cover
Contact Name
Kamtiyono
Contact Email
kamtiyono@trensains.sch.id
Phone
+6281336298139
Journal Mail Official
widayoko@trensains.sch.id
Editorial Address
Dusun Dawe, Banaran, Kec. Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah 57253
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Integrasi Sains dan Qur'an (JISQu)
ISSN : 28283163     EISSN : 28282000     DOI : -
Jurnal Integrasi Sains dan Quran (JISQu) has been published since 2022 and is the leading high school research journal in Indonesia. Jurnal Integrasi Sains dan Quran (JISQu) selects the highest quality of high school student research work in all areas of science, including natural science and math. It provides a platform for high school students who are involved in research to learn publication about the publication process and to become a published author. Jurnal Integrasi Sains dan Quran (JISQu) has a rolling admission without a deadline and has an open access to public.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 01 (2024): Februari" : 16 Documents clear
Analisis Pengaruh Penambahan Cangkang Keong Pada Kualitas Paving Block Berbahan Dasar Limbah Plastik Aufa Muhammad Izzan Faza; Muhammad Aufa Akmal Nashrullah; Indrato Dwi Atmoko; Agus Widayoko
Jurnal Integrasi Sains dan Quran Vol 3 No 01 (2024): Februari
Publisher : SMA Trensains Muhammadiyah Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastic waste is a serious problem that must be addressed immediately. Indonesia produces 36 million tons/year of waste, of which 17.9% is plastic according to the National Waste Management Information System (SIPSN). In fact, plastic waste is a type of waste that is difficult to decompose (nonbiodegradable). Rice snail is one of the pests of rice plants in Indonesia. Its utilization is still limited among the community. Whereas snail shells contain calcium carbonate by 86.86%. The purpose of this study was to determine the effect of conch shells on the quality of plastic-based paving blocks. This type of research is descriptive with a quantitative approach. The description focuses on product manufacturing and testing. Data collection with experiments and literature studies. Indicators of product effectiveness if all tests are met. The analysis technique uses simple statistical calculations. The results of the effectiveness test show that conch shells affect the quality of plastic paving blocks, which will strengthen the paving blocks and increase water absorption. Based on the results of existing research, it can be concluded that the addition of conch shells to plastic-based paving blocks makes the paving blocks have greater compressive strength. In addition, conch shells also affect the absorbency of paving blocks. Suggestions for future researchers are to use a plastic melting tool to get the maximum plastic melt and find the correct level of conch shells so that the paving block has a higher compressive strength.
Pemanfaatan Beras Merah, Daun Tanaman Kelakai, dan Kayu Manis sebagai Pembuatan Edible Spoon yang Ramah Lingkungan Edward Hikmawan; Afzaal Wiryamanta; Agus Widayoko; Yesi Yuliani
Jurnal Integrasi Sains dan Quran Vol 3 No 01 (2024): Februari
Publisher : SMA Trensains Muhammadiyah Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya penduduk Indonesia pertahun turut meningkatnya penggunaan plastik. Penggunaan plastik dalam bahan pembuatan perlalatan makan semakin meningkat seperti sendok. Sendok plastik termasuk limbah anorganik sehingga akan menjadi zat yang beracun bagi kesehatan dan lingkungan. Dikarenakan plastik memiliki banyak kelemahan maka diperlukan inovasi sendok yang ramah lingkungan yaitu Edible Spoon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beras merah, daun tanaman kelakai, dan kayu manis terhadap karakteristik edible spoon dan sebagai upaya mengurangi sendok makanan plastik. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus uraiannya adalah pembuatan edible spoon dari tepung beras dengan kombinasi kayu manis dan tanaman kelakai. Teknik deskriptif kualitatif digunakan untuk menjelaskan proses pembuatan edible spoon yang ramah lingkungan, dan pengujian terhadap bau dan rasa, tingkat daya serap, dan daya penyimpanan. Teknik pengumpulan data adalah observasi lapangan, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan edible spoon melalui tahapan pencampuran bahan baku, pembuatan adonan, pecetakan, dan pengeringan terbukti mampu menghasilkan edible spoon karakteristik bau dan rasa kayu manis yang kuat, memiliki daya serap air sebesar 57,7%, dan penyimpanan dalam waktu 2 minggu menujukkan bau dari edible spoon tidak berubah dan ada  pertumbuhan jamur. Produk inovatif edible spoon yang ramah lingkungan mempunyai keunggulan untuk di kembangkan lebih lanjut.
COCONUS: Spons Ramah Lingkungan dari Serabut Kelapa (Cocos nucifera L.) dengan Kombinasi Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) sebagai Anti-Bakteri Rumi Maulana Nurtawab; Fajrin Ahmad Habibi; Yuni Hidayani; Agus Widayoko
Jurnal Integrasi Sains dan Quran Vol 3 No 01 (2024): Februari
Publisher : SMA Trensains Muhammadiyah Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hygiene in food affects human health. Unhygienic food can cause people to contract dangerous diseases. One way to maintain hygienic values ​​is by washing eating utensils. Washing cutlery usually uses a sponge. Continuous and irregular use of foam sponges can cause bacteria to enter the human body. Alternative Solution is making environmentally friendly sponges from coconut fiber with a combination of fragrant pandan leaf extract as an anti-bacterial. The research method is descriptive with a quantitative approach. Data collection through observation and literature study. Product effectiveness indicators: 1) Meets antibacterial tests; 2) Water absorption test; 3) Organoleptic test; 4) resistance test and 5) pH test. The data analysis technique used is quantitative descriptive. From the test results, the coconut fiber sponge met the antibacterial test better than the foam sponge, leaving 75 colonies with a pandan leaf extract concentration of 75%. The coconut fiber sponge meets SNI, the sponge's water absorption capacity is 10.62%. Organoleptic tests show that coconut fiber sponge meets SNI for sponges including aroma and texture. Durability tests show that the coconut fiber sponge can last more than 3 weeks. The pH test shows that the coconut fiber sponge has a neutral pH of 6.2 so it is safe in direct contact with the skin. Abstrak Kehigienisan pada makanan berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Tidak higienisnya makanan dapat menyebabkan manusia terjangkit penyakit berbahaya. Salah satu cara dalam menjaga nilai higienis yaitu dengan mencuci peralatan makan.  Pencucian alat makan biasanya menggunakan spons. Penggunaan spons busa secara terus menerus dan kurang teratur dapat mengakibatkan bakteri masuk ke tubuh manusia. Solusi alternatif solusi adalah dengan pembuatan spons ramah lingkungan dari serabut kelapa dengan kombinasi ekstrak daun pandan wangi sebagai anti bakteri. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data melalui observasi dan studi pustaka. Indikator efektivitas produk: 1) Memenuhi uji antibakteri; 2) Uji daya serap air; 3) Uji organoleptik; dan 4) uji ketahanan dan 5) uji pH. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Dari hasil pengujian spons serabut kelapa memenuhi uji antibakteri yang lebih baik dibandingkan spons busa menyisakan 75 koloni dengan konsentrasi ekstrak daun pandan 75%. Spons serabut kelapa memenuhi SNI daya serap air spons sebesar 10,62%. Uji Organoleptik menunjukkan spons serabut kelapa memenuhi SNI spons meliputi aroma dan tekstur. Uji ketahanan menunjukkkan spons serabut kelapa mampu bertahan lebih dari 3 minggu. Uji pH menunjukkan spons serabut kelapa memiliki pH netral yaitu sebesar 6,2 sehingga aman bersentuhan langsung dengan kulit.
PEMBUATAN PLAFON MENGGUNAKAN BATANG PISANG DAN AMPAS TEBU DILENGKAPI DENGAN FLAME SENSOR, MQ-2 GAS SENSOR, DS18B20 TEMPERATURE SENSOR BERBASIS ARDUINO UNO DAN WATER SPRINKLER UNTUK MENCEGAH KEBAKARAN: BAPAK (Batang Pisang dan Ampas Tebu untuk Plafon Anti Kebakaran) Yahya Husni Aviceina; Imam Addaruqutni; Agus Widayoko; Indrato Dwi Atmoko
Jurnal Integrasi Sains dan Quran Vol 3 No 01 (2024): Februari
Publisher : SMA Trensains Muhammadiyah Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Building construction activities in Indonesia increase rapidly every year, causing the need and demand for ceilings to increase. The increase in population density accompanied by the development of office, residential and industrial areas in urban areas can create a vulnerability to fires. This is caused by an increase in human activity and use. resources that can increase the potential for fires to occur. Therefore, it is necessary to plan comprehensive facilities and infrastructure for handling fire disasters, including light fire extinguishing equipment such as fire-resistant ceilings equipped with water sprinklers, flame sensors, MQ-2 gas sensors, and DS18B20 temperature sensors, based on Arduino Uno. to reduce the risk of fires caused by increasing population density. This research aims to exploit the potential value content of waste such as banana stems and sugarcane bagasse. This innovative ceiling made from a mixture of banana stem powder and sugarcane bagasse has good strength and durability, and is environmentally friendly. Abstrak Kegiatan konstruksi bangunan di Indonesia meningkat pesat setiap tahunnya sehingga menyebabkan kebutuhan dan permintaan plafon semakin meningkat. Meningkatnya kepadatan penduduk yang diiringi dengan berkembangnya kawasan perkantoran, pemukiman, dan industri di perkotaan dapat menimbulkan kerentanan terhadap kebakaran. Hal ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas dan penggunaan manusia. sumber daya yang dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Oleh karena itu, perlu direncanakan secara komprehensif sarana dan prasarana penanganan bencana kebakaran, antara lain peralatan pemadam api ringan seperti plafon tahan api yang dilengkapi dengan sprinkler air, sensor api, sensor gas MQ-2, dan sensor suhu DS18B20, berbasis Arduino Uno. . untuk mengurangi risiko kebakaran akibat meningkatnya kepadatan penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi kandungan nilai limbah seperti batang pisang dan ampas tebu. Plafon inovatif berbahan campuran bubuk batang pisang dan ampas tebu ini memiliki kekuatan dan daya tahan yang baik, serta ramah lingkungan.
BIOAKTIVITAS ANTI RAYAP MINYAK ATSIRI DARI Citrus limon TERHADAP RAYAP TANAH (Macrotermes Sp.) Rif'at Aaqil Abiyyi; Brilian Al Rofiq; Anggitalina Pramilia Dewi; Agus Widayoko
Jurnal Integrasi Sains dan Quran Vol 3 No 01 (2024): Februari
Publisher : SMA Trensains Muhammadiyah Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Subterranean termites are harmful organisms because they are thought to damage items that contain cellulose. In a colony of subterranean termites that has 60,000 termite workers, they can consume pine wood measuring 40 x 2 x 4 cm in 118 to 157 days. In previous research, termites were controlled by termiticides to reduce losses caused by termites, but the chemical content contained in termiticides caused environmental damage. This research aims to make an environmentally friendly natural anti-termite insecticide derived from lemon leaf essential oil which can reduce the detrimental impact of subterranean termites. The research method used in this research is descriptive quantitative. Indicators of effectiveness in making this insecticide include pH tests, weight reduction, and mortality. The pH test results showed the number 8.0, the weight reduction test on samples that were not soaked in insecticide experienced a weight reduction of 1.5% while the samples that were soaked in insecticide did not experience a weight reduction, in the mortality test 70% termites colonies died after spraying insecticide on termite colonies in a closed room. It can be concluded that this insecticide has proven to be environmentally friendly and can reduce the impact of losses caused by subterranean termites. Abstrak Rayap tanah adalah organisme merugikan karena dianggap dapat merusak barang yang mengandung selulosa. Dalam satu koloni rayap tanah yang memiliki 60.000 pekerja rayap mampu mengkonsumsi habis kayu pinus berukuran 40 x 2 x 4 cm dalam 118 sampai 157 hari. Pada penelitian yang telah dilakukan sebelumnya rayap dikendalikan oleh termitisida untuk mengurangi kerugian yang disebabkan oleh rayap, namun kandungan bahan kimia yang terkandung dalam termitisida menyebabkan rusaknya lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah membuat insektisida alami  anti rayap ramah lingkungan berasal dari minyak atsiri daun lemon yang dapat mengurangi dampak merugikan rayap tanah. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Indikator keefektifan dalam pembuatan insektisida ini meliputi uji pH, pengurangan berat, dan mortalitas. Hasil uji pH menunjukkan angka 8,0, uji pengurangan berat pada sampel tidak dilakukan perendaman insektisida mengalami pengurangan berat sebesar 1,5% sedangkan pada sampel yang dilakukan perendaman insektisida tidak mengalami pengurangan berat, pada uji mortalitas 70% koloni rayap mengalami kematian setelah menyemprotkan insektisida pada koloni rayap di ruang tertutup. Dapat disimpulkan insektisida ini terbukti ramah lingkungan dan dapat mengurangi dampak kerugian yang disebabkan oleh rayap tanah.
BIOCAPIL: PEMANFAATAN KULIT PISANG CAVENDISH SEBAGAI PENGGANTI BAHAN PLASTIK BIODEGRADABLE DENGAN PENAMBAHAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI GLISEROL Galeh Alip Nur Hudha; Farhan Fauzan Azima; Yesi Yuliani; Agus Widayoko
Jurnal Integrasi Sains dan Quran Vol 3 No 01 (2024): Februari
Publisher : SMA Trensains Muhammadiyah Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastic is a product that cannot be separated from human life. Plastic is usually used to wrap goods. However, the nature of plastic which is difficult to decompose can cause environmental pollution and health problems. Based on these problems, environmentally friendly plastic alternatives are needed that come from biodegradable materials. Bananas are one of the most popular fruits in Indonesia. Banana peel contains starch and cellophane which can be used in making bioplastic. On the other hand, cooking oil can be used to make glycerol, which is an additional raw material for making plastic. This research aims to utilize banana peel waste and used cooking oil as an alternative for making biodegradable plastic by paying attention to the physical and mechanical properties of bioplastic. The method used in this research is descriptive with a quantitative approach. Tests carried out include water resistance tests, biodegradable tests, tensile strength tests, and organoleptic tests. Making bioplastics is carried out in several stages, namely the starch-making process, the glycerol-making process, the dough-making process, molding, and drying. The results of the water resistance test show that the product is strong against water and does not break easily. Biodegradable testing shows that the product has a biodegradation level value of 70%. The tensile strength test shows that the product has quite high resistance, namely 97Mpa with a maximum elongation of 60%.  Bioplastic has a white color with brown spots, has a smooth and non-sticky texture, and has a slightly vinegar-like aroma. In general, bioplastic has been proven to meet SNI standards, so it can be used as an alternative to plastic in general by utilizing banana peel waste and used cooking oil. ABSTRAK Plastik merupakan salah satu produk yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Plastic biasa digunakan sebagai pembungkus barang. Namun, sifat plastik yang sulit untuk terurai dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dibutuhkan alternatif plastik ramah lingkungan yang berasal dari bahan yang dapat terurai. Pisang merupakan salah satu buah terpopuler di Indonesia. Kulit dari pisang tersebut memiliki kandungan pati dan selolusa yang dapat digunakan dalam pembuatan bioplastic. Di sisi lain, minyak jelantah dapat dipakai dalam pembuatan gliserol yang menjadi salah satu bahan baku tambahan dalam pembuatan bioplastik. Tujuan penelitian ini untuk memanfaatkan limbah kulit pisang dan minyak jelantah sebagai alternatif pembuatan biodegradable plastik dengan memperhatikan sifat fisik dan sifat mekanik bioplastik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian yang dilakukan meliputi uji ketahanan air, uji biodegradable, uji kekuatan daya tarik, dan uji organoleptik. Pembuatan produk dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu proses pembuatan pati, proses pembuatan gliserol, proses pembuatan adonan, pencetakan, dan pengeringan. Hasil pengujian ketahanan pada air menunjukkan produk kuat terhadap air dan tidak mudah hancur. Pada pengujian biodegradable menunjukkan produk akan terurai sempurna selama 10 hari. Pada pengujian kuat daya tarik menunjukkan produk memiliki ketahanan yang cukup tinggi yaitu 97Mpa dengan perpanjangan maksimal 60%. Produk bioplastik memiliki warna putih transparan dengan bintik cokelat, bertekstur halus, tidak lengket, dan beraroma sedikit menyerupai cuka. Secara umum bioplastik terbukti memenuhi standar SNI, sehingga dapat dijadikan alternatif pengganti plastik pada umumnya dengan memanfaatkan limbah kulit pisang dan minyak jelantah.
PASIF Pemanfaatan Pati Ubi Jalar Serta Kitosan Sebagai Antimikroba Dalam Pembuatan Edible film Jasmine Neila Hamdany; Zulfatul Khoiriyah; Yesi Yuliani; Susanti Rahayu
Jurnal Integrasi Sains dan Quran Vol 3 No 01 (2024): Februari
Publisher : SMA Trensains Muhammadiyah Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastic has a bad impact on health, because it contains Bisphenol A (BPA) which can cause several health problems. To avoid the dangers of plastics containing BPA, there is an alternative, namely by utilizing edible films as food packaging. The purpose of this study was to determine the effectiveness of edible films made from sweet potato starch and chitosan containing anti-microbials as edible films that can be a solution to the problem. The data analysis technique used is descriptive qualitative. The description focuses on product manufacturing and product testing. Data collection was done by observation and literature study. Observations were made to determine the effectiveness of the product and literature studies were carried out to analyze the anti-microbial content of chitosan. Indicators of product effectiveness if all tests are met. The effectiveness test results show the edible film thickness result of 0.15, the water absorption test result of 12%, and the anti-microbial test result of 16.5 mm. Plastik memiliki dampak buruk bagi kesehatan, karena mengandung Bisphenol A (BPA) yang dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan. Untuk menghindari bahaya dari plastik yang mengandung BPA terdapat alternatif yaitu dengan pemanfaatan edible film sebagai mengemas makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas edible film berbahan dasar pati ubi jalar dan kitosan yang mengandung anti mikroba sebagai edible film yang dapat menjadi solusi untuk menangani permasalahan tersebut. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Deskripsi berfokus pada pembuatan produk dan pengujian produk. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan studi pustaka. Observasi dilakukan untuk mengetahui efektivitas produk dan studi literatur dilakukan untuk menganalisis kandungan anti mikroba pada kitosan. Indikator efektivitas produk jika semua pengujian terpenuhi. Hasil uji efektivitas menunjukkan hasil ketebalan edible film 0,15, hasil uji daya serap air 12%, dan hasil uji anti mikroba 16,5 mm.
Pembuatan Semir Sepatu dari Kulit Pisang Cavendish dengan Abu Merang Sebagai Pewarna Alami Sakya Qonita Qurrotu'ain; Nisriina Qothrunnada; Fatichah Lutfi Zata Aqmar; Susanti Rahayu
Jurnal Integrasi Sains dan Quran Vol 3 No 01 (2024): Februari
Publisher : SMA Trensains Muhammadiyah Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shoe polish is a consumer product used to buff, waterproof and improve the appearance of shoes, thereby extending the durability of footwear. Shoe polish is actually not good for health. Moreover, shoe polish contains the harmful ingredient nitrobenzene which has a very bad effect on health. In Indonesia, cavendish bananas are widely cultivated commercially. However, banana peel waste unconsciously accumulates along with the consumption of cavendish bananas. The solution of merang ash is very good as a natural black colorant because it contains carbon. The purpose of this study was to determine how the process of making shoe polish from cavendish banana waste with the addition of merang ash. This type of research is descriptive quantitative research and the focus of the research is the manufacture of shoe polish with cavendish banana peel as the basic ingredient and merang ash as a natural colorant. The collection methods used include observation, literature study, and documentation. The tests carried out include physical tests and organoleptical tests. Based on the tests that have been carried out, this research produces shoe polish with a solid texture, non-sticky, non-irritating, has a dry time of 1 minute and has good performance in resistance to water splashes.
Analisis Pengaruh Penambahan Cangkang Keong Pada Kualitas Paving Block Berbahan Dasar Limbah Plastik Izzan Faza, Aufa Muhammad; Akmal Nashrullah, Muhammad Aufa; Dwi Atmoko, Indrato; Widayoko, Agus
Jurnal Integrasi Sains dan Quran Vol 3 No 01 (2024): Februari
Publisher : SMA Trensains Muhammadiyah Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64477/301215-222

Abstract

Plastic waste is a serious problem that must be addressed immediately. Indonesia produces 36 million tons/year of waste, of which 17.9% is plastic according to the National Waste Management Information System (SIPSN). In fact, plastic waste is a type of waste that is difficult to decompose (nonbiodegradable). Rice snail is one of the pests of rice plants in Indonesia. Its utilization is still limited among the community. Whereas snail shells contain calcium carbonate by 86.86%. The purpose of this study was to determine the effect of conch shells on the quality of plastic-based paving blocks. This type of research is descriptive with a quantitative approach. The description focuses on product manufacturing and testing. Data collection with experiments and literature studies. Indicators of product effectiveness if all tests are met. The analysis technique uses simple statistical calculations. The results of the effectiveness test show that conch shells affect the quality of plastic paving blocks, which will strengthen the paving blocks and increase water absorption. Based on the results of existing research, it can be concluded that the addition of conch shells to plastic-based paving blocks makes the paving blocks have greater compressive strength. In addition, conch shells also affect the absorbency of paving blocks. Suggestions for future researchers are to use a plastic melting tool to get the maximum plastic melt and find the correct level of conch shells so that the paving block has a higher compressive strength.
Pemanfaatan Beras Merah, Daun Tanaman Kelakai, dan Kayu Manis sebagai Pembuatan Edible Spoon yang Ramah Lingkungan Hikmawan, Edward; Wiryamanta, Afzaal; Widayoko, Agus; Yuliani, Yesi
Jurnal Integrasi Sains dan Quran Vol 3 No 01 (2024): Februari
Publisher : SMA Trensains Muhammadiyah Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64477/301223-232

Abstract

Meningkatnya penduduk Indonesia pertahun turut meningkatnya penggunaan plastik. Penggunaan plastik dalam bahan pembuatan perlalatan makan semakin meningkat seperti sendok. Sendok plastik termasuk limbah anorganik sehingga akan menjadi zat yang beracun bagi kesehatan dan lingkungan. Dikarenakan plastik memiliki banyak kelemahan maka diperlukan inovasi sendok yang ramah lingkungan yaitu Edible Spoon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beras merah, daun tanaman kelakai, dan kayu manis terhadap karakteristik edible spoon dan sebagai upaya mengurangi sendok makanan plastik. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus uraiannya adalah pembuatan edible spoon dari tepung beras dengan kombinasi kayu manis dan tanaman kelakai. Teknik deskriptif kualitatif digunakan untuk menjelaskan proses pembuatan edible spoon yang ramah lingkungan, dan pengujian terhadap bau dan rasa, tingkat daya serap, dan daya penyimpanan. Teknik pengumpulan data adalah observasi lapangan, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan edible spoon melalui tahapan pencampuran bahan baku, pembuatan adonan, pecetakan, dan pengeringan terbukti mampu menghasilkan edible spoon karakteristik bau dan rasa kayu manis yang kuat, memiliki daya serap air sebesar 57,7%, dan penyimpanan dalam waktu 2 minggu menujukkan bau dari edible spoon tidak berubah dan ada  pertumbuhan jamur. Produk inovatif edible spoon yang ramah lingkungan mempunyai keunggulan untuk di kembangkan lebih lanjut.

Page 1 of 2 | Total Record : 16