cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2021)" : 234 Documents clear
Penilaian Liveable Settlement di Permukiman Pesisir Kabupaten Banyuwangi Della Kusumaning Putri; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.65422

Abstract

Banyuwangi merupakan kabupaten yang berada di pesisir timur Pulau Jawa. Sehingga, 10 dari 25 wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuwangi terletak di kawasan pesisir, salah satunya Kecamatan Muncar. Kawasan pesisir Kecamatan Muncar khususnya Dusun Kalimati yang berada di Desa Kedungrejo telah ditetapkan sebagai kawasan permukiman kumuh prioritas pertama Kabupaten Banyuwangi menurut Surat Keputusan Bupati tahun 2018 dan RP2KPKP tahun 2020. Namun, seiring banyaknya program permukiman kumuh yang telah digalakkan, status permukiman kumuh Desa Kedungrejo berganti menjadi permukiman tidak kumuh yang dikeluarkan melalui Surat Keputusan Bupati tahun 2021. Perubahan kualifikasi tersebut menjadi dasar bagi peneliti untuk menilai apakah kondisi eksisting permukiman pesisir Dusun Kalimati Desa Kedungrejo sudah sesuai dengan konsep liveable settlement yang menjadi visi RP2KPKP Kabupaten Banyuwangi. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni metode pengumpulan data primer melalui penyebaran kuesioner dan observasi. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dengan output berupa persentase kondisi eksisting masing-masing sub variabel liveable settlement. Proses penilaian menggunakan 35 sub variabel liveable settlement yang dikelompokkan dalam 2 kategori, yakni sub variabel bersifat personal dan sub variabel bersifat publik. Hasil penelitian menujukkan bahwa dari 12 sub variabel personal, 2 diantarnya memiliki persentase kategori rendah terbanyak yaitu sistem pengolahan air limbah dan pendapatan per bulan masyarakat. Sedangkan dari 23 sub variabel publik, 9 diantaranya memiliki persentase kategori rendah terbanyak antara lain lebar jalan lingkungan, jenis drainase, ketersediaan proteksi kebakaran, jumlah RTH/taman publik, luas RTH/taman publik, radius jangkauan pelayanan SMP, ketersediaan angkutan umum, kegiatan sistem keamanan lingkungan, dan keaktifan organisasi nelayan.
Investigasi Karakteristik Demografi dan Perilaku Bepergian Wisatawan Domestik di Masa Pandemi COVID-19 Vilar Kusumo Adhi; Janti Gunawan; Nabila Silmina Hakim
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.65461

Abstract

Per Maret 2021, pandemi COVID-19 telah menyebabkan 118 juta korban. Sektor pariwisata global merupakan salah satu sektor yang paling terdampak dari pandemi COVID-19. Situasi serupa terjadi di Indonesia. Wisatawan asing dan wisatawan domestik memiliki kontribusi terhadap sektor pariwisata, namun dalam situasi pandemi COVID-19 ini, wisatawan domestik memainkan peran penting untuk memulihkan ekonomi dan lapangan kerja. Manfaat penelitian ini untuk memberikan rekomendasi strategi marketing bagi para pemangku kepentingan sektor pariwisata berupaya memulihkan industri pariwisata secara aman dan berkelanjutan serta rekomendasi bagi konsumen dalam bepergian di masa pandemi COVID-19. Kuesioner disebarkan secara online dan dengan jumlah responden sebanyak 316. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas wisatawan mahasiswa atau pelajar berwisata dengan frekuensi tiga kali pada libur pendek atau cuti, berwisata dengan alasan ingin relaksasi, menggunakan kendaraan pribadi, berwisata bersama keluarga, menyediakan anggaran, dan sering mengunjungi wisata alam selama masa pandemi COVID-19.
Rekayasa Nilai pada Proyek Grand Kamala Lagoon Tower Victoria Bekasi Muhamad Faisal Jabbar; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.65552

Abstract

Kota Bekasi memiliki kebutuhan yang tinggi akan tempat tinggal sehingga PT. PP Properti membangun kawasan apartemen dengan nama Grand Kamala Lagoon. Ada 2 tower yang sedang dibangun, yaitu Tower Isabela dan Victoria. Tower Isabela diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan biaya sebesar Rp. 14.500.000 per meter persegi. Tower Victoria diperuntukkan bagi masyarakat middle class dan memiliki spesifikasi yang menunjang hal tersebut dengan biaya sebesar Rp. 20.300.000 per meter persegi. Tower Victoria memiliki biaya yang lebih tinggi karena memiliki spesifikasi yang lebih tinggi. Meskipun begitu, perlu dilakukan analisis Rekayasa Nilai untuk mengetahui adakah alternatif yang memenuhi fungsi yang dibutuhkan namun dengan biaya yang lebih hemat. Dalam menjawab permasalahan tersebut, dilakukan beberapa tahapan kerja Rekayasa Nilai berdasarkan teori dell’isolla. Tahap pertama yaitu tahap informasi yang terdiri dari breakdwon cost model, analisis paretto, dan analisis fungsi sehingga didapatkan item-item pekerjaan yang akan dilakukan Rekayasa Nilai. Tahap kedua adalah tahap kreatif, yaitu pencarian alternatif terhadap item pekerjaan terpilih. Tahap ketiga yaitu tahap analisis, yang terdiri dari analisis life cycle cost dan analisis pemilihan alternatif untuk mendapatkan alternatif terbaik dari alternatif-alternatif yang telah ditemukan. Berdasarkan hasil dari breakdown cost model, analisis paretto, dan analisis fungsi, didapatkan item pekerjaan yang akan dilakukan Rekayasa Nilai adalah pekerjaan plat lantai dan pekerjaan dinding. Alternatif terbaik yang didapatkan untuk pekerjaan plat lantai adalah alternatif plat bondeks dengan penghematan sebesar Rp. 535.356.146,25 atau 3,86% dan untuk pekerjaan dinding adalah alternatif dinding batako dengan penghematan sebesar Rp 4.911.267.225,53 atau 24,14%.
Studi Perancangan Bangunan Tahan Gempa dan Tsunami di Kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat Patricia Mayang Putri; Faimun Faimun
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.65572

Abstract

Mataram sebagai salah satu kota di Indonesia tempat dua lempeng aktif dunia bertemu memiliki potensi gempa bumi tinggi yang menyebabkan tsunami terjadi. Berdasarkan data yang ada, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mengalami dua kali peristiwa gempa dengan diikuti datangnya tsunami, tepatnya pada tanggal 10 April 1815 dengan air laut naik setinggi 3,5 meter dan pada tanggal 19 Agustus 1977 dengan air laut naik setinggi 15 meter. Dimana bencana yang terjadi pada tanggal 19 Agustus 1977 tersebut memakan banyak korban, seperti 107 orang meninggal, 54 orang menghilang, 1125 orang terluka, serta total kerugian akibat kerusakan yang terjadi sebesar Rp 239.474.000,-. Kemudian berdasarkan peraturan yang ada, evakuasi penyelamatan terhadap bencana tersebut dapat dilakukan secara horizontal maupun vertikal. Dimana evakuasi vertikal merupakan suatu bentuk penyelamatan dalam waktu singkat tetapi belum banyak digunakan karena bangunan harus memenuhi kriteria bangunan evakuasi sesuai peraturan yang berlaku, seperti performance level bangunannya harus berada pada Immediate Occupancy yang didapatkan melalui analisa statik non-linear dengan menggunakan analisis pushover. Kemudian dari analisa yang telah dilakukan diperoleh hasil, yaitu: tebal pelat lantai atap 12 cm, tebal pelat lantai 15 cm, dimensi BA 250x350, dimensi BI1 dan BI5 400x600, dimensi BI2 dan BI3 350x500, dimensi BI4 300x350, dimensi BI6 450x650, dimensi BI7 300x400, dimensi K1 1000x1000, dimensi K2 900x900, dimensi K3 800x800, tebal dinding geser 30 cm, diameter bored pile 80 cm dengan kedalama 20 m, dan dimensi sloof 300x400.
Internal Supply Chain Risk Management Using Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) and Value at Risk (VaR) (Case Study in PT Agro Muda Berkarya) Abdul Malik Sulaiman Said; Naning Aranti Wessiani
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.65607

Abstract

In the agricultural industry, the risk variability in the internal supply chain is very high which is influenced by various factors, namely humans, weather, nutrition, pests, and others. These risks must be mapped so that companies in the agricultural industry can avoid failed harvest, increase their productivity, and has the capability in producing quality crops. The high possibility of risk in the agricultural industry, especially in Indonesia, reducing the possibility of investment by private or foreign companies, this can be corrected by having a clear risk assessment in any agricultural commodity investment plans. The investment plan assessment is carried out in order to determine the probability of possible losses and profits. PT. Agro Muda Berkarya is a company engaged in the agricultural sector, producing and trading agricultural commodities on a national and international scale. This company, which is located in Bogor, generates its operational activities with an initial focus on food crop cultivation, PT. Agro Muda Berkarya started production with an initial capital of 5000m2 and produced ginger as main crop with luffa as the intercopping crop. In carrying out the planting process, PT Agro Muda Berkarya wants to know the risks that can arise and mitigation action throughout the internal supply chain and probability of return in the business investment. This business investment focuses on luffa and ginger plants. In this final project, identification and risk profiling was carried out using Failure Mode & Effect Analysis (FMEA) and Value at Risk (VaR) with the Monte Carlo Simulation methodology to determine the probability of losses and profits on investing in ginger and oyong as intercopping plant. Last, Return on Investment (ROI) were calculated in order to understand company business performace.
Strategi Peningkatan Pengelolaan Rusunawa Berdasarkan Kepuasan Penghuni di Kota Surabaya Firdia Alistanti; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.65710

Abstract

Program pembangunan Rusunawa dalam memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah sering tidak memberi dampak kepuasan. Ketidakpuasan penghuni terhadap persoalan kondisi Rusunawa dan kinerja pengelola Rusunawa dalam pemeliharaan, perbaikan, dan pemenuhan kebutuhan yang belum terpenuhi oleh harapan penghuni. Maka, tujuan dari penelitian ini adalah menyusun strategi peningkatan pengelolaan Rusunawa sebagai evaluasi untuk meningkatkan pengelolaan Rusunawa dan menyempurnakan atau melengkapi hunian. Penelitian ini menggunakan analisis delphi untuk menentukan kriteria kepuasan penghuni Rusunawa. Importance Performance Analysis (IPA) untuk menilai kepuasan penghuni berdasarkan tipologi rusunawa di Kota Surabaya. Analisis deskriptif untuk merumuskan strategi peningkatkan Pengelolaan Rusunawa di Kota Surabaya berdasarkan aspek-aspek yang diprioritaskan. Dari hasil penelitian terdapat 4 kriteria yang berada di prioritas utama dan 5 strategi peningkatan pengelolaan pada tipologi Rusunawa penataan permukiman kumuh. Sedangkan pada tipologi Rusunawa pekerja terdapat 3 kriteria prioritas utama dan 4 strategi peningkatan pengelolaannya.
Kriteria Pemilihan Lokasi Hunian Vertikal Berdasarkan Preferensi Generasi Milenial di Jakarta Barat Al Lailatul Qodriyah; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.65926

Abstract

Kebutuhan terhadap hunian bagi generasi milenial di Jakarta Barat semakin meningkat setiap tahunnya. Di sisi lain, besarnya permintaan terhadap hunian oleh generasi milenial di Jakarta Barat tidak sejalan dengan data okupansi hunian vertikal yang cenderung menurun. Keadaan tersebut disebabkan karena dalam penyediaan apartemen belum dipahami preferensi lokasi hunian vertikal yang dibutuhkan generasi milenial. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan prioritas kriteria lokasi hunian vertikal generasi milenial. Penelitian ini menggunakan tiga teknik analisis, yang pertama adalah analisis statistic deskriptif melalui uji statistic. Teknik analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik generasi milenial yang mempengaruhi preferensi dalam memilih hunian. Selanjutnya, dilakukan Teknik analisis Analytic Network Process (ANP) yang bertujuan untuk menganalisis preferensi prioritas kriteria lokasi hunian vertikal generasi milenial berdasarkan karakteristiknya. Analisis selanjutnya adalah analisis deskriptif untuk menginterpretasikan data serta memberikan kesimpulan terhadap penelitian sehingga dapat mencapai tujuan penelitian yaitu merumuskan prioritas kriteria lokasi hunian vertikal generasi milenial. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa karakteristik generasi milenial yang berbeda-beda dan menghasilkan prioritas yang berbeda-beda. Prioritas Kriteria pada fase early adulthood usia 20-24 tahun adalah Aksesibilitas, Keamanan dan Kenyamanan, Prasarana, Sarana, dan Tata Ruang. Pada usia 25-29 tahun kriteria prioritas pemilihan lokasi hunian vertikal adalah Tata Ruang, Aksesibilitas, Sarana, Prasarana, Keamanan dan Kenyamanan. Pada usia 30-34 tahun adalah Aksesibilitas, Keamanan dan Kenyamanan, Sarana, Prasarana, Tata Ruang. Sedangkan pada fase Midlife usia 35-40 tahun, kriteria prioritas adalah Aksesibilitas, Tata Ruang, Keamanan dan kenyamanan, Prasaran, dan Sarana.
Perumusan Kriteria Prioritas Livability Desa Nglanggeran Sebagai Desa Wisata Aisha Maharani Puspita; Ema Umilia
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.66119

Abstract

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Tahun 2018, Indonesia memiliki jumlah desa wisata sebanyak 1.734 dari total 83.931 desa. Desa wisata merupakan tren pengembangan alternatif desa pada satu dasawarsa terakhir karena memiliki daya pikat yang baik. Salah satu desa wisata yang saat ini berkembang pesat yaitu Desa Nglanggeran Kabupaten Gunung Kidul. Desa Nglanggeran memiliki objek wisata berupa Gunung Api Purba Nglanggeran yang merupakan salah sati situs Geopark Gunung Sewu dan ditetapkan UNESCO sebagai Global Geopark. Desa Nglanggeran dulunya merupakan kantong kemiskinan di Kabupaten Gunung Kidul. Berubahnya identitas desa menjadi desa wisata membuat desa banyak dikunjungi para wisatawan domestik maupun mancanegara. Hal tersebut memberikan dampak positif yaitu meningkatkan ekonomi masyarakat dan pendapatan asli daerah (PAD) juga membuka peluang kerja di bidang pariwisata. Namun di sisi lain juga menimbulkan dampak negatif terutama pada lingkungan dan sosial masyarakat. Permasalahan yang muncul akibat intervensi dari kegiatan pariwisata di Desa Nglanggeran membuktikan bahwa terjadi penurunan kelayakhunian desa. Oleh karena itu, penelitian ini ingin merumuskan kriteria prioritas penilaian livability Desa Nglanggeran sebagai desa wisata. Penelitian ini menggunakan analisis Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode primer berupa wawancara dengan stakeholder dan metode sekunder berupa survei instansi dan studi literatur. Dari penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa terdapat 7 kriteria dan 24 sub kriteria penilaian livability prioritas Desa Nglanggeran dengan bobot kriteria tertinggi yaitu keberadaan utilitas dan bobot sub kriteria tertinggi yaitu kelayakhunian lingkungan.
Identifikasi Karakteristik Kegiatan Ekowisata Mangrove Wonorejo di Masa Pandemi COVID-19 Ilham Mochammad; Ema Umilia
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.67679

Abstract

Sejak awal Maret 2020 Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) menyebar dan membuat pandemi di Kota Surabaya membuat dibuatnya pembatasan pergerakan ruang masyarakat. Masyarakat tertekan karena bahaya COVID-19 dan dibatasinya ruang gerak karenanya, untuk mengatasinya masyarakat tetap perlu adanya pariwisata salah satunya pariwisata bertipe alam di tengah hiruk pikuk kota sebesar Kota Surabaya, Ekowisata Mangrove Wonorejo menjadi salah satu pariwisata yang memfasilitasi masyarakat tentu dengan kontrolling jumlah wisatawan dan penerapan protokol kesehatan (protokol CHSE) yang ketat di setiap kegiatan ekowisata. Tetapi apakah kegiatan Ekowisata Mangrove Wonorejo sudah sesuai dengan protokol CHSE, maka perlu mengidentifikasi karakteristik kegiatan Ekowisata Mangrove Wonorejo di masa pandemi COVID-19. Untuk menjalankan tujuan tersebut penelitian ini dilakukan 2 tahap analisis yaitu menentukan faktor daya tarik wisata yang berpengaruh dalam Mangrove Wonorejo di masa pandemi dengan metode analisis delphi. Tahap kedua yaitu mengidentifikasi karakteristik faktor daya tarik wisata yang berpengaruh dalam Ekowisata Mangrove Wonorejo di masa pandemi dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat 9 indikator yang berpengaruh yaitu daya tarik wisata, sarana, prasarana, aksesibilitas, kelembagaan, partisipasi masyarakat, promosi, edukasi dan lingkungan dengan 23 variabel yang menerapkan protokol CHSE didalamnya akhirnya membuat 86 karakteristik kegiatan Ekowisata Mangrove Wonorejo di masa pandemi COVID-19.
Prioritas Pengembangan Potensi Ekonomi Subsektor Tanaman Pangan di Kabupaten Tulungagung Bagian Selatan Alvynia Vinthesa Fahmi; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.76624

Abstract

Terdapat kekayaan sumber daya alam yang dimiliki wilayah selatan Jawa Timur, namun belum bisa tergarap secara optimal karena aksesibilitas yang terbatas. Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) Jawa Timur merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi disparitas yang terjadi pada wilayah utara-selatan provinsi tersebut. Salah satu wilayah yang dilewati oleh infrastruktur ini adalah Kabupaten Tulungagung yang merupakan salah satu dari lima kabupaten andalan lumbung pangan Provinsi Jawa Timur. Dengan dibangunnya JLS akan membuka akses wilayah-wilayah yang dilewatinya dan berdampak pada pengembangan wilayah tersebut. Namun, upaya pembangunan tidak hanya berhenti di penyediaan infrastruktur saja. Oleh karena itu, diperlukan identifikasi komoditas unggulan prioritas guna mengoptimalkan pembangunan ekonomi wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekonomi pada subsektor tanaman pangan dalam skala komoditas yang terdapat di daerah pembangunan JLS di Kabupaten Tulungagung, yakni Kecamatan Besuki, Tanggunggunung, Kalidawir, dan Pucanglaban, serta menentukan prioritas dan arahan pengembangan guna mengoptimalkan tujuan dari pembangunan. Terdapat tiga tahapan untuk mencapai tujuan tersebut, tahap 1 yaitu menentukan bobot dari kriteria-kriteria pengembangan ekonomi wilayah dengan analisis AHP, selanjutnya tahap 2 adalah menetapkan prioritas pengembangan potensi ekonomi wilayah dengan analisis TOPSIS, dan tahap 3 merumuskan arahan pengembangan prioritas potensi ekonomi wilayah dengan analisis Triangulasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa jagung merupakan komoditas unggulan prioritas pengembangan dalam subsektor tanaman pangan di Kabupaten Tulungagung bagian selatan. Selanjutnya perlu adanya bantuan kepada petani untuk penggunaan benih berlabel, bermutu, dan berkualitas dalam meningkatkan produksi komoditas jagung.