredient that can be used to make siam catfish meatballs. This study aims to determine the effect of substituted betung bamboo shoots at various concentrations on the chemical, physical, and sensory properties of siam catfish meatballs and to find the optimal concentration of betung bamboo shoots that produces the best properties. The study used a Complete Randomized Block Design (RAKL) with 6 treatments of siam catfish meat and betung bamboo shoots ratio: F1 (100%:0%), F2 (90%:10%), F3 (80%:20%), F4 (70%:30%), F5 (60%:40%), and F6 (50%:50%).  Data were analyzed for variance homogeneity using Bartlett's test and additivity using Tukey's test. Analysis of variance (ANOVA) was conducted to determine the treatment effects, followed by the Least Significant Difference (BNT) test at a 5% level. The results showed that the formulation of siam catfish meatballs substituted with betung bamboo shoots had a significant effect on moisture content, ash content, hardness, springiness, cohesiveness, texture, aroma, taste, and overall acceptance. F2 was the best treatment with moisture content of 73.58%, ash content of 1.62%, hardness of 56.13 N, springiness of 2.58 mm, cohesiveness of 0.87 mm, texture score of 4.41 (compact), taste score of 4.30 (like), aroma score of 3.93 (like) overall acceptance score of 4.25 (like), protein content of 7.91%, and fiber content of 1.44%.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG PEGAGAN (Centella asiatica) DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP SIFAT SENSORI DAN KIMIA PERMEN KERAS (Hard candy) Apriyanti, Anggun; Hidayati, Sri; Setiawan, Teguh; Koesoemawardani, Dyah
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v4i2.10908

Abstract

Permen merupakan jenis produk makanan yang termasuk dalam kategori gula-gula dan biasanya dibuat menggunakan gula sebagai bahan utamanya. Penambahan tepung daun pegegan berpengaruh terhadap sifat sensori permen keras sehingga diperlukan konsentrasi yang tepat agar mendapatkan permen keras yang disukai oleh konsumen. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh konsentrasi tepung pegagan terhadap karakteristik dan sifat sensori permen keras, menentukan konsentrasi tepung pegagan yang menghasilkan permen keras dengan karakteristik kimia dan sensori yang terbaik. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan satu faktor yaitu penambahan tepung pegagan dengan enam taraf 0 g, 1 g, 1,5 g, 2 g, 2,5 g, dan 3 g dengan 4 kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis  menggunakan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung pegagan tidak berpengaruh nyata terhadap tekstur tetapi berpengaruh terhadap kadar air, kadar abu dan sifat sensori permen keras meliputi aroma, warna dan rasa. Konsentrasi tepung pegagan terbaik yaitu 1% yang menghasilkan kadar air sebesar 1,16%, kadar abu 110% sesuai dengan SNI 3547-1-2008, skor aroma 4,23 (tidak langu), warna 4,21 ( hijau), rasa 4,16 (manis) dan penerimaan keseluruhan 4,16 (suka). Kata kunci: Permen keras, sensori, tepung pegagan
THE INFLUENCE OF THE FORMULATION OF SUCROSE SUGAR AND HONEY PINEAPPLE (Ananas comosus L) ON THE SENSORY CHARACTERISTICS OF BLACK TEA KOMBUCHA DRINKS Rahmah, Amelia Kurnia; Susilawati; Rizal, Samsul; Kustyawati, Maria Erna
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v4i2.10971

Abstract

This study was conducted to determine the effect of sucrose sugar and honey pineapple formulations on the sensory characteristics of black tea kombucha, as well as to identify the best formulation in terms of sensory qualities. Kombucha is a fermented beverage believed to offer various health benefits. In this research, kombucha was produced using different proportions of sucrose sugar and honey pineapple. The experiment was designed using a Completely Randomized Block Design (RAKL) with 5 treatments and 5 replications, consisting of 5 ratios of sucrose sugar to honey pineapple: P1 (5% : 30%), P2 (10% : 25%), P3 (15% : 20%), P4 (20% : 15%), and P5 (25% : 10%). The observed parameters included pH measurement and sensory evaluation (scoring and hedonic tests covering taste, aroma, color, and overall acceptance). The best black tea kombucha formulation was further analyzed for alcohol content, vitamin C levels, and total reducing sugar. Data were analyzed for homogeneity using Bartlett’s test, , additional data using theTuckey test, analysis of variance (ANOVA), and further tested with BNT 5%. The results showed that the best treatment was P4 (20% sucrose sugar : 15% honey pineapple) with an alcohol content of 0.4%, total reducing sugar of 20%, vitamin C content of 0.5%, scoring test results for taste score 4.47, aroma score 4.14, color score 4.37, and hedonic test results for taste score 3.61, and overall acceptability score  3.71.
LITERASI PELAKU USAHA TERHADAP KEWAJIBAN SERTIFIKASI HALAL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO.33 TAHUN 2014 TENTANG JAMINAN PRODUK HALAL (Studi Kasus Warung Makan di Kampus Universitas Lampung) Sasmita, Cindy; Nawansih, Otik; Satyajaya, Wisnu; Fadhallah, Esa Ghanim; Rizal, Samsul
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v4i2.10990

Abstract

Sertifikasi halal merupakan kewajiban hukum bagi pelaku usaha sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Namun, tingkat pemahaman pelaku usaha warung makan di Kampus Universitas Lampung terhadap kewajiban ini masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana literasi pelaku usaha terhadap kewajiban sertifikasi halal dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan normatif-empiris. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 15 responden hanya 3 responden (20%) yang sudah memiliki sertifikasi halal. Mayoritas pelaku usaha tidak mengetahui adanya regulasi halal tersebut sebanyak 13 responden (87%). Hal ini menggambarkan bahwa rendahnya literasi halal, sebagian besar responden menyampaikan belum ada sosialisasi ataupun keharusan dari pihak kampus untuk bersertifikasi halal, menganggap keterbatasan informasi, persepsi biaya yang tinggi serta kerumitan proses administrasi menjadi faktor hambatan. Oleh karena itu, dibutuhkan edukasi langsung bagi pelaku usaha mikro dan pelaku usaha harus memiliki kesadaran dalam memenuhi regulasi halal. Kata kunci: literasi halal, pelaku usaha, sertifikasi halal, warung makan.