cover
Contact Name
Fajar Akbar
Contact Email
jurnalmapaccing@gmail.com
Phone
+6281354805031
Journal Mail Official
jurnalmapaccing@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jl. Poros Mamuju - Kalukku Km. 16, Tadui, Mamuju, Tadui, Kec. Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat 60172, Indonesia.
Location
Kab. mamuju,
Sulawesi barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing
ISSN : ""     EISSN : 30481996     DOI : https://doi.org/10.33490/mpc.v3i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing is a national online journal that publishes research results on the Environmental Health sector, including Environmental Epidemiology, Environmental Health Risk Assessment, Environmental Health Technology, Environmental-Based Diseases, Environmental Toxicology, Water and Sanitation, Waste Management, Pesticides Exposure, Vector & Nuisance Animal Control, Food Safety, Environmental Pollution, Occupational Health And Safety, Parasitology. Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing is published every April and October every year This journal is published by the Research and Community Service Center, Mamuju Health Polytechnic, Indonesia
Articles 43 Documents
Edukasi Dampak Mikroplastik Di Laut Pada Ibu Rumah Tangga Pesisir Rt 02 Rw 03 Kelurahan Tanjung Unggat Raveliani, Raveliani; Amelia Simbolon, Veronika; Meliana Nadeak, Erpina Santi
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/mpc.v3i2.2172

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah plastik di wilayah pesisir masih menjadi tantangan serius dalam upaya perlindungan lingkungan. Rendahnya kesadaran masyarakat serta keterbatasan sarana dan prasarana pendukung menyebabkan sampah, khususnya sampah anorganik, tidak terkelola dengan baik sehingga berpotensi menghasilkan mikroplastik yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan mengganggu keseimbangan ekosistem laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden serta perubahan tingkat pengetahuan dan sikap ibu rumah tangga setelah diberikan edukasi mengenai dampak mikroplastik melalui media audiovisual di RT 02 RW 03 Kelurahan Tanjung Unggat. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain survei deskriptif menggunakan pendekatan pretest–posttest. Sampel penelitian sebanyak 41 ibu rumah tangga yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah edukasi, kemudian dianalisis menggunakan uji t berpasangan dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor rata-rata pengetahuan dari 11,37 menjadi 14,54 (p = 0,000) dan pada sikap dari 31,66 menjadi 33,02 (p = 0,011). Mayoritas responden berada pada usia produktif 21–35 tahun (36,6%), berpendidikan SMA (43,9%), dan sebagian besar berstatus ibu rumah tangga (82,9%). Dapat disimpulkan bahwa media audiovisual memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu rumah tangga. Disarankan masyarakat membiasakan perilaku ramah lingkungan, sedangkan penelitian selanjutnya melibatkan responden yang lebih luas dengan waktu pengamatan yang lebih panjang.
Gambaran Sanitasi Rumah Sehat Dan Penyakit Ispa Di Daerah Pesisir Desa Madong Kelurahan Kampung Bugis Ahmi, Resy; Amelia Simbolon, Veronika; Ikhwan, Zainul
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/mpc.v3i2.2173

Abstract

Rumah yang tidak memenuhi syarat merupakan rumah yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Desa Madong, Kelurahan Kampung Bugis, merupakan wilayah pesisir dengan keterbatasan sanitasi, sehingga memiliki risiko tinggi terhadap kejadian ISPA. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kondisi sanitasi rumah sehat dan kejadian ISPA di Desa Madong. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Sampel terdiri dari 93 rumah, yaitu 25 rumah penderita ISPA dan 68 rumah bukan penderita, yang diambil secara total sampling. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara menggunakan lembar checklist, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil menunjukkan sebagian besar rumah belum memenuhi syarat rumah sehat. Komponen rumah pada penderita ISPA yang tidak memenuhi syarat terdiri dari 21 (84%) rumah sedangkan yang bukan penderita ISPA terdapat 46 (67,6%) rumah. Sarana sanitasi tidak memenuhi syarat pada semua rumah penderita ISPA dan 32 (47,1%) rumah bukan penderita. Perilaku penghuni rumah yang tidak memenuhi syarat terdapat pada 20 (80%) rumah penderita sedangkan 55 (80,9%) rumah yang bukan penderita ISPA memiliki perilaku yang belum memenuhi syarat. 20 (80%) rumah penderita ISPA dan 36 (52,9%) rumah bukan penderita ISPA ditemukan kepadatan hunian yang tidak memenuhi syarat. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar rumah, sarana sanitasi, perilaku penghuni, dan kepadatan hunian pada responden penderita maupun bukan penderita ISPA cenderung tidak memenuhi syarat kesehatan lingkungan. Diperlukan promosi kesehatan dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk menekan risiko ISPA.
Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Ibu Balita Dengan Kejadian Diare Balita Di Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran Wardana, Risandi; Puspikawati, Septa Indra
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/mpc.v3i2.2179

Abstract

Diare masih menjadi penyebab utama kesakitan pada balita di Indonesia dengan prevalensi 12,3%. Di Kabupaten Lamongan, kasus diare meningkat dari 9.933 (2022) menjadi 10.666 (2023), dan Kelurahan Blimbing tercatat dengan kasus tertinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu dengan kejadian diare balita menggunakan desain cross-sectional pada 87 ibu balita yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi: berdomisili ≥1 tahun, sehat jasmani rohani, dan bersedia menjadi responden. Hasil uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,048; OR=2,6), sikap (p<0,001; OR=4,9), dan tindakan ibu (p=0,002; OR=4,3) dengan kejadian diare, di mana sikap menjadi faktor paling berpengaruh. Diperlukan edukasi berkelanjutan kepada ibu balita melalui kegiatan posyandu dan program PHBS, disertai peningkatan sanitasi dan penyediaan air bersih untuk menekan angka diare di wilayah pesisir.
Efektivitas Kompos Takakura Berbasis Em4 Terhadap Pertumbuhan Awal Tanaman Cabai Dalam Pengelolaan Limbah Organik Ramah Lingkungan Maula, Firda Ismatul; Puspikawati, Septa Indra; Khalistasari, Luthfia Yolinda; Widia Maharani, Rafaela Christi; Ekowati, Andinah Putri
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/mpc.v3i2.2180

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan menyebabkan degradasi tanah dan pencemaran lingkungan. Kompos Takakura berbasis EM4 menawarkan alternatif ramah lingkungan yang mendukung pertanian organik berkelanjutan melalui pengelolaan limbah rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas kompos Takakura berbasis EM4 terhadap pertumbuhan vegetatif awal tanaman cabai (Capsicum frutescens L.). Penelitian menggunakan desain eksperimental deskriptif dengan lima variasi media tanam: 100% tanah, 100% kompos, 75% kompos, 50% kompos, dan 25% kompos. Kegiatan dilakukan selama empat minggu dengan parameter yang diamati meliputi daya kecambah, tinggi batang, jumlah daun, dan jumlah cabang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran 25% kompos dan 75% tanah menghasilkan pertumbuhan vegetatif terbaik dengan jumlah benih tumbuh, daun, dan cabang paling banyak, sedangkan media 100% tanah menghasilkan tanaman tertinggi namun berdaun lebih sedikit. Media 100% kompos tidak mendukung pertumbuhan karena aerasi rendah dan kelembapan berlebih. Dapat disimpulkan bahwa proporsi kompos rendah hingga sedang (25–50%) merupakan kombinasi paling sesuai untuk pertumbuhan optimal tanaman cabai. Metode Takakura efektif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman sekaligus mendukung pengelolaan limbah organik rumah tangga yang berkelanjutan. Oleh karena itu, metode ini disarankan diterapkan secara bertahap pada fase awal pertumbuhan dengan pendampingan teknis agar hasil lebih optimal. Penelitian lanjutan perlu mencakup analisis kandungan hara dan kualitas tanah untuk memperkuat dasar ilmiah praktik pertanian organik dan strategi pengelolaan limbah ramah lingkungan.
Identifikasi Kandungan Rhodamin B Dan Boraks Pada Pentol Dan Saus Merah Pada Pedagang Kaki Lima Di Kabupaten Banyuwangi Okfita, Enggar Dwika; Nur Salsabilla, Risma Putri; Puspikawati, Septa Indra
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/mpc.v3i2.2181

Abstract

Keamanan pangan merupakan isu penting mengingat masih banyak makanan kaki lima yang ditemukan mengandung bahan tambahan pangan berbahaya. Makanan pedagang kaki lima menjadi pilihan praktis dan terjangkau yang digemari oleh masyarakat, namun sering dikaitkan dengan rendahnya standar keamanan pangan, terutama penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) berbahaya seperti Rhodamin B dan boraks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan Rhodamin B pada saus merah dan boraks pada pentol yang dijual pedagang kaki lima di wilayah Banyuwangi. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan analisis deskriptif kualitatif melalui pengambilan sampel secara acak dari tiga pedagang kaki lima pada lokasi berbeda, kemudian dianalisis di Laboratorium Kesehatan Lingkungan Universitas Airlangga Banyuwangi pada April 2024. Uji boraks dilakukan dengan metode kertas turmeric, sedangkan uji Rhodamin B menggunakan test kit Rhodamin B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel saus merah dari pedagang A, B, dan C positif mengandung Rhodamin B. Sementara itu, pentol dari ketiga pedagang juga positif mengandung boraks dengan konsentrasi 50 mg/L pada pedagang A dan B serta 100 mg/L pada pedagang C. Temuan ini menunjukkan  bahwa bahan tambahan pangan berbahaya masih digunakan secara luas dalam produk makanan yang beredar, meskipun telah dilarang karena berisiko menimbulkan gangguan kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang seperti kerusakan organ, kanker, hingga kematian. Kesimpulannya, semua sampel pentol dan saus merah yang diteliti terbukti mengandung boraks dan Rhodamin B, sehingga menunjukkan rendahnya kepatuhan pedagang terhadap standar keamanan pangan. Oleh karena itu, pengawasan dan penegakan regulasi dari pihak berwenang terhadap fenomen ini sangat diperlukan sebagai upaya kewaspadaan terhadap dampak negatif yang ditimbulkan.
Gambaran Sanitasi Lingkungan Permukiman Pesisir Kampung Sungai Enam Laut Kecamatan Bintan Timur Sapitri, Desti; Diansafitri, Mutia; Pitriyanti, Luh
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/mpc.v3i2.2196

Abstract

Sanitasi lingkungan di kawasan pesisir masih menjadi permasalahan mendasar yang berdampak pada kesehatan masyarakat, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan keterbatasan akses terhadap sarana sanitasi dasar. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan seperti diare, ISPA, dan penyakit kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi sanitasi lingkungan permukiman pesisir di Kampung Sungai Enam Laut, Kecamatan Bintan Timur. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian meliputi 33 rumah dengan 45 kepala keluarga, dan seluruh populasi dijadikan sampel dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh rumah (100%) memenuhi syarat lokasi, namun tidak ada yang memenuhi syarat drainase dan pengelolaan air limbah. Sebanyak 85,7% rumah tidak memenuhi syarat penyediaan air bersih, 96,4% rumah tidak memenuhi syarat pengelolaan sampah, dan 46,4% rumah tidak memenuhi syarat pembuangan kotoran manusia. Kondisi fisik rumah menunjukkan bahwa 14,3% rumah memiliki pencahayaan tidak memenuhi syarat, 96,4% kelembapan berlebih, 85,7% suhu melebihi standar, 71,4% ventilasi tidak memenuhi syarat, serta 21,4% rumah padat penghuni. Kualitas fisik air bersih tidak memenuhi syarat pada 71,4% rumah. Disimpulkan bahwa sanitasi lingkungan permukiman pesisir Kampung Sungai Enam Laut belum memenuhi standar kesehatan lingkungan, terutama pada aspek drainase, air bersih, dan pengelolaan limbah. Diperlukan intervensi berkelanjutan melalui edukasi masyarakat, penyediaan jamban sehat, dan pengembangan sistem sanitasi komunal ramah lingkungan untuk mencegah dampak kesehatan akibat kondisi sanitasi yang buruk.
Hubungan Pengetahuan Dan Personal Hygiene Dengan Kejadian Penyakit Kulit (Scabies) Di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Darul Falah Mamuju Ahmad, Astriani Fauziah; Mappau, Zrimurti; Ahmad, Haeranah; Ashari, Agus Erwin
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 4 No. 1 (2026): Vol 4 No 1 : April 2026
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jklm.v4i1.1739

Abstract

This study aims to analyze the relationship between knowledge and personal hygiene and the incidence of scabies at the Darul Falah Tahfidzul Qur'an Islamic Boarding School, Mamuju, which has a high prevalence of symptoms but minimal health intervention. Using a quantitative design with a cross-sectional approach, this study involved 53 students who were selected through a total sampling technique. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed by Chi-square test. The results showed a significant relationship between students' personal hygiene and the incidence of scabies (p-value = 0.001) while the knowledge variable did not show a significant relationship (p-value = 0.190). Based on these findings, it is recommended that behavior-based health interventions be implemented and strengthen the monitoring of the implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in the pesantren environment to effectively reduce the risk of scabies transmission.
Gambaran Perilaku Pengolahan Tinja Balita Dengan Kejadian Diare Di Kelurahan Galung, Kecamatan Tapalang Tahun 2024 Muslimah, Muslimah; Ganing, Abdul; Ashari, Agus Erwin; Ahmad, Haeranah
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 4 No. 1 (2026): Vol 4 No 1 : April 2026
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jklm.v4i1.1764

Abstract

Diarrhea is a communicable disease that frequently causes Extraordinary Events (KLB/outbreak) and is often accompanied by death in Indonesia. One of the factors associated with the incidence of diarrhea is the unhygienic or indiscriminate disposal of feces, which is closely related to human behavior. This study aims to describe the level of knowledge, attitudes, and actions regarding toddler feces management in relation to the incidence of diarrhea in Galung Village, Tapalang District, in 2024. This research used a descriptive method with total sampling, involving 106 mothers of toddlers as respondents. Data were collected through direct interviews using a questionnaire. Based on the results, of the 106 respondents, 74 (69.8%) had toddlers who experienced diarrhea. Respondents with good knowledge who experienced diarrhea numbered 57 (69.51%); respondents with a disapproving attitude who experienced diarrhea numbered 68 (72.3%); and respondents with insufficient actions who experienced diarrhea numbered 48 (67.6%). It is concluded that the majority of mothers had good knowledge but still experienced diarrhea, most mothers held disapproving attitudes toward safe feces management, and most mothers' actions in feces management were still insufficient. It is recommended that local health centers routinely conduct health education targeting safe toddler feces management practices, particularly focusing on areas with the highest rates of insufficient responses. The suggestion from this research is that the public is expected to pay more attention to the processing of toddler feces so that the incidence of diarrhea in toddlers can be treated early
Pengolahan Limbah Cair Laundry Menggunakan Serat Gambas (Luffa Acutangula) Dan Arang Aktif Untuk Menurunkan Kadar Fosfat Monika, Diah; Narto, Narto; Amri, Choirul
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 4 No. 1 (2026): Vol 4 No 1 : April 2026
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jklm.v4i1.1788

Abstract

The need for the laundry industry in Indonesia is increasing along with the increase in public demand. However, laundry waste contains phosphate compounds which, if not treated properly, will threaten the sustainability of the ecosystem and human health. This study aims to treat laundry waste by adsorption filtration using gambas fiber and activated charcoal. Methods:This type of research is an experimental pre post test without control design with a media thickness of 100 cm consisting of 3 different adsorbent media thickness composition formulas namely 25:75 (F1), 50:50 (F2), 75:25 (F3), each repeated 3 times. The results of the analysis showed a significant decrease in waste phosphate levels of 4.03 mg/l, 3.43 mg/l and 2.63 mg/l, the percentage decrease was 79.90%, 67.98%, and 52.12%. Conclusion: There is a significant difference between the thickness variations of the three groups of gambas and charcoal media on the reduction of laundry phosphate levels in this study.
Gambaran Pemakaian Styrofoam Untuk Kemasan Makanan Pada Pedagang Warung Makan Dan Gerai Sekitar Anjungan Pantai Manakarra Tahun 2025 Nuraeni, Fajar; Ahmad, Haeranah; Erwin Ashari, Agus; Adiningsih, Ridhayani
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 4 No. 1 (2026): Vol 4 No 1 : April 2026
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jklm.v4i1.2187

Abstract

Indonesia has a high level of styrofoam usage, reaching approximately 10.95 million pieces of waste per year, including 11.9 tons from the non-household sector. The use of styrofoam packaging is becoming increasingly widespread among food vendors; however, it has never been studied in the Anjungan Pantai Manakarra area. This study aims to determine the use of styrofoam as food packaging by vendors and buyers’ preferences regarding its use around Anjungan Pantai Manakarra. The method used is quantitative descriptive, with samples consisting of 17 stalls that use styrofoam and 289 buyers.. The results show that the type of food most frequently packaged with styrofoam is fried rice (9.1%), while chicken porridge (23%) dominates among hot foods. A total of 41.2% of vendors use styrofoam because it is easy to obtain. Consumers prefer paper-based packaging (44%).In conclusion, the use of styrofoam as food packaging remains high without restrictions on the type of food, while consumers tend to choose more environmentally friendly packaging. Education and outreach are needed for vendors about the health and environmental hazards of styrofoam and the importance of using safer and more sustainable alternative packaging.