cover
Contact Name
Fajar Akbar
Contact Email
jurnalmapaccing@gmail.com
Phone
+6281354805031
Journal Mail Official
jurnalmapaccing@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jl. Poros Mamuju - Kalukku Km. 16, Tadui, Mamuju, Tadui, Kec. Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat 60172, Indonesia.
Location
Kab. mamuju,
Sulawesi barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing
ISSN : ""     EISSN : 30481996     DOI : https://doi.org/10.33490/mpc.v3i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing is a national online journal that publishes research results on the Environmental Health sector, including Environmental Epidemiology, Environmental Health Risk Assessment, Environmental Health Technology, Environmental-Based Diseases, Environmental Toxicology, Water and Sanitation, Waste Management, Pesticides Exposure, Vector & Nuisance Animal Control, Food Safety, Environmental Pollution, Occupational Health And Safety, Parasitology. Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing is published every April and October every year This journal is published by the Research and Community Service Center, Mamuju Health Polytechnic, Indonesia
Articles 36 Documents
Efektivitas Insektisida Kombinasi Simplisia Daun Tembakau, Srikaya dan Bandotan dalam Mengendalikan Ulat Tritip pada Tanaman Sawi Arruan, Dini N.; Ahmad, Haeranah; Askur, Askur; Mappau, Zrimurti
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 2 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/mpc.v2i1.1116

Abstract

The leaf-eating caterpillar pest Plutella xylostella or Tritip caterpillar mostly attacks vegetable plants of the Cruciferae family, one of which is mustard greens and causes around 12.5% ​​damage. Characteristics of damage to mustard plants due to tritip caterpillars are transparent spots on the leaves so that they become torn. This study aims to determine the effectiveness of the insecticide combination of simplicia from tobacco, srikaya and bandotan leaves in controlling barnacle caterpillars on mustard greens with variations in concentration and length of time. This research is an experimental research that uses simplicia methods and extraction by infusion. The test will be carried out in 3 repetitions with a concentration of 15%, 30%, 45%. The number of samples used for each concentration was 5 caterpillars and observed every 24 hours once in 3 days. It will be held in June 2023 at the Parasite Laboratory, Department of Environmental Health, Mamuju Ministry of Health Polytechnic and in Banggo Hamlet, Mamasa District, Mamasa Regency, West Sulawesi Province. Based on the data and results of the analysis that has been carried out, it is known that the simplicia extracts of tobacco, srikaya and bandotan leaves were tested one to the third with a concentration of 15%, namely 15g of the simplicia combination dissolved in 85ml aquadest, 30%, namely 30g simplicia dissolved in 75ml aquadest, 45% namely 45g of simplicia dissolved in 55ml of distilled water is very effective against the death of barnacle caterpillars (pulutella xylostella). The higher the concentration used, the higher the potential to kill tritip caterpillars. It is hoped that further research can develop the results of this study by carrying out further research, namely carrying out the observation process when testing extracts for the death of test animals at hourly time intervals and making work procedures that are more easily applied in the community.
Efektivitas Kombinasi Mikroorganisme Lokal (Mol) Nasi Basi Dan Kulit Pisang Kepok (Musa Acuminata) Sebagai Aktivator Pembuatan Kompos Indriani, Indriani; Ashari, Agus Erwin; Islam, Fahrul; Adiningsih, Ridhayani
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/mpc.v1i1.1117

Abstract

Indonesia produced 67.8 million tons of waste in 2020. 37.3% of the waste in Indonesia originated from household activities. The waste production in Mamuju itself is approximately 1.6 tons per day and is predominantly household waste. Objective: to determine the effectiveness of the combination of local microorganisms (MOL) from spoiled rice and the skin of kepok banana (Musa acuminata) as activators for compost production. Method: This research employed a pure experimental research design. The research was conducted in June 2023 at the Environmental Health Department workshop of Poltekkes Mamuju. Observations of temperature, pH, moisture content, color, and odor were carried out over a 7-day period. A 500-gram sample of waste was used for each treatment. MOL concentrations tested were 250 ml, 500 ml, and 1000 ml with a 1:1 ratio of spoiled rice and banana skin. The control treatment was given EM4 as a bioactivator. Results: The treatment with 250ml MOL concentration showed a final pH of 7, black color resembling soil, 21% moisture content, a temperature of 30⁰C, and an odor resembling soil. The treatmentwith 500ml MOL concentration exhibited a final pH of 7, black color resembling soil, 23% moisture content, a temperature of 29⁰C, and an odor resembling soil. The treatment with 1000ml MOL concentration displayed a final pH of 7, black color resembling soil, 21% moisture content, a temperature of 30⁰C, and an odor resemblingsoil. Meanwhile, the treatment using EM4 took 9 days to produce mature compost, with a final pH of 7, black color resembling soil, 22% moisture content, a temperature of 30⁰C, and an odor resembling soil. Conclusion: The use of a combination of MOL from spoiled rice and kepok banana skin is more effective in accelerating composting compared to EM4. It is recommended for further research to use a larger volume of waste and to measure the C/N ratio.
Gambaran Sanitasi Lingkungan Terhadap Balita Stunting Di Desa Pasa’bu Tapalang Barat zahra, aini siti; Islam, Fahrul; ahmad, Haeranah; Ashari, Agus Erwin
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 2 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/mpc.v2i1.1155

Abstract

Sanitasi lingkungan merupakan suatu usaha untuk mencapai lingkungan sehat melalui pengendalian faktor lingkungan fisik, khususnya hal-hal yang memiliki dampak merusak perkembangan fisik kesehatan dan kelangsungan hidup manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sanitasi lingkungan terhadap balita stunting. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain cross sectional. Polulasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang ada di Desa Pasa’bu Kecamatan Tappalang Barat sebanyak 182 balita. Adapun sampel sejumlah 125 balita (61 balita stunting dan 64 balita tidak stunting) yang diambil dengan teknik simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa pada responden yang tidak memasak airnya, persentase balita stunting lebih besar (53,3%) dibandingkan yang tidak stunting (46,7%). Sebaliknya pada responden yang memasak airnya, persentase balita stunting lebih kecil (25%) dibandingkan yang tidak stunting (75%). Pada responden yang buang air besar di jamban, persentasi balita stunting lebih kecil (48%) dibandingkan yang tidak stunting (52%). Sebaliknya pada responden yang tidak buang air besar di jamban persentasi balita stunting 100%. Pada ressponden yang memiliki genangan pada saluran pembuangan air limbahnya persentase balita stunting lebih besar (84,2%) dibandingkan yang tidak stunting (15,8%), sebaliknya pada responden yang tidak memiliki genangan pada saluran pembuangan air limbahnya persentase balita stunting lebih kecil (33,3%) dibandingkan yang tidak stunting (66,7%). pada responden yang memiliki penutup tempat sampah, persentasi balita stunting lebih kecil (19%) dibandingkan yang tidak stunting (81%), sebaliknya pada responden yang tidak memiliki penutup tempat sampah persentase balita stunting lebih besar (54,8%) dibandingkan yang tidak stunting (45,2%). Kesimpulan: responden yang sanitasi lingkungannya tidak memenuhi syarat memiliki persentase kejadian stunting yang lebih tinggi dibandingkan responden yang sanitasi lingkungannya memenuhi syarat.
Uji Efektifitas Ekstrak Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) sebagai Insektisida Alami Terhadap Nyamuk Aedes Aegypti Qadriana, Nurul; Mappau, Zrimurti; Askur, Askur; Islam, Fahrul
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 2 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/mpc.v2i2.1159

Abstract

Penyakit berbasis lingkungan masih menjadi permasalahan di Indonesia.sepeti DBD yang dapat timbul sari dampak buruknya saniasi lingkungan ,untuk mengatasi masalah kesehatan lingkungan diperlukan peran alktif seluruh masyarakat untuk memelihara kesehatan lingkunganya. .kulit jeruk nipis juga mengandung senyawa saonin flovonoid yang dapat digunakan sebagai bahan aktif pembuatan insektisida hayati.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menegetahui efektifitas ekstrak kulit buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dalam membunuh nyamuk Aedes aedes dalam membunuh nyamuk Aedes aegpyti dengan berbagai konsentrasi yaitu 20%,30% dan 40% dengan waktu pengamatan setiap 1 jam selama 6 jam dan di catat berapa nyamuk yang mati jenis penelitian ini yaitu eksperimen dengan menggunakan metode infusa ,alat yang di gunakan dalam pengujian nyamuk Aedes aegpyti yaitu air himedifeir ultrasonic. Berdasarkan hasil yang di dapatkan menunjukkan bahawa konsentrasi yang menyebabkan kematian nyamuk Aedes aegpyti konsentrasi 20% jumlah kematian sebanyak 9 ekor deangan presentase 45%,pada konsentrasi 30%,jumlah kematian sebanyak 12 ekor dengan presentase 60%dan yang 40% jumlah kematian nyamuk sebanyak 15 ekor dengan presentse75%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ekstrak kulit buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia) efektif dalam mengendalikan nyamuk Aedes aegpyti pada konsentrasi 40% dengan presentase 75% Saran penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternative pengendalian vektor khususnya nyamuk Aedes aegpyti ekstrak kulit jeruk nipis (citrus aurantifolia) di fungsikan sebagai insektisida alami karna aman bagi lingkungan dan lingkungan.
Perilaku Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Mamuju Terhadap Pengelolaan Sampah Simba, Julia Elisa; Ashari, Agus Erwin; H, Miftah Chairani; Akbar, Fajar
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 2 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/mpc.v2i2.1160

Abstract

Human activities always produce residues, one of which is in solid form which is commonly referred to as solid waste or garbage. One place that has a high potential for waste production in a city is a college or university campus. The waste that is usually generated in educational buildings, such as a campus, is in the form of organic waste, recyclable waste and non-recyclable waste. This study aims to determine the level of knowledge, attitudes and actions of students at the Mamuju Ministry of Health Poltekkes regarding waste management where the number of respondents was 92 level 2 students at the Mamuju Ministry of Health Polytechnic. This research includes descriptive research. Held during June 2023 at the Mamuju Ministry of Health Polytechnic on the Mamuju-Kalukku axis road Km.16 Tadui, West Sulawesi. Based on the research results obtained, it shows that the level of knowledge value of Mamuju Ministry of Health Polytechnic students is low (33.7%) regarding waste management. While the level of attitudes and actions of the Mamuju Ministry of Health Poltekkes students is the attitude value (81.5%) and the action value (95.7%). The conclusion of this study is that the knowledge of students at the Mamuju Health Polytechnic regarding waste management is still relatively low, while the attitudes and actions of students regarding waste management are high. It is recommended to conduct counseling for each department regarding waste management to increase students' knowledge of waste management, increase awareness in sorting waste based on its characteristics.
Uji Efektivitas Dahan Dan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dalam Membunuh Larva Aedes Aegypti Mappau, Zrimurti; Amalia, A. Reski; Askur, Askur; Akbar, Fajar
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 2 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/mpc.v2i2.1165

Abstract

Penggunaan bahan kimia dalam pengendalian nyamuk DBD tidak hanya efektif terhadap vector namun kerusakan terhadap lingkungan perlu menjadi perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak dahan dan daun kelor (Moringa oleifera) dalam mematikan larva nyamuk Aedes aegypti dan waktu kontak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan metode ekstraksi dengan cara infusa panas, Pengujian akan dilakukan 3 kali dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 20 larva Aedes aegypti setiap konsentrasinya, diamati setiap 6 jam sekali selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi tertinggi ekstrak simplisia dahan kelor yang mampu membunuh larva Aedes aegypti yaitu konsentrasi 50% dan yang terendah yaitu 10% dengan rata-rata kematian 10 ekor (50%) sampai 11 ekor (55%). Sedangkan pada ekstrak simplisia daun kelor (Moringa oleifera) pada konsentrasi 40% dan 50% mampu membunuh 20 ekor (100%) larva Aedes aegypti dan yang terendah yaitu konsentrasi 10% dengan rata-rata kematian 10 ekor (50%) sampai13 ekor (65%).Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa dahan kelor mampu membunuh 100% larva Aedes aegypti pada konsentrasi 50% dalam 24 jam dan daun kelor (Moringa oleifera) mampu membunuh 100% larva Aedes aegypti pada konsentrasi 40% da 50%. Disarankan agar pihak pemerintah mensosialisasikan potensi sumber daya alam, untuk pemanfaatan dahan dan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai insektisida nabati.
Efektifitas Penambahan Lumpur Aktif Dalam Menurunkan Kadar (Bod) Pada Air Limbah Pabrik Tahu Di Kecamatan Simboro Azzahra, Siti Adira; Adiningsih, Ridhayani; Ahmad, Haeranah; Ashari, Agus Erwin
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 2 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/mpc.v2i1.1166

Abstract

Limbah industri tahu adalah limbah yang dihasilkan dalam proses pembuatan tahu maupun pada saat pencucian kedelai. Industri tahu banyak mengandung bahan-bahan organik yang dapat mencemari Sungai, selain baunya yang tidak enak air buangan limbah akan mencemari perairan di sekitarnya yang dapat menyebabkan rusaknya habitat di lingkungan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas lumpur aktif terhadap penurunan kadar BOD limbah air tahu berdasarkan massa sedimen. Jenis penelitian yang di gunakan yaitu eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli tahun 2023. Subjek penelitian yang digunakan Air Limbah Industri Tahu Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar BOD setelah diberikan perlakuan dengan pemberian sedimen lumpur aktif 10 gram, Tetapi penurunan ini belum signifikan. Hasil pemeriksaan BOD terhadap kontrol yaitu 2120,01 mg/L dan setelah perlakuan rata-rata penurunan BOD yaitu 1941,7 mg/L dengan penurunan sebanyak 178,31 mg/l. Penurunan yang terjadi tidak begitu berarti disebabkan karena waktu aerasi setelah pemberian sedimen hanya 24 jam. Waktu tersebut belum cukup untuk menumbuhkan mikroorganisme sehingga terjadi kompetisi nutrient antar mikroba dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, yang menyebabkan efektivitas menjadi kurang optimal. Tingginya nilai BOD dapat disebabkan juga oleh limbah cair tahu mengandung bahan organik yang tinggi, dikarenakan bahan baku pembuatan tahu (kedelai) mengandung protein hingga 40 – 60%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah massa sedimen yang paling efektif dalam penurunan BOD adalah dengan menggunakan konsentrasi 10 gram dan Penambahan lumpur aktif dengan massa sedimen 10 gram efektif dalam menurunkan kadar BOD. Saran dari penelitian ini pelaku industry untuk memaksimalkan hasil akhir buangan limbah cair untuk mengurangi pencemaran terhadap a ir.
Efektifitas Temephos Terhadap Pengendalian Dbd Di Rt 01 Rw 11 Kelurahan Pinang Kencana Kecamatan Tanjungpinang Timur Tahun 2023 Ayuni, Putri; Kurnia, Risman; Gunara, Harvensica
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 2 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/mpc.v2i1.1249

Abstract

Demam Berdarah Dengue salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang cenderung selalu mengalami peningkatan jumlah kejadiannya dengan penyebaran semakin luas sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas temephos terhadap pengendalian demam berdarah dengue di RT.01 RW.11 Kelurahan Pinang Kencana Kecamatan Tanjungpinang Timur tahun 2023. Jenis penelitian yaitu eksperimen dengan desain penelitian Post test only control group design, yang menjadi populasi dalam penelitian ini seluruh telur nyamuk Aedes sp yang di dapatkan dirumah penderita DBD dan rumah di sekitarnya, sampel nya larva Aedes sp dari telur yang didapatkan dengan menggunakan ovitrap, telur yang dapat di keringkan terlebih dahulu sebelum di kembangbiakkan hingga menjadi larva instar III. Hasil dari penelitian jumlah sampel mati pada perlakuan pertama yang diamati setelah pemberian temephos dengan 5 konsentrasi menunjukkan hasil yang bervariasi. Kematian di empat jam pertama tertinggi konsentrasi 2mg sebanyak 12 larva Aedes sp mengalami kematian serta pengulangan kedua larva Aedes sp tertinggi pada kosentrasi 10 mg dengan jumlah kematian larva sebanyak 19. Kesimpulan efektivitas temephos terhadap kematian larva nyamuk Aedes sp di Kelurahan Pinang Kencana berada pada kategori rentan dengan penggunaan temephos 1% sehingga temephos masih efektif untuk membunuh larva Aedes sp pada kosentrasi 8mg dan 10mg efektif kematian pada larva sebesar 100%. Sarannya masyarakat harus rajin melakukan kegiatan 3M seperti menguras bak air dengan menambahkan temephos, menutup tempat yang dapat menyebabkan potensi berkembangbiak dan mengubur barang bekas yang dapat menampung air.
Hubungan Lingkungan Fisik Rumah Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Ispa Pada Balita Yulia, Yulia; Awalia, Fenny; Suharno, Suharno
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 2 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/mpc.v2i2.1423

Abstract

Acute Respiratory Tract Infection (ARI) in Indonesia always ranks as the first cause of death and also often be the 10 most common diseases in hospitals and health centers. The aim of this research is to analyze the relationship between the physical environment of the house and Clean and Healthy Living Behavior with the incidence of ARI in toddlers. This research is analytical observational research with a cross-sectional approach. It was conducted in Matan Jaya Village, North Kayong Regency starting in June 2023 with a population aged 1 - ≤ 5 years of 114 toddlers and sample 53 respondents. The research found that ventilation 33.5%, lighting 54.7%, humidity 56.6%, residential density 77.4% did not meet the requirements, while temperature (71.7%) met the requirements. The behavior of not washing hands was 75.5%, and 79.2% of toddlers had family who smoked. Hence, there is a relationship between ventilation, lighting, humidity, residential density, hand washing and smoking behavior. There is no relationship between temperature and the incidence of ARI. It is recommended to open the windows of the house so there is air circulation and sunlight comes in, it can reduce the humidity and reduce the risk of suffering ARI.
Minyak Atsiri Daun Jeruk Purut (Citrus Hystrix) Sebagai Disinfektan Untuk Menurunkan Angka Kuman Meja Makan Siti Arwini, Dhea Nofita; Istiqomah, Siti Hani; Muryani, Sri
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 3 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/mpc.v3i1.1546

Abstract

Restaurants can potentially cause health problems or illness, even food poisoning. Restaurants have tables where food is served. Bacterial contamination can be caused by improper and unhealthy food presentation. Kaffir lime leaf essential oil as a natural medicine can stop bacterial growth. This study aims to determine how the use of kaffir lime leaf essential oil (Citrus hystrix) has an impact on reducing the number of germs found on dining tables in restaurants in Pantai Baru Yogyakarta. This study used the True Experiment method with the Pretest Posttest with Control Group design. The research was conducted from February to April 2024. The samples used were 24 dining tables from each of the 8 restaurants, each with 3 dining tables for each restaurant. After using kaffir lime leaf essential oil spray disinfectant showed a decrease in the number of germs on the dining table at a concentration of 15% by 68.61%, a concentration of 20% by 73.76%, and a control by 53.95%. Statistical analysis shows that the use of kaffir lime leaf essential oil spray disinfectant can reduce the number of germs. The use of kaffir lime leaf essential oil (Citrus hystrix) with a concentration of 15% and 20% reduces the number of germs on the dining table at Pantai Baru restaurant in Yogyakarta.

Page 2 of 4 | Total Record : 36