cover
Contact Name
Dita Arccinirmala
Contact Email
dorotea.arccinirmala@kalbe.co.id
Phone
+6281905203065
Journal Mail Official
CDK@kalbe.co.id
Editorial Address
Redaksi CDK Gedung Kalbe, gedung 2 lantai 2 Jl. Letjen Suprapto Kav. 4. Cempaka Putih - Jakarta 10510
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Cermin Dunia Kedokteran
Published by PT. Kalbe Farma Tbk.
ISSN : 0125913X     EISSN : 25032720     DOI : 10.55175
Core Subject : Health,
Cermin Dunia Kedokteran (CDK) is a Medical Journal published since 1974 and affiliated with PT Kalbe Farma Tbk. CDK is intended to help accommodate scientific publications and help increase and disseminate knowledge related to the development of medical science, pharmacy, and public health. CDK covers the disciplines of medicine, pharmacy, and health with several types of articles, namely: 1. Research 2. Literature review 3. Case report 4. Evidence-based case report (EBCR), systematic review 5. Other scientific articles Based on the SK Kemendikbudristek Nomor 152/E/KPT/2023, CDK has obtained Rank 4 (SINTA 4) for Scientific Journals.
Articles 1,276 Documents
Hubungan Pengetahuan dan Sikap tentang Malaria dengan Perilaku Pencegahan pada Kehamilan pada Ibu Hamil di Desa Muara Siberut dan Desa Maillepet, Mentawai, Indonesia Kezia Christy; Tommy Nugroho Tanumihardja; Yvonne Suzy Handayani
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46 No 5 (2019): Pediatri
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i5.465

Abstract

Pendahuluan: Mentawai merupakan daerah dengan angka malaria terbesar di Sumatera Barat, namun masih sedikit penelitian mengenai pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan malaria terutama pada ibu hamil sebagai kelompok masyarakat berisiko tinggi. Metode: Penelitian analitik dengan desain penelitian cross-sectional pada ibu hamil di Desa Muara Siberut dan Desa Maillepet, Mentawai, Sumatera Barat. Pengambilan data dengan wawancara responden dari rumah ke rumah menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji Chi square dan Fisher dengan Interval Kepercayaan 95% dan nilai kemaknaan p<0,05 menggunakan program SPSS 15.0 for Windows. Hasil: Dari 36 responden, 22 responden (61,1%) memiliki pengetahuan baik, 24 responden (66,7%) memiliki sikap positif, 27 responden (75%) tidak memiliki perilaku pencegahan. Tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan perilaku (p=0,062) dan sikap dengan perilaku (p=0,706). Terdapat hubungan bermakna antara usia (p=0,020), jarak fasilitas kesehatan (p=0,020), dan peran tokoh panutan (p=0,001) terhadap perilaku pencegahan malaria terutama pada ibu hamil. Simpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan perilaku dan sikap dengan perilaku mengenai pencegahan malaria terutama pada ibu hamil. Terdapat hubungan bermakna antara usia, jarak fasilitas kesehatan, dan peran tokoh panutan terhadap perilaku pencegahan malaria terutama pada ibu hamil. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai metode efektif penyampaian informasi untuk masyarakat Mentawai serta pengaruh faktor budaya pada perilaku pencegahan malaria terutama pada ibu hamil. Introduction: Mentawai is a region with the most frequent cases of malaria in West Sumatera. There are still few research on knowledge, attitude and practice, especially about malaria in pregnancy as a high-risk group. Methods: An analytic study with a cross-sectional approach on pregnant women in Muara Siberut and Maillepet Village. Data were collected by house to house interview on respondents using questionnaires. Data were analyzed with chi square and Fisher method with 95% Confidence Interval and significance value of p<0.05. Results: Total respondents are 36 pregnant women, 22 (61.1%) have a good knowledge, 24 (66.7%) have a positive attitude, 27 respondents (75%) don’t have a preventive health practice. There were no significant relationship between knowledge and practice (p=0.062) on malaria prevention during pregnancy, no significant relationship between attitude and behavior of malaria prevention during pregnancy (p=0.706). There were significant relationships between age (p=0.020), distance of health clinic (p=0.020), and role of community leaders (p=0.001) towards practice on malaria prevention during pregnancy. Conclusion: No significant relationship between knowledge and practice on malaria prevention during pregnancy, also no significant relationship between attitude and practice on malaria in pregnancy.
Infeksi Human Immunodeciency Virus (HIV) dalam Kehamilan Hartanto; Marianto
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46 No 5 (2019): Pediatri
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i5.466

Abstract

Infeksi HIV selama masa kehamilan dapat menyebabkan transmisi vertikal dari ibu ke anak baik dalam masa kehamilan maupun saat proses persalinan. Beberapa strategi telah dikembangkan untuk menurunkan transmisi vertikal berupa edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan infeksi dengan penggunaan kondom, skrining HIV universal, tatalaksana menggunakan ARV, PrEP (Pre-Exposure Prophylaxis), serta deteksi dini dan tatalaksana infeksi HIV pada ibu hamil. Pemilihan jenis persalinan pada wanita hamil dengan HIV sangat bergantung pada viral load pada saat usia kehamilan sudah aterm. Tatalaksana ARV pada ibu hamil tetap dilakukan demi menekan risiko transmisi. Pemberian ASI pada dasarnya dikontraindikasikan. Profilaksis ARV diberikan kepada bayi. HIV infection in pregnancy can transmit vertically from mother to child whether in utero or in delivery process. Several strategies have been implemented to reduce HIV vertical transmission, such as sexual health education, condom usage, universal HIV screening, management of HIV using ARV, PrEP, early detection, and ARV therapy during pregnancy. Delivery in pregnancy with HIV infection can be done vaginally if patient’s viral load is low or abdominally to reduce the risk of vertical transmission. ARV prophylaxis is given to babies born from mother with HIV and breastfeeding is basically contraindicated.
Diagnosis dan Tatalaksana Sindrom Brugada Herick Alvenus Willim; Infan Ketaren
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46 No 5 (2019): Pediatri
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i5.467

Abstract

Sindrom Brugada (SB) adalah abnormalitas listrik jantung bawaan yang langka. SB merupakan salah satu penyebab utama kematian mendadak pada usia muda tanpa penyakit jantung organik. SB dapat bersifat asimptomatik ataupun simptomatik. Beberapa pasien dapat mengalami sinkop, bahkan aritmia yang mengancam nyawa seperti fibrilasi ventrikel. EKG menjadi kunci utama diagnosis SB. Diperlukan stratifikasi risiko dan strategi lanjutan untuk mencegah henti jantung mendadak. Brugada syndrome (BS) is a rare inherited abnormality of heart electrical activity. BS is one of the leading causes of sudden cardiac death among youth without underlying organic heart disease. BS can be asymptomatic or symptomatic. Some patients may experience syncope, even lifethreatening arrhythmia such as ventricular fibrillation. ECG test is the main key of diagnosis. Risk stratification and further strategies are needed to prevent sudden cardiac death.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Penderita Kusta di Puskesmas Pasir Panjang dan Puskesmas Alak di Kota Kupang, Indonesia Marvin Giantoro
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46 No 5 (2019): Pediatri
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i5.468

Abstract

Kota Kupang merupakan daerah endemis kusta. Faktor–faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan minum obat di Puskesmas Kota Kupang perlu diteliti guna meningkatkan kepatuhan minum obat dalam pemberantasan penyakit kusta. Penelitian ini bersifat observasi analitik dengan desain potong lintang; dilakukan di Puskesmas Pasir Panjang dan Puskesmas Alak di Kota Kupang dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Didapatkan dua variabel bebas yang paling berhubungan dengan tingkat kepatuhan minum obat, yaitu pengetahuan (nilai p = 0,000) dan persepsi (nilai p = 0,001). Variabel bebas yang tidak berhubungan dengan tingkat kepatuhan minum obat responden adalah jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, jarak akses, biaya akses, cara akses, dan dukungan keluarga (nilai p > 0,005). Kupang City is an endemic area of leprosy. Factors that influence the medication compliance at the Health Center in Kupang City need to be studied to help implement the leprosy eradication. This cross sectional research is analytic observational, conducted at Pasir Panjang Health Center and Alak Health Center in Kupang City by data collecting using questionnaires. The two independent variables most related to compliance were knowledge (p value = 0,000) and perception (p value = 0,001). The independent variables not related to compliance are gender, age, education, occupation, income, access distance, access fees, access methods, and family support (p value> 0.005).
Colon Interposition for Esophagus and Pyloric Antrum Strictures Caused by Caustic Agent Ingestion Andry Irawan; Abdul Mughni Rozi
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46 No 5 (2019): Pediatri
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i5.469

Abstract

Swallowing irritating agent can cause chemical burn, which can develop complications such as stricture. Correctional procedures may cause further tissue damage with additional loss of function. Colon interposition is a therapeutic option for severe stricture cases. Menelan agen iritatif mengandung bahan kimia seperti asam atau basa dapat menyebabkan luka bakar kimiawi, pada beberapa kasus menyebabkan komplikasi striktur ringan hingga berat. Beberapa prosedur koreksi esofagus dapat menyebabkan kerusakan jaringan lebih lanjut dengan kehilangan fungsi. Interposisi colon merupakan pilihan terapi kasus striktur berat.
Keratoakantoma Regio Gluteal Anggana Raka Paramitasari; Ferry Arrochman; Susanti Rosmala Dewi; Ance Imelda Betaubun; Dendy Zulkar; Endra Yustin Ellista Sari
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46 No 5 (2019): Pediatri
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i5.470

Abstract

Keratoakantoma (KA) adalah neoplasma jinak sel skuamosa yang jarang berkembang menjadi karsinoma dan bermetastasis. Keratoakantoma sering dijumpai pada daerah terpapar sinar matahari dan secara klinis sulit dibedakan dari karsinoma sel skuamosa (KSS). Walaupun jarang, KA dapat muncul di tempat yang tidak terpapar matahari. Kasus seorang wanita 59 tahun dengan benjolan di bokong sejak 15 tahun yang makin membesar. Pasien pernah dioperasi namun lesi muncul kembali. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan tumor soliter regio gluteal 2 x 2,5 x 0,5 cm sewarna kulit terfiksir, bagian inti berbentuk seperti kawah dengan tepi berbatas tegas. Dermoskopi menunjukkan gambaran massa keratin hitam kekuningan di tengah lesi, dengan zona berwarna keputihan dan struktur vaskuler berbentuk hairpin di sekitar lesi. Pemeriksaan histopatologi menunjukkan tumpukan massa keratin dan nekrotik yang mengarah ke diagnosis KA. Pasien diterapi dengan eksisi luas. Keratoacanthoma (KA) is a benign neoplasm usually found in sun-exposed body surface. It is rarely developed into metastatic carcinoma, but difficult to be distinguished with squamous cell carcinoma (SCC). Previous surgery, obesity, and scratching lead to chronic trauma in gluteal region can be rare risk factors. The case is a 59 year-old woman with tumour in buttock area for 15 years. The tumour was previously removed but reccurent. Physical examination shows fixed solitary tumor 2 x 2,5 x 0,5 cm, with central yellowish and hyperpigmentation mass. Dermoscopic examination reveals yellowish and black mass in the centre, whitish halo and hairpin vascular pattern around the lesion. Histopathologic examination results keratin mass in the epidermis consistent to KA. This patient was treated with wide excision
Mean Platelet Volume sebagai Faktor Prognostik Sepsis pada Anak Ria Puspitasari; Rina C. Saragih; Munar Lubis
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46 No 5 (2019): Pediatri
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i5.471

Abstract

Sepsis adalah kondisi klinis disfungsi organ yang berpotensi mengancam nyawa. Skor Pediatric Logistic Organ Dysfunction 2 (PELOD-2) sering digunakan untuk memprediksi kematian pasien sepsis. Sebagian besar penelitian menemukan adanya peningkatan nilai MPV pada pasien sepsis, baik neonatus maupun dewasa. Nilai MPV dapat dijadikan salah satu parameter untuk menilai prognosis pasien sepsis. Sepsis is a clinical condition of organ dysfunction that potentially life-threatening. Pediatric Logistic Organ Dysfunction 2 (PELOD-2) is used to predict mortality in patients with sepsis. Many studies found increased MPV value in sepsis (neonates and adults). MPV can become a prognostic parameter in sepsis
Nutrisi Agresif untuk Neonatus Kurang Bulan Nikmah Febriyanti Marito Lubis; Bugis Mardina Lubis; Guslihan Dasa Tjipta; Pertin Sianturi; Beby Syoani Hasibuan; Syamsidah Lubis; Fera Wahyuni
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46 No 5 (2019): Pediatri
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i5.472

Abstract

Banyak neonatus kurang bulan yang mengalami gagal tumbuh setelah lahir, salah satunya akibat nutrisi tidak adekuat. Pemberian nutrisi agresif mulai dikembangkan untuk mengatasi hal tersebut dengan pemberian nutrisi secara enteral atau parenteral segera setelah lahir. Praktik tersebut terbukti dapat memperbaiki tumbuh kembang neonatus kurang bulan dengan efek samping tidak signifikan. Many preterm newborns suffer from antenatal growth deprivation, which may be caused by inadequate nutritional intake. Aggressive nutritional support by administering enteral or parenteral nutrition immediately after birth is developed to treat the condition. This practice may improve growth and development of preterm newborns with insignificant adverse events.
Obstetric Antiphospholipid Syndrome: Etiologi Keguguran Berulang yang Sulit Dikenali Jonathan Kevin Djuanda
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46 No 5 (2019): Pediatri
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i5.473

Abstract

Keguguran atau abortus merupakan masalah yang dialami ibu hamil trimester pertama. Penyebabnya bervariasi dari kelainan kromosom hingga penyakit kronis ibu hamil. Obstetric antiphospholipid syndrome (OAS) merupakan penyakit autoimun yang dapat muncul dalam kehamilan, menyebabkan keguguran berulang sehingga menimbulkan beban medis, sosial, dan finansial yang besar. Pada kasus OAS murni tidak ada gejala lain; oleh karena itu, penting untuk dikenali. Miscarriage or abortion is a complication in the first trimester pregnancy. The causes vary from chromosomal abnormalities to chronic diseases of pregnant women. Obstetric antiphospholipid syndrome (OAS) is an autoimmune disease that can happen in pregnancy, causing recurrent miscarriages resulting medical, social, and financial burdens. A pure OAS yields no other sign and symptoms aside from pregnancy complications such as recurrent miscarriage; it’s important to be recognized and managed.
Grape Seed Effects on Blood Pressure and Plasma Lipid Level Daniela Angeline; Michelle Martina
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46 No 5 (2019): Pediatri
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i5.474

Abstract

Grape seed is known for its antioxidative and anti-inflammatory properties. This paper discuss its benefits on human, such as reducing blood pressure and plasma lipid level, therefore reducing atherosclerosis risk and subsequently prevent cardiovascular diseases. Biji anggur dikenal karena efek antioksidatif dan anti-inflamasi. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan komponen dalam biji anggur dan manfaatnya bagi manusia, seperti efek menurunkan tekanan darah dan kadar lipid plasma, sehingga dapat mengurangi risiko aterosklerosis dan dapat mencegah penyakit kardiovaskuler.

Page 42 of 128 | Total Record : 1276


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 52 No 12 (2025): Kedokteran Umum Vol 52 No 11 (2025): Penyakit Dalam Vol 52 No 10 (2025): Kedokteran Umum Vol 52 No 9 (2025): Pediatri Vol 52 No 8 (2025): Penyakit Dalam Vol 52 No 7 (2025): Kedokteran Umum Vol 52 No 6 (2025): Kesehatan Jiwa Vol 52 No 5 (2025): Kardiologi Vol 52 No 4 (2025): Kedokteran Umum Vol 52 No 3 (2025): Oftalmologi dan Dermatologi Vol 52 No 2 (2025): Pediatri Vol 52 No 1 (2025): Obstetri & Ginekologi Vol 51 No 12 (2024): Kedokteran Umum Vol 51 No 11 (2024): Kedokteran Umum Vol 51 No 10 (2024): Infeksi Vol 51 No 9 (2024): Kedokteran Umum Vol 51 No 8 (2024): Penyakit Dalam Vol 51 No 7 (2024): Kedokteran Umum Vol 51 No 6 (2024): Cardiology Vol 51 No 5 (2024): Kedokteran Umum Vol 51 No 4 (2024): Oftalmologi Vol 51 No 3 (2024): Neurologi Vol 51 No 2 (2024): Dermatologi Vol 51 No 1 (2024): Kedokteran Umum Vol 50 No 12 (2023): Penyakit Dalam Vol 50 No 11 (2023): Pediatri Vol 50 No 10 (2023): Kedokteran Umum Vol 50 No 9 (2023): Penyakit Dalam Vol 50 No 8 (2023): Dermatiologi Vol 50 No 7 (2023): Kardiovaskular Vol 50 No 6 (2023): Edisi CME Vol 50 No 5 (2023): Kedokteran Umum Vol 50 No 4 (2023): Anak Vol 50 No 3 (2023): Kardiologi Vol 50 No 2 (2023): Penyakit Dalam Vol 50 No 1 (2023): Oftalmologi Vol 49 No 12 (2022): Dermatologi Vol 49 No 11 (2022): Neurologi Vol 49 No 10 (2022): Oftalmologi Vol 49 No 9 (2022): Neurologi Vol 49 No 8 (2022): Dermatologi Vol 49 No 7 (2022): Nutrisi - Vitamin D Vol 49 No 6 (2022): Nutrisi Vol 49 No 5 (2022): Neuro-Kardiovaskular Vol 49 No 4 (2022): Penyakit Dalam Vol 49 No 3 (2022): Neurologi Vol 49 No 2 (2022): Infeksi Vol 49 No 1 (2022): Bedah Vol 48 No 11 (2021): Penyakit Dalam - COVID-19 Vol 48 No 1 (2021): Infeksi COVID-19 Vol 48 No 10 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 4 Vol 48 No 8 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 3 Vol 48 No 5 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 2 Vol 48 No 2 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 1 Vol 48 No 12 (2021): Penyakit Dalam Vol 48 No 9 (2021): Neurologi Vol 48 No 7 (2021): Infeksi Vol 48 No 6 (2021): Kardiologi Vol 48 No 4 (2021): Dermatologi Vol 48 No 3 (2021): Obstetri - Ginekologi Vol 47 No 10 (2020): Dermatologi Vol 47 No 9 (2020): Infeksi Vol 47 No 8 (2020): Oftalmologi Vol 47 No 7 (2020): Neurologi Vol 47 No 6 (2020): Kardiologi & Pediatri Vol 47 No 5 (2020): Bedah Vol 47 No 4 (2020): Interna Vol 47 No 3 (2020): Dermatologi Vol 47 No 2 (2020): Infeksi Vol 47 No 1 (2020): Bedah Vol 46 No 7 (2019): Continuing Medical Education - 2 Vol 46 No 12 (2019): Kardiovakular Vol 46 No 11 (2019): Pediatri Vol 46 No 10 (2019): Farmakologi - Continuing Professional Development Vol 46 No 9 (2019): Neurologi Vol 46 No 8 (2019): Pediatri Vol 46 No 6 (2019): Endokrinologi Vol 46 No 5 (2019): Pediatri Vol 46 No 4 (2019): Dermatologi Vol 46 No 3 (2019): Nutrisi Vol 46 No 2 (2019): Interna Vol 46 No 1 (2019): Obstetri-Ginekologi Vol 45 No 12 (2018): Interna Vol 45 No 11 (2018): Neurologi Vol 45 No 10 (2018): Muskuloskeletal Vol 45 No 9 (2018): Infeksi Vol 45 No 8 (2018): Dermatologi Vol 45 No 7 (2018): Onkologi Vol 45 No 6 (2018): Interna Vol 45 No 5 (2018): Nutrisi Vol 45 No 4 (2018): Neurologi Vol 45 No 3 (2018): Muskuloskeletal Vol 45 No 2 (2018): Urologi Vol 45 No 1 (2018): Dermatologi More Issue