cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Pendidikan Geografi (Berkala)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 93 Documents
Regionalisasi dan Pola Penyebaran Tumbuhan Berdaun Lebar Hijau Sepanjang Tahun di Muka Bumi Achmad Fatchan
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 4, No 2 (1997)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v4i2.1954

Abstract

Dunia tumbuhan selalu mengalami proses perubahan, perkembangan dan penyebaran. Perubahan, perkembangan dan penyebaran tumbuhan di muka bumi ini "seirama" dengan perubahan dan perkembangan faktor intern dan ekstern. Faktor-faktor biologik sebagai faktor dalam (intern) meliputi perkawinan silang, mutasi, dan modiftkasi genetika dari tumbuhan tersebut Faktor geograftk sebagai faktor loaf (ekstern) meliputi perubahan iklim, tanah, aktivitas vulkan, dan kerak bumi. Secara garis besar penyebaran tumbuhan di muka bumi ini dapat digoloogkan menjadi 8 kelompok yaitu berdaun lebar hijau sepanjang tahun, berdaun lebar disertai masa gugur daun, berdaun jarum hijau sepanjang tahun, rerumputan, bangsa lumut, campuran tumbuhan berdaun lebar dan jarum hijau sepanjang tahun. berdaun jarum mengalami musim gugur, dan campuran tumbuhan berdaun lebar hijau sepanjang tahun dan masa gugur daun.
Persepsi Petani Tentang Pemanfaatan Lahan Pekarangan Sebagai Tambahan Pendapatan Keluarga di Dusun Dermo Kecamatan Dau Kabupaten Malang I Nyoman Ruja
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 7, No 1 (2000)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v7i1.2048

Abstract

Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui: (1) Tingkat pemanfaatan lahan pekarangan sebagai tambahan pendapatan keluarga; (2) Seberapa besar tingkat pendapatan keluarga berpengaruh terhadap tingkat pemanfaatan lahan pekarangan sebagai tambahan pendapatan keluarga; (3) Seberapa besar tingkat persepsi kepala keluarga tentang pemanfaatan lahan pekarangan berpengaruh terhadap tingkat pemanfaatan lahan pekarangan sebagai tambahan pendapatan keluarga; dan (4) Seberapa besar luas lahan pekarangan yang dimiliki berpengaruh terhadap tingkat pemanfaatannya sebagai altematif tambahan pendapatan keluarga. Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah semua kepala keluarga yang memiliki mata pencaharian sebagai petani yang bertempat tinggal di Dusun Dermo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Besamya sampel yang diambil ditetapkan sebanyak 100 kepala keluarga. Penentuan sampel responden dilakukan dengan teknik "Random Sampling". Sesuai dengan tujuan dan hipotesis, maka analisis data yang digunakan adalah Statistik Deskriptif untuk masing-masing ubahan, analisis Korelasi, dan Koefisien Determinasi.Tingkat pemanfaatan lahan pekarangan sebagai altematif tambahan pendapatan keluarga masih relatif rendah yaitu hanya 7 responden. (7 %) dari 100 responden yang tergolong tinggi, 55 responden (55 %)tergolong sedang, dan sebanyak 38 responden (38 %) tergolong rendah. Antara tingkat pendapatan keluarga dengan tingkat pemanfaatan lahan pekarangan sebagai altematif tambahan pendapatan keluarga tidak memiliki hubungan yang signifikan yaitu rh = 0,1545 rt = 0,195.Terdapat hubungan yang signiflkan antara tingkat persepsi kepala keluarga tentang pemanfaatan lahan pekarangan dengan tingkat pemanfaatan lahan pekarangan, pada taraf signifikansi 0,05 didapatkan rh = rt = 0,195. Nilai koefisien korelasi antara luas pemilikan lahan pekarangan dengan tingkat pemanfaatan lahan pekarangan sebesar rh = -0,2620 rt = 0, I 95, berarti terdapat hubungan yang signifikan. Kontribusi yang terbesar untuk tercapainya tingkat pemanfaatan lahan pekarangan yang tinggi diberikan oleh variabel luas pemilikan lahan pekarangan, yaitu sebesar 0,068644, kontribusi kedua adalah variabel tingkat persepsi kepala keluarga terhadap pemanfaatan lahanan pekarangan sebesar 0,04605316, dan kontribusi terkecil adalah variabel tingkat pendapatan keluarga yaitu sebesar 0,02387025.
Hubungan Antara Sarana Transportasi Dan Pola Perjalanan Wisatawan Dengan Pencemaran Lingkungan Daerah Wisata Pantai Malang Selatan I Kemang Astina
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (1997)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v4i1.1927

Abstract

Pantai Malang selatan merupakan salah satu kawasan wisata bahari yang sedang dikembangkan oleh pemerintah daerah kabupaten Malang. Salah satu dampak negatif dari kegiatan pariwisata adalah pencemaran lingkungan fisik berupa sampah. Sampah dihasilkan dalam kegiatan wisata terutama dari kemasan makanan dan minuman. Pembangunan sektor pariwisata "peka" terhadap pencemaran lingkungan; tetapi kegiatan pariwisata merupakan pencemar yang cukup tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara jenis sarana transportasi dan pola perjalanan wisatawan dengan pencemaran lingkungan daerah tujuan wisata. Berdasarkan data yang dikumpulkan diperoleb hasil: terdapat hubungan yang signiflkan antara jenis sarana transportasi dan pola perjalanan dengan pencemaran daerah wisata.
Peranan Perangkat Desa dalam Peningkatan Kualitas Data Registrasi Penduduk Singgih Susilo
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (1998)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v5i2.2025

Abstract

 Perangkat desa merupakan ujung tombak paling bawah dalam proses Registrasi Penduduk secara teoritis dari segi kelengkapan data registrasi mempunyai kelebihan dibanding sumber data sensus maupun survey, karena kemungkinan tercecernya pencatatan peritiwa-peristiwa kependudukan sangat kecil, disamping pelaksanaannya yang secara kontinyu dan terus-menerus. Untuk itu peningkatan SDM perangkat desa sangat diperlukan dalam rangka peningkatan Kualitas Data Registrasi Penduduk.
TANGGAPAN MASYARAKAT PANTAI LICIN SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA DI DESA LEBAKHARJO KECAMATAN AMPELGADING, MALANG Dicky Arinta; I Komang Astina; Johanis Paulin Buranda
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 21, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.678 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v21i2.5901

Abstract

Abstrak: Sektor pariwisata Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu andalan untuk meningkatkan perekonomian. Provinsi Jawa Timur mulai mencoba memperkenalkan progam Visit East Java untuk memperkenalkan objek wisata yang berada di Jawa Timur. Kabupaten Malang merupakan salah satu kabupaten yang mengikuti program Visit East. Pantai Licin termasuk dalam kategori pantai yang akan dikembangkan oleh pemerintah kabupaten. Penelitian ini bermanfaat untuk (1) informasi untuk mendukung perencanaan pengembangan objek wisata Pantai Licin (2) informasi tentang adanya potensi pantai yang belum dikembangkan dan diharapkan adanya partisipasi masyarakat dalam mendukung pengembangan objek wisata Pantai Licin. Jenis penelitian ini adalah survei. Subyek penelitian ini adalah masyarakat Pantai Licin. Data tanggapan digunakan untuk mengetahui kesiapan masyarakat apabila Pantai Licin dijadikan sebagai objek wisata. Populasi penelitian sebanyak 30 orang. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, yaitu scoring dan tabulasi. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kondisi non-fisik yang meliputi tanggapan masyarakat tergolong setuju apabila Pantai Licin dijadikan sebagai objek wisata.Kata Kunci: Tanggapan, Pantai Licin.
Pengajaran "Social Studies" di Australia - Sebuah Ikhtisar Cheppy Hllricllhyon
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (1996)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v3i1.1887

Abstract

Studi Masyarakat dan Lingkungan (istilah yang digunakan untuk menyebut "Social Studies"nya Australia), agaknya sudah diakui sebagai bidang studi yang menempati posisi strategis dnfam praksis pendidikan di Australia. Yang demikian ini numpak. misalnya, dari kebijakan pemerintah Australia--melalui sebuah koluborasi nasional yang dibentuk oleh The Australiun Education C()uncil-yang merekomendasikan pengembangan kurikulum bidang studi tersebut bersama dengan kurikulum bidang studi lain, seperti Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Teknologi, Pendidikan Kesebatan dan Olahraga. Seni, dan bahasa-bahasa lain di luar bahasa Inggris. .Wacana berikut, meski secara singkat, akan mencoba memperkenalkan beberapa segi dari Studi Masyarakat din Lingkungan tersebut yang barangkali bisa dipakai sebagai bahan perbandingan dalam mengembangkan desain Ilmu Pengetahuan Sosial di Indonesia. Mated bahasan mengacu kepada basil perbincangan dengan Dr. Marry F.Sanders (pakar Social Studies dan University of Tasmania yang dalam tahun-tahun terakhir ini mengetuai proyek kerjasama antara institusinya dengan FPIPS IKIP MALANG) dan dua dokumen resmi dan The Austral.ian Education Council, yaitu A _.tateme1lt 011 studies of society al/d el/virol/mellt for Australiall schools. dan Studies of society alld em'irol/mellt, a curriculuin profile for Allstralia/I schools.
Pertumbuhan Permukiman Baru di Kotamadya Malang Dilihat dari Lokasinya Terhadap Jalan Kolektor, Pusat Kota, dan Kemiringan Lahan Rudi Hartono
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (1998)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v5i1.1988

Abstract

Sebagai akibat dari pembangunan, saat ini per­tumbuhan pemukiman baru di Kotamadya Malang banyak mengubah lahan subur menjadi kawasan pemukiman sehingga lahan di sekitar jalur jalan raya (arteri) umumnya menjadi incaran para investor untuk dikembangkan menjadi kawasan permukiman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemiringan lahan dan jalur jalan kolektor serta jalan arteri terhadap pertumbuhan permukiman baru di Kotamadya Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah membandingkan peta kelas kemiringan lereng, peta jaringan jalan, dan peta penyebaran permukiman baru di Kotamadya Malang pada skala yang sama. Sampel penelitian adalah permukiman baru yang ada di Kotamadya Malang dan penentuannya dilakukan secara area sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permukiman baru di Kotamadya Malang yang menempati kawasan topografi miring (lereng kelas ll) seluas 150,14 hektar atau sekitar 55,75 %; lereng berbukit (lereng kelas N) seluas 32,81 hektar atau 12.18 %, paling sempit di antara kelas lereng yang ada. Jarak terjauh permukiman baru terhadap jalan kolektor adalah 1,5 kilometer, sedangkan jarak terdekat adalah 0,1 kilometer, yaitu permukiman Bukit Hijau Permai. Adapun jarak rata-rata permukiman baru terhadap jalan kolektor terdekat ialah 0,57 kilometer. Dari analisis peta diketahui bahwa kawasan yang kepadatan jalannya rendah jarang dijumpai permukiman baru, tetapi tersedianya jalan, walaupun kondisinya jelek akan mendorong dibangun permukiman.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARYA ILMIAH GEOGRAFI SISWA SMA Arif Baidowi; Sumarmi Sumarmi; Ach. Amirudin
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.003 KB) | DOI: 10.17977/pg.v20i1.5011

Abstract

Abstract: The aim of this researchis to examine the effect of project-based learning model toward the writing ability of geography scientific papers on senior high school students.The subjects of the research are students of class XI IPS SMAN 1 Campurdarat consists of two classes. The both class are class XI IPS 1 as the control class and XI IPS 2 as experimentclass.The instrument is used to measure the ability to write scientific papers geography using the rubric of scientific papersassessment. Results were analyzed using independent samples t test with SPSS 20.0 for Windows.The results showed an average gain score of writing ability of geography scientific papers for experiment class is higher than the control class. The results of independent samples t test analysis showed that the project-based learning model significantly affect toward the writing ability of geography scientific papers on senior high school students.Keywords: Project-Based Learning, Writing Ability of  Geography Scientific  Papers
Kontribusi Geografi Ekonomi dalam Konteks Pengembangan Konsep Sektor Informal Salladien Salladien
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (1995)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v2i2.1856

Abstract

Kemungkinan dualisme ekonomi yang tampak menonjol di negara-negara dunia ketiga akan lenyap secara berangsur-angsur selaras dengan kemajuan industrialisasi.
ANALISIS DAERAH RAWAN LONGSOR UNTUK PENATAAN PENGGUNAAN LAHAN Syamsul Bachri
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 16, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.434 KB) | DOI: 10.17977/pg.v16i1.5542

Abstract

Abstrak: Longsor merupakan bencana yang sering terjadi di Indonesia terutama pada wilayah-wilayah yang mempunyai curah hujan tinggi dan kondisi lereng yang kurang stabil. Pemetaan daerah rawan terhadap bencana merupakan hal yang mutlak dilakukan dalam pengelolaan suatu wilayah di daerah bencana. Pembuatan peta zone rawan longsor dalam penelitian ini merupakan langkah awal dalam rangka penataan penggunaan lahan di Kecamatan Kaligesing. Kombinasi Sistem Informasi Geografi (SIG) dan Analisis Hierarki Proses (AHP) merupakan teknik yang digunakan dalam pemetaan. Faktor-faktor seperti bentuklahan, tekstur tanah, batuan, relief/lereng, dan penggunaan lahan menjadi faktor pertimbangan dalam penentuan daerah rawan longsor. Hasil dari pemetaan divalidasi dengan distribusi kejadian longsor di daerah penelitian Penataan penggunaan lahan diperoleh dari hasil analisis kombinasi peta daerah rawan longsor dan kemampuan lahan. Hasil penelitian menunjukan lebih dari 40% wilayah Kecamatan Kaligesing merupakan daerah rawan longsordengan kategori sedang, 30.05% merupakan daerah rawan dengan kategori sangat rawan dan hanya 20.78 % dengan kategori kurang rawan. Kemampuan lahan di Kecamatan Kaligesing bervariasi antara kelas II- VIII. Daerah kerawanan tinggi dengan kelas kemampuan lahan Vw, VIIe dan VIIIghanya dapat dipergunakan untuk wilayah hutan, penggembalaan, tempat rekreasi dan tempat hidup satwa liar. Daerah tingkat kerawanan sedang dengan kelas kemampuan III l dan IVw dapat digunakan untuk perkebunan dan pertanian dengan konservasi lahan yang intensif. Daerah kerawanan rendah dengan kelas kemampuan lahan IIw dan IVw dapat digunakan untuk wilyah pertanian dan permukiman dengan syarat-syarat tertentu.Kata kunci : Longsor, SIG, AHP, kemampuan lahan, tata guna lahan, Kaligesing

Page 7 of 10 | Total Record : 93