cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Pendidikan Geografi (Berkala)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 93 Documents
PEMETAAN KESIAPAN IMPLEMENTASI PENDEKATANAN SAINTIFIK DI SMP Mustofa Mustofa
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 20, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.263 KB) | DOI: 10.17977/pg.v20i2.5069

Abstract

Abstrak: Di tingkat SMP, kurikulum 2013 menekankan pada implementasi pendekatan saintifik dengan mengintegrasikan karakter. Kebijakan Mendikbud dalam melakukan perubahan kurikulum dari KTSP beralih ke Kurikulum 2013 masih menimbulkan pro dan kontra dari banyak kalangan. Pelaksanaan Kurikulum 2013 tersebut menghadapi banyak masalah. Penelitian deskriptif evaluative ini dimaksudkan untuk memetakan permasalahan implementasi Kurikulum 2013 yang selanjutnya dapat dijadikan dasar pengembangan model tindakan perbaikan oleh pihak terkait. Penelitian ini menggunakan teknik area purposive sampling, dengan sampel terpilih SMP di  Kabupaten Blitar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pengisian angket. Analisis data dilakukan melalui proses pemetaan yang meliputi identifikasi, kategorisasi dan eksplanasi. Berdasarkan teknik analisis data tersebut diperoleh hasil (1) pemahaman guru tentang kurikulum 2013, khususnya dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik belum memadai, (2) guru masih menerapkan pembelajaran konseptual, belum optimal dalam menerapkan pendekatan saintifiki,(3) guru belum memahami sepenuhnya dalam melaksanakan evaluasi, dan (4) guru memerlukan penyamaan persepsi tentang pembelajaran saintifik.Kata Kunci: Kesiapan, Kurikulum 2013, SMP
Profesionalisasi Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Kualitas Jabatan Guru Yusuf Suharto
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (1997)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v4i1.1943

Abstract

Di dalam menghadapi gelombang perubahan yang dibawa oleb revolusi industri dan revolusi informasi, maka peran sumber daya manusia menjadi semakin penting. Untuk dapat beranjak pada terbentuknya manusia Indonesia masa depan yang memiliki kepekaan, kemandirian, dan tanggung jawab. Sumber daya manusia harus benar-benar dipersiapkan sebagai tenaga pro­fesional yang mampu mengatisipasi setiap perubahan yang terjadi. Perlu disadari bahwa pendidikan adalah unsur yang sangat ber­peran membentuk kepribadian manusia yang tidak hanya terbatas pada masalah fisik saja, tetapi dalam sikap dan tindak kerjanya. Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia, lem­baga pendidikan mempunyai andil yang sangat besar untuk mem­persiapkan anak didik yang nantinya akan mengelola negara. Oleh karena itu berhasil tidaknya mereka, akan sangat bergantung pada kemauan dan kemampuan para guru dalam mendidiknya. Ber­dasarkan hal tersebut maka perlu adanya upaya untuk mem­profesionalisasikan jabatan guru. Untuk dapat mencetak guru yang profesional antara lain diperlukan adanya program pre-service yang benar-benar mapan. Harus disadarai bahwa tanggung jawab dosen sebagai tenaga pendidik di LPTK cukup besar, yang akan membawa dampak terhadap pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Para dosen di LPTK harus dapat mencetak calon-calon guru yang tangguh dan mempunyai kemampuan profesional sebagai awal yang dipersyaratkan. Untuk dapat mencetak guru yang profesional diperlukan pula dosen-dosen yang profesional.
Perencanaan dan Program Pembangunan di Pedesaan Didik Taryana
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (1999)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v6i1.2042

Abstract

Perencanaan merupakan salah satu fungsi pokok dari manajemen, peJaksanaan dan pengawasan pembangunan. Perencanaan pembangunan pedesaan harus dilaksanakan secara terpadu dengan menentukan urutan tindakan secara tepat dalam pembangunan manusia seutuhnya. Dalam rangka pelaksanaan perencanaan pembangunan pedesaan secara terpadu dilaksanakan mekanisme perencanaan dari bawah (bottom up planning) yaitu perencanaan pembangunan diusulkan oleh desa atau kelurahan yang telah dimusyawarahkan di LKMD dan disetujui oleh kepala desa. Dalam musyawarah tersebut LKMD menyusun usulan proyek desa dan usulan tersebut disahkan oleh LMD. Pembangunan pedesaan adalah proses kegiatan yang berlangsung di desa meliputi berbagai bidang yang secara sadar direncanakan dan dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sasaran pembangunan desa adalah untuk mewujudkan semua desa menjadi desa swasembada. Pembangunan pedesaan dititik beratkan pada aspek ekonomi, fisik, manusia, dan pemenuhan kebutuhan, yang semuanya harus diintegrasikan dan dikoordinasi secara baik dan benar agar tujuan pembangunan tersebut sesuai dengan tujuannya.
ANALISIS INDEKS KUALITAS TANAH ANDISOL PADA BERBAGAI PENGGUNAAN LAHAN DI DESA SUMBER BRANTAS KOTA BATU Juarti Juarti
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 21, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.781 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v21i2.5907

Abstract

Abstrak: Kualitas tanah adalah kapasitas tanah yang berfungsi mempertahankan produktivitas tanaman, mempertahankan dan menjaga ketersediaan air serta mendukung kegiatan manusia. Kualitas tanah yang baik akan mendukung kerja  fungsi tanah sebagai media pertumbuhan tanaman, mengatur dan membagi aliran air dan menyangga lingkungan yang baik pula. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui indeks kualitas tanah Andisol pada berbagai penggunaan lahan di Desa Sumber brantas kota Batu. Indikator kualitas tanah adalah sifat, karakteristik atau proses fisika, kimia dan biologi tanah yang dapat menggambarkan kondisi tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sumberbrantas Kota Batu dengan order tanah Andisol  pada penggunaan lahan  monokultur dan tumpang sari. Indeks kualitas tanah dihitung dengan menggunakan kriteria Mausbach dan Seybold (1998), yang dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan  menggunakan analisis Minimum  Data Set (MDS). Berdasarkah hasil penelitian didapatkan Indeks Kualitas Tanah (IKT) lahan monokultur sebesar 0,42 termasuk kriteria sedang, lahan tumpangsari Indeks Kualitas Tanah sebesar 0,38 termasuk kriteria rendah. Nilai indeks kualitas tanah berkisar antara 0-1, semakin nilai indeks mendekati 1 menunjukkan kualitas semakin baik. Tanah yang berkualitas baik akan menjamin keberlanjutan fungsi tanah, baik fungsi produksi maupun fungsi ekologi. Penentuan Indeks Kualitas tanah suatu lahan akan berguna untuk penyusunan arah pengelolaan lahan yang berkelanjutan.Kata Kunci: indeks kualitas, tanah Andisol, penggunaan lahan
Peranan Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Yusuf Suharto
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (1996)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v3i1.1913

Abstract

Sejalan dengan pesatnya laju pembangunan, jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun juga mengalami peningkatan yang cukup berarti. Melalui jalur pendidikan baik formal mulai dari pendidikan dasar, sekolah menengah snmpai dengan pendidikan tinggi, maupun non formal Pemerintah bertekad untuk membekali masyarakat (peserta didik) sehingga mampu hidup layak sebagai anggota masyarakat. Pembaharuan dan penyempurnaan di bidang pendidikan terus-menerus dilakukan, mencakup segi kualitas, relevansi, maupun pemerataan. Lebih Ianjut untuk mengatasi kesenjangan antara produk pendidikun dun kebutuhan tenaga kerja dunia industri telah dijalin berbagai bentuk kerjasama yung saling mendukung dan menguntungkan. Karena itu lembaga pendidikun dituntut untuk segera melakukan konsolidasi, di pihak lain dunia kerja/industri dituntut untuk lebih membuka diri. Dengan demikian diharapkun upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam kaitannya dengan bidang pendidikan clan ketenagakerjaan dapat dicapai secara maksimal.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Program Kejar Paket B Edy Purwanto
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (1998)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v5i2.2001

Abstract

Tingkat pendidikan sebagian besar masyarakat desa di Indonesia tergoloog rendah, yaitu rata-rata setara pendidikan dasar 6 tahun. Setiap tahun anak-anak lulusan sekolah dasar 6 tahun yang tidak mampu melanjutkan ke jenjang berikutnya masih cukup besar. Karena umumnya mereka tidak mampu secara ekonomi dan secara geografis jauh dari sarana belajar (sekolah), maka perlu dikembangkan program belajar yang memungkinkan warga masyarakat belajar secara bebas (bebas biaya, bebas waktu, dan bebas tempat) sangat diperlukan. Program belajar semacam itu telah digulirkan oleh Dikmas Depdikbud yang pada akhir-akhir ini telah disempurkan, yaitu program kejar paket B penyetaraan yang mengandalkan sistem pengajaran individual dengan sarana modul. Apabila sistem ini dapat berjalan secara efektif dan efisien, maka walaupun dilaksanakan dalam taraf sederhana akan mampu memberdayakan masyarakat desa, paling tidak kemampuan berpikir mereka dalam menyerap informasi dan memecahkan persoalan diri dan lingkungan meningkat.
IDENTIFIKASI BENTUK EROSI TANAH MELALUI INTERPRETASI CITRA GOOGLE EARTH DI WILAYAH SUMBER BRANTAS KOTA BATU Rudi Hartono
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 21, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.664 KB) | DOI: 10.17977/pg.v21i1.5422

Abstract

Abstrak: Erosi tanah adalah penyumbang terbesar dari terjadinya degradasi lahan. Citra penginderaan jauh google earth merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia dalam penelitian erosi tanah. Kriteria kawasan rawan bencana alam adalah kawasan yang diidentifikasi sering dan berpotensi tinggi mengalami bencana alam seperti banjir, letusan gunung berapi, gempa bumi, dan tanah longsor/erosi. Berdasarkan hasil kajian dari peta kontur, ketinggian, geologi dan jenis tanah serta vegetasi yang ada di wilayah berlereng (kemiringan diatas 50%) untuk kawasan rawan bencana di Kota Batu yang perlu dikendalikan secara ketat adalah laju erosi tanah yang mengancam terutama lahan pertanian. Beberapa tahun yang lalu kondisi lahan di Junggo Bumiaji Batu masih berfungsi sebagaimana mestinya tidak ada ahli fungsi lahan seperti sekarang. Tetapi, karena pertambahan masyarakat di Sumberbrantas mengakibatkan sebagian dari hutan dimanfaatkan oleh penduduk di sekitar sebagai lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Interpretasi citra satelit merupakan salah satu teknologi yang digunakan dalam kajian geografi. Citra satelit yang ada di google earth merupakan mosaic citra dari hasil pengin-deraan jauh yang diperoleh menggunakan satelit yang mengorbitkan ke angkasa luar, untuk aplikasi dalam bidang cuaca, pertanian, kehutanan, pemetaan sumberdaya alam, kajian bencana alam, lingkungan dan kelautan. Dari penggunaan citra google earth ini dapat diinterpretasi bentuk erosi lembar, erosi alur dan ero-si parit.Keywords: identifikasi, bentuk erosi tanah, citra goole earth
Pengembangan Industrialisasi Berwawasan Lingkungan Achmad Amirudin
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (1995)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v2i2.1863

Abstract

Industrialisasi merupakan salah satu aspek yang sangat berperan dalam mendukung kelancaran pembangunan untuk menca­pal kesejahteraan rakyat. Namun industrialisasi sering mempercepat pengurasan sumber daya alam dan menimbulkan kerusakan lingkung­an. Oleh karenanya perlu dikembangkan industrialisasi yang mampu menghemat sumber days alam dan bersahabat dengan lingkungan. Program label lingkungan dan penapisan industri dengan Amdal merupakan sebagian jawaban agar industrialisasi tidak benturan dengan pelestarian lingkungan dan pembangunan dapat terlanjutkan.
TINGKAT PENDAPATAN DAN SEBARAN TENAGA KERJA IN-DONESIA (TKI) BERDASARKAN NEGARA TUJUAN, STUDI DI DESA ARYOJEDING KABUPATEN TULUNGAGUNG Singgih Susilo
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.037 KB) | DOI: 10.17977/pg.v20i1.5007

Abstract

Abstrak:Studi inibertujuan untuk mengetahui tingkat pendidikan dan pendapatan berdasarkan  negara tujuan tempat TKI bekerja. Penelitian dilakukan di desa Aryojeding Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif.Pengambilan data mengunggunakan teknik wawancara terstruktur, dengan jumlah sampel 94 responden.Analisis data menggunakan tabulasi tunggal yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari variable yang menjadi model.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran Negara tujuan TKI dari desa Aryojeding sebagian besar bekerja di Negara Taiwan, sedangkan Negara tujuan yang kurang diminati oleh masyarakat Aryojeding adalah Negara tujuan Arab Saudi.Apabila dilihat dari tingkat pendapatan yang dikirim ke desa Aryojeding,terbesar terjadi pada kisaran Rp.3.000.000 hingga Rp. 4.000.000 setiap bulannya.TKI yang mengirim pendapatannya diatas Rp. 5 juta tergolang banyak (19%).  Tingkat pendidikan TKI di luar negeri paling tinggi  adalahSLTA. Pada tingkat pendidikan SLTA, banyak yang bekerja di Korea Selatan dan Taiwan.Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa adalah penyebaran negara tujuan masyarakat Aryojeding yang menjadi TKI, sebagian besar bekerja di Negara Taiwan, denganalasan karena negara tersebut memiliki perlindungan terhadap tenaga kerja asing dan perlindungan terhadap wanita. TKI wanita merasa aman untuk bekerja di Negara tersebut, disamping itu negara tersebut  memilikistandar gaji yang tinggi.Kata Kunci : Penyebaran Negara Tujuan,  Pendidikan,  Pendapatan, TKI.
ANALISIS EVALUASI KESESUAIAN LAHAN EKOWISATA BLOK MANGROVE BEDUL KABUPATEN BANYUWANGI Bigharta Bekti Susetyo; Sudarno Herlambang; I Komang Astina
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 20, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.261 KB) | DOI: 10.17977/pg.v20i2.5064

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kesesuaian lahan Ekowisata Mangrove Bedul di stasiun penelitian A, B dan C serta kesesuaian lahan ekowisata dengan penggunaan lahan di Ekowisata Mangrove Bedul. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei lapangan. Penentuan titik stasiun penelitian menggunakan metode purposive dengan metode plot dan transek garis. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan scoring. Hasilnya penelitian ini menunjukkan (1) Stasiun penelitian A, B dan C memiliki kesesuaian lahane kowisata yang berbeda. Stasiun A memiliki nilai 17 (sangat sesuai), stasiun B memiliki nilai 20 (sangat sesuai) dan stasiun C memiliki nilai 16 (Cukup sesuai). (2) Penggunaan lahan di Ekowisata mangrove Bedul didominasi oleh tipe mangrove sungai dan muara yaitu jenis Avecennia, Lumnitcera, Brugruiera, Ceriops dan Sonneratia. Kata Kunci: kesesuaian lahan, mangrove, ekowisata

Page 8 of 10 | Total Record : 93