cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2018)" : 132 Documents clear
Alternatif Pemanfaatan Penyandang Disabilitas bagi Kegiatan Pertanian di Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo Rezza Perdana Al Hanif; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.735 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34894

Abstract

Desa Sidoharjo termasuk desa yang memiliki fenomena yang cukup langka di dalam kehidupan pada umumnya. Sekitar 3,3 % dari total penduduk atau 210 orang merupakan penyandang disabilitas terdapat di desa tersebut dengan kondisi serta permasalahan yang beragam. Pertanian menjadi sektor dominan yang diusahakan di Desa Sidoharjo, namun penyandang disabilitas masih sangat sedikit yang diberdayakan. Pertanian selama ini juga masih belum dapat mengakomodasi secara utuh segala potensi dari penyandang disabilitas di Desa Sidoharjo. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan alternatif pemanfaatan penyandang disabilitas bagi kegiatan pertanian di Desa Sidoharjo. Dalam penelitian ini digunakan berbagai tinjauan teori yang berkaitan dengan pertanian, kegiatan-kegiatan pertanian, dan penyandang disabilitas. Sedangkan untuk mencapai tujuan penelitian, dilakukan tiga tahapan analisa yaitu mengidentifikasi potensi pertanian di Desa Sidoharjo menggunakan analisis content, menganalisa kemampuan dan kebutuhan penyandang disabilitas dalam sektor pertanian di Desa Sidoharjo menggunakan analisis content, dan menentukan alternatif pemanfaatan penyandang disabilitas bagi kegiatan pertanian di Desa Sidoharjo menggunakan analisis triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian, alternatif pemanfaatan penyandang disabilitas antara lain: membentuk jaringan kerja untuk penyandang disabilitas, melakukan habilitasi dan rehabilitasi kepada penyandang disabilitas, melakukan resosialisasi kepada masyarakat, dan pemberian pembinaan dan pelatihan kepada penyandang disabilitas dalam bidang pertanian.
Pengaruh Pergeseran Waktu Perjalanan Terhadap Tingkat Pelayanan Jalan di Koridor Jalan By Pass Ngurah Rai Jimbaran, Bali Dian Khairul Lubis; Siti Nurlaela
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.052 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.35059

Abstract

Koridor Jalan By Pass Ngurah Rai adalah koridor utama penghubung kawasan Bali Selatan dengan wilayah Denpasar dan sekitarnya. Kemacetan yang terjadi di koridor ini sudah sangat krusial dan dapat mengganggu aktivitas perekonomian Bali Selatan. Dengan mayoritas penggunaan lahan adalah perdagangan dan jasa, pergerakan di koridor jalan By Pass Ngurah Rai Jimbaran memicu bangkitan yang cukup besar dari pelaku pergerakan rutin ke kawasan tersebut Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pergeseran waktu perjalanan terhadap tingkat pelayanan jalan di koridor jalan By Pass Ngurah Rai Jimbaran. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa pelaku perjalanan didominasi oleh pelaku perjalanan dengan tujuan ke perdagangan dan jasa dengan maksud perjalanan adalah untuk bekerja. Moda kendaraan yang banyak digunakan adalah sepeda motor. Alternatif skenario TDM yang dapat diterapkan untuk koridor Jalan By Pass Ngurah Rai bervariasi untuk setiap penggunaan lahannya. Berdasarkan hasil analisis regresi, diketahui bahwa hanya penggunaan lahan fasilitas pendidikan dan perdagangan dan jasa saja yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pelayanan jalan. Setelah itu dilakukan pengestimasian besar volume setelah penerapan skenario TDM yaitu flexible time, staggered shift, pembatasan waktu berkendara, compressed week, dan pembatasan aktivitas bongkar muat, dan penyimulasian perubahan besar volume dan perubahan derajat kejenuhan akibat penerapan skenario TDM tersebut. Dari hasil simulasi tersebut, penerapan skenario TDM di kedua penggunaan lahan tersebut memberikan dampak yang bervariasi terhadap tingkat penggunaan lahan.
Pemodelan Pertumbuhan Lahan Terbangun Sebagai Upaya Prediksi Perubahan Lahan Pertanian di Kabupaten Karanganyar Rivan Aji Wahyu Dyan Syafitri; Cahyono Susetyo
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1539.713 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.36453

Abstract

Perubahan lahan pertanian telah menjadi fenomena akan dampak dari perkembangan penduduk. Di Kabupaten Karanganyar hingga tahun 2016 pertumbuhan penduduk mencapai 0,9% per tahun. Secara fisik konversi lahan pertanian yang terjadi dipengaruhi olah adanya perkembangan industri dan permukiman, dilalui jalan nasional dan dampak sprawl dari Kota Surakarta. Hal tersebut mengakibatkan tingginya perkembangan lahan terbangun sementara luas lahan yang tersedia relatif tetap. Menimbangan dari perubahan lahan yang terus berkembang maka diperlukan pemodelan spasial perubahan lahan berbasis prediksi guna meminimalisir dampak pada masa yang akan datang. Sehingga dalam penelitian ini akan membahas pemodelan pertumbuhan lahan terbangun sebagai upaya prediksi perubahan lahan pertanian di Kabupaten Karanganyar. Melalui teknik AHP (Analytical Hierarchy Process) dapat diketahui variabel yang berpengaruh terhadap alih fungsi lahan pertanian. Kemudian ditransformasi melalui simulasi dengan pendekatan Cellular Automata dapat diketahui prediksi perubahan lahan pertanian. Hasil penelitian menunjukkan prediksi perubahan lahan pertanian di Kabupaten Karanganyar hingga tahun 2038 seluas 2369.69 Ha, dengan pola pertumbuhan lahan terbangun yang cenderung pada kawasan perkotaan Kabupaten Karanganyar.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ukuran Urban Compactness di Kota Tangerang Selatan Fara Zalsabilla; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.837 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.37019

Abstract

Compact city adalah suatu konsep perkotaan yang mengakomodasi kepadatan yang tinggi, penggunaan campuran, efisiensi sistem transportasi umum, dan upaya mendorong masyarakat untuk berjalan kaki dan bersepeda. Kota Tangerang Selatan merupakan kota Satelit baru dari Megapolitan Jabodetabek yang sudah menunjukan indikasi kekompakan ruang serta mendukung konsep perencanaan kota secara kompak. Namun, kekompakan ruang di Kota Tangerang Selatan belum optimal seiring dengan belum meratanya pembangunan pada tiap kecamatan dan tingginya arus komuter ke ibu kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi urban compactness di Kota Tangerang Selatan. Dalam mengidentifikasi faktor-faktor tersebut digunakan dua tahapan analisis, yaitu identifikasi karakteristik kekompakan ruang Kota Tangerang Selatan dengen metode deskriptif kuantitatif dan dilanjutkan dengan analisis regresi linier berganda untuk menentukan faktor-faktor kekompakan ruang di Kota Tangerang Selatan. Hasil dari penelitian ini didapatkan empat faktor yang mempengaruhi ukuran urban compactness Kota Tangerang Selatan secara kuantitatif, yaitu kepadatan penduduk, kepadatan lahan terbangun, kepadatan permukiman serta tingkat penggunaan kendaraan umum. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk merumuskan skenario serta kebijakan perencanaan kota Tangerang Selatan yang lebih compact.
Arahan Penataan Kawasan Permukiman Kumuh di Kelurahan Kuin Utara Kota Banjarmasin sebagai Upaya Pembentukan Identitas Kawasan Muhammad Ahrishar; Haryo Sulistyarso
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.742 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.36424

Abstract

Fenomena kumuh yang terdapat di Kelurahan Kuin Utara sesuai dengan adanya penetapan SK Walikota Banjarmasin No. 460 Tahun 2015 menjadikan kawasan yang merupakan cikal bakal pertumbuhan Kota Banjarmasin ini mulai kehilangan jati dirinya. Hal ini cukup memprihatinkan mengingat Kampung Kuin merupakan kawasan tradisional yang masih terdapat bentuk kehidupan budaya sungai yang masih dijalankan oleh masyarakat setempat. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka pada kawasan permukiman di Kelurahan Kuin Utara yang umumnya didominasi oleh permukiman tepi sungai perlu diketahui faktor apa saja yang menjadi penyebab kumuh ditinjau dari karakteristik ruang kawasan permukimannya dalam permasalahan pudarnya estetika kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan penataan kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Kuin Utara sebagaimana berupaya memberikan karakter khusus terhadap potensi yang dimiliki kawasan ini sehingga akan membentuk kawasan yang beridentitas. Adapun beberapa tahapan analisa yang dilakukan yaitu penentuan faktor yang berpengaruh dalam permasalahan permukiman kumuh serta faktor yang dapat membentuk citra kawasan melalui analisis Delphi, kemudian identifikasi dan analisis kondisi eksisting untuk mengetahui permasalahan dan potensi yang dimiliki kawasan, dan merumuskan arahan penataan secara deksriptif kualitatif. Dari hasil analisa, terdapat empat faktor yang mempengaruhi permasalahan permukiman kumuh dan pembentukan citra kawasan. Arahan penataan kawasan yang telah dirumuskan secara umum meliputi perbaikan dan peremajaan fisik bangunan yang berorientasi terhadap sungai, peningkatan kualitas lingkungan permukiman tepi sungai, dan pengembangan sarana prasarana kawasan yang dapat menunjang perkembangan kawasan sebagai kampung wisata.
Pengaruh Implementasi Variabel Crime Prevention Through Enviromental Design Terhadap Persepsi Rasa Aman Penghuni Perumahan Wisma Permai Timur Surabaya Bayu Putra Munggaran; Ardy Mulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.496 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.36504

Abstract

Permukiman dan kriminalitas menjadi hal yang penting untuk diteliti karena perumahan sebagai tempat tinggal bagi masyarakat, menyimpan potensi menjadi ruang yang tidak aman (dari kriminalitas),dan hal ini menjadi isu terutama di kota-kota besar,baik itu di Indonesia maupun di luar Indonesia. Perumahan Wisma Permai Timur sebagai salah satu perumahan yang menerapkan Konsep Crime Prevention Through Enviromental Design atau CPTED, lalu apakah dengan penerapan CPTED ini akan mempengaruhi persepsi rasa aman penghuninya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana hubungan yang terbentuk antara rasa aman dan penerapan variabel CPTED. Dalam penelitian ini Metodologi yang digunakan dalam penelitian adalah metode campuran dengan pendekatan rasionalitstik, , pertama adalah melakukan pengamatan di lapangan untuk mengidentifikasi apa yang sudah diterapkan di perumahan khususnya dalam koridor CPTED. Langkah selanjutnya adalah menentukan tingkat penerapan variabel CPTED dan selanjutnya akan dicari hubungan atau keterkaitannya melalui uji korelasi, dan regresi linear berganda. Berdasarkan serangkaian analisis didapatkan bahwa terdapat hubungan antara variabel CPTED yang diterapkan di perumahan wisma permai timur. Yang pada akhirnya merujuk pada suatu rekomendasi dimana variabel penguatan teritori adalah yang paling mempengaruhi, sehingga aspek penguatan identitas baik dari elemen fisik maupun non fisik adalah yang paling mempengaruhi rasa aman penghuni perumahan wisma permai timur
Strategi Pengembangan Industri Tenun Endek melalui Pendekatan One Village One Product di Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem I Gede Made Ramadiartha; Ketut Dewi Martha Erli
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.502 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.36796

Abstract

Karangasem merupakan Kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Bali. Sidemen merupakan salah satu Kecamatan di Kebupaten Karangasem yang memiliki potensi Industri Tenun Endek. Adanya industri Tenun Endek dapat menyerap tenaga kerja lokal. Industri Tenun Endek merupakan produk khas daerah yang dapat menjadi potensi ekonomi wilayah. namun industri Tenun Endek memiliki masalah dalam pengembangannya dari segi bahan baku, proses produksi, manajemen penjualan dan pengrajin. Industri Tenun Endek terkonsentrasi di Kecamatan Sidemen oleh karena itu perlunya dilakukan studi pengembangan industri Tenun Endek melalui pendekatan One Village One Product. Dengan mingkatkan daya saing produk industri Tenun Endek sebagai industri dengan ciri khas daerah. Penelitian ini memiliki tiga tahapan yaitu mengidentifikasi karakteristik industri tenun endek dengan analisis kuantitatif deskriptif, menganalisis faktor-faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi perkembangan industri endek di Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem dengan analisis stakeholder, analisis likert dan analisis SWOT kemudian merumuskan strategi pengembangan industri tenun endek dengan menggunakan analisis delphi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa strategi yang sesuai dengan kondisi industri Tenun Endek berada pada kuadran satu adalah  growth strategy pada matriks SWOT sehingga mampu memaksimalkan kekuatan internal untuk mengembangkan peluang yang ada. Strategi dirumuskan menjadi delapan strategi utama dan lima strategi pendukung untuk pengembangan Industri Tenun Endek di Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem. Strategi utama dalam  pengembangan industri tenun endek berfokus kepada peningkatan kualitas produksi dan manajemen pemasaran produk yang lebih luas untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Analisis Pengelasan SMAW pada Baja ASTM A36 dengan Variasi Elektroda Terhadap Sifat Mekanik dan Ketahanan Biokorosi di Lingkungan Laut Muhammad Sultanul Azdkar; Herman Pratikno; Harmin Sulistiyaning Titah
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.984 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.32118

Abstract

Pembangunan atau rekayasa industri maritim khususnya pembuatan bangunan lepas pantai pada saat ini sebagian besar menggunakan teknik pengelasan logam. Sambungan las pada material baja tidak lepas dengan yang namanya korosi. Korosi dapat menyebabkan menurunnya kekuatan material dan kerusakan pada kontruksi. Korosi adalah penurunan mutu logam yang disebabkan oleh reaksi elektrokimia antara logam dengan lingkungan sekitarnya. Salah satu penyebab terjadinya korosi adalah bakteri. Bakteri hidup di lingkungan laut secara luas pada habitatnya dan membentuk koloni lalu menempel pada permukaan logam dalam bentuk lapisan tipis. Penelitian ini merupakan eksperimen laju korosi terhadap sambungan las tipe SMAW pada baja ASTM A36 dengan variasi elektroda. Varias elektroda yang dipilih adalah AWS E6010, AWS E6013, dan AWS E6019. Material sambungan las dikorosi menggunakan metode immersion corrosion test yaitu di rendam dengan menggunakan air laut buatan dengan salinitas 3,5% yang telah ditambahkan bakteri dan tanpa penambahan bakteri. Metode yang digunakan untuk mengambil data laju korosi sambungan las menggunakan metode weight loss. Laju korosi paling tinggi yaitu pada material sambungan las AWS E6019 dengan penambahan bakteri Thiobacillus ferrooxidans tertinggi sebesar 0,24886 mm/year, sedangkan laju korosi terendah pada jenis elektroda E6013 tanpa penambahan bakteri sebesar 0,19004 mm/year. Hal ini membuktikan bahwa penambahan bakteri dapat mempercepat laju korosi.
Desain Aquatic Weed and Trash Skimmer Boat dengan Sistem Penggerak Paddle Wheel di Sungai Kalimas Surabaya Arief Ega Pratama; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.139 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.32187

Abstract

Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia memiliki masalah yang cukup serius yaitu banjir setiap tahun yang disebabkan timbunan sampah dan tumbuhan air khususnya di sungai-sungai. Jurnal ini mempunyai tujuan untuk melakukan analisis secara teknis mengenai desain kapal yang cocok untuk karakteristik Sungai Kalimas itu sendiri. Dipilih lambung katamaran dengan conveyor dibagian haluan, buritan dan di ruang muat serta dilengkapi alat pemotong dibagian haluan dikarenakan katamaran memiliki geladak yang luas sehingga dapat mengangkut muatan lebih banyak. Selain itu kapal pembersih ini dirancang dengan sistem penggerak paddle wheel agar dapat bermanuver pada perairan yang cukup dangkal tanpa harus takut terhambat sampah maupun tumbuhan air sehingga cocok untuk kondisi Sungai Kalimas Surabaya. Proses desain kapal dilakukan dengan menentukan payload untuk mendapatkan ukuran utama kapal awal kemudian dilakukan proses optimasi dengan metode 256. Perhitungan teknis menggunakan rules untuk kapal katamaran dengan L < 50 m. Hasil perhitungan teknis diperoleh ukuran utama Kapal Aquatic Weed and Trash Skimmer sebesar Loa = 9.6 m,  Lwl = 9,2 m, B= 6 m, Boa = 8 m, B1 = 1.3 m T = 0.7 m, H = 1.7 m, ,Cb = 0,5 dan VS = 4 knots. Selanjutnya dari ukuran utama yang diperoleh dibuat Gambar Rencana Garis, Gambar Rencana Umum, dan Model 3D serta melakukan analisis biaya pembangunan.  
Analisis Fatigue Life Pada Konversi LCT Menggunakan Metode Spectral Fatigue Raja Andhika Rizki Ramadhani; Mohammad Nurul Misbah; Septia Hardy Sujiatanti
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34419

Abstract

Kapal yang beroperasi di Indonesia tentunya sangat beragam, salah satunya yaitu landing craft tank atau LCT. Kapal tersebut LCT banyak yang telah dikonversi menjadi kapal penumpang yang beroperasi pada Selat Bali. Kapal tersebut beroperasi dan mengalami beban berulang. Beban berulang tersebut merupakan momen lengkung vertikal dan horizontal yang beroperasi acak terhadap gelombang yang terjadi. Beban lengkung tersebut akan mengakibatkan suatu bagian konstruksi mendapatkan beban lelah atau fatigue. Karena beban berulang tersebut terus terjadi dan akan membahayakan keselamatan kapal, maka diperlukan perhitungan fatigue. Tujuan dari penelitian ini ialah memprediksi umur struktur kapal. Terdapat banyak metode perhitungan fatigue yang salah satunya yaitu dengan metode spectral fatigue. Analisis kapasitas lelah dengan spectral fatigue menggunakan variasi sudut hadap, kasus pembebanan, dan spektrum gelombang pada tiap sea state. Penggunaan software elemen hingga untuk membantu mendapatkan tujuan dengan skenario variasi yang telah disebutkan. Software yang digunakan yaitu software yang menganalisis respon gerak dan beban kapal terhadap variasi dengan bentuk elemen surface. Dari software tersebut akan didapatkan tegangan yang terjadi yang nantinya akan digunakan pendekatan statistik dalam ruang frekuensi untuk menghitung kapasitas lelah. Hasil analisis menunjukkan tegangan terbesar terjadi pada sudut hadap 135° atau quartering sea. Akibat tegangan tersebut didapatkan umur lelah dari masing-masing kasus pembebanan yaitu 20,13 tahun dan 31,30 tahun secara beruturut-turut untuk muatan penuh dan muatan kosong. Sehingga, umur lelah kombinasi tegangan yaitu 28,83 tahun. Dari penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa umur struktur dari kapal tersebut yaitu 28 tahun dan memenuhi kriteria yang ada dengan margin 8 tahun dari tahun desainnya yatu 20 tahun.

Page 7 of 14 | Total Record : 132