cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Pendidikan Geografi (Berkala)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 93 Documents
Kedudukan Geografi Dalam Perencanaan Pengembangan Wilayah Didik Taryana
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 4, No 2 (1997)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v4i2.1966

Abstract

Dalam rangka pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, perlu dilakukan penataan ruang serta pengembangan wilayah agar usaha-usaha ke arah perbaikan kehidupan nasional dapat tercapai. Penataan ruang adalah proses perencanaan, pemanfaatan ruang, dan pengendaliannya sesuai dengan peruntukannya dan wujudnya berupa pola pemanfaatan ruang wilayah nasional, ruang wilayah Daerah Tingkat I dan ruang wilayah Daerah Tingkat II yang mencakup kawasan perkotaan, kawasan pedesaan, dan kawasan tertentu. Tujuan dari penataan ruang yaitu terselenggaranya penataan ruang berwawasan lingkungan dan terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan budidaya, serta tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas. Posisi seorang geograf dalam perencanaan wilayah meliputi penelitian dan survey lapangan serta pengumpulan data , kecuali itu geografer bersama-sama dengan disiplin lainnya mempunyai kedudukan dalam pelaksanaan perencanaan di lapangan dan evaluasi dari komponen perencanaan.
Evaluasi Tata Ruang untuk Pengembangan Kawasan Permukiman dan Industri Berdasarkan Kemampuan Lahan di Kotamadya Malang, Jawa Timur Didik Taryana
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 7, No 1 (2000)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v7i1.2050

Abstract

Pemilihan lokasi lahan yang tepat bagi suatu kawasan baik untuk pennukiman maupun industri sangat pentingartinya dalam aspek keruangan, karena sangat menentukan keawetan bangunan maupun lingkungan. Kriteria pemilihan lokasi tersebut dapat dilakukan dengan cara mengevaluasi sumber­daya lahan berdasarkan kemampuan lahannya. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui karakteristik fisik yang meliputi topografi, geomorfologi, tanah, iklim, potarnolo­gi, geohidrologi yang dikaitkan dengan kesesuaian lahan untuk kawasan pennukiman dan industri. Populasi dalam penelitian ini adalah wilayah Kotamadya Malang. Sedangkan sampel dalam penelitian ini yaitu daerah yang akan dikembangkan sebagai kawasan permukiman dan industri di Kotamadya Malang sesuai dengan Revisi RDTRK Tahun 1998/1999-2008/2009. Metode pengambilan sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data berupa checklist, soHtestkit, kompas paiu geologi, dan current meter. Sedangkan analisa data menggunakan metode Kuantitatif-Empiris yaitu memberikan nilai harkat pada parameter fisik lahan dan dicocokkan dengan kelas. Kesesuaian lahan untuk pemukiman dan industri. . Hasil evaluasi kesesuaian lahan untuk pennukiman kota berdasarkan beberapa parameter diperoleh hasil sebagai berikut; Daerah Arjosari, Purwantoro dan Pandanwangi termasuk kelas 1 (sangat sesuai) untuk dibangun permukiman.Daerah Merjosari, Sawojajar, Madyopuro, Balearjosari, Tasikmadu, Tunjungsekar, Tunggulwulung dan Mojolangu tennasuk kelas 2 (sesuai) untuk dibangun permukiman dengan sedikit faktor penghambat. Sedangkan daerab Bumiayu, Buring, Mulyorejo dan Pisangcandi termasuk kelas 3 (cukup sesuai) untuk dibangun permukiman. Berdasarkan nilai indeks Stcorie dapat diklasifikasikan kelas laban untuk industri sebagai berikut; Daerab Purwantoro, Pandanwangi termasuk kelas 2 (baik) untuk industri. Daerah AIjowinangun dan Bandulan tennasuk kelas 3 (sedang), cukup dapat dipergunakan untuk industri.
ANALISIS PEWILAYAHAN POTENSI SUMBERDAYA KAWASAN GUNUNG BATUR, BANGLI Ida Bagus Made Astawa
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 16, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1483.761 KB) | DOI: 10.17977/pg.v16i1.5544

Abstract

Abstrak. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengkajipotensi sumberdaya alam dan pengelolaannya untuk mendukung kehidupan sosial masyarakat adat di Kawasan Gunung Batur Kabupaten Bangli. Penelitian ini terbagi dalam dua tahap selama dua tahun. Untuk mencapai tujuan tersebut dirancang penelitian dengan menggunakan rancangan survei. Sampel dan titik pengukuran di lapangan ditentukan secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi sumberdaya alam di Kawasan Gunung Batur ketersediannya memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan penduduk, kecuali potensi sumberdaya pariwisata. Daya dukung wilayah sudah tergolong optimal.Kata Kunci : Kawasan, potensi, sumberdaya alam, daya dukung wilayah.
Penanaman Sistem "Bule" Suatu Aplikasi Teknologi Pola Tanam Campuran Achmad Fatchan
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (1997)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v4i1.1929

Abstract

Masyarakat pedesaan umumnya bermata-pencaharian di bidang pertanian, di samping pertanian dan sawah, tebu merupakan usaha pertanian yang akhir-akhir ini banyak diminati oleh petani karena relatif lebih menguntungkan. Akan tetapi usaha tani tebu sebagian besar masih dilakukan dengan "monoculture system" (sistem monokultur) (Deptan, 1977). Pada hal, sistem "Bule" (campuran tanaman tebu dengan kedele) jauh lebih menguntungkan. Pola tanam tersebut lebih menguntungkan karena merupakan penanaman sistem tanam tumpangsari yang baik, dapat dilakukan lahan sawah dan atau tegal, secara nyata melakukan sistem pengendalian hama terpadu yang baik dan merupakan salah satu pola pertanian yang ramah lingkungan (Deptan,1984 dan Fatchan, 1995). Dengan menerapkan penanaman sistem Bule tidak saja meningkatkan pendapatan petani tetapi juga secara tidak langsung menghemat devisa negara, karena mengurangi impor kedele yang setiap tahun dilakukan oleh pemerintah Indonesia (Deptan, 1978).
Sikap Penduduk Bertahan di Zona Bencana Alam Merapi: Perpektif Sosio-Kultural Muhadi S.K
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (1998)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v5i2.2028

Abstract

Gunung Merapi yang terletak di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah merupakan salah satu gunung berapi di Indonesia yang tergolong sangat aktif. Rata-rata setiap 7-12 tahun gunung Merapi meletus dan menimbulkan bencana alam yang menelan korban baik jiwa maupun harta benda penduduk yang bertempat tinggal di sekitar khususnya di Zone Bencana Alam Merapi. Meskipun mereka sering dilanda bencana tetapi mereka enggan meninggalkan tempat tinggaInya. Faktor-faktor sosio-kultural yang mempengaruhi, antara lain hubungan kekeluargaan, sifat gotong royong warga, kecintaan daerah asal, kepercayaan terhadap penghuni gunung Merapi, dan penyuluhan program transmigrasi kurang tepat.
PENGARUH KEBIASAAN BELAJAR DAN SELF-EFFICACY TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI DI SMA Fatiya Rosyida; Sugeng Utaya; Budijanto Budijanto
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 21, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.428 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v21i2.5903

Abstract

belajar terhadap hasil belajar Geografi, (2) pengaruh self-efficacy terhadap hasil belajar Geografi, dan (3) pengaruh kebiasaan belajar dan self-efficacy terhadap hasil belajar Geografi di SMAN 1 Widang-Tuban. Data dikumpulkan dengan menyebarkan angket dan dokumentasi dari 94 responden. Kebiasaan belajar diukur dengan angket kebiasaan belajar yang dikembangkan oleh Bakare 1971. Instrumen Motivation and Strategy Learning Quetionare (MSLQ) yang dikembangkan oleh Pintrich dkk tahun 1991 digunakan untuk mengukur self-efficacy, sedangkan hasil belajar siswa diperoleh dari nilai rata-rata ulangan. Setelah data terkumpul, dianalisis secara statistik dengan teknik regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  (1) kebiasaan belajar secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan sumbangan efektif sebesar 65,60%, (2) Self-efficacy secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan sumbangan efektif sebesar 15,80%, dan (3) kebiasaan belajar dan self-efficacy secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan sumbangan efektif sebesar 65,20%. Kata Kunci: kebiasaan belajar, self-efficacy, hasil belajar.
Pendekatan Keruangan dalam Ilmu Geografi Didik Taryana
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (1996)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v3i1.1888

Abstract

Geografi adalah ilmu yang mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di muka bumi dan peristiwa peristiwa yang terjadi di muka bumi, baik yang fisik maupun yang menyangkut makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatnn keruangan, ekologi, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan. Konteks geografi ternyata membicarakan dan membahas tentang aspek kehidupan manusia dengan segala perilakunya serta gejala fisik yang terjadi dalam rulIng stall. Pengertian ruang merupakan suatu tempat yang mewujudkan keberadaan dirinya yang bersifat fisik ataupun yang bersifat hubungan-hubungan sosial serta memiliki perbedaan dan persamaan aspek kehidupan yang ads dalam ruang tersebut. Ruang mencerminkan adanya hubungan fungsional antara gejala obyek-obyek yang ada dalam ruang itu sendiri. Sebab itulah diperlukan analisis keruangan dalam rangka mengkaji gejala-gejala yang mill dalam rlmng (space). Space terdiri dari: (1) physical space dan (2) social space. Dalam hal mengkaji perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan yang ada dalam ruang dengan segala obyeknya merupakan tugas geografi.
Pekerja Anak di Kota dan Permasalahannya Budijanto Budijanto
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (1998)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v5i1.1991

Abstract

Masalah pekerja anak merupakan masalah yang kompleks. Masalah yang dihadapi oleh pekerja anak adalah jam kerja yang panjang, upah kerja yang rendah dan pekerjaan yang berbahaya. Oleh karena itu pekerja anak perlu adanya perlindungan hukum dengan melaksanakan Peraturan MENAKER Nomer: Ol/MEN 1987 tentang pekerja anak dan Konvensi ILO No. 138/1973 tentang batasan usia pekerja anak.
CHARACTERISTICS OF DESASTER PRE LIMINARY RE-SEARCH IN DEVELOPING LEARNING MODEL OF ENVIRON-MENT EDUCATION BASED ON THE DISASTER IN EFFORD TO GROW AN CULTURAL ANTICIPATORY Ach. Amirudin; Budi Handoyo; Hadi Soekamto
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.75 KB) | DOI: 10.17977/pg.v20i1.5012

Abstract

Abstract: East Java is one of the region which have a potentialnatural disaster. There are fourpotentialdisastersoccurredinthe region, namelyfloods, landslides, volcanic eruptions, and earthquakes. The disasterproved tohave a negative impacton people's lives. The impact ofthe disasteris due toa lack ofanticipationforcommunities to disastersthatoccurin thereenvironment. To preventlong-term impact, environmental Education(EE) has astrategic roletoempowerstudents tohaveanticipatoryculture. This study is a preliminary research which aims to identify thecharacteristics of thedisaster which occurredinEast Java and conditions of disaster education at school. Object of the study is floods of the Konto river and landslides at Pujon district and the Kelud eruption at Pandansari Ngantang. This research uses descriptive analysis by reducing data, looking for determinant variables, and takes a conclusion. The research results show the natural disaster in research consists of flooding, landslide, and eruption. Floods and landslides occur on rainy season around December-January. Catastrophic floods caused by heavy rainfall and deforestation. While, the eruption depends on each mountain. The cause of disaster is material of eruption. Status of environment education at school is diverse, there is a region by mandatory local content-based with monolithic approach, and there is also region by elective with integrative approach. Load of the EE subjects is 2 credits, while the school is not compulsory be integrated to the main subject. In this study also be foud tha teachers do not have a EE model for anticipate natural disaster.Keywords: disaster characteristic, Environment education, Cultureanticipatory
Profil Kependudukan Indonesia Era 1990-an: Suatu Tinjauan Demografis Budijanto Budijanto
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (1995)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v2i2.1857

Abstract

Permasalahan penduduk di Indonesia terjadi sebagai akibat situasi demografis sebelum tabun 1970-an. Permasalahan pen­duduk di Indonesia terutama menyangkut dengan jumlah penduduk yang besar nomor 5 di dunia. Tingkat fertilitas yang tinggi, pertumbuban penduduk yang cepat dengan struktur muda, dan persebaran penduduk yang tidak merata.

Page 9 of 10 | Total Record : 93