cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Analisa Heat Balance Thermal Oxidizer dengan Waste Heat Recovery Unit Alfian Bani Susiloputra; Bambang Arip Dwiyantoro
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.206 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22384

Abstract

Central Processing Plant (CPP) merupakan plant yang memproses feed gas hingga menjadi natural gas siap pakai. Pengolahan feed gas di CPP menimbulkan dampak limbah berupa waste gas. Thermal Oxidizer (TOX) memiliki peran penting dalam mengatasi waste gas. Energi panas gas buang (flue gas) dimanfaatkan pada Waste Heat Recovery Unit (WHRU) yang berada diatas chamber, digunakan untuk memanaskan hot oil. Kondisi operasional pembakaran TOX di CPP saat ini, jumlah input sangat berbeda dengan desain awal. Suhu pembakaran juga sangat tinggi, yaitu diatas 1.144 K. Sementara itu WHRU belum berjalan secara normal, suhu hot oil pada outlet WHRU masih 438-444 K. Analisa pembakaran TOX dilakukan dengan analisa termodinamika pada jumlah bahan bakar serta jumlah excess air untuk mendapatkan pembakaran sempurna pada suhu ideal chamber, yaitu 1.088-1.144 K. Bahan bakar yang digunakan sejumlah 60%-100% dari fuel gas operasional, sedangkan excess air yang digunakan 10%-35%. Selain itu pemanfaatan energi panas flue gas pada WHRU dilakukan analisa supaya suhu hot oil keluar WHRU mencapai 449 K. Analisa WHRU dilakukan dengan analisa perpindahan panas, untuk mendapatkan flowrate dari hot oil dari suhu dan laju aliran massa flue gas hasil variasi pembakaran TOX tersebut. Dari penelitian ini, suhu TOX hasil pembakaran operasional yang sesuai dengan desain awal yaitu pada 60% fuel gas dengan excess air (EA) antara 30% hingga 35%. Pada 60% fuel gas dengan EA antara 30% hingga 35% didapatkan suhu antara 1.095 K hingga 1.138 K. Pada hasil analisa WHRU, untuk mencapai suhu hot oil sebesar 449,817 K pada variasi TOX tersebut diperlukan laju aliran massa hot oil sebesar 1.257.720 kg/jam dan 1.481.420 kg/jam.
Analisa Pengaruh Variasi Pinch Point dan Approach Point terhadap Performa HRSG Tipe Dual Pressure Ryan Hidayat; Bambang Arip Dwiyantoro
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.993 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22474

Abstract

Siklus kombinasi adalah siklus termodinamika yang menggabungkan siklus Rankine dan siklus Brayton dengan komponen HRSG sebagai penghubung. Untuk mendapat rancangan HRSG yang baik, maka perlu untuk mengetahui pengaruh parameter internal maupun eksternal dari HRSG. Parameter yang ditinjau adalah pinch point dan approach point, juga perubahan beban turbin gas. Dengan menggunakan perangkat lunak cycle tempo, simulasi pembangkit dengan konfigurasi 1x1x1 dilakukan. Hasil yang didapat dari simulasi adalah nilai net power output, net plant efficiency, dan net plant heat rate dengan variasi parameter yang telah disebutkan. Setelah simulasi dilakukan, pada beban turbin gas 100% didapatkan hasil berupa nilai net power output sebesar 72,205 MW yang mengalami penurunan, juga net plant efficiency 47,044%, dan net plant heat rate 7652,3 kJ/kWh yang tetap seiring menurunnya beban turbin. Sementara untuk variasi pinch point dan approach point akan mengakibatkan power output, dan net plant efficiency meningkat, dan net plant heat rate menurun seiring dengan berkurangnya nilai kedua parameter tersebut. Variasi yang menghasilkan performa terbaik adalah pada pengurangan nilai pinch point modul low pressure dimana pinch point sebesar 50,8o C dan approach point 9,77o C menghasilkan power sebesar 16,069 MW, net plant efficiency sebesar 50,462 %, dan net plant heat rate sebesar 7132,535 kJ/kWh, namun untuk dapat membangkitkan daya sebesar itu diperlukan tambahan sumber panas sebesar 25 MW.
Desain Pabrik Sodium Karbonat Dari CO2 Flue Gas Pabrik Semen Muhammad Fadlan Minallah; Fadlilatul Taufany; Ali Altway
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.902 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22475

Abstract

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan energi di Indonesia selama beberapa tahunn terakhir ini, semakin juga meningkatkan bertambahnya gas rumah kaca yang dihasilkan. Gas rumah kaca (GRK) yang terdiri dari CO2, CH4, N2O, HCFC, dan CFC serta uap air (H2O), dimana yang menjadi sumber utama terjadinya pemasan global. Terutama pada pabrik yang menghasilkan GRK itu sendiri selama proses produksi, seperti pabrik semen 15.107.267 ton, pabrik produksi kapur 3.688.147 ton, dan pabrik kaca/gelas 170.000 ton. Prospek soda abu (nama pasar sodium karbonat) di Indonesia masih dalam kondisi baik karena kebutuhan komoditas ini semakin bertambah dengan rate 3,4% pertahun untuk industri kapur, industri gelas, dan industri keramik. Selama ini kebutuhan soda abu di Indonesia masih dipenuhi dengan adanya impor dari negara lain, karena belum adanya produsen natrium karbonat di dalam negeri yang menjadikan komoditas ini sebagai produk utama dari pabriknya. Pabrik ini direncanakan akan didirikan di Kabupaten Tuban, JawaTimur dengan estimasi waktu mulai produksi pada tahun 2017. Penentuan lokasi pabrik berdasarkan pada sumber bahan baku. Hal ini karena bahan baku yang digunakan adalah flue gas dari pabrik semen. Untuk menemuhi kebutuhan akan sodium karbonat kapasitas produk sodium karbonat ini sebesar 86,37 ton/jam. Pabrik beroperasi selama 24 jam per hari dengan hari kerja 330 hari per tahun. Proses pembuatan soda abu dengan proses karbonasi terdiri dari empat unit proses, yaitu dust removal unit, absorption unit, crystalization unit, dan soda ash unit. Dari analisa perhitungan ekonomi didapat Investasi Rp79.285.526.850, IRR sebesar 26%, POT selama 4,39 tahun, dan NPV positif 15 tahun sebesar Rp589.068.911.634. Umur dari pabrik ini diperkirakan selama 15 tahun dengan masa periode pembangunannya selama 2 tahun di mana operasi pabrik ini 330 hari/tahun.
Analisa Arc Flash Pada Sistem Kelistrikan Di PT. Wilmar Nabati Indonesia, Gresik – Jawa Timur Aditya Aji Nugroho; Margo Pujiantara; Arif Musthofa
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.328 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22605

Abstract

Studi untuk mengetahui besar busur api yang dihasilkan pada masing-masing switchgear perlu dilakukan untuk mengklasifikasikan kategori energi busur api yang terjadi serta kaitannya dengan PPE (Personal Protective Equipment) yang harus dikenakan pekerja sebagai langkah pencegahan agar terhindar dari jatuhnya korban jiwa. Oleh karena itu perlu dilakukan perhitungan insiden energi arc flash sesuai standar IEEE 1584-2002 serta pengklasifikasian kategori dan alat perlindungan diri yang tepat agar memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pekerja sehingga dapat bekerja secara optimal. Studi ini akan coba diterapkan pada sistem kelistrikan di PT. Wilmar Nabati Indonesia, Gresik – Jawa Timur mengingat pentingnya perusahaan tersebut mengamankan peralatan serta pekerjanya dari insiden energy arc flash. Hasil yang didapat pada tugas akhir ini adalah pada tipikal 1 nilai insiden energinya mengalami peningkatan yaitu dari 1.988 cal/cm2 menjadi 8.66 cal/cm2, pada tipikal 2 nilai insiden energi tertinggi 19.596 cal/cm2 turun menjadi 6.00 cal/cm2, pada tipikal 3 nilai insiden energi nya mengalami peningkatan yaitu dari 19.596 cal/cm2 menjadi 36.52 cal/cm2 kenaikan ini disebabkan karena terjadi kesalahan koordinasi rele.
Pendekatan Dengan Cuckoo Optimization Algorithm Untuk Solusi Permasalahan Economic Emission Dispatch Agil Dwijatmoko Rahmatullah; Rony Seto Wibowo; Daniar Fahmi
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.852 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22610

Abstract

Economic Dispatch adalah upaya untuk meminimalkan biaya operasi unit pembangkit dengan tetap memperhatikan batasan teknis dari masing-masing unit pembangkit, harga bahan bakar, biaya pemeliharaan dan lain sebagainya. Di sisi lain, unit pembangkit termal menggunakan bahan bakar fosil sebagai bahan bakar boiler untuk membangkitkan energi listrik, sehingga sisa hasil pembakaran dari unit pembangkit ini menghasilkan emisi gas buang yang menyebabkan polusi serta mencemari lingkungan. Melalui dua permasalahan tersebut metode optimasi algoritma cuckoo yang diadaptasi dari cara burung cuckoo dalam berkembang biak, sarang yang menghasilkan generasi baru cuckoo direpresentasikan sebagai solusi baru untuk permasalahan optimasi dalam meminimalkan biaya bahan bakar dan emisi gas buang. Hasil dari metode optimasi algoritma cuckoo, pada saat nilai pembobot seimbang yaitu 0,5, untuk fungsi biaya bahan bakar didapatkan 18940,40 dengan pengurangan biaya sebesar 1745,3 dan untuk fungsi emisi didapatka 839,94 dengan pengurangan emisi sebesar 187,35.
Kajian dan Komparasi Teoritis Metode Prediksi Tekanan Pori: Metode Eaton dan Metode Bower Muhammad Arif Budiman; Dwa Desa Warnana; Firman Syaifuddin
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.479 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23332

Abstract

Prediksi tekanan pori sebelum proses pengeboran menjadi hal yang sangat penting karena banyaknya berat lumpur (Mud Weight) dapat direpresentasikan ketika melakukan pengeboran. Penelitian ini akan membandingkan dua jenis metode yang sering digunakan dalam perhitungan prediksi tekanan pori, yaitu: Metode Eaton, dan Metode Bowers. Kedua metode ini akan dibandingkan keakuratannya berdasarkan parameter-parameter yang dimasukkan untuk memprediksi nilai tekanan pori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Bower dan metode Eaton sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pemilihan metode yang digunakan diantara kedua metode tersebut bisa dilakukan berdasarkan kondisi geologi dan ketersediaan data yang ada. Walaupun begitu, keakuratan dalam prediksi dapat dicapai dengan data yang seadanya dengan cara penggabungan metode Eaton dan metode Bower.
Pemodelan Nilai Data Gaya Berat Subduksi Pulau Jawa Farid Hendra Pradana; Wien Lestari; Dwa Desa Warnana
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.156 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23530

Abstract

Salah satu metode geofisika yang dapat digunakan untuk memodelkan fitur geologi dalam, seperti subduksi, adalah metode gaya berat. Terdapat korelasi yang bersifat kuantitatif antara data gaya berat dan model geologi subduksi. Penelitian ini mengamati pengaruh bentukan dan persebaran densitas dari model geologi subduksi terhadap bentukan dan besar nilai data gaya berat, atau yang biasa disebut dengan forward modelling. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi efek yang muncul pada data gaya berat akibat dari bentuk model geologi subduksi di Pulau Jawa. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa bentukan model subduksi yang sangat berpengaruh terhadap bentuk data gaya berat ,dengan jarak antar titik sejauh satu kilometer, hanyalah model dengan kedalaman 0 hingga 15 kilometer. Model subduksi pada kedalaman 15 hingga dasar model hanya memengaruhi kecenderungan atau kemiringan profil data gaya berat.
Identifikasi Patahan Lokal Menggunakan Metode Mikrotremor Nizar Dwi Riyantiyo; Amien Widodo; Ayi Syaeful Bahri
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.705 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23773

Abstract

Wilayah penelitian dalam studi ini adalah kota Surabaya sebagai ibu kota provinsi Jawa Timur. Penelitian ini akan difokuskan pada patahan lokal yang melintasi sungai kota surabaya, karena sungai Surabaya dilintasi beberapa jembatan di Surabaya seperti Dinoyo, Jagir, jembatan layang Wonokromo dan bendungan gunung sari. Berdasarkan kondisi geologi kota Surabaya berupa cekungan endapan aluvial dan batu pasir dengan sedimen batu lempung dan gamping, serta dilewati oleh sesar Kendeng yang bergerak 5 milimeter per tahun. Dengan komposisi endapan sedimen yang ada di Surabaya, wilayah yang memiliki kondisi geologi berupa aluvial, tuff, dan batu pasir akan memiliki potensi bahaya yang besar terhadapt intensitas getaran tanah akibat amplifikasi dan intensitas gempa. Sehingga tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah mengetauhui kondisi patahan lokal yang ada di sekitar sungai Surabaya, dimana ketika terkena guncangan gempa bumi dapat berpotensi bergerak dan dapat merusak infrastruktur disekitarnya. Metode yang digunakan dalam studi ini analisa Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) untuk mendapatkan nilai frekuensi dominan kemudian akan diintegrasikan dengan nilai Vs30 untuk mendapatkan nilai kedalaman sedimen dan pada penelitian ini akan digunakan inversi HVSR untuk menggambarkan kondisi patahan lokal sungai Surabaya, sehingga dapat memprediksi zona bahaya disekitar patahan lokal sungai Surabaya.
Dynamic Economic Dispatch Mempertimbangkan Prohibited Operating Zones Menggunakan Algoritma Improved Artificial Bee Colony Giorgio Rendra Gumelar; Rony Seto Wibowo; Adi Soeprijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23990

Abstract

Dynamic Economic Dispatch (DED) adalah solusi untuk menekan biaya produksi pembangkitan listrik dan efisiensi biaya bahan bakar dengan melakukan optimisasi biaya pembangkitan pada unit pembangkit. Perubahan permintaan beban tiap waktunya mengakibatkan berubahnya biaya pembangkitan per satuan waktu. Fungsi Dynamic Economic Dispatch (DED) untuk mendapatkan pembangkitan daya yang optimal dengan biaya seekonomis mungkin sambil tetap melayani kebutuhan daya ke konsumen selama 24 jam. Beberapa karakteristik dan batasan operasi yang terdapat pada Dynamic Economic Dispatch antara lain kerugian transmisi, batasan ramp rate, permintaan beban dinamis, Prohibited Operating Zones, dan spinning reserve. Pada tugas akhir ini menunjukkan implementasi algoritma Improved Artificial Bee Colony (IABC) pada perhitungan Dynamic Economic Dispatch. Beberapa batasan operasi yang dipertimbangkan dalam perhitungan tugas akhir antara lain, Prohibited Operating Zones dan batasan operasi ramp rate. Pengujian simulasi Dynamic Economic Dispatch dilakukan dengan menggunakan sistem 6 unit generator dan sistem 15 unit generator. Hasil simulasi menunjukkan batasan ramp rate dan Prohibited Operating Zones berdampak pada biaya pembangkitan. Pada sistem 6 unit generator dengan mempertimbangkan Prohibited Operating zones menggunakan algoritma Improved Artificial Bee Colony (IABC) total biaya pembangkitan sebesar $ 313404/h atau lebih murah 1.002% dibandingkan dengan metode Improved Bee Algorithm (IBA).
Analisis Persebaran Gas Karbonat Pada Lapangan “Ngawen” Menggunakan Metode AVO Putri Rida Lestari; Dwa Desa Warnana; Farid Marianto
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.021 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24017

Abstract

Gas bumi merupakan salah satu sumber daya alam ekonomis untuk Indonesia. Sehingga diperlukan adanya peningkatan eksplorasi hidrokarbon, khususnya gas bumi. Salah satu metode untuk pendeteksian keberadaan gas dalam reservoir dengan mengkaji prilaku sinyal refleksi dari batuan reservoir adalah metode AVO (Amplitudo Versus Offset). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan persebaran gas karbonat pada lapangan Ngawen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode AVO (Amplitudo Versus Offset). Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu nilai Intercept dan Gradien pada kasus gas karbonat, serta Penampang P*G (Intercept*Gradien). Intercept bernilai positif (+) dan Gradien bernilai negatif (-). Pada penampang P*G (Intercept*Gradien) dapat ditentukan persebaran gas karbonat di lapangan Ngawen dengan nilai P*G (Intercept*Gradien) negatif.