cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 69 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2020)" : 69 Documents clear
Desain dan Implementasi Smart Home Konsumsi Daya Rendah Menggunakan Algoritma Optimisasi Cuckoo-Earthworm Miftahul Falahi Alfafa; Yusuf Bilfaqih
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50459

Abstract

Penggunaan energi merupakan hal yang paling penting pada sistem smart home, karena dengan energi yang kecil maka sistem smart home akan semakin efisien dan juga ekonomis. Konsumsi energi pada sistem smart home dioptimalkan dengan teknik penjadwalan peralatan secara real time berdasarkan harga listrik pada saat itu dan persentase kenyamanan pengguna dimana konsumsi daya setiap peralatan diatur untuk melakukan penghematan. Melalui pendekatan ini pengguna dapat menentukan tingkat kenyamanan secara fleksibel untuk melakukan penghematan tanpa mengurangi kenyamanan yang diperoleh dari setiap peralatan rumah tangga. Algoritma Cuckoo-Earthworm digunakan untuk proses penjadwalan peralatan secara real time. Sistem smart home dilengkapi dengan Raspberry Pi3 sebagai HUB controller dan Smart Plug yang digunakan untuk monitor energi yang digunakan pada setiap peralatan dan juga sebagai switch untuk melakukan penjadwalan. Komunikasi antara HUB controller dan setiap device menggunakan jaringan Z-Wave. Untuk user interface menggunakan Home Assistant. Pada implemetasi sistem smart home dengan daya rendah menggunakan algoritma Cuckoo-Eartworm kali ini didapatkan pengurangan biaya mencapai 41.39% dan energi mencapai 32.52% dari peralatan yang tidak terjadwal pada tingkat kenyamanan terendah.
Klasifikasi Epileptiform dan Wicket Spikes Menggunakan Metode Key-Point Based Local Binary Pattern Theresia Laura Tayu; Mohammad Nuh; Muhammad Yazid
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.47254

Abstract

Epilepsi adalah gangguan kronis otak disebabkan oleh adanya lepasan muatan listrik abnormal yang berlebihan di neuron-neuron otak secara berlebihan di neuron-neuron otak secara paroksismal dan disebabkan oleh berbagai etiologi, bukan disebabkan oleh penyakit otak akut. Sampai saat ini jumlah penderita Epilepsi mencapai 50 juta di seluruh dunia. Di Indonesia diperkirakan kesalahan diagnosis epilepsi mencapai 20-30%. Salah satu metode yang lazim digunakan untuk pemeriksaan epilepsi adalah dengan melakukan perekaman Electroencephalogram (EEG) kemudian dilanjutkan dengan melakukan diagnosis berdasarkan hasil rekaman sinyal EEG yang dihasilkan. Proses pemeriksaan secara manual oleh dokter ini merupakan proses yang panjang dan melelahkan sehingga tidak jarang menyebabkan terjadinya kesalahan dan over-diagnosis. Salah satu jenis sinyal EEG yang cukup sering salah dianggap sebagai sinyal tanda epilepsi adalah Wicket spikes. Wicket spikes merupakan sinyal wicket yang muncul saat pasien mengalami tidur ringan pada saat pemeriksaan EEG, bentuknya yang mirip sering disalah-artikan sebagai epileptiform sharp wave. Pada penelitian ini, diajukan metode Key-Point Local Binary Pattern dan Support Vector Machine untuk melakukan klasifikasi antara Epileptiform dan Wicket spikes. Metode yang diajukan termasuk pendeteksian Key-Point pada sinyal yang sebelumnya telah melalui proses konvolusi dengan filter gaussian. Local Binary Pattern kemudian akan dihasilkan berdasarkan lokasi Key-Point. Kemudian hasil histogram tersebut akan dimasukkan ke dalam Support Vector Machine untuk diklasifikasikan. Hasil proses klasifikasi berupa hyperplane yang mengklasifikasikan tiga kelas yaitu normal, epileptiform dan wicket spikes. Didapatkan metode yang diajukan memiliki tingkat keberhasilan sebesar 96% persen untuk klasifikasi pada Epileptiform dan Wicket spikes dan lebih besar dari yang ada pada saat ini.
Optimasi Peletakan Pola Busana pada Kain Menggunakan Alogaritma Genetika Davin Masasih; Nanik Suciati; Chastine Fatichah
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.49722

Abstract

Produksi pakaian dalam jumlah banyak tentu akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Seorang pembuat pola harus menggandakan pola satu per satu dan harus memikirkan pemetaan pola pada kain yang tepat. Pemetaan yang seadanya akan berdampak pada biaya industri dikarenakan bahan baku mengambil peranan yang sangat penting di dalam efisiensi produksi. Dengan kuantitas bahan baku kain yang minimal, diusahakan dapat menghasilkan kuantitas pola yang maksimal. Oleh karena itu, optimasi bahan baku perlu dilakukan guna mendapatkan tingkat efisiensi produksi yang tinggi, yaitu kebutuhan bahan seminimum mungkin. Pada penelitian ini diimplementasikan algoritma genetika untuk menyelesaikan permasalahan optimasi peletakan pola busana pada kain. Algoritma genetika mampu menyelesaikan masalah kombinatorial dengan waktu yang singkat sehingga memberikan solusi terbaik. Sistem menggunakan metode 2-point crossover pada proses pindah silang, pertukaran gen pada proses mutasi, seleksi dengan Stochastic Universal Sampling, dan evaluasi dengan pergeseran per piksel untuk menghitung nilai fitness yaitu lebar kain minimum yang diperlukan. Data yang digunakan pada sistem berjumlah 339 pola yang terdiri dari berbagai macam pola busana mulai dari atasan, rok, celana, macam-macam model lengan dan kerah, serta gaun. Pola-pola tersebut divisualisasikan dalam format Scalable Vector Graphics. Uji coba dilakukan pada kain berukuran 500x150 dengan variasi banyak generasi yakni 3, 5, 7, 9, dan 11 serta variasi mutation rate dan crossover rate mulai dari 0.1 sampai 0.9. Pada uji coba dengan 6 pola diperoleh hasil terbaik pada generasi 7, mutation rate 0.3, dan crossover rate 0.6 dengan kebutuhan kain minimum yakni 137 piksel atau setara dengan 137 cm.
Internet Of Things (IOT) untuk Pemantauan dan Pengendalian Urban Farming Menggunakan Metode Tanam dalam Ruang Berbasis Wireless Sensor Network Thesar Gufont Agrinusa; Arief Kurniawan; Ahmad Zaini
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51952

Abstract

Dewasa ini tingkat pertumbuhan populasi penduduk di Indonesia terutama pada kota-kota besar semakin pesat, menyebabkan berkurangnya lahan pada sektor pertanian. Salah satu solusi yang dapat mengatasi hal tersebut adalah menerapkan konsep urban farming. Konsep dari urban farming sendiri memiliki banyak metode, salah satu metode yang tepat untuk menjawab persoalan tersebut adalah dengan menerapkan metode tanam dalam ruangan. Kegiatan bercocok tanam dilakukan didalam ruang tanam, dengan cara memanipulasi kondisi lingkungan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Namun dalam pernerapannya kondisi lingkungan belum dapat dipantau dan dikontrol secara objektif dan real time. Sehingga dibutuhkan sistem terintegrasi yang dapat dipantau dan dikontrol agar kebutuhan kondisi lingkungan ideal dalam ruang dapat terpenuhi serta pemilik dapat melakukan pemantauan terhadap ruang tanam secara langsung (real time). Sistem ini mengimplementasikan Internet of Things (IoT) dan Wireless Sensor Network dengan modul komunikasi XBee Series 1 sebagai pemantau dan kontrol kondisi lingkungan dalam ruang tanam, Pada penilitian ini berhasil mengimplementasikan pemantauan dan pengendalian urban farming menggunakan metode tanam dalam ruang berbasis Interne Of Things (IOT) dan Wireless Sensor Network (WSN).
Supply Chain Analytics Maturity Model: Sebuah Tinjauan Pustaka Mayshel Yolanda Sitorus; Imam Baihaqi; Dewie Saktia Ardiantono
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50436

Abstract

Supply chain saat ini telah menjadi lebih kompleks, lebih luas, serta lebih melibatkan banyak pihak setiap harinya. Peningkatan jumlah data yang signifikan dari suatu rantai pasok menyebabkan perusahaan kesulitan untuk melaksanakan rutinitasnya dengan tetap mempertahankan bahkan meningkatkan keunggulan kompetitif mereka. Munculnya business analytics dalam supply chain atau dikenal dengan supply chain analytics (SCA) ditujukan untuk memudahkan perusahaan dalam mengumpulkan, mengolah, serta menginterpretasikan data sehingga perusahaan mendapat wawasan tentang operasi bisnis serta membuat keputusan berbasis fakta yang lebih baik pada rantai pasok mereka. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengetahui kondisi tingkat kematangan (maturity level) dalam menerapkan SCA saat ini untuk dapat mengembangkan penerapan SCA ke tingkat yang lebih tinggi. Saat ini, masih belum banyak literatur yang meneliti lebih lanjut mengenai framework untuk mengukur penerapan SCA pada suatu perusahaan. Mengingat pentingnya pengukuran penerapan SCA, maka paper ini akan melakukan sebuah kajian pustaka terkait beberapa penelitian terdahulu tentang framework pengukuran tingkat kematangan penerapan SCA (SCA maturity model) pada perusahaan.
Multi-Parameter Monitoring Menggunakan Jaringan Sensor Wireless untuk Aplikasi Monitoring dan Database Medis Beryl Abdiel Sahata Ebenezer Sitorus; Rachmad Setiawan; Nada Fitrieyatul Hikmah
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50922

Abstract

Healthcare Monitoring merupakan teknologi monitoring yang dikhususkan untuk memantau kondisi vital sign pada pasien. Monitoring yang dilakukan adalah memantau vital sign pada pasien. Penggunaan komunikasi wireless ini difungsikan untuk meningkatkan aksesibilitas dari monitoring itu sendiri dengan menggunakan komunikasi wireless, data monitoring dapat dilihat lebih mudah dan dapat diakses diluar dari ruang rawat inap pasien. Pada penelitian ini monitoring yang dipantau berjumlah tiga parameter. yang disebut m¬ulti-parameter monitoring. Jenis sensor yang digunakan adalah weight scale sensor yang berfungsi untuk memantau berat infus, pulse sensor yang berfungsi untuk memantau heart rate pada pasien, dan temperature sensor yang berfungsi untuk memantau temperature tubuh pasien. Multi-parameter monitoring akan dihubungkan dengan mikrokontroler untuk dapat mengirimkan data secara wireless, maka dari itu dibuatlah aplikasi dan database medis yang difungsikan untuk menyimpan data ruangan, melakukan manajemen ruangan pada rumah sakit, dan menangkap data yang dikirim oleh mikrokontroler secara wireless yang dapat ditampilkan pada aplikasi medis. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sebuah aplikasi manajemen ruangan yang sudah terkoneksi dengan database yang dapat diubah untuk menyesuaikan ruangan yang ada di rumah sakit dan aplikasi ini dapat membuat report harian yang berisikan tentang data setiap sensor sesuai dengan tanggal yang diinginkan.
Sistem Pemantauan Kadar Gas pada Tambang Batubara Berbasis IoT Menggunakan Teknologi Komunikasi LoRa Fauzi Muhammad Ikhsan; Muhammad Rivai
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50701

Abstract

Sistem pemantauan kadar gas pada tambang batubara berbasisIoTmenggunakan teknologi komunikasi LoRa adalah sebuah sistem portabel yang berfungsi untuk memantau kadar gas yang berbahaya di tambang menggunakan dua sensor dan modul GPS untuk mengetahui posisi dari alat ini, serta menggunakan LoRa sebagai modul komunikasi. Pembuatan alat ini didasarkan oleh adanya gas yang berbahaya untuk manusia di daerah pertambangan, dari segi kecelakaan kerja seperti kebakaran atau ledakan yang dikarenakan gas CH4 dan juga sistem pernapasan yang akan terganggu jika terlalu banyak terpapar gas CO2. Sistem ini dapat memantau perubahan konsentrasi gas. Sensor yang digunakan adalah sensor gas jenis MQ-02 dan MQ-135. Dalam penelitian inimengimplementasikan sistem IoT untuk pemantauan kadar gas di tambang batubara. Alat ini nantinya dapat dibawa oleh pengguna asalkan masih dalam jarak yang stabil untuk komunikasi antar LoRa. Ketika LoRa di transmitter mengirimkan data, makaLoRa di receiver akan menerima data tersebut dan mengolahnya. Data kemudiandikirim melalui komunikasi serial ke NodeMCU, dan diteruskan ke aplikasi yang ada di smartphone. Pengujian sensor gas dilakukan dengan beberapa bahan seperti asap dari kertas dan asap rokok. Hasil yang didapatkan di pengujian tersebut berbeda. Jarak komunikasi maksimal yang bisa dilakukan di daerah perkotaan kurang lebih 600 meter. Konsentrasi gas yang terukur saat pengujian relatif naik turun dikarenakan faktor alam seperti adanya angin.
Perencanaan Penjadwalan dengan Aplikasi BIM Menggunakan Analisa Probabilistik (Studi Kasus Proyek Jembatan Bedadung) Gabriel Henry; Supani Supani; Tri Joko Wahyu Adi
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50723

Abstract

Perencanaan penjadwalan umunya dibuat secara manual sehingga hasil penjadwalan dapat terjadi perbedaan dengan desain. Untuk membuat jadwal yang terintergrasi dengan rancangan desain dapat menggunakan aplikasi BIM, namun penjadwalan BIM bersifat determistik. Untuk penjadwalan probabilistik dapat menggunakan metode PERT sebagain analisa probabilistiknya. Pada Tugas Akhir ini dilakukan modeling Proyek pembangunan Jembatan Bedadung pada aplikasi BIM berupa Tekla Structures dan dilakukan penjadwalan pada BIM menggunakan dua macam metode pelaksanaan, metode Service Crane dan metode Launcher Girder. Setelah dilakukan penjadwalan, maka dilakukan analisa probabilistik menggunakan Microsoft Project. Dari hasil analisa yang dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa jadwal dengan metode Service Crane dan Launcher Girder perlu dilakukan iterasi penjadwalan dengan durasi 843 hari untuk metode service crane dan 853 hari untuk Launcher Girder agar memiliki tingkat keyakinan 75%.
Automatic Thresholding untuk Klasifikasi Perintah Arah dan Kecepatan pada Kursi Roda Elektrik dengan Menggunakan Sinyal Bioimpedansi Trisa Safira Hasanah; Achmad Arifin; Muhammad Hilman Fatoni; Siti Halimah Baki
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51350

Abstract

Subjek yang memiliki kelumpuhan pada anggota gerak bagian atas dan bawah mengalami masalah dalam mengontrol pergerakan kursi roda. Untuk meningkatkan kemandirian subjek dengan kondisi tersebut, kami merancang metode kontrol kursi roda dengan menggunakan perubahan impedansi yang disebabkan oleh gerakan otot untuk mengontrol gerakan kursi roda. Sistem pengukuran bioimpedansi dirancang dengan menginjeksikan arus sinusoidal dengan frekuensi 50 kHz dan arus konstan 0,5 mArms ke otot trapezius. Perubahan impedansi pada otot diukur melalui elektroda dan diinterpretasikan oleh sistem instrumentasi dan pemrosesan untuk mengendalikan gerakan kursi roda. Penelitian ini menggunakan metode automatic thresholding untuk menentukan arah dan kecepatan. Automatic thresholding digunakan karena permasalahan nilai tegangan hasil impedansi yang didapatkan terus menerus mengalami penurunan dikarenakan fatigue pada otot, sehingga nilai tegangan tidak dapat mencapai threshold. Oleh karena itu dibuatlah penggunaan automatic thresholding yang menyesuaikan dengan penurunan nilai tegangan. Pada penelitian menggunakan tiga subjek, tingkat keberhasilan yang didapatkan untuk perintah kanan dan perintah kiri mencapai 100%, sedangkan untuk perintah maju, tingkat keberhasilan paling maksimum yang didapatkan adalah 80% dan paling minimum adalah 60%. Selain itu, untuk perintah berhenti, tingkat keberhasilan paling maksimum yang didapatkan adalah 100% dengan tingkat keberhasilan minimumnya adalah 60%.
Rancang Bangun Electrocardiography, Galvanic Skin Response dan Skin Temperature untuk Mendeteksi Stres pada Manusia Bangkit Nata Satria Muhardiani; Rachmad Setiawan; Fauzan Arrofiqi
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51461

Abstract

Stres merupakan masalah umum yang terjadi dalam kehidupan umat manusia yang disebabkan oleh banyak hal seperti kekhawatiran keuangan, pekerjaan, bahkan lingkungan sosial. Menurut saintis Hans Selte – the father of stress research – stres adalah pangkal dari banyak penyakit. Dalam dunia kesehatan, stres sangat berdampak besar dalam cikal-bakal penyakit yang jauh lebih berbahaya seperti meningkatkan kemungkinan terkena jantung koroner, meningkatkan tekanan darah, dan meningkatkan kemungkinan infark miokard. Dalam lingkungan akademik, stres merupakan pengalaman yang paling sering dialami oleh para siswa, baik yang sedang belajar di tingkat sekolah ataupun di perguruan tinggi. Hal tersebut dikarenakan banyaknya tuntutan akademik yang harus dihadapi, seperti ujian, tugas-tugas, dan lain sebagainya. Sejumlah peneliti telah menemukan bahwa siswa yang mengalami stres akan cenderung menunjukkan kemampuan akademik yang menurun, kesehatan yang memburuk, depresi, dan gangguan tidur. Maka dari itu dibuatlah alat instrumentasi Electrocardiography (ECG), Galvanic Skin Response (GSR), Skin Temperature (ST) dengan mengunakan metode Fuzzy Logic Controller (FLC) sebagai decision maker. Dari pengambilan data 10 subjek dilakukan pengujian menggunakan metode Stroop Test, hasilnya variabel ECG dan GSR memiliki korelasi yang tinggi sekitar 80% dan 90% yang berarti nilai ECG dan GSR mengalami kenaikan sesuai dengan kenaikan stres. Sedangkan untuk ST korelasinya hanya 40%. Namun secara keseluruhan berdasarkan hasil fuzzy didapati bahwa 100% subjek mengalami peningkatan stres pada saat pengujian metode Stroop Test. Selain itu, hasil deteksi stres dari alat yang telah dibuat dibandingkan dengan hasil survey psikologis untuk memvalidasi hasil akhir, didapati akurasi 90% dengan satu hasil salah dan sembilan hasil deteksi benar. Ini menunjukan bahwa sistem yang diciptakan sudah berjalan dengan baik.