cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 63 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2019)" : 63 Documents clear
Analisa Pengaruh Karat Sand Blasting Terhadap Laju Korosi Pelat PontoonFloating Dock di Galangan Reparasi Kapal Taufik Hidayat; Triwilaswandio Wuruk Pribadi; Muhammad Sholikhan Arif
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (950.999 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42304

Abstract

Reparasi kapal di atas floating dock, dilakukan proses sand blasting untuk membersihkan lambung kapal dari karat. Karat dan pasir sand blasting menumpuk menjadi material deposit di atas permukaan pelat pontoon floating dock. Tumpukan karat dan pasir sand blasting tidak dibersihkan secara menyeluruh sehingga mempengaruhi mekanisme korosi pelat pontoon floating dock yang memicu terjadinya korosi di bawah lapisan karat dan pasir sand blasting atau lebih dikenal sebagai korosi bawah deposit. Untuk mengetahui pengaruh dari karat dan pasir sand blasting terhadap laju korosi pelat pontoon floating dock, dilakukan pengujian laju korosi menggunakan metode elektrokimia dengan teknik polarisasi dimana permukaan spesimen tertutupi oleh material deposit karat sand blasting di dalam larutan NaCl 3,5%. Variasi material deposit dalam  pengujian ditentukan berdasarkan data hasil observasi lapangan berupa variasi komposisi pasir sand blasting dan karat yaitu 80% : 20%, 70% : 30%, dan 60% : 40%. Variasi ketebalan material deposit yaitu tebal 2 cm, 4 cm, dan 6 cm. Variasi permukaan pelat yang tertutupi material deposit yaitu 100%, 50%, dan 30% permukaan dan pengujian tanpa material deposit sebagai benchmark. Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa spesimen dengan permukaan tertutupi material deposit karat sand blasting mempunyai laju korosi yang lebih cepat dari pada spesimen yang tidak tertutupi material deposit dan semakin tebal material deposit maka laju korosinya semakin cepat. Semakin besar diferensial aerasi antara permukaan yang tertutupi material deposit dan permukaan yang tidak tertutupi material deposit karat sand blasting maka nilai laju korosi semakin besar. Selain itu, semakin banyak kandungan karat didalam material deposit karat sand blasting maka laju korosinya semakin cepat. Korosi yang disebabkan oleh material deposit karat sand blasting mengakibatkan penurunan keuntungan yang diperoleh floating dock dimana keuntungan terendah yaitu sebesar Rp4.285.627.040,00. Sedangkan keuntungan yang diperoleh pada kondisi permukaan pontoon floating dock tidak tertutupi material deposit adalah sebesar Rp13.439.792.320,00.
Analisis dan Perencanaan Pengembangan Sistem Distribusi Air Terhadap Pertumbuhan Proyek Pembangunan Apartemen Di Zona 2 PDAM Kota Surabaya Nadia Nafisa; Wahyono Hadi
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.084 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.38702

Abstract

Pada tahun 2017, di Zona 2 distribusi PDAM Kota Surabaya dengan air yang di-supply dari IPAM Ngagel I, Ngagel III dan Karang Pilang III telah mampu melayani 97% kebutuhan air penduduk. Sesuai dengan RISPAM Tahun 2014-2035, per tahun 2018 sistem jaringan perpipaan yang ada diharapkan mampu melayani 100%. Permasalahan yang dialami PDAM Kota Surabaya ada pada jumlah penduduk yang terus bertambah dari tahun ke tahun, dibarengi dengan bermunculannya proyek pembangunan apartemen baru. Terdata sebanyak 41,57% pembangunan apartemen berada di Zona 2 dengan pertumbuhan 15.63% setiap tahunnya. Dibutuhkan analisis untuk mengetahui kondisi sistem distribusi eksisting dan merencanakan pengembangan untuk dapat melayani kebutuhan air penduduk. Metode yang digunakan dalam perhitungan dan perencanaan sesuai dengan kriteria perencanaan, RTRW Kota Surabaya dan RISPAM Tahun 2014-2035 yang dikeluarkan oleh PDAM Kota Surabaya. Analisis dan permodelan dilakukan menggunakan aplikasi WaterCAD. Hasil analisis menunjukkan bahwa kurangnya aliran air yang sampai ke sambungan rumah pelanggan disebabkan oleh kurangnya tekanan pada sistem dan tingginya unit headloss pada pipa. Mengantisipasi hal tersebut, dilakukan program pengembangan untuk jangka waktu sepuluh tahun dan terbagi dalam dua tahap, Tahap I (2018-2022) dan Tahap II (2023-2027). Pengembangan diasumsikan akan didukung dengan supply air tambahan dari proyek SPAM Umbulan, pemanfaatan kapasitas idle IPAM Karang Pilang III, serta proyek pembangunan reservoir baru Karang Pilang IV pada  tahun 2024. Perencanaan pengembangan meliputi penambahan pipa distribusi secara paralel pada ruas pipa dengan nilai headloss yang tinggi dan pemaksimalan booster pompa yang ada. Rencana anggaran biaya untuk pengembangan PDAM Kota Surabaya sebesar Rp. 18,337,431,999.
Perencanaan Struktur Bawah Dan Approach Jembatan Joyoboyo Surabaya, Jawa Timur Indra Giri Angga Kusuma; Yudhi Lastiasih; Putu Tantri Kumala Sari
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.417 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.38972

Abstract

emerintah Surabaya berencana membangun jembatan baru yang menghubungkan Jalan Raya Wonokromo ke bangunan Terminal Joyoboyo yang kelak akan berfungsi juga sebagai park and ride untuk angkutan masal cepat (trem). Jembatan baru yang direncanakan adalah Jembatan Joyoboyo. Jembatan Joyoboyo merupakan jembatan yang mempunyai dua jalur. Tiap jalur mempunyai 2 lajur dengan lebar lalu lintas 20 m yang terdiri dari lebar jalan 4 m dan bahu jalan 3 m pada tiap sisi. Jembatan ini dibangun diatas sungai Surabaya. Jembatan ini direncanakan memiliki panjang 130 meter dan menggunakan struktur utama berupa cable stay yang menumpu pada dua abutmen. Pada pangkal jembatan sisi kanan terdapat rencana oprit jembatan dengan timbunan tertinggi sebesar 3,5 meter. Jembatan ini dibangun di atas tanah dengan kedalaman tanah keras berada di kedalaman 16 m. Kondisi tanah dasar dilapangan sangat mempengaruhi daya dukung tanah untuk menerima beban sehingga pada perencanaan struktur bawah dan approach jembatan ini perlu adaanya perencanaan yang tepat untuk menentukan alternatif perencanaan yang efektif dan efisien. Makalah kali ini membahas tentang perencanaan struktur bawah meliputi perencanaan abutmen dan pondasi tiang pancang serta akan menganalisa 2 alternatif perencanaan perkuatan tanah yaitu penggunaan geotextile wall dan penggunaan geogrid kombinasi dengan keystone-wall. Kemudian dari hasil analisa perhitungan perencanaan dinding penahan tanah didapatkan hasil bahwa perencanaan oprit menggunakan alternatif pertama memerlukan biaya material total sebesar Rp 755.234.150,00 dan untuk alternatif kedua memerlukan biaya material total sebesar Rp 721.376.150,00. Untuk perencanaan abutment direncanakan abutment dengan tinggi 4 meter dan pilecap berukuran 6 meter x 20 meter dan ditopang oleh 30 buah pondasi tiang pancang, dimana pondasi tiang pancang yang digunakan berdiameter 50 cm sedalam 27 m.
Modifikasi Perencanaan Struktur Gedung Grand Dharmahusada Lagoon Menggunakan Struktur Komposit Baja Beton CFT dengan Sistem Rangka Bresing Eksentris Tipe Two-Story-X Braced Pelangi Shafira Maharani; Faimun Faimun
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.971 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42090

Abstract

Sistem rangka bresing merupakan salah satu pilihan untuk perencanaan gedung baja tahan gempa. Sistem tersebut adalah salah satu pilihan yang lebih mudah untuk diaplikasikan di Indonesia dikarenakan ketersediaan bahannya yang mudah didapat. Sistem rangka bresing eksentris merupakan modifikasi dari bresing konsentris, dimana bagian yang harus leleh adalah bagian link sehingga untuk memastikan terjadinya pelelehan pada bagian tersebut menjadi lebih mudah. Gedung Apartemen Grand Dharmahusada Lagoon akan direncanakan ulang dengan menggunakan struktur baja beton komposit Concrete-Filled Steel Tube atau CFT dengan sistem penahan lateral bresing eksentris atau eccentrically braced frames (EBF) dengan sistem yang memiliki ketinggian 20 lantai dan 1 basement. Konfigurasi yang digunakan adalah Two-Story-X-Braced. Perencanaan akan memenuhi persyaratan keamanan struktur berdasarkan 1729:2015, SNI 03-1729-2002, SNI 1726:2012, SNI 2847:2013, dan SNI 1727:2013. Dari hasil Analisa yang telah dilakukan diperoleh hasil yaitu: tebal pelat lantai dan atap dengan menggunakan bondek ialah 10 cm, dimensi balok induk WF 600×300×14×23, panjang elemen link 200 cm dengan dimensi WF 500×200×9×14, dimensi bresing WF 500×200×11×19, dimensi kolom CFT 700×700×40. Perencanaan bangunan bawah menggunakan dinding penahan dengan tipe cantilever wall beton dan pondasi menggunakan tiang pancang beton dengan diameter 80 cm dan kedalaman 28 meter. Dimensi sloof 30/40.
Perencanaan Tahapan Pekerjaan Pelapisan Ulang Perkerasan Landasan Pacu Yang Dipengaruhi Waktu Operasional Bandara (Studi Kasus: Bandar Udara Internasional Stefanus Stefanus; Ervina Ahyudanari
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.212 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.39064

Abstract

Bandar Udara Internasional Juanda atau secara internasional disebut Juanda International Airport (JIA) yang terletak di Surabaya memiliki tingkat frekuensi penerbangan yang sangat tinggi di Indonesia. Semakin tahun, jumlah pergerakan penumpang pada Bandar Udara Internasional Juanda akan semakin meingkat. Sangat ideal, apabila Bandar Udara dapat beroperasi 24 jam. Namun saat ini, bandara tersebut tidak beroperasi 24 jam dikarenakan pelaksanaan pekerjaan pelapisan ulang perkerasan. Pekerjaan pelapisan ulang tersebut direncanakan selama 36 bulan. Lama waktu pengerjaan ini menyebabkan operasional bandara terganggu karena adanya pengurangan jam operasional untuk pelaksanaan overlay. Waktu overlay selama 36 bulan tersebut perlu dikaji ulang untuk mengetahui apakah proses pekerjaan pelapisan ulang perkerasan pada Bandar udara Internasional Juanda memerlukan waktu selama itu atau mungkin lebih. Kajian dimulai dengan mendapatkan data perencanaan tahapan pekerjaan pelapisan ulang Bandar Udara Juanda.  Hasil total perhitungan pelapisan ulang kemudian diakumulasikan untuk mengetahui lama total pelaksanaan pekerjaan. Dari hasil analisis tugas akhir ini, didapAtkan bahwa saat ini sedang dilaksanakan pekerjaan weakspot dan pekerjaan pelapisan ulang pada bandar udara Juanda. Pada satu hari opening time, pekerjaan weakspot dapat dikerjakan seluas 11,7 x 18 meter. Produktivitas yang didapatkan untuk pekerjaan pelapisan ulang adalah 7,6, 5,8, dan 3,9 meter x 45 meter untuk masing-masing pekerjaan 5cm, 6cm, dan 7cm. Waktu total yang dibutuhkan untuk mengerjakan pekerjaan perbaikan weakspot adalah selama 145 hari, sedangkan untuk pekerjaan pelapisan ulang adalah 1100 hari.
Desain Konsep Solar Energy Assisted Water Bus Sebagai Sarana Transportasi Rute Marunda-Muara Baru, Jakarta I Wayan Suputra; Ahmad Nasirudin; Gita Marina Ahadyanti
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.016 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42077

Abstract

Kapal penumpang sebagai sarana antar jemput terjadwal bagi warga Marunda untuk menghindari kepadatan lalu lintas darat menuju Muara Baru Jakarta, menempuh jarak 10.26 mil dengan mengangkut rata-rata 20 penumpang per hari. Namun dengan penggerak kapal yang masih menggunakan BBM, pengoperasian kapal hingga akhir 2016 sempat mengalami kendala, karena telatnya pasokan BBM menyebabkan kapal penumpang berhenti beroperasi. Tugas Akhir ini bertujuan mendesain water bus sebagai kapal penumpang dengan pelayanan terjadwal, yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber energi untuk penggerak kapal agar mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan penggunaan BBM. Metode yang di gunakan dalam mendesain kapal ini yaitu metode trend curve approach. Ukuran utama kapal yang didapat adalah LOA = 9.71 m, B = 3.15 m, T = 0.56 m, H = 1.17 m, B1 = 1.06 m, Cb = 0.409, dan Vs = 11 knots dengan kapasitas jumlah penumpang 20 orang. Daya baterai sebesar 60 Kwh dan daya panel surya yang terpasang sebesar 3000 Wp.
Redesign Kerangka Box Body Mobil Pickup Multiguna Pedesaan Berbasis Metode Elemen Hingga Lina Damayanti; Julendra Bambang Ariatedja
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.034 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41560

Abstract

Mobil pickup multiguna pedesaan adalah sebuah mobil pickup yang digabungkan dengan box yang dapat dilepas atau pasang sesuai kebutuhan. Penggunaan box khususnya untuk kegiatan berniaga kurang maksimal, dengan ruang yang tidak terlalu besar membuat penjual membatasi barang yang akan dijajakan, sehingga perlu adanya redesign agar lebih fungsional untuk kegiatan berniaga. Selain itu massa total box yang masih dapat dikurangi dengan pemilihan material yang lebih ringan seperti polycarbonathe. Untuk melakukan redesign box mobil ini, pertama merancang box body dengan menggunakan software solid modeling. Selanjutnya adalah perhitungan beban yang meliputi beban akselerasi, pengereman dan belok. Simulasi dengan metode elemen hingga menggunakan software ANSYS 19.1 dilakukan kemudian. Pengujian ini diakhiri dengan memperoleh data hasil simulasi berupa tegangan von Mises, deformasi total dan safety factor, kemudian mengevaluasi hasil yang diperoleh. Hasil simulasi didapatkan penurunan massa box sebesar 8,65%. Saat mobil pickup multiguna pedesaan mengalami efek percepatan pada lintasan datar diperoleh nilai von Mises stress maksimum yang terjadi sebesar 87,346 MPa, nilai total deformation maksimum sebesar 5,35 mm dengan safety factor 3,034. Sebaliknya saat pengereman nilai von Mises stress maksimum yang terjadi sebesar 81,671 MPa, nilai total deformation maksimum sebesar 5,56 mm dengan safety factor 7,02. Saat melewati lintasan belok nilai von Mises stress maksimum yang terjadi sebesar 26,04 Mpa, nilai total deformation maksimum sebesar 1,63 mm dengan safety factor 3,28. Dari analisis dan verifikasi hasil uji terhadap persyaratan desain, box body memenuhi kelayakan keamanan.
Analisis Kelayakan Ekonomi dan Finansial Pembangunan Jalan Tol Pandaan - Malang Nur Fajar Aprilia Sari; Hera Widyastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.523 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41495

Abstract

Pembangunan Jalan Tol Pandaan – Malang memerlukan pertimbangan ekonomi dan finansial untuk menghindari adanya penanaman modal yang terlalu besar. Analisis kelayakan ini sangat penting bagi masyarakat pengguna jalan, pemerintah, dan investor. Pertimbangan ekonomi dibutuhkan untuk mengetahui manfaat dari adanya Jalan Tol Pandaan - Malang terhadap masyarakat sekitar, sedangkan pertimbangan finansial dibutuhkan sebagai acuan dalam investasi agar jalan tol ini merupakan perencanaan yang efisien. Oleh karena itu perlu dilaksanakan analisis kelayakan dari adanya Jalan Tol Pandaan – Malang agar mengetahui apakah jalan tol ini layak untuk dibangun. Pada studi ini, akan dianalisis kelayakan Jalan Tol Pandaan – Malang dengan merekapitulasi data-data volume kendaraan di jalan eksisting, yaitu jalan dari Kecamatan Pandaan sampai Kota Malang dengan pembagian ruas tertentu yang nantinya akan memberikan pengaruh terhadap jalan tol rencana. Data-data ini berupa data sekunder dari survey traffic counting, yang didapatkan dari Laboratorium Perhubungan Departemen Teknik Sipil ITS. Kemudian menghitung derajat kejenuhan dari jalan eksisting sebelum dibangun Jalan Tol Pandaan – Malang untuk mengetahui kinerja lalu lintas jalan tersebut. Setelah itu dilakukan perhitungan untuk mengetahui presentase perpindahan kendaraan dari jalan eksisting ke Jalan Tol Pandaan – Malang dengan analisis trip assignment menggunakan 3 metode, yaitu Metode Smock, Metode Davidson, dan Metode JICA I. Namun akhirnya menggunakan Metode Smock dikarenakan banyak pertimbangan. Dari analisis trip assignment, maka didapatkan volume kendaraan yang akan melewati jalan tol rencana sehingga dapat menghitung derajat kejenuhan dari jalan tol rencana. Dari hasil analisis, didapatkan untuk kelayakan ekonomi BCR sebesar 2,796 > 1 dan nilai NPV sebesar Rp. 15.531.872.832.729 > 0. Untuk kelayakan finansial didapatkan nilai BCR sebesar 2,938 > 1, nilai NPV sebesar Rp. 16.760.098.491.986 > 0 dan nilai IRR sebesar 11,926% > 4,86% (MARR). Serta waktu Payback Period selama 17 tahun 6 bulan 22 hari. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan pembangunan Jalan Tol Pandaan – Malang dikatakan layak dari segi ekonomi dan finansial
Analisis Perencanaan Pola Operasi Armada Kapal Penyeberangan: Studi Kasus Pelabuhan Ujung-Kamal Achmad Muchlis Sodik; Achmad Mustakim; Pratiwi Wuryaningrum
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.749 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41602

Abstract

Sebelum beroperasinya Jembatan  pada tahun 2009, Pelabuhan Kamal adalah pelabuhan penyebrangan di Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Pelabuhan penyebrangan Kamal Madura merupakan pelabuhan angkutan penyeberangan antar pulau yang menghubungkan Pulau Madura dengan Pulau Jawa, dengan jarak tempuh sekitar 2,5 mil laut dan lama waktu pelayaran kurang lebih 30-45 menit. Sejak beroperasinya Jembatan Suramadu, pengguna pelabuhan ini mengalami penurunan. Sehingga menyebabkan PT ASDP Ujung-Kamal Mengurangi armada yang dari awalnya memiliki 19 armada dengan waktu operasional 24 jam menjadi 3 armada dengan waktu 15 jam saja. Tidak hanya itu, jumlah armada yang beroperasi terkadang tidak menentu sehingga mengakibatkan jadwal yang ada menjadi tidak konsisten. tidak sedikit penumpang yang harus menunggu atau tertinggal oleh kapal.Tugas akhir ini bertujuan untuk merencanakan pola operasi Penyeberangan Ujung-Kamal yang optimal,setelah melakukan optimasi dari 3 kapal yang beroperasi terpilih 2 kapal yaitu KMP Jokotole dan KMP Gajah Mada. jadwal penyeberangan di rubah hanya melayani 8  dan 10 trip dalam satu hari. Dari hasil optimasi penjadwalan tersebut di dapatkan minimum unit cost yaitu sebesar Rp.Rp14.887.966 per hariuntuk KMP Gajah Mada dan Rp. Rp11.230.715 per hari untuk KMP Jokotole.
Analisa Insulasi Kebisingan Interior pada Kereta LRT Palembang Berdasarkan Nilai Sound Transmission Class Mayang Ananda Putri; Wiratno Argo Asmoro
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.253 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41881

Abstract

Kereta api merupakan salah satu moda transportasi massal yang  murah, efisien serta terjangkau untuk mengatasi kemacetan yang ada di Indonesia. Akan tetapi, kereta api juga memiliki masalah kebisingan yang dapat mengganggu kenyamanan penumpang di dalamnya. Bising kereta api disebabkan oleh berbagai sumber. Penelitian ini membahas mengenai analisa insulasi kebisingan interior pada LRT Palembang berdasarkan nilai sound transmission class yang tujuannya adalah mengurangi tingkat kebisingan yang dihasilkan sehingga tidak berdampak negatif bagi kesehatan penumpang di dalam kereta tersebut. Salah satu parameter untuk menilai kualitas serap bunyi suatu material adalah nilai STC. Berdasarkan hasil pengukuran, simulasi dan perhitungan menurut kondisi existing, didapatkan bahwa nilai STC pada bagian penyusun LRT Palembang yaitu pintu dan jendela masih belum memenuhi standar yaitu di bawah 30. Kemudian dilakukan rekomendasi bahan berdasarkan analisa STC dengan perhitungan dan simulasi. STC rekomendasi berdasarkan simulasi yaitu pada bagian pintu sebesar 31 (untuk material AA6063 T5) dan 30 (untuk material Tempered Glass), pada bagian jendela sebesar 31, dan side wall sebesar 43, sedangkan menurut perhitungan didapatkan nilai STC pada bagian pintu sebesar 29 (untuk material AA6063 T5) dan 27 (untuk material Tempered Glass), pada bagian jendela sebesar 33, dan side wall sebesar 47. Hasil analisa menunjukkan bahwa pada frekuensi 250 Hz masih belum memenuhi kondisi standar pengurangan bising yang dibutuhkan, sedangkan pada frekuensi 500 – 4000 Hz, sebagian besar sudah memenuhi kondisi standar menurut permenhub. Rekomendasi material antara simulasi dan perhitungan menunjukkan perbedaan yang tidak jauh.